Minggu, 10 Januari 2016

Keselamatan karena Rahmat, bukan Jasa Kita

Pesta Pembaptisan Tuhan  (P)
Yes. 40:1-5, 9-11
Mzm. 104:1b-2,3-4, 24-25,27-28, 29-30
Tit. 2:11-14;3:3-7
Luk. 3:15-16,21-22


Yes. 40:1-5, 9-11

40:1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
40:2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
40:9 Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"
40:10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
40:11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.


Tit. 2:11-14;3:3-7

2:11 Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata.
2:12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini
2:13 dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus,
2:14 yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik
3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,
3:6 yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,
3:7 supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita.


Luk. 3:15-16,21-22

3:15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."




Keselamatan karena Rahmat, bukan Jasa Kita


Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk mengakhiri masa Natal dan sekaligus mengenai Pembaptisan Tuhan. Pesta Pembaptisan Tuhan sebagai akhir dari Masa Natal dan memasuki pekan biasa Minggu yang akan datang, dan Senin besok penuh sebagai pekan biasa. Kita bisa belajar bagaimana hari di masa biasa itu sebagai harian kita ini. Masa Natal, waktu di mana kita penuh dengan suka cita, optimisme, dan kegembiraan, sehingga hari-hari kita dipenuhi dengan sikap optimis dan penuh keyakinan penuh. Kita tentu demikian saat kita berbahagia, semua seolah mampu kita atasi. Masa biasa, masa di mana kita penuh dengan kehidupan harian, bisa bosan, merasa jenuh, dan seolah biasa-biasa saja dan bisa jatuh dalam kejenuhan dan mudah tergelincir dan tergoda.
Hari Minggu ini kita merenungkan mengenai pembaptisan Tuhan. Apa artinya? Jika artinya pembaptisan itu sebagai pengampunan dosa, apakah Yesus berdosa? Tentu bukan, namun sebagai wujud solider, bukti empati Tuhan hidup dalam kehendak dan keinginan untuk sama dalam segala hal kecuali dalam hal dosa. Semua hal sama, lahir, hidup dalam dunia, menderita juga, dan itu semua demi cintanya bagi manusia yang sangat IA kasihi. Kita bisa menganalogikan, bagaimana kita melakukan apa saja demi orang yang kita sayangi. Sebagai orang tua, banting tulang demi anak-anak, anak mau belajar keras untuk membanggakan orang tua, atau muda-mudi habis-habisan dandan demi menyambut kekasih yang hendak ditemui.

Baptis memegang peran penting bagi hidup kita dan hidup abadi di Kerajaan Surga. Baptis yang membawa keselamatan kita, bukan jasa atau perbuatan kita. Kita perlu mengubah pemikiran kita, karena sering mendengar dan menerima pengajaran agama atau kepercayaan lain yang biasanya menekan perbuatan baik, amal, pahala, dan jasa kita yang diperhitungkan dengan salah dan dosa kita. Iman kita tidak demikian. kita pasti selamat, karena baptis dan Penyelamatan dari Penyelamat, yaitu Tuhan Yesus. Perbuatan baik itu konsekuensi logis karena kita telah menerima kebaikan Tuhan lebih dahulu. Kalau kita menerima kebaikan dan tidak mau berbuat baik tentu kita egois dan hanya menimbun demi kepentingan dan kebanggan pribadi. Kita harus menjadi saluran rahmat bagi siapapun, bukan hanya kita terima dan kita simpan sendiri.BD.eLeSHa.

Sabtu, 09 Januari 2016

IA Harus Makin Besar, tetapi Aku Harus Makin Kecil.

Sabtu Biasa Sesudah Penampakan Tuhan (P)
1 Yoh. 5:14-21
Mzm. 149:1-2,3-4,5,6a,9b
Yoh. 3:22-30


1 Yoh. 5:14-21

5:14 Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.
5:15 Dan jikalau kita tahu, bahwa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu, bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.
5:16 Kalau ada seorang melihat saudaranya berbuat dosa, yaitu dosa yang tidak mendatangkan maut, hendaklah ia berdoa kepada Allah dan Dia akan memberikan hidup kepadanya, yaitu mereka, yang berbuat dosa yang tidak mendatangkan maut. Ada dosa yang mendatangkan maut: tentang itu tidak kukatakan, bahwa ia harus berdoa.
5:17 Semua kejahatan adalah dosa, tetapi ada dosa yang tidak mendatangkan maut.
5:18 Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa; tetapi Dia yang lahir dari Allah melindunginya, dan si jahat tidak dapat menjamahnya.
5:19 Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.
5:20 Akan tetapi kita tahu, bahwa Anak Allah telah datang dan telah mengaruniakan pengertian kepada kita, supaya kita mengenal Yang Benar; dan kita ada di dalam Yang Benar, di dalam Anak-Nya Yesus Kristus. Dia adalah Allah yang benar dan hidup yang kekal.
5:21 Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala


Yoh. 3:22-30

3:22 Sesudah itu Yesus pergi dengan murid-murid-Nya ke tanah Yudea dan Ia diam di sana bersama-sama mereka dan membaptis.
3:23 Akan tetapi Yohanes pun membaptis juga di Ainon, dekat Salim, sebab di situ banyak air, dan orang-orang datang ke situ untuk dibaptis,
3:24 sebab pada waktu itu Yohanes belum dimasukkan ke dalam penjara.
3:25 Maka timbullah perselisihan di antara murid-murid Yohanes dengan seorang Yahudi tentang penyucian.
3:26 Lalu mereka datang kepada Yohanes dan berkata kepadanya: "Rabi, orang yang bersama dengan engkau di seberang sungai Yordan dan yang tentang Dia engkau telah memberi kesaksian, Dia membaptis juga dan semua orang pergi kepada-Nya."
3:27 Jawab Yohanes: "Tidak ada seorang pun yang dapat mengambil sesuatu bagi dirinya, kalau tidak dikaruniakan kepadanya dari sorga.
3:28 Kamu sendiri dapat memberi kesaksian, bahwa aku telah berkata: Aku bukan Mesias, tetapi aku diutus untuk mendahului-Nya.
3:29 Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh.
3:30 Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.


IA Harus Makin Besar, tetapi Aku Harus Makin Kecil.

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kepada kita untuk merenungkan betapa rendah hatinya Yohanes Pembaptis. Ia tahu diri dengan baik, terbuka atas perutusannya sendiri, dan bisa bersikap sebagai pembuka jalan. Dunia yang gila kuasa, senang akan kepopuleran, bahkan tidak jarang merebut apa yang bukan haknya. Kali ini kita diberikan sajian betapa rendah hatinya Yohanes. Demi Yesus apapun ia lakukan.
Dunia memang menawarkan banyak hal, yang bisa membuat kita jatuh dan bangun di dalam kubangan yang sama. Melihat apa yang dilakukan Yohanes kita bisa belajar bahwa menjalankan apa yang menjadi rencana-Nya itu bisa dan berbuah manis. Sering kita melakukan banyak hal demi kepuasan diri sendiri dan itu membuat semuanya makin berat dan tidak mudah.
Bacaan pertama mengajak kita untuk bagaimana bersikap terhadap dosa dan kedosaan orang lain. Dosa yang tidak menyebabkan maut perlulah kita berdoa dan memohon ampunan-Nya. Tuhan telah mengutus Putera-Nya untuk melindungi kita dari dosa yang membawa maut. Dunia ini diwarnai dengan dosa dan kejahatan oleh karena itu hadir-Nya membantu dan mengamankan kita, agar aman dan selamat.

Keselamatan yang dibawa Yesus merupakan berkat luar biasa bagi kita yang hidup di antara kejahatan dan dosa yang tidak bisa kita hindari. Kebersamaan dengan-Nya lah yang membuat kita mampu mengatasi dunia yang menawarkan banyak hal indah ini.BD.eLeSHa.

Jumat, 08 Januari 2016

Ia Mengundurkan Diri untuk Berdoa

Jumat Biasa Sesudah Penampakan Tuhan (P)
1 Yoh. 5:5-13
Mzm. 147:12-13,14-15,19-20
Luk. 5:12-16


1 Yoh. 5:5-13

5:5 Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah?
5:6 Inilah Dia yang telah datang dengan air dan darah, yaitu Yesus Kristus, bukan saja dengan air, tetapi dengan air dan dengan darah. Dan Rohlah yang memberi kesaksian, karena Roh adalah kebenaran.
5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi]: Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
5:9 Kita menerima kesaksian manusia, tetapi kesaksian Allah lebih kuat. Sebab demikianlah kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
5:10 Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya; barangsiapa tidak percaya kepada Allah, ia membuat Dia menjadi pendusta, karena ia tidak percaya akan kesaksian yang diberikan Allah tentang Anak-Nya.
5:11 Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya.
5:12 Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.
5:13 Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal.


Luk. 5:12-16

5:12 Pada suatu kali Yesus berada dalam sebuah kota. Di situ ada seorang yang penuh kusta. Ketika ia melihat Yesus, tersungkurlah ia dan memohon: "Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku."
5:13 Lalu Yesus mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu, dan berkata: "Aku mau, jadilah engkau tahir." Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya.
5:14 Yesus melarang orang itu memberitahukannya kepada siapa pun juga dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka."
5:15 Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.
5:16 Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.



Ia Mengundurkan Diri untuk Berdoa

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajarkan kepada kita betapa Yesus itu Pribadi luar biasa, bukan hanya pribadi biasa. Bagaimana ketika orang berbondong-bondong datang, malah Ia mundur dan menyingkir ke tempat-tempat yang sepi untuk berdoa. Kita tentu tahu dengan persis apa yang akan terjadi kalau itu bagi pribadi yang masih berkutat dengan dunia. Tentu akan sangat girang, menjadi tenar, populer, dielu-elukan, dan menjadi pusat perhatian itu adalah tujuan. Banyak orang kena tipu, membayar mahal, bahkan dengan kehormatan demi ikut dalam arus yang namanya populer dan terkenal. Namun Yesus tidak menghendaki itu ketika yang mengelu-elukan belum tahu apa artinya mengikuti DIA.
Yesus menghendaki bahwa siapa yang datang kepada-Nya itu tahu Siapakah DIA, bukan apa yang telah Ia buat, atau berikan. Kalau demikian, yang mengikuti-Nya itu masih berkutat dengan dunia. Di mana soal perut dan kepentingan diri sendiri. Tuhan tidak menghendaki hal itu. Apa yang Tuhan kehendaki ialah kita meninggalkan kesukaan dunia yang sering tidak selaras dengan keinginan dan kehendak Tuhan.
Apa yang Tuhan lakukan ialah datang kepada IA yang mengutus-Nya yaitu Tuhan Allah, di mana IA menimba kekuatan dan melihat apakah yang dilakukan telah sesuai dengan kehendak Allah. Selalu melihat ke kedalaman hati, apa yang telah IA lakukan bersama Sang Bapa. Keteladanan yang patut kita renungkan dan ikuti. Kita kembali kepada Tuhan apa yang Ia kehendaki, bukan apa yang kita inginkan.
Kehendak Tuhan itu menjadi penting dan selalu kita tanyakan. Dengan demikian, kita menjadi lebih mengarahan diri kepada Tuhan dan makin meninggalkan dunia. Bersama Tuhan itu selalu indah dan memberikan hasil yang luar biasa. Di dalam Tuhan tidak ada yang biasa-biasa saja.BD.eLeSHa.

Kamis, 07 Januari 2016

Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang

Kamis Biasa Sesudah Penampakan Tuhan (P)
1 Yoh. 4:19-5:4
Mzm. 72:2,14,15bc,17
Luk. 4:14-22a


1 Yoh. 4:19-5:4

4:19 Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.
4:20 Jikalau seorang berkata: "Aku mengasihi Allah," dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya.
4:21 Dan perintah ini kita terima dari Dia: Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
5:1 Setiap orang yang percaya, bahwa Yesus adalah Kristus, lahir dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi Dia yang melahirkan, mengasihi juga dia yang lahir dari pada-Nya.
5:2 Inilah tandanya, bahwa kita mengasihi anak-anak Allah, yaitu apabila kita mengasihi Allah serta melakukan perintah-perintah-Nya.
5:3 Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat,
5:4 sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita



Luk. 4:14-22a

4:14 Dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu.
4:15 Sementara itu Ia mengajar di rumah-rumah ibadat di situ dan semua orang memuji Dia.
4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
4:17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
4:20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
4:22 Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya.




Tahun Rahmat Tuhan Telah Datang

Saudara terkasih, apakah saat Tuhan itu? Yaitu di  mana Tuhan menjadi Raja, memerintah dan bertahta di dalam Kerajaan Surga. Waktu di mana tidak ada orang yang tertawan, orang yang buta bisa melihat, orang yang tertindas menjadi bebas dan merdeka, dan orang miskin memiliki pengharapan. Orang tawanan bisa dalam arti orang yang dikuasai ketamakan, kerakusan, keserakahan dan melakukan tindakan kriminal untuk memperkaya diri sendiri. Tertawan oleh cinta diri dan keegoisan semata. Yang penting aku dan orang lain biar saja. Yesus datang untuk membuka itu, cinta diri bukan lagi saatnya. Waktu untuk lebih mengasihi Tuhan dan sesama.
Bacaan pertama memberikan kepada kita gambaran, di mana kita mengasihi Allah tidak akan pernah bisa tanpa mengasihi sesama kita. Bagaimana mengatasnamakan Tuhan kemudian membacok, memunuh, memukuli orang yang sedang berdoa dan bersembah kepada Tuhan yang sama, hanya jalan yang berbeda. Saudara terkasih, kita bisa pula terpelosok mencintai Tuhan secara berlebihan yang sejatinya adalah cinta diri, mencintai diri dengan mengatakan mengasihi Allah. Hal itu terjadi ketika kita menyakiti sesama kita, orang-orang di sekitar kita terabaikan karena perilaku kita. Menyangkal dunia dan kehendak dunia, tanda bahwa kita telah bisa memahami esensi kasih. Allah yang mengasihi kita terlebih dahulu, juga selayaknya kalau kita mengasihi-Nya dan mengasihi sesama kita.

Saudara terkasih, kasih itu bukan persoalan sulit dan rumit. Bagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain, lakukanlah itu, dan itu sudah minimal berbuat kasih. Apalagi kalau mampu mendoakan yang menganiaya, mengampuni yang bersalah kepada kita, dan membantu yang pernah menghina, menolong  orang yang pernah menganiaya kita. Apakah bisa? Pasti bisa, karena Allah pernah melakukannya bagi kita. BD.eLeSHa.

Rabu, 06 Januari 2016

Takut Salah Satu Tanda Kurang Beriman

Rabu Biasa Sesudah Penampakan Tuhan (P)
1 Yoh. 4:11-18
Mzm. 72:1-2,10-11,12-13
Mrk. 6:45-52


1 Yoh. 4:11-18

4:11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.
4:12 Tidak ada seorang pun yang pernah melihat Allah. Jika kita saling mengasihi, Allah tetap di dalam kita, dan kasih-Nya sempurna di dalam kita.
4:13 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.
4:14 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.
4:15 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.
4:16 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.
4:17 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini.
4:18 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

Mrk. 6:45-52

6:45 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan berangkat lebih dulu ke seberang, ke Betsaida, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
6:46 Setelah Ia berpisah dari mereka, Ia pergi ke bukit untuk berdoa.
6:47 Ketika hari sudah malam perahu itu sudah di tengah danau, sedang Yesus tinggal sendirian di darat.
6:48 Ketika Ia melihat betapa payahnya mereka mendayung karena angin sakal, maka kira-kira jam tiga malam Ia datang kepada mereka berjalan di atas air dan Ia hendak melewati mereka.
6:49 Ketika mereka melihat Dia berjalan di atas air, mereka mengira bahwa Ia adalah hantu, lalu mereka berteriak-teriak,
6:50 sebab mereka semua melihat Dia dan mereka pun sangat terkejut. Tetapi segera Ia berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
6:51 Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan angin pun redalah. Mereka sangat tercengang dan bingung,
6:52 sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil.



Takut Salah Satu Tanda Kurang Beriman

Saudara terkasih, salah satu ciri orang kurang beriman itu takut. Takut dalam berbagai jenis dan ragamnya. Bisa takut akan masa depan, takut hantu atau tempat gelap, takut kalau gagal, takut ditolak, takut berbuat baik, dan berbagai jenis takutnya. Termasuk di sana ialah khawatir, cemas, dan galau.
Bacaan pertama, memberikan kisah bahwa orang yang takut itu tidak sempurna di dalam kasih. Berani untuk yakin akan hari depan di dalam Tuhan. Tidak takut akan iman kepada-Nya. Kepercayaan kepada-Nya harus dengan berani bukan setengah-setengah apalagi sembunyi-sembunyi demi nama diri, karir, atau jabatan sementara di dunia ini. Iman harus berani dalam menyatakan maupun mengakuinya.

Bacaan Injil menunjukkan bahwa memang tidak mudah untuk berani dan yakin dalam iman. Bagaimana para murid yang hidup bersama dengan Tuhan saja masih gagal paham demikian. jika kita masih jatuh bangun tentu bukan masalah. Namun kalau jatuh terus juga sama dengan bohong. Kita patut memperjuangkan untuk terus memperbaiki diri agar berani dalam iman kita. Yakin bahwa DIA lah yang membuat kita mampu dalam segala sesuatunya di dalam dunia ini. Hati yang masih tertutup gelap dan tidak mengerti karena hidup di dalam diri yang masih penuh dengan ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan. Ada Tuhan pun masih takut dan tidak berani berserah pada kehendak Tuhan. Sering kita demikian. Bagaimana kita khawatir dengan berbagai hal, takut dalam berbagai keadaan, dan cemas dalam berbagai suasana. Hanya di dalam Tuhan semua akan berani dan yakin. BD.eLeSHa.

Selasa, 05 Januari 2016

Lima Ikan dan Dua Roti untuk Lima Ribu Orang Laki-Laki

 Selasa Sesudah Penampaka Tuhan (P)
1 Yoh. 4:7-10
Mzm. 72:2,3-4ab,7-8
Mrk. 6:34-44


1 Yoh. 4:7-10

4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.


Mrk. 6:34-44

6:34 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka.
6:35 Pada waktu hari sudah mulai malam, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam.
6:36 Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini."
6:37 Tetapi jawab-Nya: "Kamu harus memberi mereka makan!" Kata mereka kepada-Nya: "Jadi haruskah kami membeli roti seharga dua ratus dinar untuk memberi mereka makan?"
6:38 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!" Sesudah memeriksanya mereka berkata: "Lima roti dan dua ikan."
6:39 Lalu Ia menyuruh orang-orang itu, supaya semua duduk berkelompok-kelompok di atas rumput hijau.
6:40 Maka duduklah mereka berkelompok-kelompok, ada yang seratus, ada yang lima puluh orang.
6:41 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, supaya dibagi-bagikan kepada orang-orang itu; begitu juga kedua ikan itu dibagi-bagikan-Nya kepada semua mereka.
6:42 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang.
6:43 Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.
6:44 Yang ikut makan roti itu ada lima ribu orang laki-laki.



Lima Ikan dan Dua Roti untuk Lima Ribu Orang Laki-Laki

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan apa yang menjadi intisari ajaran Yesus, yatu kasih. Bacaan pertama mengetengahkan bahwa siapa tidak mengenal Allah tidak akan mengenal kasih. Kita tentu sepakat bahwa kekerasan bukan sebuah bentuk kasih. Bagaimana membunuh, melukai, atau memaksa orang lain dengan dalih membela Allah. Allah tidak suka perbuatan demikian, Ia menghendaki perbuatan yang sebaliknya. Orang yang jauh, tidak kenal, dan tidak bersama Allah yang akan melakukan tindakan jahat apapun bentuknya. Tuhan dan kasih yang ada dalam diri manusia, tentu akan membuat manusia itu memperlakukan sesamanya sebagaimana diri sendiri. Apa ada yang mau disakiti, dipaksa-paksa, bahkan dibunuh?
Bacaan Injil mengetengahkan kisah yang sangat luar biasa. Bagaimana lima ribu orang laki-laki dan anak-anak dan perempuan yang tak terhitung. Itu bisa lebih dari delapan ribu kepala yang makan. Tentu pekerjaan besar dari Tuhan. Ada anggapan, itu karena kasih Tuhan sehingga orang-orang mau berbagi yang asalnya pelit dan hanya bagi diri sendiri dan kelompoknya, akhirnya mau membagikannya. Anak-anak yang pertama memperlihatkan miliknya, menggugah orang lain untuk berbagi. Ada pula yang meyakini bahw Tuhan menghadirkan makanan yang berlimpah itu. Tentu bukan ini intinya, namun belas kasih Allah yang tidak tega melihat anak-anak-Nya kelaparan. Belas kasih-Nya menggerakan-Nya untuk memberikan bekal bagi murid dan pendengar-Nya. Kasih menjadi pokok ajaran dan bacaan kali ini.

Sudahkah Anda berbuat kasih hari ini? Atau malah sebaliknya? Lihat Tuhan selalu berbuat kasih, bagikan kasih bagi semua orang yang ada di sekitar Anda dengan berbagai-bagai cara. BD.eLeSHa 

Senin, 04 Januari 2016

Bertobatlah Kerajaan Surga sudah Dekat!

Senin Sesudah Penampakan Tuhan (P)
1 Yoh. 3:22-4:6
Mzm. 2:7-8,10-11
Mat. 4:12-17,23-25


1 Yoh. 3:22-4:6

3:22 dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
3:23 Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
3:24 Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita.
4:1 Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu, apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
4:2 Demikianlah kita mengenal Roh Allah: setiap roh yang mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah,
4:3 dan setiap roh, yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar, bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.
4:4 Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.
4:5 Mereka berasal dari dunia; sebab itu mereka berbicara tentang hal-hal duniawi dan dunia mendengarkan mereka.
4:6 Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan.


Mat. 4:12-17,23-25

4:12 Tetapi waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea.
4:13 Ia meninggalkan Nazaret dan diam di Kapernaum, di tepi danau, di daerah Zebulon dan Naftali,
4:14 supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya:
4:15 "Tanah Zebulon dan tanah Naftali, jalan ke laut, daerah seberang sungai Yordan, Galilea, wilayah bangsa-bangsa lain,
4:16 bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."
4:17 Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"
4:23 Yesus pun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu.
4:24 Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka.
4:25 Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan



Bertobatlah Kerajaan Surga sudah Dekat!

Saudara terkasih, apa yang diwartakan Yesus sungguh mengena dan konkret hingga hari ini sangat penting. Kita yang masih asyik dengan kesibukan kita, aktivitas dan keinginan kita, harapan-harapan yang berkaitan dengan kehidupan duniawi ini. Nama diri yang tenar, kebanggaan diri dengan materi, kekayaan yang diperoleh dengan segala cara, bahkan yang tidak baik pun tidak menjadi pertimbangan.
Tawaran dunia dan godaannya memang tidak mudah ditinggalkan ketika tidak memiliki kemauan yang kuat dan hidup di dalam Tuhan yang akan memberikan kekuatan. Kita akan kesulitan menghadapi dunia ini kala kita mengandalkan diri sendiri dan merasa mampu seluruhnya sendirian. Kalau demikian, justru kita telah jatuh dalam keadaan yang perlu bantuan.
Apa yang dilakukan Yesus kala itu, kita juga memiliki peran dan perutusan yang sama. Mewartakan Injil Kerajaan Allah. Melenyapkan penyakit dan segala kelemahan. Apa yang diinginkan Tuhan adalah mengurangi kelemahan termasuk untuk orang lain bukan malah menambah atau mewartakan kelemahan orang lain. Memberikan bantuan dan kekuatan bagi yang memerlukan itu sangat penting, apalagi di antara dunia yang makin bersifat individualistis. Mengalahkan diri dan berbagi dalam hidup bersama. Apa yang kita miliki berasal dari DIA apapun itu. Apa yang perlu kita banggakan kalau demikian. alangkah bijaksananya ketika kita tahu bahwa waktunya tidak lama lagi lebih memilih berbagi daripada mengumpulkan, memberi daripada mengharapkan menerima. Membantu daripada ingin dibantu.

Pertobatan berarti berablik arah menuju kepada kebaikan. Selama ini asyik dengan kesenangan diri dan lupa yang rohani dan sesama, perlu melihat lagi dan meninggalkan itu kemudian menjadi pribadi yang tahu kesulitan orang lain. BD.eLeSHa.

Minggu, 03 Januari 2016

Perjumpaan yang Mengubah

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN (P)
(Hari Anak Misioner Sedunia)
Yes. 60:1-6
Mzm. 72:1-2,7-8,10-11,12-13
Ef. 3:2-3,5-6
Mat. 2:1-12


Yes. 60:1-6

60:1 Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.
60:2 Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang TUHAN terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu.
60:3 Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu.
60:4 Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling, mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong.
60:5 Pada waktu itu engkau akan heran melihat dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan akan berbesar hati, sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.
60:6 Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.


Ef. 3:2-3,5-6

3:2 -- memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,
3:3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat
3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,
3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus


Mat. 2:1-12

2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem
2:2 dan bertanya-tanya: "Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia."
2:3 Ketika raja Herodes mendengar hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem.
2:4 Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan.
2:5 Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi:
2:6 Dan engkau Betlehem, tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda, karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel."
2:7 Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak.
2:8 Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai Anak itu dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah Dia."
2:9 Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di Timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana Anak itu berada.
2:10 Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.
2:11 Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya, lalu sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yaitu emas, kemenyan dan mur.
2:12 Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain.



Perjumpaan yang Mengubah

Sebuah artikel di media sosial menuliskan mengenai bagaimana jangan sampai kita ini membuat malu orang yang mengenal kita. Apa artinya? Bahwa kita kalau dikenal orang itu karena prestasi, kebaikan hati, membanggakan, dan tidak justru malu karena membawa aib, kejahatan, atau keburukan kita lainnya.
Saudara terkasih, kita hari ini merayakan Penampakan Tuhan. Bagaimana orang-orang majus itu hendak menemui Bayi Yesus. Berbagai halangan dan rintangan mereka atasi. Herodes yang memiliki motivasi buruk hendak mengelabui mereka. Dan apa yang terjadi bahwa perjumpaan dengan Bayi Yesus mengubah mereka. Perubahan menjadi baik tentunya bukan menjadi buruk. Mereka menyelamatkan Bayi Yesus dari bahaya ketamakan dan ketakutan akan kuasa Herodes.
Menyaksikan dunia yang penuh dengan keadaan demikian ini, apa yang kita sambut? Yesus atau pengaruh dunia? Pilihan itu kelihatan dari apa yang kita lakukan. Bagaimana kita condong dengan jalan Yesus atau dunia, ialah hidup kita. Saat memiliki masalah, datang kepada Yesus atau sebaliknya? Datang kepada Tuhan untuk mendapatkan kelegaan, jalan keluar, ketenangan, dan kedamaian. Demikian pula ketika sedang mendapatkan berkat dan rahmat yang luar biasa, apa yang kita lakukan? Bersyukur atau cuma lewat begitu saja? Jika hanya lewat demikian saja berarti kita masih lebih suka dengan tawaran dunia. Perjumpaan dan relasi dengan Tuhan membawa hidup kita lebih berarti dan bermakna.

Bagaimana perjumpaan yang memberikan warna positif bagi kita itu, juga bisa kita salurkan kepada sesama kita. Apa yang kita terima bukan hanya untuk kita, namun juga membawa orang lain kepada Tuhan atau paling tidak, bukan menghambat orang untuk datang kepada-Nya. Rahmat itu tidak bisa kita monopoli dan miliki sendiri. Milik semua orang dan seluruh dunia, termasuk yang mencemooh dan menolak-Nya.BD.eLeSHa.

Sabtu, 02 Januari 2016

Aku Membaptis dengan Air.....

Pw. S. Basilius Agung dan Gregorius dr Nazianze, UskPujG (P)
1 Yoh. 2:22-28
Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4
Yoh. 1:19-28


1 Yoh. 2:22-28

2:22 Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
2:23 Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa.
2:24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.
2:25 Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal.
2:26 Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu.
2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu -- dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta -- dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.
2:28 Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

Yoh. 1:19-28

1:22 Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?"
1:23 Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya."
1:24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.
1:25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?"
1:26 Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal,
1:27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak."
1:28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.


Aku Membaptis dengan Air.....

Saudara terkasih, apa yang dinyatakan Yohanes Pembaptis membuktikan kerendahan hati, sangat tahu diri, dan sikap terbuka akan kehendak Tuhan di atas segalanya. Bagaimana ia menyatakan membuka tali kasut-Nya, sebuah tindakan sangat rendah dan remeh saja tidak layak. Lihat bagaimana guru besar dengan begitu banyak pengikut bisa bersikap demikian. sikap yang menginspirasi banyak pihak hingga kita hari ini, lebih banyak memegahkan diri agar kita mudah dipengaruhi dunia ini. Karya dan hati yang hebat dari Yohanes Pembaptis di dalam menyiapkan jalan Yesus dan mengormati-Nya melebihi diri sendiri. Tindakan Luar biasa.
Hari ini Gereja juga memperingati St. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianse. Dua sahabat yang menghadapi gereakan Arian. Bahasa dan pendekatan lemah lembut dan bahasa baik sehingga mereka akhirnya kembali ke dalam pangkuan Gereja. Gregorius memeilih menyepi dan mengajar dengan menulis buku. Ajaran-ajarannya yang ia tuliskan merupakan kekayaan gereja hingga hari ini. Sahabatnya. Basilius Agung berasal dari keluarga yang saleh, sama dengan Gregorius, keluarga mereka banyak yang dianugerahi sebagai kudus. Basilius cerdas dalam ilmu berpidato, pengajar terkenal ini, banyak mendapatkan pujian, namun menjadikannya jatuh pada kesombongan. Pembinaan dan pendampingan dari keluarganya, adik-adiknya, dan kakaknya, akhirnya ia ikut hidup membiara. Menghadapi serangan Arianisme ia banyak menuliskan buku dan surat, masih ada 300 suratnya hingga kini yang masih bisa dipelajari. Sikap rendah hati, sederhana, dan tegas menjadikannya pribadi yang menarik. Uskup yang  peduli kepada orang miskin, dan tidak segan-segan mengkritik umat yang kaya namun abai kepada saudaranya yang miskin ini memiliki tubuh yang kurus karena ketatnya hidup pertapanya.
Saudara terkasih, banyak inspirasi dari Kitab Suci dan tokoh Gereja yang hidup di masa lampau, dan tetap memberikan warna ke dalam Gereja kita. Bagaimana kesederhanaan, kerendahatian, dan keterbukaan dalam menjalani kehendak Tuhan dalam hidup kita. Tuhan hadir dalam hati dan diri kita dengan banyak cara.BD.eLeSHa.



Jumat, 01 Januari 2016

Maria Bunda Allah

HARI RAYA SANTA MARIA BUNDA ALLAH (P)
Bil. 6:22-27
Mzm. 67:2-3,5,6,8
Gal. 4:4-7
Luk. 2:16-21


Bil. 6:22-27

6:22 TUHAN berfirman kepada Musa:
6:23 "Berbicaralah kepada Harun dan anak-anaknya: Beginilah harus kamu memberkati orang Israel, katakanlah kepada mereka:
6:24 TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau;
6:25 TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia;
6:26 TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.
6:27 Demikianlah harus mereka meletakkan nama-Ku atas orang Israel, maka Aku akan memberkati mereka."


Gal. 4:4-7

4:4 Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat.
4:5 Ia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.
4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

Luk. 2:16-21

2:16 Lalu mereka cepat-cepat berangkat dan menjumpai Maria dan Yusuf dan bayi itu, yang sedang berbaring di dalam palungan.
2:17 Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu.
2:18 Dan semua orang yang mendengarnya heran tentang apa yang dikatakan gembala-gembala itu kepada mereka.
2:19 Tetapi Maria menyimpan segala perkara itu di dalam hatinya dan merenungkannya.
2:20 Maka kembalilah gembala-gembala itu sambil memuji dan memuliakan Allah karena segala sesuatu yang mereka dengar dan mereka lihat, semuanya sesuai dengan apa yang telah dikatakan kepada mereka.
2:21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.


Maria Bunda Allah

Saudara terkasih, Bunda Allah adalah salah satu dogma yang diyakini dan diimani oleh Gereja Katolik. Sama sekali tidak ada ayat Kitab Suci yang menyatakannya secara langsung, namun menjadi logis ketika mengatakan bahwa Yesus sebagai Anak Allah, berarti ibu-Nya adalah Bunda Allah.
Sama sekali tidak perlu menjadi perdebatan, jika ada yang menayakan dan meminta penjelasan mengenai hal ini, sedangkan tidak bisa menjawab dengan baik, katakan saja, bahwa ini iman saya, kalau tidak mengimaninya ya sudah bukan halangan dan perlu mempengaruhi. Memang itu bukan jawaban yang memuaskan dan seharusnya, namun paling tidak tidak menimbulkan perbantahan. Dogma sangat tidak mudah untuk dipahami tanpa adanya kacamata iman.

Saudara terkasih, menjadi anak berarti menjadi ahli waris. Kita sebagai anak-anak Allah, mendapatkan hak untuk hidup bersama di dalam kasih karunia-Nya. Hidup kekal dan kasih yang sejati yang dibawa Yesus juga miik kita. Kita telah diselamatkan dengan kedatangan Anak Manusia yang dilahirkan Maria, sang perawan yang rendah hati. Kita bisa membayangkan betapa beratnya perjuangan kita, kalau Maria menolak untuk menjadi Ibu Penebus. Pilihan dan tawaran Allah yang sangat berat itu diterima dengan tangan terbuka dan hati yang besar untuk menerima tugas itu oleh Maria. Ada kerjasama di antara kedua pihak. Allah juga tidak semena-mena, namun Maria melihat rencana Allah yang demikian luhur siap menyambut.BD.eLeSHa.