Rabu, 22 Maret 2017

Mengampuni dengan Segenap Hati

Selasa Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Dan. 3:23,34-43
Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9
Mat. 18:21-35



Dan. 3:23,34-43

3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!
3:34 Janganlah kami Kautolak selamanya demi nama-Mu, dan janganlah Kaubatalkan perjanjian-Mu;
3:35 janganlah Kautarik kembali dari pada kami belas kasihan-Mu demi Abraham, kekasih-Mu, demi Ishak, hamba-Mu dan demi Israel, orang suci-Mu,
3:36 yang kepadanya telah Kaujanjikan untuk memperbanyak keturunan mereka laksana bintang-bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.
3:37 Ya Tuhan, jumlah kami telah menjadi lebih kecil dari jumlah sekalian bangsa, dan sekarang kamipun dianggap rendah di seluruh bumi oleh karena segala dosa kami.
3:38 Dewasa inipun tidak ada pemuka, nabi atau penguasa, tiada korban bakaran atau korban sembelihan, korban sajian atau ukupan; tidak pula ada tempat untuk mempersembahkan buah bungaran kepada-Mu dan mendapat belas kasihan.
3:39 Tetapi semoga kami diterima baik, karena jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah, seolah-olah kami datang membawa korban-korban bakaran domba dan lembu serta ribuan anak domba tambun.
3:40 Demikianlah hendaknya korban kami di hadapan-Mu pada hari ini berkenan seluruhnya kepada-Mu. Sebab tidak dikecewakanlah mereka yang percaya pada-Mu.
3:41 Kini kami mengikuti Engkau dengan segenap jiwa dan dengan takut kepada-Mu, dan wajah-Mu kami cari. Janganlah kami Kaupermalukan,
3:42 melainkan perlakukankanlah kami sesuai dengan kemurahan-Mu dan menurut besarnya belas kasihan-Mu.
3:43 Lepaskanlah kami sesuai dengan perbuatan-Mu yang ajaib, dan nyatakanlah kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan.


Mat. 18:21-35

18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."




Mengampuni dengan Segenap Hati

Saudara terkasih, kita sering mudah mengatakan maaf, atau aku tidak mengingat lagi apa yang sudah terjadi, namun apakah demikian? Kenyataan itu hanya ada di mulut, tidak dari hati yang paling dalam. Beberapa hal bisa membuktikan itu. Ingat bagaimana atau lebih mudah mana antara maaf atau sori? Padahal sama namun mengucapkan permintaan maaf sangat berat. Ini karena kita masih enggan. Atau mengapa masih diungkit ketika ada masalah, padahal jelas-jelas berbeda masalah dan konteksnya.
Tuhan hari ini mengajak kita mengampuni hingga 70 kali tujuh kali, artinya tidak terbatas bukan semata 490 dan usai, tidak demikian. Pengampunan itu terus menerus karena kita pun sudah memperoleh pengampunan terlebih dahulu. Ada perimbangan dan keadilan. Mengapa demikian?
Kita cenderung meminta dan tidak pernah mau memberi. Ingat bagaimana pengampunan yang kita terima perlu juga kita berikan kepada sesama kita. Sifat manusiawi kita yang ingin Tuhan ubah agar semakin seperti Bapa di surga sempurna.

Mengampuni bukan semata dengan kata namun dari hati, salah satu yang pasti tidak mengingat lagi apalagi menjadi bahan membalaskan dendam dan mengungkit juga ada persoalan. Mengampuni berarti tidak lagi ada yang disimpan, bukan semata melupakan, namun sudah tidak ada lagi yang menjadi bagian hidup kita. Semua sudah lewat dan tidak penting lagi. Mengampuni juga melepaskan beban hidup kita yang tidak berguna, seperti membawa-bawa sampah di dalam hati kita. BD.eLeSHa.

Santo Yusuf, Sang Teladan

HR. S. YUSUF, SUAMI SP MARIA (P)
2 Sam. 7:4-5,12-14,16
Mzm. 89:2-3,4-5,27,29
Rm. 4:13,16-18,22
Mat. 1:16,18-21,24



2 Sam. 7:4-5,12-14,16

7:4 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:
7:5 "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami
7:12 Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
7:13 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.
7:16 Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.


Rm. 4:13,16-18,22

4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman
4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, --
4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.
4:22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.


Mat. 1:16,18-21,24

1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus
1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya

  

Santo Yusuf, Sang Teladan

Hari ini  kita Gereja katolik merayakan Hari Raya S. Yusuf, seorang teladan luar biasa dalam Karya Keselamatan Allah. peran pribadi di balik layar yang mendukung kehadiran Yesus di dunia ini. Memang tidak banyak laporan Kitab Suci mengenai pribadinya. Namun dari kisah yang ada kita dapat belajar beberapa hal. Pertama, sosok tulus. Bagaimana ia mengambil Maria sebagai istri sedangkan Maria sedang mengandung. Bukan hal mudah berkaitan dengan keadaan waktu itu. Namun ia menjalaninya dengan tegar dan tulus hati.
Kedua, rendah hati. Ia menjalani semuanya dengan kerendahan hati sebagai hamba Allah yang melakukan apapun yang Tuhan kehendaki, hal ini patut kita contoh sehingga bisa menjadi pribadi yang rendah hati dan menjalankan tugas perutusan dari Tuhan semata.
Ketiga, tanggung jawab, bagaimana ia mendampingi Ibu Maria ketika mau bersalin sedangkan keadaan semua penginapan penuh, di kota lain, dan tentunya bekal yang terbatas. Ia mendampingi dengan setia, dan masih diulang ketika diperintahkan mengungsi ke Mesir. Bukan perjalanan mudah sebenarnya, namun ia jalani dengan tanggung jawab. Hidup di tanah asing sekian lama, kemudian balik lagi.
Keempat, tokoh balik layar, sangat kontekstual di mana era teknologi ini orang gemar akan tampilan, status di medsos, namun ia menjalani di balik layar. Tidak menonjol, bahkan kalah oleh Petrus yang lemah atau Yudas Iskariot yang penuh gejolak politis itu. Semua dijalani dengan suka cita.

Kiranya teladan Santo Yusuf bisa menjadi cermin bagi kehidupan kita sehari-hari, menjalankan perutusan masing-masing dengan penuh tanggung jawab, kerendahanhati, dan tidak perlu menonjolkan diri secara berlebih-lebihan.BD.eLeSHa.

Minggu, 19 Maret 2017

Air Hidup

HARI MINGGU PRAPASKAH III (U)
Kel. 17:3-7
Mzm. 95:1-2, 6-7,8-9
Rm. 5:1-2,5-8
Yoh. 4:5-42



Kel. 17:3-7

17:3 Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?"
17:4 Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku dengan batu!"
17:5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel; bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil dan pergilah.
17:6 Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb; haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air, sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan mata tua-tua Israel.
17:7 Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak.


Rm. 5:1-2,5-8

5:1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus.
5:2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar -- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati --.
5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Yoh. 4:5-42

4:5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf.
4:6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
4:7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: "Berilah Aku minum."
4:8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
4:10 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup."
4:11 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?
4:12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?"
4:13 Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."
4:19 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi.
4:20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah."
4:21 Kata Yesus kepadanya: "Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
4:22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
4:25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: "Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami."
4:26 Kata Yesus kepadanya: "Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau."
4:27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorang pun yang berkata: "Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?"
4:28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
4:29 "Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
4:30 Maka mereka pun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
4:31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: "Rabi, makanlah."
4:32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal."
4:33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: "Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?"
4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.
4:35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai.
4:36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.
4:37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai.
4:38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka."
4:39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."
4:40 Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Ia pun tinggal di situ dua hari lamanya.
4:41 Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya,
4:42 dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."



Air Hidup

Saudara terkasih, hari ini, Minggu Prapaskah III kita diajak untuk merenungkan mengenai air, dan puncaknya adalah Air Hidup yaitu Yesus sendiri. Air sebagai bentuk fisik cairan yang sangat penting untuk kehidupan sebagaimana bacaan pertama. Pada bacaan Injil kita diajak untuk semakin mendalam dan mengartikan lebih jauh bahwa air itu bukan yang bisa membut haus lagi.
Dalam bacaan ini, kita diajak untuk melihat bagaimana Tuhan yang memberikan tawaran, sapaan, inisiatif, dan menarik umat, dalam hal ini kita, sebagi pengikut-Nya. Dalam konteks bacaan adalah perempuan Samaria. Allah-lah yang hadir, menyapa, dan memberikan tawaran kepada kita.
Kedua, siapapun bisa dipakai Tuhan untuk mewartakan keselamatan. Kita bisa melihat, siapa perempuan itu, bukan Tuhan tidak tahu, siapa dia, namun Tuhan menggunakan siapapun untuk karya-Nya. Tuhan tidak memanggil orang yang sempurna, namun orang yang mau dan bersedia.
Ketiga, orang harus sampai kepada Air Hidup itu, bagaimana mereka menjadi percaya karena mereka sudah sampai kepada Yesus. Perjalanan kita, peziarahan hidup kita adalah menuju kepada-Nya. Lainnya adalah sarana, alat, dan jalan saja yang utama adalah DIA.
Keempat, tanpa Air Hidup kita hidup di dalam kekeringan. Bisa dibayangkan bagaimana ketika kekurangan air, mudah terbakar, bisa terbakar emosi, kemarahan, terbakar api cemburu, iri dengki, dan sejenisnya. Kehausan, haus akan perhatian, kasih sayang, nama diri, yang membuat kita selalu mencari dan mencari serta abai akan rasa syukur. Kekeringan juga membuat kita mudah lelah, mudah menyerah pada keadaan dan kondisi yang tidak kita harapkan.
Apa yang perlu kita lakukan adalah menimba Air Hidup dari sumbernya sendiri yaitu Dia yang telah memilih kita. Kita patut berbahagia memiliki DIA yang menyediakan semuanya.BD eLeSHa



Senin, 23 Januari 2017

Menghujat Roh Kudus, Dosa Tak terampuni

Senin Pekan Biasa III (H)
Ibr. 9:15,23-28
Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6
Mrk. 3:22-30


Ibr. 9:15,23-28

9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama.
9:23 Jadi segala sesuatu yang melambangkan apa yang ada di sorga haruslah ditahirkan secara demikian, tetapi benda-benda sorgawi sendiri oleh persembahan-persembahan yang lebih baik dari pada itu.
9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.
9:25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.
9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.
9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.



Mrk. 3:22-30

3:22 Dan ahli-ahli Taurat yang datang dari Yerusalem berkata: "Ia kerasukan Beelzebul," dan: "Dengan penghulu setan Ia mengusir setan."
3:23 Yesus memanggil mereka, lalu berkata kepada mereka dalam perumpamaan: "Bagaimana Iblis dapat mengusir Iblis?
3:24 Kalau suatu kerajaan terpecah-pecah, kerajaan itu tidak dapat bertahan,
3:25 dan jika suatu rumah tangga terpecah-pecah, rumah tangga itu tidak dapat bertahan.
3:26 Demikianlah juga kalau Iblis berontak melawan dirinya sendiri dan kalau ia terbagi-bagi, ia tidak dapat bertahan, melainkan sudahlah tiba kesudahannya.
3:27 Tetapi tidak seorang pun dapat memasuki rumah seorang yang kuat untuk merampas harta bendanya apabila tidak diikatnya dahulu orang kuat itu. Sesudah itu barulah dapat ia merampok rumah itu.
3:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan.
3:29 Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal."
3:30 Ia berkata demikian karena mereka katakan bahwa Ia kerasukan roh jahat.



Menghujat Roh Kudus, Dosa Tak terampuni

Saudara terkasih, apa yang dikatakan orang Farisi, bahwa Yesus kerasukan dan menggunakan kuasa setan untuk mengusir setan sudah sangat keterlaluan. Pertama, Yesus mengusir jelas tidak dengan kuasa setan, sebagaimana IA menjelaskan kepada para murid, di mana keluarga yang saling bertikai tentu akan hancur, demikian juga jika setan mengusir setan, tentu kuasa jahat memperlemah mereka sendiri. Kedua, akibat dari apa yang mereka lakukan adalah,mereka sekaligus menghujat Allah yang berkarya dalam diri Yesus. Roh Kudus yang dinyatakan sebagai setan yang berkuasa.
Mereka, orang Farisi tentu ssangat tahu dan paham bahwa menghujat YHW atau Tuhan merupaan tindakan paling keji dan akan segera mendapatkan balasannya. Dan mereka kali ini melakukan perbuatan tersebut. Lebih jauh akan tuduhan ini ialah, penolakan mereka akan karya keselamatan yang hadir di dalam Yesus. Mereka menolak tawaran kasih keselamatan yang akan membebaskan mereka.

Saudara terkasih, kita pun sering salah dalam memaahami dan mengenali gerak Roh, dan kalau tidak hati-hati kita malah menolak Roh Kudus dan bersekutu dan berjalan bersama roh jahat. Di dalam DIA kita tidak akan salah dalam melihat bagaimana gerak Roh itu bekerja. Ciri Roh Baik itu akan memberikan kejelasan. Memberikan ketenangan dan kedamaian sejati, bukan ragu-ragu, dan tidak mengenal batasan waktu. Jika kita bahagia, optimis hanya ekejab, yakinilah bahwa itu karya setan yang hendak menyesatkan kita.BD.eLeSHa.  

Minggu, 22 Januari 2017

Bertobat itu Hidup

HARI MINGGU PEKAN BIASA III (H)
Yes. 8:23b-9:3
Mzm. 27:,4,13-14
1 Kor. 1:10-13,17
Mat. 4:12-23




Yes. 8:23b-9:3

8:23b Kalau dahulu TUHAN merendahkan tanah Zebulon dan tanah Naftali, maka di kemudian hari Ia akan memuliakan jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, wilayah bangsa-bangsa lain.
9:1 Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
9:2 Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.
9:3 Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian.


1 Kor. 1:10-13,17

1:10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.
1:11 Sebab, saudara-saudaraku, aku telah diberitahukan oleh orang-orang dari keluarga Kloë tentang kamu, bahwa ada perselisihan di antara kamu.
1:12 Yang aku maksudkan ialah, bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus.
1:13 Adakah Kristus terbagi-bagi? Adakah Paulus disalibkan karena kamu? Atau adakah kamu dibaptis dalam nama Paulus.
1:17 Sebab Kristus mengutus aku bukan untuk membaptis, tetapi untuk memberitakan Injil; dan itu pun bukan dengan hikmat perkataan, supaya salib Kristus jangan menjadi sia-sia.

Mat. 4:12-23

4:12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
4:13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
4:14 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain, --
4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
4:18 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
4:19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
4:20 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
4:21 Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
4:22 dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
4:23 Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.




Bertobat itu Hidup

Saudara terkasih, apa yang Tuhan kehendaki untuk kita renungkan adalah soal pertobatan. Bertobat itu adalah kehidupan. Tetap mempertahankan hidup dan hidup dengan kelimpahan. Apa yang Tuhan kehendaki ialah kita bertobat dan di dalam pertobatan itu mengandung keadaan yang lebih baik.
Bertobatlah sebab kerajaan surga sudah dekat. Dan pada akhir bacaan hari ini dikatakan  para rasul bertugas untuk melenyapkan penyakit dan kelemahan di antara segala bangsa. Masuk kerajaan surga dalam kondisi, keadaan, dan posisi yang baik dan sempurna. Apapun yang orang tampilkan, misalnya ada sakit, ada kelemahan disembuhkan, dikuatkan, dan diselesaikan oleh para murid.
Saudara terkasih, selain pertobatan itu adalah kehidupan, bacaan ini juga mengajak kita merenungkan bahwa keselamatan itu bagi semua bangsa. Bacaan pertama menegaskan bacaan Injil, di mana Tuhan Yesus pada awal mengambil seruan yang sama dengan Yohanes Pembaptis mengenai pertoabatan karena kerajaan surga sudah dekat, pada sisi lain juga mengambil apa yang Yesaya katakan, bahwa keselamatan itu berciri universal. Tentu saja hal ini sangat sedang sangat kontekstual, di mana agama dipolitisasi, diklaim sana-sini sebagai milik golongan dan kelompok sendiri-sendiri. Apa yang perlu kita lakukan bagi kelompok, organisasi yang menglaim Tuhan sebagian adalah mendoakan dan kalau bisa memang menjelaskan. Memang tidak akan mudah karena ini berkaitan dengan kemampuan, pola pikir, dan budaya. Satu yang jelas adalah memahami dan bukan memaksakan kehendak untuk mendengarkan apa yang kita yakini. Jika demikian kita akan malah menimbulkan kekacauan, dan itu tidak menjawab persoalan pertobatan yang berkaitan dengan hidup yang lebih baik.
Kita patut berbahagia dan bersyukur memiliki iman Katolik yang memiliki pola pikir terbuka. Hal ini karena inspirasi Roh Kudus yang menerangi Gereja sehingga kita mampu melihat kasih-Nya yang tidak terbatas itu. BD.eLeSHa.



Sabtu, 21 Januari 2017

Santa Agnes, Perawan dan Martir

Pw. S. Agnes, PrwMrt (M)
Ibr. 9:2-3,11-14
Mzm. 47:2-3,6-7,8-9
Mrk. 3:20-21



Ibr. 9:2-3,11-14

9:2 Sebab ada dipersiapkan suatu kemah, yaitu bagian yang paling depan dan di situ terdapat kaki dian dan meja dengan roti sajian. Bagian ini disebut tempat yang kudus.
 9:3 Di belakang tirai yang kedua terdapat suatu kemah lagi yang disebut tempat yang maha kudus
9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup



Mrk. 3:20-21

3:20 Kemudian Yesus masuk ke sebuah rumah. Maka datanglah orang banyak berkerumun pula, sehingga makan pun mereka tidak dapat.
3:21 Waktu kaum keluarga-Nya mendengar hal itu, mereka datang hendak mengambil Dia, sebab kata mereka Ia tidak waras lagi



Santa Agnes, Perawan dan Martir

Agnes hidup tahun 291-304. Ia terkenal sangat cantik dan simpatik. Tidaklah mengherankan bila banyak pemuda yang jatuh hati padanya dan bertekad mengawininya. Tetapi apa yang dialami pemuda  pemuda itu? Mereka menyesal, kecewa bahkan marah karena lamaran mereka ditolak. Agnes, gadis rupawan itu berkaul tidak mau menikah karena ia telah berjanji untuk tetap perawan dan setia kepada Kristus yang mencintainya. Pemuda  pemuda frustasi itu melaporkan Agnes kepada pengadilan Romawi dengan mengungkapkan identitasnya sebagai seorang penganut agama Kristen yang taat.
Dihadapan pengadilan Romawi, Agnes diuji, ditakut  takuti bahkan dituduh menjalani kehidupan sebagai seorang pelacur. Ia diancam dengan hukuman mati dan dipaksa membawakan kurban kepada dewa dewa kafir Romawi. Tetapi Agnes tidak gentar sedikitpun menghadapi semua ancaman dan siksaan itu. Ia dengan gagah berani menolak segala tuduhan atas dirinya dan mempertahankan kemurnianya. Belenggu yang dikenakan pada tangannya terlepas dengan sendirinya. Bagi dia Kristus adalah segala-galanya. Dia yakin Kristus menyertainya dan tetap menjaga dirinya dari segala siksaan atas dirinya.
Akhirnya tiada jalan lain untuk menaklukkan Agnes selain membunuh dia dengan pedang. Kepalanya dipenggal setelah dia berdoa kepada Yesus, mempelainya. jenazahnya di kebumikan di jalan Nomentana. Kemudian diatas kuburnya didirikan sebuah gereja untuk menghormatinya. 
Agnes dilukiskan sedang mendekap seekor anak domba (Agnus), lambang kemurnian, memegang daun palem sebagai lambang keberanian. Pada hari pestanya setiap tahun, dua ekor anak domba disembelih di Gereja santa Agnes di jalan Nomentana. Bulu domba itu dikirim kepada Sri Paus untuk diberkati dan dipakai untuk membuat hiasan atau mantel. Hiasan dan mantel itu kemudian dikembalikan kepada Uskup Agung dari Gereja itu untuk dipakai sebagai simbol kekuasaannya.BD.
eLeSHa


Sumber: Imankatolik. org

Jumat, 20 Januari 2017

Panggilan Para Murid

Jumat Pekan Biasa II
Ibr. 8:6-13
Mzm. 85:8,10-11,13-14
Mrk. 3:13-19


Ibr. 8:6-13

8:6 Tetapi sekarang Ia telah mendapat suatu pelayanan yang jauh lebih agung, karena Ia menjadi Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi.
8:7 Sebab, sekiranya perjanjian yang pertama itu tidak bercacat, tidak akan dicari lagi tempat untuk yang kedua.
8:8 Sebab Ia menegor mereka ketika Ia berkata: "Sesungguhnya, akan datang waktunya," demikianlah firman Tuhan, "Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan dengan kaum Yehuda,
8:9 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka, pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir. Sebab mereka tidak setia kepada perjanjian-Ku, dan Aku menolak mereka," demikian firman Tuhan.
8:10 "Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
8:11 Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku.
8:12 Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."
8:13 Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.


Mrk. 3:13-19

3:13 Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendaki-Nya dan mereka pun datang kepada-Nya.
3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil
3:15 dan diberi-Nya kuasa untuk mengusir setan.
3:16 Kedua belas orang yang ditetapkan-Nya itu ialah: Simon, yang diberi-Nya nama Petrus,
3:17 Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi-Nya nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh,
3:18 selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot,
3:19 dan Yudas Iskariot, yang mengkhianati Dia.



Panggilan Para Murid

Saudara terkasih hari ini kita diajak untuk merenungkan panggilan para rasul atau murid untuk yang pertama. Panggilan yang dilakukan dan diajak untuk menyertai DIA, memberitakan Injil, dan kuasa untuk mengusir setan.
Apa yang Tuhan kehendaki ialah para murid menyertai DIA, menyertai ke manapun Tuhan berkeliling dari desa ke desa dalam konteks panggilan awal. Dari sana para murid belajar langsung apa yang dilakukan dan diajarkan Tuhan. Bahasa kekinian berarti bahwa para murid belajar sambiil melakukan. Mengikuti bukan semata-mata untuk ikut tanpa maksud, namun untuk belajar dan melakukan apa yang Tuhan lakukan.
Usai belajar, cukup bekal dan pengetahuan, tahu dengan baik apa yang menjadi perutusan Tuhan, mereka diutus untuk memberitakan Injil. Esensi Injil adalah khabar gembira. Tuhan dan perutusan-Nya di mana keselamatan itu menjadi nyata dengan kehadiran dan kebersamaan Yesus bagi semua orang yang mau mendengarkan-Nya.
Mengusir setan sebagai kuasa yang diberikan kepada mereka, apa artinya? Bahwa mereka memiliki kuasa mengusir setan. Setan sebagai pihak yang menghambat kehadiran Tuhan dalam hati manusia, pengenalan akan DIA dan karya-Nya karena kuasa setan bisa para murid singkirkan.
Saudara terkasih, apa yang para rasul, para murid  yang pertama, dan apa yang kita lakukan hari ini sejatinya sama atau identik. Kita juga memiliki tugas yang sama, di mana kita ikut DIA dalam arti bahwa kita bukan mengikuti Yesus berkeliling secara fisik, namun mengikuti-Nya dalam rupa pasrah, mengikatkan diri kepada-Nya, dan selalu berpegang pada kehendak-Nya saja.
Memberitakan Injil tentu saja menjadi tugas pokok kita. Bagaimana dalam hidup kita sehari-hari merupakan cerminana Injil yang kita wartakan. Dalam seluruh aspek hidup kita adalah pewartaan Injil. Kerja, aktivitas, pola pikir, dan hidup sehari-hari seluruhnya medan pewartaan kita. Inilah yang menjadi tugas kita. Dari tengah dunia namun tidak ikut arus dunia.

Mengusir setan, bagaimana setan itu bisa bersalin rupa, salah satunya bagaimana informasi yang bisa saja berganti antara mana yang benar dan mana yang seolah-olah benar. Di sinilah peran para pengikut Yesus agar tidak ikut menebarkan kebohongan, kebencian, dan permusuhan sebagaimana setan lakukan dan aktivitas utama mereka. BD. eLeSHa.