Minggu, 10 Juli 2016

Sesamaku Manusia

HARI MINGGU BIASA PEKAN XV (H)
Ul. 30:10-14
Mzm. 69:14,17,30-31,33-34,36ab,37
Kol. 1:15-20
Luk. 10:25-37


Ul. 30:10-14

30:10 apabila engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dengan berpegang pada perintah dan ketetapan-Nya, yang tertulis dalam kitab Taurat ini dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."
30:11 "Sebab perintah ini, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, tidaklah terlalu sukar bagimu dan tidak pula terlalu jauh.
30:12 Tidak di langit tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan naik ke langit untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
30:13 Juga tidak di seberang laut tempatnya, sehingga engkau berkata: Siapakah yang akan menyeberang ke seberang laut untuk mengambilnya bagi kita dan memperdengarkannya kepada kita, supaya kita melakukannya?
30:14 Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.


Kol. 1:15-20

1:11 dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,
1:12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.
1:13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih;
1:14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
1:15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.


Luk. 10:25-37

10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!



Sesamaku Manusia

Saudara terkasih, bagaimana kita hari ini diajak untuk merenungkan siapakah sesama kita. Bacaan Injil Minggu ini mengisahkan seorang ahli Taurat yang hendak mencobai Yesus mengenai hidup kekal. Yesus menjawab pertanyaan jebakan itu dalam sebuah kisah. Kisah mengenai orang yang memiliki hati, kepedulian, dan empati bagi saudaranya.
Kisah inspiratif dan kontekstual hingga kekinian. Bagaimana kita sering menilai saudara itu adalah yang sama, baik agama, suku, warna kulit, atau kesukaan yang mirip paling tidak. Sering pula sama dalam aliran politik dan pilihan dalam pilkada. Yang berbeda adalah musuh dan tidak perlu mengenalnya, dan bisa lebih tragis lagi adalah bisa ditumpahkan darahnya. Bagaimana kita bisa terkotak-kotak karena label duniawi? Apakah Tuhan sesempit kotak bikinan manusia itu?
Tuhan mengatakan bahwa sesama itu yang mau memberikan diri bagi sesamanya. Bukan soal label-label dari diri dan dunia yang mengotak-kotakan manusia. Bagaimana Allah yang sama itu bisa bersikap berbeda dengan anak-anak-Nya yang semua adalah ciptaan-Nya? Tidak bukan? Kasih-Nya sama dan tidak berbeda, semua sama di depan hadirat-Nya.

Sesamaku adalah orang yang mau peduli pada derita orang lain tanpa pandang bulu. Mau berbagi dengan hati yang terbuka kepada siapa saja yang membutuhkan. Mengulurkan tangan dengan ringan bagi siapapun yang perlu bantuan, tidak melihat latar belakangnya. Itu semua makin tipis dan kita perlu merenungkan sabda Tuhan pekan ini jika berat untuk berbagi. BD.eLeSHa.

Sabtu, 09 Juli 2016

Kekerasan dari Orang Terdekat

Sabtu Biasa Pekan XIV (H)
Yes. 6:1-8
Mzm. 93:1ab, 1c-2,5
Mat. 10:24-33


Yes. 6:1-8

6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.
6:2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang.
6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"
6:4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap.
6:5 Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."
6:6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
6:7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."
6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!"


Mat. 10:24-33

10:24 Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, atau seorang hamba dari pada tuannya.
10:25 Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan bagi seorang hamba jika ia menjadi sama seperti tuannya. Jika tuan rumah disebut Beelzebul, apalagi seisi rumahnya.
10:26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah.
10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.
10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekor pun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.
10:30 Dan kamu, rambut kepalamu pun terhitung semuanya.
10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."




Kekerasan dari Orang Terdekat

Saudara terkasih, hari ini kita masih merenungkan mengenai kekerasan atau penganiayaan. Jika kemarin potensi penolakan dan kekerasan itu dari lembaga resmi seperti sinagoga, hari ini bagaimana seorang murid akan mendapatkan penolakan, aniaya, atau kekerasan juga dari orang-orang terdekatnya. Orang akan dibenci karena nama Yesus, ingat karena Tuhan bukan karena perbuatan kita yang buruk. Para murid mengambil peran, perutusan, dan semua konsekuensi dari apa yang dapat Tuhan Yesus. Aniaya dan  kekerasan juga dialami para murid karena Sang Guru juga mengalaminya. Kesetiaan di dalam menghadapi itu semua lah yang memberikan keselamatan.
Selain memberikan penganiayaan, Tuhan juga memberikan peneguhan. Bagaimana mereka itu tidak pernah dilupakan Tuhan Allah. Aniaya dan kekerasan itu menjadi sarana untuk memberikan kesaksian. Apa yang dilakukan di dalam nama-Nyalah Tuhan akan mengingatnya.
Saudara terkasih, hal-hal tersebut sangat jelas kita rasakan, alami, dan peroleh di Indonesia. Dalam banyak hal mengalami minimal mendengarnya. Itulah saat kemartiran dan pemuridan Yesus. Tidak perlu takut bahkan cemas menghadapi dunia yang sering menyulitkan. Kesempatan kemartiran dan memberikan kesaksian untuk kemuliaan Tuhan. BD.eLeSHa.


Jumat, 08 Juli 2016

Penganiayaan sebagai Bagian Utuh Pemuridan

Jumat Biasa Pekan XIV (H)
Hos. 14:2-10
Mzm. 51:3-4,8-9,12-13,14,17
Mat. 10:16-23


Hos. 14:2-10

14:2 Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
14:3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
14:4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim."
14:5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
14:7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
14:8 Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
14:9 Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
14:10 Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.


Mat. 10:16-23

10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
10:18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
10:19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
10:21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
10:22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.



Penganiayaan sebagai Bagian Utuh Pemuridan


Saudara terkasih, hari ini kita diajak Bunda Gereja untuk merenungkan bagaimana risiko dan tanggung jawab menjadi murid-murid Yesus. Mereka dikirim seperti domba di tengah kawanan serigala. Tentu kita bisa membayangkan hal itu tidak mudah, dan bahkan sangat berbahaya. Di sekelilingnya adalah pemangsa yang hendak menerkam setiap saat.
Pertama, mereka akan diserahkan ke mahkamah agama disesah dan digiring ke muka penguasa. Mereka tidak perlu takut karena itulah saat memberikan kesaksian. Roh Allah yang akan menyelesaikan apa yang sekiranya para murid tidak mampu dan kewalahan. Penderitaan dan kesulitan itu hadir, namun pertolongan dan kekuatan juga datang untuk mencarikan jalan keluar bagi kesaksian mereka.

Menjadi murid Yesus bukan melepaskan kesulitan, derita, dan akan adanya penolakan. Itu semua adalah bagian utuh sebagai murid hingga kini pula. Saudara terkasih, jika kita mengalami derita, penolakan, dan aniaya karena kita murid Kristus kita patut berbangga dan bersyukur kita boleh mendapat bantuan dari Allah, dan terbilang sebagai murid-murid-Nya. BD.eLeSHa.

Kamis, 07 Juli 2016

Perutusan Para Murid

Kamis Biasa Pekan XIV (H)
Hos. 11:1,3-4,8-9
Mzm. 80:2ac,3b,15-16
Mat. 10:7-15


Hos. 11:1,3-4,8-9

11:1 Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.
11:3 Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka.
11:4 Aku menarik mereka dengan tali kesetiaan, dengan ikatan kasih. Bagi mereka Aku seperti orang yang mengangkat kuk dari tulang rahang mereka; Aku membungkuk kepada mereka untuk memberi mereka makan.
11:8 Masakan Aku membiarkan engkau, hai Efraim, menyerahkan engkau, hai Israel? Masakan Aku membiarkan engkau seperti Adma, membuat engkau seperti Zeboim? Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak.
11:9 Aku tidak akan melaksanakan murka-Ku yang bernyala-nyala itu, tidak akan membinasakan Efraim kembali. Sebab Aku ini Allah dan bukan manusia, Yang Kudus di tengah-tengahmu, dan Aku tidak datang untuk menghanguskan.


Mat. 10:7-15

10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
10:9 Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10:10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
10:11 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
10:12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
10:13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
10:14 Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu”



Perutusan Para Murid

Saudara terkasih, para murid yang mengambil bagian dari perutusan Yesus sendiri mendapatkan tugas untuk menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, menahirkan oran kusta, dan mengusir setan. Menarik adalah, tambahan perutusan bahwa para murid yang mendapatkan kemampuan itu secara cuma-cuma harus juga melakukannya denga  cuma-cuma. Apa yang menarik adalah bahwa dunia yang beraroma materialisme ini sepantasnya mengingat sabda ini.
Pesan selanjutnya adalah mengenai apa yang harus dilakukan oleh para murid. Pertama, siapa yang harus mereka cari di sebuah kota atau desa, tempat di mana mereka harus tinggal. Kedua, memberi salam kepada siapa saja, jika mereka layak menerima salam itu akan turun kepada mereka, dan jika tidak, maka akan kembali. Berikutnya ialah soal penolakan, jika memang demikian, maka perlu mereka untuk mengebaskan debu dari kakinya.  Soal penolakan ini bukan main-main dan sungguh terjadi dan tanggungannya jauh lebih berat daripada Sodom dan Gomora.

Saudara terkasih, apa yang Tuhan kehendaki telah diberikan apa yang perlu kita lakukan. Semua hal telah ia persiapkan dengan baik dan lengkap. Tidak ada yang perlu kita takutkan dan cemaskan. Catatan penting ialah bahwa Tuhan itu memberikan dengan cuma-cuma, kitapun selayaknya memberikannya tanpa mengharapkan balasan sama sekali. BD.eLeSHa.

Panggilan dan Perutusan Para Murid

Rabu Biasa Pekan XIV (H)
Hos. 10:1-3,7-8,12
Mzm. 105:2-3,4-5,6-7
Mat. 10:1-7



Hos. 10:1-3,7-8,12

10:1 Israel adalah pohon anggur yang riap tumbuhnya, yang menghasilkan buah. Makin banyak buahnya, makin banyak dibuatnya mezbah-mezbah. Makin baik tanahnya, makin baik dibuatnya tugu-tugu berhala.
10:2 Hati mereka licik, sekarang mereka harus menanggung akibat kesalahannya: Dia akan menghancurkan mezbah-mezbah mereka, akan meruntuhkan tugu-tugu berhala mereka.
10:3 Sungguh, sekarang mereka berkata: "Kita tidak mempunyai raja lagi, sebab kita tidak takut kepada TUHAN. Apakah yang dapat dilakukan raja bagi kita?"
10:7 Samaria akan dihancurkan; rajanya seperti sepotong ranting yang terapung di air.
10:8 Bukit-bukit pengorbanan Awen, yakni dosa Israel, akan dimusnahkan. Semak duri dan rumput duri akan tumbuh di atas mezbah-mezbahnya. Dan mereka akan berkata kepada gunung-gunung: "Timbunilah kami!" dan kepada bukit-bukit: "Runtuhlah menimpa kami!
10:12 Menaburlah bagimu sesuai dengan keadilan, menuailah menurut kasih setia! Bukalah bagimu tanah baru, sebab sudah waktunya untuk mencari TUHAN, sampai Ia datang dan menghujani kamu dengan keadilan.


Mat. 10:1-7

10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
10:2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
10:3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
10:4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.



Panggilan dan Perutusan Para Murid

Saudara terkasih, apa yang menjadi panggilan Tuhan adalah belas kasih Allah. IA melihat bagaimana umat beriman yang seperti domba tanpa gembala. Murid bukan hanya memohon semata namun juga melibatkan diri. Di sinilah pemuridan Yesus menemukan kualitasnya, ada keterlibatan, ada tindak nyata bukan hanya soal memohon. Terlibat menjadi murid Yesus berarti juga menjadi parner, rekan kerja, dan bersama-sama Tuhan di dalam karya-Nya.
Para murid diberi kuasa sebagaimana kuasa Tuhan sendiri. Kuasa untuk mengusir roh jahat, menyembuhkan penyakit dan kelemahan. Kuasa dari Yesus yang juga diberikan sebagai milik para murid.
Perutusan usai pemberian kuasa, ke mana mereka harus mewartakan? Adalah ke Israel, bahkan dikatakan ke Samaria pun jangan. Fokus pewartaan adalah untuk memberitakan Kerajaan Surga sudah dekat, tidak soal pertobatan, pergeseran ke dekatnya Kerajaan Surga. Perutusan untuk menyembuhkan orang sakit, mengusir roh jahat karena Kerajaan Sorga sudah menjelang. BD.eLeSHa.


Selasa, 05 Juli 2016

Tuaian Memang Banyak, tetapi Pekerja Sedikit

Selasa Biasa Pekan XIV (H)
Hos. 8:4-7,11-13
Mzm. 115:3-4,5-6,7ab-8,9-10
Mat. 9:32-38


Hos. 8:4-7,11-13

8:4 Mereka telah mengangkat raja, tetapi tanpa persetujuan-Ku; mereka mengangkat pemuka, tetapi dengan tidak setahu-Ku. Dari emas dan peraknya mereka membuat berhala-berhala bagi dirinya sendiri, sehingga mereka dilenyapkan.
8:5 Aku menolak anak lembumu, hai Samaria; murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama tidak dapat disucikan,
8:6 orang-orang Israel itu? Itu dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, akan menjadi serpih anak lembu Samaria itu!
8:7 Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung; gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak menghasilkan tepung; dan jika memberi hasil, maka orang-orang lain menelannya.
8:11 Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah; mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa.
8:12 Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku, itu akan dianggap mereka sebagai sesuatu yang asing.
8:13 Mereka mencintai korban sembelihan; mereka mempersembahkan daging dan memakannya; tetapi TUHAN tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka; mereka harus kembali ke Mesir.


Mat. 9:32-38

9:32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.
9:33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel."
9:34 Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."
9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."


Tuaian Memang Banyak, tetapi Pekerja Sedikit

Saudara terkasih, kembali kita disuguhi permenungan menegenai penyembuhan. Kali ini tidak ada dialog antara Yesus dan yang disembuhkan. Matius menyajikan reaksi dari yang disembuhkan dan para pemirsa.
Orang Farisi langsung menyatakan bahwa itu adalah perbuatan dan dalam kuasa setan. Reaksi positif juga tidak kalah besarnya dengan mengatakan bahwa di Israel belum pernah terjadi yang demikian. ada pro dan kontra yang hendak menyatakan dinamika dunia.
Saudara terkasih, namun demikian belas kasih Tuhan itu mengatasi itu semua. Maka Ia menyiapkan gembala bagi domba yang Ia pandang kehilangan arah. Apa yang Ia tampilkan adalah kasih-Nya yang besar. Ia berikan semuanya demi anak-anak yang Ia kasihi.
Murid diajak untuk berdoa agar dikirimkan gembala agar kelimpahan panenan itu tidak hilang percuma karena kurangnya gembala. BD.eLeSHa.



Senin, 04 Juli 2016

Penyembuhan-Penyembuhan

Senin Biasa XIV (H)
Hos. 2:13-15,18-19
Mzm. 145:2-3,4-5,6-7,8-9
Mat. 9:18-26



Hos. 2:13-15,18-19

2:13 "Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya.
2:14 Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.
2:15 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku.
2:18 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.
2:19 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.


Mat. 9:18-26

9:18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: "Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup."
9:19 Lalu Yesus pun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya.
9:20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya.
9:21 Karena katanya dalam hatinya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."
9:22 Tetapi Yesus berpaling dan memandang dia serta berkata: "Teguhkanlah hatimu, hai anak-Ku, imanmu telah menyelamatkan engkau." Maka sejak saat itu sembuhlah perempuan itu.
9:23 Ketika Yesus tiba di rumah kepala rumah ibadat itu dan melihat peniup-peniup seruling dan orang banyak ribut,
9:24 berkatalah Ia: "Pergilah, karena anak ini tidak mati, tetapi tidur." Tetapi mereka menertawakan Dia.
9:25 Setelah orang banyak itu diusir, Yesus masuk dan memegang tangan anak itu, lalu bangkitlah anak itu.
9:26 Maka tersiarlah kabar tentang hal itu ke seluruh daerah itu.



Penyembuhan-Penyembuhan

Saudara terkasih,  hari ini kita merenungkan mengenai kisah penyembuhan oleh Yesus ala Matius. Salah satu tugas perutusan Yesus adalah menyembuhkan orang sakit. Kai ini ada dua penyembuhan, yaitu seorang perempuan yang pendarahan selama 12 tahun, dan satu kagi bahkan menghidupkan anak yang telah meninggal.
Sikap iman dari pribadi yang disembuhkan atau keluarganya menjadi ciri penyembuhan Yesus kali ini. Ungkapan lisan yang menyatakan iman kepercyaannya sungguh berdaya guna. Kepala rumah ibadat menyatakan Yesus dengan meletakkan tangan saja ke anaknya, anaknya itu pasti akan hidup lagi, padahal dikatakan baru saja meninggal. Demikianpun ibu yang pendarahan, jika aku memegang jubah-Nya saja aku akan sembuh, dan memang demikian yang terjadi.
Ungkapan berikut yang mengatakan tersiarlah kabar tentang hal itu. Iman, perbuatan, dan pewartaan, itu menjadi satu kesatuan utuh. Saudara terkasih, apa yang ditampilkan di sini, adanya iman dari yang mau mohon kesembuhan, baik sendiri diri pribadi dan keluarganya. Pada sisi lain perbuatan Tuhan yang dinyatakan dan dilakukan dengan penuh kasih dan kuasa. Apa yang terjadi itu menjadi pewartaan dan kabar gembira.

Saudara terkasih, apa yang menjadi bahan permenungan kita ialah kita diajak untuk semakin beriman dan memohon berkat-Nya. Pada sisi lain, kasih dan kuasa-Nya begitu besar memberikan kesembuhan dan mukjizat kepada kita. Tidak perlu ada yang ditakutkan sepanjang kita mampu untuk memiliki iman. BD.eLeSHa.

Minggu, 03 Juli 2016

Perutusan Para Murid

HARI MINGGU BIASA XIV (H)
Yes. 66:10-14
Mzm. 66:1-3a,4-5,6-7a,16,20
Gal. 6:14-18
Luk. 10:1-12,17-20



 Yes. 66:10-14

66:10 Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya!
66:11 supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas.
66:12 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan.
66:13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem.
66:14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat; maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.


Gal. 6:14-18

6:14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.
6:15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.
6:16 Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah.
6:17 Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.
6:18 Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin.


Luk. 10:1-12,17-20

10:1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
10:2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
10:3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
10:4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.
10:5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
10:6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
10:7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
10:8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
10:9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.
10:10 Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah:
10:11 Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat.
10:12 Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu."
10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
10:20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga.



Perutusan Para Murid

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan perutusan para murid, termasuk kita hingga hari ini.  Panggilan untuk murid kalangan khusus yang berjumlah 12 dan 70 sebagai panggilan bagi semua orang, di mana merupakan lambang dari keseluruhan. Bisa diartikan bahwa kita termasuk dalam hidup kita hari ini.
Perutusan ini yang pertama mendapatkan mandat dari Tuhan Yesus sendiri. Artinya adalah perutusan dari Tuhan yang memberikan sendiri. Kedua soal di mana mereka itu diutus, seperti anak domba di tengah serigala. Bagaimana gambaran soal anak domba tentu sangat kecil, lemah, dan tidak berdaya. Namun di balik itu di tengah kawanan serigala, berarti itu musuh alami dari domba, anak lagi. Bahaya menjadi bagian utuh atas perutusan Tuhan.
Saudara terkasih, apa yang Tuhan utuskan kepada kita dengan risiko yang tidak mudah bukan?  Jika kita di tengah-tengah kawanan seperti itu konkret kita alami bukan? Apapun itu adalah konsekuensi perutusan kita. Apa yang perlu kita lihat adalah ingat bahwa yang mengutus kita adalah Tuhan. Ada Tuhan yang akan membantu kita untuk mengatasi dan menghadapi itu semua dengan kuat dan tabah.
Tuhan mengutus ke tengah serigala, bukan malah memperlengkapi dengan senjata dan bekal, justru melepaskan itu semua. Tuhan menghendaki kita berjalan sepenuhnya di dalam DIA. Tanpa melepaskan sejenakpun dengan DIA. Bergantung pada-Nya saja.
Tugas perutusan itu untuk menyembuhkan orang sakit, dan beritakan kerajaan surga sudah dekat. Itu adalah perutusan Tuhan Yesus sendiri di mana Ia merupakan utusan Allah. Dengan demikian kita juga menjalani perutusan dari Allah sendiri.
Saudara terkasih, akhir dari perutusan itu adalah seruan kebahagiaan. Bahagia karena banyak orang yang mau melihat dan mendengar namun tidak mendapatkan, sedangkan para murid bisa melihat dan mendengar itu. BD.eLeSHa.


Sabtu, 02 Juli 2016

Berpuasa

Sabtu Biasa Pekan XIII (H)
Am. 9:11-15
Mzm. 85:9,11-12,13-14
Mat. 9:14-17



Am. 9:11-15

9:11 "Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,
9:12 supaya mereka menguasai sisa-sisa bangsa Edom dan segala bangsa yang Kusebut milik-Ku," demikianlah firman TUHAN yang melakukan hal ini.
9:13 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman TUHAN, "bahwa pembajak akan tepat menyusul penuai dan pengirik buah anggur penabur benih; gunung-gunung akan meniriskan anggur baru dan segala bukit akan kebanjiran.
9:14 Aku akan memulihkan kembali umat-Ku Israel: mereka akan membangun kota-kota yang licin tandas dan mendiaminya; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan minum anggurnya; mereka akan membuat kebun-kebun buah-buahan dan makan buahnya.
9:15 Maka Aku akan menanam mereka di tanah mereka, dan mereka tidak akan dicabut lagi dari tanah yang telah Kuberikan kepada mereka," firman TUHAN, Allahmu.

Mat. 9:14-17

9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
9:15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
9:16 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."


Berpuasa

Saudara terkasih, kali ini kita diajak merenungkan kembali mengenai konfrontasi ajaran Yesus dengan apa yang ada di sekitar mereka. Mengenai berpuasa ini menjadi tambahan atas beberapa hal kemarin yang sudah kita renungkan. Ternyata tidak mudah juga memberikan pengajaran mengenai  hal yang baru.
Penanya ini bukan lagi kelompok Yahudi lama saja, kali ini murid Yohanes yang akhirnya banyak yang ikut Yesus pun menanyakan hal yang sama. Jawaban Yesus ialah ketika mempelai laki-laki bersama mereka tentu tidak berpuasa, bahkan berpesta.
Puasa di sini lebih cenderung sebagai bentuk kesalehan pribadi bukan puasa agung dalam hari-hari tertentu. Yesus pun nampaknya tidak meminta para murid-Nya melakukan puasa termasuk dalam hari-hari khusus tersebut.
Setelah Ia naik ke surga, orang-orang Kristen baru melakukan puasa sebagaimana orang Yahudi melakukan. Bentuk kesalehan bukan untuk menyiksa diri.
Saudara terkasih, pertanyaan ini terjadi di dalam sebuah konteks perjamuan dengan oemungut cukai dan pendosa. Satu rangkaian yang memiliki makna pula. Orang berdosa salah satunya adalah pemungut cukai biasanya tidak terlibat di dalam aktivitas rohani termasuk santap bersama ini. selain mark up, meskipun ada yang jujur, mereka toh bekerjasama dengan penjajah, yang mereka nilai sebagai jahat. Ini membawa pemahaman pada para murid untuk terbuka bahkan terhadap orang kafir sekalipun.

Apa yang Tuhan ajarkan ini yang membuat kita hingga hari ini sangat toleran, terbuka, dan menghargai orang lain sebagai pribadi, bukan label-label luarannya. Semua diciptakan Allah sama. Tidak ada yang berbeda dan itu yang menjadi pegangan dan pedoman tentunya. BD.eLeSHa.

Jumat, 01 Juli 2016

Panggilan Matius

Jumat  Pekan Biasa XIII (H)
Am. 8:4-6,9-12
Mzm. 119:2,10,20,30,40,131
Mat. 9:9-13


Am. 8:4-6,9-12

8:4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini
8:5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu,
8:6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?"
 8:9 "Pada hari itu akan terjadi," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan membuat matahari terbenam di siang hari dan membuat bumi gelap pada hari cerah.
8:10 Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan. Aku akan mengenakan kain kabung pada setiap pinggang dan menjadikan gundul setiap kepala. Aku akan membuatnya sebagai perkabungan karena kematian anak tunggal, sehingga akhirnya menjadi seperti hari yang pahit pedih."
8:11 "Sesungguhnya, waktu akan datang," demikianlah firman Tuhan ALLAH, "Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN.
8:12 Mereka akan mengembara dari laut ke laut dan menjelajah dari utara ke timur untuk mencari firman TUHAN, tetapi tidak mendapatnya


Mat. 9:9-13

9:9 Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia.
9:10 Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
9:11 Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: "Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
9:12 Yesus mendengarnya dan berkata: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.
9:13 Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."



Panggilan Matius

Saudara terkasih, panggilan Matius merupakan ciri pemuridan yaitu totalitas. Panggilan dan ajakan sangat sederhana,”Ikutlah, Aku!” Tanggapan dan jawaban Matius tanpa penolakan, langsung berangkat. Ia mengundang Yesus makan bersama di rumahnya.
Makan ini dihadiri banyak orang, terutama kolega Matius sebagai pemungut cukai. Pmungut cukai itu dinilai sebagai pendosa, orang berdosa biasanya tidak makan bersama guru, rabi, atau tokoh masyarakat. Ini yang menjadi persoalan bagi orang-orang Farisi. Apa yang menjadi pertanyaan mereka ini ternyata didengar Yesus. Jawaban Yesus membuat mereka perlu belajar lagi ketika diajukan pernyataan siapa yang memerlukan tabib adalah orang sakit, bukan orang yang sehat. IA datang untuk membawa mereka keluar dari kedosaan mereka. Yesus menyatakan misi-Nya untuk menyelamatkan orang berdosa dan membawa mereka ke dalam keselamatan.

Saudara terkasih, kita sering berpikir bahwa kita yang baik-baik saja, orang yang lurus, orang yang saleh, orang yang taat saja yang mendapatkan berkat Tuhan. Itu tidak salah, namun tidak tepat. Mengapa bisa demikian? Karena pola kita yang sangat manusiawi, penuh keterbatasan, membalas yang baik dengan kebaaikan, bukan sebaliknya. Tuhan Yang Mahakuasa itu berbeda. Kasih-Nya yang Maha tidak terbatas. Inilah kebaruan ajaran Yesus yang belum ada, dan masih pula sulit kita lakukan untuk ikuti-Nya. Sederhana saja, apa yang kita lakukan ketika mendapatkan kritikan? Berterima kasih atau marah? Mengampuni atau mengutuk? Memaafkan atau menuntut balas? Itu pun diterapkan di dalam kasih Allah yang tidak demikian. BD.eLeSHa.

Percayalah Dosamu Sudah Diampuni

Kamis Biasa Pekan XIII (H)
Am. 7:10-17
Mzm. 19:8,9,10,11
Mat. 9:1-8


Am. 7:10-17

7:10 Lalu Amazia, imam di Betel, menyuruh orang menghadap Yerobeam, raja Israel, dengan pesan: "Amos telah mengadakan persepakatan melawan tuanku di tengah-tengah kaum Israel; negeri ini tidak dapat lagi menahan segala perkataannya.
7:11 Sebab beginilah dikatakan Amos: Yerobeam akan mati terbunuh oleh pedang dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan."
7:12 Lalu berkatalah Amazia kepada Amos: "Pelihat, pergilah, enyahlah ke tanah Yehuda! Carilah makananmu di sana dan bernubuatlah di sana!
7:13 Tetapi jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci kerajaan."
7:14 Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan.
7:15 Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel.
7:16 Maka sekarang, dengarlah firman TUHAN! Engkau berkata: Janganlah bernubuat menentang Israel, dan janganlah ucapkan perkataan menentang keturunan Ishak.
7:17 Sebab itu beginilah firman TUHAN: Isterimu akan bersundal di kota, dan anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan tewas oleh pedang; tanahmu akan dibagi-bagikan dengan memakai tali pengukur, engkau sendiri akan mati di tanah yang najis, dan Israel pasti pergi dari tanahnya sebagai orang buangan."

Mat. 9:1-8

9:1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
9:3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
9:5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
9:7 Dan orang itu pun bangun lalu pulang.
9:8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.



Percayalah Dosamu Sudah Diampuni

Saudara terkasih, apa yang kita renungkan hari ini merupakan kelanjutan beberapa hari mengenai kuasa Yesus. Bagaimana kemarin kita merenungkan pertanyaan siapakah Aku (Yesus itu) yang di dahului oleh kuasa meredakan angin badai, dan yang beberapa waktu soal penyembuhan.
Hari ini kita disuguhi kisah, bagaimana iman orang yang lumpuh di atas tempat tidurnya, kita ingat kisah di dalam Markus, yang menceritakan secara mendetail dengan membuka atap, Matius menjadikan fokus pada kepercayaan tidak menampilkan detail cara membawa orangnya. Iman orang yang sakit dan yang membawanya.
Dalam Injil hari ini pun mulai tampil adanya kelompok yang menolak Yesus, memang bukan konfrontasi terbuka, namun masih hanya di dalam hati mereka. Yesus mengetahui hal tersebut, karena Yesus mengatakan pengampunan dosa yang dinilai sebagai hujat kepada Allah. beberapa ahli Taurat menilai Yesus menghujat Allah karena mengatakan dosamu sudah diampuni.
Kekuasaan mengampuni dosa, penyembuhan, dan mengatasi angin, siapa yang mampu melakukan itu, selain kuasa Allah? Jawaban siapakah Dia, IA singkapkan dengan adanya kuasa atas penyakit, setan, dan pengampunan. Anak Manusia itu memiliki kuasa yang dari Allah.

Saudara terkasih, apa yang Tuhan kehendaki itu akan Tuhan sediakan juga. Pernyataan akan dijawab-Nya, permintaan untuk berjalan akan diberikan jalan, dan saat ada persoalan akan diberikan solusi untuk itu.  Kekhawatiran itu semata karena kita yang tidak mau melibatkan Tuhan di dalam hidup kita. Kuasa-Nya sangat besar, apa artinya? Bahwa Tuhan itu sangat mengasihi kita sehingga mampu menyelesaikan semuanya. BD.eLeSHa.