Jumat, 07 April 2017

Penolakan terhadap Yesus

Jumat Biasa Pekan V Prapaskah (U)
Yer. 20:10-13
Mzm. 18:2-3a, 3bc-4,-,6,7
Yoh. 10:31-42



Yer. 20:10-13

20:10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!"
20:11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan!
20:12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.
20:13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Yoh. 10:31-42

10:31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus.
10:32 Kata Yesus kepada mereka: "Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?"
10:33 Jawab orang-orang Yahudi itu: "Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah."
10:34 Kata Yesus kepada mereka: "Tidakkah ada tertulis dalam kitab Taurat kamu: Aku telah berfirman: Kamu adalah allah?
10:35 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah -- sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan --,
10:36 masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah?
10:37 Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah percaya kepada-Ku,
10:38 tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa."
10:39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka.
10:40 Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.
10:41 Dan banyak orang datang kepada-Nya dan berkata: "Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini adalah benar."
10:42 Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.



Penolakan terhadap Yesus


Saudara terkasih, hari-hari ini kita diajak untuk merenungkan mengenai siapa Yesus dan tanggapan yang diberikan oleh orang Yahudi. Memang hal ini terjadi sekitar 2000 tahun yang lalu, namun masih juga kontekstual ketika kita membaca, mendengar, dan merenungkannya. Titik tolak apa yang menjadi penolakan orang Yahudi adalah soal pernyataan Yesus yang mereka nilai sebagai menghujat Allah. dalam bacaan hari ini kita menemukan secara terbuka mereka menyatakan Yesus menghujat Allah karena menyamakan diri dengan Allah.
Yesus bertanya mengapa mereka selalu saja mengancam Yesus dengan melempari batu kali ini, hukuman yang sangat berat dirajam itu, padahal IA melakukan pekerjaan baik. Apa yang ditampilkan adalah bahwa pekerjaan baik pun masih menjadi musabat kecurigaan. Mereka marah karena merasa Yesus menghujat Allah, bukan karena pekerjaan-pekerjaan yang IA lakukan.
Saudara terkasih, Yesus melakukan pekerjaan baik, pekerjaan baik dan positif bisa diartikan sebagai perbuatan yang berasal dari Allah. Ini sebenarnya yang mau ditonjolkan Yesus berhadapan dengan orang Yahudi yang dipenuhi kecurigaan. Perbuatan baik tentu berasal dari Allah Yang Baik adanya. Bagaimana mungkin pekerjaan baik berasal dari yang tidak baik. Tidak heran jika pedoman moral dasar menyatakan kebaikan itu adalah motivasi baik, jalan baik, dan hasilnya pun akan baik. Jika dari ketiga proses itu ada yang tidak baik, perlu dikaji lagi.
Tidak heran lahir ungkapan buah baik berasal dari pohon yang baik. Pengenalan akan hasil yang menuju kepada penghasilnya, di mana hal ini dipakai Yesus untuk mengenalkan Bapa Yang Mahabaik kepada pengikut-Nya. Kita dapat berharap pekerjaan baik merupakan buah dari orang yang baik pula. Kecurigaan dan keengkian bisa membuat mata buta termasuk hati sehingga menyangkal kebaikan demi memuaskan ego sendiri dalam hal ini menafikan perbuatan baik secara hakiki. BD.eLeSHa.


Kamis, 06 April 2017

Yesus dan Abraham

Kamis Biasa Pekan V Prapaskah (U)
Kej. 17:3-9
Mzm. 105:4-5,6-7,8-9
Yoh. 8:51-59



Kej. 17:3-9

17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
17:4 "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
17:5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
17:6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."
17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Yoh. 8:51-59

8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
8:54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.


Yesus dan Abraham

Saudara terkasih, Yesus hari ini menyatakan kaitan-Nya dengan Abraham, bahwa IA dan Abraham sama-sama melaksanakan tugas perutusan Allah. IA menyatakan diri lebih dari Abraham bukan untuk meninggikan diri atau menyombongkan diri, namun hendak menyatakan bahwa IA adalah utusan Allah yang melaksanakan apa yang Allah  perintahkan.
Yesus menyatakan barang siapa percaya akan firman-Nya tidak akan mati. Mati di dalam hal ini berkaitan dengan kehidupan abadi, sedangkan pendengar Yesus berpikir soal hidup di dunia ini. Apa yang tidak sejalan  ini karena mereka sejak awal sudah memandang Yesus dengan sebelah mata, selain memusuhi, mereka kini bahkan menuduh Yesus kerasukan setan. Tentu kita bisa memahami bagaimana mereka bisa mendengar atau percaya kepada pribadi yang tidak mereka sukai? Tentu tidak bisa bukan? Kita bisa membayangkan jika berhadapan dengan orang yang tidak kita sukai, apapun tidak akan kita terima kan?
Saudara terkasih, pengenalan Yesus akan pribadi-Nya, siapa DIA itulah tugas kita, itulah kehendak Allah bagi kita agar menjalaninya sehari-hari. Semakin mengenal-Nya, semakin mengerti rencana dan kehendak-Nya, dan semakin percaya akan sabda-Nya. Sudahkah kita hari ini makin dekat dan kenal siapa DIA? BD.eLeSHa.


Rabu, 05 April 2017

Kebenaran yang Memerdekakan

Rabu Biasa Pekan V Prapaskah (U)
Dan. 3:14-20,24-25,28
Dan. 3:52,53,54,55,56
Yoh. 8:31-40



Dan. 3:14-20,24-25,28

3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
3:19 Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
3:20 Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.
3:24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!
3:28 Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka.


Yoh. 8:31-40

8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
8:34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."
8:37 "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
8:38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
8:39 Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
8:40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
8:41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."
8:42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.



Kebenaran yang Memerdekakan

Saudara terkasih bacaan hari ini sebenarnya merupakan bagian panjang soal jati diri Yesus dan konsekuensinya. Hari ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana mendapatkan keselamatan itu. Adanya unsur kelangsungan dengan bahasa Yesus tetap tinggal, kelangsungan juga membutuhkan  ketekunan, kelangsungan iman. Murid Yesus memerlukan kesungguhan dan ketekunan.
Bacaan Pertama memberikan bukti bagaimana Tuhan Allah membantu umat-Nya yang tekun dan setia. Di sana digambarkan bahwa umat yang setia untuk melawan raja demi imannya kepada Tuhan Allah, mereka mendapatkan kebebasan dengan diutus oleh-Nya malaikat untuk melindungi.

Saudara terkasih, kebenaran yang diwartakan Tuhan Yesus lah yang perlu kita cari dan peroleh sehingga kita mendapatkan kemerdekaan dan keselamatan. Kita bisa belajar dari pengalaman Sadrakh, Mesakh, dan Abednego di dalam menghadapi godaan, bahkan ancaman di dalam mempertahankan iman mereka. Bagaimana mereka diancam untuk dibakar, dan mereka tetap berani menghadapinya. Bagaimana kita di dalam kehidupan kita? Takut tidak mendapatkan pekerjaan, takut tidak memperoleh promosi, atau takut tidak mendapatkan pasangan  hidup bisa saja membuat kita meninggalkan-Nya. BD.eLeSHa.

Yesus Bukan dari Dunia ini

Selasa Biasa Pekan V Prapaskah (U)
Bil. 21:4-9
Mzm. 102:2-3,16-18,19-21
Yoh. 8:21-30



Bil. 21:4-9

21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
21:7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.


Yoh. 8:21-30

8:21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang."
8:22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"
8:23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
8:24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."
8:25 Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?
8:26 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia."
8:27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
8:28 Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
8:29 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
8:30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.


Yesus Bukan dari Dunia ini

Saudara terkasih, hari ini kita diajak merenungkan siapa Yesus itu. Yesus membuka pernyataaan dengan menyatakan IA hendak pergi ke mana orang tidak bisa mengikuti-Nya. Dan mereka akan mati di dalam dosa mereka. Hal ini hendak menyatakan bagaimana mereka terlambat untuk menyadari dan meminta pertolongan jika Tuhan Yesus sudah pergi atau meninggal. Yesus telah menawarkan kepada mereka sebagai air hidup dan terang hidup. Mereka mendapatkan tantangan menerima atau menolak. Sejalan dengan bacaan pertama, di mana orang mudah menyerah ketika menilai Tuhan meninggalkan mereka.
Yesus yang mendapatkan tugas perutusan dari Allah Bapa berasal dari surga. Di mana IA bekerja atas kuasa Allah. Hal ini yang tidak bisa dipahami oleh pendengar-Nya. Mereka terhalang karena kedegilan hati mereka. Percaya pada pemahaman hasil pencarian diri mereka, dan mereka melupakan kuasa Tuhan atas hidup mereka.
Saudara terkasih, kita pun jika mengandalkan diri sendiri bisa tersesat atau terhalang dari apa yang Tuhan Allah kehendaki. Kepercayaan kepada Yesus yang diutus Allah Bapa lah yang membawa keselamatan, bukan usaha kita, namun karunia yang dilimpahkan Tuhan kepada kita. BD.eLeSHa.



Kekerasan Berganti dengan Cinta Kasih

Senin Pekan V Prapaskah (U)
Dan. 13:41-62
Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6
Yoh. 8:1-11



Dan. 13:41-62


13:41 Ia tidak mau memberitahu kami. Inilah kesaksian kami." Himpunan rakyat percaya akan mereka, oleh karena mereka adalah orang tua-tua di antara rakyat dan hakim. Lalu hukuman mati dijatuhkannya kepada Susana.
13:42 Maka berserulah Susana dengan suara nyaring: "Allah yang kekal yang mengetahui apa yang tersembunyi dan yang mengenal sesuatu sebelum terjadi,
13:43 Engkaupun tahu pula bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati meskipun tidak kulakukan sesuatupun dari apa yang mereka bohongi aku."
13:44 Maka Tuhan mendengarkan suaranya.
13:45 Ketika Susana dibawa keluar untuk dihabisi nyawanya, maka Allah membangkitkan roh suci dari seorang anak muda, Daniel namanya.
13:46 Berserulah ia dengan suara nyaring: "Aku ini tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!"
13:47 Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya: "Apakah maksudnya yang kaukatakan itu?"
13:48 Danielpun lalu berdiri di tengah-tengah mereka, katanya: "Demikian bodohkah kamu, hai orang Israel? Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti?
13:49 Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!"
13:50 Bergegas-gegas kembalilah rakyat lalu orang-orang tua itu berkata kepada Daniel: "Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami. Sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua."
13:51 Lalu kata Daniel kepada orang-orang yang ada di situ: "Pisahkanlah mereka berdua itu jauh-jauh, maka mereka akan kuperiksa."
13:52 Setelah mereka dipisahkan satu sama lain maka Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya: "Hai engkau, yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat
13:53 dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kaubunuh.
13:54 Oleh sebab itu, jika engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?" Sahut orang tua-tua itu: "Di bawah pohon mesui."
13:55 Kembali Daniel berkata: "Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah sudah menerima firman dari Allah untuk membelah engkau!"
13:56 Setelah orang itu disuruh pergi Danielpun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu: "Hai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, kecantikan telah menyesatkan engkau dan nafsu berahi telah membengkokkan hatimu.
13:57 Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel dan merekapun terpaksa menuruti kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu!
13:58 Oleh sebab itu, katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur?" Sahut orang tua-tua itu: "Di bawah pohon berangan."
13:59 Kembali Daniel berkata: "Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri. Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu dengan pedang terhunus untuk membahan engkau, supaya membinasakan kamu!"
13:60 Maka berseru-serulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya.
13:61 Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya.
13:62 Sesuai dengan Taurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah.



Yoh. 8:1-11

8:1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."




Kekerasan Berganti dengan Cinta Kasih

Saudara terkasih, bacaan pertama dan Injil kali ini sungguh berkisah hal yang identik. Soal perzinahan dan kesaksian palsu. Bagaimana Daniel dan dunia Perjanjian Lama menyelesaikan masalah. kekerasan sangat dominan di dalam dunia lama. Di mana orang yang berzina bisa dirajam, atau kesaksian palsu harus dihukum mati. Hal ini bukan semata-mata kekerasan dan kekejaman, namun konteks masa itu bisa dimengerti daripada pembersihan suku sebagaimana balas dendam hidup dalam suku waktu itu. Lebih manusiawi, meskipun masih beraroma kekerasan.
Luar biasa apa yang ditawarkan Yesus ketika Ia menyentuh akar permasalahan, di mana orang tidak bisa menghukum perilaku orang lain, selain Tuhan Allah sebagai hakimnya. Sebagai sesama pendosa orang tidak bisa memberikan hukuman. Pengampunan yang dikehendaki Tuhan agar manusia berubah, bertobat, dan menyadari kesalahannya. Tertib hukum dan menghargai kehidupan bersama tidak mengurangi nilai pengampunan. Tuhan Yesus tidak menghendaki adanya kekerasan di dalam kehidupan bersama. IA sandang kekerasan dan pencurahan darah-Nya agar kita terbebas dari itu semua.

Apa yang diajarkan Yesus sangat radikal, dan bahkan hingga hari ini belum bisa sepenuhnya diterapkan. Lebih mudah membalas daripada mengampuni. Menuntut daripada memberikan kebebasan dan kemerdekaan, cinta kasih tanpa pengampunan bukanlah cinta kasih. Cinta tanpa syarat merupakan cinta ilahiah bukan cinta manusiawi. BD.eLeSHa.

Minggu, 02 April 2017

Kebangkitan Lazarus

HARI MINGGU PRAPASKAH V (U)
Yeh. 37:12-14
Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8
Rm. 8:8-11
Yoh. 11:1-45



Yeh. 37:12-14


37:12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.
37:13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.
37:14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.


Rm. 8:8-11

8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu


Yoh. 11:1-45

11:1 Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
11:2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
11:3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."
11:4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
11:6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
11:7 tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."
11:8 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"
11:9 Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.
11:10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."
11:11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."
11:12 Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."
11:13 Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.
11:14 Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;
11:15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
11:16 Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."
11:17 Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
11:18 Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.
11:19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
11:20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
11:21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
11:22 Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
11:23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
11:24 Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
11:27 Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
11:28 Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."
11:29 Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.
11:30 Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia.
11:31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
11:35 Maka menangislah Yesus.
11:36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!"
11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"
11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."
11:45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.



Kebangkitan Lazarus


Saudara terkasih, Minggu ini kita diajak untuk merenungkan diri kita masing-masing. Bagaimana pilihan kita tercermin dalam bacaan Injil hari ini. Yesus menampakkan kemuliaan Allah melalui penyakit dan kematian Lazarus. Orang-orang di sekitar Yesus, yang berkisah mengenai kebangkita Lazarus adalah kita banget.
Pertama, Marta, gambaran orang yang suka akan logika, pengetahuan sendiri, dan usaha, serta upaya manusiawi. Bagaimana ia menjawab apa yang Yesus katakan meskipun Yesus belum selesai akan pengajaran dan sabda-Nya. Kita sering demikian, merasa mampu, tahu, dan sudah belajar banyak, bahkan dari sumbernya pun kita sering mendahului. Kehendak dan rancangan Tuhan malah terhenti karena pemahaman sendiri.
Lazarus, sakit dan mati, membuat kita lebih pasrah, tidak berdaya, dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya, berbeda dengan Marta yang asik dengan diri dan pola pikirnya bukan? Di sinilah kehendak Tuhan menjadi nyata.
Siapa yang dibangkitkan adalah yang percaya, mengimani, dan mengenal DIA. Saudara terkasih, kasih Tuhan melimpah atas kita, namun kita juga perlu berperan dengan mengimani-Nya. Apa yang Tuhan kehendaki ialah kita menjalani rancangan-Nya, bukan kehendak dan keinginan kita sendiri. Mengalahkan diri dan menempatkan Tuhan di tempat yang utama tentu sebagai salah satu wujud iman kita akan kuasa Allah. Siapa percaya tidak akan mati karena hidup bersama dengan DIA. Kebangkitan Lazarus yang akan mati lagi, hendak menyatakan bahwa kuasa Yesus pun mengatasi maut, meskipun mati lagi, berbeda dengan kebangkitan yang akan dialami Yesus.  Kebangkitan di dalam alam keabadian, kelahiran yang akan dihadali pula kematian. BD.eLeSHa.


Siapa Yesus

Sabtu Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Yer. 11:18-20
Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12
Yoh. 7:40-53



Yer. 11:18-20

11:18 TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku.
11:19 Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: "Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!"
11:20 Tetapi, TUHAN semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Yoh. 7:40-53

7:40 Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
7:41 Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
7:42 Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
7:43 Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
7:44 Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.
7:45 Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
7:46 Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
7:47 Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?
7:48 Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?
7:49 Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"
7:50 Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
7:51 "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
7:52 Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."
7:53 Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.



Siapa Yesus

Saudara terkasih, kali ini kita diajak untuk merenungkan Siapa Yesus itu. Sebagaimana pendengar yang mendengar sendiri secar langsung Yesus, pengenalan kita pun bisa beragam. Kata orang bisa membuat kita sendiri kacau di dalam mengenali siapa Dia itu.
Ada yang mengatakan nabi, namun yang lain mengatakan Mesias, ada pula yang membantahnya karena asal usul Yesus tidak sepaham dengan asal Mesias. Perjumpaan dengan Yesus mengubah banyak hal yang ternyata membuat penguasa, dalam hal ini imam dan orang Farisi menjadi gusar. Mereka tahu namun tidak mau tahu, dan ini sangat kontekstual di dalam hidup bermasyarakat kita.
Saudara terkasih, bagaimana kita saksikan ahli hukum malah menjual dan melacurkan pasal demi uang dan materi. Terhukum bisa memilih pasal dan putusan demi amannya diri dan kelompoknya. Hukum disusun bukan demi tertib kehidupan bersama, namun demi memenuhi hasrat cinta diri dan materi yang berlimpah. Lihat dalam bacaan tersebut pun kelihatan bahwa orang Farisi dan para imam takut pengaruh mereka luntur. Pengaruh yang berkaitan dengan kuasa dan tentu materi yang bisa mereka peroleh, selain kehormatan semu yang mereka banggakan.
Pengaruh Yesus makin kuat karena menjawab kerinduan orang akan Mesias yang berbela rasa. Apa yang mereka hadapi adalah praktek keagamaan yang membelenggu, menekan, dan bahkan juga berlebihan dalam hal keuangan. Praktek hukum yang sewenang-wenang juga akan ditimpakan kepada Yesus, namun masih ada Nikodemus yang membelanya.
Saudara terkasih, sebagai orang Kristiani, pengikut Yesus, siapakah Yesus bagi kita? Itu semua tergantung dari pemahaman, penghayatan, dan perilaku dalam keseharian. Menjauhkan diri dari Tuhan dan sesama, atau sebaliknya? Di sinilah yang membedakan pengenalan kita akan Yesus. Bisa salah karena kita takut orang lain, atau karena kita enggan dekat dengan DIA dalam sabda dan karya-Nya. BD.eLeSHa.