Rabu, 21 September 2016

Mateus

Pesta S. Mateus, RasPenInj (M)
Ef. 4:1-7,11-13
Mzm. 19:2-3,4-5
Mat. 9:9-13



Ef. 4:1-7,11-13

4:1 Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu.
4:2 Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu.
4:3 Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera:
4:4 satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu,
4:5 satu Tuhan, satu iman, satu baptisan,
4:6 satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua.
4:7 Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus.
4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,
4:13 sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus


Mat. 9:9-13

9:9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
9:10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
9:11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
9:12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."



Mateus

Saudara terkasih, hari ini kita merayakan Pesta Santo Mateus. Mateus sebagai penulis Injil mengisahkan dirinya dalam bacaan kita hari ini. Pemungut cukai yang mendapatkan panggilan Yesus dan tanpa ada penolakan sama sekali atau apalagi menunda akan panggilan Tuhan tersebut. Bukan hanya mau ikut Tuhan bahkan ia mengundang Yesus untuk makan di rumahnya.
Persitiwa makan ini menjadi sarana untuk mewartakan karya Yesus, yaitu untuk menyelamatkan orang berdosa. Apa yang Tuhan kehendaki bukan persembahan namun adalah belas kasihan. Kita sering melakukan banyak memberikan persembahan, menyumbang banyak aksi sosial, namun sering pula melakukan kekerasan dan menyiksa asisten rumah tangganya. Pimpinan biara yang kejam dan tega kepada para pegawai di yayasannya, sedangkan kalau berkotbah sangat berapi-api untuk menyatakan khabar gembira. Bagaimana mereka berbelaskasihan ketika mereka menggaji karyawan dan pegawainya atas nama pengabdian? Yesus mengatakan bahwa Ia datang untuk menyelamatkan orang berdosa bukan orang baik. Bagaimana orang baik itu tidak perlu untuk mendapatkan bantuan dan penyelamatan.
Mateus merupakan contoh bahwa orang berdosa yang mendapatkan kasih karunia dari Tuhan untuk merasakan keselamatan, ada tanggapan dan sikap timbal balik untuk menerima tawaran kasih-Nya. Tanggapan baik dan responsif dari Mateus untuk mendengarkan tawaran Tuhan Allah. Inilah sikap yang Tuhan kehendaki dari kita jika mendengar kehendak dan panggilan Tuhan. BD.eLeSHa.



Keluarga Yesus


Pw. S. Andreas Kim taegon, Im dan Paulus Chong Ha-Sang dkkMrt, Korea (M)
Ams. 21:1-6.10-13
Mzm. 119:1,27,30,34,44
Luk. 8:19-21


Ams. 21:1-6.10-13

21:1 Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini.
21:2 Setiap jalan orang adalah lurus menurut pandangannya sendiri, tetapi TUHANlah yang menguji hati.
21:3 Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN dari pada korban.
21:4 Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa.
21:5 Rancangan orang rajin semata-mata mendatangkan kelimpahan, tetapi setiap orang yang tergesa-gesa hanya akan mengalami kekurangan.
21:6 Memperoleh harta benda dengan lidah dusta adalah kesia-siaan yang lenyap dari orang yang mencari maut.
21:10 Hati orang fasik mengingini kejahatan dan ia tidak menaruh belas kasihan kepada sesamanya.
21:11 Jikalau si pencemooh dihukum, orang yang tak berpengalaman menjadi bijak, dan jikalau orang bijak diberi pengajaran, ia akan beroleh pengetahuan.
21:12 Yang Mahaadil memperhatikan rumah orang fasik, dan menjerumuskan orang fasik ke dalam kecelakaan.
21:13 Siapa menutup telinganya bagi jeritan orang lemah, tidak akan menerima jawaban, kalau ia sendiri berseru-seru.

Luk. 8:19-21

8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
8:20 Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau."
8:21 Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."
8:19 Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak.
8:20 Orang memberitahukan kepada-Nya: "Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau."
8:21 Tetapi Ia menjawab mereka: "Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya."


Keluarga Yesus

Yesus bergaul dengan berbagai golongan dan lapisan masyarakat. Kali ini keluarga-Nya datang di antara murid dan para pendengar. Siapa yang mendengarkan sabda Tuhan dan melaksanakan adalah model keluarga Yesus.
Keluarga itu yang mau mendengarkan dan melakukan sabda Tuhan di dalam hidupnya. Keluarga dalam ranah rohani dan spiritualitas, bukan semata dalam kaitan darah, sebagaimana kisah dalam Injil Sinoptik. Berbeda dengan kisah Sinoptik yang memberikan pembedaan antara keluarga dalam kaitan darah dan biologis dengan spiritualitas.
Mendengarkan bukan semata mendengar, di mana sepenuh hati untuk tahu apa kehendak Tuhan. Di sinilah beda dengan semata menggunakan telinga untuk mendengar. Di lanjutkan dengan melakukan kehendak-Nya bukan hanya mendengarkan semata, namun melakukannya. Bukan hanya mendengar dan berhenti namun juga melakukannya. Menghidupi di dalam hidup sehari-hari.

Hari ini kita merayakan bagaimana Martir Korea yang menumpahkan darah untuk membela iman akan Tuhan. Darah yang tertumpah untuk kesaksian iman dan keberanian berkorban. Saudara terkasih, inilah keluarga yang mau berkorban dan menyerahkan nyawanya untuk kebahagiaan yang dicintai dan dikasihi. Melaksakan sabda Tuhan dalam hidup mereka. Melakukan bukan hanya merenungkan atau mendengar saja. Berkorban dan menumpahkan darah mereka. BD.eLeSHa.

Senin, 19 September 2016

Perumpamaan tentang Pelita

Senin Biasa Pekan XXV (H)
Ams. 3:27-34
Mzm. 15:2-3ab,3cd-4ab,5
Luk. 8:16-18


Ams. 3:27-34

3:27 Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya.
3:28 Janganlah engkau berkata kepada sesamamu: "Pergilah dan kembalilah, besok akan kuberi," sedangkan yang diminta ada padamu.
3:29 Janganlah merencanakan kejahatan terhadap sesamamu, sedangkan tanpa curiga ia tinggal bersama-sama dengan engkau.
3:30 Janganlah bertengkar tidak semena-mena dengan seseorang, jikalau ia tidak berbuat jahat kepadamu.
3:31 Janganlah iri hati kepada orang yang melakukan kelaliman, dan janganlah memilih satu pun dari jalannya,
3:32 karena orang yang sesat adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi dengan orang jujur Ia bergaul erat.
3:33 Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.
3:34 Apabila Ia menghadapi pencemooh, maka Ia pun mencemooh, tetapi orang yang rendah hati dikasihani-Nya.


Luk. 8:16-18

8:16 "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya.
8:17 Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan.
8:18 Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya."




Perumpamaan tentang Pelita


Saudara terkasih, bacaan hari ini masih berkaitan dengan yang lalu di mana pengajaran Yesus masih belum ditangkap, Ia gunakan perumpaan yang baru. Ia mengajar itu pada posisi yang tinggi agar bisa diihat dan dimengerti. Pesannya bukan lewat begitu saja.
Kedatangannya untuk memberitahukan bukan untuk justru menghalangi atau menutupi. Apa yang Ia ajarkan sebenarnya telah mereka mengerti yaitu Kerajaan Allah.
Pernyataan ketiga, mengenai cara mendengar. Bagaimana Yesus memahami bahwa mereka bisa memahami dengan berbagai cara. Sebuah perumpamaan kepada orang yang berbicara banyak dan mendengar banyak. Artinya bahwa  bagi mereka yang mau menggunakan dan melibatkan pemikiran dan pengertiannya dalam memahamo kata-kata Yesus.
Saudara terkasih Tuhan Allah menghendaki kita menggunakan seluruh akal budi  kita untuk mengerti, memahami, dan menerapkan sabda-Nya dalam hidup sehari-hari. Dalam terang Roh Kudus kita diajak untuk mendengarkannya bukan hanya telinga namun dengan hati di dalam memahaminya. BD.eLeSHa.

Hari ini juga bagi keluarga besar MSF merayakan Hari Raya Bunda Maria Lasalette, Pelindnung Kongregasi

Selamat kepada keluarga besar MSF di manapun berada. 

Minggu, 18 September 2016

Standart Ganda

HARI RAYA MINGGU KE XXV (H)
Am. 8:4-7
Mzm. 113:1-2,4-6,7-8
1 Tim. 2:1-8
Luk. 16:1-13



Am. 8:4-7

8:4 "Hai para pria, kepadamulah aku berseru, kepada anak-anak manusia kutujukan suaraku.
8:5 Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan, hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu.
8:6 Dengarlah, karena aku akan mengatakan perkara-perkara yang dalam dan akan membuka bibirku tentang perkara-perkara yang tepat.
8:7 Karena lidahku mengatakan kebenaran, dan kefasikan adalah kekejian bagi bibirku.


1 Tim. 2:1-8

2:1 Pertama-tama aku menasihatkan: Naikkanlah permohonan, doa syafaat dan ucapan syukur untuk semua orang,
2:2 untuk raja-raja dan untuk semua pembesar, agar kita dapat hidup tenang dan tenteram dalam segala kesalehan dan kehormatan.
2:3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita,
2:4 yang menghendaki supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.
2:5 Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
2:6 yang telah menyerahkan diri-Nya sebagai tebusan bagi semua manusia: itu kesaksian pada waktu yang ditentukan.
2:7 Untuk kesaksian itulah aku telah ditetapkan sebagai pemberita dan rasul -- yang kukatakan ini benar, aku tidak berdusta -- dan sebagai pengajar orang-orang bukan Yahudi, dalam iman dan kebenaran.
2:8 Oleh karena itu aku ingin, supaya di mana-mana orang laki-laki berdoa dengan menadahkan tangan yang suci, tanpa marah dan tanpa perselisihan.


Luk. 16:1-13

16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.
16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."



Standart Ganda

Saudara terkasih kemarin kita tercengang mendengar seorang pejabat tinggi negara, level elit, pimpinan lagi ditangkap aparat penegak  hukum karena sedang menerima uang suap. Lebih memedihkan lagi nilai korupsinya jauh dari nilai jabatannya. Entah sedang apa bangsa ini sehingga bisa demikian. apa yang terjadi ini ternyata ribuan tahun lalu juga terjadi. Yesus mengisahkan dalam sabda-Nya yang sama.
Mengabdi pada dua tuan, mendua, standart ganda, dan model seperti ini ternyata menjadi gaya hidup yang tidak hanya pejabat tinggi negara, hingga paling bawah pun biasa menjalani laku ini. Paling banyak adalah orang yang mencari untung sendiri dan enaknya sendiri. Soal orang lain menderita, tersakiti, tidak menjadi perhatian. Kita bisa menyaksikan banyak hal, dari keluarga, lingkungan kita, hingga di puncak pimpinan bernegara ada.
Tidak mungkin kita bisa mengabdi jika kita masih saja mendua, bahkan mentiga dan selanjutnya. Tidak jarang kita bekerja, beribadah, atau melakukan aktivitas yang lain masih juga asyik memandang layar hape kita. Ini sudah menggejaa di banyak Gereja, bahkan antri komuni pun bisa-bisanya telpon. Memangnya semendesak apa sih telponnya? Atau demi membuka status medsos yang maaf sering remeh itu harus membahayakan orang lain di jalanan.
Kesetiaan kita dilihat dari yang kecil-kecil. Bagaimana sikap kita bertanggung jawab, menjalankan tugas kita, atau memegang apa yang menjadi tugasnya dengan baik. Di sinilah kita dinilai pribadi kita. BD.eLeSHa.


Sabtu, 17 September 2016

Perumpamaan tentang Penabur

Sabtu Biasa Pekan XXIV (H)
1 Kor. 15:37-39, 42-49
Mzm. 56:10,11,-12,13-14
Luk. 8:4-15



1 Kor. 15:37-39, 42-49

15:37 Dan yang engkau taburkan bukanlah tubuh tanaman yang akan tumbuh, tetapi biji yang tidak berkulit, umpamanya biji gandum atau biji lain.
15:38 Tetapi Allah memberikan kepadanya suatu tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya: Ia memberikan kepada tiap-tiap biji tubuhnya sendiri.
15:39 Bukan semua daging sama: daging manusia lain dari pada daging binatang, lain dari pada daging burung, lain dari pada daging ikan.
15:42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
15:43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
15:44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
15:45 Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
15:46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
15:47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
15:48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
15:49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Luk. 8:4-15

8:4 Ketika orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan:
8:5 "Adalah seorang penabur keluar untuk menaburkan benihnya. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu diinjak orang dan burung-burung di udara memakannya sampai habis.
8:6 Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, dan setelah tumbuh ia menjadi kering karena tidak mendapat air.
8:7 Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, dan semak itu tumbuh bersama-sama dan menghimpitnya sampai mati.
8:8 Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat." Setelah berkata demikian Yesus berseru: "Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
8:9 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.
8:10 Lalu Ia menjawab: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang lain hal itu diberitakan dalam perumpamaan, supaya sekalipun memandang, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mengerti.
8:11 Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.
8:12 Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah mendengarnya; kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan diselamatkan.
8:13 Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira, tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja dan dalam masa pencobaan mereka murtad.
8:14 Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga mereka tidak menghasilkan buah yang matang.
8:15 Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."



Perumpamaan tentang Penabur

Saudara terkasih, perumpamaan digunakan untuk memberikan pengajaran, dengan pendengar yang bersungguh-sungguh. Mengapa harus bersungguh-sungguh? Perumpamaan diberikan dengan mmeberikan gambaran tidak secara langsung, mereka harus memperhatikan dan kemudian menerjemahkan, berbeda dengan indoktrinasi yang harus disampaikan dengan lugas, tegas, dan singkat.
Di dalam perumpamaan tentang penabur ini ternyata benar mereka bingung menghadapi pengajaran Yesus. Tidak heran kalau mereka bingung dan memerlukan penjelasan secara lebih jauh oleh Yesus. Bisa pula orang masih bertanya-tanya apakah pemahaman tersebut sama dengan apa yang dimaui oleh pengajar dalam hal ini Yesus.
Yesus memberikan peluang penafsiran bagaimana mereka hendak memahami pengajaran-Nya. Sabda Tuhan yang menyatakan, barangsiapa memiliki telinga, hendaklah mendengarkan. Pesan yang disampaikan menggunakan perumpamaan dunia agraris. Sebagian besar pendengar memang hidup dalam dunia agraris.
Saudara terkasih, apa yang disampaikan Yesus adalah sabda Tuhan, sebagai benih tersebut. Apa yang disampaikan untuk membuat mereka memahami bagaimana sabda Tuhan itu kita hidupi. Apa yang kita dengar dari sabda Allah, bisa bertahan di dalam hati kita dan berbuah, namun bisa pula sejenak dan hanya membuat pijar namun tidak menyala, bahkan ada yang sama sekali tidak membawa bekas atau pengaruh dalam hidup ini.
Saudara terkasih, kita layak menyediakan hati kita menjadi ladang yang subur dan mendengarkan sabda yang harus kita hidupi, bukan menyenangkan di telinga dan kemudian terbang entah ke mana. Apa yang bisa kita lakukan adalah memohon kepada-nya agar memelihara budi dan hati kita, agar tidak mudah tergoda. BD.eLeSHa.



Jumat, 16 September 2016

Kornelius Paus

Pw. S. Kornelius, Paus dan S. Siprianus UskMrt (M)
1 Kor. 15:12-20
Mzm. 17:1,6-7,8b,15
Luk. 8:1-3


1 Kor. 15:12-20

15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
15:13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus -- padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
15:16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
15:18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.

Luk. 8:1-3

8:1 Tidak lama sesudah itu Yesus berjalan berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa memberitakan Injil Kerajaan Allah. Kedua belas murid-Nya bersama-sama dengan Dia,
8:2 dan juga beberapa orang perempuan yang telah disembuhkan dari roh-roh jahat atau berbagai penyakit, yaitu Maria yang disebut Magdalena, yang telah dibebaskan dari tujuh roh jahat,
8:3 Yohana isteri Khuza bendahara Herodes, Susana dan banyak perempuan lain. Perempuan-perempuan ini melayani rombongan itu dengan kekayaan mereka.



Kornelius Paus

Sepeninggalan Paus Fabianus pada tahun 250, Tahta Suci mengalami kekosongan  kepemimpinan. Masalah-masalah yang menyelimuti Gereja tentu saja meningkat. Akhirnya pada 25 Maret 251 kekosongan itu terisi lagi dengan terpilihnya Kornelius sebagai Paus.
Kornelius lahir kira-kira pada awal abad ke-3 di Roma. Ia seorang imam yang saleh dan bijaksana. Namun terpilihnya ia menjadi Paus tidak serta merta menyelesaikan semua masalah yang ada di Gereja. Gereja terus saja dirongrong baik dari luar ataupun dalam. pihak kekaisaran terus mendesak dan melancarkan aksi penganiayaan yang mengakibatkan banyak orang Kristen murtad dari imannya. Dalam tubuh Gereja sendiri, banyak imam di Roma dan Afrika bersikap keras terhadap orang yang murtad itu. Di bawah kepemimpinan Novatianus, imam-imam itu mengajarkan bahwa tak seorangpun yang telah menyangkal imannya dapat kembali ke dalam pangkuan Gereja, kendatipun telah menyesal dan tobat yang mendalam ataupun denda yang mahal. Ajaran ini untuk melindungi tata tertib Gereja, namun secara tidak saar justru bertentangan dengan asas-asas Injil Kristus.
Terhadap Novatianus ia bertindak tegas dengan mengundang uskup untuk membahas  sikapnya tersebut. Semua uskup yang hadir dalam konsili itu mengutuk ajaran Novatianus. Dasar itu ialah sikap Yesus yang memanggil orang berdosa bukan orang saleh.
Kaisar Gayus Decius meninggal, keadaan makin gawat dengan kaisar baru Gayus Vibus Trebunianus Gallus terus mengejar dan menganiaya orang Kristen. Paus Kornelius ditangkap dan dibuang ke Civita Vecchia pada tahun 253. Dari tempat pembuangannya ia tetap menulis surat untuk sahabatnya Uskup Siprianus di Kartago untuk meneguhkan hatinya di dalam memimpin umat. Ia meninggal di tempat pembuangan dan dimakamkan di pemakaman Santo Kallistus di Roma. BD.eLeSHa.


Kamis, 15 September 2016

Mater Dolorosa

Pw. Maria Berdukacita (P)
1 Kor. 15:1-11
Mzm. 31:2-3a, 3b-4,5-6,15-16
Yoh. 19:25-27



1 Kor. 15:1-11

15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
15:11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.


Yoh. 19:25-27

19:25 Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Klopas dan Maria Magdalena.
19:26 Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: "Ibu, inilah, anakmu!"
19:27 Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Inilah ibumu!" Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.



Mater Dolorosa

Saudara terkasih hari ini kita diajak untuk mengenangkan duka cita  Bunda Maria. Gereja merangkum tujuh jenis kedukaan Maria dari peristiwa berikut:
Pertama, kedukaan ketika Simeon meramalkan apa yang akan terjadi atas diri Yesus, Anaknya sewaktu ia bersama Yusuf mempersembahkan-Nya di Bait Allah.
Kedua, kedukaan atas pengungsian ke Mesir.
Ketiga, sewaktu ia bersama Yusuf mencari Yesus di Yerusalem.
Keempat, kedukaan ketika bertemu Yesus di jalan salib
Kelima, kedukaan sewaktu Yesus disalib dan wafat.
Keenam, kedukaan sewaktu Yesus dibaringkan di pangkuannya
Ketujuh, kedukaan sewaktu Yesus dimakamkan.
Maria menanggung semua penderitaan itu dengan tabah dan penuh iman karea ia sendiri telah mengatakan dengan bebas kepada malaikat Allah. “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan jadilah padak menurut perkataan-Mu.”

Saudara terkasih, apa yang bisa kita pelajari adalah, bagaimana Maria sebagai bunda kita mampu menjalaninya. Imannya sangat membantu ia mampu mengalami itu dengan hati yang terbuka melihat rencana Tuhan. Sikap terbuka atas kehendak Allah ia menjalani duka itu dengan berani dan tegar. BD.eLeSHa.

Rabu, 14 September 2016

Keselamatan

Pesta Salib Suci (M)
Bil. 21:4-9
Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38
Fil. 2:6-11
Yoh. 3:13-17



Bil. 21:4-9

21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
21:7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Fil. 2:6-11

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan,
2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
2:9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
2:10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
2:11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Yoh. 3:13-17

3:13 Tidak ada seorang pun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia.
3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.



Keselamatan

Saudara terkasih, salib merupakan sarana melihat keselamatan. Peristiwa salib membawa kita kepada keselamatan karena pengorbanan Yesus. Dalam bacaan Injil kita diajak untuk melihat dan merenungkan bagaimana kita membicarakan Anak Manusia. Ia diutus Allah Bapa untuk membawa kembali kita yang tersesat. Yesus menyatakan keselamatan itu seperti yang dilakukan Yahwe bagi umat Israel yang mengeluh karena kelaparan dan dipagut ular. Ular tembaga itu dinaikan dan mereka yang melihat bisa sembuh.
Kali ini, dalam konteks keselamatan Yesus, Anak Manusia, Yesus akan ditinggikan dan siapa yang percaya akan DIA akan selamat.
Karya Allah Yang Mahakasih dengan mengutus Anak-Nya demi meneyelamatkan kita anak-anak-Nya yang memilih tersesat dan hidup dalam dosa. Ia mengutus Anak-Nya bukan untuk menghakimi namun untuk menyelamatkan. Lihat betapa kasih Allah tidak terpengaruh dengan hidup kita. Pilihan kita yang menjauh dari-Nya bukan menjadi sebab kemarahan-Nya, namun malah menyelamatkan.

Saudara terkasih, dengan demikian, bagaimana jika kita malah menghakimi sesama kita? Bukankah kita telah mendapat anugerah luar biasa, mengapa harus menuntut sedang kita saja dibebaskan-Nya. Kasih-Nya tak terbatas. BD.eLeSHa.

Selasa, 13 September 2016

Yohanes Krisostomus

Pw. S. Yohanes Krisostomus, UskPujG (P)
1 Kor. 12:12-14, 27-31
Mzm. 100:2,3,4,5
Luk. 7:11-17



1 Kor. 12:12-14, 27-31

12:12 Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus.
12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.
12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
12:27 Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.
12:28 Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam Jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mujizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh.
12:29 Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mujizat,
12:30 atau untuk menyembuhkan, atau untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
12:31 Jadi berusahalah untuk memperoleh karunia-karunia yang paling utama. Dan aku menunjukkan kepadamu jalan yang lebih utama lagi.


Luk. 7:11-17

7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
7:17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.



Yohanes Krisostomus

Yohanes lahir di Antiokia, Syria antara tahun 344 dan 354 dari sebuah keluarga bangsawan. Ayahnya Secundus, seorang bangsawan di Antiokia dan komandan pasukan berkuda kerajaan. Ibunya Anthusa, seorang ibu yang baik. Yohanes dididik dalam tata cara hidup yang sesuai dengan kebangsawanan mereka.
Ketika berusia 20 tahun, Yohanes belajar retorika di bawah bimbingan Libanus, seorang ahli pidato yang terkenal pada masa itu. Libanus bangga akan kepintara dan kefasihan Yohanes. Pada usia inipun Yohanes baru dipermandikan. Kemudian bersama beberapa orang temannya ia mendalami cara hidup membiara dan belajat teologi di Sekolah  Teologia Antiokia. Setelah itu, ia mencoba hidup menjadi rahib selama enam tahun dengan menyendiri di pegunungan Antiokia. Sekembalinya ke kita ia ditahbiskan menjadi diakon dan ditugaskan mewartakan kasih Tuhan di Antiokia. Pada tahun 386 ia menerima tahbisan imam dari tangan Flavian I dari Antiokia. Kemampuan pidatonya digunakan untuk menyampaikan ajaran Tuhan dengan baik. Kotbahnya baik dan mendalam.
Pada tahun 397 ia ditahbiskan menjad Uskup  Konstantinopel. Pada masa itu, gaya hidup susila penduduk kota sangat merosot. Hal ini mendesak dia untuk melancarkan pembaharuan hidup moral di seluruh kota dan di kalangan rohaniwan-wati. Kemampuan kotbahnya digunakan untuk menggerakna hati agar mulai berubah dan bebenah. Apa yang ia lakukan membuat ia dimusuhi uskup lain dan juga pejabat publik. Dalam sebuah sinode ia diasingkan, namun tidak lama dipanggil kembali karena umat mendesak pembesar untuk mengembalikan uskupnya yang mereka cintai.
Pada 9 Juni 404 kembali ia diasingkan, karena kritikan kerasnya kepada kaisar wanita Eudoxia dan pembantunya. Banyak penderitaan yang ia alami dalam pengasingan itu. Di sana ia meninggal dengan sengsara sebagai saksi Tuhan.
Krisostomus, si Mulut Emas, dari mulutnya keluar kotbah dan tulisan yang sangat berbobot dan menjadi saksi akan kasih Tuhan. Dalam karyanya terbaca mengenai keprihatinannya yang mendalam pada masalah keadilan dan penerapan ajaran Kitab Suci.BD.eLeSHa.





Senin, 12 September 2016

Sikap Positif terhadap Yesus

Senin Biasa Pekan XXIV (H)
1 Kor. 11:17-26
Mzm. 40:7-8a,8b-9,10,17
Luk. 7:1-10



1 Kor. 11:17-26

11:17 Dalam peraturan-peraturan yang berikut aku tidak dapat memuji kamu, sebab pertemuan-pertemuanmu tidak mendatangkan kebaikan, tetapi mendatangkan keburukan.
11:18 Sebab pertama-tama aku mendengar, bahwa apabila kamu berkumpul sebagai Jemaat, ada perpecahan di antara kamu, dan hal itu sedikit banyak aku percaya.
11:19 Sebab di antara kamu harus ada perpecahan, supaya nyata nanti siapakah di antara kamu yang tahan uji.
11:20 Apabila kamu berkumpul, kamu bukanlah berkumpul untuk makan perjamuan Tuhan.
11:21 Sebab pada perjamuan itu tiap-tiap orang memakan dahulu makanannya sendiri, sehingga yang seorang lapar dan yang lain mabuk.
11:22 Apakah kamu tidak mempunyai rumah sendiri untuk makan dan minum? Atau maukah kamu menghinakan Jemaat Allah dan memalukan orang-orang yang tidak mempunyai apa-apa? Apakah yang kukatakan kepada kamu? Memuji kamu? Dalam hal ini aku tidak memuji.
11:23 Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
11:24 dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
11:25 Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"
11:26 Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.


Luk. 7:1-10

7:1 Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum.
7:2 Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
7:3 Ketika perwira itu mendengar tentang Yesus, ia menyuruh beberapa orang tua-tua Yahudi kepada-Nya untuk meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan hambanya.
7:4 Mereka datang kepada Yesus dan dengan sangat mereka meminta pertolongan-Nya, katanya: "Ia layak Engkau tolong,
7:5 sebab ia mengasihi bangsa kita dan dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami."
7:6 Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka. Ketika Ia tidak jauh lagi dari rumah perwira itu, perwira itu menyuruh sahabat-sahabatnya untuk mengatakan kepada-Nya: "Tuan, janganlah bersusah-susah, sebab aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku;
7:7 sebab itu aku juga menganggap diriku tidak layak untuk datang kepada-Mu. Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.
7:8 Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya."
7:9 Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"
7:10 Dan setelah orang-orang yang disuruh itu kembali ke rumah, didapatinyalah hamba itu telah sehat kembali.



Sikap Positif terhadap Yesus

Saudara terkasih, hari ini  kita diajak untuk merenungkan mengenai iman perwira di Kapernaum. Ia seorang kafir yang selain percaya kepada Yesus namun juga rendah hati. Sikapnya ini ditunjukkan dengan tidak merepotkan Yesus, namun menyatakan kuasa Yesus itu bisa menguasai semuanya.
Ia tahu dengan baik bahwa budaya Yahudi itu tidak bisa berkunjung ke rumah orang kafir, maka ia tidak mau Yesus singgah ke sana, bukan karena tidak mau dikunjungi, namun menghormati Yesus. Lebih luar biasa lagi ia percaya bahwa sabda Yesus atau yang dikatakan Yesus bisa mengatasi apa yang terjadi, tanpa Yesus harus hadir atau datang sendiri.

Saudara terkasih, apa yang ditampilkan oleh perwira ini sering tidak bisa kita lakukan bahkan oleh yang telah dibaptis, diangkat, dan diselamatkan Yesus. Apa yang kita lakukan justru sering merepotkan Yesus, memohon terus, tanpa mau tahu apa yang Tuhan kehendaki. Merepotkan Tuhan dengan rengekan kita. Iman kita tidak bisa sebesar itu, ia tahu dengan baik karena ia percaya Yesus mampu melakukan banyak hal. Iman ini kita perlukan bagi hidup kita. BD.eLeSHa.