Sabtu, 20 Februari 2016

Hukum Baru: Kasihilah Musuhmu dan Berdoalah bagi Mereka yang Menganiaya Kamu

Sabtu Biasa Pekan I Prapaskah (U)
Ul. 26: 16-19
Mzm. 119:1-2,4-5,7-8,
Mat. 5:43-48


Ul. 26: 16-19

26:16 "Pada hari ini TUHAN, Allahmu, memerintahkan engkau melakukan ketetapan dan peraturan ini; lakukanlah semuanya itu dengan setia, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu.
26:17 Engkau telah menerima janji dari pada TUHAN pada hari ini, bahwa Ia akan menjadi Allahmu, dan engkau pun akan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada ketetapan, perintah serta peraturan-Nya, dan mendengarkan suara-Nya.
26:18 Dan TUHAN telah menerima janji dari padamu pada hari ini, bahwa engkau akan menjadi umat kesayangan-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu, dan bahwa engkau akan berpegang pada segala perintah-Nya,
26:19 dan Ia pun akan mengangkat engkau di atas segala bangsa yang telah dijadikan-Nya, untuk menjadi terpuji, ternama dan terhormat. Maka engkau akan menjadi umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu, seperti yang dijanjikan-Nya."

Mat. 5:43-48

5:43 Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
5:44 Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
5:45 Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.
5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."



Hukum Baru: Kasihilah Musuhmu dan Berdoalah bagi Mereka yang Menganiaya Kamu

Saudara terkasih, Tuhan mengajak kita memiliki cara pandang berbeda. Hukum balas dendam, menuntut balas, merupakan lingkaran kekerasan yang tidak berujung. Kasih dan cinta bersyarat, ketika baik aku juga baik, demikian pula karena kamu jahat aku balas dengan yang buruk pula. Tuhan mengajarkan hal baru. Kasih-Nya yang tanpa syarat. Kasih Allah yang baru. Kasihilah saudaramu dan bencilah musuhmu, mudah bukan?
Tuhan mengajak dan mengajarkan yang berbeda. Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi yang menganiaya kamu. Cara sangat-sangat baru dan bertolak belakang. Susah untuk dicerna apalagi dilakukan. Ia memberikan berkat yang sama baik untuk orang jahat ataupun alim, orang saleh ataupun berdosa, pernahkah matahari dan hujan hanya untuk orang-orang taat saja? Tidak bukan. Berkat-Nya tidak pernah diskriminatif.
Bacaan yang sangat konkret dan kontekstual bagi kehidupan kita bersama. Bagaimana Tuhan sering dipandang hanya milikku, kelompokku, dan yang lain sesat. Mengapa demikian? Karena sikap, pola pikir, dan kelemahan manusiawi yang diterapkan dalam perilaku Allah. Allah Yang Agung dan Kuasa itu dikotak-kotakkan sebagaimana manusia. Kita perlu belajar banyak untuk bisa berbangga di atas keragaman dan keanekaan sehingga bisa melihat Tuhan yang satu itu. Tugas kita di dunia ini sama, kewajiban yang sama, hanya perannya berbeda-beda. Menghadap Tuhan juga sama, hanya cara pandang dan jalan menuju kepada-Nya yang berbeda. Cara ini tidak bisa menjadikan kita bukan sebagai satu saudara. Semua satu dan saudara di dalam Tuhan. BD.eLeSHa.


Jumat, 19 Februari 2016

Pemaknaan Baru akan Hukum Taurat

Jumat Pekan Biasa I Prapaskah (U)
Yeh. 18:21-26
Mzm. 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8
Mat. 5:20-26


Yeh. 18:21-26

18:21 Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
18:22 Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.
18:23 Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup?
18:24 Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik -- apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya.
18:25 Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat?
18:26 Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya.
18:27 Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.
18:28 Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.

Mat. 5:20-26

5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
5:21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum.
5:22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
5:23 Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau,
5:24 tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
5:25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
5:26 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.



Pemaknaan Baru akan Hukum Taurat

Saudara terkasih, hari ini kita diajak oleh Bunda Gereja untuk merenungkan, bagaimana hidup hukum Taurat masih belum cukup untuk membawa kepada hidup abadi. Yesus memberikan tekanan baru berkaitan dengan hidup para ahli Taurat yang ternyata masih belum cukup radikal sbagai pengikut-Nya. Di dalam tuntunan dan tuntutan Taurat, adalah pembunuhan, Yesus meminta bahkan marahpun sebagai sebuah kesalahan yang harus dibereskan.
Yesus bukan menolak Taurat namun memberikan cara pandang baru dan lebih mendalam serta lebih keras menuntut diri, ingat berbeda menuntut diri bukan orang lain sebagaimana perilaku budaya selama ini yang melakukan sebaliknya. Lemah kepada diri sendiri namun kuat menuntut pada pihak lain.
Semangat dan motivasi dasar jauh lebih menjadi pedoman bagi Yesus daripada sekadar taat hukum dan atauran. Itu belum cukup, prosedural masih belum membawa kepada hidup yang kekal. Ini tentu hal yang baru, karena selama ini hanya menjadi budaya ketaatan hukum tanpa kesadaran.

Saudara terkasih, kita bisa menyaksikan dalam hidup sehari-hari, taat aturan sepanjang di depan polisi, ketika di jalan, orang tua, saat di rumah, guru saat di sekolah, dan atasan waktu di tempat kerja. Saudara, bukan ini, kesadaran, motivasi, dan ada Tuhan yang tahu itu lebih bermakna dan akan membawa kehidupan kekal. Apa yang kita  lakukan selama ini? Sudah memiliki motivasi baik atau sebatas taat hukum semata? BD.eLeSHa.

Kamis, 18 Februari 2016

Mintalah maka akan Diberikan kepadamu!

Kamis Biasa Pekan I Prapaskah (U)
Est. 4:10-12,17
Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8
Mat. 7:7-12


Est. 4:10-12,17

4:10 Akan tetapi Ester menyuruh Hatah memberitahukan kepada Mordekhai:
4:11 "Semua pegawai raja serta penduduk daerah-daerah kerajaan mengetahui bahwa bagi setiap laki-laki atau perempuan, yang menghadap raja di pelataran dalam dengan tiada dipanggil, hanya berlaku satu undang-undang, yakni hukuman mati. Hanya orang yang kepadanya raja mengulurkan tongkat emas, yang akan tetap hidup. Dan aku selama tiga puluh hari ini tidak dipanggil menghadap raja."
4:12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai.
4:17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya


Mat. 7:7-12

7:7 "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
7:8 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
7:9 Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti,
7:10 atau memberi ular, jika ia meminta ikan?
7:11 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
7:12 "Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.



Mintalah maka akan Diberikan kepadamu!

Saudara terkasih, apa yang Yesus ajarkan hari ini ialah mengenai terkabulnya suatu permintaan. Yesus mengatakan mintalah apapun yang kamu perlukan. Tidak perlu segan da sungkan untuk datang dan meminta apapun yang dibutuhkan. Mencari dan meminta kepada Bapa, apapun itu, terutama mengenai Kerajaan Allah dan kehendaknya.
Penutup untuk uraian mengenai permintaan ini ialah, Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Apapun yang kita inginkan, lakukan juga terhadap orang lain, demikianpun jika kita tidak hendak atau tidak mau disakiti ya jangan menyakiti. Kalau tidak mau merugikan janganlah merugikan kalau ingin dicintai, cintailah terlebih dahulu.

Saudara terkasih, sering kita hanya memikirkan diri sendiri, keakuan, ke dalam diri terlebih dahulu, bahwa aku harus, apapun itu. Tuhan mengajak kita berubah, pikirkanlah dulu orang lain dan akan   dipenuhkan juga nantinya kepadamu. Sering kita menjadi abai, egois, khawatir tidak mendapatkan bagian. Aku sendiri masih kurang kog, ah mana cukup dibagi dengan mereka, nanti kalau sudah cukup aku bantu kamu. Kita lupa ada Tuhan yang akan mencukupkan. Lihat apa yang kita cari akan kita dapat, apa yang kita minta akan kita peroleh. Ada Tuhan, jangan lupa dan khawatir. BD.eLeSHa.

Rabu, 17 Februari 2016

Tanda Yunus

Rabu Biasa Pekan I Prapaskah (U)
Yun. 3:1-10
Mzm51:3-4,12-13,18-19
Luk. 11:29-32



Yun. 3:1-10

3:1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian:
3:2 "Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu."
3:3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya.
3:4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."
3:5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.
3:6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
3:7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: "Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air.
3:8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.
3:9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa."
3:10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya.


Luk. 11:29-32

11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
11:31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
11:32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"



Tanda Yunus

Saudara terkasih, orang berbondong-bondong datang, di antara mereka banyak yang kagum, namun tidak pula sedikit yang meminta suatu tanda. Permintaan tanda sebagai dasar keyakinan mereka. Tanda yang diminta ialah perbuatan besar, ajaib, mukjizat, dan sejenisnya. Sebagaimana leluhur dan nabi-nabi juga membuat pekerjaan besar bagi mereka.
Permintaan tanda bisa pula berarti ketidakpercayaan akan Pribadi itu. Menolak apa yang disampaikan dan dibuat Yesus. Berbeda dengan Injil Markus yang Yesus menyatakan penolakannya dengan jelas, dalam Lukas Yesus masih menyatakan bahwa mereka telah menerima tanda dari nabi Yunus.
Saudara terkasih, Yesus merujuk masa lalu, dunia Perjanjian Lama, Salomo, Yunus untuk menyatakan Diri-Nya. Tanda yang ada adalah tanda mereka, karena Yesus jauh lebih besar. Yunus adalah nabi yang memberikan peringatan kepda Ninive yang akhirnya mau bertobat. Anak Manusia datang untuk itu, dan malah menerima penolakan, jika demikian apa yang akan mereka tanggung, tentu mereka harusnya paham. Mereka bukan orang sembarangan tentunya.

Tanda Yunus hendak memberikan apa itu pertobatan. Pertobatan yang akan membawa kembali si anak hilang ke dalam pangkuan Bapa Yang Rahim. Perilaku tobat bukan hanya kata-kata namun juga pertobatan, berbalik arah dan meninggalkan yang buruk dan menggeluti kehidupan baik bersama Allah Yang Baik itu. Hakikat kita adalah cinta dan kasih Allah yang bersemayam dalam hati kita. BD.eLeSHa.

Selasa, 16 Februari 2016

Berdoa dan Pengampunan

Selasa Biasa Pekan I Prapaskah (U)
Yes. 55:10-11
Mzm. 34:4-5,6-7,16-17,18-19
Mat. 6:7-15

Yes. 55:10-11

55:10 Sebab seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke situ, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih kepada penabur dan roti kepada orang yang mau makan,
55:11 demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.

Mat. 6:7-15

6:7 Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.
6:8 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.
6:9 Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
6:10 datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.
6:11 Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya
6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
6:13 dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]
6:14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
6:15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."



Berdoa dan Pengampunan

Saudara terkasih, hari ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana kita harus berdoa. Berangkat dari Injil hari ini, kita belajar bagaimana konteks kisah tersebut terjadi. Bangsa Yahudi sangat kental akan kehidupan beragama dan tentu saja berdoa. Kemudian tumbul kesalahpahaman, atau paham yang salah atau salah kaprah di mana ketika doa itu bukan persoalan dialog, komunikasi, atau interaksi dengan Allah, namun justru menjadi ajang cari nama dengan doa yang panjang, bertele-tele, bahkan tempatnyapun sungguh di luar kepatutan, bagaimana pantas ketika di pasar, di perempatan jalan, demi dilihat, didengar, disaksikan banyak orang.
Yesus mengajak murid-murid-Nya berdoa secara berbeda. Bagaimana Ia mengajarkan doa Bapa Kami, doa yang dipanjatkan di kamar yang tertutup, demi menjalin komunikasi dengan Allah. Bapa Kami berisi separuh permohonan demi Bapa, kemuliaan, datangnya kerajaan, agar terjadi kehendak Allah dalam hidup ini, dan separoh lagi berbicara mengenai permohonan pendoa sendiri. Memohonan soal makanan, pengampunan, dan kebebasan dari yang jahat.
Pengampunan, bagaimana kita diajak untuk berani mengampuni, mau mengampuni, dan rela untuk mengampuni, agar kitapun  diampuni. Pengampunan menghapuskan dendam dan saling berbalas yang tidak ada akhirnya. Tuhan mengajak kita, jika mau diampuni, berarti kita juga perlu mengampuni pula. Sikap yang adil dan fair tentu saja bukan hanya sepihak dan menangnya sendiri dengan mendapatkan pengampunan sedang dia sendiri tidak mau memaafkan sesamanya.
Saudara terkasih, bagaimanakah kita dalam berdoa dan mengampuni? Apakah sudah seperti yang Tuhan kehendaki?BD. eLeSHa.



Senin, 15 Februari 2016

Penghakiman Terakhir


Senin Biasa Pekan I Prapaskah (U)
Im. 19:1-2,11-18
Mzm. 19:8,9,10,15
Mat. 25:31-46


Im. 19:1-2,11-18

19:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
19:2 "Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.
19:11 Janganlah kamu mencuri, janganlah kamu berbohong dan janganlah kamu berdusta seorang kepada sesamanya.
19:12 Janganlah kamu bersumpah dusta demi nama-Ku, supaya engkau jangan melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN.
19:13 Janganlah engkau memeras sesamamu manusia dan janganlah engkau merampas; janganlah kautahan upah seorang pekerja harian sampai besok harinya.
19:14 Janganlah kaukutuki orang tuli dan di depan orang buta janganlah kautaruh batu sandungan, tetapi engkau harus takut akan Allahmu; Akulah TUHAN.
19:15 Janganlah kamu berbuat curang dalam peradilan; janganlah engkau membela orang kecil dengan tidak sewajarnya dan janganlah engkau terpengaruh oleh orang-orang besar, tetapi engkau harus mengadili orang sesamamu dengan kebenaran.
19:16 Janganlah engkau pergi kian ke mari menyebarkan fitnah di antara orang-orang sebangsamu; janganlah engkau mengancam hidup sesamamu manusia; Akulah TUHAN.
19:17 Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegor orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia.
19:18 Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri; Akulah TUHAN.


Mat. 25:31-46

25:31 "Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya.
25:32 Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing,
25:33 dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya.
25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
25:35 Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan;
25:36 ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.
25:37 Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum?
25:38 Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian?
25:39 Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?
25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
25:41 Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
25:42 Sebab ketika Aku lapar, kamu tidak memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu tidak memberi Aku minum;
25:43 ketika Aku seorang asing, kamu tidak memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu tidak memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit dan dalam penjara, kamu tidak melawat Aku.
25:44 Lalu mereka pun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?
25:45 Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku.



Penghakiman Terakhir

Saudara terkasih, hari ini  kita diajak untuk merenungkan bagaimana keadaan kita di pengadilan terakhir-Nya. Keadaan kita akan dipisahkan sebagaimana gembala memisahkan kambing dan domba siapa yang terberkati dan siapa yang terkutuk.
Pihak yang mendapatkan kemuliaan yang sejak semula telah disediakan bagi mereka ialah mereka yang melakukan yang terbaik bagi saudaranya yang paling hina. Perbuatan baik mereka juga diperhitungkan sebagai perlakukan demi Allah yang memiliki semuanya itu.  
Sebaliknya bagi yang terkutuk, Tuhan menyatakan untuk menyingkir dari hadapan Allah untuk mendapatkan hukuman dari api yang kekal. Mereka mendapatkan hukuman bahkan kutukan karena mereka abai, lalai, dan tidak melakukan kebaikan bagi sesamanya. Apa perbuatan baik itu? Memberian makan bagi yang lapar, memberikan tumpangan bagi yang membutuhkan, mengunjungi yang sakit, atau di dalam penjara.
Tuhan tidak meminta hal yang berlebih-lebihan namun sangat wajar dan biasa. Tidak perlu kita menjadi penampung rahmat bagi diri sendiri. Apapun semua kita teruskan kepada yang belum bisa mendapatkannya. Bukankah semuanya berasal dari Allah sendiri dan kita ini  hanya menjadi saluran semata? Kesalahan kita ialah menampung, menghentikan, dan ingin memiliki semuanya demi diri sendiri saja.
Bacaan pertama juga berisi larangan dan perintah untuk berbuat bagi sesama. Bagaimana perilaku baik dan buruk yang perlu dijauhi. Mencintai sesama manusia sebagaimana mencintai diri sendiri.

Saudara terkasih, mencintai sesama sebagaimana mencintai diri sendiri, sejatinya sama juga apa yang ingin kamu terima dari orang lain, lakukanlah demikian, jika kamu tidak mau mendapatkan apa yang tidak kamu sukai, tentu janganlah menyakiti dan melakukannya bagi orang lain. BD.eLeSHa.

Minggu, 14 Februari 2016

Dituntun Roh Kudus atau Digendong Setan?

HARI MINGGU PRAPASKAH I (U)
Ul. 26:4-10
Mzm. 91:1-2,10-11,12-13,14-15
Rm. 10:8-13
Luk. 4:1-13




Ul. 26:4-10

26:4 Maka imam harus menerima bakul itu dari tanganmu dan meletakkannya di depan mezbah TUHAN, Allahmu.
26:5 Kemudian engkau harus menyatakan di hadapan TUHAN, Allahmu, demikian: Bapaku dahulu seorang Aram, seorang pengembara. Ia pergi ke Mesir dengan sedikit orang saja dan tinggal di sana sebagai orang asing, tetapi di sana ia menjadi suatu bangsa yang besar, kuat dan banyak jumlahnya.
26:6 Ketika orang Mesir menganiaya dan menindas kami dan menyuruh kami melakukan pekerjaan yang berat,
26:7 maka kami berseru kepada TUHAN, Allah nenek moyang kami, lalu TUHAN mendengar suara kami dan melihat kesengsaraan dan kesukaran kami dan penindasan terhadap kami.
26:8 Lalu TUHAN membawa kami keluar dari Mesir dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung, dengan kedahsyatan yang besar dan dengan tanda-tanda serta mujizat-mujizat.
26:9 Ia membawa kami ke tempat ini, dan memberikan kepada kami negeri ini, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya.
26:10 Oleh sebab itu, di sini aku membawa hasil pertama dari bumi yang telah Kauberikan kepadaku, ya TUHAN. Kemudian engkau harus meletakkannya di hadapan TUHAN, Allahmu; engkau harus sujud di hadapan TUHAN, Allahmu.


Rm. 10:8-13

10:8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.
10:9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
10:11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."
10:12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
10:13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.


Luk. 4:1-13

4:1 Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
4:2 Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
4:3 Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti."
4:4 Jawab Yesus kepadanya: "Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja."
4:5 Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia.
4:6 Kata Iblis kepada-Nya: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
4:7 Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu."
4:8 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
4:9 Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: "Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah,
4:10 sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau,
4:11 dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu."
4:12 Yesus menjawabnya, kata-Nya: "Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!"
4:13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.



Dituntun Roh Kudus atau Digendong Setan?

Salah satu tema yang ditawarkan oleh sebuah Gereja untuk membantu merenungkan bacaan kita minggu ini. Kontekstual dengan hari di mana kita memulai retret agung kita, juga Yesus melakukan puasa. Tindakan setan sangat menggigit dan membahayakan usaha keras Yesus dalam bermatiraga. Dan itu akan terus menerus bukan hanya sekali
Tantangan yang dialami Yesus mengenai kuasa, tahta, dan nama diri itu begitu besar. Dan itu juga menjadi masalah bagi kita hingga hari ini. Kontekstual sekali peristiwa, godaan, dan keinginan daging, dunia, dan setan yang saling berkolaborasi ini. Soal harta bagamaimana kita melihat atau bahkan melakukan? Segala daya upaya dilakukan dan itu berbahaya? Karena menjerumuskan dalam persoalan yang berkepanjangan. Demikian juga soal nama diri bagaimana kita bisa melupakan kemanusiaan kita, memanipulasi, suap demi mendapatkan nama diri yang baik dan keren. Kuasa jelas sekali di sekitar kita dan hari-hari ini begitu kuat arus informasi soal itu.
Lihat apa yang dikatakan setan ketika Yesus mampu menolak semua tawaran itu? Pergi untuk menunggu waktu yang tepat. Dia akan kembali. Kita perlu waspada.
Dituntun Roh kudus, kita berarti perlu bekerja keras, berjalan sendiri, dan melakukan tindakannya namun dalam bimbingan dan pendampingan Roh Kudus. Roh Kudus mendampingi, menemani, dan menjaga, bukan semuanya Roh Kudus. Berbeda dengan digendong, setan, kita hanya duduk manis, dan setan membawa semuanya. Kita tidak tahu mau dibawa ke mana itu terserah setan. Saudara terkasih, cara setan memang enak, mudah, melenakan, namun juga menjerumuskan. Ini yang perlu kita waspadai. Bagaimana jalan yang berkelok itu membawa ke kehidupan, namun ada pula jalan yang lurus, mulus, dan mudah lagi. Semua bebas untuk kita pilih dan semua ada di tangan kita bukan?BD.eLeSHa.




Sabtu, 13 Februari 2016

Orang Sakit yang Membutuhkan Tabib

Hari Sabtu sesudah Rabu Abu (U)
Yes. 58:9b-14
Mzm. 86:1-2,3-4,5-6
Luk. 5:27-32


Yes. 58:9b-14

58:9b Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu dan tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah,
58:10 apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.
58:11 TUHAN akan menuntun engkau senantiasa dan akan memuaskan hatimu di tanah yang kering, dan akan membaharui kekuatanmu; engkau akan seperti taman yang diairi dengan baik dan seperti mata air yang tidak pernah mengecewakan.
58:12 Engkau akan membangun reruntuhan yang sudah berabad-abad, dan akan memperbaiki dasar yang diletakkan oleh banyak keturunan. Engkau akan disebutkan "yang memperbaiki tembok yang tembus", "yang membetulkan jalan supaya tempat itu dapat dihuni".
58:13 Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat "hari kenikmatan", dan hari kudus TUHAN "hari yang mulia"; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong,
58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang mengatakannya.


Luk. 5:27-32

5:27 Kemudian, ketika Yesus pergi ke luar, Ia melihat seorang pemungut cukai, yang bernama Lewi, sedang duduk di rumah cukai. Yesus berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!"
5:28 Maka berdirilah Lewi dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.
5:29 Dan Lewi mengadakan suatu perjamuan besar untuk Dia di rumahnya dan sejumlah besar pemungut cukai dan orang-orang lain turut makan bersama-sama dengan Dia.
5:30 Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut-sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: "Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
5:31 Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;
5:32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat."



Orang Sakit yang Membutuhkan Tabib


Saudara terkasih, hari ini, Bunda Gereja mengajak kita merenungkan kedatangan Yesus. Ketika Ia makan bersama orang sakit, banyak orang mengkritik dan menyalahkan Yesus. Budaya kala itu, memang pemungut cukai sebagai musuh bersama, karena menjadi kaki tangan penjajah, dan kadang mereka juga nakal, yaitu memungut lebih untuk kepentingannya sendiri. Kalau saat ini mungkin Yesus makan bersama dengan Gayus Tambunan, Freedy Budiman, kemudian yang mengebom di mana-mana itu. Tentu orang akan kaget bukan, bagaimana orang berdosa malah disinggahi dan ikut makan bersama.
Itulah radikalisme Yesus yang dilakukan. Perubahan besar di dunia, budaya, dan mengguncangkan masyarakat, namun apa yang disampaikan Yesus slanjutnya bisa menjelaskan dengan gamblang apa yang terjadi. Siapa yang membutuhkan tabib? Orang sakit dan bukan orang sehat tentunya. Maka Ia datang bagi orang yang sakit, kalau sudah sehat tentu tidak perlu tabib datang dan mengobati. Perubahan cara pandang yang berbeda tentu mengguncang keadaan yang sudah biasa terjadi.
Pilihan kita, dunia ini, dan hampir setiap orang adalah dekat yang baik dan takut dekat dengan yang buruk dan jahat. Takut kalau nantinya tercemar, tertular, dan ikut menjadi buruk. Ciri manusiawi yang memang sangat normal. Namun ada kuasa dan kasih Tuhan yang akan membuat keadaan sebaliknya. Menyelamatkan dengan berbagai cara. Pendekatan manusiawi Yesus ternyata menyelamatkan banyak jiwa. BD.eLeSHa.


Jumat, 12 Februari 2016

Hal Berpuasa

Hari Jumat sesudah Rabu Abu (U)
Yes. 58:1-9a
Mzm. 51:3-4,5-6a,18=19
Mat. 9:14-15


Yes. 58:1-9a

58:1 Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka!
58:2 Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:
58:3 "Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?" Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu.
58:4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi.
58:5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
58:6 Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk,
58:7 supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri!
58:8 Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar dan lukamu akan pulih dengan segera; kebenaran menjadi barisan depanmu dan kemuliaan TUHAN barisan belakangmu.
58:9 Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku!


Mat. 9:14-15

9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
9:15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.



Hal Berpuasa

Saudara terkasih, Gereja hari ini mengajak kita merenungkan bagaimana kita mesti berpuasa. Gampang dan mudah jika kita hanya berpuasa dengan tidak makan dan minum. Itu hampir semua orang bisa dipastikan bisa dengan mudah melakukannya, belum lagi selama tidak makan dan minum itu hanya tidur sepanjang hari. Bukan demikian.
Berpuasa sebagai sarana untuk mati raga dan menyadari kelemahan dan kerapuhan, yang diminta adalah mengoyakkan hati, mengubah diri dan melakukan tindakan yang lebih baik daripada hari-hari biasa. Bacaan pertama memberikan bukti yang sangat baik, dengan contoh hidup sehari-hari, puasa dengan menahan diri bukan semata untuk urusan perut, namun juga dalam berperilaku, untuk tidak menekan orang lain, buruhnya misalnya. Tugas untuk semakin teguh membela keadilan dan kebenaran, menjauhkan diri dari kelaliman dan kejahatan. Berani bersuara atas tindak kejahatan dan keburukan yang ada di lingkungan sekitar. Jangan pula setelah mengakhiri puasa kemudian menjadi ajang balas dendam dan makan menjadi lebih banyak atau lebih mewah daripada hari-hari biasanya. Hal ini tentu tidak ada manfaatnya.

Saudara terkasih, kita sering lebih bermewah-mewah, makan-minum dengan lebih banyak dan lebih mahal dibandingkan dalam kehidupan setiap saat. Ajang untuk prihatin tidak terbatas waktu, dan apakah bisa berbuat bagi sesama dengan adanya penghematan? Maka ada aksi puasa pembangunan. Dana yang bisa dihemat dalam masa pantang dan puasa digunakan untuk memberikan bantuan bagi yang membutuhkan dan memerlukan.BD.eLeSHa.

Kamis, 11 Februari 2016

Konsekuensi menjadi Murid Yesus

Hari Kamis sesudah Rabu Abu (U)
Ul. 30:15-20
Mzm. 1:1-2,3,4,6
Luk. 9:22-25



Ul. 30:15-20

30:15 Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan,
30:16 karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya.
30:17 Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya,
30:18 maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya.
30:19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,
30:20 dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

Luk. 9:22-25

9:22 Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga."
9:23 Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.
9:24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya.
9:25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?


Konsekuensi menjadi Murid Yesus

Saudara terkasih, hari ini kita diajak oleh Gereja untuk merenungkan apa konsekuensi menjadi murid Yesus. Apa yang dialami Yesus, juga akan dialami kita sebagai anak-anak-Nya. Salib harus kita pikul dan panggul di dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada hidup yang tanpa perjuangan dan adanya tantangan. Penolakan, tantangan, hingga nyawa taruhannya adalah konsekuensi di dalam mengikuti Yesus. Kesiapan, keberanian, dan mampu menghadapi itu semua karena komitment yang utuh dan kesediaan hidup sepenuhnya bagi Yesus.
Menyangkal diri, memanggul salib, dan mengikuti-Nya. Kita diharapkan untuk mulai menyangkal diri dan memikul Salib kalau hendak menjadi murid Yesus. Yang dilengkapi dengan mengikuti-Nya.
Menyangkal diri memiliki mana bahwa ia tidak mampu hidup dengan kekuatannya sendiri. Kekuatan hidup itu ada di dalam Yesus yang diikuti.

Saudara terkasih, kita di dalam menghadapi cobaan, halangan, kesulitan, dan perjuangan, bukan dengan mengeluh, mencari kambing hitam, pembenar, ataupun bersedih, namun melihat itu sebagai sarana dari Tuhan untuk membina iman kita. Bagaimana sikap kita di dalam menghadapi salib, apakah melepaskannya, memotongnya, atau dengan setia memanggulnya? Kita di dalam mengikuti-Nya bukan hanya ikut mukjizat-Nya saja, atau mau enaknya roti yang Ia bagikan, namun menyangkaldiri, memikul salib, dan akhirnya mengikuti DIA. Bagian utuh di dalam konsekuensi menjadi murid Yesus. Kesulitan sehari-hari sebagai bagian utuh akan pemuridan. Melihat itu di dalam kaca mata iman.BD.eLeSHa.

Rabu, 10 Februari 2016

[Rabu Abu] Koyakanlah Hatimu dan Bukan Hanya Pakaianmu!

HARI RABU ABU (U)
Pantang dan Puasa
 Yl. 2:12-18
Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,17
2 Kor. 5:20-6:2
Mat. 6:1-6,16-18


Yl. 2:12-18

2:12 "Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh."
2:13 Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.
2:14 Siapa tahu, mungkin Ia mau berbalik dan menyesal, dan ditinggalkan-Nya berkat, menjadi korban sajian dan korban curahan bagi TUHAN, Allahmu.
2:15 Tiuplah sangkakala di Sion, adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya;
2:16 kumpulkanlah bangsa ini, kuduskanlah jemaah, himpunkanlah orang-orang yang tua, kumpulkanlah anak-anak, bahkan anak-anak yang menyusu; baiklah penganten laki-laki keluar dari kamarnya, dan penganten perempuan dari kamar tidurnya;
2:17 baiklah para imam, pelayan-pelayan TUHAN, menangis di antara balai depan dan mezbah, dan berkata: "Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?"
2:18 TUHAN menjadi cemburu karena tanah-Nya, dan Ia belas kasihan kepada umat-Nya.


2 Kor. 5:20-6:2

5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah.
5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
6:1 Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima.
6:2 Sebab Allah berfirman:  "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,  dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong.


Mat. 6:1-6,16-18

6:1 "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga.
6:2 Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:3 Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
6:4 Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
6:5 "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.
6:16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,
6:18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.



Koyakanlah Hatimu dan Bukan Hanya Pakaianmu!

Saudara terkasih, hari ini kita merayakan Hari Rabu Abu, di mana kita memasuki masa permenungan untuk menyadari untuk membina pertobatan. Sarana yang dipakai adalah dengan berpuasa dan berpantang. Berpuasa yang hanya dua kali, yaitu hari ini, Hari Rabu Abu dan nanti, pada hari Jumat Agung. Pantang dilakukan sepanjang hari Jumat selama masa pra paskah.
Puasa yang hanya dua kali, umat oleh Gereja dihimbau untuk mengambil puasa tambahan yang diharapkan lebih merasakan apa yang terjadi. Bagaimana masih banyak orang berpuasa bukan karena ingin, namun karena memang tidak ada yang hendak dimakan. Peduli dan mengerti apa yang terjadi terhadap orang lain. Puasa itu makan kenyang hanya satu kali, bukan sekali yang bisa dipahami sangat kenyang. Pantang berarti mengurangi apa yang paling disukainya, misalnya daging, ikan, jajan, merokok, garam, gula, dan di sinilah kita bisa menambahkan sendiri apa yang paling disukai dalam kehidupan sehari-hari, yang bisa dirasakan sebagai perjuangan untuk melakukannya. Bukan yang mudah dilakukan tentunya, agar merasakan puasa dan pantang itu sebagai hal yang perlu usaha bukan yang mudah saja.
Sabda Tuhan mengatakan, koyakanlah hatimu, apa artinya, adalah adanya perubahan sikap secara radikal menuju kepada kebaikan, makin dekat kepada Tuhan dan sesama, tidak berlebihan akan cinta diri, lebih memberikan diri dan cinta pada sesama dan Tuhan. Berbeda dengan mengoyakkan pakaian, di mana kita lebih bangga akan hal yang artifisial, lapar dan haus, namun masih membanggakan diri dan memaksa orang untuk menghormati. Apa bedanya dengan makan kalau demikian? ibdat kita, baik itu berdoa, berpuasa, atau apapun bentuknya bukan untuk dipertunjukkan dan dipertontonkan, apa yang terjadi adalah relasi dengan Tuhan, apakah kita pantas pamer di depan Tuhan dan sesama? Tidak tentunya.
Tobat itu adanya perubahan sikap secara radikal, kalau langkah itu kita berbalik arah, menuju kebaikan dan meninggalkan yang buruk. Tidak hanya di mulut dan wacana, namun sikap batin. Sikap yang membangun diri menjadi lebih baik lagi. BD.eLeSHa.