Jumat, 10 Juni 2016

Hal Perzinahan dan Perceraian

Jumat Biasa Pekan X (H)
1 Raj. 19:9b,11-16
Mzm. 27:7-8a,8b-9abc,13-14
Mat. 5:27-32



1 Raj. 19:9b,11-16

19:9b: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"
19:11 Lalu firman-Nya: "Keluarlah dan berdiri di atas gunung itu di hadapan TUHAN!" Maka TUHAN lalu! Angin besar dan kuat, yang membelah gunung-gunung dan memecahkan bukit-bukit batu, mendahului TUHAN. Tetapi tidak ada TUHAN dalam angin itu. Dan sesudah angin itu datanglah gempa. Tetapi tidak ada TUHAN dalam gempa itu.
19:12 Dan sesudah gempa itu datanglah api. Tetapi tidak ada TUHAN dalam api itu. Dan sesudah api itu datanglah bunyi angin sepoi-sepoi basa.
19:13 Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: "Apakah kerjamu di sini, hai Elia?"
19:14 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku."
19:15 Firman TUHAN kepadanya: "Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram.
19:16 Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.

Mat. 5:27-32

5:27 Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.



Hal Perzinahan dan Perceraian

Saudara terkasih, hari-hari ini kita diajak untuk merenungkan apa yang dikehendaki Yesus, yang hidup dan berasal dari tradisi Yahudi. Pokok persoalan adalah apa yang baru dan berbeda dengan ajaran-Nya, kalau Ia menyatakan kedatangan-Nya bukan untuk  meniadakan hukum Taurat.
Ternyata di dalam kisah-kisah yang ada pada bab lima inilah perbedaan itu diungkapkan. Apa yang kita renungkan hari ini mengenai perzinahan dan perceraian. Soal lebih mendalam lebih dari sekedar perilaku jahat, namun motivasi dan keinginan jahat, adalah dosa bagi Yesus. Ia mengajarkan bahwa nenek moyang mengajarkan bahwa orang berzina layak dihukum. Bagi Yesus memandang perempuan dengan penuh nafsu itu sudah layak dihukum. Menarik adalah apa yang Yesus ajarkan hari ini sedang menjadi perdebatan di Indonesia. Perkosaan dan kekerasan seksual menjadi berita yang datang silih berganti tanpa merasa bersalah dan selalu saja berulang. Pembelaan oleh orang-orang yang tidak memegang moralitas menjadikan perilaku mereka merajalela. Konteks menginginkan ini sangat menarik karena banyak orang bisa dilepaskan dari jerat hukum karena hanya diperlakukan kepada perilaku perkosaan bukan hendak memperkosa, karena memang hukum positif berlaku demikian. Apa artinya?  Bahwa standart moral Kristiani jauh lebih tinggi dan itu perlu diterapkan sebagai bukti pengikut Yesus jauh lebih berkualitas dan memang lebih tinggi tuntutannya.
Nenek moyang masih bisa menerbitkan surat cerai, namun Yesus tidak lagi bisa menolerir sikap tersebut. Barang siapa menceriakan, berarti ia telah menjerumuskan orang kepada perzinahan, dan hukumannya adalah sama dengan pezinah, yatiu dihukum.

Saudara terkasih, mengikuti Yesus itu tidak gampang, tuntutannya juga tidak mudah, belum lagi tantangan dari luar, begitu melimpah? Mengapa kita sanggup? Karena Ia sendiri yang memilih kita, bukan kita yang memilih-Nya. Jika kita yang memilih-Nya, pasti akan lari dan tidak mampu untuk bertahan dengan apa yang terjadi. BD.eLeSHa.

Kamis, 09 Juni 2016

Mengenai Kemarahan dan Pembunuhan

Kamis Pekan Biasa X (H)
1 Raj. 18:41-46
Mzm. 65:10abcd,10e-11,12-13
Mat. 5:20-26


1 Raj. 18:41-46

18:41 Kemudian berkatalah Elia kepada Ahab: "Pergilah, makanlah dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran."
18:42 Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah, dengan mukanya di antara kedua lututnya.
18:43 Setelah itu ia berkata kepada bujangnya: "Naiklah ke atas, lihatlah ke arah laut." Bujang itu naik ke atas, ia melihat dan berkata: "Tidak ada apa-apa." Kata Elia: "Pergilah sekali lagi." Demikianlah sampai tujuh kali.
18:44 Pada ketujuh kalinya berkatalah bujang itu: "Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut." Lalu kata Elia: "Pergilah, katakan kepada Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan."
18:45 Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel.
18:46 Tetapi kuasa TUHAN berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.


Mat. 5:20-26

5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
5:21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.



Mengenai Kemarahan dan Pembunuhan

Saudara terkasih, dalam bacaan Injil hari ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana Yesus dan ajaran-Nya jauh lebih dari Taurat. Sekali lagi bukan meniadakan Hukum Taurat, namun memberikan arti dan makna baru. Di mana motivasi dan sikap dasarnya mejadi penting. Hukum Taurat jelas saja mengatur bagaimana hukum bagi pembunuh, Yesus bahkan mengajak kita jangan sampai marah. Membunuh tentu kemarahan yang telah amat parah. Marah saja tidak boleh, apalagi sampai membunuh.
Sikap persaudaraan dan berdamai diungkapkan dengan persembahan. Apa yang dimaui Yesus adalah sikap batin yang berdamai perlu ada terlebih dahulu daripada mengadakan persembahan. Saudara terkasih, Yesus mengajak kita untuk bisa bersikap baik dan damai dengan saudara-saudari kita lebih dahulu, sebelum beribadah kepada-Nya. Tuhan menghendaki kita bisa bersikap bijaksana dan tidak mendua hati. Bagaimana bisa mengatakan atas naman Tuhan namun memukul, menghujat, dan bahkan membunuh  orang bukan? Tuhan mengajak kita satu dalam hati dan mulut, bukan mengatakan yang suci sedangkan hatinya jauh dari Tuhan.

Sikap demikian makin menggejala. Apakah kita sebagai anak Tuhan juga bersikap yang sama? Jika iya, apa bedanya kita dengan  yang tidak mengenal Yesus? BD.eLeSHa.

Rabu, 08 Juni 2016

Hukum Taurat

Rabu Pekan Biasa X (H)
1 Raj. 18:20-39
Mzm. 16:1-2a,4,5,8,11
Mat. 5:17-19



1 Raj. 18:20-39

18:20 Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel.
18:21 Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: "Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau TUHAN itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia." Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun.
18:22 Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: "Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi TUHAN, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya.
18:23 Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Aku pun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api.
18:24 Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama TUHAN. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!" Seluruh rakyat menyahut, katanya: "Baiklah demikian!"
18:25 Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: "Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api."
18:26 Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: "Ya Baal, jawablah kami!" Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu.
18:27 Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: "Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga."
18:28 Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka.
18:29 Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.
18:30 Kata Elia kepada seluruh rakyat itu: "Datanglah dekat kepadaku!" Maka mendekatlah seluruh rakyat itu kepadanya. Lalu ia memperbaiki mezbah TUHAN yang telah diruntuhkan itu.
18:31 Kemudian Elia mengambil dua belas batu, menurut jumlah suku keturunan Yakub. -- Kepada Yakub ini telah datang firman TUHAN: "Engkau akan bernama Israel." --
18:32 Ia mendirikan batu-batu itu menjadi mezbah demi nama TUHAN dan membuat suatu parit sekeliling mezbah itu yang dapat memuat dua sukat benih.
18:33 Ia menyusun kayu api, memotong lembu itu dan menaruh potongan-potongannya di atas kayu api itu.
18:34 Sesudah itu ia berkata: "Penuhilah empat buyung dengan air, dan tuangkan ke atas korban bakaran dan ke atas kayu api itu!" Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk kedua kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk kedua kalinya. Kemudian katanya: "Buatlah begitu untuk ketiga kalinya!" Dan mereka berbuat begitu untuk ketiga kalinya,
18:35 sehingga air mengalir sekeliling mezbah itu; bahkan parit itu pun penuh dengan air.
18:36 Kemudian pada waktu mempersembahkan korban petang, tampillah nabi Elia dan berkata: "Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, pada hari ini biarlah diketahui orang, bahwa Engkaulah Allah di tengah-tengah Israel dan bahwa aku ini hamba-Mu dan bahwa atas firman-Mulah aku melakukan segala perkara ini.
18:37 Jawablah aku, ya TUHAN, jawablah aku, supaya bangsa ini mengetahui, bahwa Engkaulah Allah, ya TUHAN, dan Engkaulah yang membuat hati mereka tobat kembali."
18:38 Lalu turunlah api TUHAN menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.
18:39 Ketika seluruh rakyat melihat kejadian itu, sujudlah mereka serta berkata: "TUHAN, Dialah Allah! TUHAN, Dialah Allah!"


Mat. 5:17-19

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga;
tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.


Hukum Taurat

Saudara terkasih, Yesus datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat. Hukum itu tetap berlaku, namun  perlu pemaknaan di dalam kasih Tuhan. Tidak heran Ia selalu berhadapan dengan kaum Farisi dan ahli Taurat yang merasa paling hebat di dalam mengikuti ajaran, tuntunan, dan hukum-hukum yang ada di dalam Hukum Taurat. Apa yang Tuhan kehendaki adalah makna baru.
Tidak heran kalau orang Farisi dan rekan mereka marah. Mereka merasa Yesus hendak mengganti Taurat, padahl bukan. Hukumnya bagus, namun pelakunya yang tidak patut atau kadang membuat itu brlebihan, dan juga tidak sepantasnya mereka lakukan.
Kita bisa belajar dari tata hukum negeri ini. Bagaimana kita melimpah dengan aturan dan hukum namun saling tumpang tindih karena tidak pernah lagi dipelajari apalagi diterapkan dan dihidupi. Undang-undang dan hukum begitu banyak namun hidup manusianya jauh dari tertib sama sekali. Apa yang disampaikan Yesus sangat relevan bagi hidup kita. Apa yang dimaui adalah bukan hanya taat namun memberikan keteladanan dan bisa bersikap dengan sportif, jujur, dan tidak membebani orang lain dengan hukum yang sering penguasa itu tidak lakukan. Hal ii termasuk soal agama dan pelaksanaannya.

Saudara terkasih, tuntunan Tuhan itu jauh lebih mendalam dan berarti bukan sekedar hukum dan atuan mati, namun melihat kepentingan dan kebutuhan orang. Legalis baik namun tidak cukup. Taat azas dan aturan itu penting, namun tidak cukup bagi hidup bersama. Apakah kita taat hukum hanya kaut atau malah memperkembangkan agar orang semakin manusiawi? BD.eLeSHa.

Selasa, 07 Juni 2016

Terang dan Garam Dunia

Selasa Biasa Pekan X
1 Raj. 17:7-16
Mzm. 4:2-3,4-5,7-8
Mat. 5:13-16



1 Raj. 17:7-16

17:7 Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
17:8 Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
17:9 "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."
17:10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.


Mat. 5:13-16

5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."



Terang dan Garam Dunia

Saudara terkasih, Yesus berbicara dengan kata kamu, menunjuk secara langsung para murid dan bukan yang lain. Ia tidak ingin para murid menjadi garam dan terang, Ia juga tidak menjanjikan para murid akan menjadi garam dan terang. Mereka telah menjadi garam dan terang. Aktual telah menjadi kedua hal yang sangat memegang peran penting bagi hidup manusia.
Yesus berharap bahwa para murid itu bercahaya yang menampakkan kuasa kasih Allah. Terang itu harus dinyatakan bukan untuk disembunyikan. Bagaimana mau menyatakan kuasa Allah kalau malah disembunyikan? Menyembunyikan asin dan terang sama juga dengan menutup-nutupi kuasa Allah. Menutupi kekuatan Allah sama juga dengan menghalangi hadirnya Allah di dalam hidup kita.

Saudara terkasih, apakah perbuatan kita, pilihan kita, dan pemikiran kita hendak membesarkan kuasa Allah atau malah mengecilkannya? Itu semua ada di dalam pilihan kita. Jika kita hanya mengandalkan kekuatan sendiri, memilih untuk menyatakan perbuatan ajaib Tuhan sebagai kebetulan. Tidak menilai perbuatan besar Tuhan karena kita hanya melihat diri sendiri dan kekuatan dunia ini. Padahal dunia dan kita adalah ciptaan-Nya bukan? Mengapa kita bisa menepikan perbuatan-Nya dan malah memilih kekuatan dan kemampuan diri sendiri. Kita sudah memilih untuk kehilangan asin dan menempatkan terang itu di bawah gantang. Hati-hati dalam bersikap dan apakah sudah menyajikan kekuatan kasih Tuhan? BD.eLeSHa.

Senin, 06 Juni 2016

Sabda-Sabda Bahagia

Senin Biasa Pekan X (H)
1 Raj. 17:1-6
Mzm. 121:1-2,3-4,5-6,7-8
Mat. 5:1-12



1 Raj. 17:1-6

17:1 Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan."
17:2 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya:
17:3 "Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
17:4 Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana."
17:5 Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
17:6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.


Mat. 5:1-12

5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
5:2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."



Sabda-Sabda Bahagia

Saudara terkasih, kita banyak belajar mengenai pribadi Yesus dalam bacaan ini. bagaimana Ia mengajar di atas gunung, mirip dengan apa yang Musa lakukan. Musa baru.  Cara mengajar yang mengucapkan ucapan bahagia mirip dengan sastra Yahudi sebagaimana dalam Kitab Ulangan juga dalam Putra Sirakh.
Saudara terkasih, apakah yang miski, menderita, dan lapar yang akan mendapatkan kebahagiaan? Dan sebaliknya yang kaya dan makmur akan mendapatkan hukuman? Tidak sesederhana itu. Apa selanjutnya juga perlu dibaca, apa yang menjadi prasyarat yaitu benar di hadapan Allah, bukan hanya yang miskin saja, yang kaya sepanjang masih benar di hadapan Allah tentu akan mendapatkan keselamatan yang sama.
Berikutnya Tuhan menghendaki kita tetap menjaga kesucian hati dengan bertindak setia pada Allah. Bagaimana cara untuk setia di dalam Tuhan? Hati yang memiliki  cara hidup, melawan kekerasan, Saudara terkasih, kita tentu menyaksikan betapa banyak kekerasan. Namun apa yang Tuhan ajak ialah kita bisa menghindari itu. Menyukai kekerasan berarti bukan murid-Nya. Berikutnya,  menolak pedang, bagaimana Petrus mendapat teguran keras karena ia memotong telingan hamba imam agung. Tuhan tidak menghendaki pedang, namun kasih yang sejati. Ketiga, mengasihi musuh. Ini taraf selanjutnya yang tidak mudah, dengan cara mengasihi musuh. Tidak suka kekerasan masih lumayan bisa, menghindari pedang, tentu makin susah, dan yang paling sulit adalah mengasihi musuh. Balas dendam, membalas, mengutuk itu sangat biasa, namun untuk mengasihi musuh, inilah inti kasih sejati itu.
Apakah kita sanggup berbuat demikian? Inilah inti kasih sejati. Mengalahkan dunia dengan mengasihi musuh. BD.eLeSHa.



Minggu, 05 Juni 2016

Membangkitkan Anak Janda

HARI MINGGU BIASA X (H)
1 Raj. 17:17-24
Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b
Gal. 1:11-19
Luk. 7:11-17



1 Raj. 17:17-24

17:17 Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.
17:18 Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?"
17:19 Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.
17:20 Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?"
17:21 Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya."
17:22 TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.
17:23 Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: "Ini anakmu, ia sudah hidup!"
17:24 Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: "Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar."



Gal. 1:11-19

1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.
1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
1:19 Tetapi aku tidak melihat seorang pun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.


Luk. 7:11-17

7:11 Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
7:14 Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
7:15 Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
7:16 Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
7:17 Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.



Membangkitkan Anak Janda

Saudara terkasih, apa yang kita renungkan Minggu ini mengenai hidup kembali dua anak janda. Pertama dalam bacaan pertama namun berbeda kuasa. Di mana Elia meminta Allah menghidupkan. Bacaan Injil menunjukkan kuasa Yesus yang begitu besar, karena kasih-Nya yang begitu besar melihat usungan kematian, dan janda yang lepas harapan itu, Ia ambil anak muda yang mati itu untuk dikembalikan kepadanya.
Wajah Yesus, wajah gereja, dan wajah kita yang berhadapan dengan dunia. Dunia melihat wajah Yesus  yang penuh kasih, belas kasih menjadi wajah yang menyenangkan dan menenteramkan. Kita ingin menampilkan wajah gereja yang demikian, namun sering malah mendapatkan penolakan. Gereja dicurigai, Gereja diwaspadai, sikap kita di dalam menghadapi itu sangat menentukan. Kita bisa melhat contoh faktual, sebagaimana izin mendirikan gedung gereja saja tidak bisa, dipersulit, dan menjadi kendala. Apakah kita mereaksi dengan sikap yang sama? Atau memberikan pengampunan? Jika kita membalas dengan sikap yang sama, tentu bukan wajah Yesus yang berbelas kasih.

Perbuatan-perbuatan besar dan menjawab tantangan zaman bisa menjadi terang dan garam dunia. Terang dan garam dalam berbagai cara dan sikap. Sikap membantu yang paling lemah, bisa diwujudkan dengan janda, anak yang putus sekolah, menyuarakan kebenaran apapun risikonya, dan memberikan kelemahlembutan jika ada kekerasan. Perjuangan kita tidak lebih mudah, namun itulah kualitas iman kita, bisa bersama Tuhan untuk berbelas kasih. BD.eLeSHa.

Sabtu, 04 Juni 2016

Mengenai Ahli Taurat dan Persembahan

Pw. Hati Tersuci SP Maria (P)
2 Tim. 4:1-8
Mzm. 71:8-9,14-15a,16-17,22
Mrk. 12:38-44


2 Tim. 4:1-8

4:1 Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya:
4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
4:3 Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
4:4 Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
4:5 Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
4:6 Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat.
4:7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
4:8 Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.


Mrk. 12:38-44

12:38 Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,
12:39 yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
12:40 yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."
12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."


Mengenai Ahli Taurat dan Persembahan

Saudara terkasih, siapa ahli Taurat? Mereka adalah orang  yang bertugas untuk mempelajari Taurat dan mengajarkannya kembali kepada seluruh orang Yahudi. Mereka biasa disapa dengan “Rabi”, “Tuan”, atau “Bapa”. Mereka biasanya mengenakan jubah putih panjang dan mendapatkan kedudukan yang tinggi dan terhormat. Kadang mereka sendiri juga menempatkan diri pada posisi tinggi dan berbeda dengan orang biasa.
Kritik Yesus bukan masalah fisik di mana mereka biasa duduk di tempat terdepan, penghormatan di pasar, atau pakaian putih mereka, bukan hanya itu. Apa yang menjadi catatan Yesus adalah soal mereka mengambil rumah janda atas nama kedrmawanan  kepada mereka sebagai pengajar yang tidak boleh menerima upah atas pengajaran mereka. Mata orang bisa salah menilai mereka dengan cara berdoa mereka yang panjang-panjang.
Cara hidup mereka adalah atas kebaikan dan kerahaman serta kedermawanan orang yang merek ajar. Mereka tidak boleh menerima bayaran atas pengajaran mereka namun boleh dijamu dan mendapatkan makan dari mereka yang mau memberikannya. Tidak jarang mereka tega datang ke rumah janda yang dengan rela memberikan kepada mereka jamuan. Ini yang menjadi catatan Yesus. Janda mungkin sebagai simbol atas ketidakberdayaan, orang yang paling miskin dan menderita, kekurangan atau dalam keterbatasan.
Mengenai cara mereka berdoa juga menjadi peringatan kepada kita, bagaimana mereka berdoa bagi kemuliaan sendiri bukan berfikir mengenai Tuhan. Kepentingan mereka dengan doa mereka.
Kisah kedua mengenai persembahan janda miskin. Ia memasukkan semua yang ia miliki. Saudara terkasih, kontradiksi yang mampu karena tamak dan rakusnya malah menelan rumah janda, sedangkan janda yang tidak berdaya ini dengan jiwa besarnya mempersembahkan semuanya bagi Tuhan. Yesus berbicara bukan mengenai jumlah, besar atau kecilnya, namun komitmen di mana menyerahkan keseluruhannya bagi Tuhan. Bukan sisa-sisa namun seluruhnya bagi Tuhan. Komitmen itu bukan sebagian saja, namun seluruhnya. BD.eLeSHa.


Jumat, 03 Juni 2016

Kegembiraan Gembala Sama dengan Kegembiraan Allah

HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS (P)
Yeh. 34:11-16
Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6
Rm. 5:5b-11
Luk. 15:3-7



Yeh. 34:11-16

34:11 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya.
34:12 Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan.
34:13 Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu.
34:14 Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel.
34:15 Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH.
34:16 Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya.

Rm. 5:5b-11

5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
5:6 Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah.
5:7 Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar -- tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati --.
5:8 Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
5:9 Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.
5:10 Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!
5:11 Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.

Luk. 15:3-7

15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
15:4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
15:5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
15:6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."




Kegembiraan Gembala Sama dengan Kegembiraan Allah

Saudara terkasih, hari ini kita merayakan bagaimana Allah itu bergembira. Kegembiraan yang dilambangkan dengan betapa bahagianya gembala yang menemukan satu dombanya yang tersesat. Ia melupakan yang 99 demi yang satu. Sikap yang berbeda yang biasanya dimiliki  manusia. Pilihan untung  rugi dan lebih memilih yang menguntungkan dari pada merugikan. Bagaimana coba kalau yang 99 juga alah hilang, kalau mencari yang satu? Tuhan tidak demikian.
Perbedaan yang mendasar bukan? Hati dan kasih Tuhan jelas berbeda. Ada 99 yang tidak memerlukan pertobatan akan bisa kita mengerti bila kita memiliki salah satu anggota keluarga yang sakit, tentu kita akan merawat dengan sepenuh tenaga, dan yang sehat biar saja di rumah, meskipun bisa saja mereka telantar. Bukan menelantarkan lho, namun memilih bahwa yang perlu bantuan itu jauh lebih penting dan mendapatkan fokus.
Saudara terkasih, suka cita Bapa di surga itu lebih bahagia satu orang bertobat dari pada 99 orang baik. Apa artinya? Ada yang mau kembali, sedangkan yang 99 kan memang sudah ada di sana, tidak ada lagi yang baru. Sikap kembali yang berbeda, karena kita biasanya mengingat dosa yang tersesar itu, kembali pun masih dicurigai, apalagi dicari. Sikap luar biasa mencari yang tersesat dan mengajak kembali itu adalah kekhasan Yesus, Hati Mahakudus. BD.eLeSHa.


Kamis, 02 Juni 2016

Hukum yang Terutama

Kamis Biasa Pekan IX (H)
2 Tim. 2:8-15
Mzm. 25:4b-5ab,8-9,10,14
Mrk. 12:28b-34



2 Tim. 2:8-15

2:8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.
2:9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.
2:10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.
2:11 Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia;
2:12 jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;
2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."
2:14 Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguh-sungguh kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah mengacaukan orang yang mendengarnya.
2:15 Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu.



Mrk. 12:28b-34

12;28b "Hukum manakah yang paling utama?"
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.



Hukum yang Terutama

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan hukum yang terutama. Ahli Taurat yang mendengar jawaban Yesus sangat tepat berhadapan dengan orang Saduki, ia datang bukan untuk menjebak. Ia bertanya untuk mencari kejelasan. Biasa dalam kehidupan Yahudi saat itu memperbandingkan antara yang lebih besar dan kecil, antara yang berat dan ringan.
Yesus mengajar dengan baik bukan mana yang lebih besar atau kecil, namun justru mana yang mendasar. Kutipan dari Kitab Ulangan, di mana Allah adalah segalanya. Yesus juga mengutip dari Kitab Imamat, di mana manusia harus mengasihi sesama manusia sebagaimana diri sendiri.
Saudara terkasih, Yesus tidak hanya menjaskan hukum yang pertama sebagaimana yang ditanyakan ahli Taurat, Ia meneruskan dengan hukum yang kedua. Di dalam Injil Markus tidak ada penjelasan mengenai kaitan antara hukum pertama dan kedua, namun maksud Yesus tetap saja bahwa keduanya saling berkaitan.
Dialog antara keterbukaan akan iman dan budi dari Ahli Taurat dan Yesus. Ahli Taurat itu dengan mudah paham akan pengajaran Yesus bahwa hukum itu lebih utama daripada korban bakaran dan persembahan. Yesus memberikan jawaban dengan bahwa ia tidak jauh dari Kerajaan Allah. Apa yang menjadi dialog itu membuat orang yang mau menjebak Yesus diam dan tidak lagi melangkah lebih jauh.
Saudara terkasih, apa yang Yesus ajarkan adalah keberanian di dalam membela kebenaran, meskipun ada di tengah-tengah orang yang mau menjebak-Nya. Yesus tetap gigih dengan apa yang harus Ia katakan dan ajarkan, tanpa takut dengan apapun juga. Itu semua adalah kualitas Pribadi Yesus  yang tidak bisa dikendalikan dari desakan dan tekanan dari luar Diri-Nya. BD.eLeSHa.


Rabu, 01 Juni 2016

Yustinus Martir

Pw. S Yustinus, Mrt. (M)
2 Tim. 1:1-3,6-12
Mzm. 123:1-2a,2bcd
Mrk. 12:18-27



2 Tim. 1:1-3,6-12

1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah untuk memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus,
1:2 kepada Timotius, anakku yang kekasih: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.
1:3 Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Dan selalu aku mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam.
1:6 Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
1:7 Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.
1:8 Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah.
1:9 Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman
1:10 dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa.
1:11 Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.
1:12 Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.


Mrk. 12:18-27

12:18 Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
12:19 "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
12:20 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan.
12:21 Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga.
12:22 Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati.
12:23 Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."
12:24 Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.
12:25 Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
12:26 Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?
12:27 Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!"


Yustinus Martir

Saudara terkasih hari ini kita merayakan peringatan wajib Yustinus Martir. Yustinus lahir dari keluarga di Nabius, Samaria. Sekitar abad kedua bersamaan dengan meninggalnya Rasul Yohanes. Yustinus mendapat pendidikan yang baik sejak kecilnya. Ia sangat tertarik dengan filsafat sebagaimana keinginannya mengetahui mengenai kesejatian hidup dan tentang Allah. Suatu hari ia berjalan-jalan di pantai, dan berjumpa dengan seorang tua. Ia banyak bertanya, mengenai berbagai hal, dan orang tua itu menjelaskan panjang lebar mengenai nabi-nabi Israel, ramalan mengenai Yesus, dan kekristenan. Yustinus diminta berdoa kepada Allah memohon terang surgawi.
Yustinus selain belajar filsafat ia juga mempelajari Kitab Suci. Ia banyak menulis mengenai pembelaan ajaran Kristiani ketia ia sudah dibaptis. Ia diunuh sebagai mrtir di Roma pada sekitar tahun 165. Sebelum dibunuh ia mengajar di alun-alun kota, atau tempat umum lainnya dengan pakaian seorang filsuf, seperti umumnya saat itu. Ia mengatakan meskipun umat Kristen dibunuh, diumpankan ke binatangbuas kelaparan, disalibkan, dibakar, dan dipenggal, namun itu tidak akan membuat mereka gentar dan takut, apalagi meninggalkan imannya. Akhir hidup Yustinus disesah dan dipenggal.

Saudara terkasih, Kitab Suci hari ini mengajarkan kepada kita mengenai kebangkitan. Yahudi saat itu ada kelompok yang tidak mengakui kebangkitan, yaitu kelompok Saduki, yang hari ini dikisahkan datang untuk mencobai Yesus. Kebangkitan di dunia nanti tidak sama persis sebagaimana adanya di dunia ini. Pemahaman ini yang perlu dimengerti sehingga tidak malah menjadi persoalan yang mengganggu iman kita. BD.eLeSHa.