Sabtu, 06 Januari 2018

Pembaptisan Tuhan

PESTA PEMBAPTISAN TUHAN (P)
Yes. 55:1-11
Yes. 12:2-3,4bcd,5-6
1 Yoh 5:1-9
Mrk. 1:7-11



Yes. 55:1-11

55:1 Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!
55:2 Mengapakah kamu belanjakan uang untuk sesuatu yang bukan roti, dan upah jerih payahmu untuk sesuatu yang tidak mengenyangkan? Dengarkanlah Aku maka kamu akan memakan yang baik dan kamu akan menikmati sajian yang paling lezat.
55:3 Sendengkanlah telingamu dan datanglah kepada-Ku; dengarkanlah, maka kamu akan hidup! Aku hendak mengikat perjanjian abadi dengan kamu, menurut kasih setia yang teguh yang Kujanjikan kepada Daud.
55:4 Sesungguhnya, Aku telah menetapkan dia menjadi saksi bagi bangsa-bangsa, menjadi seorang raja dan pemerintah bagi suku-suku bangsa;
55:5 sesungguhnya, engkau akan memanggil bangsa yang tidak kaukenal, dan bangsa yang tidak mengenal engkau akan berlari kepadamu, oleh karena TUHAN, Allahmu, dan karena Yang Mahakudus, Allah Israel, yang mengagungkan engkau.
55:6 Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!
55:7 Baiklah orang fasik meninggalkan jalannya, dan orang jahat meninggalkan rancangannya; baiklah ia kembali kepada TUHAN, maka Dia akan mengasihaninya, dan kepada Allah kita, sebab Ia memberi pengampunan dengan limpahnya.
55:8 Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.
55:9 Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.
55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.


1 Yoh 5:1-9

5:1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.
5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.
5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.


Mrk. 1:7-11

1:7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.
1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."
1:9 Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes.
1:10 Pada saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya.
1:11 Lalu terdengarlah suara dari sorga: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."



Pembaptisan Tuhan

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan peristiwa pembaptisan Tuhan. Faktual bahwa secara historis hal itu memang terjadi. Peristiwa yang memang terjadi di mana Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Di mana, dalam peristiwa tersebut Allah berkenan menyatakan Jati Diri Yesus sebagai Anak Allah.
Saudara terkasih, konsekuensi menjadi anak Allah yang percaya kepada-Nya adalah, semua gratis. Tidak ada yang perlu bayar, semua disediakan dengan cuma-cuma.  Semua disediakan bagi kita. Tidak perlu susah-susah semua sudah tersedia. Apa yang seharusnya kita upayakan, kita usahakan, kita perjuangkan, oleh Tuhan diambil alih dan kita tinggal menikmati.
Kita sebagai anak bangsa Indonesia tentu paham apa yang menjadi tabiat secara umum bagi bangsa ini. maunya gratisan, semua yang disediakan dengan segala yang berbau subsidi. Lihat saja bagaimana ramainya operaso pasar, kalau ada pesta diskon, dan makan atau pembagian gratis. Termasuk dalam hal ini subsidi. Sering orang kaya pun mengambil jatah yang seharusnya tidak mereka peroleh. Lebih lucu eh masih menghina si pemberi. Ini tentu berbeda dengan apa yang menjadi kehendak Tuhan. Tuhan memberikan dengan suka rela tanpa memandng bulu, tidak pula berpamrih. Tuhan tidak berharap apa-pun, apalagi balasan. Tuhan memberikan dengan begitu saja tidak peduli apa yang tanggapan manusia.
Tuhan Yesus yang dibaptis, sebagai Anak Allah yang menyelamatkan kita, sebagai Sang Penebus, kita pun dibaptis dengan memperoleh berkat luar biasa yaitu hidup kekal. Dosa-dosa kita dihapuskan oleh Tuhan. Semua sudah ditebus Tuhan dan menjadi manusia baru. BD.eLeSHa.


Penampakan Tuhan

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN (P)
Yes. 60:1-6
Mzm. 2:1-2,7-8,10-11,12-13,17
Ef. 3:2-3,5-6
Mat. 2:1-12




Yes. 60:1-6

60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.
60:4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.
60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.
60:6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

Ef. 3:2-3,5-6

3:2 -- memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,
3:3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu,
3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,
3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.


Mat. 2:1-12

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia."
2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.



Penampakan Tuhan

Saudara terkasih, kita hari ini diajak untuk merenungkan bagaimana keberadaan Tuhan, penampakan Tuhan dalam arti spiritual dan arti faktual. Kesaksian para orang Majus yang menemukan keberadaan Bayi Yesus. Mereka menyaksikan keberadaan Tuhan yang mereka cari dan temukan tersebut. Hal yang diinginkan Herodes untuk yang ia akui ingin menyembahnya, padahal dalam pemikirannya untuk menyingkirkan Bayi Yesus, yang ia anggap sebagai “pesaing” dan perlu disingkirkan. Cara pandang yang berbeda namun sama bahwa berkaitan dengan penampakan Tuhan.
Bacaan pertama memberikan arti kedua, dalam arti spiritual, di mana penampakan Tuhan itu memberikan terang. Terang telah terbit. Sebagaimana matahari yang menyingkirkan kegelapan malam. Fajar yang menyingsing mengusir kegelapan malam. Tidak pernah bisa bersama antara terang dan gelap. Jika terang sudah datang, gelap tidak akan ada lagi.

Saudara terkasih, pilihan pada kita, sebagai pengikut Tuhan, kita sejatinya hidup di dalam terang, namun godaan kegelapan sering melenakan, menggoda, dan membuat kita terjatuh dalam dunia gelap yang sering memberikan tawaran kemudahan, lebih menarik, karena dari dunia. Kita sebagai orang beriman sebenarnya telah mendapatkan jiwa baru, hidup dalam roh, dan penuh  dengan kasih karunia, namun kebebasan manusiawi kita sering membawa kita dalam kegelapan. Terang yang milik kita sering kita singkirkan dan kesampingkan, demi kebahagiaan, kesenangan kita sendiri. Jiwa kanak-kanak yang mau enaknya sendiri. Terang itu tidak berubah, hanya tertutup karena pilihan kita. Seperti kita melihat dari jendela kaca kita yang terkena air hujan, sehingga tidak jelas, buram, dan itu mengganggu. BD.eLeSHa.

Rabu, 03 Januari 2018

Mengasihi dengan Perbuatan dan Bukan Hanya Lidah

Hari Biasa Masa Natal (P)
1 Yoh. 3:11-21
Mzm. 100:1-2,3,4,5
Yoh. 1:43-51



1 Yoh. 3:11-21

3:11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi;
3:12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar.
3:13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu.
3:14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.
3:15 Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya.
3:16 Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.
3:17 Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?
3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
3:19 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
3:20 sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,

Yoh. 1:43-51

1:43 Pada keesokan harinya Yesus memutuskan untuk berangkat ke Galilea. Ia bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
1:44 Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus.
1:45 Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."
1:46 Kata Natanael kepadanya: "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?"
1:47 Kata Filipus kepadanya: "Mari dan lihatlah!" Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia: "Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!"
1:48 Kata Natanael kepada-Nya: "Bagaimana Engkau mengenal aku?" Jawab Yesus kepadanya: "Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara."
1:49 Kata Natanael kepada-Nya: "Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!"
1:50 Yesus menjawab, kata-Nya: "Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu."
1:51 Lalu kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia."



Mengasihi dengan Perbuatan dan Bukan Hanya Lidah

Saudara terkasih, apa yang Tuhan sampaikan merupakan hal yang sangat penting dan mendasar. Bagaimana kita hidup bersama lebih sering dalam wacana atau dunia ide. Termasuk di dalam hidup menggereja sekalipun. Dalam kotbah atau renungan mengatakan hal yang indah, hal yang bagus-bagus. Mengasihi, mau berkorban, dan sebagainya, namun tetap berhenti di dalam ucapan semata. Apa yang Tuhan kehendaki adalah aksi nyata, tindakan konkret, tidak heran IA mengajak kita datang dan melihat. Datang jelas ada gerak dan melangkah, pun melihat ada aktifitas bukan semata mengatakan dan menyatakan semata.
Saudara terkasih, apa yang Tuhan sampaikan segalanya seolah biasa saja, ringan, dan sepele, namun jika kita mau merenungkan jelas sangat dalam. Bagaimana kita sering  enggan untuk mengulurkan tangan. Beraneka alasan bisa kita temukan dan kemukakan. Ada pula hambatan yang biasanya tidak kita sadari, bagaimana jika kita masih terpaku pada apa yang akan kita dapatkan dengan bantuan kita. Hal ini bukan hal yang besar sehingga sering abai kita jadikan pedoman. Padahal Tuhan tidak menghendaki yang demikian. Ppapun bisa kita lakukan untuk mengasihi, untuk membantu, atau untuk meringankan penderitaan orang lain. kembali kepada diri kita lagi, mau atau tidak. Lepaskanlah kepentingan dan semuanya akan indah. BD.eLeSHa.


Undangan Menarik dari Yesus

Hari Biasa Masa Natal (P)
1 Yoh. 3:7-10
Mzm. 98:1.7-8,9
Yoh. 1:35-42



1 Yoh. 3:7-10


3:7 Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
3:8 barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu.
3:9 Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.
3:10 Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.

Yoh. 1:35-42

1:35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
1:36 Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
1:37 Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
1:38 Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
1:39 Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
1:40 Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.
1:41 Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)."
1:42 Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata: "Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)."



Undangan Menarik dari Yesus

Saudara-saudari yang terkasih, Yesus mengundang para murid awali dalam bacaan kita hari ini. bagaimana Ia mengundang mereka untuk marilah, undangan simpatik untuk bergabung, mendekat, dan lebih erat lagi. Kemudian dilanjutkan dengan apa yang akan diperoleh, yaitu mampu melihat. Hal yang sama dilakukan oleh murid-Nya kepada saudaranya yang lain. Panggilan Yesus  berefek domino, panjang, berantai, dan semua orang dipanggil untuk dekt kepada-Nya dan melihat karya-Nya.
Berkaitan dengan panggilan ini, demikian juga dengan bacaan pertama, bagaimana Yohanes membedakan anak Allah dengan anak Iblis. Soal kebenaran dan cinta yang membedakan antara anak Allah atau anak Iblis. Di sanalah titik bedanya. Bukan semata kebenaran sesaat apalagi sesat, namun kebenaran universal, kebenaran yang lebih obyektif, kebenaran yang jauh di atas kepentingan pribadi-pribadi. Ketika orang memiliki dan membela kebenaran, ia adalah anak Allah, dengan mewujudkan cinta kepada sesama. Kita menghadapi hal yang sangat konkret hari-hari ini, bagaimana orang bisa merasa benar hanya karena banyaknya rekan dan pendukung. Membuat seolah-olah benar dengan membagikan agar banyak yang meyakini itu benar. Padahal jelas bahwa ada yang ditutup-tutupi. Ini bukan kebenaran, justru anak Iblis yang sedang menguji bagaimana kita meyakini kebenaran yang sejati.
Bagaimana membedakan kebenaran yang mendekati kesejatian dan mana yang jelas bukan kebenaran? Jelas jika kebenaran itu merupakan juga kebaikan bagi semakin banyak orang. Bukan hanya merupakan kepentingan segelintir orang. Makin membuat orang semakin mencintai bukan malah membenci. Mengobarkan semangat persatuan dan bukan malah memecahbelah bangsa dan negara dan kebersamaan sebagai umat manusia. Kedamaian ada di dekat mereka dan bukan sebaliknya.
Anak-anak Iblis susah untuk berbuat yang membawa kepada kedamaian, cinta kasih, dan kebersamaan. Siapa yang menjembatani perbedaan, yakini itulah karya anak-anak Allah. karya Roh Baik jauh lebih menjanjikan dan awet, bukan hanya sejenak dan kemudian hilang dan menggelisahkan. BD. eLeSHa.


Ia inilah Anak Allah

Hari Biasa Masa Natal (P)
1 Yoh, 2:29-3:6
Mzm. 98:1,3cd-4,5-6
Yoh. 1:29-34



1 Yoh, 2:29-3:6

2:29 Jikalau kamu tahu, bahwa Ia adalah benar, kamu harus tahu juga, bahwa setiap orang, yang berbuat kebenaran, lahir dari pada-Nya.
3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
3:4 Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.
3:5 Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa.
3:6 Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.


Yoh. 1:29-34

1:29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.
1:30 Dialah yang kumaksud ketika kukatakan: Kemudian dari padaku akan datang seorang, yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku.
1:31 Dan aku sendiri pun mula-mula tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel."
1:32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: "Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya.
1:33 Dan aku pun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus.
1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."



Ia inilah Anak Allah

Saudara terkasih, apa yang dinyatakan Yohanes Pembaptis merupakan rumusan iman yang sangat mendalam. Bagaimana kita bisa menyatakan hal yang sama berkaitan dengan Yesus. Ini bukan hal yang remeh dan sepele. Bisa kita menjadi ketakutan dan grogi jika menghadapi saudara-saudari yang tidak seiman. Mereka cenderung mengejar kita mengenai hal ini. padahal konsekuensi besar menjadi milik kita, jika kita tidak takut.
Kita diangkat menjadi anak Allah karena Yesus. Dan banyak yang tidak mendapat karunia itu karena memang berasal dari dunia, dan  yang tidak mereka kenal. Siapa yang hidup di dalam DIA adalah suci seperti DIA yang memang suci. Demikian pun kita manusia yang penuh dengan dosa ini, kita layak bersyukur karena diangkat menjadi anak Allah yang membebaskan seluruh dosa kita. Kita menjadi bersih meskipun kita berbuat dosa.
Saudara terkasih, apa yang disabdakan-Nya bukan menjadi pembenar atas dosa kita. Bagaimana kita tetap harus mengusahakan agar tidak berdosa apalagi jatuh dalam kesalahan yang sama. Apa yang Tuhan sampaikan adalah jaminan kita adalah suci sepanjang kita juga melakukan apa yang IA kehendaki. Bukan kemudian semua dosa kita diampuni meskipun kita tidak menjalankan apapun yang IA kehendaki. Ada jalan pertobatan dalam sakramen rekonsiliasi, ada pengampunan namun tidak berarti kita bisa berbuat seenak-enaknya karena kerahmian Tuhan. Dosa kita memang diampuni, kesalahan kita memang tidak lagi ada, namun juga bukan seenaknya kita berbuat apa saja tanpa memandang kebaikan-Nya itu. Ada hal yang harus selaras, mencintai Tuhan dan sesama dengan semestinya. Mau mengakui kesalahan dan dosa kita. BD.eLeSHa.


Kerendahan Hati Yohanes Pembaptis

Pw. S. Basilius Agung dan Gregorius dr Nazianze, UskPujG (P)
1 Yoh. 2:21-28
Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4
Yoh. 1:19-28



1 Yoh. 2:21-28

2:21 Aku menulis kepadamu, bukan karena kamu tidak mengetahui kebenaran, tetapi justru karena kamu mengetahuinya dan karena kamu juga mengetahui, bahwa tidak ada dusta yang berasal dari kebenaran.
2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
2:23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.
2:24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.
2:25 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.
2:26 Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.
2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
2:28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

Yoh. 1:19-28

1:19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?"
1:20 Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias."
1:21 Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!"
1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
1:24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
1:25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"
1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak."
1:28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.



Kerendahan Hati Yohanes Pembaptis

Saudara terkasih, apa yang kita renungkan hari ini sungguh kontekstual dan berharga. Bagaimana orang sering lupa daratan, tidak tahu diri, dan merasa diri hebat, besar, dan lebih daripada yang lain. Profil Yohanes Pembaptis tidak demikian. Apa yang ia tampilkan sesuai denga spiritualitas yang ia jalani. Kita dapat melihat di sekeliling kita, bagaimana orang bisa menyebut nama Tuhan dengan fasih, namun seketika juga menodainya dengan kesombongan, sikap merasa diri paling hebat, paling benar. Menilai orang lain sebagai si buruk, si jahat, dan korupsi pun tidak merasa bersalah.
Yohanes Pembaptis bisa saja menipu, mengelabui, dan membohongi jemaat yang menanti-nantikan itu. Ia memiliki semua hal yang bisa membenarkan dugaan oranag. Yohanes tingga mengatakan iya, itulah aku, semua selesai. Namun ternyata ia mengaku bukan itu, bukan DIA yang para jemaat nantikan. Dengan rendah hati ia mengatakan, membuka tali kasut-Nya pun ia tidak pantas.
Apa yang ditampilkan Yohanes Pembaptis adalah cerminan, gambaran, bagaimana rusaknya dunia saat ini. Bagaimana orang bisa mengaku sebagai Mesias, padahal hidupnya pun tidak jelas. Yohanes hidupnya baik, lurus, rendah hati, dan sesuai kehendak Tuhan, banyak yang percaya ia adalah Mesias, pun dengan rela hati mengaku, bukan. Sikap tahu diri dan mengaku dengan terbuka, nampaknya jauh dari itu semua, hari-hari ini, beranikah kita mengaku seperti Yohanes ini kala mendapatkan keuntungan? BD.eLeSHa.


Maria Bunda Allah

HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH (P)
Bil. 6:22-27
Mzm. 67:2-3,5,6,8
Gal. 4:4-7
Luk. 2:16-21




Bil. 6:22-27

6:22 TUHAN berfirman kepada Musa:
6:23 "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:
6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
6:27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."

Gal. 4:4-7

4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.


Luk. 2:16-21

2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
2:21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.


Maria Bunda Allah

Saudara-saudari terkasih, hal ini memang sebuah iman jika diajarkan bukan hal yang mudah, apalagi jika berhadapan dengan saudara beragama lain. Apa yang kita perlukan adalah iman. Tidak heran ketika Filipus memperkenalkan Nathanael kepada Yesus, ia berkata, datanglah dan lihatlah. Artinya, bahwa kita datang dan kemudian melihat. Datang dulu dan melihat apa yang ada di sana.
Iman memang bukan semata pengetahuan kognisi, rasio, dan logika semata. Logika dan ilmu pengetahuan memang mendasari iman sehingga orang tidak jatuh pada fanatisme sempit. Hal yang sama tidak cukup dan tidak akan sama persis dengan ilmu lain. Iman itu  perlu penghayatan, pengamalan, dan pengalaman yang melingkupinya.
Bila di dalam pergaulan dan hidup bersama ada pertanyaan, masak Allah memiliki Anak, tidak usah takut atau khawatir, jawab saja dengan itu imanku yang belum tentu mudah bisa Anda terima, apalagi jika sudah mengandung apriori dan ajarannya yang terbaik. Lebih banyak permusuhan dan persoalan yang akan datang dari pada persaudaraan.
Gereja juga menggunakan hari ini sebagai hari Perdamaian Sedunia. Bagaimana dunia yang tercabik-cabik dengan aneka perbedaan dan perselisihan hendak dikembalikan. Perdamaian itu tidak mudah, ketika orang penuh dengan prasangka dan kecurigaan. Melepaskan prasangka dan kecurigaan akan membuat dunia makin damai dan bahagia. Dan itu ada perjuangan kita bersama. BD.eLeSHa.