Minggu, 09 Agustus 2015

Bekal dari-Nya adalah Roti Hidup

Hari Minggu Biasa Pekan XIX (H)
1 Raj. 19:4-8
Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9
Ef. 4:30-5:2
Yoh. 6:41-51


1 Raj. 19:4-8

19:4 Tetapi ia sendiri masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya, lalu duduk di bawah sebuah pohon arar. Kemudian ia ingin mati, katanya: "Cukuplah itu! Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik dari pada nenek moyangku."
19:5 Sesudah itu ia berbaring dan tidur di bawah pohon arar itu. Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata kepadanya: "Bangunlah, makanlah!"
19:6 Ketika ia melihat sekitarnya, maka pada sebelah kepalanya ada roti bakar, dan sebuah kendi berisi air. Lalu ia makan dan minum, kemudian berbaring pula.
19:7 Tetapi malaikat TUHAN datang untuk kedua kalinya dan menyentuh dia serta berkata: "Bangunlah, makanlah! Sebab kalau tidak, perjalananmu nanti terlalu jauh bagimu."
19:8 Maka bangunlah ia, lalu makan dan minum, dan oleh kekuatan makanan itu ia berjalan empat puluh hari empat puluh malam lamanya sampai ke gunung Allah, yakni gunung Horeb


Ef. 4:30-5:2

4:30 Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan.
4:31 Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
4:32 Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.
5:1 Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih
5:2 dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah.

Yoh. 6:41-51

6:41 Maka bersungut-sungutlah orang Yahudi tentang Dia, karena Ia telah mengatakan: "Akulah roti yang telah turun dari sorga."
6:42 Kata mereka: "Bukankah Ia ini Yesus, anak Yusuf, yang ibu bapa-Nya kita kenal? Bagaimana Ia dapat berkata: Aku telah turun dari sorga?"
6:43 Jawab Yesus kepada mereka: "Jangan kamu bersungut-sungut.
6:44 Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman.
6:45 Ada tertulis dalam kitab nabi-nabi: Dan mereka semua akan diajar oleh Allah. Dan setiap orang, yang telah mendengar dan menerima pengajaran dari Bapa, datang kepada-Ku.
6:46 Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.
6:47 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal.
6:48 Akulah roti hidup.
6:49 Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati.
6:50 Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati.
6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.


Bekal dari-Nya adalah Roti Hidup

Saudara terkasih, beberapa saat yang lalu ada artikel menarik dalam sebuah surat kabar on line yang menyajikan mengenai bekal ke sekolah bagi anak. Disebutkan hati-hati bagi ibu agar tidak memberikan bekal berupa jus dalam kemasan dan gorengan atau makanan sejenisnya. Menarik ialah artikel ini mirip dengan bacaan kita hari ini.
Dalam bacaan pertama, Tuhan menyediakan bekal bagi Elia yang sedang dalam keputusasaan karena pengejaran Izebel. Elia benar-benar putus asa dan bahkan berpikir bahwa ia akan mati, maka ia tidur dan berharap tidak akan bangun. Tuhan hadir menutus malaikatnya dan menyediakan makan dan minum. IA menyediakan bekal untuk 40 hari perjalanan yang akan ditempuhnya.

Perjanjian Baru menyediakan bekal jauh lebih berguna ketika Yesus hadir dan memberikan Roti Hidup yaitu diri-Nya sendiri. Roti yang membuat kenyang bukan hanya sesaat bahkan memberikan hidup. saudara terkasih, apa yang Tuhan sampaikan hadir dalam rupa makan karena manusia akan selalu merasakan bahwa makanan itu penting. Makanan jasmani yang oleh Tuhan digunakan sebagai sarana memperkenalkan Diri yaitu bekal rohani, bekal spiritual. Makan roti dan kenyang saja tidak cukup tentunya, maka kita masih melakukan kegiatan yang berupa aktivitas rohani dan spiritualitas. Berbagai bentuk kita lakukan untuk mendapatkan santapan rohani tersebut. Bacaan rohani dan bacaan Kitab Suci, pendalaman iman, liturgi baik Ekaristi ataupun ibadat di lingkungan, doa bersama, doa pribadi, dan masih banyak olah rohani yang bisa dilakukan. Bagaimanakah kita dalam membina diri agar memperoleh bekal rohani? Apakah itu sudah cukup? BD.eLeSHa.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Yesus Menyembuhkan Anak Menderita Ayan

Pw. S. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah, Im   (P)
Ul. 6:4-13
Mzm. 18:2-3a,3bc-4,47,51ab
Mat. 17:14-20


Ul. 6:4-13

6:4 Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
6:5 Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.
6:6 Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,
6:7 haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
6:8 Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu,
6:9 dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu.
6:10 Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu -- kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan;
6:11 rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami -- dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang,
6:12 maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan.
6:13 Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah.


Mat. 17:14-20

17:14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
17:15 katanya: "Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
17:16 Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya."
17:17 Maka kata Yesus: "Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!"
17:18 Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga.
17:19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: "Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?"
17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.


Yesus Menyembuhkan Anak Menderita Ayan

Saudara terkasih, hari ini, Gereja mengajak kita untuk merenungkan iman kita. Bagaimana kita memiliki iman dan menggunakan dalam kehidupan sehari-hari kita. Iman bukan semata kata-kata, rumusan, atau kefasihan kita menerangkan siapa Dia, apa yang Ia lakukan, namun satu yang pasti ialah  jawaban kita atas tawaran kasih Alllah. Kita sering mampu menenrangkan dengan baik apa kebaikan-Nya, kuasa-Nya, pengorbanan-Nya, atau apapun tentang Dia. Namun mengenal Pribadi-Nya secara utuh lalai dan kita lupa yang pokok ini.
Orang yang anaknya ayan ini merupakan lambang, simbol, dan keterwakilan para murid dan kita semua yang membatasi diri akan kuasa Allah yang akan bekerja. Kita telah membuat dan menjatuhkan vonis, ah itu tidak mungkin, sangat sulit hal itu bagiku, tidak akan bisa karena bla...bla...bla... Pengetahuan, ketrampilan, dan teknologi bisa saja tidak mampu menyelesaikan. Jangan lupa ada Tuhan yang tak terbatas akan mampu menyelesaikannya.
Kita bisa mengatakan aku tahu, namun sebatas otak, sedangkan hati kita sendiri ragu dan cemas bahwa hal itu terlalu besar untuk bisa diatasi. Tentu kita paling tidak pernah mendengar dokter, rumah sakit, dan semua daya upaya untuk kesembuhan mengangkat tangan,, dan menyerahkan sepenuhnya pada Allah dan sembuh. Inilah wujud iman. Hari ini Tuhan mengajak kita sampai pada tataran ini, para murid pun “gagal” mencapai taraf ini, mereka tahu bahwa mereka memiliki kuasa, namun mereka ragu dan lupa ada Tuhan yang akan menyempurnakan kekerungan mereka.

Iman itu berarti pasrah sepenuhnya kepada Allah, usaha, upaya, dan tindakan kita sebatas pada proses bukan hasil. Ingat ada Tuhan yang akan memberikan sentuhan akhir atas usaha kita.BD.eLeSHa.

Jumat, 07 Agustus 2015

Syarat Ikut DIA

Jumat Biasa pekan XVIII (H)
Ul. 4:32-40
Mzm. 77:12-13,14-15,16,21
Mat. 16:24-28


Ul. 4:32-40

4:32 Sebab cobalah tanyakan, dari ujung langit ke ujung langit, tentang zaman dahulu, yang ada sebelum engkau, sejak waktu Allah menciptakan manusia di atas bumi, apakah ada pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu.
4:33 Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup?
4:34 Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsyatan yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu?
4:35 Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa TUHANlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia.
4:36 Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api.
4:37 Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar,
4:38 untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini.
4:39 Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa TUHANlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain.
4:40 Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya."



Mat. 16:24-28

16:24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.
16:25 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
16:26 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
16:27 Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya.
16:28 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya."



Syarat Ikut DIA

Saudara terkasih, mengikuti DIA itu sangat mudah syaratnya yang tidak mudah adalah melakukannya. Dia hanya mensyaratkan agar IA menjadi nomor satu di atas segalanya. Gampang sekali kelihatannya, namun benarkah demikian? Kita bisa saja justru menomorsatukan diri sendiri, pasangan, keluarga, karir, atau apapun yang berpusat pada diri kita sendiri. Banyak godaan dan ganngguan untuk itu.
Memanggul salib sebagai bukti mengikuti-Nya, bisa saja justru salib itu karena buatan kita sendiri. Karena berpusat pada diri sendiri dan keluarga orang menimbun harta dengan cara yang tidak benar. Ketika menghadapi penegak hukum menyatakan sebagai salib yang harus dipanggul. Ini bukan salib namun akibat perbuatan sendiri yang memilih menomorsatukan diri sendiri dari pada Tuhan.
Saudara menempatkan Tuhan di atas segalanya hanya kita sendiri dan Tuhan yang tahu. Kita bisa mengkaji sudahkah kita menempatkan Tuhan pada posisinya dengan mengadakan refleksi bagiamana kita mengarahkan hati kepada-Nya dalam segala suasana dan keadaan. Menghadapi masalah siapa yang kita jadikan sandaran dan mohon bantuan, mengalami sukacita apa yang kita lakukan, mengawali hari dan mengakhiri aktivitas dengan apa dan siapa yang kita sapa?
Apa yang kita tampilkan belum tentu sama dengan apa yang ada di dalam hati kita. Motivasi dan kedalaman hati merupakan hal yang paling dalam dan hakiki hanya kita dan Allah yang tahu dengan persis. Kadang kita sendiri tidak tahu karena berbagai hal kita terkendala untuk tahu dengan baik kita sendiri.

Saudara terkasih, menjalankan kehendak-Nya akan mampu jika kita setia di dalam mendengarkan kehendak-Nya. Itu hanya bisa kita dengar ketika kita mampu mendengar suara hati kita. Suara hati yang perlu dibina terus menerus dengan merenungkan sabda-Nya, mengikuti ibadat-iabdat dalam memjui dan memuliakan-Nya, berdoa dengan tekun dan setia. Itu semua sarana dan bukan tujuan. Tujuannya adalah tahu apa yang Ia kehendaki atas kita. BD.eLeSHa.

Kamis, 06 Agustus 2015

Transfigurasi

Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya (P)
2Ptr. 1:16-19
Mzm. 97:1-2,5-6,9
Mrk.9:2-10


2Ptr. 1:16-19

1:16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
1:18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu
1:16 Sebab kami tidak mengikuti dongeng-dongeng isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kepadamu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sebagai raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya.
1:17 Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan: "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."
1:18 Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
1:19 Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu


Mrk.9:2-10

9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
9:3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.
9:4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
9:5 Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
9:6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.
9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."
9:8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.
9:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.
9:10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."


Transfigurasi

Saudara terkasih, hari ini  Gereja mengajak kita untuk merenungkan apa dan siapa sejatinya Yesus itu. Simbolisasi Perjanjian Lama digunakan untuk menyatakan kualitas Yesus, gunung, awan, pakaian yang berkilat-kilat. Musa berjumpa dan mendapatkan perutusan di atas Gunung Sinai. Kali ini pun Yesus memperlihatkan kemuliaan-Nya di puncak gunung.
Yesus mencegah murid-murid-Nya untuk menceritakan dan mewartakan apa yang mereka saksikan karena mereka tidak mengerti dengan baik apa yang sebenarnya mereka saksikan. Kalau bahasa muda-mudi mereka ini salah tingkah, takut, gembira, dan tidak mengerti saling tumpang tindih, maka yang diiucapkan menjadi tidak jelas. Kegagalan para murid yang diwakili oleh Petrus dengan idenya ini merupakan gambaran kita pula.
Bagaimana kalau sedang gembira kita akan selalu memegang itu dan tidak hendak melepaskannya kembali. Padahal kegembiraan itu sebagian kecil dari karya dan perutusan Yesus. Mereka lupa apa yang seharusnya Yesus dan mereka bantu untuk menjalanka perutusan. Pokoknya menyenangkan ya sudah dan itu untuk aku. Lihat kanak-kanaknya iman mereka. Kegagalan dan kekerdilan iman mereka bukan halangan bagi panggilan Allah untuk membina mereka dan mengutus mereka ke seluruh dunia.
Saudara terkasih, kemuliaan merupakan salah satu bagian di dalam mengikut Tuhan. Mereka telah dipersiapkan dengan baik oleh Yesus, bagaimana kalau mereka menyaksikan kesengsaraan itu, apakah mereka akan kuat dan mampu? Mereka telah menyaksikan kemuliaan itu sebagai pembuka akan saatnya ketika mereka pada nantinya melihat Yesus yang sensara dan menderita. Kebangkitan dinyatakan sebagai peneguh sekaligus pertanyaan di dalam hati mereka.

Yesus dengan kasih-Nya yang begitu besar memprsiapkan para murid dengan pelan dan tahap-tahap sesuai dengan kemampuan mereka. Kegagalan dan kejatuhan mereka bukan halangan namun sarana untuk mendampingi mereka. Sosok Guru yang berbelas kasih kepada murid-murid-Nya.BD.eLeSHa.

Rabu, 05 Agustus 2015

Perempuan Kanaan yang Percaya

Rabu Biasa Pekan XVIII (H)
Kel.13:1-2a,25-14:1,26-29,34-35
Mzm. 106:6-7,13-14,21-22,23
Mat. 15:21-28


Kel.13:1-2a,25-14:1,26-29,34-35

13:1 TUHAN berfirman kepada Musa:
13:2 "Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang
13:26 dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu.
13:27 Mereka menceritakan kepadanya: "Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.
13:28 Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.
13:29 Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.
14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu.
14:26 Lagi berfirmanlah TUHAN kepada Musa dan Harun:
14:27 "Berapa lama lagi umat yang jahat ini akan bersungut-sungut kepada-Ku? Segala sesuatu yang disungut-sungutkan orang Israel kepada-Ku telah Kudengar.
14:28 Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.
14:29 Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran, yakni semua orang di antara kamu yang dicatat, semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku
14:34 Sesuai dengan jumlah hari yang kamu mengintai negeri itu, yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu, supaya kamu tahu rasanya, jika Aku berbalik dari padamu:
14:35 Aku, TUHAN, yang berkata demikian. Sesungguhnya Aku akan melakukan semuanya itu kepada segenap umat yang jahat ini yang telah bersepakat melawan Aku. Di padang gurun ini mereka akan habis dan di sinilah mereka akan mati."

Mat. 15:21-28

15:21 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon.
15:22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
15:23 Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
15:24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
15:25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
15:27 Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
15:28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.


Perempuan Kanaan yang Percaya

Saudara terkasih, Gereja hari ini mengajak kita merenungkan mengenai karya Yesus bagi semua bangsa. Tradisi tidak bisa disangkal, bahwa nabi diutus untuk membawa kembali bangsa Israel ke pangkuan-Nya. Bangsa terpilih yang sering menyesatkan diri ini berulang-ulang diajak kembali, namun demikian pula berkali-kali jatuh dan tersesat.
Menarik bahwa Mateus yang dalam kisah-kisahnya sebatas mengenai Yahudi, ingat dalam perutusan para murid, mereka dilarang memasuki bangsa asing, namun memberi perhatian kepada perempuan yang anaknya sakit ini, yang jelas-jelas bangsa asing (Siro-Fenisia). Imannya yang teguh akan kesembuhan anaknya, berjumpa dengan kuasa Yesus, dan terjadilah kesembuhan. Dua hal penting yang bisa kita renungkan yaitu pertama, mengenai iman. Iman menjadi penting bagi keselamatan sebagai tanggapan akan panggilan dan tawaran Allah. Penolakan atau tidak beriman hanya mengandalkan kasih Allah, tentu sangat ironis kalau demikian. Tuhan bekerja keras sedangkan manusia enak-enak dan minta keselamatan yang sama. Apakah layak hal demikian? Kedua, keselamatan bagi semua bangsa, ada kesempatan yang sama bagi semua manusia di manapun hidupnya, bukan hanya Yahudi atau Israel saja. Keselamatan itu berciri universal dan berasal dari Allah, namun harus ada sikap aktif dari kita, yaitu dengan iman yang teguh dan percaya kepadda-Nya.


Kisah di atas menunjukkan Tuhan penuh kasih yang mampu dilihat oleh iman perempuan tadi, bagaimana penolakan bahkan “penghinaan” dikatakan anjing namun masih memiliki pengharapan dan kepercayaan yang sama. Hal ini membawa kepada kita kekuatan untuk tiada henti-henti untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan berbagai cara dan semakin mengenal Dia. BD.eLeSHa.

Selasa, 04 Agustus 2015

Yesus Berjalan Di Atas Permukaan Air

Pw. S. Yohanes Maria Vianney, Im. (P)
Bil. 12:1-13
Mzm. 51:3-4,5-6a,6bc-7,12-13
Mat. 14:22-36


Bil. 12:1-13

12:1 Miryam serta Harun mengatai Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush.
12:2 Kata mereka: "Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?" Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN.
12:3 Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.
12:4 Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun dan Miryam: "Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan." Maka keluarlah mereka bertiga.
12:5 Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya.
12:6 Lalu berfirmanlah Ia: "Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi.
12:7 Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku.
12:8 Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?"
12:9 Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia.
12:10 Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta!
12:11 Lalu kata Harun kepada Musa: "Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan kami.
12:12 Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya."
12:13 Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: "Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia."


Mat. 14:22-36

14:22 Sesudah itu Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang.
14:23 Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.
14:24 Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal.
14:25 Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air.
14:26 Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru: "Itu hantu!", lalu berteriak-teriak karena takut.
14:27 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: "Tenanglah! Aku ini, jangan takut!"
14:28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: "Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air."
14:29 Kata Yesus: "Datanglah!" Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
14:30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
14:31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"
14:32 Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah.
14:33 Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: "Sesungguhnya Engkau Anak Allah."
14:34 Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret.
14:35 Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Maka semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya.
14:36 Mereka memohon supaya diperkenankan menjamah jumbai jubah-Nya. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.




Yesus Berjalan Di Atas Permukaan Air

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita merenungkan bagaimana kuasa Yesus untuk membuat mukjizat mengandaikan adanya iman sebagai tanggapan sepadan dari umat dan pendengar-Nya. Ada pula mengenai pengenalan akan Pribadi Yesus.
Peristiwa pertama mengenai Tuhan yang berjalan di atas air. Bagaimana tindakan besar itu terjadi di depan para murid, bukan hanya pendengar atau pengikut biasa, para murid. Ternyata mereka tidak mengenal DIA, malah menyangka Ia adalah hantu, Tuhan dan hantu memang mirip-mirip, maka banyak di antara kita lebih takut pada hantu dan suka untuk mengikutinya. Apa yang dilakukan oleh Yesus dengan meminta Petrus datang kepada-Nya adalah perbuatan besar. Pihak Petrus perlu memberikan tanggapan sepadan, namun ia justru kurang percaya dan akhirnya jatuh ke dalam air. Apa yang dilakukan Yesus belum menerima jawaban dan tanggapan yang semestinya, orang sekarang menamainya belum klik atau chemistri-nya belum ketemu.
Pengenalan akan DIRINYA. Tuhan malah dikenali sebagai hantu, keterlaluan juga para murid ini, namun sering kita juga salah mengerti siapakah DIA. Ilmu pengetahuan, permenungan, atau bacaan sebagai sumber kita, sering dipakai kuasa jahat untuk membelokkan apa yang seharusnya kita kenali. Pelan namun pasti kita jatuh dalam keterpisahan, seperti Petrus masuk ke air. Tuhan kembali mengambil peran dengan menyatakan DIRINYA. Para murid dapat sampai kepada Tuhan dan mengenai, Sesungguhnya Engkau Anak Allah.
Apa yang Yesus lakukan ialah menyatakan Diri, membuat perbuatan besar, memperoleh tanggapan, dan pengenalan yang baik dari umat beriman. Inisiatif selalu dari Tuhan dan kita selayaknya untuk memberikan tanggapan sepantasnya dan akan memperoleh hasil seperti apa yang Tuhan kehendaki. Bagaimana orang-orang sakit datang dan mendepatkan kesembuhan dengan hanya menyentuh jumbai jubah-Nya. Jumbai jubah-Nya saja begitu besar kuasanya apalagi Pribadi-Nya.BD.eLeSHa.




Senin, 03 Agustus 2015

Yesus Memberi Makan 5000 Orang Laki-Laki

Senin Biasa Pekan XVIII (H)
Bil. 11:4b-15
Mzm. 81:12-13,14-15,16-17
Mat. 14:13-21


Bil. 11:4b-15

11:4b"Siapakah yang akan memberi kita makan daging?
11:5 Kita teringat kepada ikan yang kita makan di Mesir dengan tidak bayar apa-apa, kepada mentimun dan semangka, bawang prei, bawang merah dan bawang putih.
11:6 Tetapi sekarang kita kurus kering, tidak ada sesuatu apa pun, kecuali manna ini saja yang kita lihat."
11:7 Adapun manna itu seperti ketumbar dan kelihatannya seperti damar bedolah.
11:8 Bangsa itu berlari kian ke mari untuk memungutnya, lalu menggilingnya dengan batu kilangan atau menumbuknya dalam lumpang. Mereka memasaknya dalam periuk dan membuatnya menjadi roti bundar; rasanya seperti rasa panganan yang digoreng.
11:9 Dan apabila embun turun di tempat perkemahan pada waktu malam, maka turunlah juga manna di situ.
11:10 Ketika Musa mendengar bangsa itu, yaitu orang-orang dari setiap kaum, menangis di depan pintu kemahnya, bangkitlah murka TUHAN dengan sangat, dan hal itu dipandang jahat oleh Musa.
11:11 Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini?
11:12 Akukah yang mengandung seluruh bangsa ini atau akukah yang melahirkannya, sehingga Engkau berkata kepadaku: Pangkulah dia seperti pak pengasuh memangku anak yang menyusu, berjalan ke tanah yang Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyangnya?
11:13 Dari manakah aku mengambil daging untuk diberikan kepada seluruh bangsa ini? Sebab mereka menangis kepadaku dengan berkata: Berilah kami daging untuk dimakan.
11:14 Aku seorang diri tidak dapat memikul tanggung jawab atas seluruh bangsa ini, sebab terlalu berat bagiku.
11:15 Jika Engkau berlaku demikian kepadaku, sebaiknya Engkau membunuh aku saja, jika aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, supaya aku tidak harus melihat celakaku."

Mat. 14:13-21

14:13 Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.
14:14 Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
14:15 Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa."
14:16 Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan."
14:17 Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan."
14:18 Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."
14:19 Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak.
14:20 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh.
14:21 Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak.



Yesus Memberi Makan 5000 Orang Laki-Laki

Saudara terkasih, kita belajar dahulu mengenai tradisi Yahudi sebelum merenungkan sabda Yesus lebih jauh. Mengapa disebutkan 5000 laki-laki? Dahulu, saat itu perempuan dan anak-anak tidak terhitung dalam masyarakat Yahudi, termasuk pula dalam memakan apa yang telah Yesus sediakan ini. Bisa dikatakan dengan singkat bahwa lima roti dan dua ikan ini sebagai yang sedikit untuk memenuhi begitu banyak orang dan bahkan ada sisanya.
Panggilan dan perutusan Yesus adalah terlibat penuh dalam umat beriman, namun para murid ternyata belum mengerti dengan tepat apa yang Ia kehendaki. Para murid masih berorientasi pada diri sendiri, yaitu hendak meminta orang-orang agar pergi dan “mengurus” kepentingan mereka sendiri. Yesus bertolak belakang dengan pemikiran para murid. Yesus meminta para murid untuk menyediakan makan bagi mereka semua. Ada keterlibatan penuh akan hidup dan keprihatinan di kalangan umat, bukan justru melemparkan tanggung jawab. Yesus mengajak mereka terlibat.
Saudara  terkasih, panggilan dan perutusan Yesus bagi kita juga hingga hari ini ialah terlibat penuh bukan hanya sebatas ide dan gagasan, aplikatif apa yang paling umat perlukan. Mengulurkan tangan untuk membantu bukan meminta mereka mencari pemecahannya sendiri. Para murid diajak untuk tidak kasih yang egois dan terbatas. Kita paham tentu saja mereka letih dan capek seharian mendengarkan pengajaran, mengelola sekian banyak orang, dan tentu mereka lapar dan mengantuk. Yesus masih mengajak mereka melihat, merasakan, dan tahu bagaimana para pendengar itu juga mengalami yang sama. Memberikan kepada mereka makanan bagi bekal jasmani mereka, agar mereka bisa lebih mengenal siapakah DIA.


Pemikiran bahwa orang lain memerlukan kita, keterbukaan akan yang lain, serta kasih Yesus yang membuat mereka semua kenyang. Sekat-sekat egoisme, mencari enaknya sendiri, serta mau berbagi membantu kita melangkah bersama-sama dengan lebih ringan dan semua bisa teratasi. BD.eLeSHa.

Minggu, 02 Agustus 2015

Roti Hidup

HARI MINGGU BIASA PEKAN XVIII (H)
Kel. 16:2-4,12-15
Mzm. 78:3,4bc,23-24,25,54
Ef. 4:17,20-24
Yoh. 6:24-35


Kel. 16:2-4,12-15

16:2 Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun;
16:3 dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan."
16:4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.
16:12 "Aku telah mendengar sungut-sungut orang Israel; katakanlah kepada mereka: Pada waktu senja kamu akan makan daging dan pada waktu pagi kamu akan kenyang makan roti; maka kamu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, Allahmu."
16:13 Pada waktu petang datanglah berduyun-duyun burung puyuh yang menutupi perkemahan itu; dan pada waktu pagi terletaklah embun sekeliling perkemahan itu.
16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi.
16:15 Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: "Apakah ini?" Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: "Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.


Ef. 4:17,20-24

4:17 Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia
4:20 Tetapi kamu bukan demikian. Kamu telah belajar mengenal Kristus.
4:21 Karena kamu telah mendengar tentang Dia dan menerima pengajaran di dalam Dia menurut kebenaran yang nyata dalam Yesus,
4:22 yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,
4:23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
4:24 dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya

Yoh. 6:24-35

6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus.
6:25 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?"
6:26 Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.
6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."
6:28 Lalu kata mereka kepada-Nya: "Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?"
6:29 Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."
6:30 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu? Pekerjaan apakah yang Engkau lakukan?
6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."
6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.
6:33 Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari sorga dan yang memberi hidup kepada dunia."
6:34 Maka kata mereka kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa."
6:35 Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.


Roti Hidup

Saudara terkasih, bacaan Pekan ini merupakan kelanjutan bacaan Pekan kemarin, di mana Yesus menggandakan roti dan pendengar-Nya kenyang. Mereka yang merasa kenyang dan terjamin menghendaki Yesus menjadi raja mereka, raja atau pemimpin politis, bukan penyelamat sebagaimana pewartaan dan perutusan Yesus.
Pekan ini dialog antara Yesus dan para pendengar-Nya, banyak adegan dan pembicaraan yang hendak meluruskan dan memberikan pencerahan bagi pendengar itu agar mengenal Yesus sebagaimana mestinya. Dialog dibuka dengan pertanyaan kedatangan Yesus di tempat mereka bertemu. Yesus justru mengatakan mengapa mereka datang. Mereka datang karena roti yang telah mereka terima atau kenyang bukan karena pembawa tanda itu. Selajutnya ialah penjelasan Yesus untuk dapat hidup kekal. Konteks ini apa yang perlu dilakukan, atau pekerjaan, aktivitas apa yang perlu mereka buat karena dalam tradisi Yahudi keselamatan itu diperoleh dengan melakukan suatu aktivitas yang dilakukan dengan taat, setia, ingat bagaimana Hukum Taurat itu terdiri atas larangan dan perintah. Yesus sendiri menyatakan mengenai apa yang mereka butuhkan yaitu Roti Hidup, dalam hal ini Yesus sendiri. Percaya kepada-Nya.
Saudara terkasih, saya menawarkan dua hal dari bacaan itu yaitu, pertama pengenalan dan kedua adalah percaya. Pertama, pengenalan akan Pribadi Yesus, siapa kah DIA? Sering kita terlalu asyik mencari, belajar, mengejar, dan  membuat kita justru melupakan hal yang mendasar dan di depan kita. Mengenal DIA bukan hanya perbuatan-perbuatan besar-Nya, namun IA sebagai pribadi. Kedua, percaya. Kepercayaan memang tidak mudah, apalagi kalau belum mengenal-Nya. Pengenalan akan membantu kepercayaan. Bagaimana kepercayaan itu terbangun ialah kalau kita telah mengenal dengan baik. Mukjizat, tanda, penyembuhan hanyalah tanda dan itu salah satu cara DIA mengenalkan Diri siapakah DIA. Kita perlu tahu dan mengenal DIA sebagai pribadi utuh, sebagai Kristus Yesus. BD.eLeSHa.


Sabtu, 01 Agustus 2015

Yohanes Pembaptis Dibunuh

Pw. S.Anfonsus Maria de Liguori, UskPujG (P)
Im. 25:1;8-17
Mzm. 67:2-3,5,7-8
Mat. 14:1-12


Im. 25:1;8-17

25:1 TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai:
25:7 Juga bagi ternakmu, dan bagi binatang liar yang ada di tanahmu, segala hasil tanah itu menjadi makanannya.
25:8 Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun.
25:9 Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.
25:10 Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.
25:11 Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.
25:12 Karena tahun itu adalah tahun Yobel, haruslah itu kudus bagimu; hasil tahun itu yang hendak kamu makan harus diambil dari ladang.
25:13 Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya.
25:14 Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, janganlah kamu merugikan satu sama lain.
25:15 Apabila engkau membeli dari sesamamu haruslah menurut jumlah tahun sesudah tahun Yobel, dan apabila ia menjual kepadamu haruslah menurut jumlah tahun panen.
25:16 Makin besar jumlah tahun itu, makin besarlah pembeliannya, dan makin kecil jumlah tahun itu, makin kecillah pembeliannya, karena jumlah panenlah yang dijualnya kepadamu.
25:17 Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.

Mat. 14:1-12

14:1 Pada masa itu sampailah berita-berita tentang Yesus kepada Herodes, raja wilayah.
14:2 Lalu ia berkata kepada pegawai-pegawainya: "Inilah Yohanes Pembaptis; ia sudah bangkit dari antara orang mati dan itulah sebabnya kuasa-kuasa itu bekerja di dalam-Nya."
14:3 Sebab memang Herodes telah menyuruh menangkap Yohanes, membelenggunya dan memenjarakannya, berhubung dengan peristiwa Herodias, isteri Filipus saudaranya.
14:4 Karena Yohanes pernah menegornya, katanya: "Tidak halal engkau mengambil Herodias!"
14:5 Herodes ingin membunuhnya, tetapi ia takut akan orang banyak yang memandang Yohanes sebagai nabi.
14:6 Tetapi pada hari ulang tahun Herodes, menarilah anak perempuan Herodias di tengah-tengah mereka dan menyukakan hati Herodes,
14:7 sehingga Herodes bersumpah akan memberikan kepadanya apa saja yang dimintanya.
14:8 Maka setelah dihasut oleh ibunya, anak perempuan itu berkata: "Berikanlah aku di sini kepala Yohanes Pembaptis di sebuah talam."
14:9 Lalu sedihlah hati raja, tetapi karena sumpahnya dan karena tamu-tamunya diperintahkannya juga untuk memberikannya.
14:10 Disuruhnya memenggal kepala Yohanes di penjara
14:11 dan kepala Yohanes itu pun dibawa orang di sebuah talam, lalu diberikan kepada gadis itu dan ia membawanya kepada ibunya.
14:12 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes Pembaptis mengambil mayatnya dan menguburkannya. Lalu pergilah mereka memberitahukannya kepada Yesus.


Yohanes Pembaptis Dibunuh

Saudara terkasih, Gereja hari ini mengajak kita merenungkan mengenai pengenalan akan Yesus. Memang peristiwa yang dikatakan di sini adalah pembunuhan Yohanes Pembaptis karena malu dan sakit hati Herodes dan Herodias atas Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis yang menegor Herodes, tentu juga Herodias merasa juga malu. Peristiwa ini terus terbawa, namun sulit posisi Herodes menghadapi Yohanes Pembaptis yang di kalangan masyarakat adalah nabi.
Masyarakat Galilea menegnal Yesus sebagai anak Yusuf dan Maria, berbeda pengenalan Herodes, yang meyakini sebagai Yohanes Pembaptis yang bangkit. “Kebangkitan” dalam benak Herodes karena kuasa, mukjizat, dan perbuatan-perbuatan besar dari Yesus sama dengan apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis yang pernah ia bunuh.

Saudara terkasih, pengenalan akan Pribadi Yesus menjadi penting bagi kita. Bagaimana kita menyadari siapa Tuhan Yesus bagi kita. Nabikah, Juru Selamatkah, sahabatkah, atau apa? pengenalan ini berkaitan dengan tawaran kasih Allah yang begitu besar yaitu keselamatan. Mateus memberikan tekanan pada pengenalan Pribadi Yesus ini sebagai sarana pewartaan-Nya. Apa yang kita ikuti ialah Pribadi Yesus itu, bukan perbuatan besar-Nya, mukjizat-Nya, atau karena kesembuhan yang telah Ia berikan. Hal-hal besar dan luar besar itu hanya satu aspek dalam mengenal Tuhan Yesus secara utuh.BD.eLeSHa.