Minggu, 11 September 2016

Allah Baik Hati

HARI MINGGU BIASA XXIV (H)
Kel. 21:7-11,13-14
Mzm. 51:3-4,12-13,17,19
1 Tim. 1:12-17
Luk. 15:1-32 (Luk. 15:1-10)



Kel. 21:7-11,13-14

32:7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.
32:8 Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."
32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.
32:10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar."
32:11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat.
32:13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya."
32:14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya.


1 Tim. 1:12-17

1:12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku --
1:13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman.
1:14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.
1:15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa," dan di antara mereka akulah yang paling berdosa.
1:16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.
1:17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.


Luk.  15:1-10

15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
15:4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
15:5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
15:6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
15:8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
15:9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
15:10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."



Allah Baik Hati

Saudara terkasih, hari Minggu ini, kita layak bersyukur dan berbahagia, karena memiliki Tuhan Allah yang demikian baik. Kebaikan-Nya yang tidak ada batasnya itu. Injil Lukas lah yang menggambarkan kebaikan Tuhan secara nyata dan langsung. Pemahaman baru soal cinta kasih Tuhan. Selama ini, dunia lama, melihat Allah itu hanya menunggu dan kembalinya orang dari sesatnya. Namun oleh Lukas  hal itu dinyatakan tidak sepenuhnya demikian. Kasih Allah, juga bersifat aktif, Allah yang mencari dan mengajak kita untuk kembali.
Allah bukan pendendam dan pembalas, namun Allah yang baik hati, tidak pernah mengingat apalagi menghitung-hitung salah dan dosa kita. Kelemahan kita bukan penghalang bagi kasih-Nya untuk berjalan. Ia akan berbahagia dan bersuka cita jika ada orang yang bertobat dan kembali.
Sering kita takut dan menyembunyikan kesalahan kita, mengapa demikian? Karena kita  sebagaimana manusia sering menuntut kesempurnaan dan keadaan kita yang ideal. Jika menghadapi yang tidak ideal akan menimbulkan perselisihan dan tuntutan, tidak heran ketika melakukan kesalahan cenderung menyembunyikan dan tidak mengakuinya. Inilah takaran yang kita kenakan pada kebaikan Tuhan Allah, padahal sama sekali berbeda dan Tuhan tidak demikian sebagaimana keadaan kita.
Surga saja bersuka cita jika kita mau mengakui kesalahan kita. Kita diajak untuk mengakui keberadaan kita apapun adanya. Tuhan akan menerima kita dengan pelukan hangat dan terbuka tanpa ingat apa yang sudah kita lakukan. Tuhan Allah hanya mengingat kebaikan dan suka cita saja.BD.eLeSHa.


Sabtu, 10 September 2016

Buah Kesejatian Hidup

Sabtu Biasa Pekan XXIII (H)
1 Kor. 10:14-22a
Mzm. 116:12-13,17-18
Luk. 6:43-49



1 Kor. 10:14-22a

10:14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!
10:15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan!
10:16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus?
10:17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.
10:18 Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah?
10:19 Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu?
10:20 Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.
10:21 Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat.
10:22 Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan?


Luk. 6:43-49

6:43 "Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik.
6:44 Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur.
6:45 Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya."
6:46 "Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?
6:47 Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan perkataan-Ku serta melakukannya -- Aku akan menyatakan kepadamu dengan siapa ia dapat disamakan --,
6:48 ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah: Orang itu menggali dalam-dalam dan meletakkan dasarnya di atas batu. Ketika datang air bah dan banjir melanda rumah itu, rumah itu tidak dapat digoyahkan, karena rumah itu kokoh dibangun.
6:49 Akan tetapi barangsiapa mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, ia sama dengan seorang yang mendirikan rumah di atas tanah tanpa dasar. Ketika banjir melandanya, rumah itu segera rubuh dan hebatlah kerusakannya."



Buah Kesejatian Hidup

Saudara terkasih, kita diajak untuk merenungkan bagaimana Tuhan berkehendak atas hidup kita. Tuhan menginginkan kita memiliki kesejatian hidup yang bisa diperoleh dari buah yag kita hasilkan. Lebih jauh, Tuhan juga tidak menghendaki kita mengamati buah orang lain, namun apa yang kita hasilkan. Buah kita yang kita amati, kita diajak bukan menjadi hakim atas orang lain.
Tuhan juga menghendaki kita untuk selain menjadi pendengar, namun juga melakukan apa yang kita dengar dengan melakukan. Mendengar saja tidak cukup kalau tidak dilakukan dalam tindak nyata sehari-hari. Ketaatan diumpamakan dengan mendirikan rumah di atas pondasi yang dalam dengan menggali dalam-dalam dan alasnya ada di sana. Ketaatan akan yang sudah didengar dan melakukannya.

Saudara terkasih, Tuhan mengajak kita untuk kita agar bisa menghasilkan buah yang baik. Kedua mengajak kita agat tidak puas hanya mendengar namun juga melakukan, dan ketiga agar kita taat akan apa yang Tuhan sampaikan itu.  Bagaimana hidup kita selama ini, apakah sudah bisa menghayati dan menghasilkan sebagaimana kehendak Tuhan tersebut? BD.eLeSHa.

Jumat, 09 September 2016

Orang Buta Menuntun Orang Buta


Jumat Biasa Pekan XXIII (H)
1 Kor. 9:16-19, 22-27
Mzm. 84:3,4,5-6,12
Luk. 6:39-42



1 Kor. 9:16-19, 22-27

9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang.
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
9:23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
9:24 Tidak tahukah kamu, bahwa dalam gelanggang pertandingan semua peserta turut berlari, tetapi bahwa hanya satu orang saja yang mendapat hadiah? Karena itu larilah begitu rupa, sehingga kamu memperolehnya!
9:25 Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
9:26 Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul.
9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.


Luk. 6:39-42

6:39 Yesus mengatakan pula suatu perumpamaan kepada mereka: "Dapatkah orang buta menuntun orang buta? Bukankah keduanya akan jatuh ke dalam lobang?
6:40 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.
6:41 Mengapakah engkau melihat selumbar di dalam mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu sendiri tidak engkau ketahui?
6:42 Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Saudara, biarlah aku mengeluarkan selumbar yang ada di dalam matamu, padahal balok yang di dalam matamu tidak engkau lihat? Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."


Orang Buta Menuntun Orang Buta

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan mengenai orang buta yang menuntun orang buta. Apa artinya, bahwa bisa sama-sama menderita, karena tidak ada yan tahu arah. Perumpamaan berikutnya mengenai kemunafikan orang, yang lebih sering melihat kekurangan dan kesalahan orang lain daripada yang dimiliki sendiri kasihan orang demikian karena tidak merasa dan menyadari bahwa ia memiliki kekurangan dan kesalahan yang seharusnya diatasi terlebih dahulu.
Saudara terkasih, kita diajak oleh Tuhan untuk menyadari kelemahan kita, kesalahan kita, dan kekurangan kita. Tidak perlu menjadi sempurna dan paling baik, namun mengusahakan ke arah kesempurnaan tersebut. Mengakui kelemahan dan kekurangan sebagai bagian utuh kemanusiaan kita.
Apa yang kita tutupi, apa yang kita pakai untuk menyimpan kelemahan dan kekurangan kita, membuat cara pandang kita tidak jernih. Pandangan kita kabur atau malah terhalang, dan bisa tersesat karena kita tidak melihat dengan jelas. Dengan demikian, kita bisa terperosok dan terjatuh karena pandangan kita yang tertutup.

Jika kita memiliki kelemahan, kekurangan, dan kebutaan, kita datang kepada Tuhan agar dibantu, dilepaskan dari kebutaan kita. Kita tidak bisa berbuat apa-apa dengan diri kita tanda DIA yang akan emmbantu kita. BD.eLeSHa.

Kamis, 08 September 2016

Kelahiran Maria

Pesta Kelahiran SP Maria (P)
Rm. 8:28-30
Mzm. 13:6ab,6cd
Mat. 1:18-23



Rm. 8:28-30

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Mat. 1:18-23

1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.



Kelahiran Maria


Saudara terkasih, jika kita berbicara mengenai Yesus tidak bisa pula dilepaskan dari peran Maria. Maria berkaitan dengan Yesus, bukan sebaliknya. Di mana Maria berperan dalam diri Yesus termasuk di dalam karya pelayanan Yesus. Mengapa demikian? Pusat kekristenan itu Yesus dan bukan Maria. Maria ikut serta di dalam Yesus.
Bagaimana Mateus menjelaskan hal itu, di mana menjelaskan kelahiran Yesus berkaitan dengan Maria. Maria dilahirkan untuk membawa khabar bahagia, ikut terlibat dalam panggilan Tuhan Allah. penghormatan kita kepada Maria, bunda kita, ialah karena ia ikut serta di dalam karya keselamatan dalam diri Yesus itu. Penghormatan kepada Bunda Maria tidak bisa kita lepaskan dari puteranya, yaitu Yesus.

Kegiatan kita ziarah, novena, atau aktivitas lainnya untuk menghormati Maria juga harus sampai kepada penghormatan kepada Yesus. Apabila penghormatan kita belum sampai ke Yesus, kita perlu merenungkan lagi, bagaimana penghayatan iman kita. Bagaimanakah penghayatan kita selama ini, menghantar kepada Yesus, atau hanya berhenti hingga Maria saja?  Tentu membawa kita makin akrab dengan Yesus bukan? BD.eLeSHa.

Rabu, 07 September 2016

Ucapan Bahagia dan Peringatan

Rabu Biasa Pekan XXIII (H)
1 Kor. 7:25-31
Mzm. 45:11-12,14-15,16-17
Luk. 6:20-26



1 Kor. 7:25-31

7:25 Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
7:26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
7:27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu.


Luk. 6:20-26

6:20 Lalu Yesus memandang murid-murid-Nya dan berkata: "Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah.
6:21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
6:22 Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
6:23 Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
6:24 Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
6:25 Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
6:26 Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."



Ucapan Bahagia  dan Peringatan

Saudara terkasih, Lukas menggunakan kata miskin, berbeda dengan  makna kiasan sebagaimana di dalam Mateus. Dalam Lukas pemahaman miskin dalam arti mereka orang yang perlu bantuan, dalam hal ini raja yang berkewajiban untuk menmbantu mereka. Hal ini berkaitan dalam onsep Yunani-Romawi.
Lapar dalam arti sesunggunya bagi Lukas, hal ini hendak mengatakan bahwa Allah pun memberikan makanan ingat kisah keluaran dari Mesir, di mana Allah hadir untuk memberikan makan. Mereka benar-benar tidak memiliki makanan.
Bertahan di dalam keadaan yang tidak mudah, dan kegembiraan Lukas bukan soal eskatologis, namun juga di dalam kehidupan ini. pertentangan, penolakan, aniaya, merupakan hal yang akan mereka hadapi, namun juga menghadapi suka cita. Lihat bagaimana bersama yesus pun mengalami kebanggaan, bisa kita saksikan dalam arak-arakan dan orang menyambut mereka.
Kesetiaan di dalam Anak Manusia, bahkan dimusuhi sekalipun, kita patut berbahagia karena kita boleh ambil bagian dalam   karya Yesus. Kita tidak perlu marah, takut, atau cemas, bahkan berbahagia.


Setelah memberikan ucapan bahagia, Yesus  masuk pada kritik sosial. Ia menunjuk bukan pada kelompok seperti ahli Taurat atau Farisi, namun orang yang kaya, kenyang, dan tertawa, serta dipuji. Hal ini sebagai kritik dan panggilan untuk bertobat. Lihat Yesus menghendaki kita hidup baik bukan menghukum.BD.eLeSHa.

Selasa, 06 September 2016

Panggilan Para Murid yang Pertama

Selasa Biasa Pekan XXIII (H)
1 Kor. 6:1—11
Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b
Luk. 6:12-19



1 Kor. 6:1—11

6:1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?
6:2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
6:4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
6:8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
6:9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.



Luk. 6:12-19

6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
6:14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
6:15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
6:17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
6:18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
6:19 Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.



Panggilan Para Murid yang Pertama

Panggilan para murid dikisahkan dalam bacaan hari ini. Satu hal yang menarik ialah bagaimana Yesus sebagai pendoa mengawali apapun karya-Nya dengan berdoa. Kali ini dikisahkan sebelum Ia memanggil para murid-Nya, Ia berdoa semalam-malaman. Berdoa untuk mengerti kehendak Allah tentunya, bukan hanya mengandalkan diri sendiri.
Usai memanggil para murid, Ia mengajar di mana di tempat yang datar. Ia mengajar kepada orang yang mendengarkan-Nya. Dari sini kita bisa belajar mengenai perutusan Yesus ialah mengajar, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir roh jahat yang merasuki orang-orang. Ia menjalankan perutusan dari Bapa-Nya, dan para murid mengambil bagian dari perutusan Yesus.
Saudara terkasih, apa yang kita lakukan itu tetap dalam kesatuan dengan perutusan Yesus. Tidak perlu kita takut, cemas, khawatir, karena ada Tuhan yang akan menyelesaikan, jika kita meras berat dan tidak mampu. Jika kita sadar akan hal ini, tentu menjalankan perutusan ini menjadi ringan. Kita ada di dalam perutusan-Nya, bukan karena kemampuan kita sendiri.
Apa yang kita jalani adalah perutusan Yesus, dan kita ini hanya menjadi alat-Nya. Apa yang erlu kita sombongkan bukan? Kita ini tidak ada apa-apanya. Kita hanyalah hamba yang tidak berguna di hadapan Tuhan Yang Mahakuasa.BD.eLeSHa.


Penyembuhan pada Hari Sabat

Senin Biasa Pekan XXIII (H)
1 Kor. 5:1-8
Mzm. 5:5-6,7,12
Luk. 6:6-11



1 Kor. 5:1-8

5:1 Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya.
5:2 Sekalipun demikian kamu sombong. Tidakkah lebih patut kamu berdukacita dan menjauhkan orang yang melakukan hal itu dari tengah-tengah kamu?
5:3 Sebab aku, sekalipun secara badani tidak hadir, tetapi secara rohani hadir, aku -- sama seperti aku hadir -- telah menjatuhkan hukuman atas dia, yang telah melakukan hal yang semacam itu.
5:4 Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita,
5:5 orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan.
5:6 Kemegahanmu tidak baik. Tidak tahukah kamu, bahwa sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan?
5:7 Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
5:8 Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.



Luk. 6:6-11

6:6 Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.
6:7 Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia.
6:8 Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri.
6:9 Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?"
6:10 Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya.
6:11 Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus.



Penyembuhan pada Hari Sabat

Saudara terkasih, apa yang Tuhan kehendaki hari ini ialah merenungkan bagaimana Yesus menyembuhkan pada hari Sabat. Persoalan yang ada ialah bahwa hari itu, termasuk para tabib dilarang membuka praktek, artinya bahwa mereka sama sekali tidak boleh menyembuhkan orang sakit pada hari itu. Mereka, ahli Taurat dan orang Farisi memang sudah mengamat-amati dan mencari-cari kesempatan jika Yesus melakukan penyembuhan pada hari terlarang.
Apa yang Yesus lakukan? Takut, mundur, atau tetap melakukan termasuk di dalamnya menghadapi penolakan. Yesus tidak mundur apapun risikonya, dan itu terjadi. Penyembuhan yang Ia lakukan, karena memang lebih mendesak dan mendasar daripada hukum buatan orang. Ia malah  menyembuhkan di depan orang yang mengamat-amati-Nya. Ia melakukan karena memang bukan untuk mencari kemegahan diri namun belas kasih-Nya yang besar untuk menyelamatkan orang tersebut.
Saudara terkasih, apa yang Yesus ajarkan ialah, bahwa kita harus tahu dan bersikap pada yang mendasar, bukan pada hal yang remeh dan sekadar saja. Hal ini dipertunjukkan ketika ada orang sakit dan meminta kesembuhan, padahal ancamannya adalah dimusuhi banyak orang. Ia tidak takut dengan hal itu, karena Ia memang mengawal kebenaran.

Apakah kita berani demikian, jika menghadapi permusuhan, meskipun itu adalah kebenaran yang dikhianati banyak orang. Mencari aman atau tetap melangkah demi kebenaran tersebut? Inilah kualitas kita sebagai anak-anak Allah. BD.eLeSHa.

Minggu, 04 September 2016

Kebijaksanaan

HARI MINGGU PEKAN XXIII (H)
Keb. 9:13-18
Mzm. 90:3-4,5-6,12-13,14,17
Flm. 9b-10,12-17
Luk. 14:25-33



Keb. 9:13-18

9:13 Manusia manakah dapat mengenal rencana Allah, atau siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan?
9:14 Pikiran segala makhluk yang fana adalah hina, dan pertimbangan kami ini tidak tetap.
9:15 Sebab jiwa dibebani badan yang fana, dan kemah dari tanah memberatkan budi yang banyak berpikir.
9:16 Sukar kami menerka apa yang ada di bumi, dan dengan susah payah kami menemukan apa yang ada di tangan, tapi siapa gerangan telah menyelami apa yang ada di sorga?
9:17 Siapa gerangan sampai mengenal kehendak-Mu, kalau Engkau sendiri tidak menganugerahkan kebijaksanaan, dan jika Roh Kudus-Mu dari atas tidak Kauutus?
9:18 Demikianlah diluruskan lorong orang yang ada di bumi, dan kepada manusia diajarkan apa yang berkenan pada-Mu, maka oleh kebijaksanaan mereka diselamatkan."


Flm. 9b-10,12-17

1:9 tetapi mengingat kasihmu itu, lebih baik aku memintanya dari padamu. Aku, Paulus, yang sudah menjadi tua, lagipula sekarang dipenjarakan karena Kristus Yesus,
1:10 mengajukan permintaan kepadamu mengenai anakku yang kudapat selagi aku dalam penjara, yakni Onesimu.
1:12 Dia kusuruh kembali kepadamu -- dia, yaitu buah hatiku --.
1:13 Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk melayani aku selama aku dipenjarakan karena Injil,
1:14 tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu, supaya yang baik itu jangan engkau lakukan seolah-olah dengan paksa, melainkan dengan sukarela.
1:15 Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak dari padamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya,
1:16 bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari pada hamba, yaitu sebagai saudara yang kekasih, bagiku sudah demikian, apalagi bagimu, baik secara manusia maupun di dalam Tuhan.
1:17 Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia seperti aku sendiri.


Luk. 14:25-33

14:25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
14:26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
14:29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
14:30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.




Kebijaksanaan

Saudara terkasih, hari Minggu ini  kita diajak untuk merenungkan sabda Tuhan  berkaitan dengan kebijaksanaan. Bagaimana sikap kita di dalam memilih dan memberikan prioritas dalam hidup kita. Sering kita tidak perlu hal yang besar dan luar biasa untuk mengikuti Tuhan itu. Sangat sepele dan sederhana, bagaimana kita memilih ibadat atau  nonton bola, atau mau Misa atau shopping dengan rekan kita? Sering hal ini menjadi pengalaman sehari-hari, dan memiliki kecenderungan memilih yang lebih kita sukai bukan? Dan kemudian mencari-cari pembenar.
Dalam skala yang lebih besar dan serius, jika kita menghadapi pilihan, pasangan hidup atau Yesus, atau pekerjaan yang diidam-idamkan dan sangat menjanjikan dihadapkan dengan harus meninggalkan iman. Hal ini sering menjadi begitu mudahnya ketika dipengaruhi banyak kepentingan yang di depan mata, sedang Tuhan dan panggilan-Nya jelas saja tidak kasat mata.
Inilah kualitas kita sebagai orang beriman. Mungkin bagi kita seperti sebuah pilihan yang sangat berat ketika itu pasangaan atau pekerjaan atau jabatan, namun apakah juga yang sama ketika hanya untuk mengakui siapa Yesus di depan orang yang diketahui sangat tidak suka akan Yesus? Artinya apa? Bahwa apa yang  menjadi penghalang akan iman kita tidak sedikit, ada yang kecil, remeh, dan biasa, namun tidak jarang hal itu adalah hal yang sangat besar dan tidak mudah.
Pilihan kita yang terbaik ialah bersama Tuhan dan di dalam Tuhan untuk memilihnya sehingga tidak salah pilih dan malah meninggalkan Tuhan demi hal yang sepele. BD.eLeSHa.



Sabtu, 03 September 2016

Gregorius Agung

Pw. S. Gregorius Agung, PauspujG (P)
1 Kor.4:6-15
Mzm. 145:17-18,19-20,21
Luk. 6:1-5



1 Kor.4:6-15

4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.
4:7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
4:8 Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kamu.
4:9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
4:10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;
4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
4:14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu.

Luk. 6:1-5

6:1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
6:2 Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
6:3 Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
6:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
6:5 Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."



Gregorius Agung

Gregorius lahir pada tahun 540 di kota Roma. Ibunya Silvia dan dua orang tantenya, Tarsila dan Aemeliana, dihormati pula oleh Gereja sebagai orang  kudus. Ayahnya Geordianus, tergolong kaya raya, memiliki banyak tanah di Sisilia, dan sebuah rumah indah di lembah bukit Ceolian, Roma. Selama masa kecil, ia mengalami pendudukan dari bangsa Goth, Jerman atas kota Roma. Di tengah keadaan yang kacau dan berkurangnya penduduk, ia masih mendapatkan pendidikan yang memadai. Ia pandai dalam tata bahasa, retorik, dan dialektika.
Posisinya di antara bangsawan, Gregorius mudah terlibat dalam kehidupan umum bermasyarakat dan memimpin sejumlah kecil kantor. Pada usia 33 tahun ia menjadi perfek kota Roma, suatu kedudukan tinggi dan terhormat dalam dunia politik Roma saat itu.  

Namun rencana Tuhan berbeda, ia terpanggil untuk hidup membiara. Sebagina besar kekayaannya ia jual dan uangnya dipakai untuk mendirikan biara-biara. Ada enam biara di Sisilia dan satu di Roma. Selain menjadi rahib ia juga aktif membantu kehidupan rakyat yang miskin dan tertindas. Pada tahun 586, ia dipilih menjadi abbas di biara S. Andreas di Roma. Pada tahun 590, ia diangkat menjadi paus. Ia gigih membantu yang lemah dan tertindas, tidak ketinggalan membebaskan para budak. Ia mengutus S. Agustinus dengan 40 biarawan lain ke Inggris untuk mewartakan Injil di sana. Gregorius adalah Paus pertama yang menyatakan diri sebagai pemimpin Gereja sedunia. Ia memimpin selama 14 tahun. Ia pula yang menggunakan sebutan Abdi dari para abdi Allah, yang masih dipakai hingga hari ini (Servus servorum Dei). Ia digelari sebagai Pujangga Gereja karena karya-karyanya yang berbobot. Ia wafat pada tahun 604. BD.eLeSHa.

Hal Berpuasa

Jumat Biasa Pekan XXII
1 Kor. 4:1-5
Mzm. 37:3-4,5-6,27-28,39-40
Luk. 5:33-39



1 Kor. 4:1-5

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiri pun tidak kuhakimi.
4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.


Luk. 5:33-39

5:33 Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum."
5:34 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?
5:35 Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa."
5:36 Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.
5:37 Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur.
5:38 Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
5:39 Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik."



Hal Berpuasa

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan kebiasaan berpuasa dalam kalangan Yahudi waktu itu. Kali ini yang menanyakan hal berpuasa adalah kelompok Farisi dan murdi Yohanes Pembaptis. Puasa selain kewajiban dalam hari-hari besar, ada pula puasa tambahan di mana sebagai bentuk pertobatan.
Kali ini, dalam kisah ini, Yesus menjawab pertanyaan mengenai puasa dengan gambaran pesta perkawinan. Para tamu dan rekan mempelai tentu tidak akan berpesta di tengah suka cita perkawinan. Yesus sebagai pribadi yang datang membawa sukacita tentu sahabat-Nya tidak perlu berduka, ketika puasa dikaitkan dengan keprihatinan dan duka. Berbeda ketika Tuhan sudah tidak ada bersama-sama lagi.
Berkaitan dengan kantong dan anggur baru, bisa dimaknai bagaimana kedatangan Yesus sebagai pembaharu, tidak bisa ditampung oleh tempat lama, atau yang baru tidak bisa ditampung dengan yang lama. Anggur lama tidak bisa dimasukkan pada kantong lama.
Saudara terkasih, apa yang Tuhan sampaikan ialah, bahwa Tuhan hendak menyatakan bahwa apa yang baru, Ia dan ajaran-Nya itu baru dan berbeda yang tidak bisa ditampung oleh mentalitas lama atau hidup religius lama Farisi. Sikap yang berbeda itu nampak dari sikap yang mengasihi pendosa, dan memberikan kesempatan kepada orang-orang yang tersingkir selama ini tidak mendapatkan tempat.
Bagaimana kita bersikap sebagai orang Kristiani ketika  menghadapi kebaruan, menerima atau bereaksi sebagaimana Farisi? Atau jangan-jangan malah menolak dan resisten yang menggambarkan sikap Farisi daripada Yesus? BD.eLeSHa.


Panggilan Para Murid

Kamis Biasa Pekan XXII (H)
1 Kor. 3:18-23
Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6
Luk. 5:1-11



1 Kor. 3:18-23

3:18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."
3:20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."
3:21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:
3:22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.
3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.


Luk. 5:1-11

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.



Panggilan Para Murid

Saudara terkasih, hari ini  kita diajak untuk merenungkan panggilan para murid. Panggilan-Nya dimulai dengan karya Yesus yang penuh kuasa dan wibawa. Karya-Nya dalam bentuk pengajaran dan penyembuhan. Menilik banyaknya pendengar dan yang mengikuti-Nya, Tuhan mulai memanggil para murid yang pertama.
Apa yang perlu kita renungkan ialah sikap Petrus yang taat mendengarkan sabda dan perintah Yesus untuk menebarkan jalanya. Fokus Petrus bukan soal banyaknya hasil, namun karena perintah Yesus yang ia ikuti. Ia sadar dan menjadi kenal lebih dalam siapa yang ia ikuti dan dengarkan itu. Kesadaran dan pengenalan siapa sejatinya Yesus melalui tindakan besar-Nya. Pengenalan sebagai guru dan kemudian Tuhan dan kesadaran diri sebagai pribadi berdosa. Perjumpaan yang menghidupkan dan memberikan diri jauh lebih berkualitas, bukan masalah ikan yang berhasil mereka peroleh.
Ketidakpantasan Petrus bukan menjadi penghalang atas panggilan Yesus. Yesus menggunakan mereka sebagai pribadi utuh, baik kelebihan ataupun kekurangannya. Dalam hal ini mempersiapkan perutusannya di bab berikut semakin jelas. Kali ini persoalan tersebut belum sampai ke sana, namun sudah mempersiapkan itu semua. Panggilan bagi orang yang selama ini tersisihkan karena akan diutus ke arah sana.
Saudara terkasih apa yang kita pikirkan sering itu berkaitan dengan pola pikir kita, bagaimana hasil yang melimpah, namun lupa kepada pemberinya. Berpikir soal hasil namun lupa kepada proses dan yang memberikannya.
Berkaitan dengan panggilan kita, juga, merasa bahwa Tuhan menghendaki kita sebagai pribadi yang sempurna dan tidak memiliki cacat cela, tidak demiikian. Tuhan mengutus kita apa adanya. Tuhan kita mengubah pilihan-Nya meskipun kita salah dan lemah. Tuhan hadir untuk menguatkan dan memberikan kesempatan kepada kita. Kesanggupan kita untuk taat dan mendengarkan-Nya. BD.eLeSHa.