Minggu, 02 April 2017

Kebangkitan Lazarus

HARI MINGGU PRAPASKAH V (U)
Yeh. 37:12-14
Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8
Rm. 8:8-11
Yoh. 11:1-45



Yeh. 37:12-14


37:12 Oleh sebab itu, bernubuatlah dan katakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel.
37:13 Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya.
37:14 Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman TUHAN.


Rm. 8:8-11

8:8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
8:9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
8:10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu


Yoh. 11:1-45

11:1 Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta.
11:2 Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya.
11:3 Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."
11:4 Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan."
11:5 Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus.
11:6 Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada;
11:7 tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea."
11:8 Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"
11:9 Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.
11:10 Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya."
11:11 Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."
11:12 Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."
11:13 Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.
11:14 Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati;
11:15 tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
11:16 Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."
11:17 Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
11:18 Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya.
11:19 Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
11:20 Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
11:21 Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
11:22 Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
11:23 Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit."
11:24 Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
11:25 Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
11:27 Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia."
11:28 Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."
11:29 Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.
11:30 Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia.
11:31 Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
11:35 Maka menangislah Yesus.
11:36 Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!"
11:37 Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"
11:38 Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
11:39 Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
11:41 Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
11:42 Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."
11:45 Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.



Kebangkitan Lazarus


Saudara terkasih, Minggu ini kita diajak untuk merenungkan diri kita masing-masing. Bagaimana pilihan kita tercermin dalam bacaan Injil hari ini. Yesus menampakkan kemuliaan Allah melalui penyakit dan kematian Lazarus. Orang-orang di sekitar Yesus, yang berkisah mengenai kebangkita Lazarus adalah kita banget.
Pertama, Marta, gambaran orang yang suka akan logika, pengetahuan sendiri, dan usaha, serta upaya manusiawi. Bagaimana ia menjawab apa yang Yesus katakan meskipun Yesus belum selesai akan pengajaran dan sabda-Nya. Kita sering demikian, merasa mampu, tahu, dan sudah belajar banyak, bahkan dari sumbernya pun kita sering mendahului. Kehendak dan rancangan Tuhan malah terhenti karena pemahaman sendiri.
Lazarus, sakit dan mati, membuat kita lebih pasrah, tidak berdaya, dan mengandalkan Tuhan sepenuhnya, berbeda dengan Marta yang asik dengan diri dan pola pikirnya bukan? Di sinilah kehendak Tuhan menjadi nyata.
Siapa yang dibangkitkan adalah yang percaya, mengimani, dan mengenal DIA. Saudara terkasih, kasih Tuhan melimpah atas kita, namun kita juga perlu berperan dengan mengimani-Nya. Apa yang Tuhan kehendaki ialah kita menjalani rancangan-Nya, bukan kehendak dan keinginan kita sendiri. Mengalahkan diri dan menempatkan Tuhan di tempat yang utama tentu sebagai salah satu wujud iman kita akan kuasa Allah. Siapa percaya tidak akan mati karena hidup bersama dengan DIA. Kebangkitan Lazarus yang akan mati lagi, hendak menyatakan bahwa kuasa Yesus pun mengatasi maut, meskipun mati lagi, berbeda dengan kebangkitan yang akan dialami Yesus.  Kebangkitan di dalam alam keabadian, kelahiran yang akan dihadali pula kematian. BD.eLeSHa.


Siapa Yesus

Sabtu Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Yer. 11:18-20
Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12
Yoh. 7:40-53



Yer. 11:18-20

11:18 TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku.
11:19 Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: "Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!"
11:20 Tetapi, TUHAN semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Yoh. 7:40-53

7:40 Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
7:41 Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
7:42 Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
7:43 Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
7:44 Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.
7:45 Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
7:46 Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
7:47 Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?
7:48 Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?
7:49 Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"
7:50 Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
7:51 "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
7:52 Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."
7:53 Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya.



Siapa Yesus

Saudara terkasih, kali ini kita diajak untuk merenungkan Siapa Yesus itu. Sebagaimana pendengar yang mendengar sendiri secar langsung Yesus, pengenalan kita pun bisa beragam. Kata orang bisa membuat kita sendiri kacau di dalam mengenali siapa Dia itu.
Ada yang mengatakan nabi, namun yang lain mengatakan Mesias, ada pula yang membantahnya karena asal usul Yesus tidak sepaham dengan asal Mesias. Perjumpaan dengan Yesus mengubah banyak hal yang ternyata membuat penguasa, dalam hal ini imam dan orang Farisi menjadi gusar. Mereka tahu namun tidak mau tahu, dan ini sangat kontekstual di dalam hidup bermasyarakat kita.
Saudara terkasih, bagaimana kita saksikan ahli hukum malah menjual dan melacurkan pasal demi uang dan materi. Terhukum bisa memilih pasal dan putusan demi amannya diri dan kelompoknya. Hukum disusun bukan demi tertib kehidupan bersama, namun demi memenuhi hasrat cinta diri dan materi yang berlimpah. Lihat dalam bacaan tersebut pun kelihatan bahwa orang Farisi dan para imam takut pengaruh mereka luntur. Pengaruh yang berkaitan dengan kuasa dan tentu materi yang bisa mereka peroleh, selain kehormatan semu yang mereka banggakan.
Pengaruh Yesus makin kuat karena menjawab kerinduan orang akan Mesias yang berbela rasa. Apa yang mereka hadapi adalah praktek keagamaan yang membelenggu, menekan, dan bahkan juga berlebihan dalam hal keuangan. Praktek hukum yang sewenang-wenang juga akan ditimpakan kepada Yesus, namun masih ada Nikodemus yang membelanya.
Saudara terkasih, sebagai orang Kristiani, pengikut Yesus, siapakah Yesus bagi kita? Itu semua tergantung dari pemahaman, penghayatan, dan perilaku dalam keseharian. Menjauhkan diri dari Tuhan dan sesama, atau sebaliknya? Di sinilah yang membedakan pengenalan kita akan Yesus. Bisa salah karena kita takut orang lain, atau karena kita enggan dekat dengan DIA dalam sabda dan karya-Nya. BD.eLeSHa.



Minggu, 26 Maret 2017

Apa yang Dilihat Allah Belum Tentu Sama dengan yang Kita Lihat

HARI MINGGU PRAPASKAH IV (U)
1 Sam. 16:1,6-7,10-13
Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6
Ef. 5:8-14
Yoh. 9:1-41



1 Sam. 16:1,6-7,10-13

16:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku.
16:6 Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya."
16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.
16:10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN."
16:11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."
16:12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."
16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.


Ef. 5:8-14

5:8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,
5:9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran,
5:10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan.
5:11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu.
5:12 Sebab menyebutkan saja pun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan.
5:13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang.
5:14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.


Yoh. 9:1-41

9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
9:3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
9:6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
9:7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
9:8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"
9:9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."
9:10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"
9:11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."
9:12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu."
9:13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
9:14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.
9:15 Karena itu orang-orang Farisi pun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."
9:16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
9:17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
9:18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya
9:19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?"
9:20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,
9:21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."
9:22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.
9:23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."
9:24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."
9:25 Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."
9:26 Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?"
9:27 Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?"
9:28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.
9:29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang."
9:30 Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.
9:31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
9:32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
9:33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."
9:34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
9:36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
9:37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
9:38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.
9:39 Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."
9:40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"
9:41 Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."




Apa yang Dilihat Allah Belum Tentu Sama dengan yang Kita Lihat

Saudara terkasih, Minggu Prapaskah IV ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana Tuhan Allah melihat segala sesuatu itu baik, belum tentu sama sebagaimana yang kita nilai dan lihat. Dalam bacaan pertama pun menunjukkan jika nabi pun masih salah menilai dan melihat, apa yang dikehendaki Tuhan, bukan yang dimaui manusia.
Bacaan Injil jelas memperlihatkan bagaimana Allah menilai hati dan kedalaman manusia, bukan semata apa yang terlihat oleh indera manusiawi. Saat IA melihat orang buta, IA sembuhkan, meskipun bertentangan dengan Hukum Sabat. Pertanyaan selanjutnya ialah, benarkah Yesus melanggar Hukum Sabat? Tidak, karena IA menghendaki kebahagian, kesempurnaan, dan kebaikan manusia sebagai ciptaan Allah yang pada dasarnya adalah baik adanya. Ia melihat ornag yang menderita sebagai tidak baik, sedangkan Allah memandang manusia dan ciptaan lainnya kala Sabat sebagai baik adanya.
Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat kedalaman hati, bukan semata penglihatan mata, tidak hanya karena mendengar dengan telinga, atau merasakan dengan lidah dan kulit kita. Itu tidak salah, namun belum cukup. Rasio kita tidak akan mampu mencerna apa yang Tuhan kehendaki. Kita perlu menyediakan hati nurni yang jernih agar bisa merasakan apa yang Tuhan kehendaki di dalam hidup kita. Mengandalkan diri sendiri dengan kemampuan dan juga pikiran sendiri bisa membuat orang salah, keliru, dan tersesat karena bisa berbeda dengan apa yang Tuhan kehendaki dan harapkan.
Allah hadir, menyapa, dan memberikan tawaran kepada manusia, tanggapan  manusia apapun tidak membuat Allah berubah kasih dan tawaran-Nya, hanya menunda untuk memberikan kesempatan kepada manusia yang bebal untuk berubah. Pengenalan akan Tuhan sangat membantu bagi manusia untuk bisa mengatakan ya Tuhan Allahku di dalam hidup ini. BD.eLeSHa.


Tidak Ada yang Mustahil bagi-Nya

HARI RAYA KABAR SUKACITA (P)
Yes. 7:10-14,8,10
Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,11
Ibr. 10:4-10
Luk. 1:26-38



Yes. 7:10-14,8,10

7:10 TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya:
7:11 "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas."
7:12 Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN."
7:13 Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga?
7:14 Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
 8:10 Buatlah rancangan, tetapi akan gagal juga; ambillah keputusan, tetapi tidak terlaksana juga, sebab Allah menyertai kami.


Ibr. 10:4-10

10:4 Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa.
10:5 Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki -- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku --.
10:6 Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.
10:7 Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku."
10:8 Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" -- meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat --.
10:9 Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.


Luk. 1:26-38

1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.



Tidak Ada yang Mustahil bagi-Nya

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan kabar sukacita. Kabar yang mengagetkan Maria, namun satu hal yang pasti bisa menjadi teladan bagi kita adalah perkataan Maria,” Aku ini hamba Tuhan terjadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Kepasrahan total, terbuka kepada kehendak Allah semata dalam hidupnya.
Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan itu pun bersyarat, yaitu sikap terbuka kita akan penyelenggaraan-Nya. Ada kesiapsediaan dari pihak manusia yang diwakili perawan Maria. Ini juga hendak mengatakan kalau Allah Tuhan tidak semena-mena di dalam memberikan sesuatu atau meminta sesuatu kepada manusia.
Kita patut berbangga memiliki Tuhan Allah yang demikian baik, dekat, dan akrab sebagaimana Tuhan Allah Bapa di surga. Ia bukan Tuhan pemarah yang tidak kenal belas kasihan, Ia tetap memberikan tawaran dan kita pun bebas untuk menerima atau menolak. Tawaran bahkan di dalam karya keselamatan Allah pun Tuhan melibatkan manusia dan memberikan tawaran, bukan memaksakan kehendak-Nya.
Saudara terkasih, dialog Maria dan malaikat juga menunjukkan kepada kita bagaimana relasi Tuhan Allah dan manusia yang bebas dan tidak memaksakan kekuasaan. Bisa saja Tuhan Allah memberikan begitu saja kepada Maria, tanpa perlu pemberitahuan, namun tidak demikian yang dilakukan Tuhan Allah. Suka cita itu menjadi penuh kala manusia juga menerimanya dengan suka cita karena diberi tahu oleh Tuhan melalui malaikat peran penting itu.

Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. BD.eLeSHa.

Hukum Kasih adalah Hukum yang Utama

Jumat Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Hos. 14:2-10
Mzm. 81:6c-8a, 8bc-9,10-11ab,14,17
Mrk. 12:28b-34



Hos. 14:2-10

14:2 Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
14:3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
14:4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim."
14:5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
14:7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
14:8 Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
14:9 Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
14:10 Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

Mrk. 12:28b-34

12:28b"Hukum manakah yang paling utama?"
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.



Hukum Kasih adalah Hukum yang Utama

Saudara terkasih, kita pengikut Kristus memiliki kebaruan daripada hukum yang berlaku di zaman Yesus. Di mana kal itu hukum Taurat yang mengatur tertib hukum bersama. Yesus hadir untuk memperlengkapi dan memperdalam, serta mengoreksi apa yang tidak tepat. Seperti hukum balas dendam.
Hukum kasih memperlihatkan konsep horisontal dan vertikal di dalam kehidupan ini. Bagaimana manusia harus mengasihi Tuhan Allah Yang Esa lebih dari apapun juga, termasuk diri, keluarga, bahkan agama itu sendiri. Sekitar kita sering memberikan contoh bagaimana kadang Tuhan malah kalah oleh agama atau keluarga, termasuk di dalamnya konsep kaum Farisi yang mau mencobai Yesus.
Kedua, soal mengasihi sesama seperti diri sendiri. Bagaimana kita diajak untuk tidak egois dan hanya memikirkan diri sendiri. Sering kita lebih mencintai diri duku baru orang lain. Hal ini yang hendak Yesus luruskan, bagaimana mengasihi sesama sebagaimana kita mengasihi diri sendiri.

Saudara terkasih, kita yang diajak untuk bisa seimbang bagaimana mengasihi Tuhan Allah dan sesama secara serempak. Tidak ada yang lebih atau kurang, atau lebih menjadi prioritas atau nomor dua. Kita tidak bisa mengatakan mengasihi Tuhan Allah namun membenci sesama atau sebaliknya. Artinya jika orang mengaku mengasihi Tuhan Allah berarti ia juga mengasihi sesama. Bagaimana jika orang mengaku mengasihi Allah namun mengobarkan kebencian, perselisihan, atau kekerasan, apakah ini benar? Jelas saja salah. Mengasihi Allah tentu mengasihi sesama dan sebaliknya, jika mengasihi sesama tidak patut jika tidak mengasihi Allah. BD.eLeSHa.

Kuasa Mengusir Setan

Kamis Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Yer. 7:23-28
Mzm. 95:1-2,6-7,8-9
Luk. 11:11:14-23


Yer. 7:23-28

7:23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!
7:24 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.
7:25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,
7:26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.
7:27 Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau.
7:28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."

Luk. 11:11:14-23

11:14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.
11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."
11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
11:21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
11:22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."



Kuasa Mengusir Setan

Saudara terkasih, tuduhan kalau Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul merupakan sebuah bentuk kepanikan karena kuasa Yesus yang luar biasa. Bagaimana tidak kalau mengusir setan dengan kuasa pengulu setan sendiri? Mengusir anak buah sendiri mana ada apalagi setan yang perlu banyak tenaga untuk menggoda bukan?
Kuasa Alla h di dalam Yesus yang dipakai untuk mengusir setan, apa artinya? Kerajaan Allah sudah hadir. Kita perlu bersatu dengan Yesus untuk mampu mengusir setan. Perumpamaan orang kuat dan kerjasama agar mampu menjaga rumah merupakan gambaran kebersamaan kita dengan Yesus. Ingat Yesus yang lebih berkuasa dan kita ikut di dalamnya. Bukan kekuatan dan kekuasaan kita, namun kuat dan kuasa-Nya Yesus.
Bagaimana Yesus menyatakan bahwa kita bisa bersama Yesus berarti bahwa kita mengumpulkan dan sebaliknya. Kita bersatu juga berarti bahwa kita mengumpulkan bukan tercerai berai. Salah satu ciri iman Kristiani adalah kebersamaan, persatuan, dan adanya persaudaraan. Jika hidup kita malah membuat perselisihan, membuat permusuhan, memperbesar perbedaan, dan mencari-cari kesalahan dan kekuarangan pihak lain, kita bisa merenungkan ikut Yesus atau Beelzebul.
Konkret dalam kehidupan bermasyarakat kita, ada orang yang menyeru nama Tuhan sekaligus menghujat sesama, kita tidak perlu menjawabnya namun merenungkan di dalam hati, apakah itu ciri orang beriman. Mana ada menghina ciptaan namun mengaku mencintai Sang Pencipta. BD.eLeSHa.


Rabu, 22 Maret 2017

Yesus dan Hukum

Rabu  Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Ul. 4:1,5-9
Mzm. 147:12-13,15-16,19-20
Mat. 5:17-19



Ul. 4:1,5-9

4:1 "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.
4:5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.
4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.
4:7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?
4:8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
4:9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,

Mat. 5:17-19

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.



Yesus dan Hukum

Saudara terkasih, apa yang disampaikan Gereja hari ini adalah, soal hukum. Bagaimana Tuhan menghedaki kita menghormati hukum sebagai bentuk ketaatan kita terhadap  hukum. Hukum bukan menghambat hidup manusia namun memperkembangkan manusia.
Sering orang melihat hukum sebagai kekang, hukum sebagai penghambat, hukum sebagai penghalang kebebasan, namun apakah demikian? Sama sekali tidak, hukum justru menjamin kebebasan dan kepenuhan hak dan kewajiban setiap individu agar terjamin dan tidak terganggu oleh kepentingan dan kebebasan orang lain yang sama-sama bebasnya.
Yesus menyatakan itu karena pertanyaan soal Hukum Taurat, namun Yesus juga menghendaki lebih jauh bahwa kita bukan hidup demi hukum namun hukum dibuat untuk manusia. Hukum Taurat menjamin tertib hukum kehidupan bersama. Namun tidak cukup bahwa hidup sesuai hukum itu bisa menjamin keselamatan jika tidak melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari, seperti keadilan, kebenaran, dan kasih sayang.

Sering legalitas buta mengalahkan kebenaran dan cenderung legalis dan prosedural. Kita sering menyaksikan koruptor, para bandit demokrasi bersembunyi atas kejahatannya di dalam hukum yang masih bisa dibeli, atau di balik prosedur, namun abai akan kebenaran dan keadilan. Inilah yang dikritik Tuhan. Hidup kita tidak cukup hanya taat hukum, namun juga berkualitas, mengawal kebenaran dan keadilan selain hukum yang ada. BD.eLeSHa.