Kamis, 06 Juli 2017

Percayalah Anak-Ku, Dosamu Sudah Diampuni!

KAMIS BIASA PEKAN XIII (H)
Kej. 22:1-19
Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9
Mat. 9:1-8


Kej. 22:1-19

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."
22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
22:8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
22:16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman TUHAN --: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.


Mat. 9:1-8

9:1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
9:3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
9:5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
9:7 Dan orang itu pun bangun lalu pulang.
9:8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.




Percayalah Anak-Ku, Dosamu Sudah Diampuni!

Saudara terkasih, kisah bacaan Injil hari ini merupakan kisah dari Markus, dengan peredaksian ulang ala Matius. Matius bukan menonjolkan bagaimana rekan-rekan atau saudara si sakit yang membongkar atap, namun menonjolkan siapa yang berkuasa untuk mengampuni.
Pernyataan itu membuat goncangan bagi para pendengar. Kelompok Farisi menyatakan pernyataan Yesus sebagai hujatan kepada Allah, yang bagi mereka satu-satunya yang memiliki hak pengampunan. Mereka hanya membatin, namun Yesus tahu dan dinyatakan bahwa IA memiliki kuasa untuk mengampuni dosa.
Konfrontasi dari kelompok yang tidak suka akan pengajaran Yesus mulai muncul. Perlawanan terbuka memang belum dilakukan. Sabda Yesus memang sangat menarik, membuat orang datang kepada-Nya namun juga membuat orang merasa tersudut, dan menciptakan konfrontasi dari mereka yang memegang kepemimpinan jemaat.
Matius menampilkan kuasa Yesus atas penyakit, kekuatan alam, dan kini mengampuni dosa. Kuasa yang dimiliki Yesus melebihi kuasa rabbi Yahudi. Kuasa seperti itu milik Tuhan Allah. Dengan menampilkan   kuasa-kuasa itu Matius hendak menjawab Siapakah Yesus itu.

Saudara terkasih, apakah kita masih bingung atau takut mengakui siapa Yesus itu? Takut kalau terbuang dari pekerjaan, takut jika tidak bisa mendapatkan jabatan, atau takut dikucilkan? Lihat Yesus memiliki kuasa, bukan hanya menyembuhkan dari penyakit, atau menguasai alam yang sedang mengamuk sekalipun, bahkan mengampuni dosa. Mana ada janji dan kepenuhan sedemikian purna selain di dalam DIA? BD.eLeSHa.

Rabu, 05 Juli 2017

Identitas dan Kuasa Yesus

RABU BIASA PEKAN XIII (H)
Kej. 21:5,8-20
Mzr. 34:7-8,10-11,12-13
Mat. 8:28-34


Kej. 21:5,8-20

21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya.
21:8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu.
21:9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.
21:10 Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."
21:11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
21:12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
21:13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena ia pun anakmu."
21:14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
21:15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,
21:16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.
21:17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
21:18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."
21:19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
21:20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.


Mat. 8:28-34

8:28 Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
8:29 Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
8:30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.
8:31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
8:32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
8:33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.
8:34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.



Identitas dan Kuasa Yesus

Saudara terkasih, kembali dikisahkan setan mengenali identitas Yesus. Siapa Yesus itu sebenarnya. Pertama kali dikisahkan setan mengenali Yesus ketika pencobaan padang gurun. Mereka datang untuk mencoba seberapa Yesus itu. Kali ini mereka sudah tahu dan merasa minder, inferior, dan mengatakan jika Engkau menghendaki pergi, suruhlah kami.....
Mereka, setan saja tahu, siapa Yesus. Pribadi, identitas Yesus, dan kuasa Yesus. Mereka tidak lagi-laggi berani mencobai Yesus, mereka langsung tahu apa yang mereka inginkan, dan yang akan  Yesus turuti. Apa yang disampaikan sebenarnya adalah kisah mukjizat penyembuhan dua orang yang kerasukan.
Sisi menonjol dan fokus justru ada pada Yesus dan setan. Menarik untuk direnungkan adalah, bagaimana setan yang biasanya merajalela, berkuasa, main perintah dan sandera kali ini mati kutu. Kuasa Yesus yang besar yang bisa mengalahkan mereka. Kuasa Yesus yang bisa mengatasi keberadaan mereka. Jika demikian siapakah Yesus? Itulah tugas kita mengenal dan mengerti siapa Yesus secara personal. Bersama dengan bimbingan Roh Kudus kita bisa memahami Yesus secara utuh. BD.eLeSHa.


Selasa, 04 Juli 2017

Siapakah DIA?


SELASA BIASA PEKAN XIII (H)
Kej. 19:15-29
Mzm. 26:2-3,9-10,11-12
Mat. 8:23-27



Kej. 19:15-29

19:15 Ketika fajar telah menyingsing, kedua malaikat itu mendesak Lot, supaya bersegera, katanya: "Bangunlah, bawalah isterimu dan kedua anakmu yang ada di sini, supaya engkau jangan mati lenyap karena kedurjanaan kota ini."
19:16 Ketika ia berlambat-lambat, maka tangannya, tangan isteri dan tangan kedua anaknya dipegang oleh kedua orang itu, sebab TUHAN hendak mengasihani dia; lalu kedua orang itu menuntunnya ke luar kota dan melepaskannya di sana.
19:17 Sesudah kedua orang itu menuntun mereka sampai ke luar, berkatalah seorang: "Larilah, selamatkanlah nyawamu; janganlah menoleh ke belakang, dan janganlah berhenti di mana pun juga di Lembah Yordan, larilah ke pegunungan, supaya engkau jangan mati lenyap."
19:18 Kata Lot kepada mereka: "Janganlah kiranya demikian, tuanku.
19:19 Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku.
19:20 Sungguhlah kota yang di sana itu cukup dekat kiranya untuk lari ke sana; kota itu kecil; izinkanlah kiranya aku lari ke sana. Bukankah kota itu kecil? Jika demikian, nyawaku akan terpelihara."
19:21 Sahut malaikat itu kepadanya: "Baiklah, dalam hal ini pun permintaanmu akan kuterima dengan baik; yakni kota yang telah kau sebut itu tidak akan kutunggangbalikkan.
19:22 Cepatlah, larilah ke sana, sebab aku tidak dapat berbuat apa-apa, sebelum engkau sampai ke sana." Itulah sebabnya nama kota itu disebut Zoar.
19:23 Matahari telah terbit menyinari bumi, ketika Lot tiba di Zoar.
19:24 Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit;
19:25 dan ditunggangbalikkan-Nyalah kota-kota itu dan Lembah Yordan dan semua penduduk kota-kota serta tumbuh-tumbuhan di tanah.
19:26 Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam.
19:27 Ketika Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu,
19:28 dan memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan.
19:29 Demikianlah pada waktu Allah memusnahkan kota-kota di Lembah Yordan dan menunggangbalikkan kota-kota kediaman Lot, maka Allah ingat kepada Abraham, lalu dikeluarkan-Nyalah Lot dari tengah-tengah tempat yang ditunggangbalikkan itu.

Mat. 8:23-27

8:23 Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.
8:24 Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
8:25 Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."
8:26 Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.
8:27 Dan heranlah orang-orang itu, katanya: "Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau pun taat kepada-Nya?"



Siapakah DIA?

Saudara terkasih, ombak besar di laut, atau danau, pada masa itu dinilai sebagai gambaran kuasa kegelapan. Kuasa jahat yang sangat menakutkan. Apa yang dilakukan Yesus mau melambangkan dan hendak menyatakan bahwa setan pun bisa IA kendalikan. Ini adalah pengantar bagaimana kita memahami bacaan hari ini.
Para murid di dalam perjumpaan personal dengan Yesus membuahkan buah pikir dan refleksi mendalam siapa sebenarnya Yesus. Pengalaman ini hanya para murid yang bersama-sama di dalam perahu. Kita dan sebagainya, ikut bacaan kemarin, yang tidak melihat namun percaya. Beda konteks dan kondisi.
Pertanyaan yang sama soal siapa Yesus bagi kita, adalah tugas kita seumur hidup. Mirip dengan  pertanyaan siapa kita ini sebenarnya. Artinya, bahwa di dalam sejarah hidup kita, pemikiran, permenungan kita, dan olah pikir serta batin kita lah yang bisa menyebut kita ini siapa, dan siapakah Yesus itu. Jangan salahkan pribadi yang melihat Yesus sebagai orang biasa, miskin, mati telanjang, dan sebagainya, karena olah pikir dan batin mereka memang hanya sedemikian.

Satu yang pasti, apakah kita bisa mengatakan, Ya Tuhanku dan Allahku? Sebagaimana pengalaman Tomas pada bacaan kemarin?  Tentu ini adalah permenungan dan refleksi kita sepanjang hayat. Tidak akan ada yang bisa dipaksakan dan memaksakan hingga ke sana.BD.eLeSHa.

Senin, 03 Juli 2017

Berbahagialah Mereka yang Tidak Melihat, namun Percaya

PESTA S. TOMAS, Ras. (M)
Ef. 2:19-22
Mzm.117:1,2
Yoh.20:24-19



Ef. 2:19-22

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.


Yoh.20:24-19

20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."



Berbahagialah Mereka yang Tidak Melihat, namun Percaya
                                                                                                                                                                     
Saudara terkasih, apa yang menjadi model percaya Tomas, sangat kekinian, bagaimana kita sekarang sangat mudah curiga, tidak percaya, dan terkadang paranoid melihat hal atau menerima kebaikan dari orang. Sangat hati-hati kepada orang yang belum dikenal, karena pengalaman buruk yang ada sebelumnya. 
Tomas gambaran kita yang gagal melihat pengajaran Tuhan bahkan dengan hidup-Nya sendiri. Itulah luar biasa kasih Tuhan yang memanggil dan menggunakan orang-orang yang apa adanya. Tuhan menghendaki orang yang mau, bukan orang yang terbaik namun mau menonjolkan diri sendiri dan abai akan kasih Tuhan.
Sikap Tomas yang gigih dengan modelnya tidak menjadikannya dihukum, namun ditegur oleh Yesus agar ia mau melihat dengan mata hati, bukan semata fisik dengan indera yang ia miliki semata. Sikap yang sama, karena matanya melihat ia mengatakan, “Ya Tuhanku dan Allahku...”
Saudara terkasih, apa artinya bagi hidup kita? Kita bisa saja melihat Tuhan hadir saat senang saja, namun saat susah merasa Tuhan tidak datang. Tuhan hanya diam, sebagaimana film, SILINCE, yang menilai Tuhan diam saja dalam aniaya yang tak terperi. Tuhan hadir bahkan ada di sana,apakahsikap ini salah? Di mata Tuhan tidak ada yang salah, Tuhan mengampuni dan menguatkan.
Kita pun patut berbangga karena sentuhan Roh Kudus kita yang jauh secara geografis dan historis dari keberadaan duniawi Yesus masih bisa percaya. Apakah ini karena kita? Bukan,  ini adalah karya Allah melalui Roh Kudus. Kita bisa menyaksikan dan merasakan kasih Allah begitu besar di dalam hidup kita. Kasih Nya tak terbatas dan selalu hadir dalam aneka rupa. BD.eLeSHa.


Minggu, 02 Juli 2017

Barangsiapa Mengasihi Bapa atau Ibunya Lebih dari pada-Ku


HARI MINGGU BIASA PEKAN XIII (H)
2 Raj. 4:8-11,14-16
Mzm. 89:2-3,16-17,18-19
Rm. 6:3-4,8-11
Mat. 10:37-42


2 Raj. 4:8-11,14-16

4:8 Pada suatu hari Elisa pergi ke Sunem. Di sana tinggal seorang perempuan kaya yang mengundang dia makan. Dan seberapa kali ia dalam perjalanan, singgahlah ia ke sana untuk makan.
4:9 Berkatalah perempuan itu kepada suaminya: "Sesungguhnya aku sudah tahu bahwa orang yang selalu datang kepada kita itu adalah abdi Allah yang kudus.
4:10 Baiklah kita membuat sebuah kamar atas yang kecil yang berdinding batu, dan baiklah kita menaruh di sana baginya sebuah tempat tidur, sebuah meja, sebuah kursi dan sebuah kandil, maka apabila ia datang kepada kita, ia boleh masuk ke sana."
4:11 Pada suatu hari datanglah ia ke sana, lalu masuklah ia ke kamar atas itu dan tidur di situ.
4:14 Kemudian berkatalah Elisa: "Apakah yang dapat kuperbuat baginya?" Jawab Gehazi: "Ah, ia tidak mempunyai anak, dan suaminya sudah tua."
4:15 Lalu berkatalah Elisa: "Panggillah dia!" Dan sesudah dipanggilnya, berdirilah perempuan itu di pintu.
4:16 Berkatalah Elisa: "Pada waktu seperti ini juga, tahun depan, engkau ini akan menggendong seorang anak laki-laki." Tetapi jawab perempuan itu: "Janganlah tuanku, ya abdi Allah, janganlah berdusta kepada hambamu ini!


Rm. 6:3-4,8-11

6:3 Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya?
6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru
6:8 Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia.
6:9 Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia.
6:10 Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah.
6:11 Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.


Mat. 10:37-42

10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.
10:41 Barangsiapa menyambut seorang nabi sebagai nabi, ia akan menerima upah nabi, dan barangsiapa menyambut seorang benar sebagai orang benar, ia akan menerima upah orang benar.
10:42 Dan barangsiapa memberi air sejuk secangkir saja pun kepada salah seorang yang kecil ini, karena ia murid-Ku, Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia tidak akan kehilangan upahnya dari padanya."



Barangsiapa Mengasihi Bapa atau Ibunya Lebih dari pada-Ku

Saudara terkasih, apa yang Gereja ajak pada pekan ini sangat kontekstual dalam kehidupan kita. Bagaimana hidup kita sudah jauh dari skala prioritas yang sepantasnya. Kita bisa merenungkan, berapa waktu yang kita habiskan untuk hiburan yang sering tidak perlu, seperti televisi, film, tontonan yang isinya kekerasan, pelecehan, dan sejenisnya. Belum lagi aktivitas kita dengan media sosial yang sering malah menimbulkan masalah yang tidak kecil.  Benar bahwa hiburan, media sosial itu perlu dan juga membantu, namun jika sudah berlebihan, tentu sangat tidak baik, apalagi meninggalkan yang utama, kebersamaan dengan sesama, lebih parah abai akan Tuhan.
Kita saksikan saja betapa banyak muka-muka tertunduk bukan karena salah, namun karena menatap layar gadget masing-masing. Beberapa Gereja kota sudah kalah marak antara Sabda Tuhan dengan media sosial. Perarakan menuju sambut Tubuh Tuhan pun, lebih repot mengamankan gadgetnya, lebih parah masih membaca status medsos. Kita bisa membayangkan bagaimana bentuk kepedulian kepada sesama kita, apalagi yang menderita.
Saudara terkasih, Tuhan mengajak kita untuk bisa memberikan prioritas kepada yang sepantasnya. Apa yang pantas, jelas yang nomor satu ialah Tuhan. Bagaimana menyambut Tuhan namun masih asyik dengan diri sendiri dan dunia maya yang namanya internet dan dunia mya. Apakah bisa juga mengharapkan kesiapan mereka untuk yang membutuhkan mereka? Tentu hal yang susah dimengerti, pribadi yang asyik demikian memiliki kepedulian yang secukupnya bagi sesama. Siapa yang layak bagi-Nya? Ialah yang menempatkan Tuhan sebagai yang nomor satu dalam segala hal. Tuhan adalah segalanya. BD.eLeSHa.


Sabtu, 01 Juli 2017

"Dialah yang Memikul Kelemahan Kita dan Menanggung Penyakit Kita."


SABTU BIASA PEKAN XII (H)
Kej. 18:1-15
Luk. 1:46-47,48-49,50,53
Mat. 8:5-17


Kej. 18:1-15

18:1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik.
18:2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah,
18:3 serta berkata: "Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.
18:4 Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini;
18:5 biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini." Jawab mereka: "Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu."
18:6 Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: "Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!"
18:7 Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya.
18:8 Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.
18:9 Lalu kata mereka kepadanya: "Di manakah Sara, isterimu?" Jawabnya: "Di sana, di dalam kemah."
18:10 Dan firman-Nya: "Sesungguhnya Aku akan kembali tahun depan mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara, isterimu, akan mempunyai seorang anak laki-laki." Dan Sara mendengarkan pada pintu kemah yang di belakang-Nya.
18:11 Adapun Abraham dan Sara telah tua dan lanjut umurnya dan Sara telah mati haid.
18:12 Jadi tertawalah Sara dalam hatinya, katanya: "Akan berahikah aku, setelah aku sudah layu, sedangkan tuanku sudah tua?"
18:13 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham: "Mengapakah Sara tertawa dan berkata: Sungguhkah aku akan melahirkan anak, sedangkan aku telah tua?
18:14 Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? Pada waktu yang telah ditetapkan itu, tahun depan, Aku akan kembali mendapatkan engkau, pada waktu itulah Sara mempunyai seorang anak laki-laki."
18:15 Lalu Sara menyangkal, katanya: "Aku tidak tertawa," sebab ia takut; tetapi TUHAN berfirman: "Tidak, memang engkau tertawa!"


Mat. 8:5-17

8:5 Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya:
8:6 "Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita."
8:7 Yesus berkata kepadanya: "Aku akan datang menyembuhkannya."
8:8 Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya: "Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
8:9 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
8:10 Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.
8:11 Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga,
8:12 sedangkan anak-anak Kerajaan itu akan dicampakkan ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."
8:13 Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: "Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya." Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya.
8:14 Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam.
8:15 Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia.
8:16 Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit.
8:17 Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita."


"Dialah yang Memikul Kelemahan Kita dan Menanggung Penyakit Kita."

Saudara terkasih, apa yang dinubuatkan Nabi Yesaya, terpenuhi dalam diri Yesus. Bagaimana dalam bacaan Injil hari ini, Yesus menyembuhkan anak seorang perwira tanpa Ia datang, hanya dengan kata-kata-Nya saja. Pada kesempatan lain, Ia menyembuhkan ibu Petrus dengan perbuatan, dengan menyentuh tangan si sakit.
Bacaan Pertama, mengisahkan bagaimana Allah mengadakan mukzijat luar biasa. Orang yang sudah berhenti haid bisa mengandung. Orang setegar Sara saja tertawa, gambaran betapa Allah mampu berbuat apa saja sepanjang rencana-Nya, tidak juga tergantung reaksi hamba yang tidak mampu menyelami kehendak-Nya. Sara tertawa karena ia tidak mampu memahami kehendak Tuhan.
Kita pun sering demikian, dalam hidup kita, merasa frustasi, merasa patah arang, seolah semua jalan buntu, hanya kegelapan yang ada, namun lupa masih ada Tuhan Allah yang siap mengubah segalanya.
Saudara terkasih, iman perwira  itu bisa menjadi salah satu model sikap kita di dalam menantikan rencana Tuhan terpenuhi. Bagaimana ia tidak mendesak Yesus, namun memohon dan sabda yang ia tunggu itu pasti terjadi. Kita mungkin seumur hidup kita sering mendengarkan, merenungkan, dan membaca sabda Tuhan, namun malah kurang mengimani, kurang yakin, kurang percaya kalau semuanya akan tergenapi.
Yesus menyembuhkan, selain itu Ia juga menanggung kelemahan kita. Apa yang tidak mampu kita perbuat, Ia selesaikan. Apa yang tidak mungkin bagi kita, semuanya mungkin di dalam DIA. BD.eLeSHa.


Jumat, 30 Juni 2017

Jika Tuan Mau....

JUMAT BIASA PEKAN XII (H)
Kej. 17:1,9-10,15-22
Mzm. 128:1-2,3,4-5
Mat. 8:1-4



Kej. 17:1,9-10,15-22

17:1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: "Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.
17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.
17:10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat
17:15 Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: "Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya.
17:16 Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya."
17:17 Lalu tertunduklah Abraham dan tertawa serta berkata dalam hatinya: "Mungkinkah bagi seorang yang berumur seratus tahun dilahirkan seorang anak dan mungkinkah Sara, yang telah berumur sembilan puluh tahun itu melahirkan seorang anak?"
17:18 Dan Abraham berkata kepada Allah: "Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!"
17:19 Tetapi Allah berfirman: "Tidak, melainkan isterimu Saralah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya.
17:20 Tentang Ismael, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak; ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar.
17:21 Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga."
17:22 Setelah selesai berfirman kepada Abraham, naiklah Allah meninggalkan Abraham


Mat. 8:1-4

8:1 Setelah Yesus turun dari bukit, orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia.
8:2 Maka datanglah seorang yang sakit kusta kepada-Nya, lalu sujud menyembah Dia dan berkata: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
8:3 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga tahirlah orang itu dari pada kustanya.
8:4 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Ingatlah, jangan engkau memberitahukan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah persembahan yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."



Jika Tuan Mau....

Saudara terkasih, apa yang disampaikan orang kusta kepada Yesus sungguh memperlihatkan apa yang seharusnya dilakukan. Ia berusaha dan memohon kepada Sang Penyembuh, dan sembuhlah ia. Ia mengadakan upaya untuk itu.
Hal ini menunjukkan bagaimana kita berdoa, ada usaha dan permohonan dari kita. Sikap kita yang mau berusaha dan memohon kepada Yang Berkuasa atas apapun itu, itulah kewajiban kita.
Konsekuensi atas itu adalah kesembuhan, sepanjang sesuai dengan apa yang Tuhan Allah kehendaki dan menjadi rencan-Nya. Doa kita bukan mendikte dan memaksa Allah untuk menurut apa yang kita maui. Apa yang perlu kita pegang adalah kita telah berusaha dan berupaya, hasil itu hak sepenuhnya Allah.
Tugas selanjutnya adalah bersyukur, berterima kasih, sesuai dengan apa yang sepatutnya dilakukan. Dalam hal ini, Yesus meminta orang yang disembuhkan untuk melakukan adat kebiasaan di sana. Di mana orang yang disembuhkan harus memersembahkan persembahan, bukan berteriak-teriak apalagi menyombongkan diri.

Saudara terkasih, sering kita merasa atas upaya kita, atas doa kitalah, apa yang kita inginkan dan kehendaki terjadi. Bukan demikian. benar bahwa kita harus berdoa, memohon, dan mengatakan keinginan kita, namun hasilnya, hanya ada di tangan Allah mau dikabulkan atau tidak. Jangan menjadi salah dengan protes kalau Tuhan diam saja, atau menjadi sombong dan merasa doanya lah yang manjur. BD.eLeSHa.

Rabu, 10 Mei 2017

Firman yang Menghakimi

Rabu Biasa Pekan V Paskah (P)
Kis. 12:24-13:5a
Mzm. 67:2-3,5,6,8
Yoh. 12:44-50



Kis. 12:24-13:5a

12:24 Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang.
12:25 Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus.
13:1 Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
13:4 Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus.
13:5 Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi.


Yoh. 12:44-50

12:44 Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku;
12:45 dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku.
12:46 Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan.
12:47 Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
12:48 Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
12:49 Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.
12:50 Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.



Firman yang Menghakimi

Saudara yang terkasih, Yesus mengajak kita untuk merenungkan, Siapakah Diri-Nya, bagaimana Ia datang, dan siapa yang mengutus-Nya. Berkaitan dengan ini, Yesus berkali ulang menyatakan, barang siapa percaya kepada-Nya, kita juga percaya kepada Siapa yang Mengutus-Nya itu. Bagi yang menerima kehadiran, pewartaan, dan apa yang Yesus nyatakan, katakan, dan sabdakan, berarti juga menerima, mengimani, dan mendengarkan Siapa yang mengutus-Nya. Hal ini dikatakan sebagai bentuk kesadaran Yesus bukan demi kepentingan-Nya sendiri dan juga bukan atas kehendak-Nya sendiri untuk ke dunia. Ia datang diutus Bapa dan atas kehendak Bapa untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya.
Maksud kedatangan Yesus ke dunia ialah membawa orang kepada Terang. Barangsiapa tinggal di dalam DIA tidak akan diam di dalam kegelapan. Ia datang bukan untuk menghakimi namun menyelamatkan. Penghakiman adalah berdasarkan firman yang telah Ia nyatakan. Siapa yang percaya akan lepas dari hukuman dan barang siapa tidak percaya akan mendapatkan hukuman.
Saudara terkasih, bulan Mei adalah bulan Maria, banyak orang Katolik berziarah ke beraneka ragam tempat devosional Maria. Berkaitan dengan sabda yang kita renungkan pagi ini, bagaimana Yesus terus menerus mengatakan soal siapa yang mengutus-Nya. Yesus menghendaki kita tidak hanya sampai pada Dia saja, namun sampai kepada Bapa. Demikian juga, devosional kita kepada Maria, tidak boleh berhenti kepada Maria, namun juga kepada Yesus yang berarti juga kepada Bapa. Maria hanyalah membantu, bukan sebagai tujuan akhir kita di dalam berdoa atau melakukan langkah ziarah dan laku tapa kita. BD.eLeSHa.