Rabu, 20 Januari 2016

Menjadi Saksi Persekutuan Persaudaraan (Yoh. 17:20-23)

Hari Rabu Pekan Biasa II (H)
Hari 3 Pekan Doa Sedunia
1 Sam. 17:32-33,37,40-51
Mzm. 144:1,2,9-10
Mrk. 3:1-6



1 Sam. 17:32-33,37,40-51


17:32 Berkatalah Daud kepada Saul: "Janganlah seseorang menjadi tawar hati karena dia; hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu."
17:33 Tetapi Saul berkata kepada Daud: "Tidak mungkin engkau dapat menghadapi orang Filistin itu untuk melawan dia, sebab engkau masih muda, sedang dia sejak dari masa mudanya telah menjadi prajurit.
17:37 Pula kata Daud: "TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu." Kata Saul kepada Daud: "Pergilah! TUHAN menyertai engkau.
17:40 Lalu Daud mengambil tongkatnya di tangannya, dipilihnya dari dasar sungai lima batu yang licin dan ditaruhnya dalam kantung gembala yang dibawanya, yakni tempat batu-batu, sedang umbannya dipegangnya di tangannya. Demikianlah ia mendekati orang Filistin itu.
17:41 Orang Filistin itu kian dekat menghampiri Daud dan di depannya orang yang membawa perisainya.
17:42 Ketika orang Filistin itu menujukan pandangnya ke arah Daud serta melihat dia, dihinanya Daud itu karena ia masih muda, kemerah-merahan dan elok parasnya.
17:43 Orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?" Lalu demi para allahnya orang Filistin itu mengutuki Daud.
17:44 Pula orang Filistin itu berkata kepada Daud: "Hadapilah aku, maka aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang di padang."
17:45 Tetapi Daud berkata kepada orang Filistin itu: "Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu.
17:46 Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu; hari ini juga aku akan memberikan mayatmu dan mayat tentara orang Filistin kepada burung-burung di udara dan kepada binatang-binatang liar, supaya seluruh bumi tahu, bahwa Israel mempunyai Allah,
17:47 dan supaya segenap jemaah ini tahu, bahwa TUHAN menyelamatkan bukan dengan pedang dan bukan dengan lembing. Sebab di tangan TUHANlah pertempuran dan Ia pun menyerahkan kamu ke dalam tangan kami."
17:48 Ketika orang Filistin itu bergerak maju untuk menemui Daud, maka segeralah Daud berlari ke barisan musuh untuk menemui orang Filistin itu;
17:49 lalu Daud memasukkan tangannya dalam kantungnya, diambilnyalah sebuah batu dari dalamnya, diumbannya, maka kenalah dahi orang Filistin itu, sehingga batu itu terbenam ke dalam dahinya, dan terjerumuslah ia dengan mukanya ke tanah.
17:50 Demikianlah Daud mengalahkan orang Filistin itu dengan umban dan batu; ia mengalahkan orang Filistin itu dan membunuhnya, tanpa pedang di tangan.
17:51 Daud berlari mendapatkan orang Filistin itu, lalu berdiri di sebelahnya; diambilnyalah pedangnya, dihunusnya dari sarungnya, lalu menghabisi dia. Dipancungnyalah kepalanya dengan pedang itu. Ketika orang-orang Filistin melihat, bahwa pahlawan mereka telah mati, maka larilah mereka.


Mrk. 3:1-6

3:1 Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,
3:2 pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun.
3:3 Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu,
3:4 seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.
3:5 Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan,
3:6 dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."



Menjadi Saksi Persekutuan Persaudaraan
(Yoh. 17:20-23)

Saudara terkasih, dalam bacaan Injil dinyatakan bahwa semua kesulitan akan hilang, lembah dan jurang akan ditimbun, gunung akan diruntuhkan agar semua rata. Jalan yang berkelok akan diluruskan sehingga semua bisa berjalan dengan baik, mulus, dan lancar. Kehidupan yang ideal, mulus, seluruh kemudahan itu ada di depan mata. Namun apakah itu terjadi hingga hari ini? Belum bukan?
Saudara, kita sendiri yang menciptakan kesulitan baru, dengan jalan yang mudah dengan penemuan-penemuan mutakhir dan modern, namun dihinggapi persaingan, sikap saling curiga, tidak rela kalau orang lain menjadi lebih dibandingkan kita. Lihat, kita baru saja menderita dengan hadirnya peledakan di Jakarta. Aparat sudah bekerja keras dan menguasai keadaan dengan baik, namun apa yang terjadi? Komentar-komentar negatif datang silih berganti. Ada yang datang dengan pernyataan mencurigai, menuduh tidak sigap, kecolongan, dan banyak lagi apresiasi buruk yang tentunya menyakitkan bagi pihak-pihak yang telah bekerja keras dan cerdas. Tampak bahwa apa yang telah Tuhan sediakan itu dirusak oleh manusia.
Kita sendiri sebagai saksi iman akan cinta kasih Tuhan masih sering bertikai dengan sesama anggota Gereja, antargereja saling merendahkan dan membuat sikap persaudaraan itu lemah. Bagaimana mungkin sikap demikian bisa mencerminkan cinta kasih Allah Sang Mahacinta?
Saudar terkasih, Pekan Doa Dunia Hari Ketiga menyajikan teman Menjadi Saksi Persekutuan Persaudaraan dengan sub tema Supaya Dunia Percaya. Ajakan indah dan penuh makna, di mana dunia sedang penuh dengan persaingan, kita diajak mengatasi sikap egoisme, cinta diri, dan sikap mau menang sendiri ini menjadi lebih toleran, mau membuka diri, dan tentunya mencintai tanpa batas. Ajakan yang tidak mudah, justru di sanalah kualitas iman dan perbedaan mendasar kita. Mencintai musuh dan kawan.
Bacaan Pertama hendak menampilkan kuasa Allah yang begitu besar. Bagaimana Daud mengalahkan orang Filistin yang bersenjatakan lengkap, karena ia bersama dengan Allah. Kita pun demikian, sering takut, kalut, khawatir dengan hidup kita, yang kecil, sedikit, dan tidak bisa berbuat apa-apa selain mengalah, diam, dan ikut arus. Mengapa demikian? kita lupa ada DIA dan di dalam DIA semuanya mungkin.
Marilah kita jadi saksi persaudaraan yang mengatasi sekat-sekat duniawi. Hidup di dalam persuadaraan penuh cinta dan kedamaian yang kita perjuangkan bersama. BD.eLeSHa.


Selasa, 19 Januari 2016

Dipanggil menjadi Pembawa Sukacita (Yoh. 15:9-12)

Selasa Pekan Biasa II (H)
Hari Kedua Pekan Doa Sedunia
1 Sam 16:1-13
Mzm. 89:20,21-22,27-28
Mrk. 2:23-28


1 Sam 16:1-13

16:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Berapa lama lagi engkau berdukacita karena Saul? Bukankah ia telah Kutolak sebagai raja atas Israel? Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah. Aku mengutus engkau kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab di antara anak-anaknya telah Kupilih seorang raja bagi-Ku."
16:2 Tetapi Samuel berkata: "Bagaimana mungkin aku pergi? Jika Saul mendengarnya, ia akan membunuh aku." Firman TUHAN: "Bawalah seekor lembu muda dan katakan: Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN.
16:3 Kemudian undanglah Isai ke upacara pengorbanan itu, lalu Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kauperbuat. Urapilah bagi-Ku orang yang akan Kusebut kepadamu."
16:4 Samuel berbuat seperti yang difirmankan TUHAN dan tibalah ia di kota Betlehem. Para tua-tua di kota itu datang mendapatkannya dengan gemetar dan berkata: "Adakah kedatanganmu ini membawa selamat?"
16:5 Jawabnya: "Ya, benar! Aku datang untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu, dan datanglah dengan daku ke upacara pengorbanan ini." Kemudian ia menguduskan Isai dan anak-anaknya yang laki-laki dan mengundang mereka ke upacara pengorbanan itu.
16:6 Ketika mereka itu masuk dan Samuel melihat Eliab, lalu pikirnya: "Sungguh, di hadapan TUHAN sekarang berdiri yang diurapi-Nya."
16:7 Tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: "Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."
16:8 Lalu Isai memanggil Abinadab dan menyuruhnya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata: "Orang ini pun tidak dipilih TUHAN."
16:9 Kemudian Isai menyuruh Syama lewat, tetapi Samuel berkata: "Orang ini pun tidak dipilih TUHAN."
16:10 Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya lewat di depan Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai: "Semuanya ini tidak dipilih TUHAN."
16:11 Lalu Samuel berkata kepada Isai: "Inikah anakmu semuanya?" Jawabnya: "Masih tinggal yang bungsu, tetapi sedang menggembalakan kambing domba." Kata Samuel kepada Isai: "Suruhlah memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk makan, sebelum ia datang ke mari."
16:12 Kemudian disuruhnyalah menjemput dia. Ia kemerah-merahan, matanya indah dan parasnya elok. Lalu TUHAN berfirman: "Bangkitlah, urapilah dia, sebab inilah dia."
16:13 Samuel mengambil tabung tanduk yang berisi minyak itu dan mengurapi Daud di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu dan seterusnya berkuasalah Roh TUHAN atas Daud. Lalu berangkatlah Samuel menuju Rama.



Mrk. 2:23-28

2:23 Pada suatu kali, pada hari Sabat, Yesus berjalan di ladang gandum, dan sementara berjalan murid-murid-Nya memetik bulir gandum.
2:24 Maka kata orang-orang Farisi kepada-Nya: "Lihat! Mengapa mereka berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
2:25 Jawab-Nya kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca apa yang dilakukan Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya kekurangan dan kelaparan,
2:26 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah waktu Abyatar menjabat sebagai Imam Besar lalu makan roti sajian itu -- yang tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam -- dan memberinya juga kepada pengikut-pengikutnya?"
2:27 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,
2:28 jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.



Dipanggil menjadi Pembawa Sukacita (Yoh. 15:9-12)

Saudara terkasih, hari kedua Pekan Doa Sedunia ini kita diberi pesan untuk menjadi pembawa sukacita. Kita diundang untuk diam di dalam kasih-Nya. Ia telah datang dengan kasih yang membuat kita memperoleh kasih dan cinta-Nya. Undangan untuk mengalami kesempurnan sukacita-Nya. Saling mengasihi dan sukacita adalah jantung doa kita untuk menuju persatuan. Alangkah baik dan indahnya apabila kita diam bersama dengan rukun. Bagaimana kita bisa saling berbagi dan menjadi saksi suka cita ini?
Saudara terkasih, bacaan Injil hari ini sangat relevan dengan bacaan Pekan Doa kita. Bagaimana Farisi dan ahli taurat yang mengedepankan legalisme yang sering mereka langgar namun mereka menuntut terlalu banyak pada orang lain. Hidup kita sehari-hari terutama Indonesia juga demikiian. Lebih banyak negatofnya yang dicari dan diwartakan. Banyak hal positif yang ada malah diabaikan demi pemuasan hasrat mengeksplorasi keburukan. Apakah ini sukacita? Jelas bukan, dan apabila kita ikut di sana, apa bedanya dengan yang tidak mengenal Yesus?

Kita bawa suka cita dan wartakan sesuai dengan tugas dan perutusan kita. Tidak perlu besar bila memang mampunya sedikit dan tidak pula perlu kecil apabila mendapatkan berkat yang besar. BD.eLeSHa.

Senin, 18 Januari 2016

Biarkanlah Batu itu Berguling (Mat. 28:1-10)

Senin Pekan Biasa II (H)
(Pekan Doa Sedunia Hari Pertama)

1 Sam. 15:16-23
Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23
Mrk. 2:12-88


1 Sam. 15:16-23

15:16 Lalu berkatalah Samuel kepada Saul: "Sudahlah! Aku akan memberitahukan kepadamu apa yang difirmankan TUHAN kepadaku tadi malam." Kata Saul kepadanya: "Katakanlah."
15:17 Sesudah itu berkatalah Samuel: "Bukankah engkau, walaupun engkau kecil pada pemandanganmu sendiri, telah menjadi kepala atas suku-suku Israel? Dan bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas Israel?
15:18 TUHAN telah menyuruh engkau pergi, dengan pesan: Pergilah, tumpaslah orang-orang berdosa itu, yakni orang Amalek, berperanglah melawan mereka sampai engkau membinasakan mereka.
15:19 Mengapa engkau tidak mendengarkan suara TUHAN? Mengapa engkau mengambil jarahan dan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN?"
15:20 Lalu kata Saul kepada Samuel: "Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas.
15:21 Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal."
15:22 Tetapi jawab Samuel: "Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan.
15:23 Sebab pendurhakaan adalah sama seperti dosa bertenung dan kedegilan adalah sama seperti menyembah berhala dan terafim. Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja.


Mrk. 2:12-88

2:18 Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa.
2:20 Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
2:21 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya.
2:22 Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula.



Biarkanlah Batu itu Berguling (Mat. 28:1-10)
(Panggilan Mewartakan Perbuatan-Perbuatan Tuhan yang Besar)

Saudara terkasih, hari ini kita diajak oleh  Gereja untuk berdoa bagi dunia. Pekan doa sedunia kali ini, atau tahun ini dengan tema Panggilan Mewartakan Perbuatan-Perbuatan Tuhan yang Besar.  Tuhan tidak pernah melakukan hal yang kecil, namun sikap kitalah yang sering lupa, menganggap itu sebagai biasa, rutin, dan spontan. Padahal itu semua adalah karya agung Tuhan yang sangat besar, luar biasa, dan tidak ada yang biasa-biasa saja.
Tema pekan doa hari ini adalah penggulingan batu. Batu yang membelenggu kita. Batu yang menutupi jalan yang harus kita lalui. Sebagaimana Tuhan dulu, terhalang batu selama tiga hari. Hari ini Tuhan menggulingkan batu yang menghambat, membelenggu, menghalangi kehidupan kita. Berbagai hal dan cara bisa terjadi, dan Tuhan hadir untuk membebaskan kita.
Bagaimana kita bisa melihat karya-Nya yang luar biasa itu. Sering kita terlalu yakin dengan pilihan kita, usaha kita, program kerja keras kita, padahal di sana peran Tuhan sangat-sangat besar dan itu acap kita abaikan.
Kebebasan yang sepertinya tidak bisa kita peroleh dan dapatkan, nyatanya Tuhan hadir dan menguatkan kita. Lihat kita baru saja digoncang bom, dengan cepat pulih dan seperti tidak ada masalah  yang berarti, karena melibatkan Tuhan, dan Tuhan hadir untuk menyelesaikan dan mengatasi semuanya. Berani itu sikap hati lho, lihat selama ini apa yang terjadi? Takut dan pesimis, namun kemarin itu tidak ada. Belenggu ketakutan dan pesimis telah digulingkan-Nya. BD.eLeSHa.


Minggu, 17 Januari 2016

Tuhan adalah Solusi

Hari Minggu Pekan Biasa II (H)
Yes. 62:1-5
Mzm. 96:1-21,2b-3,7-8a,9-10ac
1 Kor. 12:4-11
Yoh. 2:4-11


Yes. 62:1-5


62:1 Oleh karena Sion aku tidak dapat berdiam diri, dan oleh karena Yerusalem aku tidak akan tinggal tenang, sampai kebenarannya bersinar seperti cahaya dan keselamatannya menyala seperti suluh.
62:2 Maka bangsa-bangsa akan melihat kebenaranmu, dan semua raja akan melihat kemuliaanmu, dan orang akan menyebut engkau dengan nama baru yang akan ditentukan oleh TUHAN sendiri.
62:3 Engkau akan menjadi mahkota keagungan di tangan TUHAN dan serban kerajaan di tangan Allahmu.
62:4 Engkau tidak akan disebut lagi "yang ditinggalkan suami", dan negerimu tidak akan disebut lagi "yang sunyi", tetapi engkau akan dinamai "yang berkenan kepada-Ku" dan negerimu "yang bersuami", sebab TUHAN telah berkenan kepadamu, dan negerimu akan bersuami.
62:5 Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.


1 Kor. 12:4-11

12:4 Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh.
12:5 Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan.
12:6 Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang.
12:7 Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.
12:8 Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan.
12:9 Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.
12:10 Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.
12:11 Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya

                                                                                    
Yoh. 2:4-11

2:1 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;
2:2 Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.
2:3 Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: "Mereka kehabisan anggur."
2:4 Kata Yesus kepadanya: "Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba."
2:5 Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!"
2:6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
2:7 Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.
2:8 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya.
2:9 Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu -- dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya -- ia memanggil mempelai laki-laki,
2:10 dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
2:11 Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.



Tuhan adalah Solusi

Saudara terkasih, Minggu ini kita diajak untuk merenungkan betapa penting nilai pernikahan. ikatan perkawinan, antara Allah dan Gereja. Cinta kasih yang tidak akan pernah meninggalkan dan selalu mengusahakan yang terbaik bagi mempelainya. Tidak mungkin membiarkan mempelainya menderita dan mendapatkan kesusahan.
Kedua, di pesta pernikahan yang ada di Kana. Tuan rumah kehilangan nama baik dan wibawa di depan tetama dan lingkungannya, ketika anggur habis. Ibu Maria berperan untuk menjembatani kehendak manusia dan Allah. Semua terselesaikan.
Ketika, Tuhan adalah solusi. Kita bisa apa saja di dalam DIA. Ketika sudah tidak ada jalan, tidak ada peluang, sama sekali tidak ada yang bisa diharapkan, Tuhan mampu membuat segalanya. Tuhan adalah solusi kehidupan kita.
Apa yang perlu kita lakukan adalah, setia, pasrah, dan lebih mengedepankan kehendak dan rancangan-Nya, bukan ingin kita. Ingat bukan doa kita saja yang membuat semuanya terjadi. Pertama-tama adalah rahmat dan kemurahan-Nya yang dianugerahkan kepada kita. Cinta-Nya yang berlimpah untuk kita.

Apapun yang kita miliki, punyai, dan menjadi apapun kita, hanya di dalam DIA. Tanpa ada, semua akan sia-sia. Hanya Dia dan di dalam Dia segalanya mungkin dan terjadi. Tuhan adalah solusi. BD.eLeSHa.

Sabtu, 16 Januari 2016

Aku Datang untuk Orang Berdosa

Sabtu Pekan Biasa I (H)
1 Sam. 9:1-4,17-19,10:1a
Mzm. 21:2-3,4-5,6-7
Mrk. 2:13-17


1 Sam. 9:1-4,17-19,10:1a

9:1 Ada seorang dari daerah Benyamin, namanya Kish bin Abiel, bin Zeror, bin Bekhorat, bin Afiah, seorang suku Benyamin, seorang yang berada.
9:2 Orang ini ada anaknya laki-laki, namanya Saul, seorang muda yang elok rupanya; tidak ada seorang pun dari antara orang Israel yang lebih elok dari padanya: dari bahu ke atas ia lebih tinggi dari pada setiap orang sebangsanya.
9:3 Kish, ayah Saul itu, kehilangan keledai-keledai betinanya. Sebab itu berkatalah Kish kepada Saul, anaknya: "Ambillah salah seorang bujang, bersiaplah dan pergilah mencari keledai-keledai itu."
9:4 Lalu mereka berjalan melalui pegunungan Efraim; juga mereka berjalan melalui tanah Salisa, tetapi tidak menemuinya. Kemudian mereka berjalan melalui tanah Sahalim, tetapi keledai-keledai itu tidak ada; kemudian mereka berjalan melalui tanah Benyamin, tetapi tidak menemuinya.
9:17 Ketika Samuel melihat Saul, maka berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Inilah orang yang Kusebutkan kepadamu itu; orang ini akan memegang tampuk pemerintahan atas umat-Ku."
9:18 Dalam pada itu Saul, datang mendekati Samuel di tengah pintu gerbang dan berkata: "Maaf, di mana rumah pelihat itu?"
9:19 Jawab Samuel kepada Saul, katanya: "Akulah pelihat itu. Naiklah mendahului aku ke bukit. Hari ini kamu makan bersama-sama dengan daku; besok pagi aku membiarkan engkau pergi dan aku akan memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ada dalam hatimu
10:1 Lalu Samuel mengambil buli-buli berisi minyak, dituangnyalah ke atas kepala Saul, diciumnyalah dia sambil berkata: "Bukankah TUHAN telah mengurapi engkau menjadi raja atas umat-Nya Israel? Engkau akan memegang tampuk pemerintahan atas umat TUHAN, dan engkau akan menyelamatkannya dari tangan musuh-musuh di sekitarnya.


Mrk. 2:13-17

2:13 Sesudah itu Yesus pergi lagi ke pantai danau, dan seluruh orang banyak datang kepada-Nya, lalu Ia mengajar mereka.
2:14 Kemudian ketika Ia berjalan lewat di situ, Ia melihat Lewi anak Alfeus duduk di rumah cukai lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku!" Maka berdirilah Lewi lalu mengikuti Dia.
2:15 Kemudian ketika Yesus makan di rumah orang itu, banyak pemungut cukai dan orang berdosa makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya, sebab banyak orang yang mengikuti Dia.
2:16 Pada waktu ahli-ahli Taurat dari golongan Farisi melihat, bahwa Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa itu, berkatalah mereka kepada murid-murid-Nya: "Mengapa Ia makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?"
2:17 Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."



Aku Datang untuk Orang Berdosa

Saudara terkasih, apakah ada orang yang sedang senang, mampu, sehat, berdaya, dan memiliki kelimpahan itu butuh bantuan? Tentu tidak. Namun dunia memiliki pola, tradisi, dan pilihan demikian, datang ke orang yang sedang berjaya. Berbondong-bondong ketika sedang ada pada puncak. Kita bisa saksikan berapa banyak yang datang dan menyambut ketika ada orang menang, menjadi juara, atau sedang berkuasa. Orang mengucapkan met Natal kepada imamnya, yang belum tentu dijawab, paling akan menggunakan jawaban otomatis, atau kirim banyak sebagai pilihan. Bukan kog berpikir buruk, namun keterbatasan waktu dan kesempatan. Apakah kita menyampaikan ucapan kepada rekan, saudara yang tidak beruntung, miskin, lemah, biasanya tidak karena tidak memberikan balasan yang setimpal. Setimpal di sini bisa berbagai macam arti tentunya.
Apa yang dipikirkan oleh orang Farisi dan ahli Taurat tidak jauh berbeda dengan pola pikir dan kebiasaan kita. Kita dekat pada orang yang kuat, kuasa, kaya, dan baik pokoknya, yang sejatinya tidak perlu bantuan. Apakah akan datang kepada orang yang sedang menderita? Tentu tidak bukan. Emoh cedhak kebo gupak. Tidak mau dekat-dekat dengan kerbau yang sedang kotor. Pilihan wajar dan sangat alamiah, manusiawi.
Tuhan Yesus datang dengan cara yang berbeda. Orang berdosa, bermasalah, sedang sedih itulah yang perlu teman dan rekan. Bukan yang kaya dan mampu itu. Dunia yang hendak diwarnai dengan berbeda oleh Tuhan Yesus. Orang sakit yang memerlukan tabib. Orang berdosa yang membutuhkan Penebus.

Apakah kita memilih yang lemah, miskin, tersingkir atau sebaliknya? Hal kecil setiap hari bisa kita lakukan untuk memihak kepada yang membutuhkan daripada yang telah melimpah. Tugas perutusan Tuhan Yesus juga menjadi tugas perutusan kita, sesuai dengan takaran dan kemampuan kita tentunya. BD.eLeSHa.

Jumat, 15 Januari 2016

Bangunlah, Angkatlah Tilammu dan Berjalanlah!

Jumat Pekan Biasa I (H)
1 Sam. 8:4-7,10-22a
Mzm. 89:16-17,18-19
Mrk. 2:1-12


1 Sam. 8:4-7,10-22a

8:4 Sebab itu berkumpullah semua tua-tua Israel; mereka datang kepada Samuel di Rama
8:5 dan berkata kepadanya: "Engkau sudah tua dan anak-anakmu tidak hidup seperti engkau; maka angkatlah sekarang seorang raja atas kami untuk memerintah kami, seperti pada segala bangsa-bangsa lain."
8:6 Waktu mereka berkata: "Berikanlah kepada kami seorang raja untuk memerintah kami," perkataan itu mengesalkan Samuel, maka berdoalah Samuel kepada TUHAN.
8:7 TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka
8:10 Dan Samuel menyampaikan segala firman TUHAN kepada bangsa itu, yang meminta seorang raja kepadanya,
8:11 katanya: "Inilah yang menjadi hak raja yang akan memerintah kamu itu: anak-anakmu laki-laki akan diambilnya dan dipekerjakannya pada keretanya dan pada kudanya, dan mereka akan berlari di depan keretanya;
8:12 ia akan menjadikan mereka kepala pasukan seribu dan kepala pasukan lima puluh; mereka akan membajak ladangnya dan mengerjakan penuaian baginya; senjata-senjatanya dan perkakas keretanya akan dibuat mereka.
8:13 Anak-anakmu perempuan akan diambilnya sebagai juru campur rempah-rempah, juru masak dan juru makanan.
8:14 Selanjutnya dari ladangmu, kebun anggurmu dan kebun zaitunmu akan diambilnya yang paling baik dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawainya;
8:15 dari gandummu dan hasil kebun anggurmu akan diambilnya sepersepuluh dan akan diberikannya kepada pegawai-pegawai istananya dan kepada pegawai-pegawainya yang lain.
8:16 Budak-budakmu laki-laki dan budak-budakmu perempuan, ternakmu yang terbaik dan keledai-keledaimu akan diambilnya dan dipakainya untuk pekerjaannya.
8:17 Dari kambing dombamu akan diambilnya sepersepuluh, dan kamu sendiri akan menjadi budaknya.
8:18 Pada waktu itu kamu akan berteriak karena rajamu yang kamu pilih itu, tetapi TUHAN tidak akan menjawab kamu pada waktu itu."
8:19 Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: "Tidak, harus ada raja atas kami;
8:20 maka kami pun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang."
8:21 Samuel mendengar segala perkataan bangsa itu, dan menyampaikannya kepada TUHAN.
8:22 TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah permintaan mereka dan angkatlah seorang raja bagi mereka.


Mrk. 2:1-12

2:1 Kemudian, sesudah lewat beberapa hari, waktu Yesus datang lagi ke Kapernaum, tersiarlah kabar, bahwa Ia ada di rumah.
2:2 Maka datanglah orang-orang berkerumun sehingga tidak ada lagi tempat, bahkan di muka pintu pun tidak. Sementara Ia memberitakan firman kepada mereka,
2:3 ada orang-orang datang membawa kepada-Nya seorang lumpuh, digotong oleh empat orang.
2:4 Tetapi mereka tidak dapat membawanya kepada-Nya karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya; sesudah terbuka mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu terbaring.
2:5 Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni!"
2:6 Tetapi di situ ada juga duduk beberapa ahli Taurat, mereka berpikir dalam hatinya:
2:7 "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?"
2:8 Tetapi Yesus segera mengetahui dalam hati-Nya, bahwa mereka berpikir demikian, lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu berpikir begitu dalam hatimu?
2:9 Manakah lebih mudah, mengatakan kepada orang lumpuh ini: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalan?
2:10 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --:
2:11 "Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
2:12 Dan orang itu pun bangun, segera mengangkat tempat tidurnya dan pergi ke luar di hadapan orang-orang itu, sehingga mereka semua takjub lalu memuliakan Allah, katanya: "Yang begini belum pernah kita lihat."



Bangunlah, Angkatlah Tilammu dan Berjalanlah!

Saudara terkasih, renungan kita hari ini oleh Bunda Gereja diajak untuk melihat mengenai penolakan akan Tuhan Allah. Sering kita mendengar bahwa Tuhan adalah segalanya, namun dirinya, keluarganya, bahkan bisa pula agamanya mengalahkan Tuhan yang katanya segalanya itu. Bagaimana kita membela mati-matian agama kita, namun malah melecehkan dan merendahkan Tuhan yang jauh di atas agama ataupun kepercayaan kita. Kita hanya mengandalkan keterbatasan kita saja, namun merasa telah membela Tuhan.
Bacaan pertama memperlihatkan kepada kita, bagaimana sikap iri, pengin melihat dunia, dan lebih memilih yang terlihat pada mata fisik kita, daripada melihat kehendak Tuhan yang jauh lebih bermakna dan bernilai. Iri dan bangga negara tetangga yang dipimpin seorang manusia, sedangkan Tuhan yang memimpin mereka tidak mau mereka lihat.
Apa yang dilakukan oleh dunia Perjanjian Lama ini tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus yang diragukan kuasa-Nya. Bagaimana orang yang lumpuh itu begitu percaya, dan Yesus melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Pewartaan dengan mukjizat dan hadir kuasa yang demikian besar. Tuhan mampu mengampuni dosa, apalagi kalau hanya menyuruh orang lumpuh berjalan.
Manusia sering gagal melihat dengan hati dan spiritual, namun hanya dengan mata badan, indera fisik, dan itu sering salah, karena terbatas. Merenungkan, kesabaran, dan kesetiaan yang akan jauh membantu manusia untuk mengerti kehendak dan rencana Tuhan yang begitu agung dan besar, bukan biasa saja. Tidak ada yang tidak mungkin di dalam Tuhan.
Bersama Tuhan dan melibatkan Tuhan dalam seluruh hidup kita. Jatuh bangun dalam usaha dan perjuangan itu pasti dan itulah namanya manusia. Tuhan hadir untuk menguatkan dan mendampingi kita, sehingga selalu mampu bangun lagi dan mencari Tuhan yang selalu mengulurkan tangan-Nya yang penuh  kasih itu. BD.eLeSHa.


Kamis, 14 Januari 2016

Aku mau, jadilah engkau tahir.

Kamis Pekan Biasa I (H)
1 Sam. 4:1-11
Mzm. 44:10-11,14-15,24-25
Mrk. 1:40-45


1 Sam. 4:1-11

4:1a Dan perkataan Samuel sampai ke seluruh Israel.
4:1b Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek.
4:2 Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu.
4:3 Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel: "Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita."
4:4 Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu.
4:5 Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar.
4:6 Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata: "Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?" Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu,
4:7 ketakutanlah orang Filistin, sebab kata mereka: "Allah mereka telah datang ke perkemahan itu," dan mereka berkata: "Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu.
4:8 Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang maha dahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun.
4:9 Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!"
4:10 Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki.
4:11 Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.


Mrk. 1:40-45

1:40 Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
1:41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."
1:42 Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.
1:43 Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras:
1:44 "Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapa pun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka."
1:45 Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.



Aku mau, jadilah engkau tahir.

Saudara terkasih, penyembuhan dalam bacaan atau perikopa ini sejatinya hanya menjadi gambaran bagaimana pandangan Tuhan dan dunia yang sering berbeda. Pertama, soal kesembuhan Yesus mengajak mereka untuk melaporkan kepada yang berhak dan berwenang. Birokratis keagamaan yang ada dan itu ditaati Yesus. Kedua, bagaimana keinginan Yesus itu untuk melindungi karya-Nya agar bisa berjalan lancar. Ada pemikiran jangka panjang agar tidak terhalang oleh pengetahuan yang belum cukup dan benar saja, langung malah dicari dan itu menyulitkan. Ketiga, kebanggaan dan ketenaran menjadi pilihan dunia, sedang Tuhan menghendaki adanya perbaikan dan perubahan bukan semata ketenanaran dengan bukti banyaknya murid dan yang mengikuti-Nya.
Saudara terkasih, kita ada di dunia, cara kerja dunia adalah juga cara kerja dan pilihan kita. Kita sering lupa rencana Tuhan dan kehendak-Nya. Kita lebih suka pikiran kita sendiri, yang sejatinya adalah sempit dan terbatas, namun sering melupakan pemikiran dan rancangan Tuhan yang lebih luas dan tidak terbatas itu. Keterbatasan manusiawi itu yang sering justru memperkeruh keadaan, sebagaimana Tuhan justru terhambat dalam karya khabar gembira-Nya.
Saudara terkasih, kita perlu melihat, menimbang, dan merenungkan dalam perilaku, keputusan, dan apa yang kita lakukan tersebut itu, lebih menjadi sarana Khabar Gembira lebih diwartakan atau justru menghambat? Hambatan bisa karena keinginan kita tenar, dapat nama baik, dan lebih mendapatkan keuntungan dan kebanggaan diri. Ketika kita mencari keuntungan diri kita lebih memilih dunia daripada memilih Tuhan dalam hidup kita. BD.eLeSHa.



Rabu, 13 Januari 2016

Panggilan Tuhan

Rabu Pekan Biasa I (H)
1 Sam. 3:1-10, 19-20
Mzm. 40:2,5,7-8a-9,10
Mrk. 1:29-39


1 Sam. 3:1-10, 19-20

3:1 Samuel yang muda itu menjadi pelayan TUHAN di bawah pengawasan Eli. Pada masa itu firman TUHAN jarang; penglihatan-penglihatan pun tidak sering.
3:2 Pada suatu hari Eli, yang matanya mulai kabur dan tidak dapat melihat dengan baik, sedang berbaring di tempat tidurnya.
3:3 Lampu rumah Allah belum lagi padam. Samuel telah tidur di dalam bait suci TUHAN, tempat tabut Allah.
3:4 Lalu TUHAN memanggil: "Samuel! Samuel!", dan ia menjawab: "Ya, bapa."
3:5 Lalu berlarilah ia kepada Eli, serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil; tidurlah kembali." Lalu pergilah ia tidur.
3:6 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi. Samuel pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta berkata: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Tetapi Eli berkata: "Aku tidak memanggil, anakku; tidurlah kembali."
3:7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan kepadanya.
3:8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya. Ia pun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: "Ya, bapa, bukankah bapa memanggil aku?" Lalu mengertilah Eli, bahwa TUHANlah yang memanggil anak itu.
3:9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: "Pergilah tidur dan apabila Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini mendengar." Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya.
3:10 Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar."
3:19 Dan Samuel makin besar dan TUHAN menyertai dia dan tidak ada satu pun dari firman-Nya itu yang dibiarkan-Nya gugur.
3:20 Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN


Mrk. 1:29-39

1:29 Sekeluarnya dari rumah ibadat itu Yesus dengan Yakobus dan Yohanes pergi ke rumah Simon dan Andreas.
1:30 Ibu mertua Simon terbaring karena sakit demam. Mereka segera memberitahukan keadaannya kepada Yesus.
1:31 Ia pergi ke tempat perempuan itu, dan sambil memegang tangannya Ia membangunkan dia, lalu lenyaplah demamnya. Kemudian perempuan itu melayani mereka.
1:32 Menjelang malam, sesudah matahari terbenam, dibawalah kepada Yesus semua orang yang menderita sakit dan yang kerasukan setan.
1:33 Maka berkerumunlah seluruh penduduk kota itu di depan pintu.
1:34 Ia menyembuhkan banyak orang yang menderita bermacam-macam penyakit dan mengusir banyak setan; Ia tidak memperbolehkan setan-setan itu berbicara, sebab mereka mengenal Dia.
1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.
1:36 Tetapi Simon dan kawan-kawannya menyusul Dia;
1:37 waktu menemukan Dia mereka berkata: "Semua orang mencari Engkau."
1:38 Jawab-Nya: "Marilah kita pergi ke tempat lain, ke kota-kota yang berdekatan, supaya di sana juga Aku memberitakan Injil, karena untuk itu Aku telah datang."
1:39 Lalu pergilah Ia ke seluruh Galilea dan memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat mereka dan mengusir setan-setan.



Panggilan Tuhan

Saudara terkasih, dalam bacaan kali ini kita diajak Bunda Gereja untuk merenungkan mengenai panggilan. Pertama dan bacaan pertama kita diajak untuk melihat dan mencerna panggilan Samuel, dan bacaan Injil kita diajak untuk merenungkan panggilan dan perutusan Yesus di dunia.
Samuel, dipanggil oleh Tuhan secara langsung dengan bimbingan dan pembinaan serta pengajaran oleh Eli. Tuhan hadir dalam kesederhaan Samuel yang dimengerti oleh Eli. Ada pendamping yang bisa mencerna kehendak Allah.
Panggilan dan perutusan Yesus, selalu diawali dengan berdoa, komunikasi dengan Allah Bapa, yang membuat-Nya mengerti akan rancangan Tuhan. Bagaimana Ia meninggalkan orang-orang yang mencari-Nya? Ia tidak mau bahwa karya-Nya terhambat karena kehendak manusia yang menghendaki Yesus hanya untuk mereka. Kebiasaan manusiawi, bahwa rahmat itu khusus untuk mereka saja, orang lain tidak boleh mendapatkannya. Lihat apa yang dilakukan Tuhan bukan seperti apa yang diinginkan dunia ini.

Kita diajak untuk mengerti kehendak Tuhan terlebih dahulu. Bagaimana Tuhan hendak menyelamatkan bagi banyak orang dan bangsa. Rahmat Tuhan tidak terbatas dan selalu bersifat universal. Ketika orang berfikir keakuan, masih perlu dipertanyakan kembali apakah benar iru karya Allah atau karya lain yang menyaru seolah Allah. Perhi ke kota dan daerah lain untuk membawa keselamatan. Keselamatan dan kehidupan bagi semua orang yang mau mendengarkan-Nya.BD.eLeSHa.

Selasa, 12 Januari 2016

Engkau Yang Kudus dari Allah

 Selasa Pekan Biasa I (H)
1 Sam. 1:9-20
1 Sam. 2:1,4-5,6-7,8abcd
Mrk 1:21b-28


1 Sam. 1:9-20

1:9 Pada suatu kali, setelah mereka habis makan dan minum di Silo, berdirilah Hana, sedang imam Eli duduk di kursi dekat tiang pintu bait suci TUHAN,
1:10 dan dengan hati pedih ia berdoa kepada TUHAN sambil menangis tersedu-sedu.
1:11 Kemudian bernazarlah ia, katanya: "TUHAN semesta alam, jika sungguh-sungguh Engkau memperhatikan sengsara hamba-Mu ini dan mengingat kepadaku dan tidak melupakan hamba-Mu ini, tetapi memberikan kepada hamba-Mu ini seorang anak laki-laki, maka aku akan memberikan dia kepada TUHAN untuk seumur hidupnya dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya."
1:12 Ketika perempuan itu terus-menerus berdoa di hadapan TUHAN, maka Eli mengamat-amati mulut perempuan itu;
1:13 dan karena Hana berkata-kata dalam hatinya dan hanya bibirnya saja bergerak-gerak, tetapi suaranya tidak kedengaran, maka Eli menyangka perempuan itu mabuk.
1:14 Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu."
1:15 Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN.
1:16 Janganlah anggap hambamu ini seorang perempuan dursila; sebab karena besarnya cemas dan sakit hati aku berbicara demikian lama."
1:17 Jawab Eli: "Pergilah dengan selamat, dan Allah Israel akan memberikan kepadamu apa yang engkau minta dari pada-Nya."
1:18 Sesudah itu berkatalah perempuan itu: "Biarlah hambamu ini mendapat belas kasihan dari padamu." Lalu keluarlah perempuan itu, ia mau makan dan mukanya tidak muram lagi.
1:19 Keesokan harinya bangunlah mereka itu pagi-pagi, lalu sujud menyembah di hadapan TUHAN; kemudian pulanglah mereka ke rumahnya di Rama. Ketika Elkana bersetubuh dengan Hana, isterinya, TUHAN ingat kepadanya.
1:20 Maka setahun kemudian mengandunglah Hana dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ia menamai anak itu Samuel, sebab katanya: "Aku telah memintanya dari pada TUHAN."

Mrk 1:21b-28

1:21b Yesus segera masuk ke dalam rumah ibadat dan mengajar.
1:22 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat.
1:23 Pada waktu itu di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak:
1:24 "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Yesus orang Nazaret? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
1:25 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!"
1:26 Roh jahat itu menggoncang-goncang orang itu, dan sambil menjerit dengan suara nyaring ia keluar dari padanya.
1:27 Mereka semua takjub, sehingga mereka memperbincangkannya, katanya: "Apa ini? Suatu ajaran baru. Ia berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun diperintah-Nya dan mereka taat kepada-Nya."
1:28 Lalu tersebarlah dengan cepat kabar tentang Dia ke segala penjuru di seluruh Galilea.



Engkau Yang Kudus dari Allah

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan siapakah Yesus itu. Yesus adalah yang berkuasa atas langit dan bumi. Bagaimana orang yang mendengarkan pengajaran-Nya merasakan daya dan wibawa yang Ia miliki. Mereka merasakan kuasa itu membuat mereka takjub. Setan pun yang sedang merasuki seseorang merasakan dan menyatakan apa yang ia pahami dan tahu betapa besar kuasa Yesus, sehingga ia berteriak.
Mengapa teriakan iblis dilarang Tuhan? Pertama, Ia tidak ingin yang mewartakan IA adalah kuasa gelap. Aneh dan lucu ketika Khabar Gembira diwartakan oleh kuasa gelap. Kedua, waktu-Nya belum tiba, banyak orang yang bisa tersesat, sehingga  mengikuti-Nya karena pengenalan yang tidak semestinya. Jemaat ikut DIA karena ingin kenyang, tenar, atau Pribadi Yesus yang bukan seharusnya. Ketiga, persiapan masih belum cukup, sehingga jemaat nantinya hanya ikut secara emosional dan bukan karena pilihan yang dewasa dan bijaksana.
Saudara terkasih, mengikuti Yesus ikut segala apa yang ada di dalam Diri-Nya, memikul salib dan mengikuti-Nya. Ketika belum siap, dan belum ada dasar yang perlu, tentu berbahaya bagi karya-Nya yang belum baik dipahami oleh jemaat.

Khabar gembira sebagaimana di alami Hana perlu pula dialami umat Allah, mukjizat dalam hidup sehari-hari, bukan sesuatu yang luar biasa atau luar nalar. Karya-Nya bisa dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dalam hidup sehari-hari. Bagaimana kita mampu hidup, tanpa pernah kita memprogramnya dan melakukan perencanaan. Semua sudah IA atur dan kita tinggal ikuti saja. Karya-Nya selalu luar biasa dan di dalam kebiasaan sehari-hari kita.BD.eLeSHa.

Senin, 11 Januari 2016

Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.

Hari Senin Pekan Biasa I (H)
1 Sam. 1:1-8
Mzm. 116:12-13,14,17,18-19
Mrk. 1:14-20



1 Sam. 1:1-8

1:1 Ada seorang laki-laki dari Ramataim-Zofim, dari pegunungan Efraim, namanya Elkana bin Yeroham bin Elihu bin Tohu bin Zuf, seorang Efraim.
1:2 Orang ini mempunyai dua isteri: yang seorang bernama Hana dan yang lain bernama Penina; Penina mempunyai anak, tetapi Hana tidak.
1:3 Orang itu dari tahun ke tahun pergi meninggalkan kotanya untuk sujud menyembah dan mempersembahkan korban kepada TUHAN semesta alam di Silo. Di sana yang menjadi imam TUHAN ialah kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas.
1:4 Pada hari Elkana mempersembahkan korban, diberikannyalah kepada Penina, isterinya, dan kepada semua anaknya yang laki-laki dan perempuan masing-masing sebagian.
1:5 Meskipun ia mengasihi Hana, ia memberikan kepada Hana hanya satu bagian, sebab TUHAN telah menutup kandungannya.
1:6 Tetapi madunya selalu menyakiti hatinya supaya ia gusar, karena TUHAN telah menutup kandungannya.
1:7 Demikianlah terjadi dari tahun ke tahun; setiap kali Hana pergi ke rumah TUHAN, Penina menyakiti hati Hana, sehingga ia menangis dan tidak mau makan.
1:8 Lalu Elkana, suaminya, berkata kepadanya: "Hana, mengapa engkau menangis dan mengapa engkau tidak mau makan? Mengapa hatimu sedih? Bukankah aku lebih berharga bagimu dari pada sepuluh anak laki-laki?"


Mrk. 1:14-20

1:14 Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah,
1:15 kata-Nya: "Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!"
1:16 Ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas, saudara Simon. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
1:17 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."
1:18 Lalu mereka pun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
1:19 Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jala di dalam perahu.
1:20 Yesus segera memanggil mereka dan mereka meninggalkan ayahnya, Zebedeus, di dalam perahu bersama orang-orang upahannya lalu mengikuti Dia.



Mari, ikutlah Aku dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.

Saudara terkasih, hari ini kita memasuki pekan biasa, masa di mana ditandai dengan warna liturgi hijau. Pesta telah usai, kegembiraan Natal telah lewat. Masa biasa di mana kita tidak memiliki kegiatan yang spesifik. Sebagaimana kita hidup sehari-hari, kita hidup dalam rutinitas. Apa yang terjadi ialah kalau tidak hati-hati akan bosan dan biasa saja. Namun yang penting dan wajib kita lakukan ialah kita menghayati hari setiap saat sebagai pesta yang beraneka ragam sebagai suka cita. Sukacita karena kita telah selamat dan mendapatkan hidup kekal dan sejati.
Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk merenungkan panggilan perdana para rasul. Yesus memanggil mereka untuk menjadi penjala manusia. Mereka aslinya adalah nelayan. Bahasa sederhana sebagaimana kesederhanaan Yesus dan para murid. Hadir-Nya itu sederhana bukan dalam bentuk kemewahan dan glamornya dunia.
Salah satu ciri panggilan Yesus adalah sederhana. Selain itu semua orang. Siapapun yang dipanggil dan menjawab ya, maka akan diutusnya untuk berjalan dan melakukan pewartaan khabatr gembira sebagai alat-alat-Nya. Kita semua dipanggil dan diutus sesuai dengan apa yang menjadi tugas dan karya kita. Tidak perlu kesempurnaan, namun mau berubah menuju kepada kesempurnaan. Kesempurnaan itu justru dicapai dengan usaha terus menerus dan tidak tiba-tiba, atau telah memiliki kesempurnaan itu. Menjadi alat-Nya akan disempurnakan dengan hadir-Nya sendiri. Bukan kesempurnaan kita, namun karena di dalam kesatuan Diri-Nya. Kesempurnaan-Nya membuat kita juga sempurna.BD.eLeSHa.