Sabtu, 19 Agustus 2017

Anak-Anak yang Empunya Kerajaan Surga

SABTU PEKAN BIASA XIX (H)
Yos. 24:14-29
Mzm. 16:1-2a,5,7-8,11
Mat. 19:13-15



Yos. 24:14-29

24:14 Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.
24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!"
24:16 Lalu bangsa itu menjawab: "Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!
24:17 Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui,
24:18 TUHAN menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kami pun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita."
24:19 Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: "Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.
24:20 Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu."
24:21 Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: "Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah."
24:22 Kemudian berkatalah Yosua kepada bangsa itu: "Kamulah saksi terhadap kamu sendiri, bahwa kamu telah memilih TUHAN untuk beribadah kepada-Nya." Jawab mereka: "Kamilah saksi!"
24:23 Ia berkata: "Maka sekarang, jauhkanlah allah asing yang ada di tengah-tengah kamu dan condongkanlah hatimu kepada TUHAN, Allah Israel."
24:24 Lalu jawab bangsa itu kepada Yosua: "Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan."
24:25 Pada hari itu juga Yosua mengikat perjanjian dengan bangsa itu dan membuat ketetapan dan peraturan bagi mereka di Sikhem.
24:26 Yosua menuliskan semuanya itu dalam kitab hukum Allah, lalu ia mengambil batu yang besar dan mendirikannya di sana, di bawah pohon besar, di tempat kudus TUHAN.
24:27 Kata Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Sesungguhnya batu inilah akan menjadi saksi terhadap kita, sebab telah didengarnya segala firman TUHAN yang diucapkan-Nya kepada kita. Sebab itu batu ini akan menjadi saksi terhadap kamu, supaya kamu jangan menyangkal Allahmu."
24:28 Sesudah itu Yosua melepas bangsa itu pergi, masing-masing ke milik pusakanya.
24:29 Dan sesudah peristiwa-peristiwa ini, maka matilah Yosua bin Nun, hamba TUHAN itu, ketika berumur seratus sepuluh tahun.


Mat. 19:13-15

19:13 Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan mendoakan mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.
19:14 Tetapi Yesus berkata: "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga."
19:15 Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan kemudian Ia berangkat dari situ.



Anak-Anak yang Empunya Kerajaan Surga


Saudara terkasih, Yesus sangat menyukai anak-anak. Kali ini para murid memarahi anak-anak dan orang tuanya yang menghendaki Yesus memberkati anak mereka. Para murid merasa anak-anak merepotkan dan mengganggu Yesus.
Apa yang Yesus sukai dari anak-anak adalah, sikap polos mereka. Anak-anak masih polos yang melambangkan ketulusan dan kejujuran. Orang dewasa sudah main politik dan sering itu diwarnai tidak jujur, mencari keuntungan, dan bukan itu yang Yesus kehendaki.
Anak-anak juga bergantung sepenuhnya. Bergantung bukan malah merasa paling, bisa paling baik, paling pinter, dan paling berjasa. Sikap murid adalah merasa tergangtung sepenuhnya kepada Tuhan. Merasa tidak berdaya tanpa Allah, bukan sebaliknya andalkan diri sendiri. Sikap untuk bisa berserah seutuhnya kepada Tuhan.
Anak-anak itu percaya sepenuhnya, tidak akan pernah mendua, setia, dan sepenuhnya percaya kepada pihak yang di dekatnya. Para murid jelas dekat pada Yesus, mereka diharapkan untuk bisa percaya sepenuhnya pada Yesus. Bagaimana mereka bisa mendua jika mereka pun tergangtung sepenuhnya.

Anak-anak apa adanya, tidak pernah berlebihan dalam banyak hal. Sikap murid adalah apa adanya, bukan gila hormat, juga tidak pernah menuntut secara berlebih-lebihan. Keinginan ciri orang dewasa yang sering tidak mudah puas. BD.eLeSHa.

Jumat, 18 Agustus 2017

Perihal Perkawinan dan Perceraian

Jumat Pekan Biasa XIX (H)
Yos. 24:1-13
Mzm. 136:1-3,16-18,21-22,24
Mat. 19:3-12



Yos. 24:1-13

24:1 Kemudian Yosua mengumpulkan semua suku orang Israel di Sikhem. Dipanggilnya para tua-tua orang Israel, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya, lalu mereka berdiri di hadapan Allah.
24:2 Berkatalah Yosua kepada seluruh bangsa itu: "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Dahulu kala di seberang sungai Efrat, di situlah diam nenek moyangmu, yakni Terah, ayah Abraham dan ayah Nahor, dan mereka beribadah kepada allah lain.
24:3 Tetapi Aku mengambil Abraham, bapamu itu, dari seberang sungai Efrat, dan menyuruh dia menjelajahi seluruh tanah Kanaan. Aku membuat banyak keturunannya dan memberikan Ishak kepadanya.
24:4 Kepada Ishak Kuberikan Yakub dan Esau. Kepada Esau Kuberikan pegunungan Seir menjadi miliknya, sedang Yakub serta anak-anaknya pergi ke Mesir.
24:5 Lalu Aku mengutus Musa serta Harun dan menulahi Mesir, seperti yang Kulakukan di tengah-tengah mereka, kemudian Aku membawa kamu keluar.
24:6 Setelah Aku membawa nenek moyangmu keluar dari Mesir dan kamu sampai ke laut, lalu orang Mesir mengejar nenek moyangmu dengan kereta dan orang berkuda ke Laut Teberau.
24:7 Sebab itu berteriak-teriaklah mereka kepada TUHAN, maka diadakan-Nya gelap antara kamu dan orang Mesir itu dan didatangkan-Nya air laut atas mereka, sehingga mereka diliputi. Dan matamu sendiri telah melihat, apa yang Kulakukan terhadap Mesir. Sesudah itu lama kamu diam di padang gurun.
24:8 Aku membawa kamu ke negeri orang Amori yang diam di seberang sungai Yordan, dan ketika mereka berperang melawan kamu, mereka Kuserahkan ke dalam tanganmu, sehingga kamu menduduki negerinya, sedang mereka Kupunahkan dari depan kamu.
24:9 Ketika itu Balak bin Zipor, raja Moab, bangkit berperang melawan orang Israel. Disuruhnya memanggil Bileam bin Beor untuk mengutuki kamu.
24:10 Tetapi Aku tidak mau mendengarkan Bileam, sehingga ia pun memberkati kamu. Demikianlah Aku melepaskan kamu dari tangannya.
24:11 Setelah kamu menyeberangi sungai Yordan dan sampai ke Yerikho, berperanglah melawan kamu warga-warga kota Yerikho, orang Amori, orang Feris, orang Kanaan, orang Het, orang Girgasi, orang Hewi dan orang Yebus, tetapi mereka itu Kuserahkan ke dalam tanganmu.
24:12 Kemudian Aku melepaskan tabuhan mendahului kamu dan binatang-binatang ini menghalau mereka dari depanmu, seperti kedua raja orang Amori itu. Sesungguhnya, bukan oleh pedangmu dan bukan pula oleh panahmu.
24:13 Demikianlah Kuberikan kepadamu negeri yang kamu peroleh tanpa bersusah-susah dan kota-kota yang tidak kamu dirikan, tetapi kamulah yang diam di dalamnya; juga kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun yang tidak kamu tanami, kamulah yang makan hasilnya.


Mat. 19:3-12

19:3 Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: "Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?"
19:4 Jawab Yesus: "Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?
19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
19:7 Kata mereka kepada-Nya: "Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?"
19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."
19:10 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Jika demikian halnya hubungan antara suami dan isteri, lebih baik jangan kawin."
19:11 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Tidak semua orang dapat mengerti perkataan itu, hanya mereka yang dikaruniai saja.
19:12 Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena Kerajaan Sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti."



Perihal Perkawinan dan Perceraian


Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan mengenai perkawinan dan perceraian. Perkawinan yang tak terceriakan karena mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Perceriaan tidak mungkin terjadi karena mereka disatukan oleh Allah. Yesus tidak pernah membuka kesempatan perceraian. Alasan modern bisa sangat memahami apa yang Yesus kehendaki. Coba dengan alasan bosan, sudah tidak ada kecocokan, sering kita dengar kini. Ribuan tahun lalu Yesus sudah memprediksikan ini. Perkawinan bukan membeli barang yang bisa bosan. Jika bisa bosan bagaimana cinta kasih bisa dinyatakan? Inilah kekhasan Kekatolikan kita, dan di sinilah pembeda cinta kasih itu dengan pihak lain.
Perceraian yang dilakukan oleh orang Yahudi sebagaimana dialog di atas, adalah solusi ala Musa atas ketegaran dan kekejaman, serta ketidakadilan kaum laki-laki. Musa hendak membebaskan perempuan agar tidak dituduh berzinah yang boleh dihukum mati. Praktek masa lalu, perceriaan di kalangan Yahudi, si perempuan tetap milik mantan suaminya. Jika mereka menikah lagi artinya berzinah. Ini yang membuat Yesus mengatakan merekalah atau ketegaran merekalah yang membuat Musa memberikan izin.

Murid yang mendengar idealisme yang sepertinya sulit ini, menyatakan memilih untuk tidak menikah, ternyata bagi Yesus tidak serta merta demikian. Banyak alasan orang tidak menikah, ada yang karena memang sejak lahirnya, ada yang karena mengabdi di istana sehingga dikebiri, atau karena Kerajaan Surga. Era kekinian inilah yang menjadi alasan biblis hidup membiara. BD.eLeSHa.

Berikanlah kepada Kaisar apa yang Wajib Kamu Berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang Wajib Kamu Berikan kepada Allah dan 100% Katolik dan 100% Indonesia

HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA (P)
Sir. 10:1-8
Mzm. 101:1a,2ac,3a,6-7
1 Pet. 2:13-17
Mat. 22:15-21




Sir. 10:1-8


10:1 Pemerintah yang bijak mempertahankan ketertiban pada rakyatnya, dan pemerintahan orang arif adalah teratur.
10:2 Seperti penguasa bangsa demikianpun para pegawainya, dan seperti pemerintah kota demikian pula semua penduduknya.
10:3 Raja yang tidak terdidik membinasakan rakyatnya, tetapi sebuah kota sejahtera berkat kearifan para pembesarnya.
10:4 Di dalam tangan Tuhan terletak kuasa atas bumi, dan pada waktunya Ia mengangkat orang yang serasi atasnya.
10:5 Di dalam tangan Tuhanlah terletak kemujuran seorang manusia, dan kepada para pejabat dikaruniakan oleh-Nya martabatnya.
10:6 Hendaklah engkau tidak pernah menaruh benci kepada sesamamu apapun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu.
10:7 Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun oleh manusia, dan bagi kedua-duanya kelaliman adalah salah.
10:8 Pemerintahan beralih dari bangsa yang satu kepada bangsa yang lain akibat kelaliman, kekerasan dan uang.


1 Pet. 2:13-17

2:13 Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,
2:14 maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.
2:15 Sebab inilah kehendak Allah, yaitu supaya dengan berbuat baik kamu membungkamkan kepicikan orang-orang yang bodoh.
2:16 Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.
2:17 Hormatilah semua orang, kasihilah saudara-saudaramu, takutlah akan Allah, hormatilah raja!

Mat. 22:15-21

22:15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
22:16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
22:17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
22:18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
22:19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
22:20 Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
22:21 Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah."


Berikanlah kepada Kaisar apa yang Wajib Kamu Berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang Wajib Kamu Berikan kepada Allah dan 100% Katolik dan 100% Indonesia

Saudara terkasih, kita patut berbangga sebagai umat Katolik dan sekaligus menjadi penduduk Indonesia. Jika Yesus bersabda mengenai hak kepada kaisar dan Allah, kita juga memiliki Uskup Sogija, uskup pribumi pertama dari Indonesia yang sekaligus pahlawan nasional. Beliau menyatakan 100% Indonesia dan sekaligus 100% Katolik. Manusia utuh sebagai warga negara sekaligus utuh sebagai anggota Gereja.
Saudara terkasih Gereja dan negara memang terpisah, namun juga menyatu, tidak bisa kita menyatakan warga negara yang baik, namun abai akan Gereja dan sebaliknya. Apa yang menjadi persoalan negara juga menjadi keprihatinan Gereja. Gereja tidak di luar bangsa ini, Gereja adalah bagian utuh bangsa Indonesia. Gaudium et Spes, salah satu hasil Konsili Vatikan II menyatakan kegembiraan dan harapan dunia juga kegembiraan dan harapan Gereja. Jika dalam  skala lebih kecil, tentu menjadi persoalan dan kegembiraan bangsa Indonesia tentu kegembiraan dan harapan bagi Gereja. negara sedang prihatin mengenai banyak hal, Gereja tentu tidak tinggal diam, atau merasa tidak memiliki masalah.

Kita tentu bersyukur karena memiliki Gereja yang peduli akan bangsa dan negara. Bagaimana sebagai bagian utuh negara yang tidak pernah bisa melepaskan diri dari apa yang terjadi dengan negara. Kemerdekaan sebagai hak dasar manusia sebagaimana diperingati bangsa Indonesia, tentu sangat menggembirakan bagi tumbuh kembang Gereja juga. BD.eLeSHa.

Rabu, 16 Agustus 2017

Perihal Nasihat dan Persaudaraan

RABU PEKAN BIASA XIX (H)
Ul. 34:1-12
Mzm. 66:1-3a,5,8,16-17
Mat. 18:15-20



Ul. 34:1-12


34:1 Kemudian naiklah Musa dari dataran Moab ke atas gunung Nebo, yakni ke atas puncak Pisga, yang di tentangan Yerikho, lalu TUHAN memperlihatkan kepadanya seluruh negeri itu: daerah Gilead sampai ke kota Dan,
34:2 seluruh Naftali, tanah Efraim dan Manasye, seluruh tanah Yehuda sampai laut sebelah barat,
34:3 Tanah Negeb dan lembah Yordan, lembah Yerikho, kota pohon korma itu, sampai Zoar.
34:4 Dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah negeri yang Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub; demikian: Kepada keturunanmulah akan Kuberikan negeri itu. Aku mengizinkan engkau melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi engkau tidak akan menyeberang ke sana."
34:5 Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
34:6 Dan dikuburkan-Nyalah dia di suatu lembah di tanah Moab, di tentangan Bet-Peor, dan tidak ada orang yang tahu kuburnya sampai hari ini.
34:7 Musa berumur seratus dua puluh tahun, ketika ia mati; matanya belum kabur dan kekuatannya belum hilang.
34:8 Orang Israel menangisi Musa di dataran Moab tiga puluh hari lamanya. Maka berakhirlah hari-hari tangis perkabungan karena Musa itu.
34:9 Dan Yosua bin Nun penuh dengan roh kebijaksanaan, sebab Musa telah meletakkan tangannya ke atasnya. Sebab itu orang Israel mendengarkan dia dan melakukan seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
34:10 Seperti Musa yang dikenal TUHAN dengan berhadapan muka, tidak ada lagi nabi yang bangkit di antara orang Israel,
34:11 dalam hal segala tanda dan mujizat, yang dilakukannya atas perintah TUHAN di tanah Mesir terhadap Firaun dan terhadap semua pegawainya dan seluruh negerinya,
34:12 dan dalam hal segala perbuatan kekuasaan dan segala kedahsyatan yang besar yang dilakukan Musa di depan seluruh orang Israel.

Mat. 18:15-20

18:15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
18:16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
18:17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."


Perihal Nasihat dan Persaudaraan

Saudara terkasih, nasihat menjadi pertimbangan, opsi, dan pilihan pertama jika ada saudara yang bersalah. Penghakiman bukan menjadi pilihan karena bisa membuat keadaan menjadi lebih baik. Nasihat diharapkan akan membawa saudara yang bersalah bisa kembali kepada kesatuan jemaat. Bagaimana prosedur yang diperlukan, yaitu adanya sapaan atau teguran, jika masih tidak mempan, menasihati dengan adanya dua saksi. Dan jika tidak bisa juga, dinilai sebagai pribadi yang tidak mengenal Allah.
Saudara terkasih, ikatan persaudaraan dan komunitas membuat keberadaan pribadi di dalam kebersamaan berkaitan dengan relasi di dalam Allah. Bagaimana Allah hadir saat ada dua atau tiga orang berkumpul dalam nama Tuhan.
Saudara terkasih, kita diingatkan untuk satu, kita bisa menjaga saudara agar bisa bersatu apapun keadaannya. Kesalahan bukan untuk dihukum, namun untuk diluruskan, dibenarkan, dan diajak untuk menyadari. Dengan sikap demikian, diharapkan pribadi yang bersalah tersebut bisa membenahi diri, dan tetap bisa menjadi anggota persekutuan di dalam kebersamaan. Dua, untuk menyadari jika ada kebersamaan di dalam Tuhan, Tuhan akan hadir di tengah-tengah kita. Ingat adanya kebersamaan di dalam Tuhan, bukan yang lain. BD.eLeSHa.


Selasa, 15 Agustus 2017

Siapa yang Terbesar

SELASA BIASA PEKAN XIX
Ul. 31:1-8
Ul. 31:32:3-4a,7,8,9,12
Mat. 18:1-5,10,12-14



Ul. 31:1-8

31:1 Kemudian pergilah Musa, lalu mengatakan segala perkataan ini kepada seluruh orang Israel.
31:2 Berkatalah ia kepada mereka: "Aku sekarang berumur seratus dua puluh tahun; aku tidak dapat giat lagi, dan TUHAN telah berfirman kepadaku: Sungai Yordan ini tidak akan kauseberangi.
31:3 TUHAN, Allahmu, Dialah yang akan menyeberang di depanmu; Dialah yang akan memunahkan bangsa-bangsa itu dari hadapanmu, sehingga engkau dapat memiliki negeri mereka; Yosua, dialah yang akan menyeberang di depanmu, seperti yang difirmankan TUHAN.
31:4 Dan TUHAN akan melakukan terhadap mereka seperti yang dilakukan-Nya terhadap Sihon dan Og, raja-raja orang Amori, yang telah dipunahkan-Nya itu, dan terhadap negeri mereka.
31:5 TUHAN akan menyerahkan mereka kepadamu dan haruslah kamu melakukan kepada mereka tepat seperti perintah yang kusampaikan kepadamu.
31:6 Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau."
31:7 Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya.
31:8 Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."



Mat. 18:1-5,10,12-14

18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
18:12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
18:13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang."



Siapa yang Terbesar

Saudara terkasih, kita diajak Bunda Gereja untuk merenungkan siapa yang terbesar di dalam Kerajaan Sorga. Tanya yang wajar kala para murid memahami secara sosiologis mengenai Kerajaan Sorga yang dibangun di sekitar Yesus. Tidak heran mereka bertanya siapa yang terbesar dan tentunya paling dekat dengan Yesus. Kalau bicara secara politik sekarang, ya siapa paling dekat dengan presiden.
Yesus tidak menjawab siapanya mereka, siapa yang terbesar itu, siapa yang paling dekat, namun siapa yang bisa melakukan hal berikut menjadi yang terbesar. Terbesar bukan hanya satu atau pribadi tertentu, barang siapa yang bisa melakukan. Pertama soal tobat. Bagaimana mereka bertobat, berbalik arah menjadi pribadi baru, bukan hanya mengatakan sesal, namun benar-benar meninggalkan manusia lama menjadi pribadi baru yang lebih baik.
Kedua, menjadi seperti anak kecil. Anak kecil yang sepenuhnya tergantung pada Allah, bukan orang yang tidak berkembang secara psikologis tentunya. Anak yang memiliki sikap rendah hati yang murni. Setiap murid dipanggil untuk sepenuhnya menempatkan hidupnya pada Allah dalam kepercayaan yang utuh sebagaimana anak kepada bapaknya.


Saudara terkasih, bukan masalah siapa yang terdekat atau terbesar namun siapa yang mau bertobat dan berserah sepenuhnya kepada Allah. Lihat kasih   Allah sepenuhnya bisa untuk siapa saja bukan untuk pihak satu dan meninggalkan pihak lain. Klaim yang membuat kotak-kotak jelas bukan milik Allah. Pola pikir manusia yang diterapkan pada kasih dan kerahiman Allah. BD.eLeSHa.

Senin, 14 Agustus 2017

Santo Maximilian Kolbe, Martir

Pw. Maksimilianus Maria Kolbe, ImMar (M)
Ul. 10:12-22
Mzm. 147:12-13,14-15,19-20
Mat. 17:22-27



Ul. 10:12-22


10:12 "Maka sekarang, hai orang Israel, apakah yang dimintakan dari padamu oleh TUHAN, Allahmu, selain dari takut akan TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, mengasihi Dia, beribadah kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu,
10:13 berpegang pada perintah dan ketetapan TUHAN yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu.
10:14 Sesungguhnya, TUHAN, Allahmulah yang empunya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit, dan bumi dengan segala isinya;
10:15 tetapi hanya oleh nenek moyangmulah hati TUHAN terpikat sehingga Ia mengasihi mereka, dan keturunan merekalah, yakni kamu, yang dipilih-Nya dari segala bangsa, seperti sekarang ini.
10:16 Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.
10:17 Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap;
10:18 yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian.
10:19 Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir.
10:20 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.
10:21 Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri.
10:22 Dengan tujuh puluh orang nenek moyangmu pergi ke Mesir, tetapi sekarang ini TUHAN, Allahmu, telah membuat engkau banyak seperti bintang-bintang di langit


Mat. 17:22-27

17:22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
17:23 dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.
17:24 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?"
17:25 Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?"
17:26 Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya.
17:27 Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga."


Santo Maximilian Kolbe, Martir

Maximilian Kolbe lahir di Zdunska-Wola, dekat Lodz Polandia pada tanggal 7 Januari 1894. Ia kemudian dipermandikan dengan nama Raymond. Setelah dewasa, ia masuk biara Fransiskan dan mengambil nama Maximilianus. Kaul kebiaraannya yang pertama diucapkannya pada tahun 1911. Sebagai seorang biarawan Fransiskan, Maximilian dikenal sebagai seorang yang saleh. Pada tahun 1917, ia mendirikan Militia Maria Immaculata di Roma untuk memajukan kebaktian kepada Bunda Maria yang dikandung tanpa noda. Pada tahun 1918, Maximilian ditabhiskan menjadi imam dan kemudian kembali ke Polandia untuk berkarya disana. Di Polandia, ia menyebarkan berbagai tulisan tentang Bunda Maria dalam buletin 'Militia Maria Immaculata'. Selain itu ia mendirikan biara di Niepokalanov pada tahun 1927 untuk memberi tempat pada 800 biarawan. Biara yang sama didirikannya di Jepang dan India. Dikemudian hari, ia menjadi superior sendiri. Itulah sekilas kebesaran dan karya Maximilian.
Tuhan mencobai Maximilian yang saleh dan setia ini melibihi orang-orang lain. Kiranya benar juga bahwa semakin kuat dan besar iman seseorang, semakin berat juga cobaan yang harus dialami, demi memurnikan imannya dan mempertinggi kesuciannya. Pada tahun 1939 Gespato, Jerman yang keji itu memasuki wilayah Polandia. Diktator Jerman itu yakin bahwa untuk mematahkan semangat orang Polandia perlulah menahan, memenjarakan dan membunuh para pemimpinnya, baik pololik, maupun keagamaan dan para ahlinya. Lebih-lebih pers Polandia harus dihancurkan.
Maximilian Kolbe dikenal sebagai seorang penulis dan editor majalah. Maka ia ditangkap oleh Gestapo dan diasingkan ke Lamsdorf, Jerman dan dimasukkan ke dalam kamp konsentrasi Amstitz. Pernah ia dilepaskan, tetapi kemudian ditangkap lagi pada tahun 1941, dan dipenjarakan di Pawiak, lalu dipindahkan ke kamp konsentrasi Auscwitz. Di kamp konsentrasi ini, Maximilian dengan diam-diam menjalankan tugasnya sebagai imam bagi para tahanan yang ada disana. Dengan kondisi tubuh yang kurus kering, Maximilian turut serta dalam kerja paksa. TBC yang dideritanya semakin parah karena kerja paksa itu.
Pada suatu hari seorang sersan bernama Gajowniczek dijatuhi hukuman mati. Karena sangat takut, ia berteriak-teriak menyebut anak-anak dan istrinya. Mendengar teriakan sersan itu, Maximilian Kolbe maju dengan tegap untuk meminta menggantikan sersan malang itu. "Daripada sersan yang beranak-istri ini mati, lebih baiklah saya yang mati. Karena toh saya tidak beranak-istri", kata Maximilian. Bersama dengan para sandera lainnya, Maximilian tidak diberi makan dan minum. Namun ia bisa bertahan sebagai korban terakhir, dan baru mati setelah disuntik dengan carbolic acid. Imankatolik.co.id


Minggu, 06 Agustus 2017

Kemuliaan dan Perjumpaan

PESTA YESUS MENAMPAKKAN KEMULIAANNYA (P)
Dan. 7:9-10,13-14
Mzm. 96:1-2,5-6,9
2 Pet. 1:16-19
Mat. 17:1-9



Dan. 7:9-10,13-14

7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
7:10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab.
 7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
7:14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah.

2 Pet. 1:16-19

1:16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
1:18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

Mat. 17:1-9

17:1 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.
17:2 Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang.
17:3 Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia.
17:4 Kata Petrus kepada Yesus: "Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
17:5 Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia."
17:6 Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan.
17:7 Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata: "Berdirilah, jangan takut!"
17:8 Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri.
17:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka: "Jangan kamu ceriterakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati."



Kemuliaan dan Perjumpaan


Saudara terkasih, apa yang akan kita renungkan hari ini adalah pengalaman rohani para murid. Perjumpaan yang personal dengan Yesus, sangat intim, privat, dan menalam membuat mereka tidak tahu lagi apa yang akan mereka lakukan.
Hal ini paling mudah mungkin digambarkan bagi pasangan yang sedang dimabuk asmara, perjumpaan dengan sang kekasih yang amat saling mencinta. Kata dan bahasa lisan tidak akan cukup, diam tanpa percakapan, saling tatap saja memberi sejuta arti dan sensasi.
Atau bapak dan ibu yang mengasihi anaknya, cintanya yang mendalam, bahkan celoteh yang tidak jelas saja bisa membuat kegembiraan yang akan tersimpan sekian puluh tahun kesan itu masih hidup di dalam sanu bari. Pendaki gunung, ketika sudah di atas melihat banyak keindahan tentu engganuntuk turun, ogah untuk meninggalkan kesan yang begitu mendalam itu. Guru yang melihat muridnya sukses, dan banyak analogi lainnya. kita emmang tidak seberuntung par murid, namun kita bisa juga mengalaminya.
Perjumpaan dan persatuan dengan Tuhan. Kita jika sedang merasakan enggan untuk beranjak atau beralih. Rasanya mau direngkuh untuk selamanya, tidak mau berakhir, itulah kebersamaan di dalam Tuhan.

Apa indikasi bahw itu benar dari Tuhan dan bukan kuasa jahat? Bertahan lama dan mengubah tabiat buruk menjadi baik. Tuhan sudah menampakkan kemuliaan dan kita diubah, kita dijadikan manusia baru, menjadi pribadi  yang leih baik. Mempersatukan bukan memisahkan, membangun bukan merusak, dan menjadikan erat bukan terserakkan. BD.eLeSHa.

Pengenalan Pribadi Yesus oleh Herodes

SABTU BIASA PEKAN XVIII (H)
Im. 25:1,8-17
Mzm. 67:2-3,5-7,8
Mat. 14:1-12




Im. 25:1,8-17


25:1 TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai:
25:8 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
25:9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
25:10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
25:11 Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.
25:12 Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang.
25:13 Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya.
25:14 Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain.
25:15 Apabila engkau membeli dari sesamamu haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel, dan apabila ia menjual kepadamu haruslah menurut jumlah tahun panen.
25:16 Makin besar jumlah tahun itu, makin besarlah pembeliannya, dan makin kecil jumlah tahun itu, makin kecillah pembeliannya, karena jumlah panenlah yang dijualnya kepadamu.
25:17 Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.

Mat. 14:1-12

14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.
14:2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."
14:3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.
14:4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"
14:5 Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.
14:6 Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,
14:7 sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.
14:8 Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."
14:9 Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.
14:10 Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara
14:11 dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.
14:12 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.



Pengenalan Pribadi Yesus oleh Herodes

Saudara terkasih, apa yang ditampilkan dalam bacaan ini sebenarnya adalah pengenalan siapa itu Yesus. Ternyata Herodes mengingat akan Yohanes Pembaptis yang telah ia bunuh di waktu lalu, kisah pemenggalan Yohanes Pembaptis semata adalah kilas balik.
Pengenalan Herodes Yesus ke Yohanes Pembaptis karena ia melihat apa yang dilakukan Yesus sangat mirip dengan apa yang diperbuat oleh Yohanes Pembaptis. Yohanes yang bangkit dalam pengenalan Herodes.
Saudara terkasih, pengenalan akan Yesus sebenarnya mendasar bagi iman kita. Bagaimana Yesus  kita pandang, kita nilai, kita kenali, dan kita pahami, dan akhirnya kita imani. Apakah sudah sampai Penyelamat? Atau hanya tukang pengabul doa semata?
Saudara terkasih, jika Yesus kita kenali sebagai Pembuat mukjizat, dan Pengabul doa, begitu kita kecewa karena Yesus tidak membuat keajaiban bagi kita, kita bisa kecewa dan pergi mencari pengabul yang lain.

Penyelamat, yang membawa dan memberikan keselamatan. Siapa lagi yang bisa membawa dan memberikan jaminan seperti itu? BD.eLeSHa.