Jumat, 12 Januari 2018

Dosamu Sudah Diampuni

Jumat Biasa (H)
1 Sam. 8:4-7,10-22
Mzm. 89:16-17,18-19
Mrk. 2:1-12



1 Sam. 8:4-7,10-22

8:4 Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama
8:5 dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain."
8:6 Waktu mereka berkata: "Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami," perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN.
8:7 TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka.
8:10 Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya,
8:11 katanya: "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya;
8:12 ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka.
8:13 Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan.
8:14 Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya;
8:15 dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain.
8:16 Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya.
8:17 Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya.
8:18 Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu."
8:19 Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami;
8:20 maka kami pun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang."
8:21 Samuel mendengar segala perkataan bangsa itu, dan menyampaikannya kepada TUHAN.
8:22 TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah permintaan mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka." Kemudian berkatalah Samuel kepada orang-orang Israel itu: "Pergilah, masing-masing ke kotanya."


Mrk. 2:1-12

2:1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2:2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
2:7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --:
2:11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
2:12 Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."



Dosamu Sudah Diampuni

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan Sabda Tuhan mengenai kuasa yang ada di dalam Diri-Nya. Bagaimana Ia yang melihat iman  pendengar-Nya, juga si sakit yang harus memasukan tandu lewat atap dengan membuka atap rumah karena sesaknya pendengar Yesus. Usaha yang direspons dengan baik oleh Yesus. Usaha yang keras berhadapan dengan belas kasih Tuhan yang besar.
Para pendengar, termasuk ahli-ahli Taurat menjadi berang karena mengatakan dosamu diampuni, padahal mereka hanya memiliki pemahaman atas pengetahuan mereka, bahwa pengampunan dosa hanya hak sepenuhnya Allah. Yesus yang  mengatakan dosamu diampuni dianggap menghujat Allah. karena hanya Allah saja yang berkuasa mengampuni. Hal ini dibawa hingga akhir kisah hingga penyaliban Yesus. Hal yang sama, mengenai menghujat Allah.
Saudara terkasih, mereka tentu  menghendaki Yesus mengatakan sejak awal, sembuhlah engkau, atau kamu sudah sembuh, namun malah mengatakan soal pengampunan dosa. Apa yang Tuhan kehendaki ialah bahwa Ia bisa mengampuni dosa, memiliki kuasa untuk mengampuni dosa, apalagi jika hanya menyembuhkan.

Kita diajak untuk melihat kuasa Yesus yang demikian besar. Apa yang sering kita khawatirkan sebenarnya tidak berdasar. Jika mengampuni dosa saja bisa, apalagi jika hanya karena pacar, pasangan hidup, atau mengenai uang. Tuhan bisa memberikan segalanya. Namun ingat, kita juga perlu usaha dengan semstinya. Sering kita abai akan usaha, hanya menyerahkan atau mengandalkan Tuhan tanpa adanya upaya yang sepadan. Apa bedanya dengan ngerjain Tuhan jika demikian. Benar bahwa Tuhan mampu melakukan semuanya, kita dikehendaki juga memiliki tanggapan yang sebanding, usaha semaksimal mungkin, dan hasil memang hak Tuhan. Bisa dilihat dalam kisah hari ini, upaya orang yang sakit dengan pengusungnya. Apakah kita sudah melakukan upaya dengan maksimal?BD.eLeSHa.

Rabu, 10 Januari 2018

Pemulihan Martabat Kemanusiaan

Kamis Pekan Biasa (H)
1 Sam 4:1-11
Mzm. 44:10-11, 14-15, 24-25
Mrk. 1:40-45



1 Sam 4:1-11


4:1a Dan perkataan Samuel sampai ke seluruh Israel.
4:1b Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek.
4:2 Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu.
4:3 Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: "Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita."
4:4 Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.
4:5 Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar.
4:6 Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: "Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?" Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu,
4:7 ketakutanlah orang Filistin, sebab kata mereka: "Allah mereka telah datang ke perkemahan itu," dan mereka berkata: "Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu.
4:8 Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun.
4:9 Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!"
4:10 Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki.
4:11 Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.


Mrk. 1:40-45

1:40 Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
1:41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."
1:42 Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
1:43 Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:
1:44 "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka."
1:45 Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.


  
Pemulihan Martabat Kemanusiaan

Saudara terkasih, apa yang patut kita renungkan hari ini adalah, penderita kusta yang disembuhkan. Penderita kusta itu bukan saja penyakit kulit yang sebagaimana paham kita di zaman ini. Apa yang menimpa adalah tragedi kemanusiaan.  Bagaimana mereka menderita sakit, harus menerima hukuman secara sosial dan juga spiritual. Mereka harus hidup di luar kampung, rambut terurai dan menyatakan diri sebagai najis setiap ada orang yang mereka temui. Mereka lepas kemanusiaannya selain menderita sakit, yang tentu saja waktu itu susah obatnya, hampir mustahil sembuh.
Kondisi yang demikian, membuat salah satu penderita ini dengan takut meminta kesembuhan pada Yesus, “Jika Engkau mau...” Hal ini bukan karena meragukan kuasa atau daya Yesus,  namun saking takut, khawatir, dan takutnya. Mereka yang tidak berdaya dan lemah demikian, menjadi rendah diri dan tidak percaya diri sangat mungkin.
Ia hanya minta kesembuhan, namun apa yang Yesus lakukan adalah memberikan kesembuhan sekaligus menahirkannya. Tahir jauh lebih besar daya kuasanya, daripada hanya sekadar sembuh. Ia dipulihkan dalam martabat kemanusiaannya. Ia bisa bergaul, beribadah, dan tentu hidup bersama dengan masyarakat lagi sebagaimana mestinya. Tentu ada pribadi dan lembaga yang berhak menyatakan itu secara legitim, meskipun yang menahirkan sekaligus menyembuhkan adalah Yesus.
Saudara terkasih, apa yang dilakukan Yesus adalah memulihkan kemanusiaan. Kemanusiaan kita yang jatuh karena dosa, kelemahan yang kita pilih, dan perilaku buruk yang kita sukai, seumpama kusta di hadapan Tuhan, semua dipulihkan, disembuhkan dan dikembalikan kepada kesatuan dengan cinta kasih Tuhan. BD.eLeSHa.



Kehadiran Yesus

Rabu Pekan Biasa (H)
1 Sam. 3:1-10, 19-20
Mzm. 40:2.5,7-8a,8b-9,10
Mrk. 1:40-45



1 Sam. 3:1-10, 19-20

3:1 Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering.
3:2 Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
3:3 Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
3:4 Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa."
3:5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.
3:6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
3:7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
3:8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa TUHANlah yang memanggil anak itu.
3:9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."
3:19 Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.
3:20 Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN.


Mrk. 1:40-45

1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.
1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.
1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
1:36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
1:37 waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."
1:38 Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.



Kehadiran Yesus

Saudara terkasih, apa yang patut kita renungkan hari ini adalah, mengenai kehadiran Yesus. Kedatangan yang memikat dengan karya besar-Nya. Kali ini mengenai penyembuhan ibu mertua Petrus dan memikat banyak orang untuk juga disembuhkan. Apakah ini merupakan “puncak” karya-Nya? Bukan. Ia datang bukan semata untuk itu, Ia menghendaki pertobatan karena Kerajaan Surga sudah dekat. Para pendengar ternyata belum sampai ke sana.
Yesus pergi ke tempat sunyi untuk berdoa. Hal yang paling saya sukai dalam merenungkan tindakan Yesus. IA berdoa. Apa yang Yesus lakukan adalah menimba dari Sumber Sejati. Ia saja masih berdoa dan menghadap Bapa-Nya. Tindakan rendah hati, terbuka, dan berserah diri yang mutlak kepada Bapa. Ia tidak melupakan ke mana perlu untuk menimba kekuatan.
Yesus tidak bisa dihentikan oleh kekaguman, oleh banyaknya yang terpikat karena perbuatan besar-Nya. Yesus tahu bahwa kedatangan-Nya untuk memberitakan Injil dan bukan pada perbuatan besar atau mukjizat saja. Pertobatan untuk bisa menerima Kerajaan tidak berhenti pada menerima berkat dan mukjizat.
Saudara terkasih, apakah kita sudah mengenal Yesus secara pribadi, atau  masih berbangga karena menerima berkat-Nya yang luar biasa? Jika iya, apakah sanggup menerima sekiranya berkat itu bukan selaras dengan keinginan kita? BD.eLeSHa.



Selasa, 09 Januari 2018

Jati Diri Yesus

Selasa Pekan Biasa (P)
1 Sam. 9-20
1 Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd
Mrk. 1:21b-28



1 Sam. 9-20

1:9 Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN,
1:10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.
1:11 Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."
1:12 Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu;
1:13 dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk.
1:14 Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu."
1:15 Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN.
1:16 Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama."
1:17 Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya."
1:18 Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.
1:19 Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat kepadanya.
1:20 Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN."

Mrk. 1:21b-28

1:21b Setelah hari Sabat mulai, Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
1:22 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
1:23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
1:24 "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
1:25 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"
1:26 Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
1:27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."
1:28 Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.


Jati Diri Yesus

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan mengenai kuasa Yesus. Markus secara khusus dalam bacaan hari ini  tidak mengisahkan isi dari apa yang Yesus ajarkan. Apa yang ia maksudkan adalah kuasa yang dirasakan para pendengar. Ia mengajar dengan kuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat. Apa yang dimaksud Markus adalah bukan semata pengajaran atau isi ajaran namun kuasa di dalam pengajaran Yesus yang dinilai berbeda dengan apa yang biasanya dilihat dalam pengajar mereka sebelumnya. Dan kuasa itu ternyata menarik dan menggumkan bagi para pendengar.
Pribadi Yesus makin mengagumkan bagi orang Kapernaum ketika mampu mengusir setan dari orang yang kerasukan. Mulai ada tindakan dan kuasa yang berdaya guna. Tentu saja hal ini membuat orang makin kagum. Kekaguman yang jelas bisa dipahami. Tindakan besar memang membuat orang takjub dan kagum. Hingga hari ini pun sangat menarik hal-hal demikian. Pengusiran ini menjadi jalan bagi Kerajaan Allah yang dihalang-halangi perilaku jahat setan. Dengan pengusiran menunjukkan kuasa gelap sudah disingkirkan.
Pengenalan setan akan jati diri Yesus merupakan kesaksian siapa Yesus bagi publik. Setan lebih dulu mengenali Yesus. Yang Kudus dari Allah. Pengenalan yang merupakan inti mengikuti Yesus. Setan mendahului menyatakan siapa Yesus.
Kuasa pengajaran ini makin jelas dengan apa kata-kata Yesus yang mengusir setan. Menambah kuasa kata Yesus dengan keberadaan murid-murid-Nya yang hanya diajak untuk ikut. Mengusir setan juga dengan kata-kata.
Saudara terkasih, kita pun diajak untuk mengenal Yesus, mengerti siapa DIA bagi hidup kita. Apakah pengenalan kita terhalang oleh perilaku jahat yang dipengaruhi setan, atau kita mengenalnya karena kuasa Yesus yang menguasai dan mengisi hati kita? Hal ini menjadi penting dalam hidup kita sehingga semakin kenal, semakin tahu, dan akrab dengan Diri-Nya. BD..eLeSHa.




Senin, 08 Januari 2018

Panggilan: Mari Ikutlah Aku

Senin Pekan Biasa (H)
1 Sam. 1:1-8
Mzm. 116:12-13,14,17,18-19
Mrk. 1:14-20




1 Sam. 1:1-8

1:1 Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim.
1:2 Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak.
1:3 Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas.
1:4 Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian.
1:5 Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya.
1:6 Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya.
1:7 Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan.
1:8 Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?"


Mrk. 1:14-20

1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
1:15 kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
1:17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
1:18 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
1:19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.



Panggilan: Mari Ikutlah Aku

Saudara terkasih, pemuridan ala Yesus adalah mengikuti pribadi dan bukan program. Apa yang Ia sampaikan adalah mari ikutlah Aku, panggilan, sapaan, dan ajakan untuk ikut Yesus. Tugas mereka ikut Yesus dengan konsekuensi mereka melepaskan bahkan memutuskan apapun yang menyangkut masa lalu mereka. Mereka digambarkan meninggalkan jala, perlengkapan kehidupan mereka, termasuk keluarga dan ikut Yesus untuk semakin kenal siapa DIA.
Apa yang patut kita renungkan adalah, panggilan Yesus itu inisiatif berasal dari Yesus. Coba bayangkan kalau dalam kehidupan sekarang ini, apa iya ada yang mau mengikuti orang tanpa tahu apa-apa mengenai yang kita ikuti. Contoh konkret diajak bekerja saja, tanpa tahu siapa dia, memiliki pekerjaan atau proyek apa. Namun pribadi Yesus, kuasa, dan wibawa-Nya yang membuat perbedaan. Mengikuti Yesus bukan karena perbuatan besar atau ajaib, namun karena panggilan-Nya semata. Tidak heran dalam kisah selanjutnya, Yesus justru enggan mengadakan pekerjaan besar atau mukjizat, karena bisa mengaburkan motivasi yang ikut DIA. Apa yang IA tolak bukan tindakan besarnya namun bagaimana pengaruhnya.
Keberadaan para nelayan juga bukan dalam  konteks saat ini, namun waktu itu, industri perikanan, dan diperteguh dengan dua nama Yunani menunjukkan bahwa yang dipanggil Yesus bukan orang sembarangan. Mereka cukup memiliki taraf yang diperhitungan dalam masyarakatnya. Mereka pun bisa diajak oleh Yesus  untuk mendukung karya-Nya. Tanggapan mereka yang langsung berangkat membuat dayatarik tersendiri.
Panggilan Mari, Ikutlah Aku, pun harus tetap menggema di dalam hati kita, kita pun dipanggil-Nya untuk semakin mengenal DIA. DIA yang sejati kita kenal dengan nurani kita, bukan kata orang, atau menurut ajaran ini dan itu. Yesus yang kita kenal karena kita ikut DIA. Panggilan kita adalah inisiatif dari-Nya juga yang mengenalkan diri kepada kita. BD.eLeSHa.


Sabtu, 06 Januari 2018

Pembaptisan Tuhan

PESTA PEMBAPTISAN TUHAN (P)
Yes. 55:1-11
Yes. 12:2-3,4bcd,5-6
1 Yoh 5:1-9
Mrk. 1:7-11



Yes. 55:1-11

55:1 Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!
55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.
55:3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.
55:4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa;
55:5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.
55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.


1 Yoh 5:1-9

5:1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.
5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.


Mrk. 1:7-11

1:7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.
1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."
1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
1:10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."



Pembaptisan Tuhan

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan peristiwa pembaptisan Tuhan. Faktual bahwa secara historis hal itu memang terjadi. Peristiwa yang memang terjadi di mana Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Di mana, dalam peristiwa tersebut Allah berkenan menyatakan Jati Diri Yesus sebagai Anak Allah.
Saudara terkasih, konsekuensi menjadi anak Allah yang percaya kepada-Nya adalah, semua gratis. Tidak ada yang perlu bayar, semua disediakan dengan cuma-cuma.  Semua disediakan bagi kita. Tidak perlu susah-susah semua sudah tersedia. Apa yang seharusnya kita upayakan, kita usahakan, kita perjuangkan, oleh Tuhan diambil alih dan kita tinggal menikmati.
Kita sebagai anak bangsa Indonesia tentu paham apa yang menjadi tabiat secara umum bagi bangsa ini. maunya gratisan, semua yang disediakan dengan segala yang berbau subsidi. Lihat saja bagaimana ramainya operaso pasar, kalau ada pesta diskon, dan makan atau pembagian gratis. Termasuk dalam hal ini subsidi. Sering orang kaya pun mengambil jatah yang seharusnya tidak mereka peroleh. Lebih lucu eh masih menghina si pemberi. Ini tentu berbeda dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Tuhan memberikan dengan suka rela tanpa memandng bulu, tidak pula berpamrih. Tuhan tidak berharap apa-pun, apalagi balasan. Tuhan memberikan dengan begitu saja tidak peduli apa yang tanggapan manusia.
Tuhan Yesus yang dibaptis, sebagai Anak Allah yang menyelamatkan kita, sebagai Sang Penebus, kita pun dibaptis dengan memperoleh berkat luar biasa yaitu hidup kekal. Dosa-dosa kita dihapuskan oleh Tuhan. Semua sudah ditebus Tuhan dan menjadi manusia baru. BD.eLeSHa.