Sabtu, 14 Oktober 2017

Yang Berbahagia

Sabtu Pekan Biasa XXVII (H)
Yl. 3:12-21
Mzm. 97:1-2,5-6,11-12
Luk. 11:27-28



Yl. 3:12-21


3:12 Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru.
3:13 Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka.
3:14 Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!
3:15 Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.
3:16 TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.
3:17 "Maka kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, adalah Allahmu, yang diam di Sion, gunung-Ku yang kudus. Dan Yerusalem akan menjadi kudus, dan orang-orang luar tidak akan melintasinya lagi.
3:18 Pada waktu itu akan terjadi, bahwa gunung-gunung akan meniriskan anggur baru, bukit-bukit akan mengalirkan susu, dan segala sungai Yehuda akan mengalirkan air; mata air akan terbit dari rumah TUHAN dan akan membasahi lembah Sitim.
3:19 Mesir akan menjadi sunyi sepi, dan Edom akan menjadi padang gurun tandus, oleh sebab kekerasan terhadap keturunan Yehuda, oleh karena mereka telah menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tanahnya.
3:20 Tetapi Yehuda tetap didiami untuk selama-lamanya dan Yerusalem turun-temurun.
3:21 Aku akan membalas darah mereka yang belum Kubalas; TUHAN tetap diam di Sion."



Luk. 11:27-28

11:27 Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."
11:28 Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."


Yang Berbahagia

Saudara terkasih, siapa yang paling berbahagia jika melihat anaknya itu cerdas, bijaksana, didengarkan banyak orang karena kebaikannya, dan karena prestasinya? Ibu tentunya karena telah mengandung dan menyusui, kalau bicara berkorban tentu sangat besar. Namun tidak pernah itu menjadi pertimbangan. Ibu yang telah memberikan dirinya tentu akan berbangga.  
Tidak heran ketika ada seorang mahasiswa yang sedang lupa daratan dan mengaku, sang ibu pun ikut minta maaf. Mahasiswa Indonesia di Belanda yang mengaku jauh lebih besar dari capaiannya, ibu pun ikut malu, ikut merasa bersalah, dan patut memohonkan maaf.
Kali ini, perempuan yang melihat Yesus begitu memesona, spontan jadi ingat jati dirinya, ingat dirinya yang juga berbangga kalau anak yang ia kandung dan susui bisa seperti Yesus. Didengarkan sedemikian rupa, begitu menyejukkan yang Yesus katakan. Yesus menampilkan bahkan mukjizat, tentu ibu-Nya akan bahagia.
Yesus tidak menampik itu, namun sumber kebahagiaan yang sejati justru pada kemauan mendengarkan dan menjalankan apa yang Tuhan kehendaki. Ketaatan akan sabda Allah dan menyimpannya dalam hati, jauh lebih besar kebahagiaannya. Maria pun bersikap demikian, bukan semata karena ia ibu Yesus namun karena mau menaati kehendak dan sabda Allah. BD.eLeSHa.


Hoax pun Su dah ada Zaman Yesus

Jumat Pekan Biasa XXVII (H)
Yl. 1:13-15, 2:1-2
Mzm. 9:2-3,6,16,8-9
Luk. 11:15-26


Yl. 1:13-15, 2:1-2


1:13 Lilitkanlah kain kabung dan mengeluhlah, hai para imam; merataplah, hai para pelayan mezbah; masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah ditahan dari rumah Allahmu, korban sajian dan korban curahan.
1:14 Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN.
1:15 Wahai, hari itu! Sungguh, hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa.
2:1 Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat;
2:2 suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang.

Luk. 11:15-26

11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."
11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
11:21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
11:22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."
11:24 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.
11:25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.
11:26 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."


Hoax  pun Su dah ada Zaman Yesus

Tuduhan tidak berdasar, sangat irrasional, dan separo data, ternyata sudah ada sejak zaman kuno, sebelum Masehi pun sudah ada. Apa yang pendengar katakan kalau Yesus mengusir setan dengan kuasa gelap, jelas mereka tahu itu tidak mungin. Toh tetap saja dipaksakan. Jawaban Yesus yang memberikan perumpamaan kalau kekuatan itu dibagi, maka akan  lemah mereka juga tentunya paham. Namun pemaksaan itu dilakukan dengan maksud agar tidak merugikan kedudukannya saja.  Intinya adalah itu.
Apa yang kita alami di dalam hidup bersama sebagai bangsa sebagai satu Bangsa Indonesia akhir-akhir inijuga paham. Kalau apa yang banyak orang katakan itu hanya sebagian kecil kebenarannya. Kesalahan yang dibesar-besarkan. Kebenaran itu hanya menjadi bagian kecil atas sebuah kajian, ujaran, dan komentar. Apalagi jika bicara soal politik. Kaitannya dengan kedudukan. Klop sudah dengan apa yang terjadi zaman Yesus.
Menghadapi hal demikian, apa yang harus kita lakukan? Mencari pembanding, jika tidak menemukan, tanyakan pada orang yang lebih tahu mengenai hal tersebut. Jangan sampai kita disesatkan, apalagi kita sebagai pengikut Kristus malah ikut menyesatkan. Apa mau kelompok yang dikritik Yesus atau mau ikut Yesus, itu ada dalam diri kita, pilihan kita, dan itulah kualitas iman. BD.eLeSHa.



Kamis, 12 Oktober 2017

Mintalah dan Kamu akan Mendapatkannya!

Kamis Pekan Biasa XXVII (H)
Mal. 3:13-4:2a
Mzm. 1:1-2,3,4,6
Luk. 11:5-13



Mal. 3:13-4:2a

3:13 Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?"
3:14 Kamu berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
3:15 Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allah pun, mereka luput juga."
3:16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: "TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya."
3:17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia.
3:18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
4:1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
4:2a Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya.

Luk. 11:5-13

11:5 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
11:6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
11:7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya."


Mintalah dan Kamu akan Mendapatkannya!

Baru saja membaca sebuah kaos dengan pesan yang cukup menggelitik, Tuhan tidak akan tersakiti jika engkau mengingkari, namun tersakiti jika kamu pura-pura berdoa kepada-Nya. Cukup menarik karena betapa Tuhan pun memeroleh gambaran manusiawi, merasa tersakiti, dan “jengkel” mungkin dalam benak pemilik kalimat itu. Meskipun tidak sepenuhnya sependapat, dalam bacaan kali ini, hal itu terjawab. Bagaimana orang yang mengetuk dengan tidak tahu malu pada tetangganya bisa memperoleh hasil, apalagi jika meminta pada Allah yang jauh lebih murah hati. Alasan berbeda tentunya dengan sikap manusiawi yang merasa terganggu dan enggan diusik akhirnya membantu, Tuhan karena murah hati itulah apa yang diminta diberikan.
Bapa di surga jauh lebih baik dari bapak-bapak di dunia ini. Apapun yang diminta akan diberikan. Apapun yang dicari akan ditemukan karena Allah, dan pintu yang diketok akan dibukakan oleh Allah. Lihat betapa murah hati Allah itu. Bagaimana kita harus cemas dan ragu untuk memohon kepada-Nya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah.

Kemurahan Allah tidak terbatas bahkan Ia memberikan Roh Kudus yang akan membantu kita dalam banyak hal. Apa yang Ia berikan adalah yang sangat kita butuhkan. Mintalah maka akan diberikan kepadamu. Jangan jemu meminta dan memohon, dan jangan menutup sendiri dengan kecemasan manusiawi yang tidak berdasar itu. BD.eLeSHa.

Rabu, 11 Oktober 2017

Bapa Kami

Rabu Pekan Biasa XXVII (H)
Yun. 4:1-11
Mzm. 86:3-4,5-6,9-10
Luk. 11:1-4



Yun. 4:1-11

4:1 Tetapi hal itu sangat mengesalkan hati Yunus, lalu marahlah ia.
4:2 Dan berdoalah ia kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, bukankah telah kukatakan itu, ketika aku masih di negeriku? Itulah sebabnya, maka aku dahulu melarikan diri ke Tarsis, sebab aku tahu, bahwa Engkaulah Allah yang pengasih dan penyayang, yang panjang sabar dan berlimpah kasih setia serta yang menyesal karena malapetaka yang hendak didatangkan-Nya.
4:3 Jadi sekarang, ya TUHAN, cabutlah kiranya nyawaku, karena lebih baik aku mati dari pada hidup."
4:4 Tetapi firman TUHAN: "Layakkah engkau marah?"
4:5 Yunus telah keluar meninggalkan kota itu dan tinggal di sebelah timurnya. Ia mendirikan di situ sebuah pondok dan ia duduk di bawah naungannya menantikan apa yang akan terjadi atas kota itu.
4:6 Lalu atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
4:7 Tetapi keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
4:8 Segera sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati dari pada hidup."
4:9 Tetapi berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah sampai mati."
4:10 Lalu Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
4:11 Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?"



Luk. 11:1-4

11:1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."
11:2 Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
11:4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."


Bapa Kami

Saudara terkasih, betapa hidup kita berbahagia, memiliki Tuhan yang bisa kita sebut Bapa.  Bapa yang begitu dekat dan penuh cinta. Bapa yang boleh kita sapa dengan hangat dan akrab. Sang Putera mengajarkan kepada kita untuk berdoa, berdoa yang sangat personal, pribadi, dan begitu intim.
Menyapa Bapa, menyebut nama-Nya yang demikian hangat itu sebagai sapaan, awalan untuk berdoa. Menyapa-Nya dengan personal sebagaimana ia juga menyebut kita dengan nama kita masing-masing. Mana ada Tuhan sehangat dan akrab itu? Menyapa-Nya dengan kelembutan bukan ketakutan.
Kedua memuji-Nya dengan mengatakan nama-Nya it kudus. Nama yang sangat agung dan besar namun mau mengenal kita dengan apa adanya. Ia yang kudus memampukan kita datang kepada-Nya. Tanpa Ia kita tidak bisa apa-apa.
Mengharapkan kedatangan kerajaan-Nya. Bagaimana suasana kerajaan itu kita rasakan bahkan sejak di dunia ini. bagaimana Tuhan begitu baik, bahkan menganugerahkan kerajaan-Nya sejak kita di dunia.
Memohon apa yang kkita kehendaki. Memohon dengan tahu diri dan tahu batas. Mengajarkan untuk tidak maruk dan tamak. Memohon untuk hari ini biar kita selalu datang kepada-Nya dengan rutin, bukan hanya kalau perlu saja. Selalu hadir di depan-Nya yang begitu baik itu.

Membuka diri agar kehendak Tuhan yang terjadi, bukan kehendak kita. Apa yang menjadi rancangan-Nya bukan rencana kita. Mohon ampun sebagai pribadi lemah dan berdosa namun tentu dengan prasayarat mau juga mengampuni. Tuhan mengajarkan kepada kita untuk tidak egois dan mau enaknya sendiri. Inilah Tuhan, Bapa kita. BD.eLeSHa.

Pilihan

Selasa Pekan Biasa XXVII (H)
Yun. 3:1-10
Mzm. 130:1-22,3-4ab, 7-8
Luk. 10:38-42



Yun. 3:1-10

3:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:
3:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."
3:3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.
3:4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."
3:5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
3:6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
3:7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
3:8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
3:9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."
3:10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.


Luk. 10:38-42

10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."



Pilihan

Saudara terkasih, bacaan hari ini menyajikan pilihan dalam mengabdi kepada Tuhan. Paling tidak ada dua, pertama sibuk dengan aktivitas sehari-hari, kedua mengenai pribadi yang memilih mendengarkan kehendak Tuhan. Semua sudah mengambil bagian masing-masing.
Sering kita terlalu asyik dengan pemikiran kita, aktiivitas kita, rencana-rencana kita, namun apakah itu sesuai dengan kehendak Tuhan? Itu sering kita lupakan dan abaikan. Kita memiliki rencana yang mengandalkan kekuatan sendiri dan melupakan yang jauh lebih mendalam dan bermakna.
Maria mengambil peran tipologi pemuridan Yesus. Mendengarkan apa yang Tuhan akan sampaikan. Duduk di bawah, menunjukkan sikap rendah hati dan tahu diri para murid yang merasa tidak akan mampu tanpa adanya Sang Guru. Sikap yang siap membuka hati dan budi untuk memahami kehendak-Nya atas diri kita.
Sering apa yang kita lakukan adalah memaksakan Tuhan memberikan apa yang kita inginkan. Apa yang Tuhan kehendaki kalah dengan apa yang kita rencanakan. Rancangan kita dan memaksakan pada rancangan Tuhan. BD.eLeSHa.


Senin, 09 Oktober 2017

Siapakah Sesamamu?

Senin Pekan Biasa XXVII (H)
Yun. 1:1-17, 2:10
Yun. 2:2,3,4,5,8
Luk. 10:25-37




Yun. 1:1-17, 2:10

1:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus bin Amitai, demikian:
1:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
1:3 Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN.
1:4 Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur.
1:5 Awak kapal menjadi takut, masing-masing berteriak-teriak kepada allahnya, dan mereka membuang ke dalam laut segala muatan kapal itu untuk meringankannya. Tetapi Yunus telah turun ke dalam ruang kapal yang paling bawah dan berbaring di situ, lalu tertidur dengan nyenyak.
1:6 Datanglah nakhoda mendapatkannya sambil berkata: "Bagaimana mungkin engkau tidur begitu nyenyak? Bangunlah, berserulah kepada Allahmu, barangkali Allah itu akan mengindahkan kita, sehingga kita tidak binasa."
1:7 Lalu berkatalah mereka satu sama lain: "Marilah kita buang undi, supaya kita mengetahui, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini." Mereka membuang undi dan Yunuslah yang kena undi.
1:8 Berkatalah mereka kepadanya: "Beritahukan kepada kami, karena siapa kita ditimpa oleh malapetaka ini. Apa pekerjaanmu dan dari mana engkau datang, apa negerimu dan dari bangsa manakah engkau?"
1:9 Sahutnya kepada mereka: "Aku seorang Ibrani; aku takut akan TUHAN, Allah yang empunya langit, yang telah menjadikan lautan dan daratan."
1:10 Orang-orang itu menjadi sangat takut, lalu berkata kepadanya: "Apa yang telah kauperbuat?" -- sebab orang-orang itu mengetahui, bahwa ia melarikan diri, jauh dari hadapan TUHAN. Hal itu telah diberitahukannya kepada mereka.
1:11 Bertanyalah mereka: "Akan kami apakan engkau, supaya laut menjadi reda dan tidak menyerang kami lagi, sebab laut semakin bergelora."
1:12 Sahutnya kepada mereka: "Angkatlah aku, campakkanlah aku ke dalam laut, maka laut akan menjadi reda dan tidak menyerang kamu lagi. Sebab aku tahu, bahwa karena akulah badai besar ini menyerang kamu."
1:13 Lalu berdayunglah orang-orang itu dengan sekuat tenaga untuk membawa kapal itu kembali ke darat, tetapi mereka tidak sanggup, sebab laut semakin bergelora menyerang mereka.
1:14 Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki."
1:15 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk.
1:16 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.
1:17 Maka atas penentuan TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.
2:10 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada ikan itu, dan ikan itu pun memuntahkan Yunus ke darat.


Luk. 10:25-37

10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"



Siapakah Sesamamu?

Saudara terkasih, sebentuk tanya yang sangat fundamental dan kontekstual banget bagi hiduo berbangsa di negeri Indonesia. Ketika persaudaraan dan kesamaan itu sangat susah ditemukan. Kotak-kotak lebih menggejala bahkan mengemuka. Tentu tidak salah tanya ini merupakan renungan bagi seluruh bangsa termasuk umat Katolik.
Apa yang biasa kita jadikan pedoman adalah kesamaan, padahal tidak demikian kehidupan bersama ini. lebih banyak perbedaan, namun bagaimana menemukan persamaan itu. Gampang membedakan, warna kulit, jenis rambut, agama, suku, ras, asal-asul, namun apakah itu yang Tuhan kehendaki? Bukan. Tuhan menghendaki siapa saja adalah saudara.
Apa yang ditampilkan dalam kisah itu sangat jelas. Kemanusia mengatasi segalanya. Saudara itu justru orang asing dan kafir yang mau mengulurkan tangan. Berat sekali rupanya mengulurkan tangan untuk membantu, beda ketika mengulurkan tangan untuk meminta. Kesediaan membantu tanpa pandang bulu. Apalagi bangsa ini pernah mewacanakan UU kesehatan para medis itu harus seagama dengan pasien. Bagaimana ini bisa terjadi, kemanusiaan dan Keilahian kalah oleh agama. Agama itu penting namun bukan segakanya. Kemanusiaan yang utama, jelas memperlihatkan Tuhan sebagai Pencipta. BD.eLeSHa.


Minggu, 08 Oktober 2017

Kekuasaan itu Enak

HARI MINGGU PEKAN BIASA XXVII (H)
Yes. 5:1-7
Mzm. 80:9,12,13-14,15-16,19-20
Flp. 4:6-9
Mat. 33-43



Yes. 5:1-7

5:1 Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.
5:2 Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.
5:3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
5:4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?
5:5 Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak;
5:6 Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.
5:7 Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.


Flp. 4:6-9

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu.


Mat. 33-43

21:33 "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
21:34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
21:35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
21:36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
21:37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
21:38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
21:39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
21:40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
21:41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
21:42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.


Kekuasaan itu Enak

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan mengenai tawaran Allah. tawaran atau sapaan Allah dengan menggunakan perumpaan kebun anggur. Tentu gambaran kebun anggur perlu dijelaskan terlebih dahulu. Bagaimana mahal dan tidak mudahnya mengelola kebun anggur. Bea mahal untuk memelihara, bahkan pagar dan menara jaga untuk menjaga dari pencuri dan hewan yang bisa kemungkinan merusak. Bagaimana mahalnya bisa diperkirakan dengan gambaran tersebut.
Pemilik kebun yang merasa harus berinvestasi sangat mahal dan tidak mudah itu tentu tidak mau jika kebunnya dikerjakan dengan akal-akal dan asal-asalan.  Akal-akalan karena mereka ambil untung sendiri. Asal-asalan mereka mengerjakan dengan harapan kebun itu mereka miliki. Akal-akalan mereka dengan memukuli para hamba dari pemilik kebun. Mereka memikirkan keinginan diri sendiri, tanpa mau tahu kepentingan pemilik kebun.
Saudara terkasih, para imam dan ahli Taurat merasa Yesus membahayakan kedudukan mereka karena mereka itu hanya berpikir soal kekuasaan yang mereka peroleh dari Roma. Yesus yang sama sekali tidak tahu politik itu, namun mereka yang tersindir oleh kisah Yesus, namun mereka tidak mau tahu karena kedudukan mereka.

Apa yang terjadi pada Yesus kala itu, toh hari ini masih berlaku dan terjadi. Bagaimana orang-orang cenderung memikirkan diri sendiri dan kedudukannya serta melupakan kehendak Tuhan dan kadang melupakan bahwa hal itu merugikan orang sekalipun. Pemikiran soal kekuasaan dan kedudukan menjadi prioritas dan yang menjadi fokusnya, namun tanggung jawab bisa dikesampingkan. BD.eLeSHa.