Senin, 21 Desember 2015

Sukacita Perjumpaan dengan Sang Penebus

Hari Senin Biasa Khusus Adven (U)
Zef. 3:14-18
Mzm. 33:2-3,11-12,20-21
Luk. 1:39-45



Zef. 3:14-18

3:14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!
3:15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.
3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
3:18 seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

Luk. 1:39-45

1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana."


Sukacita Perjumpaan dengan Sang Penebus

Perjumpaan yang membawa sukacita, tampak dengan jelas ketika Elisabet menerima Maria. Bagaimana janin yang masih ada di perut Maria itu membawa daya luar biasa sehingga bayi di perut Elisabet memberikan respons dan tanggapan yang besar. Ada komunikasi di antara keduanya, dan merekalah yang akan membawa dunia baru. Satunya membuka jalan bagi Yang Lain, yang akan merasakan karya yang telah dipersiapkan.
Saudara terkasih, iman, kepercayaan, apalagi Tuhan itu membawa suka cita, kegembiraan, kedamaian, dan gairah, serta semangat untuk maju. Kita patut bertanya kalau semangat untuk maju itu pupus, malah adanya ketakutan, khawatir salah, cemas apakah boleh ini dan itu, sedangkan hidup itu penuh pilihan kita patut bertanya.
Iman itu membebaskan. Pewahyuan itu membawa selamat. Cemas, khawatir bukan karya kebebasan tentunya. Suka cita itu kita peroleh dengan adanya perjumpaan dengan Tuhan. Perjumpaan yang menyenangkan. Kita bisa membayangkan bagaimana berjumpa dengan sahabat, kekasih, atau saudara yang selama ini telah berpisah, tentu senang dan bahagia. Tuhan itu hadir setelah sekian lama kita terpisah dengan-Nya. Apakah kita cemas atau senang? Tentu saja senang dan bahagia.

Tuhan kita datang dalam kerangka untuk membawa kita kembali kepada kesatuan dengan Bapa. Tidak ada yang perlu kita cemaskan dan khawatirkan. Semua indah dan suka cita yang ada. Kehidupan kekal sebagai berkat yang paling besar yang boleh kita terima. Reaksi kita sebagaimana bayi Yohanes di dalam kandungan Elisabet yaitu melonjak. Tanda suka cita dan bahagia. BD.eLeSHa.

Minggu, 20 Desember 2015

Perjumpaan yang Meneguhkan

HARI MINGGU ADVEN IV (H)
Mi. 5:1-4a
Mzm. 80:2ac, 3b, 15-16,18-19
Ibr. 10:5-10
Luk. 1:39-45


Mi. 5:1-4a

5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
5:2 Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.
5:3 Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,
5:4 dan dia menjadi damai sejahtera.


Ibr. 10:5-10

10:5 Karena itu ketika Ia masuk ke dunia, Ia berkata: "Korban dan persembahan tidak Engkau kehendaki -- tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku --.
10:6 Kepada korban bakaran dan korban penghapus dosa Engkau tidak berkenan.
10:7 Lalu Aku berkata: Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku."
10:8 Di atas Ia berkata: "Korban dan persembahan, korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau kehendaki dan Engkau tidak berkenan kepadanya" -- meskipun dipersembahkan menurut hukum Taurat --.
10:9 Dan kemudian kata-Nya: "Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu." Yang pertama Ia hapuskan, supaya menegakkan yang kedua.
10:10 Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus.

Luk. 1:39-45

1:39 Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.
1:40 Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
1:41 Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus,
1:42 lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.
1:43 Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?
1:44 Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan.
1:45 Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana.



Perjumpaan yang Meneguhkan

Saudara terkasih, kita hendak merayakan Natal. Ada waktu yang tersisa tinggal sekejab. Tinggal menunggu waktu. Sukacita Natal itu sudah terasa, apalagi di pusat perbelanjaan dan faktor ekonomi. Iklan dan faktor ekonomi memang sangat menonjol. Namun apakah kita juga ikut arus demikian, dan melepaskan yang rohani. Kedatangan Tuhan itu suka cita dan bukan hanya karena pesta Natalnya, namun bagaimana datang-Nya Tuhan itu jauh lebih memberikan suka cita.
Salah satu yang penting dan menginspirasi masa dekat Natal adalah kisah kedatangan Maria ke Elisabet. Perjumpaan yang meneguhkan satu sama lain. Mereka keduanya sama-sama mengandung yang bukan peristiwa biasa. Mereka saling mendukung dan menguatkan. Kekuatan untuk menjalankan rencana dan kehendak Tuhan.

Mendengarkan juga menjadi hal yang penting di tengah dunia yang sibuk dan asyik dengan diri sendiri dan kepentingan sendiri. Bagaimana memberikan waktu dan menyediakan diri untuk orang lain sangat memberikan suka cita. Pemikiran membuang-buang waktu ketika bercengkerama dan berbincang dengan orang lain, perlu sedikit dikurangi. Menyediakan waktu bisa memberikan hal yang baru pula. Zaman modern yang lebih menilai dari kesibukan dan asyik dengan diri sendiri perlu diperbarui dengan kesiapan memberikan diri pada yang lain. Penyakit manusia modern adalah kesepian di tengah keramaian yang tidak bisa didapat oleh beberapa orang yang sedang tidak bisa mengikuti pola dunia. Kesediaan kita membantu yang tidak mampu itu, adalah kekuatan dan kebahagiaan dan sukacita yang lebih bernilai daripada hanya pesta Natal semeriah apapun itu. Pesta bisa berlalu, persaudaraan akan abadi. BD.eLeSHa.

Sabtu, 19 Desember 2015

Semuanya Mungkin Di Dalam Tuhan

Sabtu Biasa Khusus Adven (U)
Hak. 13:2-7,24-25
Mzm. 71:3-4a,5-6ab,16-17
Luk. 1:5-25


Hak. 13:2-7,24-25

13:2 Pada waktu itu ada seorang dari Zora, dari keturunan orang Dan, namanya Manoah; isterinya mandul, tidak beranak.
13:3 Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: "Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.
13:4 Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram.
13:5 Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin."
13:6 Kemudian perempuan itu datang kepada suaminya dan berkata: "Telah datang kepadaku seorang abdi Allah, yang rupanya sebagai rupa malaikat Allah, amat menakutkan. Tidak kutanyakan dari mana datangnya, dan tidak juga diberitahukannya namanya kepadaku.
13:7 Tetapi ia berkata kepadaku: Engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; oleh sebab itu janganlah minum anggur atau minuman yang memabukkan dan janganlah makan sesuatu yang haram, sebab sejak dari kandungan ibunya sampai pada hari matinya, anak itu akan menjadi seorang nazir Allah.
13:24 Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.
13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.

13:24 Lalu perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki dan memberi nama Simson kepadanya. Anak itu menjadi besar dan TUHAN memberkati dia.
13:25 Mulailah hatinya digerakkan oleh Roh TUHAN di Mahane-Dan yang terletak di antara Zora dan Esytaol.

Luk. 1:5-25

1:5 Pada zaman Herodes, raja Yudea, adalah seorang imam yang bernama Zakharia dari rombongan Abia. Isterinya juga berasal dari keturunan Harun, namanya Elisabet.
1:6 Keduanya adalah benar di hadapan Allah dan hidup menurut segala perintah dan ketetapan Tuhan dengan tidak bercacat.
1:7 Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.
1:8 Pada suatu kali, waktu tiba giliran rombongannya, Zakharia melakukan tugas keimaman di hadapan Tuhan.
1:9 Sebab ketika diundi, sebagaimana lazimnya, untuk menentukan imam yang bertugas, dialah yang ditunjuk untuk masuk ke dalam Bait Suci dan membakar ukupan di situ.
1:10 Sementara itu seluruh umat berkumpul di luar dan sembahyang. Waktu itu adalah waktu pembakaran ukupan.
1:11 Maka tampaklah kepada Zakharia seorang malaikat Tuhan berdiri di sebelah kanan mezbah pembakaran ukupan.
1:12 Melihat hal itu ia terkejut dan menjadi takut.
1:13 Tetapi malaikat itu berkata kepadanya: "Jangan takut, hai Zakharia, sebab doamu telah dikabulkan dan Elisabet, isterimu, akan melahirkan seorang anak laki-laki bagimu dan haruslah engkau menamai dia Yohanes.
1:14 Engkau akan bersukacita dan bergembira, bahkan banyak orang akan bersukacita atas kelahirannya itu.
1:15 Sebab ia akan besar di hadapan Tuhan dan ia tidak akan minum anggur atau minuman keras dan ia akan penuh dengan Roh Kudus mulai dari rahim ibunya;
1:16 ia akan membuat banyak orang Israel berbalik kepada Tuhan, Allah mereka,
1:17 dan ia akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya."
1:18 Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya."
1:19 Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu.
1:20 Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya."
1:21 Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci.
1:22 Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu.
1:23 Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah.
1:24 Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya:
1:25 "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."



Semuanya Mungkin Di Dalam Tuhan

Hari Raya Natal makin dekat, kita hari-hari ini diajak untuk merenungkan kebesaran dan kuasa Allah yang tiada batas itu. Mahakuasa dan Mahabesar nyata dan konkrit bagi Allah. Dua halsoal kelahiran yang luar biasa boleh kita renungkan. Perjanjian Lama kali ini menyajikan kelahiran Simson yang dikandung oleh ibu yang telah mati haid atau menopause. Mana bisa secara manusiawi hal itu terjadi. Abad modern ini memang bisa melakukan tindakan rekayasa dengan berbagai hal. Waktu itu? Hanya karya Tuhan yang ajaib.
Perjanjian Baru menyajikan pengalama Zakharia dan Elisabet yang sama dengan Manoah dan istrinya. Bagaimana mereka telah tua dan tidak memiliki anak, namun tiba-tiba Allah menunjukkan belas kasih dan kuasa-Nya dan Elisabet hamil. Keadaan luar biasa bagi manusia, namun biasa bagi Allah.
Bacaan ini hendak mengajak kita kepada kesiapan menantikan kedatangan Yesus dalam peristiwa Natal. Allah berbuat yang sama sekali tidak pernah dipikirkan manusia. Kali ini  melalui seorang perawan sederhana yang bernama Maria. Kesediaan untuk menerima tawaran Allah sebagaimana adanya, berbeda dengan Zakaria yang sempat ragu dan menjadi bisu. Maria menyetujui bahwa itu kehendak Allah dan ia siap menerimanya. Sikap yang luar biasa besar juga dialami Elisabet yang menyatakan Tuhan berbuat baginya. Membuang aib di masa tuanya. Kita tentu bisa membayangkan betapa malunya orang setua itu harus mengandung. Elisabet melihat jauh lebih “memalukan” ia meninggal tanpa adanya anak sebagai lambang kesuburan perempuan.

Saudara terkasih, kita biasa melihat kemampuan manusiawi yang sering akan menghambat dalam kehidupan ini. Namun ingat tidak bahwa masih ada Tuhan di sana. Tuhan bisa intervensi di mana saja dan kapan saja dengan kuasa-Nya. Sikap melihat rencana dan kehendak Tuhan di dalam hidup kita dengan penuh percaya. Ada Tuhan yang akan menghasilkan yang sangat tidak terduga dan itulah Tuhan.BD.eLeSHa.

Jumat, 18 Desember 2015

Imanuel, Allah Menyertai Kita

Hari Jumat Khusus Adven (U)
Yes. 23:5-8
Mzm. 72:2,12-13,18-19
Mat. 1:18-24


Yes. 23:5-8

23:5 Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.
23:6 Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN keadilan kita.
23:7 Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!,
23:8 melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah mencerai-beraikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri.


Mat. 1:18-24

1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.


Imanuel, Allah Menyertai Kita

Saudara terkasih, hari Natal menjelang dan makin dekat, hari ini kita diajak untuk merenungkan bagaimana Tuhan akan hadir. Hal-hal besar dan luar biasa mendahului peristiwa itu. Yesus yang akan menyelamatkan umat manusia sebagaimana mimpi Yusuf yang hendak meninggalkan Maria dengan diam-diam.
Anak itu juga akan dikenal sebagai Imanuel yang berarti Allah menyertai kita. Apa artinya bahwa Allah yang enyertai kita itu sebagai Penyelamat atas hidup kita. Keselamatan yang bukan hanya di dunia ini, namun hidup kekal karena dosa yang memisahkan kita telah dipulihkan. Anugerah luar biasa bagi kita.
Apa yang bisa kita pelajari ialah sikap Maria dan Yusuf, yang sepenuhnya menyerahkan itu pada kehendak Allah. Sama sekali hal yang tidak mudah, namun mereka berdua dengan hati yang jernih, suci, dan terbuka menyerahkan pada Penyelenggaraan Ilahi.
Bacaan pertama memberikan kepada kita pembelajaran bahwa Perjanjian Lama mengajarkan bahwa kebebasan dari perbudakan fisik. Di mana manusia tidak bebas secara badani di bawah kendali bangsa Mesir dan dibebaskan dibawa kembali ke tanah leluhur yang merupakan tanah merdeka.
Apa yang Tuhan Allah sampaikan jauh lebih berharga karena kebebasan bukan hanya bebas secara fisik dengan bebas dari perbudakan, namun kita akan mendapatkan hidup kekal, hidup abadi dalam kemerdekaan anak-anak Allah. Pembebasan dan perbudakan saja sudha membahagiakan, apalagi ini bebas dari perbudakan jiwa dan itu sejati.
Persiapan makin dekat dalam menyambut Natal, kelahiran Juru Selamat, apa yang sudah kita lakukan, soal kue atau baju? Atau bernuansa rohani dengan makin banyak berdoa, merenungkan Kitab Suci, dan menerima sakramen rekonsiliasi? BD.EeLeSHa.






Kamis, 17 Desember 2015

Silsilah Yesus

Hari Kamis Biasa Khusus Adven (U)
Kej. 49:2,8-10
Mzm. 72:1-2,3-4ab,7-8,17
Mat. 1:1-17


Kej. 49:2,8-10

49:2 Berhimpunlah kamu dan dengarlah, ya anak-anak Yakub, dengarlah kepada Israel, ayahmu
49:8 Yehuda, engkau akan dipuji oleh saudara-saudaramu, tanganmu akan menekan tengkuk musuhmu, kepadamu akan sujud anak-anak ayahmu.
49:9 Yehuda adalah seperti anak singa: setelah menerkam, engkau naik ke suatu tempat yang tinggi, hai anakku; ia meniarap dan berbaring seperti singa jantan atau seperti singa betina; siapakah yang berani membangunkannya?
49:10 Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda ataupun lambang pemerintahan dari antara kakinya, sampai dia datang yang berhak atasnya, maka kepadanya akan takluk bangsa-bangsa



Mat. 1:1-17

1:1 Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham.
1:2 Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya,
1:3 Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram,
1:4 Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon,
1:5 Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai,
1:6 Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria,
1:7 Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa,
1:8 Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia,
1:9 Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia,
1:10 Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia,
1:11 Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel.
1:12 Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel,
1:13 Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor,
1:14 Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud,
1:15 Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub,
1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
1:17 Jadi seluruhnya ada: empat belas keturunan dari Abraham sampai Daud, empat belas keturunan dari Daud sampai pembuangan ke Babel, dan empat belas keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.



Silsilah Yesus

Saudara terkasih, sepekan menjelang Hari raya natal, kita diajak untuk merenungkan silsilah Yesus secara manusiawi, di mana Ia adalah keturunan dari garis keturunan Yosep atau Yusuf. Yusuf yang merupakan keturunan dari raja besar Daud. Bacaan pertama menunjukkan bagaimana Yehuda sebagai moyang  Yusuf dan Yesus secara tidak langsung. Kuasa dan kebesaran Yehuda telah dinubuatkan di Perjanjian Lama. Secara hukum, Yesus adalah anak Yusuf. Tidak bisa disangkal secara hukum bapak Yesus adalah Yusuf.
Kita bisa belajat bahwa karya Allah tidak mengenal skandal atau apapun yang akan menghambat karya dan kehendak-Nya. Apapun bisa terjadi, karena dengan demikian Tuhan memanggil manusia bukan dalam kesempurnaan namun dalam kemanusiaan itu sendiri. Manusia tidak ada yang sempurna dan Tuhan yang hadir untuk membuat layak dan pantas.
Saudara terkasih, kita sering takut dan khawatir dengan kehidupan kita, baik dalam karir, dalam kerja, atau dalam pelayanan kita. Cemas dengan kelemahan, khawatir dengan kekurangan, dan takut membuat kesalahan, yakinlah, Tuhan hadir untuk melengkapi semuanya. Ia hadir untuk menyempurnakan apa yang telah kita lakukan.
Kita tentu pernah bingung mau mengatakan apa, namun tiba-tiba ada yang tiba-tiba seperti ada yang membisikan di dalam hati kita. Bisikan itu adalah Tuhan yang menguatkan kelemahan kita, menyempurnakan kinerja kita, dan melengkapi kekurangan kita..
Sempurna, lengkap, dan tidak memiliki kelemahan ada di dalam Tuhan Yesus. Kita bisa memiliki bagian demikian di dalam Tuhan setiap karya dan tugas kita. Kepasrahan dan keterbukaan yang akan memampukan dalam diri kita, akan kehendak Allah. BD.eLeSHa.


Rabu, 16 Desember 2015

Pertanyaan Siapa Yesus

Rabu Biasa Pekan III Adven (U)
Yes. 45:6b – 8,18,21b-25
Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14
Luk. 7:19-23


Yes. 45:6b – 8,18,21b-25

45:6b Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain,
45:7 yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.
45:8 Hai langit, teteskanlah keadilan dari atas, dan baiklah awan-awan mencurahkannya! Baiklah bumi membukakan diri dan bertunaskan keselamatan, dan baiklah ditumbuhkannya keadilan! Akulah TUHAN yang menciptakan semuanya ini.
45:18 Sebab beginilah firman TUHAN, yang menciptakan langit, -- Dialah Allah -- yang membentuk bumi dan menjadikannya dan yang menegakkannya, -- dan Ia menciptakannya bukan supaya kosong, tetapi Ia membentuknya untuk didiami --: "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain
45:21b  Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!
45:22 Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain.
45:23 Demi Aku sendiri Aku telah bersumpah, dari mulut-Ku telah keluar kebenaran, suatu firman yang tidak dapat ditarik kembali: dan semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku, dan akan bersumpah setia dalam segala bahasa,
45:24 sambil berkata: Keadilan dan kekuatan hanya ada di dalam TUHAN. Semua orang yang telah bangkit amarahnya terhadap Dia akan datang kepada-Nya dan mendapat malu,
45:25 tetapi seluruh keturunan Israel akan nyata benar dan akan bermegah di dalam TUHAN."

Luk. 7:19-23

7:19 ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"
7:20 Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: "Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"
7:21 Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh-roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.
7:22 Dan Yesus menjawab mereka: "Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.
7:23 Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku


Pertanyaan Siapa Yesus

Bacaan hari ini kita diajak oleh Gereja untuk merenungkan siapa Yesus itu sebenarnya. Salah satu penanya yang sangat besar adalah Yohanes Pembaptis, ia hanya mendengar soal Yesus ketika ia di telah di penjara. Wajar ketika ia yang diutus untuk mewartakan kedatangan-Nya itu tidak tahu siapakah DIA itu. Kerendahan hati ditunjukkan oleh Yohanes yang mengirimkan muridnya untuk bertanya kepada-Nya. Bentuk keterbukaan dan kerendahan hati seorang Yohanes.
Jawaban Yesus tidak serta merta mengatakan ya atau bukan, namun mengajak untuk berpikir, bagaimana keadaan di sekitar yang ada hal-hal yang baru. Apa artinya bahwa orang buta bisa melihat, orang lumpuh bisa berjalan, dan orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar kembali, dan orang mati dibangkitkan, serta orang mikin boleh ikt bergembira. Perjanjian Lama telah menubuatkan bahwa masa di mana hal-hal luar biasa itu terjadi, itu artinya Mesias telah datang dan hadir.
Arti dari semua itu ialah kehendak Tuhan agar semuanya bisa menerima DIA dan berbahagia. Apa yang Ia hadirkan adalah kebahagiaan bagi yang tidak menolak-Nya. Konsekuensi yang logis, bagimana orang bisa berbahagia saat ia menolak dan jengkel kepada Sumber Bahagia tersebut.

Saudara terkasih, pertanyaan Siapaah Engkau, ini sangat relevan bahkan hingga hari ini. Keberadaan Yesus dan karya-Nya masih saja dipertanyakan dan dicari-cari titik tanyanya. Tidak sedikit bahkan pengikut-Nya pun masih acap ragu. Sikap yang demikian tentu akan membuat tidak bahagia. Hadir-Nya itu kebahagiaan. Sejarah Gereja yang demikian panjang memperlihatkan tanya dan usaha jawab dari manusia yang melepaskan diri dari Allah, sehingga tidak sedikit yang tersesat, dan itu banyak hingga hari ini. Saudara terkasih, apa yang perlu kita tanyakan lagi kepada-Nya? Tidak ada dan sikap untuk menerima kebahagiaan di dalam penerimaan tawaran-Nya yang begitu indah itu. BD.eLeSHa.

Selasa, 15 Desember 2015

Pertobatan Itu Sebuah Tindakan Nyata

Selasa Biasa Pekan III Adven (U)
Zef. 3:1-2,9-13
Mzm. 34:2-3,6-7,18,19,23
Mat. 21:28-32


 Zef. 3:1-2,9-13

3:1 Celakalah si pemberontak dan si cemar, hai kota yang penuh penindasan!
3:2 Ia tidak mau mendengarkan teguran siapa pun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap.
3:9 "Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepada-Nya dengan bahu-membahu.
3:10 Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku.
3:11 Pada hari itu engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap Aku, sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang ria congkak, dan engkau tidak akan lagi meninggikan dirimu di gunung-Ku yang kudus.
3:12 Di antaramu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, dan mereka akan mencari perlindungan pada nama TUHAN,
3:13 yakni sisa Israel itu. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong; dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu; ya, mereka akan seperti domba yang makan rumput dan berbaring dengan tidak ada yang mengganggunya.


Mat. 21:28-32

21:28 "Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.
21:29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.
21:30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.
21:31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?" Jawab mereka: "Yang terakhir." Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.
21:32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal percaya kepadanya. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya."



Pertobatan Itu Sebuah Tindakan Nyata


Saudara terkasih, hari ini, di mana kedatangan Tuhan di hari Natal makin dekat, kita semakin diingatkan untuk mempersiapkan diri, salah satunya dengan pertobatan. Bertobat dengan menerima sakramen rekonsiliasi, di mana keadaan kita dipuluhkan kembali. Hubungan yang sempat rusak itu kembali dijalin, relasi yang hakiki, karena berkaitan dengan Tuhan Allah.
Kisah dua anak ini, khas Matius, di mana ada dua orang anak yang diperintahkan untuk ke ladang dengan dua jawaban yang berbeda. Anak pertama mengatakan ya, namun tidak melakukan dan yang kedua mengatakan tidak namun menyesal dan menjalankan perintah itu.
Saudara terkasih, kita sering mengatakan ya namun masih saja hidup dalam manusia lama kita. Menyesal hanya dalam mulut, namun hati dan perilakunya masih tetap saja sama. Hal ini tidak berbeda dengan sikap anak yang pertama tadi. Pilihan mencari aman, toh tidak ada yang tahu, mencari enaknya sendiri, beda antara perbuatan dan perkataan merupakan ciri anak pertama ini.
Berbeda dengan anak yang kedua, ada evaluasi, refleksi diri, yang membawa kepada perubahan sikap dan melangkah setelah menyesali atas apa yang dikatakan. Menolak namun mengerti kehendak bapanya untuk bekerja, ia melangkah dan bekerja. Gambaran sikap yang mau berubah dan tidak hanya mengatakan sudah selesai, atau berbicara asal mengucap dan tidak lagi peduli akan tanggung jawabnya.
Contoh kecil yang dipakai Yesus untuk mengritik para imam kepala dan orang-orang Farisi yang jelas-jelas mendengarkan pewartaan Yohanes Pembaptis namun tidak mau melakukan apa yang ia ajarkan. Sikap yang berbeda ditunjukkan oleh pemungut cukai, penderita kusta, dan para perempuan sundal yang biasa dicap sampah masyarakat justru mau berbalik arah dan mengikuti DIA.

Pertobatan bukan hanya melulu sakramen rekonsiliasi, namun perubahan sikap dan perbuatan. Berbalik arah dari yang jahat kepada kehidupan yang lebih baik. Perbahan sikap dan perbuatan nyata menjadi utama dan jauh lebih penting karena berarti mendasar dan keseluruhan hidup telah berubah. BD.eLeSHa

Senin, 14 Desember 2015

Kami Tidak Tahu, Jawaban Mencari Aman

Pw. S. Yohanes dari Salib, ImPujG (P)
Bil. 24:2-7, 15-17
Mzm. 25:4bc-5ab,6-7bc,8-9
Mat. 21:23-27


Bil. 24:2-7, 15-17

24:2 Ketika Bileam memandang ke depan dan melihat orang Israel berkemah menurut suku mereka, maka Roh Allah menghinggapi dia.
24:3 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;
24:4 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
24:5 Alangkah indahnya kemah-kemahmu, hai Yakub, dan tempat-tempat kediamanmu, hai Israel!
24:6 Sebagai lembah yang membentang semuanya; sebagai taman di tepi sungai; sebagai pohon gaharu yang ditanam TUHAN; sebagai pohon aras di tepi air.
24:7 Air mengalir dari timbanya, dan benihnya mendapat air banyak-banyak. Rajanya akan naik tinggi melebihi Agag, dan kerajaannya akan dimuliakan
24:15 Lalu diucapkannyalah sanjaknya, katanya: "Tutur kata Bileam bin Beor, tutur kata orang yang terbuka matanya;
24:16 tutur kata orang yang mendengar firman Allah, dan yang beroleh pengenalan akan Yang Mahatinggi, yang melihat penglihatan dari Yang Mahakuasa, sambil rebah, namun dengan mata tersingkap.
24:17 Aku melihat dia, tetapi bukan sekarang; aku memandang dia, tetapi bukan dari dekat; bintang terbit dari Yakub, tongkat kerajaan timbul dari Israel, dan meremukkan pelipis-pelipis Moab, dan menghancurkan semua anak Set


Mat. 21:23-27

21:23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?"
21:24 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
21:25 Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
21:26 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi."
21:27 Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesus pun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
21:23 Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya: "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?"
21:24 Jawab Yesus kepada mereka: "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.
21:25 Dari manakah baptisan Yohanes? Dari sorga atau dari manusia?" Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan berkata: "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak percaya kepadanya?
21:26 Tetapi jikalau kita katakan: Dari manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes ini nabi."
21:27 Lalu mereka menjawab Yesus: "Kami tidak tahu." Dan Yesus pun berkata kepada mereka: "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu.



Kami Tidak Tahu, Jawaban Mencari Aman

Saudara terkasih, hari ini kita diajak merenungkan bagaimana orang dengan mudahnya hendak menjatuhkan orang dan mencari aman dan selamat sendiri. Imam-Imam kepala hendak menjatuhkan Yesus dengan mempertanyakan kuasa-Nya yang selama ini berbuat dengan penuh kuasa, mengampuni dosa, menyembuhkan orang di hari Sabat, menjungkirbalikkan pedagang di Bait Allah, padahal mereka semua yang wajib melakukan itu hanya diam saja. Soal kuasa mengampuni dosa bagi mereka bukan hak dan tugas Yesus. Mereka merasa akan menjatuhkan Yesus.
Mereka terjebakk dengan pendekatan mereka ketika Yesus menanyakan kuasa Yohanes Pembaptis. Jawaban diplomatis untuk mencari aman, kami tidak tahu. Sering dan mudah kita lakukan untuk mencri selamat kita. Bukan hanya sekali, bahkan hampir setiap saat kita mendengarkan hal atau model pendekatan demi selamat model demikian.

Saudara terkasih, kita tentu banyak yang tahu bagaimana pejabat kita saling menjatuhkan dengan berbagai cara, dan berkelit dengan cara yang sama. Bagaimana pengalaman ribuan tahun lalu itu tetap hadir dan sangat aktual sedang kita alami. Terpojok akan menjawab lupa, tidak tahu, sakit. Hal demikian bukan hanya pejabat tinggi kog, anak-anak pun telah belajar model demikian. Pendidikan dan agama memegang peran penting hal demikian. Bagaimana pendidikan dan agama sebagai punggawa moral harus mendidik anak-anak memiliki sikap tanggung jawab dan kewajiban bagi bagian hidup. Jiwa yang memiliki tanggung jawab dan sportif untuk berani mengatakan kebenaran dan bukan selamat sendiri. BD.eLeSHa.

Minggu, 13 Desember 2015

Apakah yang Harus Kami Perbuat?

                                                                HARI MINGGU ADVEN III (U)
Ze. 3:14-18
Yes. 12:2-3,4bcd,5-6
Fil. 4:4-7
Luk. 3:10-18


Ze. 3:14-18

3:14 Bersorak-sorailah, hai puteri Sion, bertempik-soraklah, hai Israel! Bersukacitalah dan beria-rialah dengan segenap hati, hai puteri Yerusalem!
3:15 TUHAN telah menyingkirkan hukuman yang jatuh atasmu, telah menebas binasa musuhmu. Raja Israel, yakni TUHAN, ada di antaramu; engkau tidak akan takut kepada malapetaka lagi.
3:16 Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem: "Janganlah takut, hai Sion! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu.
3:17 TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
3:18 seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.
Fil. 4:4-7

4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus
4:4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!
4:5 Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!
4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus


Luk. 3:10-18

3:10 Orang banyak bertanya kepadanya: "Jika demikian, apakah yang harus kami perbuat?"
3:11 Jawabnya: "Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian."
3:12 Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: "Guru, apakah yang harus kami perbuat?"
3:13 Jawabnya: "Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu."
3:14 Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: "Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?" Jawab Yohanes kepada mereka: "Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu."
3:15 Tetapi karena orang banyak sedang menanti dan berharap, dan semuanya bertanya dalam hatinya tentang Yohanes, kalau-kalau ia adalah Mesias,
3:16 Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: "Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.
3:17 Alat penampi sudah di tangan-Nya untuk membersihkan tempat pengirikan-Nya dan untuk mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung-Nya, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan."
3:18 Dengan banyak nasihat lain Yohanes memberitakan Injil kepada orang banyak.


Apakah yang Harus Kami Perbuat?

Penyakit bangsa modern, salah satu yang paling parah ialah apatis, tidak mau tahu, dan seenaknya sendiri. Apatis tidak mau tahu dan peduli pada lingkungan. Hari Minggu Adven III ini kita diajak untuk melihat bagaimana tanggapan murid Yohanes yang hendak memperbaiki hidupnya. Mereka bertanya apa yang harus diperbuat. Mereka memiliki sikap yang terbuka akan kebenaran dan hidup yang lebih baik.
Kedua soal tahu diri dan tahu batas. Bagaimana hari-hari ini kita disibukan energi yang kita miliki  untuk mendengarkan dan menyaksikan soal orang membicarakan politik takpa etika di mana ada orang yang seolah berkuasa penuh dan bisa mengendalikan negara ini. Banyak pihak yang berlebihan dan tidak tahu batas ada di sana. Semua berlebihan demi kelompok dan diri sendiri.
Ketiga, soal menghimpun daripada berbagi. Padahal ajaran Kitab Suci mengajak kita berani berbagi, semua-mua ingin menimbun dan mengumpulkan semakin banyak untuk diri dan kelompok sendiri. Dari atas hingga bawah, kita lihat bagaimana orang mengaku miskin tidak malu-malu, berupaya menampilkan diri pincang demi mendapatkan belas kasihan.

Adven Ketiga diberi simbol lilin pink, di mana ada kegembiraan, suasana gembira itu makin dekat. Apa yang kita nantikan telah ada di depan mata dan semua sudah hampir nyata. Kita bisa membayangkan bagaimana besarnya suka cita kita akan kedatangan orang yang kita kasihi, ini yang hadir adalah Tuhan yang akan menyelamatkan kita. Bagaimana sikap kita dalam menerima-Nya, apa yang sudah kita persiapkan? Persiapan pesta, apakah sudah kita imbangi dan barengi dengan persiapan rohani dan spiritual? BD.eLeSHa.

Pengenalan akan Tanda dan Pribadi

Sabtu Biasa Pekan II Adven (U)
Sir. 48:1-4,9-11
Mzm. 80:2ac,3b,15-16,18-19
Mat. 17:10-13


Sir. 48:1-4,9-11 Sir. 48:1-4,9-11

48:1 Lalu tampillah nabi Elia bagaikan api, yang perkataannya laksana obor membakar.
48:2 Kelaparan didatangkan-Nya atas mereka, dan jumlah mereka dijadikannya se
48:3 Atas firman Tuhan langit dikunci olehnya, dan api diturunkannya sampai tiga kali.
48:4 Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mujizatmu, dan siapa boleh bermegah-megah bahwa sama dengan dikau?
48:9 Dalam olak angin berapi engkau diangkat, dalam kereta dengan kuda-kuda berapi.
48:10 Engkau tercantum dalam ancaman-ancaman tentang masa depan untuk meredakan kemurkaan sebelum meletus, dan mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan segala suku Yakub.
48:11 Berbahagialah orang yang telah melihat dikau, dan yang meninggal dengan kasih mereka, sebab kamipun pasti akan hidup puladikit berkat semangatnya.

                                                                                   
                                                                                    Mat. 17:10-13

17:11 Jawab Yesus: "Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu
17:12 dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka."
17:13 Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis


Pengenalan akan Tanda dan Pribadi

Saudara terkasih, kita diajak untuk melihat bagaimana kemampuan para murid memahami kisah di dalam Perjanjian Lama, bukan semata kisah namun juga tanda dan nubuat serta janji mengenai kedatangan Tuhan dalam diri Mesias. Mereka tahu, namun mereka tidak melihat rahasia yang ada di sana. Soal Elia yang harus datang, mereka tahu ada orang yang mirip-mirip dengan Elia, namun mereka tidak mau tahu dan tidak mau mendengar. Tugasnya untuk menyiapkan jalan kedatangan Anak Manusia. Penderitaan yang ia peroleh sama dengan apa yang akan Anak Manusia alami pula.
Saudara terkasih, kita pun dalam hiudp sehari-hari sering asyik mendengarkan atau bahkan mencari-cari tanda, namun abai akan yang kita nantikan itu. Beberapa waktu lalu kita bingung dengan kekeringan panjang, selalu asyik mencari tanda kapan ada hujan, dan ketika hujan datang lalai, got-got yang penuh dan mampet, akibatnya genangan dan banjir melanda. Benar dan baik mencari dan melihat tanda, namun untuk apa? Membantu atau justru menghambat kita untuk berbuat jauh lebih baik lagi.
Kita sering merenungkan apa yang akan terjadi ya dengan apa yang aku rasakan ini, bukan malah memohon kepada Tuhan agar memberikan kekuatan kalau kita menghadapi hal yang terburuk sekalipun, demikian pula kalau hal baik yang kita dapatkan. Tanda itu membuat kita memperoleh kedekatan relasional terhadap Tuhan Allah kita bukan justru menjauhkan diri dari-Nya.

Saudara terkasih, mendapatkan tanda untuk mengenal Tuhan Yesus itu jauh lebih bijaksana daripada kita asyik untuk mencari tanda-tanda hadir-Nya saja. Apakah kita telah mempersiapkan hati dan budi dengan lebih baik sehingga mendapatkan kehadiran-Nya dengan pantas? BD.eLeSHa.