Kamis, 17 Maret 2016

Yesus dan Abraham

Kamis Biasa Pekan V Prapaskah (U)
Kej. 17:3-9
Mzm. 105:4-5,6-7,8-9
Yoh. 8:51-59


Kej. 17:3-9

17:3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:
17:4 "Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
17:5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.
17:6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.
17:7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
17:8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka."
17:9 Lagi firman Allah kepada Abraham: "Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian-Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

Yoh. 8:51-59

8:51 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya."
8:52 Kata orang-orang Yahudi kepada-Nya: "Sekarang kami tahu, bahwa Engkau kerasukan setan. Sebab Abraham telah mati dan demikian juga nabi-nabi, namun Engkau berkata: Barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya.
8:53 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kita Abraham, yang telah mati! Nabi-nabi pun telah mati; dengan siapakah Engkau samakan diri-Mu?"
8:54 Jawab Yesus: "Jikalau Aku memuliakan diri-Ku sendiri, maka kemuliaan-Ku itu sedikit pun tidak ada artinya. Bapa-Kulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata: Dia adalah Allah kami,
8:55 padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia. Dan jika Aku berkata: Aku tidak mengenal Dia, maka Aku adalah pendusta, sama seperti kamu, tetapi Aku mengenal Dia dan Aku menuruti firman-Nya.
8:56 Abraham bapamu bersukacita bahwa ia akan melihat hari-Ku dan ia telah melihatnya dan ia bersukacita."
8:57 Maka kata orang-orang Yahudi itu kepada-Nya: "Umur-Mu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham?"
8:58 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
8:59 Lalu mereka mengambil batu untuk melempari Dia; tetapi Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.


Yesus dan Abraham

Saudara terkasih, kita hari ini merenungkan siapakah Yesus, ketika berhadapan dengan Abraham. Orang Yahudi paling bangga menyatakan diri sebagai keturunan Abraham, di mana mereka merasa sebagai bangsa terpilih. Kepanikan orang Yahudi  yang sering mendapatkan kritikan Yesus, menuduh Yesus sebagai kerasukan. Mereka bersikap demikian, karena mereka takut akan kedok mereka yang terungkap, mereka khawatir akan pengaruh mereka selama ini luntur, bahkan meskipun mereka senyatanya tahu apa yang ada di dalam Yesus itu benar.
Mereka tidak bisa percaya kepada Yesus sebenarnya karena mereka juga sudah susah payah di dalam mengenal Allah. Allah saja tidak mereka kenal dengan baik, bagaimana mereka bisa mengenal Yesus sebagai utusan Allah. Yesus menyatakan kepada orang Yahudi, bahwa DIA itu lebih besar dari Abraham. Yesus mengatakan diri sebagai ADA untuk Abraham sebagai dijadikan, bagaimana keberadaan di antara mereka jelas berbeda. Lebih besar, lebih dekat relasi dengan Tuhan Allah, dan sebagai ANAK ALLAH.
Saudara terkasih, reaksi mereka lebih parah, bukan hanya kata-kata, namun meningkat menjadi kekerasan fisik dengan melempari batu. Tindakan konkret yang menolak Yesus tidak semata kata dan dialog, namun sudah kematian. Apa yang kita alami juga demikian, penolakan, penyingkiran, dan memojokkan itu kualitas pengikut Yesus. Tuhan saja mengalami hal demikian, apalagi kita sebagai pengikut-Nya. Salib, memanggul salib dan mengikut DIA, salah satunya adalah penolakan ini. ketika mengalami hal ini, inilah sarana kita membina iman, asal bukan karena perbuatan buruk kita. BD.eLeSHa.


Rabu, 16 Maret 2016

Anak-Anak Abraham dan Kebenaran yang Memerdekakan

Rabu Biasa Pekan V Prapaskah (U)
Dan. 3:14-20
Dan. 3:52,53,54-55,56
Yoh. 8:31-42


 Dan. 3:14-20

3:14 berkatalah Nebukadnezar kepada mereka: "Apakah benar, hai Sadrakh, Mesakh dan Abednego, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu?
3:15 Sekarang, jika kamu bersedia, demi kamu mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai-bagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah menyembah patung yang kubuat itu! Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?"
3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
3:19 Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
3:20 Kepada beberapa orang yang sangat kuat dari tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu.

Yoh. 8:31-42

8:31 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: "Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku
8:32 dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
8:33 Jawab mereka: "Kami adalah keturunan Abraham dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?"
8:34 Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.
8:35 Dan hamba tidak tetap tinggal dalam rumah, tetapi anak tetap tinggal dalam rumah.
8:36 Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka."
8:37 "Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
8:38 Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
8:39 Jawab mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
8:40 Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
8:41 Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."
8:42 Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.



Anak-Anak Abraham dan Kebenaran yang Memerdekakan

Saudara terkasih, apa yang kita renungkan hari ini adalah mengenai orang-orang percaya yang berasal dari kalangan Yahudi. Beberapa pihak menilai mereka adalah orang yang melihat mukjizat atau karya besar Yesus, namun ada pula yang meyakini mereka berasal dari pendengar yang mendapatkan pengajaran Yesus di dalam Bait Allah.
Yesus mengajarkan kebenaran yang memerdekakan. Konteks merdeka bagi orang Yahudi adalah perbudakan, sedangkan Yesus mengajarkan mengenai kemerdekaan sejati, yaitu hidup abadi di dalam kerajaan-Nya. Ini salah satu kesulitan bagi para murid yang mulai percaya. Hal ini yang membuat banyak mengundurkan diri dan memilih tidak melanjutkan kesatuan dengan Yesus.
Beberapa memang berangkat dari perbuatan besar Yesus di dalam mengikuti-Nya. Sebagian lagi mengikuti karena pengenalan Jati Diri Yesus, dan itu yang perlu menjadi motivasi yang sesungguhnya di dalam mengikuti-Nya.
Kebenaran yang akan memberikan kemerdekaan, merupakan ajaran-Nya kali ini. bagaimana tinggal tetap di dalam DIA yang akan menyelamatkan. Tinggal tetap itu ada unsur kelangsungan, ketekunan, kesungguhan iman dari pihak kita umat beriman, ini lah kualitas seorang murid.
Barangsiapa yang bertekun akan mendapatkan atau mengetahui kebenaran. Pengetahuan bukan semata intelektual, namun mengenai Allah. Berkaitan dengan kebenaran adalah kemerdekaan, bukan berbicara mengenai politik dan hidup berbangsa namun merdeka untuk tetap setia akan kehendak-Nya.

Saudara terkasih, apakah kita telah hidup di dalam kebenaran? Itu pilihan yang harus kita ambil.BD.eLeSHa.

Selasa, 15 Maret 2016

Akulah Dia, yang Bukan dari Dunia

Selasa Biasa Pekan V Prapaskah (U)
Bil. 21:4-9
Mzm. 102:2-3,16-18,19-21
Yoh. 8:21-30


Bil. 21:4-9

21:4 Setelah mereka berangkat dari gunung Hor, berjalan ke arah Laut Teberau untuk mengelilingi tanah Edom, maka bangsa itu tidak dapat lagi menahan hati di tengah jalan.
21:5 Lalu mereka berkata-kata melawan Allah dan Musa: "Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir? Supaya kami mati di padang gurun ini? Sebab di sini tidak ada roti dan tidak ada air, dan akan makanan hambar ini kami telah muak."
21:6 Lalu TUHAN menyuruh ular-ular tedung ke antara bangsa itu, yang memagut mereka, sehingga banyak dari orang Israel yang mati.
21:7 Kemudian datanglah bangsa itu mendapatkan Musa dan berkata: "Kami telah berdosa, sebab kami berkata-kata melawan TUHAN dan engkau; berdoalah kepada TUHAN, supaya dijauhkan-Nya ular-ular ini dari pada kami." Lalu Musa berdoa untuk bangsa itu.
21:8 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
21:9 Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Yoh. 8:21-30

8:21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: "Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang."
8:22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: "Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?"
8:23 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
8:24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu."
8:25 Maka kata mereka kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Jawab Yesus kepada mereka: "Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu?
8:26 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia."
8:27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
8:28 Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.
8:29 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya."
8:30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.



Akulah Dia, yang Bukan dari Dunia


Saudara terkasih, hari ini, kita diajak kembali lebih mendalam merenungkan siapa Yesus itu. Diskusi dan dialog mengenai Pribadi Yesus masih diperdalam. Kali ini, Yesus mengatakan ke mana Ia hendak pergi, setelah kematian dan kebangkitan-Nya, yang mulia itu, namun terlambat bagi orang yang belum percaya untuk memohon bantuan. Ia katakan ke mana Aku pergi engkau tidak mungkin datang. Terlambat untuk mencari-Nya, ketika berhadapan ditolak.
Kembali, penolakan namun keinginan lebih mengenal itu saling menggoda, dan lebih besar penolakan. Yesus mengatakan untuk apa lagi menjawab pertanyaan yang telah mereka dengar, namun bebal dan kerasnya hati tetap saja terulang.
Saudara terkasih, Ia telah hadir, memperkenalkan diri, memberikan segala apa yang dimaui, dan menolong berkali-kali, namun konsep diri kita yang sering malah menjauhkan dari apa yang menjadi kehendak Tuhan. Akulah DIA, pengenalan akan diri pribadinya secara langsung, namun kembali lagi,diri kita yang tegar tengkuk, keras hati susah untuk percaya, meskipun tahu dan kembali bertanya. Tidak mudah ketika kita tidak mau pasrah dan mendengarkan kehendak Tuhan.
Saudara terkasih, apa yang kita lakukan selama ini lebih memilih keinginan, konsep, dan batasan-batasan kita. Itu yang membuat pengenalan akan DIA sumir dan kembali bertanya. Jawab yang sama, ditanyakan terus, mirip dengan anak-anak bukan? BD.eLeSHa.

Senin, 14 Maret 2016

Kesaksian

Senin Biasa Pekan V Prapaskah (U)
Dan. 13:1-9,15-17,30,33-62 (41c-62)
Mzm. 23:1-3a,3b-4
Yoh. 8:12-20



Dan. 13:1-9,15-17,30,33-62 (41c-62)

13:1 Adalah seorang orang diam di Babel, Yoyakim namanya.
13:2 Ia mengambil seorang isteri yang bernama Susana anak Hilkia. Isterinya itu amat sangat cantik dan takut akan Tuhan.
13:3 Karena orang tuanya benar maka anak mereka dididik menurut Taurat Musa.
13:4 Adapun Yoyakim adalah amat kaya dan dimilikinya sebuah taman yang berdekatan dengan rumahnya. Oleh karena ia paling terhormat di antara sekalian orang maka orang-orang Yahudi biasa berkumpul padanya.
13:5 Nah, dalam tahun itu ada dua orang tua-tua dari antara rakyat ditunjuk menjadi hakim. Tentang mereka itulah Tuhan telah berfirman: "Kefasikan telah datang dari Babel, dari kaum tua-tua, dari para hakim yang berlagak pengemudi rakyat."
13:6 Orang-orang tua-tua itu sering mengunjungi rumah Yoyakim, tempat setiap orang yang mempunyai suatu perkara datang kepada mereka.
13:7 Apabila menjelang tengah hari rakyat sudah pergi masuklah Susana untuk berjalan-jalan di taman suaminya.
13:8 Kedua orang tua-tua itu setiap hari mengintip Susana, apabila ia masuk dan berjalan-jalan di situ. Maka timbullah nafsu berahi kepada Susana dalam hati kedua orang tua-tua itu.
13:9 Mereka lupa daratan dan membuang muka, sehingga tidak memandang Sorga dan tidak ingat kepada keputusan yang adil.
13:15 Sedang mereka menunggu saat yang baik maka pergilah Susana ke taman itu seperti yang sudah-sudah. Ia hanya disertai dua orang dayang, karena cuaca panas maka ia mau mandi di taman itu.
13:16 Tiada seorangpun ada di sana kecuali kedua orang tua-tua itu yang bersembunyi sambil mengintip Susana.
13:17 Kata Susana kepada dayang-dayangnya: "Ambilkanlah aku minyak dan urap dan tutuplah pintu-pintu taman, maka aku dapat mandi."
13:19 Segera setelah dayang-dayang itu keluar bangunlah kedua orang tua-tua itu dan bergegas-gegas menuju Susana.
13:20 Berkatalah mereka: "Pintu-pintu taman sudah tertutup dan tidak ada seorangpun melihat kita. Kami sangat cinta berahi kepadamu. Berikanlah hati saja dan tidurlah bersama-sama dengan kami.
13:21 Tetapi kalau engkau tidak mau, pasti kami naik saksi terhadapmu, bahwa seorang pemuda kedapatan padamu dan bahwa oleh karena itulah maka dayang-dayang itu kausuruh pergi."
13:22 Bernafaslah Susana lalu berkata: "Aku terdesak sekeliling. Sebab jika hal itu kulakukan, niscaya mati menanti aku. Jika tidak kulakukan, maka aku tidak lolos dari tangan kamu.
13:23 Namun demikian lebih baiklah aku jatuh ke dalam tangan kamu dengan tidak berbuat demikian, dari pada berbuat dosa di hadapan Tuhan."
13:24 Lalu Susana berteriak-teriak dengan suara nyaring. Tetapi kedua orang tua-tua itupun berteriak-teriak pula melawan Susana.
13:25 Yang satu lari membuka pintu taman.
13:26 Demi teriak di taman itu didengar oleh orang-orang yang ada di dalam rumah, bergegas-gegas masuklah mereka lewat pintu samping untuk melihat apa yang terjadi dengan Susana.
13:27 Setelah kedua orang tua-tua itu memberikan keterangan-keterangan maka amat malulah para pelayan, sebab belum pernah hal semacam itu dikatakan tentang Susana.
13:28 Ketika keesokan harinya rakyat berkumpul lagi pada Yoyakim, suami Susana, datang pula kedua orang tua-tua itu penuh dengan angan-angan fasik terhadap Susana untuk membunuh dia.
13:29 Di depan rakyat mereka berkata: "Suruhlah ambil Susana anak Hilkia, isteri Yoyakim!" Maka diambillah ia.
13:30 Datanglah Susana dengan disertai orang tuanya. Anak-anaknya dan kaum kerabatnya
13:33 Sanak saudara dan semua yang melihat Susana menangis.
13:34 Sementara kedua orang tua-tua itu berdiri di tengah-tengah rakyat dan meletakkan tangan mereka di atas kepala Susana,
13:35 maka Susana sendiri menengadah ke Sorga sambil menangis, sebab hatinya tetap percaya pada Tuhan.
13:36 Kemudian kata kedua orang tua-tua itu: "Sedang kami berdua saja berjalan-jalan di taman, masuklah ia bersama dengan dua sahaya, lalu pintu-pintu taman itu ditutup dan disuruhnya sahaya-sahaya itu pergi.
13:37 Lalu datanglah seorang pemuda yang bersembunyi di situ kepadanya dan berbaring sertanya.
13:38 Ketika kami yang ada di sudut taman melihat kefasikan itu maka berlari-larilah kami kepada mereka.
13:39 Walaupun kami melihat mereka tidur bersama-sama di sana, namun kami tidak dapat menangkap pemuda itu karena ia lebih kuat dari kami. Ia membuka pintu lalu melarikan diri.
13:40 Tetapi dia ini kami pegang dan kami menanyakan siapa pemuda itu.
13:41 Ia tidak mau memberitahu kami. Inilah kesaksian kami." Himpunan rakyat percaya akan mereka, oleh karena mereka adalah orang tua-tua di antara rakyat dan hakim. Lalu hukuman mati dijatuhkannya kepada Susana.
13:42 Maka berserulah Susana dengan suara nyaring: "Allah yang kekal yang mengetahui apa yang tersembunyi dan yang mengenal sesuatu sebelum terjadi,
13:43 Engkaupun tahu pula bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati meskipun tidak kulakukan sesuatupun dari apa yang mereka bohongi aku."
13:44 Maka Tuhan mendengarkan suaranya.
13:45 Ketika Susana dibawa keluar untuk dihabisi nyawanya, maka Allah membangkitkan roh suci dari seorang anak muda, Daniel namanya.
13:46 Berserulah ia dengan suara nyaring: "Aku ini tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!"
13:47 Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya: "Apakah maksudnya yang kaukatakan itu?"
13:48 Danielpun lalu berdiri di tengah-tengah mereka, katanya: "Demikian bodohkah kamu, hai orang Israel? Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti?
13:49 Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!"
13:50 Bergegas-gegas kembalilah rakyat lalu orang-orang tua itu berkata kepada Daniel: "Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami. Sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua."
13:51 Lalu kata Daniel kepada orang-orang yang ada di situ: "Pisahkanlah mereka berdua itu jauh-jauh, maka mereka akan kuperiksa."
13:52 Setelah mereka dipisahkan satu sama lain maka Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya: "Hai engkau, yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat
13:53 dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kaubunuh.
13:54 Oleh sebab itu, jika engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?" Sahut orang tua-tua itu: "Di bawah pohon mesui."
13:55 Kembali Daniel berkata: "Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah sudah menerima firman dari Allah untuk membelah engkau!"
13:56 Setelah orang itu disuruh pergi Danielpun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu: "Hai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, kecantikan telah menyesatkan engkau dan nafsu berahi telah membengkokkan hatimu.
13:57 Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel dan merekapun terpaksa menuruti kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu!
13:58 Oleh sebab itu, katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur?" Sahut orang tua-tua itu: "Di bawah pohon berangan."
13:59 Kembali Daniel berkata: "Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri. Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu dengan pedang terhunus untuk membahan engkau, supaya membinasakan kamu!"
13:60 Maka berseru-serulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya.
13:61 Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya.
13:62 Sesuai dengan Taurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah


Yoh. 8:12-20

8:12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup."
8:13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar."
8:14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi.
8:15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorang pun,
8:16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku.
8:17 Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah;
8:18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku."
8:19 Maka kata mereka kepada-Nya: "Di manakah Bapa-Mu?" Jawab Yesus: "Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku."
8:20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorang pun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.



Kesaksian

Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan mengenai kesaksian. Bagaimana dua orang saksi yang bisa mendapatkan kekuatan, dan hal ini hingga hari ini masih dipakai dan dipercayai. Bacaan panjang dalam Kisah Susana memberikan hal itu. Dua saksi yang sejatinya hakim, namun melakukan kebohongan dengan saling menutupi fakta demi keuntungan diri mereka yang jahat. Hal ini sangat kontekstual bagi bangsa ini. kita bisa melihat bagaimana peradilan kita penuh dengan suap dan jual beli pasal dan hukuman. Tidak heran di dalam penjara saja masih bisa melakukan tindak kriminal dan kejahatan lebih parah. Pejabat dan petugas terkait, saling menutupi dan melindungi, ribuan tahun kasus-kasus ini masih sama. Dan hingga detik ini, negara ini ternyata mengalami hal yang sama.
Saudara terkasih, di dalam bacaan Injil, kesaksian Yesus juga disanksikan karena hanya Yesus yang dinilai mengakui diri sendiri. Mereka lupa bahwa ada Bapa yang juga memberikan kesaksian. Kesombongan dan merasa lebih telah menggelapkan mata hati mereka. Yesus mengatakan mengenai terang sejati, yang menerangi hati dan budi, juga mengenai penghakiman yang adil. Adil tidak bisa di dunia ini, namun mendekati keadilan bagi semua pihak. Adil bukan untuk penguasa dan orang kaya, namun bagi semua orang.
Di sekitar kita telah nyata dan faktual dengan mata telanjang kejahatan dan pilihan buruk lebih dominan. Keadilan bisa dimainkan sesuai kepentingan dan kekuasaan. Kita sebagai orang percaya, orang beriman, dan tentunya telah mendapatkan terang berani untuk menyajikan kebenaran dan keadilan, apapun risikonya.
Saudara terkasih, apakah kita telah memilih terang atau belum. Cirinya ialah memilih kesaksian baik atau buruk, sebagai pilihan kita telah memilih terang ketika lebih membela keadilan dan sebaliknya.BD.eLeSHa.




Minggu, 13 Maret 2016

Pergilah dan Jangan Berdosa Lagi!

HARI MINGGU PRAPASKAH V (U)
Yes. 43:16-21
Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6
Flp. 3:8-14
Yoh. 8:1-11


Yes. 43:16-21

43:16 Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat,
43:17 yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah -- mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu --,
43:18 firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
43:19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.
43:20 Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku;
43:21 umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku."

Flp. 3:8-14

3:8 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
3:9 dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
3:10 Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya,
3:11 supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
3:12 Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena aku pun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
3:13 Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku,
3:14 dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.


Yoh. 8:1-11

8:1 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
8:3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
8:4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?"
8:6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
8:7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu."
8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
8:9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."



Pergilah dan Jangan Berdosa Lagi!

Saudara terkasih, merenungkan perikopa mengenai perempuan berzina ini, kita belajar mengenai perintah Yesus. Pertama pergi di dalam kebebasan dan kedua mengenai larangan untuk berbuat dosa lagi. Pembebasan yang memberikan nafas kehidupan dan pengampunan sejati. Hukuman selama pra Yesus adalah mati dengan dilempar batu. Yesus mengajak orang berlaku adil dengan melihat diri terlebih dahulu. Pendosa yang menghakimi pendosa yang lain. Melihat ke dalam diri sendiri yang membuat para senior dan pinisepuh malu dan pergi. Kepergian di dalam pengenalan diri bagi para ahli Taurat dan juga perempuan yang lolos dari maut tersebut.
Kedua, jangan berbuat dosa lagi. Tentu bahwa perempuan tersebut akan sadar karena mendapatkan pengampunan yang luar biasa. Pembebasan yang akan menjadikannya pribadi baru. Tentu akan susah untuk kembali ke dalam hidup yang lama, ketika merasakan sentuhan Tuhan yang demikian besar. Sedikit berbeda tentunya bagi ahli Taurat, sehingga merekapun pergi, tentunya mereka akan malu ketika melakukan penghakiman.
Saudara terkasih, perintah yang sama juga kita peroleh. Untuk menghindarkan diri dari dosa. Sakramen rekonsiliasi yang memulihkan status kita sebagai anak-anak Allah, perlu disyukuri dengan tidak lagi berbuat dosa lagi. Betapa besarnya kasih Allah yang memberikan pengampunan tersebut? Tentu sangat besar dan membuat kita bersikap lebih hati-hati dan  lebih waspada agar terlepas dari pilihan untuk ikut pengaruh setan. BD.eLeSHa.


Sabtu, 12 Maret 2016

Pengenalan akan Yesus dan Pembelaan Nikodemus

Sabtu Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Yer, 11:18-20
Mzm. 7:2-3,9bc-10,11-12
Yoh. 7:40-53


Yer, 11:18-20

11:18 TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku.
11:19 Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: "Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!"
11:20 Tetapi, TUHAN semesta alam, yang menghakimi dengan adil, yang menguji batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku.

Yoh. 7:40-53

7:40 Beberapa orang di antara orang banyak, yang mendengarkan perkataan-perkataan itu, berkata: "Dia ini benar-benar nabi yang akan datang."
7:41 Yang lain berkata: "Ia ini Mesias." Tetapi yang lain lagi berkata: "Bukan, Mesias tidak datang dari Galilea!
7:42 Karena Kitab Suci mengatakan, bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal."
7:43 Maka timbullah pertentangan di antara orang banyak karena Dia.
7:44 Beberapa orang di antara mereka mau menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang berani menyentuh-Nya.
7:45 Maka penjaga-penjaga itu pergi kepada imam-imam kepala dan orang-orang Farisi, yang berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak membawa-Nya?"
7:46 Jawab penjaga-penjaga itu: "Belum pernah seorang manusia berkata seperti orang itu!"
7:47 Jawab orang-orang Farisi itu kepada mereka: "Adakah kamu juga disesatkan?
7:48 Adakah seorang di antara pemimpin-pemimpin yang percaya kepada-Nya, atau seorang di antara orang-orang Farisi?
7:49 Tetapi orang banyak ini yang tidak mengenal hukum Taurat, terkutuklah mereka!"
7:50 Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka:
7:51 "Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?"
7:52 Jawab mereka: "Apakah engkau juga orang Galilea? Selidikilah Kitab Suci dan engkau akan tahu bahwa tidak ada nabi yang datang dari Galilea."
7:53 Lalu mereka pulang, masing-masing ke rumahnya,



Pengenalan akan Yesus dan Pembelaan Nikodemus


Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita merenungkan Pribadi Yesus dan tanggapan beragam dan menimbulkan polemik bagi umat di Yahudi. Pemimpin mereka pun demikian, dalam menilai siapa Yesus itu. Paling tidak ada beberapa paham mengenai siapa Yesus. Pertama adalah nabi, namun ada pula yang mengarah bahwa Ia adalah Mesias.
Pengenalan Pribadi yang belum sepenuhnya, masih dipengaruhi soal asal-usul Yesus. Sayangnya mereka tidak melanjutkan pencarian dan pengenalan lebih mendalam, dan akhirnya malah berpolemik mengenai kepercayaan mereka masing-masing.
Kelompok terdidik pun mengalami kegamangan mengenai Yesus, namun justru yang lebih tahu ini, lebih keras dan menahan orang  untuk lebih mengenal Yesus. Kepribadian Yesus yang harus dikenali bukan semata perbuatan baik dan besar saja, seperti mukjizat dan penggandaan sehingga mereka kenyang dan tidak bersusah-susah.
Yesus yang mengajar malah dituduh menyesatkan, mengandalkan pengetahuan di atas latar belakang  orang yang sederhana, tidak terpelajar, untuk menyudutkan Yesus. Orang Farisi dan ahli Taurat khawatir akan pengaruh Yesus, mereka dihasut bahwa Yesus hanya menyesatkan mereka. Namun ada orang baik yang diwakili oleh Nikodemus, namun dia pun dimarahi.
Saudara terkasih, menjadi orang jahat saja sudah tidak pantas, kali ini justru membuat orang mendukung kejahatannya, dan melarang orang untuk mencari kebenaran. Tidak heran Yesus sangat sedih melihat kekerasa hati mereka dan jengkel akan perilaku mereka ini.
Saudara terkasih, apa yang Tuhan kehendaki ialah, kita jangan menjadi batu sandungan di dalam pengenalan akan Tuhan. Menghalangi orang yang menuju ke sana, menuju kepada pengenalan akan Tuhan. BD.eLeSHa.

Jumat, 11 Maret 2016

Asal Yesus

Jumat Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Keb. 2:1-2,12-22
Mzm. 34:17-18,19-20,21,23
Yoh. 7:1-2,10,25-30


Keb. 2:1-2,12-22

2:1 Karena angan-angannya tidak tepat maka berkatalah mereka satu sama lain: "Pendek dan menyedihkan hidup kita ini, dan pada akhir hidup manusia tidak ada obat mujarab; seseorang yang kembali dari dunia orang mati tidak dikenal.
2:12 Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita.
2:13 Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.
2:14 Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita.
2:15 Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.
2:16 Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.
2:17 Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang.
2:18 Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.
2:19 Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya.
2:20 Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan."
2:21 Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka.
2:22 Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni


Yoh. 7:1-2,10,25-30

7:1 Sesudah itu Yesus berjalan keliling Galilea, sebab Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya.
7:2 Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.
7:10 Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Ia pun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam
7:25 Beberapa orang Yerusalem berkata: "Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh?
7:26 Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus?
7:27 Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorang pun yang tahu dari mana asal-Nya."
7:28 Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: "Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.
7:29 Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku."
7:30 Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.



Asal Yesus


Saudara terkasih, apa yang ditampilkan bacaan hari ini hendak mengajak kita merenungkan pribadi Yesus secara utuh. Bacaan di buka ajak keluarga untuk Yesus agar datang ke Yudea, agar murid di sana juga bisa melihat, merasa, dan mendapatkan mukjizat sebagaimana murid lain. Penolakan yang besar membuat Yesus enggan tinggal teta di Yudea.
Persoalan penolakan Yesus ternyata juga telah dirasakan oleh orang-orang, maka bereka bertanya-tanya kalau mereka mau membunuh-Nya, mengapa dibiarkan saja. Pertanyaan demi pertanyaan akan sikap tersebut membuat orang bertanya-tanya, jangan-jangan para pemmimpin itu tahu bahwa Yesus  adalah Kristus. Memang orang percaya di Yerusalem telah banyak, termasuk di sana adalah pemimpin, salah satunya Nikodemus. Mereka sudah menerima Yesus sebagai Mesias, karena mereka berpegangan bahwa Mesias tidak diketahui asalnya, kapan datangnya, sedangkan yesus mereka tahu dengan tepat apa dan siapa keluarga-Nya dan Yesus sendiri. Jawaban Yesus membuat mereka sangat tersinggung dan hendak membunuh DIA, namun karena saat-Nya belum tiba, mereka tidak menyentuh-Nya.

Saudara terkasih, kita sering merasa diri paling hebat dan melupakan Tuhan yang hadir di dalam kesederhanaan. Pola pikir kita yang merasa tahu segala sesuatu menyingkirkan Tuhan yang mengenalkan diri dengan cara yang sangat biasa. Apa yang perlu kita lakukan ialah terbuka hati dan budi kita, dan membiarkan IA datang di dalam kebersahajaan-Nya. BD.eLeSHa.

Kamis, 10 Maret 2016

Kesaksian akan Yesus

Kamis Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Kej. 32:7-14
Mzm. 106:19-20,21-22,23
Yoh. 5:31-47


Kej. 32:7-14

32:7 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Pergilah, turunlah, sebab bangsamu yang kaupimpin keluar dari tanah Mesir telah rusak lakunya.
32:8 Segera juga mereka menyimpang dari jalan yang Kuperintahkan kepada mereka; mereka telah membuat anak lembu tuangan, dan kepadanya mereka sujud menyembah dan mempersembahkan korban, sambil berkata: Hai Israel, inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir."
32:9 Lagi firman TUHAN kepada Musa: "Telah Kulihat bangsa ini dan sesungguhnya mereka adalah suatu bangsa yang tegar tengkuk.
32:10 Oleh sebab itu biarkanlah Aku, supaya murka-Ku bangkit terhadap mereka dan Aku akan membinasakan mereka, tetapi engkau akan Kubuat menjadi bangsa yang besar."
32:11 Lalu Musa mencoba melunakkan hati TUHAN, Allahnya, dengan berkata: "Mengapakah, TUHAN, murka-Mu bangkit terhadap umat-Mu, yang telah Kaubawa keluar dari tanah Mesir dengan kekuatan yang besar dan dengan tangan yang kuat?
32:12 Mengapakah orang Mesir akan berkata: Dia membawa mereka keluar dengan maksud menimpakan malapetaka kepada mereka dan membunuh mereka di gunung dan membinasakannya dari muka bumi? Berbaliklah dari murka-Mu yang bernyala-nyala itu dan menyesallah karena malapetaka yang hendak Kaudatangkan kepada umat-Mu.
32:13 Ingatlah kepada Abraham, Ishak dan Israel, hamba-hamba-Mu itu, sebab kepada mereka Engkau telah bersumpah demi diri-Mu sendiri dengan berfirman kepada mereka: Aku akan membuat keturunanmu sebanyak bintang di langit, dan seluruh negeri yang telah Kujanjikan ini akan Kuberikan kepada keturunanmu, supaya dimilikinya untuk selama-lamanya."
32:14 Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya


Yoh. 5:31-47

5:31 Kalau Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, maka kesaksian-Ku itu tidak benar;
5:32 ada yang lain yang bersaksi tentang Aku dan Aku tahu, bahwa kesaksian yang diberikan-Nya tentang Aku adalah benar.
5:33 Kamu telah mengirim utusan kepada Yohanes dan ia telah bersaksi tentang kebenaran;
5:34 tetapi Aku tidak memerlukan kesaksian dari manusia, namun Aku mengatakan hal ini, supaya kamu diselamatkan.
5:35 Ia adalah pelita yang menyala dan yang bercahaya dan kamu hanya mau menikmati seketika saja cahayanya itu.
5:36 Tetapi Aku mempunyai suatu kesaksian yang lebih penting dari pada kesaksian Yohanes, yaitu segala pekerjaan yang diserahkan Bapa kepada-Ku, supaya Aku melaksanakannya. Pekerjaan itu juga yang Kukerjakan sekarang, dan itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, bahwa Bapa yang mengutus Aku.
5:37 Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang bersaksi tentang Aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,
5:38 dan firman-Nya tidak menetap di dalam dirimu, sebab kamu tidak percaya kepada Dia yang diutus-Nya.
5:39 Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,
5:40 namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.
5:41 Aku tidak memerlukan hormat dari manusia.
5:42 Tetapi tentang kamu, memang Aku tahu bahwa di dalam hatimu kamu tidak mempunyai kasih akan Allah.
5:43 Aku datang dalam nama Bapa-Ku dan kamu tidak menerima Aku; jikalau orang lain datang atas namanya sendiri, kamu akan menerima dia.
5:44 Bagaimanakah kamu dapat percaya, kamu yang menerima hormat seorang dari yang lain dan yang tidak mencari hormat yang datang dari Allah yang Esa?
5:45 Jangan kamu menyangka, bahwa Aku akan mendakwa kamu di hadapan Bapa; yang mendakwa kamu adalah Musa, yaitu Musa, yang kepadanya kamu menaruh pengharapanmu.
5:46 Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku.
5:47 Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakah kamu akan percaya akan apa yang Kukatakan?"



Kesaksian akan Yesus


Saudara terkasih, hari ini kita merenungkan siapakah Yesus. Kesaksian Diri-Nya ditolak oleh orang Yahudi dengan alasan Ia menyatakan kesaksian diri sendiri. Wajar ketika mereka tidak yakin. Mereka lupa bahwa ada kesaksian dari pihak lain, dalam hal ini adalah Yohanes Pemandi. Saksi pertama ini memberikan kesaksian beberapa kali, ketika peristiwa pembaptisan, saat ia dihukum dan para murid menemui Yohanes Pemandi, Yesus tidak menyangkal apa yang menjadi kesaksian Yohanes, namun Ia menekankan bahwa Ia tidak perlu kesaksian manusia.
Kesaksian kedua, pekerjaan-pekerjaan Yesus. Ia mengerjakan apa yang telah diserahkan Bapa kepada-Nya. Kesaksian ini lebih berharga bagi Yesus, karena menunjukkan asalnya dari Bapa.
Ketiga, kesaksian Bapa. Bapa memberikan kesaksian bahwa Ia yang mengutus Yesus. Banyak kesaksian demikian, di dalam Injil Sinoptik (Mateus, Markus, dan Lukas), Yohanes sendiri tidak memberikan kisah ini. Yohanes menampilkan tanda-tanda bahwa pekerjaan-Nya dari Allah Bapa. Tugas untuk menghakimi dan memberikan hidup.
Setelah menyatakan diri dan penguat siapakah DIA, Yesus menghentak kepercayaan orang Yahudi. Yesus bukan mempermasalahkan penolakan atas diri-Nya, namun orang-orang Yahudi menolak dan tidak percaya yang telah mengutus Yesus.

Saudara terkasih, kita sering terbelenggu kepentingan diri sendiri dari pada jelas-jelas siapa Yesus itu sejatinya. Pengenalan kita sebatas apa yang kita mau dari DIA. Saat kita tidak mau mengenal Yesus yang sejati, kita juga menolak Allah yang mengutus-Nya. BD.eLeSHa.