Rabu, 09 Maret 2016

Yesus tentang Anak

Rabu Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Yes. 49:8-15
Mzm. 145:8-9,13cd-14,17-18
Yoh. 5:17-30


Yes. 49:8-15

49:8 Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,
49:9 untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka.
49:10 Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.
49:11 Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan.
49:12 Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim."
49:13 Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Yoh. 5:17-30

5:17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."
5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
5:20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
5:21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.




Yesus tentang Anak

Saudara terkasih, kita hari ini merenungkan bagaimana Tuhan Yesus berbicara Dia sebagai Anak. Anak yang mengerjakan pekerjaan Bapa. Yesus bergantung sepenuhya kepada Bapa dan yang penting bagaimana tidak ada persaingan di antara keduanya. Apa yang dilakukan adalah apa yang dilihat-Nya apa yang Allah lakukan.
Makanan Yesus ialah melakukan kehendak Allah yang mengutus-Nya dan menyelesaikan pekerjaan-nya. Apa yang dilakukan Anak bukan sesuatu dari diri-Nya sendiri.
Dua pekerjaan khusus yang disebut Yesus ialah menghidupkan dan menghakimi. Yesus sudah memberi hidup kepada anak pegawai istana di Kapernaum. Hidup itu juga dibangkitkan kembali dalam diri orang yang sudah 38 tahun lumpuh. Bagaimana dengan menghakimi? Siapa yang dihakimi? Penghakiman tentunya dalam konteks Perjanjian Lama di mana Allah memberikan keadilan kepada orang benar. Apa yang dilakukan Bapa juga dilakukan Anak. Barang siapa menghormati Anak, tentu juga menghormari Bapa dan sebaliknya. Orang benar berarti orang yang percaya kepada Anak dan kepada Bapa yang mengutus-Nya dan akan mendapatkan hidup. siapa yang tidak percaya akan mendapatkan hukuman.
Hidup kekal yang dimiliki oleh mereka yang mendengarkan perkataan Yesus dan percaya kepada-Nya. Bapa telah memberikan hidup kepada Anak dan Anak mempunyai kuasa untuk memberikan kehidupan itu kepada mereka yang percaya kepada-Nya. Apa yang dilakukan Anak karena memang telah diberikan Bapa. BD.eLeSHa.

Selasa, 08 Maret 2016

Penyembuhan Di Kolam Betesda

Selasa Biasa Pekan IV Prakaskah (U)
Yeh. 47:1-9,12
Mzm. 46:2-3,5-6,8-9
Yoh. 5:1-16


Yeh. 47:1-9,12

47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
47:2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
47:3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
47:4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.
47:5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.
47:6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
47:7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

Yoh. 5:1-16

5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
5:4 Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.
5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
5:10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
5:11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"
5:13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
5:15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
5:16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.


Penyembuhan Di Kolam Betesda

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana penyembuhan itu bisa dari mana saja dan oleh siapa saja. Kisah penyembuhan biasanya dari penderita yang memohon kesembuhan, kali ini Yesus yang menawarkan kesembuhan itu. Tawaran yang memberikan gambaran kuasa yang ada dari yang memberi tawaran dalam hal ini Yesus. Yesus memang berkuasa untuk menyembuhkan.
Pandangan berbeda oleh penderita, karena dia telah bertahun-tahun berpikir kesembuhan itu dari kolam yang dengan setia ia datangi, meskipun pulang dengan kesia-siaan. Perjumpaan dengan Yesus mengubah itu semua.
Kesalahoahaman sangat biasa terjadi, dan di sana pun demikian adanya. Bagaimana penderita itu salah paham akan tawaran Yesus demikian juga para ahli Taurat yang memang melihat untuk mencari momentum saat Yesus akan membuat pekerjaan yang melanggar Taurat, juga penderita yang memikul tilamnya sebagai pelanggaran Taurat.
Kemanusiaan Yesus bukan untuk melanggar hukum namun sudah seharusnya. Ungkapan syukur dari penderita yang sembuh, ia mendengarkan perintah untuk memikul tilamnya tersebut. Iri hati mengubah semuanya menjadi buruk dan berpikir jelek.
Saudara terkasih, hati kita ini mudah terbelokan, siapkan hati agar Allah memenuhi hati ini, sehingga hanya kuasa-Nya yang ada, sehingga tidak mudah digoyahkan oleh dunia dan setan yang mengintai di mana kita lemah.BD.eLeSHa.



Senin, 07 Maret 2016

Orang Buta sejak Lahirnya

Senin Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Mi. 7:7-9
Mzm. 27:1,7-8a,8b-9abc,13-14
Yoh. 9:1-41


Mi. 7:7-9

7:7 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!
7:8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.
7:9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya.

Yoh. 9:1-41

9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
9:3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."
9:6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
9:7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.
9:8 Tetapi tetangga-tetangganya dan mereka, yang dahulu mengenalnya sebagai pengemis, berkata: "Bukankah dia ini, yang selalu mengemis?"
9:9 Ada yang berkata: "Benar, dialah ini." Ada pula yang berkata: "Bukan, tetapi ia serupa dengan dia." Orang itu sendiri berkata: "Benar, akulah itu."
9:10 Kata mereka kepadanya: "Bagaimana matamu menjadi melek?"
9:11 Jawabnya: "Orang yang disebut Yesus itu mengaduk tanah, mengoleskannya pada mataku dan berkata kepadaku: Pergilah ke Siloam dan basuhlah dirimu. Lalu aku pergi dan setelah aku membasuh diriku, aku dapat melihat."
9:12 Lalu mereka berkata kepadanya: "Di manakah Dia?" Jawabnya: "Aku tidak tahu."
9:13 Lalu mereka membawa orang yang tadinya buta itu kepada orang-orang Farisi.
9:14 Adapun hari waktu Yesus mengaduk tanah dan memelekkan mata orang itu, adalah hari Sabat.
9:15 Karena itu orang-orang Farisi pun bertanya kepadanya, bagaimana matanya menjadi melek. Jawabnya: "Ia mengoleskan adukan tanah pada mataku, lalu aku membasuh diriku, dan sekarang aku dapat melihat."
9:16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.
9:17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."
9:18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya
9:19 dan bertanya kepada mereka: "Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?"
9:20 Jawab orang tua itu: "Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta,
9:21 tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri."
9:22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan.
9:23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: "Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri."
9:24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: "Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa."
9:25 Jawabnya: "Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat."
9:26 Kata mereka kepadanya: "Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?"
9:27 Jawabnya: "Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?"
9:28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: "Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa.
9:29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang."
9:30 Jawab orang itu kepada mereka: "Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku.
9:31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
9:32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
9:33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."
9:34 Jawab mereka: "Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?" Lalu mereka mengusir dia ke luar.
9:35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
9:36 Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
9:37 Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
9:38 Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.
9:39 Kata Yesus: "Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta."
9:40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: "Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?"
9:41 Jawab Yesus kepada mereka: "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu."



Orang Buta sejak Lahirnya

Saudara terkasih banyak hal yang bisa kita renungkan mengenai kisah panjang ini. Bagaimana kasih yang diajarkan Yesus itu pun mendapatkan penolakan. Kisah ini dimulai dengan keadaan orang buta sejak lahir. Keterangan sejak lahir menjadi penting karena paham di sana kala itu yang menilai kebutaan sebagai bentuk kutukan dari Tuhan.
Pengenalan Yesus sebagai Pribadi utuh yang sepenggal-sepenggal ditampilkan si buta. Ia bersikukuh tidak tahu siapa yang menyembuhkannya, yang pasti bahwa ia melek. Ia mengatakan bahwa ia bisa melihat yang sejak lahir ia buta. Pertentangan terjadi, ada yang beranggapan bahwa ia hanya serupa, berarti tidak ada perbuatan luar biasa, dan kepercayaan ada perbuatan ajaib sayangnya di hari Sabat.
Menarik adalah kesaksian dari tetangga yang bukan dipakai untuk menekankan kasih dan mukjizat Yesus, namun digunakan untuk memberatkan bahwa DIA melakukan tindakan di hari suci yang bagi mereka adalah pendosa. Kembali pertentangan, mana ada pendosa bisa melakukan perbuatan besar.
Orang tua dari si buta yang hendak melarikan diri atas tanggung jawab. Mereka mengatakan tidak mau tahu siapa yang menyembuhkan. Risiko besar yang mereka tidak mau alami. Ia menyerahkan kepada anaknya dengan dalih telah dewasa.
Perjumpaan dengan Yesus membuat si buta percaya dan beriman akan Yesus. Kebutaan fisiknya yang membantu ia berjumpa dengan Allah. Siapa yang menyembuhkan yang pada kisah awal tidak kenal itu dijelaskan di sini sebagai Yesus, dan ia mengimani-Nya.
Perbedaan signifikan antara si buta fisik dan hati, ahli-ahli Taurat dan Farisi, yang tahu dengan baik apa yang ada di Taurat namun hati mereka buta dan mengeraskan diri dan tetap memilih buta. Mereka tidak mau tahu siapa Yesus dan memilih untuk tetap buta.
Saudara terkasih, apa yang menjadi pilihan kita? Membiarkan Tuhan membuka mata hati kita atau bersikukuh dengan  kemampuan diri kita? Semua ada di dalam diri kita, meskipun Tuhan sudah hadir dan menawarkan kasih-Nya tanpa henti.BD.eLeSHa.



Minggu, 06 Maret 2016

Bapa Baik Hati, Pertobatan Sejati

HARI MINGGU PRAPASKAH IV (U)
Yos. 5:9a,10-12
Mzm. 34:2-3,4-5,6-7
2 Kor. 5:17-21
Luk. 15:1-3,11-32


Yos. 5:9a,10-12

5:9 Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: "Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu
5:10 Sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho.
5:11 Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga.
5:12 Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan


2 Kor. 5:17-21

5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
5:18 Dan semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami.
5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami.
5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah


Luk. 15:1-3,11-32

15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
15:11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."


Bapa Baik Hati, Pertobatan Sejati

Saudara terkasih, hari ini kita patut berbangga boleh merenungkan diri kita masing-masing. Melihat kisah di dalam Injil merupakan cerminan yang menunjukkan diri kita dengan seluruh dinamika kita dengan begitu telanjang dan apa adanya.
Pertama kebaikan bapa, sebagai gambaran Allah, Pengampun, yang tidak mengingat dosa dan kesalahan kita. Memeluk dengan hangat dan terbuka siapapun yang kembali dan menyadari salah dan dosanya, sama sekali tidak menghakimi dan apalagi mengingatnya. Tidak ada yang tertinggal di dalam pihak Allah.
Kedua, anak bungsu, ini bahasa modern mengatakan kita banget. Bagaimana tidak, pribadi yang gia harta, makanya bapaknya masih hidup saja meminta harta bapaknya dibagikan. Memboroskan harta kekayaan yang dimiliki, hidup hanya dalam kesenangan semata, merasa hidup untuk kenikmatan, dan akhirnya jatuh di dalam kehinaan paling hina, digambarkan makan ampas babi.
Ketiga, anak sulung, iri dan dengki, tidak pernah bersyukur di dalam kebersamaan di dalam kasih dan kekayaan Allah. Kita pun demikian, lupa air, udara, dan semuanya adalah pemberian-Nya, ketika kurang baru ingat akan DIA Sang Pemberi.
Saudara terkasih, pertobatan itu harus berbalik arah, bukan hanya mengatakan tobat dan memohonan ampunan. Meninggalkan yang jahat dan menuju kepada hidup yang lebih baik. Kali ini bukan dari pihak Allah yang mencari namun sikap batin yang menggerakan bahwa ada semuanya di dalam Tuhan. Apa artinya? Bahwa kesadaran untuk bertobat itu bisa dari Allah, namun kita pun memiliki kemampuan untuk bergerak ke dalam kesatuan dengan Allah.
Kebahagiaan kita layak kita syukuri memiliki Bapak Yang Baik Hati bukan Tuhan pendendam apalagi pemarah. Lihat melihat anak yang berdosa, bersalah, dan bahkan hina sekalipun, bapa itu memeluknya. Gambaran kasih Allah semata yang ada di sana. BD.eLeSHa.



Sabtu, 05 Maret 2016

Barangsiapa Meninggikan Diri, Ia akan Direndahkan dan Barangsiapa Merendahkan Diri, Ia akan Ditinggikan

Sabtu Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Hos. 6:1-6
Mzm. 51:3-4,18-19,20-21ab
Luk. 18:9-14



Hos. 6:1-6

6:1 "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
6:2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."
6:4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.
6:5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.
6:6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.


                Luk. 18:9-14

18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."


Barangsiapa Meninggikan Diri,
Ia akan Direndahkan dan Barangsiapa Merendahkan Diri,
 Ia akan Ditinggikan


Saudara terkasih, falsafah Jawa mengenal akan yang namanya isaa rumangsa, aja rumangsa isa, berusahalah bisa merasa dan bukan merasa bisa. Klop dengan apa yang disampaikan Yesus yang mengajak kita merasa diri sebagai yang hina dan bukan sebaliknya. Gambaran yang dipakai Yesus adalah kaum Farisi yang menilai diri benar, saleh, namun lupa sikapnya kepada sesama itu jauh dari itu semua. Pongah dan congkak di hadapan Allah lagi.
Sisi lain, Ia memberikan contoh, pemungut cukai, kalau zaman sekarang yang pegawai pajak masih malak lagi. Pegawai pajak kalau itu adalah antek penjajah dan masih  menarik jauh lebih tinggi untuk kepentingan sendiri. Dobel buruk di mata Farisi yang taat hukum itu. Ia berdoa dengan penuh kesedihan dan ratapan akan ketidakpantasannya. Dan itu yang Tuhan lihat.

Tuhan tidak melihat dan menilai apa yang tampak di depan mata, apa yang ada di dalam hati. Kita sehari-hari juga menyaksikan, atau maaf jangan-jangan juga jadi pelaku, merasa lebih suci, lebih saleh, lebih baik dan menghakimi bahwa orang lain salah dan buruk. Padahal belum tentu demikian yang terjadi. Pengamatan kita lemah dan terbatas, tentu kita juga perlu untuk refleksi sehingga tidak menjadi pribadi yang menyombongkan diri di depan sesama apalagi di depan Tuhan. Apa yang kita banggakan di depan Tuhan? Dia tahu semau, Dia yang berikan semua, mengapa harus lapor dan mengadu berlebihan kepada-Nya?  Selayaknya kita merendahkan diri dan merasa tahu diri di depan Tuhan dan sesama. BD.eLeSHa.

Jumat, 04 Maret 2016

Hukum yang Terutama dan Ketulusan Hati

Jumat Pekan Biasa III Prapaskah (U)
Hos. 14:2-10
Mzm. 81:6c-8a, 8bc-9,10-11ab, 14,17
Mrk. 12:28b-34


Hos. 14:2-10

14:2 Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
14:3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
14:4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim."
14:5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
14:7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
14:8 Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
14:9 Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
14:10 Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

Mrk. 12:28b-34

12:28b : "Hukum manakah yang paling utama?"
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.



Hukum yang Terutama dan Ketulusan Hati

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan mengenai hukum yang terutama. Di sana ada pula dialog tulus dari salah satu ahli Taurat. Dia melihat Yesus secara obyektif dan bukan hanya soal pokoknya bukan Yesus sebagaimana biasanya dialami Yesus. Dia menilai Yesus benar sepanjang dia mengikuti tanya jawab Yesus dengan ahli Taurat atau orang Saduki selama ini, sama sekali bukan jebakan sebagaimana diajukan oleh ahli Taurat lainnya.
Budaya Yahudi biasa membicara dan mengaji mana yang lebih besar dan lebih kecil, termasuk dalam hukum. Tidak heran, ia bertanya mana yang lebih utama dan ada di bawahnya. Yesus bukan hanya mengatakan mana lebih utama, namun hukum yang lebih mendasar.
Saudara terkasih, hukum mengasihi Allah dan sesama sebagaimana ada di dalam Perjanjian Lama, bagi Yesus diajak untuk lebih memahami ajaran-Nya, yaitu panggilan Allah untuk sepenuh hati menjawab panggilan Allah dan sesama di dalam kasih.
Kasih kepada Allah dengan segenap hati,  pengertian, kekuatan, dan utuh dari manusia. Hanya Tuhan Allah yang layak untuk menerima itu semua. Kasih di sini bukan semata soal perasaan atau afeksi.  Kasih berbicara mengenai usaha untuk membangun hidup selaras dengan apa yang dikehendaki Allah, mendengarkan sabda-Nya, dan berpaut kepada-nya. Mengasihi Allah di dalam kehendak dan tindak nyata.
Pengetahuan dan penerimaan dari ahli Taurat ini menjadikan perlawanan dari rekan-rekan ahli Taurat makin tajam, namun berubah cara, mereka diam dan justru mengincar kematian-Nya bukan lagi bertanya dengan jebakan. Konflik berubah cara, dan jauh lebih serius untuk mengakhiri pengaruh Yesus.

Saudara terkasih, kita tentu tahu dengan baik bagaimana kita dipanggil untuk mengasihi Allah dan sesama. Ajakan kasih dengan tindak nyata dan kehendak sebagai satu kesatuan. Bukan hanya keinginan saja, namun diwujudnyatakan dalam tindakan sehari-hari. BD.eLeSHa.

Kamis, 03 Maret 2016

Yesus dan Beelzebul

Kamis Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Yer. 7:23-28
Mzm. 95;1-2,6-7,8-9
Luk. 11:14-23


Yer. 7:23-28

7:23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!
7:24 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.
7:25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,
7:26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.
7:27 Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau.
7:28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."

Luk. 11:14-23

11:14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.
11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."
11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
11:21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
11:22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."



Yesus dan Beelzebul

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana penolakan akan Yesus sering sangat tidak masuk akal. Logika terbalik pun akan digunakan yang penting bukan Yesus. Dalam kisah ini Yesus mengusir orang yang kerasukan dan bisu, menjadi waras dan bisa bicara. Tidak heran orang menjadi lepas kendali dan mempertanyakan kuasa Yesus itu kuasa siapa sehingga bisa melakukan tindakan demikian. Ia dituduh bekerjasama dengan Beelzebul.
Yesus menjelaskan jika kuasa raja setan yang Ia gunakan, berarti setan memerangi setan pula, apakah hal demikian tidak akan justru mmelemahkan dan membuat setan makin lemah? Sangat lucu dan itu bisa terjadi di dalam hidup kita sehari-hari. Iri hati dan dengki menjadikan kita tidak lagi logis dan semena-mena terhadap orang lain.
Yesus justru balik bertanya kepada si penuduh, kuasa apakah yang mereka gunakan selama ini, jangan-jangan sebagaimana yang mereka tuduhkan itu perbuatan mereka. Yesus  menjelaskan bahwa kuasa Allah yang ada di dalam-Nya. Ketika Ia mengusir setan di dalam kuasa Allah, sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang.
Setiap orang butuh bersatu dengan Yesus yang diperumpamakan dengan orang kuat di dalam bacaan tersebut. Bagaimana bersatu dengan orang kuat akan memampukan dalam banyak hal dan sebaliknya. Ketika terpisah dari orang kuat kita menjadi lemah dan mudah dipengaruhi dan diajak setan makin jauh dari-Nya.

Saudara terkasih, mengapa kita lebih mudah iri, menuduh, dan mencurigai prestasi, hasil orang lain, dan apa yang diterima oleh orang lain? Kita telah memilih jerat setan jika demikian, kita memisahkan diri dari orang kuat yaitu DIA yang akan memberikan segalanya untuk kita. Sekarang, tergantung pilihan kita, mau memilih kuat atau lemah, dan itu bebas, bersama DIA tentu akan kita peroleh kualitas diri kita. BD.eLeSHa.

Rabu, 02 Maret 2016

Yesus dan Hukum

Hari Rabu Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Ul. 4:1,5-9
Mzm. 147:12-13,15-16,19-20
Mat. 5:17-19


Ul. 4:1,5-9

4:1 "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.
4:5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.
4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.
4:7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?
4:8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
4:9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,

Mat. 5:17-19

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.



Yesus dan Hukum

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita untuk merenungkan mengenai ketaatan hukum dan ajaran Yesus. Dalam bacaan Injil dikatakan bahwa Yesus datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, namun hendak menggenapinya. Apa yang telah dilakukan Kaum Farisi dan Ahli-Ahli Taurat lah yang menjadi alasan Yesus mengatakan hal ini.
Taat hukum saja masih kurang, lebih mendesak dan penting adalah perilaku yang mencerminkan dari ketaatan hukum tersebut. Mereka dikritik Yesus karena mereka bisa mengatur sehingga seolah Taurat sesuai kepentingan mereka sendiri dan mendapatkan keuntungan di sana. Kritik Yesus bukan pada hukumnya, namun perilakunya yang mendapatkan sorotan.
Kehidupan kita pun demikian, bagaimana kita taat kalau ada polisi, pengawas, atasan, dan hukum masih bisa dibengkak-bengkokan sesuai kepentingan sendiri. Hukumnya sudah baik namun perilaku kitalah yang belum baik. Belum lagi orang harus mengabdi hukum, sejatinya hukum dibuat untuk menjamin hak manusia seutuhnya, bukan malah membelenggu dan memberatkan hidup manusia. Yesus sama sekali tidak mengubah hukumnya, namun orientasi yang baru yang diajarkan.

Hukum adalah syarat minimal dan manusia harus lebih daripada yang minimal tersebut. Hukumnya tetap ada dan tetap berlaku, namun lebih jauh lagi yang harus dilakukan oleh murid-murid-Nya. Ketaatan saja tidak cukup jika tidak diikuti dengan kesadaran untuk menjamin pula hak dan kebebasan sesamanya. Hukum Taurat masih berlaku hanya mendapatkan kepenuhan di dalam ajaran-Nya yang baru.BD.eLeSHa.

Selasa, 01 Maret 2016

Persaudaraan dan Pengampunan

Hari Selasa Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Dan. 3:25,34-43
Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9
Mat. 18:21-35


Dan. 3:25,34-43

3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
3:34 Janganlah kami Kautolak selamanya demi nama-Mu, dan janganlah Kaubatalkan perjanjian-Mu;
3:35 janganlah Kautarik kembali dari pada kami belas kasihan-Mu demi Abraham, kekasih-Mu, demi Ishak, hamba-Mu dan demi Israel, orang suci-Mu,
3:36 yang kepadanya telah Kaujanjikan untuk memperbanyak keturunan mereka laksana bintang-bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.
3:37 Ya Tuhan, jumlah kami telah menjadi lebih kecil dari jumlah sekalian bangsa, dan sekarang kamipun dianggap rendah di seluruh bumi oleh karena segala dosa kami.
3:38 Dewasa inipun tidak ada pemuka, nabi atau penguasa, tiada korban bakaran atau korban sembelihan, korban sajian atau ukupan; tidak pula ada tempat untuk mempersembahkan buah bungaran kepada-Mu dan mendapat belas kasihan.
3:39 Tetapi semoga kami diterima baik, karena jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah, seolah-olah kami datang membawa korban-korban bakaran domba dan lembu serta ribuan anak domba tambun.
3:40 Demikianlah hendaknya korban kami di hadapan-Mu pada hari ini berkenan seluruhnya kepada-Mu. Sebab tidak dikecewakanlah mereka yang percaya pada-Mu.
3:41 Kini kami mengikuti Engkau dengan segenap jiwa dan dengan takut kepada-Mu, dan wajah-Mu kami cari. Janganlah kami Kaupermalukan,
3:42 melainkan perlakukankanlah kami sesuai dengan kemurahan-Mu dan menurut besarnya belas kasihan-Mu.
3:43 Lepaskanlah kami sesuai dengan perbuatan-Mu yang ajaib, dan nyatakanlah kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan.


Mat. 18:21-35

18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."





Persaudaraan dan Pengampunan

Saudara terkasih, berbicara mengenai persaudaraan kita tidak bisa lepas dari pengampunan. Sering kita bertikai, berkelahi, berselisih, hingga perang sejatinya diawali dari ketidakmauan kita untuk mengampuni. Kisah  dalam perikopa tersebut, mengajak kita melihat bagaimana raja yang murah hati dan tidak tega melihat hambanya banyak hutang.
Kisah yang dilengkapi dengan bagaimana sering sesama hamba itu susah untuk mengampuni bahkan berlaku lebih kejam dan menyerahkan sesamanya yang berhutang jauh lebih kecil. Kebebasan yang ia peroleh tidak dibarengi sikap yang sama untuk memberikan kemurahhatian yan telah ia rasakan.
Saudara terkasih, al tersebut sejatinya adalah pengambaran sikap Tuhan Allah dan kita. Bagaimana Allah itu bermurah hati dan memberikan banyak hal kepada kita termasuk mengampuni kita. Namun kita tahu dan bisa menyaksikan dan merasakan sering kita berlaku kejam dan menuntut kepada sesama kita. Kita lupa kebaikan ddan kemurahan Tuhan yang telah kita terima. Berkat-Nya hanya untuk kita dan orang lain tidak boleh juga menerima. Perbedaan kasih Tuhan dan sikap manusiawi kita.

Ajakan untuk memberikan pengampunan tak terbatas karena kitapun juga menerima pengampunannya yang tidak terbatas terlebih dahulu. Allah telah memberikan kepada kita anugerah Allah dan tidak terbatas akan pengampunan-Nya, dan Tuhan menghendaki kita berbuat yang sama. Saudara terkasih, bagaimana kita selama ini, mengampuni atau menuntut? BD.eLeSHa.