Selasa, 09 Agustus 2016

Tanggung Jawab terhadap yang Kecil

Hari Selasa Biasa Pekan XIX (H)
Yeh. 2:8-3:4
Mzm.119:14,24,72,103,111,131
Mat. 18:1-5,10,12-14


Yeh. 2:8-3:4

2:8 Dan engkau, anak manusia, dengarlah apa yang Kufirmankan kepadamu; janganlah memberontak seperti kaum pemberontak ini. Ngangakanlah mulutmu dan makanlah apa yang Kuberikan kepadamu."
2:9 Aku melihat, sesungguhnya ada tangan yang terulur kepadaku, dan sungguh, dipegang-Nya sebuah gulungan kitab,
2:10 lalu dibentangkan-Nya di hadapanku. Gulungan kitab itu ditulisi timbal balik dan di sana tertulis nyanyian-nyanyian ratapan, keluh kesah dan rintihan.
3:1 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah apa yang engkau lihat di sini; makanlah gulungan kitab ini dan pergilah, berbicaralah kepada kaum Israel."
3:2 Maka kubukalah mulutku dan diberikan-Nya gulungan kitab itu kumakan.
3:3 Lalu firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, makanlah gulungan kitab yang Kuberikan ini kepadamu dan isilah perutmu dengan itu." Lalu aku memakannya dan rasanya manis seperti madu dalam mulutku.
3:4 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, mari, pergilah dan temuilah kaum Israel dan sampaikanlah perkataan-perkataan-Ku kepada mereka.


Mat. 18:1-5,10,12-14

18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga.
18:12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
18:13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.


Tanggung Jawab terhadap yang Kecil

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana Tuhan menghendaki pertanggungjawaban pada yang kecil. Yesus mengajak para murid untuk peduli, melindungi, dan juga bersikap pada anak kecil. Hal ini untuk menjawab perselisihan siapa yang paling besar di antara mereka. Menarik adalah, bagaimana mereka itu memperebutkan yang terbesar, namun malah diajak untuk menjadi kecil.
Sebagai anak kecil itu memiliki kepercayaan yang murni. Mana ada anak yang tidak percaya penuh kepada bapaknya? Hubungan relasional bapak dan anak ini yang dipakai Tuhan sebagai sarana pengajaran dan membentuk pemuridan para rasul.
Yesus juga mengajak para murid peduli pada yang kecil ini dalam arti kiasan, bagaimana kecil itu bukan hanya anak-anak, namun juga mengenai yang lemah, tersingkir, dan merasa sendiri dan terasing. Hal ini menjadi perhatian Tuhan Yesus.

Perumpamaan mengenai domba yang hilang ini, merupakan gambaran Tuhan yang sangat bersuka cita jika kembali menemukan anak-anak-Nya yang tersesat. Domba itu tersesat atau terhilang bisa karena lemah, namun juga karena kuat sehingga lari ke sana ke mari dan tidak berkumpul dengan kawanannya. Gambaran kita yang sombong dan meninggalkan jalan Tuhan atau terlalu lemah sehingga tidak sanggup untuk menjalani kehendak Tuhan. Tuhan tidak menghukum namun malah bersuka cita. Tuhan tidak menghendaki ada anak yang tersesat. Tuhan menjaga kawanan itu selamat sampai kerajaan surga. BD.eLeSHa.

Dominikus: Pendiri Ordo Pengkotbah

Pw. S. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkotbah, Im. (P)
Yeh. 1:2-5,24-2:1
Mzm. 148:1-2,11-12ab,12c-14a,14bcd
Mat. 17:22-27


Yeh. 1:2-5,24-2:1

1:2 Pada tanggal lima bulan itu, yaitu tahun kelima sesudah raja Yoyakhin dibuang,
1:3 datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia.
1:4 Lalu aku melihat, sungguh, angin badai bertiup dari utara, dan membawa segumpal awan yang besar dengan api yang berkilat-kilat dan awan itu dikelilingi oleh sinar; di dalam, di tengah-tengah api itu kelihatan seperti suasa mengkilat.
1:5 Dan di tengah-tengah itu juga ada yang menyerupai empat makhluk hidup dan beginilah kelihatannya mereka: mereka menyerupai manusia
1:24 Kalau mereka berjalan, aku mendengar suara sayapnya seperti suara air terjun yang menderu, seperti suara Yang Mahakuasa, seperti keributan laskar yang besar; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
1:25 Maka kedengaranlah suara dari atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka; kalau mereka berhenti, sayapnya dibiarkan terkulai.
1:26 Di atas cakrawala yang ada di atas kepala mereka ada menyerupai takhta yang kelihatannya seperti permata lazurit; dan di atas yang menyerupai takhta itu ada yang kelihatan seperti rupa manusia.
1:27 Dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke atas aku lihat seperti suasa mengkilat dan seperti api yang ditudungi sekelilingnya; dan dari yang menyerupai pinggangnya sampai ke bawah aku lihat seperti api yang dikelilingi sinar.
1:28 Seperti busur pelangi, yang terlihat pada musim hujan di awan-awan, demikianlah kelihatan sinar yang mengelilinginya. Begitulah kelihatan gambar kemuliaan TUHAN. Tatkala aku melihatnya aku sembah sujud, lalu kudengar suara Dia yang berfirman.
2:1 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau."


Mat. 17:22-27

17:22 Pada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka: "Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia
17:23 dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan." Maka hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.
17:24 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut bea Bait Allah kepada Petrus dan berkata: "Apakah gurumu tidak membayar bea dua dirham itu?"
17:25 Jawabnya: "Memang membayar." Dan ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan: "Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea dan pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?"
17:26 Jawab Petrus: "Dari orang asing!" Maka kata Yesus kepadanya: "Jadi bebaslah rakyatnya.
17:27 Tetapi supaya jangan kita menjadi batu sandungan bagi mereka, pergilah memancing ke danau. Dan ikan pertama yang kaupancing, tangkaplah dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.



Dominikus: Pendiri Ordo Pengkotbah

Santo Dominikus dilahirkan di Calaruega, Spanyol pada tahun 1171 dari keluarga Felix de Guzman dan Bl. Jean of Aza. Ia melewati masa kecilnya tanpa peristiwa besar yang menyolok. Ia ditahbiskan menjadi imam saat masih belajar di Universitas di Palencia pada tahun 1198/1199. Ia menjadi imam di Spanyol yang mengikuti secara ketat aturan yang dikembangkan oleh St. Agustinus di bawah pimpinan Uskup Diego de Acebo.
Mei 1203, King Alfonzo VII mengutus uskup Diego untuk mengatur pernikahan putranya, Infante don Fernando, dengan putri dari keluarga kerajaan Denmark. Pernikahan tersebut diharapkan dapat mempererat relasi politik antara Castile (Spanyol), Denmark dan Prancis. Dalam perjalanan, tepatnya di Toulouse, Prancis Selatan, Dominikus yang menemani Uskupnya untuk pertama kali berhadapan dengan bidaah Albigensian di sebuah penginapan. St.Dominikus berdebat sepanjang malam dengan pemilik penginapan tersebut dan saat matahari terbit, pemilik penginapan tersebut kembali ke iman Katholik.
Di Denmark, Uskup Diego bertemu dengan Uskup Agung Andrew Sunesen dan rencana pernikahan disetujui. Pada tahun 1205, Uskup Diego mengadakan perjalan kedua ke Denmark untuk menjemput sang putri, tetapi rencana pernikahan dibatalkan sepihak oleh sang putri. Setelah misi di Denmark, Uskup Diego berkunjung ke Roma dan melanjutkan perjalanannya ke Montpellier, Prancis Selatan di mana bidaah Albigensian dan Catharist mengancam Gereja Katholik. Di sana, dia bertemu dengan tiga utusan kepausan Arnoud Amaury, Peter of Castelnau, dan Maitre Raoul yang mengalami frustasi dalam misi mereka memerangi bidaah. Uskup Diego kemudian berinisiatif untuk membantu ketiga utusan paus tersebut.
Pada tahun 1207 setelah setahun memerangi bidaah di Prancis selatan, uskup Diego memutuskan kembali ke Osma, sementara Dominikus melanjutkan misinya di Montpellier. Sebuah pukulan besar buat Dominikus saat mendengar kabar kematian uskup Diego pada 30 Desember 1207.
Duta kepausan Peter de Castelnan dibunuh oleh kaum heretis Albigenses pada 14 Januari 1208. Paus Innocentius III selanjutnya melancarkan kampanye militer di bawah pimpinan Simon de Montford melawan Count Raymond VI, pemimpin kota Toulouse yang diduga sebagai perencana pembunuhan Peter of Castelnau, yang selanjutnya mewarnai perang saudara serta pembunuhan massal. Sementara para serdadu memerangi para bidaah dengan pedang dan kekerasaan, Dominikus memerangi mereka dengan berkhotbah.
Setelah 'Battle of Muret' pada 12 September 1203, Simon de Montford berhasil menaklukkan kota Toulouse dan menjadikan kota tersebut sebagai pusat pertahanannya. Di kota ini pula Dominikus menerima Peter Seila dan Thomas yang ingin ambil bagian dari karya Dominikus dan menjadi saudara dari Dominkus. Maka, Dominikus menerima mereka dalam pengucapan kaul religius. Untuk sementara, mereka tinggal di rumah pemberian Peter Seile. Kemudian Dominikus meminta izin dari Uskup Fulk, Uskup Toulouse, untuk pendirian ordonya tersebut.
Pada September 1205, Dominikus pergi ke Roma untuk meminta konfirmasi untuk ordonya dan sekaligus menghadiri Konsili Lateran IV yang berlangsung bulan November. Paus Innocent III menjanjikan konfirmasi tersebut dengan syarat bahwa Dominikus harus memilih dasar konstitusi dari ordonya sesuai dengan aturan-aturan yang telah diterima Gereja. Dominikus kemudian kembali ke Toulouse dan mengumpulkan saudara-saudaranya untuk menjadi anggota Dominikan yang pertama pada 29 Mei 1206 (Pantekosta). Mereka dengan keyakinan penuh memilih regula Santo Agustinus sebagai dasar konstitusi mereka.
Pada 16 Juli 1206, Paus Innocentius III meninggal dunia dan Kardinal Cencio Savelli terpilih sebagai Paus berikutnya yang kemudian mengambil nama Honorius III. Pada 22 Desember 1216, Paus Honorius III menyetujui konfirmasi ordo ini, dan dengan itu OP atau Order of Preachers berdiri secara sah.
Di akhir hidupnya Dominikus mengkonsentrasikan diri untuk mengatur kehidupan ordo serta membuat perjalanan panjang ke Italia. Spanyol dan Prancis untuk berkotbah yang menarik begitu banyak kaum muda serta membangun rumah-rumah biara yang baru.
Ia meninggal pada tanggal 6 Agustus 1221 setelah konsili kedua dari ordo ini di Bologna, Italia. Dua belas tahun setelah kematiannya yakni pada 3 Juni 1234, dia dikanonisasikan menjadi orang kudus. Pestanya dirayakan setiap Tanggal 8 Agustus. Dominikus juga mendorong umatnya untuk bersikap rendah hati dan melakukan silih. Suatu ketika seseorang bertanya kepada St Dominikus buku apakah yang ia pergunakan untuk mempersiapkan khotbah-khotbahnya yang mengagumkan itu. “Satu-satunya buku yang aku pergunakan adalah buku cinta,” katanya. Ia selalu berdoa agar dirinya dipenuhi cinta kasih kepada sesama. Dominikus mendesak para imam Dominikan untuk membaktikan diri pada pendalaman Kitab Suci dan doa. Tidak seorang pun pernah melakukannya lebih dari St. Dominikus dan para pengkhotbahnya dalam menyebarluaskan devosi Rosario yang indah.


Minggu, 07 Agustus 2016

Kewaspadaan

MINGGU BIASA PEKAN XIX (H)
Keb. 18:6-9
Mzm. 33:1,12,18-19,20,22
Ibr. 11:1-2,8,19
Luk. 12:35-40


Keb. 18:6-9

18:6 Malam itu telah diberitahukan lebih dahulu kepada nenek moyang kami, supaya mereka benar-benar insaf akan sumpah yang mereka percayai lalu mendapat hati.
18:7 Maka umat-Mu mengharapkan baik keselamatan orang benar maupun kebinasaan para musuh.
18:8 Sebab dengan apa telah Kauhukum para lawan, dengan itupun telah Kaumuliakan kami, setelah kami Kaupanggil.
18:9 Diam-diam anak-anak suci dari orang yang baik mempersembahkan korban dan sehati membebankan kepada dirinya kewajiban ilahi ini: orang-orang suci sama-sama akan mengambil bagian baik dalam hal-hal yang baik maupun dalam bahaya. Dalam pada itu sebelumnya sudah mereka dengungkan lagu-lagu pujian para leluhur.

Ibr. 11:1-2,8,19

11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
11:2 Sebab oleh imanlah telah diberikan kesaksian kepada nenek moyang kita.
11:8 Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.
11:19 Karena ia berpikir, bahwa Allah berkuasa membangkitkan orang-orang sekalipun dari antara orang mati. Dan dari sana ia seakan-akan telah menerimanya kembali.
                                                                                    
                                                                                     Luk. 12:35-40

12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
12:38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka.
12:39 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
12:40 Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."


Kewaspadaan

Saudara terkasih Minggu ini, kita diajak untuk merenungkan bagaimana kewaspadaan dalam arti berkaitan dengan kedatangan Anak Manusia. Kedatangan Tuhan itu tidak ada yang tahu, dan itu perlu kesiapsediaan kita. Sikap manusia itu bisa seenaknya atau serius dalam mempersiapkan saatnya Tuhan.
Penggambaran kesiapan itu seumpama penjaga yang menanti tuannya pulang. Mereka tentu tidak ingin ketahuan sedang tertidur, atau bahkan sedang bermabuk-mabukan ketika tuannya pulang bukan? Berjaga dengan sungguh-sungguh dan ketika tuannya mengetuk dengan sigap ia bisa membukakan pintu kemudian melayani.
Yesus juga memberikan gambaran kedua, seumpama tuan rumah yang tahu waktunya maling hendak membongkar rumahnya, tentu akan berjaga-jaga. Mana ada orang yang mempersilakan maling memasuki rumahnya.
Saudara terkasih, apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita ialah, kita mempersiapkan diri ketika Anak Manusia datang menjemput kita. Tentu kita tidak ingin pas dijemput sedang tidak siap, atau malah sedang bergelimang dosa bukan? Kita inginnya dijemput Tuhan dalam kondisi yang terbaik bukan. Apa artinya? Kita setiap hari melakukan yang terbaik di dalam hidup ini. Tidak ada  pengandaian, tidak ada esok atau nanti, dan tidak ada kata sebentar Tuhan. Siapkah kita kalau Anak Manusia menghampiri dan menjemput kita? BD.eLeSHa.


Sabtu, 06 Agustus 2016

Transfigurasi

Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (P)
Dan. 7:9-10,13-14
Mzm. 97:1-2,5-6,9
Luk. 9:28-36


Dan. 7:9-10,13-14

7:9 Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;
7:10 suatu sungai api timbul dan mengalir dari hadapan-Nya; seribu kali beribu-ribu melayani Dia, dan selaksa kali berlaksa-laksa berdiri di hadapan-Nya. Lalu duduklah Majelis Pengadilan dan dibukalah Kitab-kitab
7:13 Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada Yang Lanjut Usianya itu, dan ia dibawa ke hadapan-Nya.
7:14 Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya. Kekuasaannya ialah kekuasaan yang kekal, yang tidak akan lenyap, dan kerajaannya ialah kerajaan yang tidak akan musnah


Luk. 9:28-36

9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.
9:30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia.
9:31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem.
9:32 Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
9:33 Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.
9:34 Sementara ia berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika mereka masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka.
9:35 Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."
9:36 Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Dan murid-murid itu merahasiakannya, dan pada masa itu mereka tidak menceriterakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.


Transfigurasi

Saudara terkasih, dalam persitiwa ini, bagaimana Allah menyatakan kemuliaan Yesus. Pernyataan yang kedua, di mana yang pertama saat pembaptisan di Sungai Yordan, dan kedua ada di gunung bersama ketiga murid-Nya.
Pengakuan Petrus dan pengenalan para murid mendapatkan peneguhan dari pernyataan pewahyuan dari Surga, di mana Allah menyatakan siapa Yesus itu. Kali ini bukan hanya kata manusia namun apa yang Allah nyatakan atau wahyukan.
Kali ini para murid mendapatkan peneguhan dari Allah, siapa yang harus mereka dengarkan, yaitu Yesus. Perintah dan sekaligus peneguhan dari Allah untuk para murid.
Saudara terkasih, pemuliaan Yesus di puncak gunung ini membuat Petrus sebagai gambaran kita, tidak lagi bisa bersikap bagaimana menghadapi apa yang di depannya. Kita sering tentunya tidak bisa berbuat apa-apa kalau sedang menghadapi hal yang sangat tidak kita duga. Kebahagiaan mereka dinyatakan dengan sikap Petrus yang tidak bisa berbuat apa-apa. Perjumpaan dengan kuasa Tuhan, kita tidak lagi bisa berdaya, memiliki kemampuan apapun untuk bertindak. Kemampuan kita di hadapan Tuhan itu tidak ada apa-apanya.

Saudara terkasih, kita layak untuk melepaskan apapun dan siap melakukan apapun sepanjang kita berjalan di dalam rencana dan kehendak-Nya. Apa yang Tuhan kehendaki itu yang  terbaik bagi hidup kita. BD.eLeSHa.

Jumat, 05 Agustus 2016

Syarat Mengikuti Yesus

Jumat Biasa Pekan XVIII (H)
Nah. 1:15,2:2,3:1-3,6-7
Ul. 32:35cd-36abcd,41
Mat. 16:24-28


Nah. 1:15,2:2,3:1-3,6-7

1:15 Lihatlah! Di atas gunung-gunung berjalan orang yang membawa berita, yang mengabarkan berita damai sejahtera. Rayakanlah hari rayamu, hai Yehuda, bayarlah nazarmu! Sebab tidak akan datang lagi orang dursila menyerang engkau; ia telah dilenyapkan sama sekali!
2:2 Sungguh, TUHAN memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya.
3:1 Celakalah kota penumpah darah itu! Seluruhnya dusta belaka, penuh dengan perampasan, dan tidak henti-hentinya penerkaman!
3:2 Dengar, lecut cambuk dan derak-derik roda! Dengar, kuda lari menderap, dan kereta meloncat-loncat!
3:3 Pasukan berkuda menyerang, pedang bernyala-nyala dan tombak berkilat-kilat! Banyak yang mati terbunuh dan bangkai bertimbun-timbun! Tidak habis-habisnya mayat-mayat, orang tersandung jatuh pada mayat-mayat!
3:6 Aku akan melemparkan barang keji ke atasmu, akan menghina engkau dan akan membuat engkau menjadi tontonan.
3:7 Maka semua orang yang melihat engkau akan lari meninggalkan engkau serta berkata: "Niniwe sudah rusak! Siapakah yang meratapi dia? Dari manakah aku akan mencari penghibur-penghibur untuk dia?"

Mat. 16:24-28

16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
16:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."
                                                                  


Syarat Mengikuti Yesus

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan syarat bagaimana mengikuti-Nya. Yesus menyatakan kalau mau ikut Dia, kita harus menyangkal diri kita sendiri. Artinya bahwa bukan lagi kepentingan kita yang menjadi pedoman, keinginan, dan yang kita jadikan prioritas. Termasuk di sini adalah keluarga, pekerjaan, prestasi, atau apapun itu.
Syarat kedua ialah memikul salib kita masing-masing. Salib atau tantangan, beban, dan kesuitan hidup kita masing-masing. Kita tidak boleh mengeluh jika mendapatkan kesulitan, halangan di dalam hidup ini. Itu bagian yang harus kita ikuti sebagai sarana pendewasaan kita.
Mengikuti-Nya juga siap untuk kehilangan nyawa. Hal ini bukan main-main, karena yang mempertahankan nyawa dengan mengkhianati DIA akan kehilangan nyawa. Yesus menyatakan dengan gamblang bahwa ikut DIA itu tidak mudah, justru kesulitan, ingat ada juga perlawanan dan permusuhan yang tidak bisa kita hindarkan. Apakah kita rela menderita demi DIA? Jika iya, itulah anak-anak Allah. Namun hal ini tidak mudah. Apa gunanya semua dunia menjadi milik kita, namun justru kita mati?

Saudara terkasih, kita tentu merasakan, tahu, dan mengerti dengan baik ketika kita dengan iman kita mendapatkan berbagai tanggapan negatif di dunia ini. Tidak berbuat salah saja kita sering direndahkan, dicari-cari kesalahannya, dan dimusuhi. Apakah kita takut dengan itu semua? Inilah salib kita. Jalan yang kita tempuh, dan Tuhan pilihkan dan berikan kepada kita.BD.eLeSHa.

Kamis, 04 Agustus 2016

Yohanes Maria Vianney

Pw. S. Yohanes Maria Vianney, Im. (P)
Yer. 31:31-34
Mzm. 51:12-13,14-15,18-19
Mat. 16:13-23


Yer. 31:31-34

31:31 Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda,
31:32 bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN.
31:33 Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku.
31:34 Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka.


Mat. 16:13-23

16:13 Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?"
16:14 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi."
16:15 Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"
16:16 Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
16:17 Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.
16:18 Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.
16:19 Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."
16:20 Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias.
16:21 Sejak waktu itu Yesus mulai menyatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Ia harus pergi ke Yerusalem dan menanggung banyak penderitaan dari pihak tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.
16:22 Tetapi Petrus menarik Yesus ke samping dan menegor Dia, katanya: "Tuhan, kiranya Allah menjauhkan hal itu! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau."
16:23 Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus: "Enyahlah Iblis. Engkau suatu batu sandungan bagi-Ku, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia."



Yohanes Maria Vianney

Santo Pelindung Pastor Paroki ini lahir pada tanggal 8 Mei 1786 di desa Dardily, Lyon-Perancis. Ayahnya Mateus Vianney, seorang petani miskin. Ibunya seorang yang taat beragama. Masyarakat setempat kagum dan suka pada mereka karena cara hidup mereka yang benar-benar mencerminkan kebiasaan hidup Kristiani. Semenjak kecil Yohanes sudah terbiasa dengan kerja keras dan doa yang tekun berkat teladan orang tuanya. Dibandingkan kelima orang saudaranya, ia memang trampil dan rajin bekerja namun lamban dan bodoh. Ia baru bisa membaca pada usia 18 tahun.
Pada usia 20 tahun, ayahnya dengan berat hati mengizinkan dia masuk Seminari di desa tetangganya, Ecully. Ini bukan karena ayahnya tidak mengizinkan ia menjadi imam, namun karena soal kemampuan anaknya yang memang memprihatinkan. Ia mengalami kesulitan besar selama pendidikannya. Hampir semua mata pelajaran terutama Bahasa Latin, sangat sulit dipahami. Ia rajin berziarah ke Louveser untuk berdoa dengan St. Fransiskus Regis agar terbantu dalam studinya. Studi di seminari tinggi juga tidak lebih ringan, setiap ujian harus ia ulang. Rektor tidak bisa mengeluarkannya karena calon imam ini sangat saleh. Akhirnya ia ditahbiskan pada tahun 1815.
Ia meskipun ditahbiskan tidak boleh melayani sakramen pengakuan dosa karena dipandang mampu memberikan bimbingan rohani. Selain itu ia dipandang tidak mampu berkarya di paroki kota, akhirnya ia di tempatkan di paroki desa yang bernama  Ars. Ars sebuah desa terbelakang dan terpencil.
Pada 8 Februari 1818, ia menyadari karyanya di Paroki Ars. Meskipun ia tahu kemampuannya, namun ia juga tahu dengan baik bagaimana kualitas umatnya. Ia sadar Allah-lah Gembala itu, ia hanya alat-Nya. Dari sanalah ia memotivasi umat sehingga paroki itu tumbuh dan berkembang. Orang dari tempat lain, termasuk dari kota-kota terdekat datang untuk mengikuti misa dan mendengarkan kotbah dari imam saleh dan sederhana ini. di ruang pengakuan ia denga  tulus dan rendah hati membimbing umat yang memohon nasihat.
Ia meninggal 3 Agustus 1859. Diangkat menjadi santo oleh Paus Pius XI.

Saudara terkasih, hari ini Injil mengajarkan kita untuk mengenal Tuhan Yesus sebagai Mesias, bukan kata orang, namun karena kesadaran dan pengetahuan kita. Karya penyelamatan-Nya yang besar bagi hidup kita. Mesias yang memberikan kepada kita anugerah keselamatan yang sejati. BD.eLeSHa.

Rabu, 03 Agustus 2016

Perempuan Kanaan yang Percaya

Rabu Biasa Pekan XVIII (H)
Yer. 31:1-7
Yer. 31:10,11-12ab,13
Mat. 15:21-28


Yer. 31:1-7

31:1 "Pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan menjadi Allah segala kaum keluarga Israel dan mereka akan menjadi umat-Ku.
31:2 Beginilah firman TUHAN: Ia mendapat kasih karunia di padang gurun, yaitu bangsa yang terluput dari pedang itu! Israel berjalan mencari istirahat bagi dirinya!
31:3 Dari jauh TUHAN menampakkan diri kepadanya: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.
31:4 Aku akan membangun engkau kembali, sehingga engkau dibangun, hai anak dara Israel! Engkau akan menghiasi dirimu kembali dengan rebana dan akan tampil dalam tari-tarian orang yang bersukaria.
31:5 Engkau akan membuat kebun anggur kembali di gunung-gunung Samaria; ya, orang-orang yang membuatnya akan memetik hasilnya pula.
31:6 Sungguh, akan datang harinya bahwa para penjaga akan berseru di gunung Efraim: Ayo, marilah kita naik ke Sion, kepada TUHAN, Allah kita!
31:7 Sebab beginilah firman TUHAN: Bersorak-sorailah bagi Yakub dengan sukacita, bersukarialah tentang pemimpin bangsa-bangsa! Kabarkanlah, pujilah dan katakanlah: TUHAN telah menyelamatkan umat-Nya, yakni sisa-sisa Israel!


Mat. 15:21-28

15:21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh


Perempuan Kanaan yang Percaya

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan mengenai iman dan kepercayaan yang besar dari seorang ibu. Ibu yang anaknya menderita, sakit, atau sedang ada masalah akan melakukan apapun dengan sepenuh daya dan upaya. Hal itu diperlihatkan seorang ibu yang anaknya sakit. Ia meminta kepada Yesus untuk dibantu, namun jawaban Yesus berupa penolakan. Penolakan secara relatif halus ini ternyata tidak mengubah keinginan si ibu. Jawaban Yesus jauh lebih tidak mengenakan, dan tetap saja keinginan si ibu demi sang anak memang luar biasa. Jawaban Yesus adalah sebagiman keinginan si ibu karena imannya yang besar itu.
Apa yang ditampilkan Yesus di sini adalah, keselamatan itu ada dua pihak yang berjuang, anugerah dari Allah yang dijawab dengan semestinya dari pihak Allah. bagaimana pewahyuan Allah jika tidak diterima tentu tidak akan berjalan bukan? Ada penerimaan secara positif bahwa rahmat itu memperoleh penerimaan. Iman dan wahyu yang berjuma di dalam diri manusia teberkati.
Keselamatan itu bagi semua orang. Meskipun Matius membatasi karya Yesus ada sebatas Israel, dengan kisah ini hendak memberikan gambaran ada peluang bagi orang luar Israel mendapatkan hak yang sama. Ingat Kanaan bukan bagian Israel.

Saudara terkasih, kita patut setia, taat, dan menjalankan apa yang menjadi ketetapannya, sepahit apapun yang kita rasakan. Tuhan tidak pernah menguji kita, namun memberikan kesempatan kepada setan untuk hadir dan mencobai kita, bukan karena Ia tidak sayang kepada kita, namun agar  kuasa-Nya bisa kita rasakan, kita mampu sepanjang kita berserah kepada-Nya.BD.eLeSHa.

Selasa, 02 Agustus 2016

Yesus Berjalan Di Atas Air

Selasa Biasa Pekan XVIII (H)
Yer. 30:1-2, 12-15,18-22
Mzm. 102:16-18,19-21,29,22-23
Mat. 14:27-36


Yer. 30:1-2, 12-15,18-22

30:1 Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya:
30:2 "Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab.
30:12 Sungguh, beginilah firman TUHAN: Penyakitmu sangat payah, lukamu tidak tersembuhkan!
30:13 Tidak ada yang membela hakmu, tidak ada obat untuk bisul, kesembuhan tidak ada bagimu!
30:14 Semua kekasihmu melupakan engkau, mereka tidak menanyakan engkau lagi. Sungguh, Aku telah memukul engkau dengan pukulan musuh, dengan hajaran yang bengis, karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar.
30:15 Mengapakah engkau berteriak karena penyakitmu, karena kepedihanmu sangat payah? Karena kesalahanmu banyak, dosamu berjumlah besar, maka Aku telah melakukan semuanya ini kepadamu
30:18 Beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku akan memulihkan keadaan kemah-kemah Yakub, dan akan mengasihani tempat-tempat tinggalnya, kota itu akan dibangun kembali di atas reruntuhannya, dan puri itu akan berdiri di tempatnya yang asli.
30:19 Nyanyian syukur akan terdengar dari antara mereka, juga suara orang yang bersukaria. Aku akan membuat mereka banyak dan mereka tidak akan berkurang lagi; Aku akan membuat mereka dipermuliakan dan mereka tidak akan dihina lagi.
30:20 Anak-anak mereka akan menjadi seperti dahulu kala, dan perkumpulan mereka akan tinggal tetap di hadapan-Ku; Aku akan menghukum semua orang yang menindas mereka.
30:21 Orang yang memerintah atas mereka akan tampil dari antara mereka sendiri, dan orang yang berkuasa atas mereka akan bangkit dari tengah-tengah mereka; Aku akan membuat dia maju dan mendekat kepada-Ku, sebab siapakah yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk mendekat kepada-Ku? demikianlah firman TUHAN.
30:22 Maka kamu akan menjadi umat-Ku, dan Aku akan menjadi Allahmu."

Mat. 14:27-36

14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.
14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."
14:34 Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret.
14:35 Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.
14:36 Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.



Yesus Berjalan Di Atas Air

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan perbuatan besar Tuhan, atau biasa dikenal sebagai mukjizat. Mukjizat yang disajikan Yesus ialah berjalan di atas air. Sikap berseberangan dengan sikap para murid yang kurang percaya, bahkan mereka menyangka itu sebagai hantu.
Matius menyajikan soal mukjizat sebagai alah satu cara untuk pengajaran mereka. Berjalan di atas air sebagai perbuatan besar dan mukjizat Yesus juga dihadapkan dengan sikap kurang peryaca. Bagaimana Petrus yang meskipun berbeda dengan para murid yang lain, ia tahu bahwa itu Yesus, namun tetap “meminta tanda” dengan ingin berjalan di atas air. Akhirnya ia jatuh ke dalam air karena kurang percaya.
Kita pun setiap hari sudah menerima begitu banyak dan beragam mukjizat dan perbuatan ajaib Tuhan, namun kembali sikap kurang percaya kita membuat itu semua jatuh dan tidak terjadi sebagaimana rencana Allah.
Kita sering takut, khawatir, dan cemas menantikan rencana Tuhan bagi hidup kita. Kita membuat kesimpulan sendiri dan malah menolak apa yang Tuhan rencanakan. Itu yang membuat kita jatuh dan tidak menerima berkat sebagaimana Tuhan sediakan. Kita bisa membayangkan, hanya untuk membuka elembar saja kertas, berapa juta sel dan syaraf, kulit, otot, dan semua organ tubuh yang berkoordinasi? Semua di luar kendali kita. Namun kita lupa, dan merasa jauh lebih pintar. Ketika sakit, ada salah satu organ yang tidak mau bekerja sama, baru ingat dan memohon Tuhan. Mukjizat-Nya hingga kini, detik ini masih tetap bekerja, namun sering kita malah abai dengan itu semua.BD.eLeSHa





Senin, 01 Agustus 2016

Alfonsus Maria de Liguori

Pw. S. Alfonsus Maria de Liguori, UskPujG (P)
Yer. 28:1-17
Mzm. 119:29,43,79,80,95,102
Mat. 14:13-21



Yer. 28:1-17

28:1 Dalam tahun itu juga, pada permulaan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kelima tahun yang keempat, berkatalah nabi Hananya bin Azur yang berasal dari Gibeon itu kepadaku di rumah TUHAN, di depan mata imam-imam dan seluruh rakyat:
28:2 "Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Aku telah mematahkan kuk raja Babel itu.
28:3 Dalam dua tahun ini Aku akan mengembalikan ke tempat ini segala perkakas rumah TUHAN yang telah diambil dari tempat ini oleh Nebukadnezar, raja Babel, dan yang diangkutnya ke Babel.
28:4 Juga Yekhonya bin Yoyakim, raja Yehuda, beserta semua orang buangan dari Yehuda yang dibawa ke Babel akan Kukembalikan ke tempat ini, demikianlah firman TUHAN! Sungguh, Aku akan mematahkan kuk raja Babel itu!"
28:5 Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya di depan mata imam-imam dan di depan mata seluruh rakyat yang berdiri di rumah TUHAN itu,
28:6 kata nabi Yeremia: "Amin! Moga-moga TUHAN berbuat demikian! Moga-moga TUHAN menepati perkataan-perkataan yang kaunubuatkan itu dengan dikembalikannya perkakas-perkakas rumah TUHAN dan semua orang buangan itu dari Babel ke tempat ini.
28:7 Hanya, dengarkanlah hendaknya perkataan yang akan kukatakan ke telingamu dan ke telinga seluruh rakyat ini:
28:8 Nabi-nabi yang ada sebelum aku dan sebelum engkau dari dahulu kala telah bernubuat kepada banyak negeri dan terhadap kerajaan-kerajaan yang besar tentang perang dan malapetaka dan penyakit sampar.
28:9 Tetapi mengenai seorang nabi yang bernubuat tentang damai sejahtera, jika nubuat nabi itu digenapi, maka barulah ketahuan, bahwa nabi itu benar-benar diutus oleh TUHAN."
28:10 Kemudian nabi Hananya mengambil gandar itu dari pada tengkuk nabi Yeremia, lalu mematahkannya.
28:11 Berkatalah Hananya di depan mata seluruh rakyat itu: "Beginilah firman TUHAN: Dalam dua tahun ini begitu jugalah Aku akan mematahkan kuk Nebukadnezar, raja Babel itu, dari pada tengkuk segala bangsa!" Tetapi pergilah nabi Yeremia dari sana.
28:12 Maka sesudah nabi Hananya mematahkan gandar dari pada tengkuk nabi Yeremia, datanglah firman TUHAN kepada Yeremia:
28:13 "Pergilah mengatakan kepada Hananya: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah mematahkan gandar kayu, tetapi Aku akan membuat gandar besi sebagai gantinya!
28:14 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Kuk besi akan Kutaruh ke atas tengkuk segala bangsa ini, sehingga mereka takluk kepada Nebukadnezar, raja Babel; sungguh, mereka akan takluk kepadanya! Malahan binatang-binatang di padang telah Kuserahkan kepadanya."
28:15 Lalu berkatalah nabi Yeremia kepada nabi Hananya: "Dengarkanlah, hai Hananya! TUHAN tidak mengutus engkau, tetapi engkau telah membuat bangsa ini percaya kepada dusta.
28:16 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku menyuruh engkau pergi dari muka bumi. Tahun ini juga engkau akan mati, sebab engkau telah mengajak murtad terhadap TUHAN."
28:17 Maka matilah nabi Hananya dalam tahun itu juga, pada bulan yang ketujuh.

                                                                                
Mat. 14:13-21

14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
14:17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
14:18 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
14:19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
14:20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.
14:21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.


Alfonsus Maria de Liguori

Alfonsus Maria de Liguori lahir di sebuah kota dekat Napoli, Italia, pada tanggal 27 September 1696. Ia meninggal dunia di Nocera pada 1 Agustus 1787. Alfonsus berasal dari sebuah keluarga bangsawan Kristen yang saleh. Orangtuanya, Joseph de Liguori dan Ana Cavelieri mendidik ia dengan baik dalam iman dan caraa hidup Kristiani. Ayahnya berpangkat  Laksamana dalam jajaran militer kerajaan Napoli. Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila Alfonsus memperoleh pendidikan ala militer dengan disiplin yang tegas. Maksudnya agar ia terbiasa dengan pola hidup yang keras dan tidak manja.
Sejak kecil Alfonsus sudah menunjukkan bakat-bakat yang luar biasa. Tak terbayangkan bahwa ia dalam usianya begitu muda, 16 tahun sudah memperoleh gelar doktor hukum dari Universitas Napoli dengan predikat Magna cum Laude. Karyanya sebagai seorang ahli hukum dimulainya dengan menjadi pengacara. Ia selalu menang dalam setiap kasus yang ia bela. Karenanya ia mendapatkan banyak penghargaan dari orang yang ia tolong.
Pada tahun 1723, ia dimintai tolong untuk membela satu perkara besar. Untuk itu ia berusaha keras mengumpulkan dan meneliti berbagai data tentang perkara itu. Kesalahan kecil membuatnya kalah oleh pengacara lawan. Ia keluar ruang sidang dengan muka pucat  pasi dan shock berat. Ia mengurung diri selama tiga hari atas kekalahannya itu.
Penemuan di balik kekalahannya tersebut adalah penemuan baru untuk menjalani hidup bakti. Ia menemukan diri untuk berbakti kepada Tuhan dan sesama usai berdoa di depan Tabernakel. Ia menemukan ketenangan batin setiap kali berdoa di sana.
Orangtuanya kecewa dan tidak mau bertemu lagi dengannya, sebuah biara juga menolak karena soal kesehatan, seorang uskup meluluskan permohonannya dan menjadi seorang calon imam praja. Masa itu umat kurang menghargai imam karena cara hidupnya yang sangat buruk.
Alfonsus ditahbiskan menjadi imam pada 1726. Imam muda ini begitu cepat terkenal di kalangan umat karena kotbahnya yang menarik dan mendalam. Karyanya ia baktikan bagi pemuda-pemuda gelandangan di kota Napoli. Ia berusaha mengumpulkan mereka untuk memberi pelajaran agama dan bimbingan rohani.
Pada tahun 1729, ia menjadi imam kapelan di sebuah kolose yang khusus mendidik calon imam misionaris. Di sana ia berkenalan dengan Pater Thomas Falciola, seorang imam yang memberi inspirasi dan dorongan membentuk tarekat religius. Tarekat yang diberinya nama Sanctissimi Redemptoris, dan mengabdikan diri di bidang pewartaan Injil kepada orang desa di pedusunan.

Pada usia 66 tahun ia ditahbiskan menjadi uskup di Agata. Ia menulis buku teologi moral yang sangat bermanfaat hingga hari ini. karena sakit-sakitan ia memohon pengunduran diri hingga akhirnya baru pada usia 80 tahun diizinkan mendur. Pada tahun 1787 pada usia 91 tahun  meninggal di Pagani dekat Napoli Italia.BD.eLeSHa.