Senin, 09 November 2015

Yesus Menyucikan Bait Allah


Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran (P)
Yeh. 47:1-2,8-9,12
Mzm. 46:2-3,5-6,8-9
1 Kor. 3:9-11,16-17
Yoh. 2:13-22


Yeh. 47:1-2,8-9,12

47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
47:2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat."

1 Kor. 3:9-11,16-17

3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.
3:10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
3:11 Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu


Yoh. 2:13-22

2:13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
2:15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
2:16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."
2:17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."
2:18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.
2:22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.




Yesus Menyucikan Bait Allah

Saudara terkasih, kisah ini ada di keempat Injil, peristiwa historis yang terjadi dan bagi para penulis Injil dinilai penting. Perbedaan hanya pada penempatannya, namun bukan itu yang utama. Yesus berhadapan dengan Pemuka Yahudi di Yerusalem. Kelompok inilah yang sering menjadi “rival” dan penolak Yesus yang utama. Kali ini Yesus jengkel melihat bahwa Bait Allah menjadi tempat untuk berdagang, di mana tentu ada maksud ekonomi yang tidak jarang justru menjerat umat yang hendak beribadat. Tentu bagi Yesus ini adalah hal yang tidak patut.
Ada yang terganggu kepentingan, tentu saja hal ini terjadi. Pemuka Yahui meminta tanda apa yang membuat Yesus memiliki otoritas mengusir mereka yang dalam arti tertentu sangat merugikan pemuka jemaat itu. Jawaban Yesus yang mereka terima secara harafiah tentu sangat mustahil dan tidak mungkin, bagaimana 46 tahun hanya akan diselesaikan dalam tiga hari.
Waktu teologis berhadapan dengan perhitungan manusiawi. Pembangunan Bait Allah yang berupa gedung dan Diri Sendiri Yesus.  Saudara terkasih, apa yang disampaikan Yesus ialah gedung itu tidak berarti tanpa ROH yaitu Diri-Nya sendiri sebagai Putera Allah yang diutus Bapa.

Mengajak bagaimana pola pikir itu berubah dari yang jasmani ke rohani. Bagaimana Bait Allah itu bisa membawa buah sebagaimana pada bacaan pertama. Spiritual yang mendalam membawa buah yang melimpah, bisa berupa materi, kebijaksanaan, keluarga, dan hati yang penuh syukur dan damai serta cinta kasih itu jauh lebih bermakna dan bernilai.BD.eLeSHa.

Minggu, 08 November 2015

Persembahan Janda Miskin dan Komitmen kepada Allah


Minggu Biasa Pekan XXXII (H)
1 Raj. 17:10-16
Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10
Ibr. 9:24-28
Mrk. 12:38-44 (12:41-44)



1 Raj. 17:10-16

17:10 Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."
17:11 Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
17:12 Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
17:13 Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
17:14 Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu pun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."
17:15 Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.
17:16 Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia


Ibr. 9:24-28

9:24 Sebab Kristus bukan masuk ke dalam tempat kudus buatan tangan manusia yang hanya merupakan gambaran saja dari yang sebenarnya, tetapi ke dalam sorga sendiri untuk menghadap hadirat Allah guna kepentingan kita.
9:25 Dan Ia bukan masuk untuk berulang-ulang mempersembahkan diri-Nya sendiri, sebagaimana Imam Besar setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus dengan darah yang bukan darahnya sendiri.
9:26 Sebab jika demikian Ia harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang Ia hanya satu kali saja menyatakan diri-Nya, pada zaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh korban-Nya.
9:27 Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi,
9:28 demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka, yang menantikan Dia.


Mrk. 12:38-44 (12:41-44)

12:38 Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,
12:39 yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
12:40 yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."
12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."



Persembahan Janda Miskin dan Komitmen kepada Allah


Saudara terkasih, pada hari ini menawarkan kepada kita sabda yang menunjukkan komitmen tinggi akan pengabdian kepada Allah. Bacaan Injil memberikan kontras antara ketamakan Ahli-ahli Taurat yag hidupnya untuk belajar dan mengajar namun malah menjerat para janda dengan hukum mereka padahal sejatinya harus mereka lindungi.
Beberapa hari lalu, media dihebohkan di mana sebuah keluarga saking miskinnya menggodok batu agar anaknya tertidur dan lupa kelaparan yang mereka rasakan. Betapa kontras dengan keadaan elit yang sedang berpesta dan berebut kekuasaan. Ada yang kelaparan namun ada pula yang berkelimpahan dan membuang-buang apa yang diberikan Tuhan.
Saudara terkasih bacaan pertama menunjukkan kepada kita bahwa Allah menghendaki komitment yang tinggi. Ia yang pertama dan kemudian baru kita sendiri. Pola ini membuat kelimpahan bukan kekurangan.
Bacaan Injil pada kisah kedua menunjukkan hal yang sama, bertentangan dengan bagian pertama, di mana ahli Taurat justru menjerat dan tamak akan kuasa, janda yang memiliki dua peser memasukkan semua uangnya ke dalam kotak persembahan, semuanya. Lihat bagaimana Yesus mempertunjukkan kepada kita keadaan luar biasa. Mengapa ibu itu tidak mengambil dan menyimpan yang satu dan mempersembahkan satunya saja. Komitmen yang sangat besar keada Tuhan. Perempuan itu menjadi simbol bahwwa Tuhan adalah segalanya. Persembahan bukan pada besarnya nominal, namun kesungguhan dan kerelaan dari hati yang paling dalam. mungkin angkanya tidak ada apa-apanya dibandingkan penduduk yang kaya, namun orang-orang kaya memberikan dari kelimpahannya, sedangkan perempuan ini dari keseluruhan yang dimilikinya.

Bacaan yang sangat kontekstual dan nyata kita alami, bahwa ada yang berebut kekuasaan yang berarti pula uang, dan ada pula yang masih kekurangan namun justru menjalani hidupnya di dalam jalan Tuhan. Cerminan bagi kita agar makin dekat kepada-Nya dengan segala kelipahan hati dan kasih, tidak hanya materi, yang terkadang malah menjerumuskan kita. BD.eLeSHa.

Sabtu, 07 November 2015

Seorang Hamba Tidak Bisa Mengabdi kepada Dua Tuan

Sabtu Biasa Pekan XXXI (H)
Rm. 16:3-9,16,22-27
Mzm. 145:2-3,4-5,10-11
Luk. 16:9-15


Rm. 16:3-9,16,22-27

16:3 Sampaikan salam kepada Priskila dan Akwila, teman-teman sekerjaku dalam Kristus Yesus.
16:4 Mereka telah mempertaruhkan nyawanya untuk hidupku. Kepada mereka bukan aku saja yang berterima kasih, tetapi juga semua jemaat bukan Yahudi.
16:5 Salam juga kepada jemaat di rumah mereka. Salam kepada Epenetus, saudara yang kukasihi, yang adalah buah pertama dari daerah Asia untuk Kristus.
16:6 Salam kepada Maria, yang telah bekerja keras untuk kamu.
16:7 Salam kepada Andronikus dan Yunias, saudara-saudaraku sebangsa, yang pernah dipenjarakan bersama-sama dengan aku, yaitu orang-orang yang terpandang di antara para rasul dan yang telah menjadi Kristen sebelum aku.
16:8 Salam kepada Ampliatus yang kukasihi dalam Tuhan.
16:9 Salam kepada Urbanus, teman sekerja kami dalam Kristus, dan salam kepada Stakhis, yang kukasihi
16:16 Bersalam-salamlah kamu dengan cium kudus. Salam kepada kamu dari semua jemaat Kristus.
16:22 Salam dalam Tuhan kepada kamu dari Tertius, yaitu aku, yang menulis surat ini.
16:23 Salam kepada kamu dari Gayus, yang memberi tumpangan kepadaku, dan kepada seluruh jemaat. Salam kepada kamu dari Erastus, bendahara negeri, dan dari Kwartus, saudara kita.
16:24 [Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu sekalian! Amin.]
16:25 Bagi Dia, yang berkuasa menguatkan kamu, -- menurut Injil yang kumasyhurkan dan pemberitaan tentang Yesus Kristus, sesuai dengan pernyataan rahasia, yang didiamkan berabad-abad lamanya,
16:26 tetapi yang sekarang telah dinyatakan dan yang menurut perintah Allah yang abadi, telah diberitakan oleh kitab-kitab para nabi kepada segala bangsa untuk membimbing mereka kepada ketaatan iman --
16:27 bagi Dia, satu-satunya Allah yang penuh hikmat, oleh Yesus Kristus: segala kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.


Luk. 16:9-15

16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."
16:10 "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.
16:11 Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya?
16:12 Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
16:13 Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
16:14 Semuanya itu didengar oleh orang-orang Farisi, hamba-hamba uang itu, dan mereka mencemoohkan Dia.
16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu membenarkan diri di hadapan orang, tetapi Allah mengetahui hatimu. Sebab apa yang dikagumi manusia, dibenci oleh Allah.


Seorang Hamba Tidak Bisa Mengabdi kepada Dua Tuan

Saudara terkasih, apa yang kita saksikan hari-hari ini, lebih banyak orang yang tidak setia baik pada pasangan, pekerjaan, majikan, negara, dan sebagainya. Dunia memang indah dan menarik, terutama bagi orang yang lemah iman. Memuji mereka juga memuji yang lain dengan mulut yang sama menghujat pula yang dipuji tersebut.
Kepercayaan berkaitan dengan yang sederhana dan kecil, termasuk juga kesetiaan. Orang bisa mengatakan akan setia pada hal yang besar, namun ketika hal yang kecil tidak mampu kita kelola dengan semestinya, dengan demikian pula yang besar akan sulit untuk dipercayakan kepadanya.
Apa yang Yesus sampaikan kepada orang Farisi merupakan cerminan kepada kita bagaimana kita bisa berkata dan melakukan hal yang berbeda. Dunia perpolitikan kita masih kanak-kanak, perilaku yang katanya demokrasi masih berkutat pada kepentingan sendiri dan sesaat. Bacaan ini sungguh inspiratif untuk kita sebagai anggota Gereja dan masyarakat. Pengabdian kita tidak mungkin kepada dua tuan yaitu Tuhan dan dunia. Alasan dan alibi nanti saja kalau sudah tua baru aktif dalam menggereja, iya kalau sampai tua, Saudara terkasih, mengabdi kepada dunia memisahkan kita kepada Tuhan. Mengabdi Tuhan, tentunya semua itu akan dilimpahkan kepada kita, apapun keingunan dan kebutuhan kita. Tidak  perlu ada yang kita sangsikan mengenai berkat-Nya dalam jalan Tuhan. BD.eLeSHa.

Jumat, 06 November 2015

Mencangkul Aku Tidak Dapat, Mengemis Aku Malu.

Jumat Biasa Pekan XXXI
Rm. 15:14-21
Mzm. 98:11,2-3ab,3cd-4
Luk. 16:1-8



Rm. 15:14-21

15:14 Saudara-saudaraku, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati.
15:15 Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu,
15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.
15:17 Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah.
15:18 Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan,
15:19 oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus.
15:20 Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain,
15:21 tetapi sesuai dengan yang ada tertulis: "Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya."

Luk. 16:1-8

16:1 Dan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya.
16:2 Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara.
16:3 Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu.
16:4 Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka.
16:5 Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku?
16:6 Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan.
16:7 Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul.
16:8 Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang.


Mencangkul Aku Tidak Dapat, Mengemis Aku Malu.

Saudara terkasih, apa yang disampaikan Yesus dalam bacaan hari ini adalah sikap kita terhadap harta. Bagaimana kita memandang materi dan kepemilikan. Pertanggungjawaban kita akan rahmat berupa harta benda itu. Materi diberikan kita untuk menunjang kehidupan kita, bukan kehidupan ini untuk mengabdi kepada uang dan harta benda.
Orang yang tidak setia dan mengelola uang dengan baik, akan menjadi hamba uang. Hidupnya berkutat dengan materi yang menjadi pusat hidupnya. Ilustrasi yang diberikan adalah bendahara yang memang pekerjaannya mengelola harta benda majikannya. Namun karena hidupnya yang buruk, ia mengatur keuangan dengan buruk pula. Tidak ada tanggung jawab dalam pekerjaannya. Maka ia berusaha lebih buruk lagi, agar ada orang yang mau menampungnya.

Saudara terkasih, bacaan ini mengajak kita bertanggung jawab. Dunia dipenuhi dengan godaan. Bacaan yang sangat kontekstual dengan keberadaan kita sebagai bangsa yang sedang berusaha keluar dari persoalan korupsi dan hendak membangun  hidup penuh tanggung jawab. Bagaimana cerdiknya dunia justru meminggirkan orang-orang baik dengan berbagai cara, sehingga terkesan dan ada penilaian sangat buruk. BD.eLeSHa.

Kamis, 05 November 2015

Sukacita Satu Orang Bertobat

Kamis Biasa Pekan XXXI (H)
Rm. 14:7-12
Mzm. 27:1,4,13-14
Luk. 15:1-10


Rm. 14:7-12

14:7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.
14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.
14:9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.
14:10 Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapakah engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah.
14:11 Karena ada tertulis: "Demi Aku hidup, demikianlah firman Tuhan, semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah."
14:12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah.

Luk. 15:1-10

15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
15:4 "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya?
15:5 Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira,
15:6 dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan.
15:7 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan."
15:8 "Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya?
15:9 Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan.
15:10 Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat."


Sukacita Satu Orang Bertobat

Saudara terkasih, dalam bacaan hari ini, Gereja menyajikan kepada kita perumpamaan mengenai domba dan dirham yang hilang. Bagaimana sukacita para pemilik itu ketika apa yang mereka miliki dan hilang itu ditemukan kembali. Kegembiraan dan sukacita bahwa apa yang sempat hilang itu kembali menjadi miliknya.
Kedua, mereka para pemilik ini aktif mencari dan menemukan apa yang mereka cari. Ada upaya untuk mengembalikan apa yang terhilang. Jangan sampai apa yang harusnya aman itu terpisah semakin jauh.
Saudara terkasih, hal itu gambaran untuk kita yang sempat terpisah dari Allah. Kedosaan dan kelemahan kita sempat memisahkan kita dari-Nya. Dan Dia selalu mencari kita untuk kembali ke dalam pangkuan-Nya. Suka cita karena kita “kembali” itu sebagaimana kalau kita kehilangan dan menemukan apa yang hilang itu. Kita bisa membayangkan betapa besar kasih Allah itu, ketika kita terpisah dan hilang Ia cari dan betapa sukacita-Nya ketika kita diketemukan. Anugerah terindah iala bersatu dengan-Nya dalam kehidupan kekal di surga. BD.eLeSHa.

Rabu, 04 November 2015

Komitmen Tinggi

Pw. S. Carolus Borromeus, Usk. (P)
Rm. 13:8-10
Mzm. 112:1-2,4-5,9
Luk. 14:25-33


Rm. 13:8-10

13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Luk. 14:25-33

14:25 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:
14:26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:27 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
14:28 Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
14:29 Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia,
14:30 sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
14:31 Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
14:32 Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
14:33 Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.



Komitmen Tinggi

Saudara terkasih, bacaan kali ini masih berkaitan dengan sabda yang kita renungkan hari kemarin. Jika kemarin berkaitan dengan panggilan memerlukan komitmen, hari ini Tuhan mengajak kita bagaimana komitment itu berwujud. Wujudnya ialah menomor satukan Allah melebihi semuanya, baik pasangan, orang tua, bahkan diri sendiri. Kedua adalah memikul salib dan mengikuti-Nya. Pertimbangan masak-masak dengan seluruh aspek kehidupannya. Pilihan itu harus matang dan tidak terhenti di tengah jalan sebagaimana gambarang membangun rumah.
Mengalahkan semuanya demi Tuhan. Apa artinya, ialah bahwa hanya Tuhan saja yang ada dalam diri dan hatinya. Bukan sesama, pasangan, keluarga, orang tua, dan diri sendiri. Kepentingan, bisa merusak kesetiaan dan pengabdian kita. Itu yang tidak Tuhan kehendaki. Berani mengalahkan semua demi Tuhan semata.
Memanggul salib. Menerima konnsekuensi kehidupan dengan rasa syukur dan rendah hati sebagai bagian kehendak Tuhan. Bersungut-sungut dan mengeluh bukan memanggul salib, namun justru meninggalkan salib. Itu semua belum cukup ketika tidak mengikuti Dia.
Mengikuti DIA berarti tahu dengan baik Siapa DIA dan ke mana Ia pergi. Dan ini berkaitan dengan meninggalkan semuanya demi DIA. Mengalahkan seluruhnya untuk makin akrab dan lekat kepada-Nya.

Pertimbangan masak dan mendalam merupakan keputusan yang terbaik, sehingga bisa memanggul salib dengan enak dan bersama Tuhan. Tidak lagi tengak-tengok dan melihat ke kanan dan ke kiri yang bisa mengubah keteguhan hati dalam menapaki jalan salib bersama-Nya.BD.eLeSHa.

Selasa, 03 November 2015

Menjawab Undangan-Nya

Selasa Biasa Pekan XXXI (H)
Rm. 12:5-16a
Mzm. 131:1,2,3
Luk. 14:15-24


Rm. 12:5-16a

12:5 demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.
12:6 Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita.
12:7 Jika karunia untuk melayani, baiklah kita melayani; jika karunia untuk mengajar, baiklah kita mengajar;
12:8 jika karunia untuk menasihati, baiklah kita menasihati. Siapa yang membagi-bagikan sesuatu, hendaklah ia melakukannya dengan hati yang ikhlas; siapa yang memberi pimpinan, hendaklah ia melakukannya dengan rajin; siapa yang menunjukkan kemurahan, hendaklah ia melakukannya dengan sukacita.
12:9 Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
12:10 Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
12:12 Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
12:13 Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!
12:14 Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
12:15 Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.


Luk. 14:15-24

14:15 Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah."
14:16 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.
14:17 Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap.
14:18 Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.
14:19 Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan.
14:20 Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang.
14:21 Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh.
14:22 Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat.
14:23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh.
14:24 Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."



Menjawab Undangan-Nya


Saudara terkasih, kali ini kita diajak untuk merenungkan apa yang harus kita lakukan dalam menjawab undangan-Nya, dalam hal ini, ilustrasi yang digunakan adalah undangan perjamuan pesta. Ada dua hal yang perlu kita perhatikan, yaitu, sikap positif dalam menjawab panggilan itu dan komitmen tinggi untuk hal itu.
Sikap positif berarti tidak menunda-nunda apa yang menjadi panggilan Tuhan. Bersegera untuk datang dan menyatakan “YA” serta melangkah dan berangkat, bukan beralasan dan berdalih dengan berpanjang lebar.
Komitmen berarti melakukan dengan sepenuh hati. Sepenuh hati berarti jiwa dan raganya. Sikap, bahasa tubuh, dan pakaiannya pun menjadi penilaian. Jangan hanya sebagian namun secara keseluruhan dirinya mau dan melakukan kehendak dan panggilan Tuhan.
Apa yang perlu kita lakukan sebagai jalan untuk melakukan Tuhan, ada dalam Bacaan I, di mana berani memberkati orang yang mengutuk kita. Membantu orang yang kekurangan, hidup dalam suka cita, rela berbagi dan memberikan tumpangan. Saudara terkasih, hal-hal ini konkret dan sangat kontekstual untuk hidup kita hari-hari ini, bagaimana orang banyak mengutuk, dan sikap kita tentu diharapkan Tuhan untuk memberkati, bukan untuk membalas dengan kutukan. Panggilan dan undangan kepada kita jelas bahwa, kita harus bersikap poistif secara total dan menjadi pribadi yang erbeda dengan dunia. Bagaimana sikap kita, apakah sudah sesuai dengan kehendak Tuhan? BD.eLeSHa.



Senin, 02 November 2015

Peringatan Arwah

PERINGATAN MULIA ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN (U/T)
2 Mak. 12:43-45
Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8
1 Kor. 15:12-34
Yoh. 6:37-40


2 Mak. 12:43-45

12:43 Kemudian dikumpulkannya uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan korban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, oleh karena Yudas memikirkan kebangkitan.
12:44 Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati.
12:45 Lagipula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu maka disuruhnyalah mengadakan korban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka


1 Kor. 15:12-34

15:12 Jadi, bilamana kami beritakan, bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada di antara kamu yang mengatakan, bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
15:13 Kalau tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.
15:15 Lebih dari pada itu kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus -- padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, kalau andaikata benar, bahwa orang mati tidak dibangkitkan.
15:16 Sebab jika benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus juga tidak dibangkitkan.
15:17 Dan jika Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaan kamu dan kamu masih hidup dalam dosamu.
15:18 Demikianlah binasa juga orang-orang yang mati dalam Kristus.
15:19 Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.
15:20 Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal.
15:21 Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia.
15:22 Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.
15:23 Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya.
15:24 Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan.
15:25 Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya.
15:26 Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut.
15:27 Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
15:28 Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua.
15:29 Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal?
15:30 Dan kami juga -- mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya?
15:31 Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar.
15:32 Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka "marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati".
15:33 Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
15:34 Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

Yoh. 6:37-40

6:37 Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
6:38 Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.
jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
6:40 Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."



Peringatan Arwah

Gereja Katolik memiliki tradisi untuk memberikan bantuan doa bagi orang-orang yang sudah meninggal. Iman Gereja Katolik memiliki kepercayaan bahwa sebelum berbahagia di dalam surga yaitu para kudus yang kemarin kita rayakan, namun ada yang masih perlu perjuangan untuk meuju surga yaitu di api penyucian. Tugas kita sebagai Gereja yang masih berziarah membantu mereka yang masih ada di api penyucian.
Saudara terkasih, Allah Bapa menghendaki setiap orang agar hidup kekal. Kehidupan kekal, yang tidak dikehendaki Allah ada yang tertinggal. Allah Mahakasih, tentu tidak akan tega membuat orang menderita. Tentu Allah tidak hendak melihat ciptaan-Nya itu menderita. Seluruh upaya dilakukan untuk membawa kita semua dalam kehidupan kekal berbahagia di surga.
Anggapan dan penilaian bahwa Tuhan itu  tega untuk membiarkan ada ciptaan yang menderita perlu diluruskan dan direnungkan kembali, apakah benar. Sama sekali aneh Mahakasih, namun membuat hukuman yang berlebihan. Benar bahwa hukuman dan perbaikan sangat mungkin dan ada. Namun bukan keterpisahan secara kekal. Kesempatan selalu ada dan Allah selalu hadir untuk membawa kembali.

Peringatan arwah juga berguna bagi kita agar dalam hidup ini bukan hanya berpikir untuk hari ini, namun hari mendatang, di mana ada waktu untuk mempertanggungjawabkan hidup kita. Pertanggungjawaban yang tidak bisa dibantu oleh orang lain, selain apa yang kita lakukan. Kasih-Nya yang membantu untuk menyelematkan kita. BD.eLeSHa.

Minggu, 01 November 2015

Berbahagialah....

HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS (P)
Why. 7:2-4, 9-14
Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6
1 Yoh. 3:1-3
Mat. 5:1-12a


Why. 7:2-4, 9-14

7:2 Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut,
7:3 katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"
7:4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel
7:9 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.
7:10 Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"
7:11 Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,
7:12 sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!"
7:13 Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?"
7:14 Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba


1 Yoh. 3:1-3

3:1 Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia.
3:2 Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.
3:3 Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.


Mat. 5:1-12a

5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
5:2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga




Berbahagialah....

Saudara terkasih, pada peringatan semua orang Kudus ini, kita diajak untuk merenungkan sabda bahagia. Bagaimana kita patut berbahagia dalam keadaan-keadaan hidup kita. Di dalam ayat-ayat itu dinyatakan bahwa kita patut berbahagia karena upah kita besar di surga. Apa yang membuat bahagia ialah upah kita, yaitu surga, dengan demikian adalah hidup abadi. Hidup bahagia dan kekal itu hanya karena dan oleh karena berkat kasih Allah yang tak terbatas.
Berkat sudah kita terima bagaimana kita akan menyikapinya adalah bentuk jawaban dan enerimaan kita. Sangat penting, karena tawaran Allah itu tidak akan serta merta kita peroleh kalau kita tidak menyatakan YA, berkat menjadi milik kita kalau kita menerima dengan respons yang sama dengan kehendak Allah itu. Duka cita, miskin, sedih itu sumber kebahagiaan kalau kita mampu melihat dan menjalankannya dalam rancangan Tuhan bukan kehendak kita sendiri. Bahagia adalah ciri hidup Kristiani yang telah memperoleh kehidupan kekal bersama Bapa di surga. Kita hanya perlu mengatakan “YA” atas sapaan dan tawaran-Nya.

Menjalankan apa pun yang terjadi di dalam rancangan Tuhan bukan malah mengeluh dan meninggalkan keadaan tidak enak itu. Kesetiaan dan keberanian mengatakan ya, merupakan jawaban yang ditunggu Allah dan kita pasti mampu menjalankannya. BD.eLeSHa.