Selasa, 09 Februari 2016

Taurat dan Adat Istiadat

Selasa Pekan Biasa V (H)
1 Raj. 8:22-23,27-30
Mzm. 84:3,4,5,10,11
Mrk. 7:1-13


1 Raj. 8:22-23,27-30

8:22 Kemudian berdirilah Salomo di depan mezbah TUHAN di hadapan segenap jemaah Israel, ditadahkannyalah tangannya ke langit,
8:23 lalu berkata: "Ya TUHAN, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit di atas dan di bumi di bawah; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu;
8:27 Tetapi benarkah Allah hendak diam di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini.
8:28 Maka berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya TUHAN Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba-Mu panjatkan di hadapan-Mu pada hari ini!
8:29 Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan: nama-Ku akan tinggal di sana; dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini.
8:30 Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya di tempat kediaman-Mu di sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni.

Mrk. 7:1-13

7:1 Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
7:2 Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
7:3 Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka;
7:4 dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
7:5 Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?"
7:6 Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
7:7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.
7:8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia."
7:9 Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri.
7:10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.
7:11 Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban -- yaitu persembahan kepada Allah --,
7:12 maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya.
7:13 Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."


Taurat dan Adat Istiadat

Saudara terkasih, hari ini, di mana merupakan masa biasa terakhir sebelum esok hari kita merayakan Hari Rabu Abu, masa puasa dan retret agung kita, kali ini kita diajak merenungkan bagaimana aturan manusia sering lebih ketat, berat, dan mengikat daripada apa yang dikehendaki Tuhan. Peristiwa yang dipakai Yesus untuk menjelaskan hal ini, berkaitan dengan tradisi Farisi.
Farisi sangat memegang erat dan teguh akan ajaran yang mereka buat dan terapkan, yang kadang tidak ada dalam Taurat itu sendiri, memang awalnya saja ada di sana. Soal membasuh tangan sebelum makan, menjadi pertanyaan bagi mereka kepada pra murid Yesus. Aturan mencuci tangan awalnya bagi imam, namun diperluas hingga menjadi kewajiban setiap orang. Bukan masalah mencuci tangan yang menjadi persoalan, namun keinginan mereka akan aturan dan persembahan yang berlebihan itu yang menjadi kritik Yesus.
Orang yang tidak tahu dengan baik adat istiadat yang begitu banyak dari Farisi dan ahli Taurat itu sering disebut sebagai pendosa. Dan mereka memisahkan diri dari hubungan dengan orang-orang biasa ini.
Ketaatan akan hukum dan ketetapan mereka sendiri sering mengalahkan ketaatan akan Taurat sebagai sumber dan asal peraturan itu sebenarnya. Yesus menggunakan perumpamaan, bagaimana mereka bisa melalaikan kewajibannya akan orang tua, namun karena ketaatan akan hukum mereka, mereka tidak bersalah. Bagaimana mereka bisa mencintai Allah namun melupakan dan menyebabkan orang tua menderita?

Hal-hal tersebut yang ingin Yesus hilangkan atau singkirkan, bukan Taurat yang ia kritik. Sering manusia hidup dengan kata-kata saleh namun nyatanya hidup di dalam kejahatan. Mulutnya memuji Allah hatinya menghujat ciptaan-Nya. Hal ini lah yang mnejadi persoalan yang hendak Tuhan benahi. Kita sering menjumpai hal-hal demikian, saleh dalam pengabdian kepada Tuhan namun abai pada keluarga dan sekitarnya. Saudara terkasih, apakah kita telah satu di dalam perbuatan dan pembicaraan? BD.eLeSHa.

Senin, 08 Februari 2016

Karya Penyembuhan

Senin Pekan Biasa V (H)
1 Raj. 8:1-7,9-13
Mzm. 132:6-7,8-10
Mrk. 6:53-56


1 Raj. 8:1-7,9-13

8:1 Pada waktu itu raja Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian TUHAN dari kota Daud, yaitu Sion.
8:2 Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan raja Salomo semua orang Israel.
8:3 Setelah semua tua-tua Israel datang, maka imam-imam mengangkat tabut itu.
8:4 Mereka mengangkut tabut TUHAN dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi.
8:5 Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya.
8:6 Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian TUHAN itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub;
8:7 sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas.
8:9 Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan TUHAN dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir.
8:10 Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, datanglah awan memenuhi rumah TUHAN,
8:11 sehingga imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN.
8:12 Pada waktu itu berkatalah Salomo: "TUHAN telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman.
8:13 Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.


Mrk. 6:53-56

6:53 Setibanya di seberang Yesus dan murid-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ.
6:54 Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus.
6:55 Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada.
6:56 Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.



Karya Penyembuhan

Yesus yang telah tersiar mampu memberikan mukjizat penyembuhan menjadi rujukan yang mendengar ke mana Ia akan pergi. Ke desa-desa, kampung-kampung, dan ke kota-kota, Yesus menyembuhkan. Semua yang datang disembuhkan-Nya.
Saking sibuk-Nya Yesus dan penuh dengan kerumunan, mereka hanya menyentuh jumbai jubah-Nya. Bagaimana kepercayaan mereka yang demikian besar memberikan kesembuhan yang tentu mereka rindukan. Ada dua pihak yang saling memberikan kontribusi. Bagaimana Yesus sebagai pemilik kuasa itu pasti akan mampu menyembuhkan. Penting juga sikap sebagai pendengar dan pasien di sini, sikap mereka percaya dan yakin akan sembuh. Ini menjadi sumber inspirasi bagi kita, bagaimana kita berdoa, berharap, dan menyatakan segala sesuatu harus ada kepercayaan dulu. Bagaimana mungkin kita meminta sedang kita masih meragukan akan kemampuan yang kita mintai. Tentu saja sangat wajar kalau keinginan kita tidak akan terjadi. Jelas bahwa Tuhan tidak sejahat itu, namun itu sebagai wujud dan sikap kita yang berani bergantung, bersikap terbuka, dan menyatakan diri sebagai hamba dan anak-anak yang membutuhkan DIA. Sikap yang perlu kita miliki adalah percaya dan yakin ada DIA yang berkuasa. Kasih-Nya memang tidak akan berubah oleh sikap kita.BD.eLeSHa.



Minggu, 07 Februari 2016

Bertolaklah Ke Tempat yang Dalam!

Hari Minggu Biasa V (H)
Yes. 6:1-2a,3-8
Mzm. 138:1-2a,2bc-3,4-5,7c-8
1 Kor. 15:1-11
Luk. 5:1-11


Yes. 6:1-2a,3-8

6:1 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci.
6:2 Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya.
6:3 Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: "Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!"
6:4 Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap.
6:5 Lalu kataku: "Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam."
6:6 Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah.
6:7 Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: "Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni."
6:8 Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!


1 Kor. 15:1-11

15:1 Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri.
15:2 Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu -- kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya.
15:3 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci,
15:4 bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
15:5 bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya.
15:6 Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah meninggal.
15:7 Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian kepada semua rasul.
15:8 Dan yang paling akhir dari semuanya Ia menampakkan diri juga kepadaku, sama seperti kepada anak yang lahir sebelum waktunya.
15:9 Karena aku adalah yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul, sebab aku telah menganiaya Jemaat Allah.
15:10 Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.
15:11 Sebab itu, baik aku, maupun mereka, demikianlah kami mengajar dan demikianlah kamu menjadi percaya.


Luk. 5:1-11

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.



Bertolaklah Ke Tempat yang Dalam!

Perintah yang secara manusiawi sia-sia, bagaimana tidak, mereka baru saja pulang dengan tangan hampa. Tidak ada tangkapan selama semalam-malaman, ketaatan akan perintah itu, membuat jala mereka tidak lagi mampu menampung tangkapan. Kerja keras dan ketaatan merupakan sebuah hal yang wajar untuk menjadi pedoman dalam karya kita. Bagaimana para rasul  telah membuktikan itu. Sebagai gambaran awal akan karya mereka di kemudian hari.
Reaksi Petrus yang sangat ekstrem dan akan berulang di kemudian hari, merupakan reaksi manusiawi. Bagaimana Ia justru takut dan meminta Yesus meninggalkannya. Tanggapan yang sangat wajar sebagaimana kita yang mengetahui keterbatasan kita akan bereaksi yang tidak kalah dengan pilihan Petrus itu. Menunjukkan kejujuran dan keterbukaan Petrus di dalam menerima tugas perutusannya.
Tanggapan berikutnya ialah menjadi titik balik dan panggilan pertama dari Yesus untuk para  rasul, mereka meninggalkan semua yang mereka miliki, hasilkan, dan tentu saja kepemilikan termasuk karir mereka. Fokus bergeser ke Tuhan dan kehendak-Nya saja yang utama. Saudara terkasih, meninggalkan semuanya demi Tuhan. Kita bisa belajar bagaimana Tuhan tahu dengan baik apa yang menjadi kehendak para nelayan itu, dipenuhi semuanya sebelum mereka diajak untuk ikut secara khusus dalam karya Yesus. Tentu angat sulit melihat cerahnya harapan mereka dengan tangkapan mereka itu, namun semua ditinggalkan, karena mendapatkan apa yang selama ini mereka cari, yaitu keselamatan yang sejati. Mereka telah berjumpa dengan Mesias.BD.eLeSHa.  




Sabtu, 06 Februari 2016

Marilah ke Tempat Sunyi!


Pw. S. Paulus Miki, ImdkkMrt (M)
1 Raj. 3:4-13
Mzm. 119:9,10,11,12,13,14
Mrk. 6:30-34



1 Raj. 3:4-13


3:4 Pada suatu hari raja pergi ke Gibeon untuk mempersembahkan korban, sebab di situlah bukit pengorbanan yang paling besar; seribu korban bakaran dipersembahkan Salomo di atas mezbah itu.
3:5 Di Gibeon itu TUHAN menampakkan diri kepada Salomo dalam mimpi pada waktu malam. Berfirmanlah Allah: "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu."
3:6 Lalu Salomo berkata: "Engkaulah yang telah menunjukkan kasih setia-Mu yang besar kepada hamba-Mu Daud, ayahku, sebab ia hidup di hadapan-Mu dengan setia, benar dan jujur terhadap Engkau; dan Engkau telah menjamin kepadanya kasih setia yang besar itu dengan memberikan kepadanya seorang anak yang duduk di takhtanya seperti pada hari ini.
3:7 Maka sekarang, ya TUHAN, Allahku, Engkaulah yang mengangkat hamba-Mu ini menjadi raja menggantikan Daud, ayahku, sekalipun aku masih sangat muda dan belum berpengalaman.
3:8 Demikianlah hamba-Mu ini berada di tengah-tengah umat-Mu yang Kaupilih, suatu umat yang besar, yang tidak terhitung dan tidak terkira banyaknya.
3:9 Maka berikanlah kepada hamba-Mu ini hati yang faham menimbang perkara untuk menghakimi umat-Mu dengan dapat membedakan antara yang baik dan yang jahat, sebab siapakah yang sanggup menghakimi umat-Mu yang sangat besar ini?"
3:10 Lalu adalah baik di mata Tuhan bahwa Salomo meminta hal yang demikian.
3:11 Jadi berfirmanlah Allah kepadanya: "Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum,
3:12 maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau.
3:13 Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.


Mrk. 6:30-34

6:30 Kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan.
6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Marilah ke tempat yang sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!" Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat.
6:32 Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.
6:33 Tetapi pada waktu mereka bertolak banyak orang melihat mereka dan mengetahui tujuan mereka. Dengan mengambil jalan darat segeralah datang orang dari semua kota ke tempat itu sehingga mendahului mereka.
6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.


Marilah ke Tempat Sunyi!

Saudara terkasih, hari ini Gereja memperingati kemaritiran St. Paulus Miki dkk, martir dari tanah Jepang. Pada tahun 1588, penguasa Jepang memerintahkan misionaris keluar dari Jepang. Dan pada sembilan tahun kemudian, baru terjadi penangkapan dan penyiksaan yang berakhir terbunuhnya beberapa martr pribumi.
Paulus Miki bersama 6 misionaris Spanyol dari Ordo Fransiskus, dua guru agama pribumi, dan Paulus Miki seorang imam Yesuit. Ia berusia 33 tahun dan pandai berkotbah. Ia mengirimkan surat kepada penguasa yang menyiksa mereka, “Apakah dengan penyiksaan ini kalian sanggup merampas harta dan kemuliaan yang telah diberikan Tuhan kepada kami?  Seyogyanya kamu harus bergembira dan mengucap syukur atas kemuliaan yang diberikan oleh Tuhan kepada kami. Mereka disalibkan, namun Miki tetap berkotbah dan diakhiri dengan  tombak yang mengakhiri hidup di dunia bagi 25 martir Tuhan itu.
Saudara terkasih, bacaan Injil mengisahkan bagaimana Yesus dan para murid yang merasa lelah setelah mengajar dan menyembuhkan siapa saja yang datang kepada mereka. Mereka hendak undur dan memulihkan energi, makan, istrirahat, dan tentu berdoa. Apa yang terjadi, ternyata umat dan pendengar itu tetap ikut dan berharap banyak kepada mereka. Yesus tergerak belas kasihan dan melakukan banyak hal terutama mengajar.

Apa yang terjadi ialah bahwa Tuhan itu bekerja dan bekerja, namun ingat ketergantungan-Nya kepada Bapa, sehingga tetap kembali untuk berdoa. Kepentingan-Nya kalah oleh betapa banyaknya domba yang tidak bergembala itu, dan IA gembalakan semuanya. Ia mengalahkan Diri untuk karya yang lebih besar, menjalankan rencana dan karya Bapa-Nya. BD.eLeSHa.

Jumat, 05 Februari 2016

Kesaksian, Taruhkan Segalanya

Pw. S. Agata, PrwMrt (M)
Sir. 47:2-11
Mzm. 18:31,47,50,51
Mrk. 6:14-29


Sir. 47:2-11

47:2 Seperti lemak dipungut dari korban penghapus dosa, demikianlah Daud dipungut dari orang-orang Israel.
47:3 Singa-singa dipermainkan olehnya seolah-olah kambing jantan belaka, dan beruang-beruang seakan-akan hanya anak domba saja.
47:4 Bukankah di masa mudanya ia membunuh seorang raksasa serta mengambil nista dari bangsanya dengan melemparkan batu dari pengumban dan mencampakkan kebanggaan Goliat?
47:5 Sebab berserulah ia kepada Tuhan Yang Mahatinggi, yang memberikan kekuatan kepada tangan kanannya, sehingga Daud merebahkan orang yang gagah dalam pertempuran, sedangkan tanduk bangsanya ditinggikannya.
47:6 Maka dari itu ia dimuliakan karena "laksaan", dan dipuji-puji oleh karena berkat-berkat dari Tuhan, ketika mahkota yang mulia dipersembahkan kepadanya.
47:7 Sebab ia membasmi segala musuh di kelilingnya, dan meniadakan orang-orang Filistin, lawannya serta mematahkan tanduk mereka hingga hari ini.
47:8 Dalam segala tindakannya Daud menghormati Tuhan, dan dengan kata yang luhur menghormati Yang Kudus, Yang Mahatinggi. Ia bernyanyi-nyanyi dengan segenap hati, dan mengasihi Penciptanya.
47:9 Di depan mezbah ditaruhnya kecapi, dan memperindah lagu-lagunya dengan bunyinya.
47:10 Ia memberikan kemeriahan kepada segala perayaan, dan hari-hari raya diaturnya secara sempurna. Maka orang memuji-muji Nama Tuhan yang kudus, dan mulai pagi-pagi benar suara orang bertalun-talun di tempat kudus-Nya.
47:11 Tuhan mengampuni segala dosanya serta meninggikan tanduknya untuk selama-lamanya. Iapun memberinya perjanjian kerajaan, dan menganugerahkan kepadanya takhta yang mulia di Israel.


Mrk. 6:14-29

6:14 Raja Herodes juga mendengar tentang Yesus, sebab nama-Nya sudah terkenal dan orang mengatakan: "Yohanes Pembaptis sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam Dia."
6:15 Yang lain mengatakan: "Dia itu Elia!" Yang lain lagi mengatakan: "Dia itu seorang nabi sama seperti nabi-nabi yang dahulu."
6:16 Waktu Herodes mendengar hal itu, ia berkata: "Bukan, dia itu Yohanes yang sudah kupenggal kepalanya, dan yang bangkit lagi."
6:17 Sebab memang Herodeslah yang menyuruh orang menangkap Yohanes dan membelenggunya di penjara berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya, karena Herodes telah mengambilnya sebagai isteri.
6:18 Karena Yohanes pernah menegor Herodes: "Tidak halal engkau mengambil isteri saudaramu!"
6:19 Karena itu Herodias menaruh dendam pada Yohanes dan bermaksud untuk membunuh dia, tetapi tidak dapat,
6:20 sebab Herodes segan akan Yohanes karena ia tahu, bahwa Yohanes adalah orang yang benar dan suci, jadi ia melindunginya. Tetapi apabila ia mendengarkan Yohanes, hatinya selalu terombang-ambing, namun ia merasa senang juga mendengarkan dia.
6:21 Akhirnya tiba juga kesempatan yang baik bagi Herodias, ketika Herodes pada hari ulang tahunnya mengadakan perjamuan untuk pembesar-pembesarnya, perwira-perwiranya dan orang-orang terkemuka di Galilea.
6:22 Pada waktu itu anak perempuan Herodias tampil lalu menari, dan ia menyukakan hati Herodes dan tamu-tamunya. Raja berkata kepada gadis itu: "Minta dari padaku apa saja yang kauingini, maka akan kuberikan kepadamu!",
6:23 lalu bersumpah kepadanya: "Apa saja yang kauminta akan kuberikan kepadamu, sekalipun setengah dari kerajaanku!"
6:24 Anak itu pergi dan menanyakan ibunya: "Apa yang harus kuminta?" Jawabnya: "Kepala Yohanes Pembaptis!"
6:25 Maka cepat-cepat ia pergi kepada raja dan meminta: "Aku mau, supaya sekarang juga engkau berikan kepadaku kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam!"
6:26 Lalu sangat sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya ia tidak mau menolaknya.
6:27 Raja segera menyuruh seorang pengawal dengan perintah supaya mengambil kepala Yohanes. Orang itu pergi dan memenggal kepala Yohanes di penjara.
6:28 Ia membawa kepala itu di sebuah talam dan memberikannya kepada gadis itu dan gadis itu memberikannya pula kepada ibunya.
6:29 Ketika murid-murid Yohanes mendengar hal itu mereka datang dan mengambil mayatnya, lalu membaringkannya dalam kuburan.




Kesaksian, Taruhkan Segalanya


Saudara terkasih hari ini Bunda Gereja merayakan perayaan bagi Santa Agata, seorang Martir yang berasal dari Kantania, Sisilia sekitar abad ketiga. Sebagai seorang puteri bangsawan, gadis yang menawan tentu menjadi kesukaan banyak pangeran. Salah seorang pegawai tinggi, Quintianus, ia ditangkap, dipenjara, dan disiksa, dan akhirnya meninggal. Kemartirannya diterima pada tahun 250. Kepercayaan setempat, Agata memiliki kekuatan untuk mencegah dan mengendalikan erupsi gunung api di Etna di Sisilia. Ia dihormati sebagai pelindung manusia dari ancaman api.
Bacaan Injil hari ini mengisahkan mengenai sakit hati Herodias dan tentu juga Herodes. Mereka sangat tersinggung demi melindungi nama diri semata. Yohanes Pembaptis yang menyatakan kebenaran merasakan akibatnya dan dipenjara dan akhirnya meninggal. Kebenaran hendak dibungkam oleh kepentingan politik dan nama baik pribadi yang memang pada dasarnya sangat buruk. Konsekuensi membela kebenaran dan kesaksian adalah hingga nyawa sebagai taruhannya. Yohanes tahu itu dengan baik, usaha membela seperti apapun, sebagaimana Herodes inginkan, kalah dengan sakit hati dan dendam yang menggelora.

Saudara terkasih, dua kisah, dua peristiwa, dan dua peringatan kita hari ini tentu memberikan kepada kita, gambaran untuk kita hingga hari ini. Mengabarkan kebenaran, menjadi saksi kebenaran dan keadilan bisa menjadi bumerang yang tidak mudah dan ringan untuk dihadapi. Tidak sulit kita menemukan hal-hal sederhana di sekitar kita, bagaimana kebenaran itu mahal harganya. Bukan berarti kita harus takut, namun tetap bersemangat untuk membela kebenaran dan keadilan. Demi DIA dan di dalam DIA kita akan mampu menjadi saksi Tuhan. BD.eLeSHa.

Kamis, 04 Februari 2016

Perutusan Keduabelas Rasul

Kamis Pekan Biasa Pekan IV (H)
1 Raj. 2:1-4,10-12
1 Taw. 29:10,11ab,11d,12a,12bcd,
Mrk. 6:7-13


1 Raj. 2:1-4,10-12

2:1 Ketika saat kematian Daud mendekat, ia berpesan kepada Salomo, anaknya:
2:2 "Aku ini akan menempuh jalan segala yang fana, maka kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki.
2:3 Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kautuju,
2:4 dan supaya TUHAN menepati janji yang diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel.
2:10 Kemudian Daud mendapat perhentian bersama-sama nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud.
2:11 Dan Daud memerintah orang Israel selama empat puluh tahun; di Hebron ia memerintah tujuh tahun, dan di Yerusalem ia memerintah tiga puluh tiga tahun.
2:12 Salomo duduk di atas takhta Daud, ayahnya, dan kerajaannya sangat kokoh.


Mrk. 6:7-13

6:7 Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua. Ia memberi mereka kuasa atas roh-roh jahat,
6:8 dan berpesan kepada mereka supaya jangan membawa apa-apa dalam perjalanan mereka, kecuali tongkat, roti pun jangan, bekal pun jangan, uang dalam ikat pinggang pun jangan,
6:9 boleh memakai alas kaki, tetapi jangan memakai dua baju.
6:10 Kata-Nya selanjutnya kepada mereka: "Kalau di suatu tempat kamu sudah diterima dalam suatu rumah, tinggallah di situ sampai kamu berangkat dari tempat itu.
6:11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."
6:12 Lalu pergilah mereka memberitakan bahwa orang harus bertobat,
6:13 dan mereka mengusir banyak setan, dan mengoles banyak orang sakit dengan minyak dan menyembuhkan mereka.



Perutusan Keduabelas Rasul


Saudara terkasih, perutusan Yesus kepada para murid, yang meskipun bersama dengan-Nya mereka gampang jatuh dan tidak percaya. Itu semua bukan penghalang bagi perutusan para murid. Yesus tidak mengatakan secara pasti dan jelas mengenai tugas mereka, hanya saja ada larangan dan apa yang perlu mereka bisa lakukan.
Utusan itu dalm konteks dan konsep waktu itu memiliki tugas yang sama, atau atas nama, di dalam pemberi kuasa sendiri. Mereka berjalan dalam perutusan Yesus sendiri. Tidak ada bedanya dengan apa yang menjadi tugas Yesus.
Mereka diutus berdua-dua, apakah artinya? Kesaksian, kita sama-sama tahu bahwa bagaimana kesaksian itu bisa diakui ketika ada dua orang saksi. Dengan demikian, mereka memiliki kekuatan di mata hukum dan dalam memberi kesaksian itu kuat dan sahih.
Larangan untuk membawa bekal sebagai jawaban dan keberanian mereka di dalam komitmen mereka di dalam pemuridan Yesus. Kesaksian mereka akan sia-sia ketika mereka tetap membawa bekal, mereka tidak bisa berserah pada Tuhan Allah yang mengutus mereka. Pasrah dana tergantung sepenuhnya kepada Tuhan Allah.
Soal makan dan bekal hendak menunjukkan bagaimana mereka harus menerima keramahan yang ada. Namun ada pula penolakan dan itu bagian utuh dari perutusan mereka. Penolakan dan penerimaan merupakan pemisahan mana yang menerima keselamatan dan menolakan tawaran Allah yang baik itu.
Sekembalinya mereka telah menunjukkan bagaimana perutusan mereka itu, menyembuhkan yang sakit, mengusir setan, mengabarkan pertobatan. Lihat bagaimana mereka melakukan apa yang menjadi perutusan Yesus sendiri. Kelanjutan perutusan Yesus tampil dan tampak di dalam karya mereka padahal Yesus tidak secara langsung mengatakan mereka harus melakukan apa. BD.eLeSHa.


Rabu, 03 Februari 2016

Nabi Tidak Dihormati Di Negerinya Sendiri [Berkat Santo Blasius]

Rabu Pekan Biasa IV (H)
2 Sam.24:2, 9-17
Mzm. 32:1-2,5,6,7
Mrk. 6:1-6


2 Sam.24:2, 9-17

24:2 Lalu berkatalah raja kepada Yoab dan para panglima tentara yang bersama-sama dengan dia: "Jelajahilah segenap suku Israel dari Dan sampai Bersyeba; adakanlah pendaftaran di antara rakyat, supaya aku tahu jumlah mereka.
24:9 Lalu Yoab memberitahukan kepada raja hasil pendaftaran rakyat. Orang Israel ada delapan ratus ribu orang perangnya yang dapat memegang pedang; dan orang Yehuda ada lima ratus ribu.
24:10 Tetapi berdebar-debarlah hati Daud, setelah ia menghitung rakyat, lalu berkatalah Daud kepada TUHAN: "Aku telah sangat berdosa karena melakukan hal ini; maka sekarang, TUHAN, jauhkanlah kiranya kesalahan hamba-Mu, sebab perbuatanku itu sangat bodoh."
24:11 Setelah Daud bangun dari pada waktu pagi, datanglah firman TUHAN kepada nabi Gad, pelihat Daud, demikian:
24:12 "Pergilah, katakanlah kepada Daud: Beginilah firman TUHAN: tiga perkara Kuhadapkan kepadamu; pilihlah salah satu dari padanya, maka Aku akan melakukannya kepadamu."
24:13 Kemudian datanglah Gad kepada Daud, memberitahukan kepadanya dengan berkata kepadanya: "Akan datangkah menimpa engkau tiga tahun kelaparan di negerimu? Atau maukah engkau melarikan diri tiga bulan lamanya dari hadapan lawanmu, sedang mereka itu mengejar engkau? Atau, akan adakah tiga hari penyakit sampar di negerimu? Maka sekarang, pikirkanlah dan timbanglah, jawab apa yang harus kusampaikan kepada Yang mengutus aku."
24:14 Lalu berkatalah Daud kepada Gad: "Sangat susah hatiku, biarlah kiranya kita jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia."
24:15 Jadi TUHAN mendatangkan penyakit sampar kepada orang Israel dari pagi hari sampai waktu yang ditetapkan, maka matilah dari antara bangsa itu, dari Dan sampai Bersyeba, tujuh puluh ribu orang.
24:16 Ketika malaikat mengacungkan tangannya ke Yerusalem untuk memusnahkannya, maka menyesallah TUHAN karena malapetaka itu, lalu Ia berfirman kepada malaikat yang mendatangkan kemusnahan kepada bangsa itu: "Cukup! Turunkanlah sekarang tanganmu itu." Pada waktu itu malaikat TUHAN itu ada dekat tempat pengirikan Arauna, orang Yebus.
24:17 Dan berkatalah Daud kepada TUHAN, ketika dilihatnya malaikat yang tengah memusnahkan bangsa itu, demikian: "Sesungguhnya, aku telah berdosa, dan aku telah membuat kesalahan, tetapi domba-domba ini, apakah yang dilakukan mereka? Biarlah kiranya tangan-Mu menimpa aku dan kaum keluargaku."

Mrk. 6:1-6

6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."
6:5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
6:6a Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.
6:6b Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.



Nabi Tidak Dihormati Di Negerinya Sendiri
Berkat Santo Blasius

Saudara terkasih tradisi Gereja Timur dan Barat, pada tanggal 3 Februari mengadakan kesempatan untuk menerima Berkat Santo Blasius yang berupa berkat agar sembuh atau terhindar dari penyakit tenggorokan dan penyakit lain. Cara berkat ini ialah umat menghampiri imam sebagaimana Komuni, kemudian imam yang memegang lilin yang disilangkan pada leher umat dan mengatakan,”Semoga Berkat Santo Blasius, Uskup dan Martir, Allah membebaskan Saudara dari penyakit tenggorokan dan penyakit-penyakit lain.
Bacaan hari ini mengetengahkan kisah kehadiran Yesus di kampung halamannya. Apa yang dirasakan Yesus ternyata hingga kini pun masih terjadi. Di mana karena merasa kenal, tahu, dan merasa bahwa yang kita kenal itu tidak akan  mampu melakukan pekerjaan besar, hikmat yang mendalam, dan melakukan tindakan luar biasa lain. Mereka selain tahu mengenai asal-usulnya, namun juga tahu pekerjaan Yesus. Mereka melupakan, lupa, atau pura-pura lupa bahwa Yesus juga berguru di bawah bimbingan para rabi. Yang ada di dalam pemikiran mereka adalah bahwa Yesus yang besar bersama mereka tentu tidak akan mampu berbuat seperti itu. Penolakan itu tidak membuat Yesus marah dan tidak mau membantu saudara-Nya, tetap saja Ia memberikan kesembuhan orang-orang sakit yang hadir kepada-Nya.
Bacaan Pertama, menyajikan bagaimana Daud yang merasa berdosa atas perilakunya. Ia menerima kedosaan yang telah ia buat dan menerima hukuman yang dari Allah. Di sanapun Allah hadir dengan kasih-Nya yang tidak mau menghukum orang dan siapapun yang tidak berdosa. Hukuman hanya untuk pelaku saja yang tidak bagi lingkungannya.BD.eLeSHa.




Selasa, 02 Februari 2016

Yesus Dipersembahkan kepada Allah

Pesta Yesus Dipersembahkan di Kenisah (P)
Mal. 3:1-4
Mzm. 24:7,8,9,10
Luk. 2:22-40


Mal. 3:1-4

3:1 Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam.
3:2 Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu.
3:3 Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN.
3:4 Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.


Luk. 2:22-40

2:22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan,
2:23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: "Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah",
2:24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.
2:25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya,
2:26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan.
2:27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat,
2:28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:
2:29 "Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
2:30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
2:31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
2:32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel."
2:33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia.
2:34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan
2:35 -- dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri --, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang."
2:36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya,
2:37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa.
2:38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.
2:39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea.
2:40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.



Yesus Dipersembahkan kepada Allah

Saudara terkasih, Yesus tidak bisa disangsikan lagi adalah penduduk Yahudi dan juga dalam jajahan Romawi. Tidak heran bahwa Ia dicatatkan maka kelahiran-Nya bebarengan di mana ketika orang tua-Nya sedang melakukan cacah jiwa. Kali ini sebagai Anak Yahudi Ia diserahkan ke dalam Bait Allah. Lukas mengambil moment ini untuk memberikan kesinambungan antara Yudaisme dan kekristenan.
Sentral apapun ada di dalam Bait Allah, pemberitahuan pertama mengenai tindakan keselamatan definitif terjadi di Bait Allah (1:11), Yesus mengajar di Bait Allah (19:47), para murid melanjutkan peribadatan di Bait Allah sampai zaman baru (24:53 dan Kis. 3:1).
Simeon dan Hana pribadi yang rendah hati dan saleh, mengungkapkan pengakuan dan kalimat mengenai keselamatan bagi semua orang dan ciri Mesianisme di dalam perutusan yang akan diwarnai dengan penderitaan. Ciri Mesianisme salib dan bukan kenyamanan. Keluarga kudus saja harus menaggung itu, bagaimana kita sebagai penerusnya bisa lepas dari itu semua?

Saudara terkasih, apa yang kita pelajari ialah bahwa penderitaan itu bukan hukuman ataupun kutuk, namun konsekuensi logis atas apa yang telah Tuhan pilihkan untuk kita. Kita bukan meminta melepaskan beban itu, namun mampu menjalaninya dengan setia. Yesus dan Maria saja mengalami itu, apakah kita akan lepas dari semua beban dan derita itu? Tentu tidak. Dan kita bukan menghindarinya namun mampu menanggungnya dengan setia dan berani dengan suka cita. BD.eLeSHa.

Senin, 01 Februari 2016

Pengusiran Roh Jahat di Gerasa

Selasa Pekan Biasa IV (H)
2 Sam. 15:13-14,30
Mzm. 3:2-3,4-5,6-7
Mrk. 5:1-20


2 Sam. 15:13-14,30

15:13 Lalu datanglah seseorang mengabarkan kepada Daud, katanya: "Hati orang Israel telah condong kepada Absalom."
15:14 Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem: "Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, sebab jangan-jangan kita tidak akan luput dari pada Absalom. Pergilah dengan segera, supaya ia jangan dapat lekas menyusul kita, dan mendatangkan celaka atas kita dan memukul kota ini dengan mata pedang!"
 15:30 Daud mendaki bukit Zaitun sambil menangis, kepalanya berselubung dan ia berjalan dengan tidak berkasut. Juga seluruh rakyat yang bersama-sama dengan dia masing-masing berselubung kepalanya, dan mereka mendaki sambil menangis.

Mrk. 5:1-20

5:1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa.
5:2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.
5:3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorang pun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,
5:4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.
5:5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.
5:6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,
5:7 dan dengan keras ia berteriak: "Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!"
5:8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: "Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!"
5:9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: "Siapa namamu?" Jawabnya: "Namaku Legion, karena kami banyak."
5:10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu.
5:11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang mencari makan,
5:12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: "Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!"
5:13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.
5:14 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan menceriterakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang terjadi.
5:15 Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk, sudah berpakaian dan sudah waras, orang yang tadinya kerasukan legion itu. Maka takutlah mereka.
5:16 Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceriterakan kepada mereka tentang apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu.
5:17 Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka.
5:18 Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Dia.
5:19 Yesus tidak memperkenankannya, tetapi Ia berkata kepada orang itu: "Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala sesuatu yang telah diperbuat oleh Tuhan atasmu dan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!"
5:20 Orang itu pun pergilah dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala apa yang telah diperbuat Yesus atas dirinya dan mereka semua menjadi heran.


Pengusiran Roh Jahat di Gerasa

Saudara terkasih, bacaan yang cukup panjang hari ini sangat menarik bagaimana ada pertentangan yang sangat kuat antara kuasa jahat dan kuasa gelap. Dan di sana Yesus yang menang karena memang lebih besar. Kuasa jahat pun mengakui dan menyatakan kekalahannya dengan terus terang. Beberapa hal dapat kita renungkan dari kisah tersebut.
Merusak citra Allah, orang yang kerasukan bisa merusak citra Allah dalam diri manusia. Bagaimana mereka yang menguasai itu mengajak manusia untuk jauh dari gambaran Allah yang berbelas kasih. Gambaran itu dijauhkan dari manusia. Manusia yang tamak, suka kekerasan dan merugikan pihak lain, menang sendiri, dan selalu menyalahkan pihak lain, tentu bukan gambaran Allah.
Kuasa Yesus lebih besar, dunia memang telah ada oengaruh kuat kuasa jahat. Di sana, Allah hadir dan mengalahkannya sehingga citra-Nya tetap tampak dan kuat. Setan mengakui terus terang bahwa kuasa-Nya lebih besar. Tidak heran semua orang tidak ada yang mampu, namun melihat Yesus ia datang dan memohon. Lihat datang dan memohon, menunjukkan kualitas dan kuasa Yesus yang jauh lebih besar.
Ingin lebih dekat, namun taat. Orang kota itu jengkel dan meminta Yesus pergi, mungkin secara ekonomis mereka rugi, ribuan babi mati. Namun ada satu manusia selamat. Keselamatan dan kesembuhan itu membuat orang itu ingin ikut. Yesus tidak berkenan, dan orang itu tetap taat dan menjalankan apa yang diperintahkan Yesus. Pemuridan adalah ketaatan akan perintah-Nya. Ia menceritakan bukan sebatas kampungnya, namun hingga ke Dekapolis, akan apa yang telah Yesus lakukan kepadanya.

Saudara terkasih, sering orang menilai materi lebih daripada orang atau saudaranya sekalipun. Nama baik di atas kemanusiaan. Kita bisa menyaksikan demi nama baik melakukan aborsi, pembunuhan, dan demi materi menggunakan segala cara agar   menjadi kaya. Kemanusiaan kita dikalahkan ketamakan dan kerakusan yang tidak abadi itu.BD.eLeSHa.