Minggu, 19 Juni 2016

Menyangkal Diri dan Memanggul Salib

HARI MINGGU BIASA XII (H)
Za. 12:10-11;13:1
Mzm. 63:2abcd,2e-4,5-6,8-9
Gal. 3:26-29
Luk. 9:18-24


Za. 12:10-11;13:1

12:10 "Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung.
12:11 Pada waktu itu ratapan di Yerusalem akan sama besarnya dengan ratapan atas Hadad-Rimon di lembah Megido.
13:1 "Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran.


Gal. 3:26-29

3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.
3:29 Dan jikalau kamu adalah milik Kristus, maka kamu juga adalah keturunan Abraham dan berhak menerima janji Allah.


Luk. 9:18-24

9:18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: "Kata orang banyak, siapakah Aku ini?"
9:19 Jawab mereka: "Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit."
9:20 Yesus bertanya kepada mereka: "Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."
9:21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.
9:22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya



Menyangkal Diri dan Memanggul Salib

Saudara terkasih, zaman ini adalah zaman informasi, di mana informasi bisa menjadi panglima hidup ini. Opini bisa dibentuk dengan membangun opini publik oleh informasi yang diulang-ulang. Tidak heran kita bisa menyaksikan televisi-televisi tertentu yang tidak mendukung pemerintah, memberitakan hal-hal yang tidak baik bagi nama baik pemerintah, tidak jarang bahkan bisa dengan membalikkan berita. Contoh, penertiban di beberapa tempat, bagi yang tidak suka dinamakan penggusuran dan penganiayaan bagi yang lemah. Sisi lain, bagi yang mendukung mengatakan itu demi kebaikan bagi seluruh masyarakat.
Kita diberi informasi yang demikian banyak dan begitu luas dan kadang itu bertolak belakang. Apa yang bisa kita pegang sebagai informasi itu adalah benar dan salah? Pertama, rekam jejak siapa yang mengatakannya, jika memang biasa berdusta, kita hati-hati, bahwa belum tentu isinya benar sebagaimana yang ia katakan. Demikian juga media, siapa di belakangnya atau pemiliknya. Kedua, apakah membawa kebaikan bersama atau hanya kepentingan pribadi dan kelompok. Ini salah satu hal yang perlu kita pegang agar tidak disesatkan. Ketiga, konsistensi, bila kemarin memberitakan si A begini, kog besok si A begitu, perlu hati-hati, apalagi kalau tahu bahwa sumbernya memang penuh kebencian. Keempat, mencari pembanding. Dunia informasi makin luas dan mudah diakses, kita tidak susah mencari pembanding.
Kali ini Yesus mengajak kita merenungkan bagaimana para murid memahami Yesus. Pengenalan yang penting bukan karena kata orang, namun para murid kenal siapa Yesus. Pengenalan pribadi bukn hanya perbuatan ajaib-Nya. Apa yang Tuhan kehendaki ialah agar pengenalan itu mengantar kita bisa menjalankan perutusan kita.

Menyangkal diri berarti menomorsatukan Tuhan dan kehendak-Nya, yaitu dengan memanggul salib. Bisa melihat derita, kesulitan, dan halangan itu ada Tuhan punya rencana dan Tuhan akan membantu menyelesaikannya. Kita tidak perlu takut dan khawatir karena akan Tuhan bantu. Bantuan jika kita mau mencari kehendak-Nya terlebih dahulu. BD.eLeSHa.

Sabtu, 18 Juni 2016

Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu

Sabtu Biasa Pekan XI (H)
2 Taw. 24:17-25
Mzm. 89:4-5,29-30,31-32-33-34
Mat. 6:24-34


2 Taw. 24:17-25

24:17 Sesudah Yoyada mati, pemimpin-pemimpin Yehuda datang menyembah kepada raja. Sejak itu raja mendengarkan mereka.
24:18 Mereka meninggalkan rumah TUHAN, Allah nenek moyang mereka, lalu beribadah kepada tiang-tiang berhala dan patung-patung berhala. Oleh karena kesalahan itu Yehuda dan Yerusalem tertimpa murka.
24:19 Namun TUHAN mengutus nabi-nabi kepada mereka, supaya mereka berbalik kepada-Nya. Nabi-nabi itu sungguh-sungguh memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkannya.
24:20 Lalu Roh Allah menguasai Zakharia, anak imam Yoyada. Ia tampil di depan rakyat, dan berkata kepada mereka: "Beginilah firman Allah: Mengapa kamu melanggar perintah-perintah TUHAN, sehingga kamu tidak beruntung? Oleh karena kamu meninggalkan TUHAN, Ia pun meninggalkan kamu!"
24:21 Tetapi mereka mengadakan persepakatan terhadap dia, dan atas perintah raja mereka melontari dia dengan batu di pelataran rumah TUHAN.
24:22 Raja Yoas tidak mengingat kesetiaan yang ditunjukkan Yoyada, ayah Zakharia itu, terhadap dirinya. Ia membunuh anak Yoyada itu, yang pada saat kematiannya berseru: "Semoga TUHAN melihatnya dan menuntut balas!"
24:23 Pada pergantian tahun tentara Aram maju menyerang Yoas dan masuk ke Yehuda dan Yerusalem. Dari bangsa itu semua pemimpin habis dibunuh mereka dan segala jarahan dikirim mereka kepada raja negeri Damsyik.
24:24 Walaupun tentara Aram itu datang dengan sedikit orang, namun TUHAN menyerahkan tentara yang sangat besar kepada mereka, karena orang Yehuda telah meninggalkan TUHAN, Allah nenek moyang mereka. Demikianlah orang Aram melakukan penghukuman kepada Yoas.
24:25 Ketika mereka pergi dari padanya, -- mereka meninggalkannya dengan luka-luka berat -- pegawai-pegawainya mengadakan persepakatan terhadap dia karena darah anak imam Yoyada itu, lalu membunuhnya di atas tempat tidurnya. Ia mati dan dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di pekuburan raja-raja.

Mat. 6:24-34

6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
6:25 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?
6:26 Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?
6:27 Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?
6:28 Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,
6:29 namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.
6:30 Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?
6:31 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?
6:32 Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
6:34 Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."




Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya,
maka
semuanya itu akan ditambahkan kepadamu


Saudara terkasih, kita di dunia ini menjalani kehendak Allah. Tidak heran apabila Tuhan menghendaki kita menjalankan apa yang menjadi kehendak-Nya. Ia harus nomor satu dan semuanya bisa ditunda dan disishkan. Kita sering lupa malah asyik dengan hal-hal yang berbau duniawi. Bagaimana itu adalah sementara, namun menjadi prioritas seolah yang sejati dan abadi.
Persoalan berikut yang mengikuti ialah bahwa nantinya menjadi cemas, khawatir, dan takut jika keinginan kita tidak tercapai. Tuhan sudah menyediakan semuanya. Tidak ada yang perlu kita takutkan jika kita telah menjalankan apa yang menjadi kehendak-Nya. Kita bisa belajar dari burung di udara, bunga di ladang, dan semuanya itu dipelihara oleh Allah.
Allah tidak pernah melupakan kita, justru kita yang lupa karena asyik dengan dunia kita, kesenangan kita, dan pilihan-pilihan kita. Tuhan mengajak kita untuk dekat, pasrah, dan mengikuti rencana dan kehendak-Nya.  Bacaan ini sangat kontekstual bagi hidup kita hari-hari ini, bagaimana orang lebih memilih lekat pada dunia, dan Allah menjadi nomor sekian. Allah hanya menjadi pembantu untuk memberikan kepuasan, dan lalu lupa ketika semua sudah diperoleh.

Bacaan pertama mengisahkan contoh bagaimana manusia lupa ketika telah mendapatkan apa yang diinginkan. Lupa bahwa Tuhan yang memberikan semuanya itu. Keinginan dan kekuasaan bisa melenakan dan membuat lupa bahwa ada yang lebih berkuasa, yaitu Tuhan Allah. BD.eLeSHa.

Jumat, 17 Juni 2016

Orientasi Kehidupan

Jumat Biasa Pekan XI (H)
2 Raj. 11:1-4,9-18,20
Mzm. 132:11,12,13-14,17-18
Mat.6:19-23



2 Raj. 11:1-4,9-18,20

11:1 Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja.
11:2 Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur, dan menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga dia tidak dibunuh.
11:3 Maka tinggallah dia enam tahun lamanya bersama-sama perempuan itu dengan bersembunyi di rumah TUHAN, sementara Atalya memerintah negeri.
11:4 Dalam tahun yang ketujuh Yoyada mengundang para kepala pasukan seratus dari orang Kari dan dari pasukan bentara penunggu. Disuruhnyalah mereka datang kepadanya di rumah TUHAN, lalu diikatnya perjanjian dengan mereka dengan menyuruh mereka bersumpah di rumah TUHAN. Kemudian diperlihatkannyalah anak raja itu kepada mereka.
11:9 Para kepala pasukan seratus itu melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-orang yang masuk bertugas pada hari itu, lalu datanglah mereka kepada imam Yoyada.
11:10 Imam memberikan kepada para kepala pasukan seratus itu tombak-tombak dan perisai-perisai kepunyaan raja Daud yang ada di rumah TUHAN.
11:11 Kemudian para bentara itu, masing-masing dengan senjatanya di tangannya, mengambil tempatnya di lambung kanan sampai ke lambung kiri rumah itu, dengan mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja.
11:12 Sesudah itu Yoyada membawa anak raja itu ke luar, mengenakan jejamang kepadanya dan memberikan hukum Allah kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta mengurapinya, dan sambil bertepuk tangan berserulah mereka: "Hiduplah raja!"
11:13 Ketika Atalya mendengar suara bentara-bentara penunggu dan rakyat, pergilah ia mendapatkan rakyat itu ke dalam rumah TUHAN.
11:14 Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiang menurut kebiasaan, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil meniup nafiri. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berseru: "Khianat, khianat!"
11:15 Tetapi imam Yoyada memerintahkan para kepala pasukan seratus, yakni orang-orang yang mengepalai tentara, katanya kepada mereka: "Bawalah dia keluar dari barisan! Siapa yang memihak kepadanya bunuhlah dengan pedang!" Sebab tadinya imam itu telah berkata: "Janganlah ia dibunuh di rumah TUHAN!"
11:16 Lalu mereka menangkap perempuan itu. Pada waktu ia masuk ke istana raja dengan melalui pintu bagi kuda, dibunuhlah dia di situ.
11:17 Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara TUHAN dengan raja dan rakyat, bahwa mereka menjadi umat TUHAN; juga antara raja dengan rakyat.
11:18 Sesudah itu masuklah seluruh rakyat negeri ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan sama sekali mezbah-mezbahnya dan patung-patung dan membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu. Kemudian imam Yoyada mengangkat penjaga-penjaga untuk rumah TUHAN.
11:20 Bersukarialah seluruh rakyat negeri dan amanlah kota itu, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja.


Mat.6:19-23

6:19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
6:20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
6:21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
6:22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
6:23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.



Orientasi Kehidupan

Saudara terkasih, beberapa hari kemarin kita diajak untuk merenungkan mengenai kewajiban kita. Keutamaan religius yang ada di dalam hidup kita. Hari ini, Tuhan mengajak kita untuk merenungkan apa yang menjadi orientasi hidup kita.
Menarik bahwa kita hidup di tengah dunia, terutama bangsa ini yang lebih berorientasi akan kuasa, materi, dan ritual agama yang permukaan. Bagaimana politisi bergerak, berpikir, dan menjadikan kuasa, tahta, dan harta sebagai kepenuhan diri. Tidak heran mereka bisa menggunakan cara-cara yang tidak baik yang penting kuasa dan materi itu bisa dimiliki.

Konkret dan sangat kontekstual merenungkan ini, bagaimana hidup kita ini begitu dikuasai untuk dunia ini. dunia yang sementara namun malah seolah yang hakiki dan abadi. Kita bisa terobsesi akan tubuh kita, badan kita, dan usaha, serta kemampuan kita. Padahal Tuhan menghendaki kita bukan untuk itu saja. Kita boleh dan tidak salah untuk mengumpulkan harta dan kekuasaan, namun yang jauh lebih penting adalah menjalankan kehendak-Nya. Kebutuhan kita itu nomer sekian. Saudara terkasih, kita bisa merenungkan, bagaimana hidup kita, apakah sudah lebih memilih dan menjalani kehendak-Nya, atau kebutuhan kita terlebih dahulu? BD.eLeSHa.

Kamis, 16 Juni 2016

Hal Berdoa dan Doa Bapa Kami

Hari Kamis Biasa Pekan XI (H)
Sir. 48:1-14
Mzm. 97:1-2,3-4,5-6,7
Mat. 6:7-15



Sir. 48:1-14

48:1 Lalu tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.
48:2 Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya sedikit berkat semangatnya.
48:3 Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali.
48:4 Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?
48:5 Orang mati kaubangkitkan dari alam arwah, dan dari dunia orang mati dengan firman Yang Mahatinggi.
48:6 Raja-raja kauturunkan sampai jatuh binasa, dan orang-orang tersohor kaujatuhkan dari tempat tidurnya.
48:7 Teguran kaudengar di gunung Sinai, dan di gunung Horeb keputusan untuk balas dendam.
48:8 Engkau mengurapi raja-raja untuk menimpakan balasan, dan nabi-nabi kauurapi menjadi penggantimu.
48:9 Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda-kuda berapi.
48:10 Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub.
48:11 Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kamipun pasti akan hidup pula.
48:12 Elia ditutupi dengan olak angin, tetapi Elisa dipenuhi dengan rohnya. Selama hidup ia tidak gentar terhadap seorang penguasa, dan tidak seorangpun menaklukkannya.
48:13 Tidak ada sesuatupun yang terlalu ajaib baginya, dan bahkan dikuburnyapun jenazahnya masih bernubuat.
48:14 Sepanjang hidupnya ia membuat mujizat, dan malah ketika meninggal pekerjaannya menakjubkan.


Mat. 6:7-15

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."


Hal Berdoa dan Doa Bapa Kami

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan keutamaan religius kelanjutan dari bacaan dan renungan kita kemarin. Jika kemarin kita merenungkan tiga keutamaan, yaitu derma, doa, dan puasa, hari ini secara spesifik kita diajak untuk merenungkan mengenai doa dan doa Bapa Kami.
Doa, bagaimana Yesus menghendaki kita untuk berdoa tidak bertele-tele. Doa Bapa Kami itu merupakan doa yang tulus dan menyebut Allah sebagai Bapa. Relasional yang demikian dekat dan akrab.
Sering kita memahami dan meyakini jika apa yang kita peroleh itu karena doa kita.  Berkat Allah itu karena perbuatan kita, usaha kita dengan berdoa, padahal berkat Allah, itu karena kasih Allah semata. Doa menjadi sebentuk usaha dan kepasrahan kita di dalam melakukan kerja sama dengan Tuhan Allah. In berbeda dengan pemahaman rekan dan saudara kita yang lain yang menyakini dan mengimani bahwa doa kita dijawab atau dikabulkan Tuhan. Berbeda, berkat Allah tidak tergantung apa yang hendak Tuhan berikan.
Doa Bapa Kami memberikan gambaran doa secara utuh, bagaimana dibuka dengan menyapa Tuhan Allah kita. Kita kalau mau berbincang atau meminta kepada orang tua tentu pakai pengantar dan menyapa dulu bukan? Cara yang sama kita pakai. Kemudian kita memuji-Nya, ingat ini bukan karena Tuhan suka akan pujian, bukan namun kita sepantasnya memuji atas kasih dan kebaikan-Nya bukan? Dilanjutkan dengan ungkapan syukur atas berkat Tuhan. Kemudian kita mohon ampun atas kedosaan kita, ada syaratnya, bahwa kita perlu pula memaafkan terlebih dahulu kesalahan orang lain. Hal ini agar kita tidak semena-mena mau diampuni namun tidak mau mengampuni. Jika demikian, tentu sangat buruk relasi kita. Terakhir kita memohon  apa yang menjadi kerinduan dan kebutuhan kita.

Ingat, bagaimana itu semua ada di sana. Kecenderungan kita telah sekian lama berdoa dengan cara memohon saja, isinya hanya memohon, lupa bersyukur, apalagi menyapa dan memuji Tuhan.

Rabu, 15 Juni 2016

Kewajiban Keagamaan

Rabu Biasa Pekan XI (H)
2 Raj. 2:1,6-14
Mzm. 31:20,21,24,
Mat. 6:1-6,16-18



2 Raj. 2:1,6-14

2:1 Menjelang saatnya TUHAN hendak menaikkan Elia ke sorga dalam angin badai, Elia dan Elisa sedang berjalan dari Gilgal.
2:6 Berkatalah Elia kepadanya: "Baiklah tinggal di sini, sebab TUHAN menyuruh aku ke sungai Yordan." Jawabnya: "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Lalu berjalanlah keduanya.
2:7 Lima puluh orang dari rombongan nabi itu ikut berjalan, tetapi mereka berdiri memandang dari jauh, ketika keduanya berdiri di tepi sungai Yordan.
2:8 Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.
2:9 Dan sesudah mereka sampai di seberang, berkatalah Elia kepada Elisa: "Mintalah apa yang hendak kulakukan kepadamu, sebelum aku terangkat dari padamu." Jawab Elisa: "Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu."
2:10 Berkatalah Elia: "Yang kauminta itu adalah sukar. Tetapi jika engkau dapat melihat aku terangkat dari padamu, akan terjadilah kepadamu seperti yang demikian, dan jika tidak, tidak akan terjadi."
2:11 Sedang mereka berjalan terus sambil berkata-kata, tiba-tiba datanglah kereta berapi dengan kuda berapi memisahkan keduanya, lalu naiklah Elia ke sorga dalam angin badai.
2:12 Ketika Elisa melihat itu, maka berteriaklah ia: "Bapaku, bapaku! Kereta Israel dan orang-orangnya yang berkuda!" Kemudian tidak dilihatnya lagi, lalu direnggutkannya pakaiannya dan dikoyakkannya menjadi dua koyakan.
2:13 Sesudah itu dipungutnya jubah Elia yang telah terjatuh, lalu ia berjalan hendak pulang dan berdiri di tepi sungai Yordan.
2:14 Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu sambil berseru: "Di manakah TUHAN, Allah Elia?" Ia memukul air itu, lalu terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.

Mat. 6:1-6,16-18

6:1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
6:16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."


Kewajiban Keagamaan

Saudara terkasih, hari ini kita diajak oleh Gereja untuk melihat bagaimana keutamaan kita sebagai orang beriman yaitu, berdoa, bederma, dan berpuasa. Bagaimana sikap kita itu berkenan kepada Allah atau hanya mendapatkan pujian sebagaimana orang munafik. Yesus menasihatkan agar kita di dalam melakukan hal tersebut bisa bertindak tidak seperti orang munafik.
Pertama mengenai derma atau membantu orang lain. Yesus mengajak kita untuk melakukan bukan demi popularitas namun meringankan beban orang lain. Yesus tidak menghilangkan keutamaan religius itu. Lihat apa yang dikritik adalah perilaku orangnya atau perbuatannya, bukan pribadinya. Bantuan diberikan dengan tulus sebagai perwujudan kasih.
Kedua mengenai doa, komunikasi sebagai sarana berkomunikasi yang mendalam dengan Tuhan Allah sering malah dijadikan komoditi atau alat untuk mencari nama diri dan kebanggaan diri. Berdoa untuk mendapatkan pujian, mencari ketenaran diri, dan biasa ditampilkan di rumah ibadat, pasar, atau jalan-jalan. Doa sudah meleset dari esensi yang baik. Yesus mengajak para murid untuk berdoa di dalam kamar. Doa yang tersembunyi dan tidak bertele-tele.
Ketiga, puasa, bukan menunjukkan ibadah kepada semua orang, namun untuk menampilkan diri sebagai pribadi yang sanggup untuk tidak menjadikan diri sendiri dan kebutuhan diri sebagai satu-satunya yang harus dikejar dan dipenuhi. Puasa menjadi jalan pengosongan diri, asketisme yang menyuburkan hidup seorang beriman. Yesus mengajak para murid kalau berpuasa bukan untuk ditonton orang.
Yesus mengajak para murid untuk berbuat kebaikan itu bukan untuk tontonan orang lain, pamer, atau berperilaku munafik, namun biar Tuhan Allah yang tahu. Hal yang sangat konkret dan relevan untuk menjadi pelajaran bersama bagi kita hingga hari ini. BD.eLeSHa.


Selasa, 14 Juni 2016

Kasihilah Sesamamu!

Selasa Biasa Pekan XI (H)
1 Raj. 21:17-29
Mzm. 51:3-4,5-6a,11,16
Mat. 5:43-48


1 Raj. 21:17-29

21:17 Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya:
21:18 "Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.
21:19 Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu."
21:20 Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN.
21:21 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel.
21:22 Dan Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia, oleh karena engkau menimbulkan sakit hati-Ku, dan oleh karena engkau mengakibatkan orang Israel berbuat dosa.
21:23 Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel.
21:24 Siapa dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara."
21:25 Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya.
21:26 Bahkan ia telah berlaku sangat keji dengan mengikuti berhala-berhala, tepat seperti yang dilakukan oleh orang Amori yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.
21:27 Segera sesudah Ahab mendengar perkataan itu, ia mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung pada tubuhnya dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung, dan berjalan dengan langkah lamban.
21:28 Lalu datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu:
21:29 "Sudahkah kaulihat, bahwa Ahab merendahkan diri di hadapan-Ku? Oleh karena ia telah merendahkan diri di hadapan-Ku, maka Aku tidak akan mendatangkan malapetaka dalam zamannya; barulah dalam zaman anaknya Aku akan mendatangkan malapetaka atas keluarganya."

Mat. 5:43-48

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."



Kasihilah Sesamamu!

Saudara terkasih, rangkaian kebaruan yang diajarkan dan ajakan Yesus menampakkan hal yang paling khas, di mana bahwa mengasihi sesama memang berangkat dari ajaran Perjanjian Lama (Im.19:18). Mengenai bencilah musuhmu bukan berangkat dari Kitab Suci namun menurut sikap hidup dari sebagian kelompok manusia yang meminta mengasihi orang sekelompoknya. Orang dari kelompok lain di anggap sebagai “musuh” yang perlu untuk menjaga jarak. Pola pikir inilah yang hendak diubah oleh Yesus. Para murid diajar untuk saling mengasihi satu sama lain, namun juga mengasihi orang-orang yang memusuhi mereka bahkan mendoakan mereka.
Hari-hari ini kita menyaksikan betapa bentuk intoleransi itu makin menguat dan menggejala. Menyatakan kafir bagi orang yang tidak sepaham, bahkan seagama sekalipun hanya perbedaan soal berpakaian sudah bisa dicap sebagai “musuh”. Kelompok lain lagi sanagt ekstrem untuk menyatakan orang lain sebagai sesat dan memperbolehkan darahnya ditumpahkan. Abad keduapuluh satu saja masih demikian kolot, ajaran Yesus dua ribu tahun lalu ternyata masih banyak dianut hingga hari ini. permusuhan hanya masalah sangat kecil yang dibesar-besarkan.

Para murid diajak untuk berubah dan mengasihi bahkan mendoakan orang yang berbeda dan selama ini dianggap sebagai kafir atau musuh sekalipun.  Yesus memperlihatkan bagaimana Allah menurunkan hujan bagi semua orang. Tidak pilih-pilih dan pilah-pilah, semua IA berikan anugerah yang sama. Matahari yang sama diberikan Allah kepada siapapun baik jahat ataupun taat, demikian juga dengan alam ciptaan-Nya ini tidak khusus bagi sekelompok orang saja. Apakah kita ikut Yesus atau mau ikuti dunia? BD.eLeSHa.

Senin, 13 Juni 2016

Santo Antonius dari Padua

Pw. S. Antonius dr. Padua, ImPujG (P)
1 Raj. 21:1-16
Mzm. 5:2-3,5-6,7
Mat. 5:38-42


1 Raj. 21:1-16

21:1 Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria.
21:2 Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang."
21:3 Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!"
21:4 Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan.
21:5 Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?"
21:6 Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu."
21:7 Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu."
21:8 Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot.
21:9 Dalam surat itu ditulisnya demikian: "Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat.
21:10 Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati."
21:11 Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka.
21:12 Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat.
21:13 Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: "Nabot telah mengutuk Allah dan raja." Sesudah itu mereka membawa dia ke luar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati.
21:14 Setelah itu mereka menyuruh orang kepada Izebel mengatakan: "Nabot sudah dilempari sampai mati."
21:15 Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati."
21:16 Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya.


Mat. 5:38-42

5:38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi.
5:39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.
5:40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu.
5:41 Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.
5:42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.


Santo Antonius dari Padua

Sebelum membiara, nama Antonius adalah Ferdinan. Ia lahir di Lisabon, Portugal pada tahun 1195. Sejak masa mudanya, ia sangat tertarik akan hidup doa, studi, dan pekerjaan rohani bagi kepentingan jiwa-jiwa. Ia masuk ordo Santo Agustinus di Koimbra dan ditahbiskan menajdi imam. Setelah sekian lama ia pindah ke Ordo Saudara Dia atau Fransiskan, dan ia mendapatkan nama Ordo dari Fransiskan dengan nama Antonius.
Sebagai Fransiskan muda ia dikirim ke Afrika. Gangguan kesehatan membuatnya kembali ke biara induk. Di sana selain belajar dan berdoa ia menjalankan tugas yang paling hina di biara. Pada tahun 1221 ia mengikuti kapitel di Asisi tang dipimpin langsung oleh St. Fransiskus. Pada waktu itu ia diminta berkotbah. Semua saudara yang hadir kagum akan kedalaman dan begitu menariknya kotbahnya. Sejak itu ia dikenal akan kemampuannya mengenai Ketuhanan dan sebagai pjangga yang sangat pandai. Ia diminta kotbah di Perancis, Italia, dan Sisilia.
Paus Gregorius yang pernah mendengar kotbahnya memberinya gelr ahli Kitab Suci, karena khotbahnya yang berdasar ayat-ayat Kitab Suci sangat mengena. Banyak orang yang kembali ke pangkuan Gereja berkat mendengar pengajarannya.
Pada tahun 1231, saat usia 36 tahun ia wafat di Padua. Paus Pius XII (1929-1958) meresmikan gelar santi sebagai Pujangga Gereja, ia mengatakan Antonius mengajarkan apa pun selalu berdasar Injil Suci. Ia sering dimintai pengantara doa untuk barang yang hilang, terutama kembalinya rahmat pengudusan yang hilang karena dosa.

Berdoa dengan pengantaraan St. Antonius dari Paduan sebagai sarana membantu mengembalikan barang yang hilang. Ingat ini devosional bukan seperti dukun dan wes-ewes pasti kembali. Iman dan kepercayaan kita harus benar, sehingga tidak salah memahami. BD.eLeSHa.

Minggu, 12 Juni 2016

Dosa, Pengampunan, dan Kasih

HARI MINGGU BIASA XI (H)
2 Sam. 12:7-10,13
Mzm. 32:1-2,5,7,11
Gal. 2:16,19-21
Luk. 7:36-50



2 Sam. 12:7-10,13

12:7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: "Engkaulah orang itu! Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.
12:8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.
12:9 Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.
12:10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu.
12:13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: "Aku sudah berdosa kepada TUHAN." Dan Natan berkata kepada Daud: "TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

Gal. 2:16,19-21

2:16 Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan.
2:19 Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus;
2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
2:21 Aku tidak menolak kasih karunia Allah. Sebab sekiranya ada kebenaran oleh hukum Taurat, maka sia-sialah kematian Kristus.



Luk. 7:36-50

7:36 Seorang Farisi mengundang Yesus untuk datang makan di rumahnya. Yesus datang ke rumah orang Farisi itu, lalu duduk makan.
7:37 Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
7:39 Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: "Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa."
7:40 Lalu Yesus berkata kepadanya: "Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu." Sahut Simon: "Katakanlah, Guru."
7:41 "Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
7:42 Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?"
7:43 Jawab Simon: "Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya." Kata Yesus kepadanya: "Betul pendapatmu itu."
7:44 Dan sambil berpaling kepada perempuan itu, Ia berkata kepada Simon: "Engkau lihat perempuan ini? Aku masuk ke rumahmu, namun engkau tidak memberikan Aku air untuk membasuh kaki-Ku, tetapi dia membasahi kaki-Ku dengan air mata dan menyekanya dengan rambutnya.
7:45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku.
7:46 Engkau tidak meminyaki kepala-Ku dengan minyak, tetapi dia meminyaki kaki-Ku dengan minyak wangi.
7:47 Sebab itu Aku berkata kepadamu: Dosanya yang banyak itu telah diampuni, sebab ia telah banyak berbuat kasih. Tetapi orang yang sedikit diampuni, sedikit juga ia berbuat kasih."
7:48 Lalu Ia berkata kepada perempuan itu: "Dosamu telah diampuni."
7:49 Dan mereka, yang duduk makan bersama Dia, berpikir dalam hati mereka: "Siapakah Ia ini, sehingga Ia dapat mengampuni dosa?"
7:50 Tetapi Yesus berkata kepada perempuan itu: "Imanmu telah menyelamatkan engkau, pergilah dengan selamat!



Dosa, Pengampunan, dan Kasih

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan kedosaan, pengampunan, dan kasih. Pertama soal dosa kita disajikan kisah mengenai dosa Daud. Sebagai raja yang terurapi ia jatuh di dalam pencobaan ketika melihat istri prajuritnya. Bagaimana ia bisa langsung sadar dan tahu bahwa ia berdosa ketika ada nabi yang mengingatkannya. Menarik bagi kita, yang hari-hari ini disuguhi drama korupsi, kekerasan seksualitas, dan terorisme, namun banyak yang tidak menunjukkan sikap sesal dan tahu bahwa mereka merugikan orang lain. Cengengesan, menyerang berbagai pihak, dan merasa itu cobaan Tuhan, malah Tuhan difitnah. Di sekeliling kita pun penuh dengan model demikian, bagaimana pengalaman di jalan itu sudah melanggar malah ngamuk dan membentak orang yang benar pada jalur dan sikapnya. Dosa malah merasa kuasa dan benar. Ini fakta hidup kita bersama.
Sikap kita kepada pendosa biasanya juga menjaga jarak dan merasa seolah kita paling bersih bagaimana hal itu ditunjukkan Simon kelompok Farisi yang mengundang Yesus. Perempuan berdosa itu dengan percaya diri datang ke tempat orang itu, yang jelas-jelas akan melecehkannya, namun  ia tahu akan berjumpa dengan Yesus yang berbelas kasih itu. Ia mencuci kaki Yesus dengan air matanya, mengelap dengan rambutnya, dan meminyaki kaki Yesus dengan minyak wangi. Berbanding terbalik dengan apa yang dilakukan Simon sebagai tuan rumah, orang terhormat, dan tentu saja kaya, air saja tidak ada untuk membasuh kaki, padahal itu bagian dari budaya yang sangat mendasar, pelukan di pintu juga tidak ada, apalagi mengolesi dahi dengan minyak. Apa yang ditampilkan Yesus bukan untuk mempermalukan Simon namun hendak menyatakan bahwa pengampunan itu justru melahirkan kasih yang demikian besar. Simon sendiri paham ketika Yesus menyajikan sebuah perumpamaan mengenai penghapusan utang. Konkrit bahwa rasa syukur itu tentu akan diterima oleh orang yang lebih banyak dibebaskan utangnya bukan? Demikian juga pendosa, yang merasa dosanya seperti tak terampunkan itu, diampuni begitu saja tentu sangat lega dan memberikan balasan yang tidak terduga. Perempuan ini datang digerakkan oleh pengalaman akan Yesus yang telah ia dengar, ayat 37 menjelaskan hal itu.

Kasih Yesus yang menggerakan pendosa itu untuk datang karena ia tahu tidak akan dipermalukan, dihukum, dan disalahkan, namun akan diampuni. Apa yang terjadi memang benar bahwa ia diampuni dan bahkan dikatakan imanmu telah menyelamatkanmu. Kasih yang luar biasa dari Yesus sehingga menggerakkan pendosa untuk bisa berbuat kasih. Hukuman itu tidak cukup, namun kasih jauh lebih berdaya guna. Kesempatan untuk menggugah hati nurani menjadi tidak mudah ketika hati telah tumpul dan bahkan mati. BD.eLeSHa.

Sabtu, 11 Juni 2016

Barnabas Rasul

Pw. S. Barnabas, Ras. (M)
Kis. 11:21-26;13:1-3
Mzm. 98:2-3ab,3c-4,5-6
Mat. 10:7-13



Kis. 11:21-26;13:1-3

11:21 Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan.
11:22 Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia.
11:23 Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan,
11:24 karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan.
11:25 Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia.
11:26 Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.
13:1 Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus.
13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.


Mat. 10:7-13

10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
10:9 Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10:10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
10:11 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
10:12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
10:13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.



Barnabas Rasul

Saudara terkasih, hari ini kita mengenangkan jasa dan karya S. Barabas yang lahir di Siprus, keturunan bangsa Yahudi dari suku Lewi. Ia menerima nama Barnabas (Putera Penghiburan) yang diberikan para rasul untuk menggantikan nama aslinya Yosef. Ia dikenal  luas karena karyanya bersama Paulus. Barnabaslah yang membawa Paulus kepada para rasul dan mengisahkan soal penampakan Tuhan kepada Paulus.
Ketika di Antiokia telah banyak orang bertobat, para pemimpin Yerusalem mengutus Barnabas untuk melayani di sana. Di Antiokia mengajar umat tentang Kristus yang hidup dan meneguhkan mereka dengan teladan hidupnya yang saleh. Barnabas menobatkan banyak orang. Kemudian ia ke Tarsus dan bertemu Paulus. Mereka dibantu oleh Yohanes Markus untuk mengabarkan Khabar Gembira ke Asia Kecil.
Mereka sukses di dalam mempertobatkan banyak orang, namun mengalami kesuitan karena orang Kristen baru Non Yahudi yang khawatir oleh orang-orang dalam kelompok Yakobus. Maka mereka datang ke Konsili Yerusalem, bagaimana orang Kristen itu masuk ke dalam kesatuan Gereja apakah harus memenuhi hukum Taurat atau tidak. Konsili menetapkan tidak harus memenuhi hukum Taurat terutama soal sunat.

Barnabas wafat sebagai martir karena dirajam di Salamis oleh orang-orang Yahudi. Ia ditetapkan sebagai salah satu pendiri Gereja dan dimasukkan dalam  kalangan para rasul. BD.eLeSHa.