Jumat, 10 Juli 2015

Penganiayaan dan Perutusan

Jumat Biasa Pekan XIV (H)
Kej. 46:1-7,28-30
Mzm. 37:3-4,18-19,27-28,29-40
Mat. 10:16-23


Kej. 46:1-7,28-30

46:1 Jadi berangkatlah Israel dengan segala miliknya dan ia tiba di Bersyeba, lalu dipersembahkannya korban sembelihan kepada Allah Ishak ayahnya.
46:2 Berfirmanlah Allah kepada Israel dalam penglihatan waktu malam: "Yakub, Yakub!" Sahutnya: "Ya, Tuhan."
46:3 Lalu firman-Nya: "Akulah Allah, Allah ayahmu, janganlah takut pergi ke Mesir, sebab Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar di sana.
46:4 Aku sendiri akan menyertai engkau pergi ke Mesir dan tentulah Aku juga akan membawa engkau kembali; dan tangan Yusuflah yang akan mengatupkan kelopak matamu nanti."
46:5 Lalu berangkatlah Yakub dari Bersyeba, dan anak-anak Israel membawa Yakub, ayah mereka, beserta anak dan isteri mereka, dan mereka menaiki kereta yang dikirim Firaun untuk menjemputnya.
46:6 Mereka membawa juga ternaknya dan harta bendanya, yang telah diperoleh mereka di tanah Kanaan, lalu tibalah mereka di Mesir, yakni Yakub dan seluruh keturunannya bersama-sama dengan dia.
46:7 Anak-anak dan cucu-cucunya laki-laki dan perempuan, seluruh keturunannya dibawanyalah ke Mesir.
46:29 Lalu Yusuf memasang keretanya dan pergi ke Gosyen, mendapatkan Israel, ayahnya. Ketika ia bertemu dengan dia, dipeluknyalah leher ayahnya dan lama menangis pada bahunya.
46:30 Berkatalah Israel kepada Yusuf: "Sekarang bolehlah aku mati, setelah aku melihat mukamu dan mengetahui bahwa engkau masih hidup."

Mat. 10:16-23

10:16 "Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
10:17 Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya.
10:18 Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah.
10:19 Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga.
10:20 Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu.
10:21 Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka.
10:22 Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
10:23 Apabila mereka menganiaya kamu dalam kota yang satu, larilah ke kota yang lain; karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sebelum kamu selesai mengunjungi kota-kota Israel, Anak Manusia sudah datang.



Penganiayaan dan Perutusan

Saudara terkasih, para murid sejak awal diajak oleh Yesus untuk merenungkan bahwa jalan keselamatan adalah jalan yang tidak mudah. Penganiayaan, kekerasan, dan penolakan akan mereka hadapi. Memang tidak jelas dan langsung ketika Yesus masih ada bersama dengan mereka. Namun jauh lebih nyata setelah Yesus bangkit. Pemuridan adalah juga siap menanggung penolakan dan jauh lebih keras lagi dalam penganiayaan.
Penolakan dan kekerasan bukan hanya dari lingkup sinagoga dan pusat kekuasaan keagamaan saja, namun juga dalam lingkup terdekat, yaitu dalam keluarga. Salah satu tetangga lingkungan, ketika hidup “dirayu-rayu” anaknya untuk ikut agamanya dan dijanjikan “wisata” rohani agamanya, namun ibu ini tetap teguh dalam pendirian meskipun sangat renta. Sayang saat meninggalnya, beliau, anak-anaknya yang merasa berkuasa tersebut “menjadikannya” agama mereka. Saudara terkasih, apa yang terjadi ini adalah kisah nyata bagaimana mengikuti Yesus tidak melepaskan permasalahan yang akan disodorkan oleh dunia, namun dalam Dia semua bisa teratasi. Apa yang kita alami ketika menghadapi kesulitan karena iman kita kepada Yesus, tidak akan membuat kita lebih menderita, karena kita mengambil bagian sebagaimana Ia sendiri juga mengalami.
Saudara terkasih, kalau kita sedang menghadapi persoalan mengenai iman kepercayaan kita, kita tidak perlu was-was dan cemaas karena ada DIA yang akan menyelesaikannya. IA akan mengutus ROH-Nya untuk membantu kita. Seberat apapun kita pasti akan mampu menanggungnya karena ada DIA. BD.eLeSHa.


Kamis, 09 Juli 2015

Perutusan dan Upah Pekerja

Kamis Biasa Pekan XIV (H)
Kej. 44:18-21,23-29;45:1-5
Mzm. 105:16-17,18-19,20-21
Mat. 10:1-7


Kej. 44:18-21,23-29;45:1-5

44:18 Lalu tampillah Yehuda mendekatinya dan berkata: "Mohon bicara tuanku, izinkanlah kiranya hambamu ini mengucapkan sepatah kata kepada tuanku dan janganlah kiranya bangkit amarahmu terhadap hambamu ini, sebab tuanku adalah seperti Firaun sendiri.
44:19 Tuanku telah bertanya kepada hamba-hambanya ini: Masih adakah ayah atau saudara kamu?
44:20 Dan kami menjawab tuanku: Kami masih mempunyai ayah yang tua dan masih ada anaknya yang muda, yang lahir pada masa tuanya; kakaknya telah mati, hanya dia sendirilah yang tinggal dari mereka yang seibu, sebab itu ayahnya sangat mengasihi dia.
44:21 Lalu tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Bawalah dia ke mari kepadaku, supaya mataku memandang dia
44:23 Kemudian tuanku berkata kepada hamba-hambamu ini: Jika adikmu yang bungsu itu tidak datang ke mari bersama-sama dengan kamu, kamu tidak boleh melihat mukaku lagi.
44:24 Setelah kami kembali kepada hambamu, ayahku, maka kami memberitahukan kepadanya perkataan tuanku itu.
44:25 Kemudian ayah kami berkata: Kembalilah kamu membeli sedikit bahan makanan bagi kita.
44:26 Tetapi jawab kami: Kami tidak dapat pergi ke sana. Jika adik kami yang bungsu bersama-sama dengan kami, barulah kami akan pergi ke sana, sebab kami tidak boleh melihat muka orang itu, apabila adik kami yang bungsu tidak bersama-sama dengan kami.
44:27 Kemudian berkatalah hambamu, ayahku, kepada kami: Kamu tahu, bahwa isteriku telah melahirkan dua orang anak bagiku;
44:28 yang seorang telah pergi dari padaku, dan aku telah berkata: Tentulah ia diterkam oleh binatang buas, dan sampai sekarang aku tidak melihat dia kembali.
44:29 Jika anak ini kamu ambil pula dari padaku, dan ia ditimpa kecelakaan, maka tentulah kamu akan menyebabkan aku yang ubanan ini turun ke dunia orang mati karena nasib celaka.
45:1 Ketika itu Yusuf tidak dapat menahan hatinya lagi di depan semua orang yang berdiri di dekatnya, lalu berserulah ia: "Suruhlah keluar semua orang dari sini." Maka tidak ada seorang pun yang tinggal di situ bersama-sama Yusuf, ketika ia memperkenalkan dirinya kepada saudara-saudaranya.
45:2 Setelah itu menangislah ia keras-keras, sehingga kedengaran kepada orang Mesir dan kepada seisi istana Firaun.
45:3 Dan Yusuf berkata kepada saudara-saudaranya: "Akulah Yusuf! Masih hidupkah bapa?" Tetapi saudara-saudaranya tidak dapat menjawabnya, sebab mereka takut dan gemetar menghadapi dia.
45:4 Lalu kata Yusuf kepada saudara-saudaranya itu: "Marilah dekat-dekat." Maka mendekatlah mereka. Katanya lagi: "Akulah Yusuf, saudaramu, yang kamu jual ke Mesir.
45:5 Tetapi sekarang, janganlah bersusah hati dan janganlah menyesali diri, karena kamu menjual aku ke sini, sebab untuk memelihara kehidupanlah Allah menyuruh aku mendahului kamu.


Mat. 10:1-7

10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
10:9 Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu.
10:10 Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya.
10:11 Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
10:12 Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
10:13 Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
10:14 Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
10:15 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya pada hari penghakiman tanah Sodom dan Gomora akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu




Perutusan dan Upah Pekerja

Perutusan Para Murid ialah menyembuhka orang sakit, mengusir setan, menahirkan orang kusta, dan itu adalah perutusan Yesus sendiri. Menarik ialah apa yang Ia sabdakan, bagaimana orang atau murid tidak boleh membawa bekal yang biasahya dibawa dalam perjalanan. Mengapa demikian? Agar orang tidak mengandalkan apa yang telah biasa kita lakukan. Mengandalkan DIA saja.
Hari ini salah satu pimpinan dewan sedang disorot dengan tajam atas reaksi soal kehadiran anggota dewan yang rendah diperbandingkan dengan buruh pabrik. Anggota dewan yang katanya mulia jauh lebih rendah dari pada buruh pabrik yang memang mendapat upah karena mereka bekerja, sedang anggota dewan ini sama sekali tidak ada hasil kerjanya namun mengambil upah dengan resmi ataupun yang dibuat-buat. Pekerja layak mendapatkan upahnya, sedang dewan ini sama sekali tidak bekerja selain mencari keuntungan pribadi namun merasa paling baik dan berjasa. Apa yang Yesus kehendaki ialah para murid tidak bersikap demikian. Bekerja layak mendapatkan imbalan yang setimpal. Konsekuensi atas pekerjaan bukan sebaliknya mencari upah dulu baru mencari-cari pekerjaan yang hendak dibuat.

Saudara terkasih berkat Allah memerlukan jawaban dan penerimaan dari yang hendak diberi. Tanggapan positif tentu membawa berkat dan sebaliknya. Penolakan sama juga dengan lepasnya berkat yang hendak diberikan.BD.eLeSHa.

Rabu, 08 Juli 2015

Panggilan Keduabelas Murid

Rabu Biasa Pekan XIV (H)
Kej. 41:55-57;42:5-7a,17-24a
Mzm.33:2-3,10-11,18-19
Mat. 10:1-7



Kej. 41:55-57;42:5-7a,17-24a


41:55 Ketika seluruh negeri Mesir menderita kelaparan, dan rakyat berteriak meminta roti kepada Firaun, berkatalah Firaun kepada semua orang Mesir: "Pergilah kepada Yusuf, perbuatlah apa yang akan dikatakannya kepadamu."
41:56 Kelaparan itu merajalela di seluruh bumi. Maka Yusuf membuka segala lumbung dan menjual gandum kepada orang Mesir, sebab makin hebat kelaparan itu di tanah Mesir.
41:57 Juga dari seluruh bumi datanglah orang ke Mesir untuk membeli gandum dari Yusuf, sebab hebat kelaparan itu di seluruh bumi
42:5 Jadi di antara orang yang datang membeli gandum terdapatlah juga anak-anak Israel, sebab ada kelaparan di tanah Kanaan.
42:6 Sementara itu Yusuf telah menjadi mangkubumi di negeri itu; dialah yang menjual gandum kepada seluruh rakyat negeri itu. Jadi ketika saudara-saudara Yusuf datang, kepadanyalah mereka menghadap dan sujud dengan mukanya sampai ke tanah.
42:7 Ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, segeralah mereka dikenalnya.
42:17 Dan dimasukkannyalah mereka bersama-sama ke dalam tahanan tiga hari lamanya.
42:18 Pada hari yang ketiga berkatalah Yusuf kepada mereka: "Buatlah begini, maka kamu akan tetap hidup, aku takut akan Allah.
42:19 Jika kamu orang jujur, biarkanlah dari kamu bersaudara tinggal seorang terkurung dalam rumah tahanan, tetapi pergilah kamu, bawalah gandum untuk meredakan lapar seisi rumahmu.
42:20 Tetapi saudaramu yang bungsu itu haruslah kamu bawa kepadaku, supaya perkataanmu itu ternyata benar dan kamu jangan mati." Demikianlah diperbuat mereka.
42:21 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Betul-betullah kita menanggung akibat dosa kita terhadap adik kita itu: bukankah kita melihat bagaimana sesak hatinya, ketika ia memohon belas kasihan kepada kita, tetapi kita tidak mendengarkan permohonannya. Itulah sebabnya kesesakan ini menimpa kita."
42:22 Lalu Ruben menjawab mereka: "Bukankah dahulu kukatakan kepadamu: Janganlah kamu berbuat dosa terhadap anak itu! Tetapi kamu tidak mendengarkan perkataanku. Sekarang darahnya dituntut dari pada kita."
42:23 Tetapi mereka tidak tahu, bahwa Yusuf mengerti perkataan mereka, sebab mereka memakai seorang juru bahasa.
42:24 Maka Yusuf mengundurkan diri dari mereka, lalu menangi


Mat. 10:1-7

10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
10:2 Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya,
10:3 Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus,
10:4 Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia.
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: "Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.



Panggilan Keduabelas Murid

Saudara terkasih, Yesus emmanggil murid-murid sebagai rasul karena belas kasih-Nya menyaksikan umat seperti domba tanpa gembala. Bacaan hari kemarin mengenai permintaan Yesus kepada para murid untuk meminta Pemilik Panenan agar mengirimkan penuai. Hari ini kedua belas murid dipanggil untuk terlibat penuh dalam karya Yesus. Kuasa untuk mengusir roh jahat, melenyapkan penyakit, dan mengatasi kelemahan. Apa yang dilakukan Yesus itu adalah tugas mereka.
Setelah menyatakan tugas perutusan mereka, mereka benar-benar diutus. Diutus ke tengah dunia, di mana mereka diminta mewartakan kalau Kerajaan Surga sudah dekat. Perutusan mereka berpusat pada dekatnya masa Kerajaan Surga itu akan datang.
Saudara terkasih, perutusan para murid adalah perutusan Yesus yang diutus Bapa-Nya, itu berarti bahwa apa yang disampaikan ialah apa yang hendak Allah Bapa sampaikan. Pemuridan hanyalah mengambil peran, menjadi alat, kepanjangan tangan dan sarana bagi Allah yang hendak mendekati manusia. Kedua belas murid diberikan kuasa yang jelas sekali disebutkan. Apa artinya? Bahwa tugas mereka telah pasti dan terperinci untuk mengatasi persoalan domba yang tidak ada gembalanya. Agar domba itu mampu maka dikuatkan dan mengusir penyakit yang menjangkiti umat, serta  mengusir roh jahat yang bercokol dalam diri umat yang tanpa gembala.

Apa artinya bagi kita hari ini? Saudara terkasih, setan sudah mengakar alam kehidupan kita, karyanya hampir-hampir tidak terasa saking canggihnya, itu lah medan karya kita, bagaimana memberikan kesadaran akan keadaan itu. Penyakit makin menakutkan, beaya makin tinggi, bagaimana kita menjaga agar tetap sehat dan kuat menghadapi penyakit hati dan fisik ini. Apa yang mampu kita bagikan, kita berikan dan kita bisa saling belajar untuk itu.BD.eLeSHa.

Selasa, 07 Juli 2015

Pro dan Kontra Selalu Ada

Selasa Biasa Pekan XIV (H)
Kej. 32:22-32
Mzm. 17:1,2-3,6-7,8b,15
Mat. 9:32-38


Kej. 32:22-32

32:22 Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok.
32:23 Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya.
32:24 Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing.
32:25 Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu.
32:26 Lalu kata orang itu: "Biarkanlah aku pergi, karena fajar telah menyingsing." Sahut Yakub: "Aku tidak akan membiarkan engkau pergi, jika engkau tidak memberkati aku."
32:27 Bertanyalah orang itu kepadanya: "Siapakah namamu?" Sahutnya: "Yakub."
32:28 Lalu kata orang itu: "Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang."
32:29 Bertanyalah Yakub: "Katakanlah juga namamu." Tetapi sahutnya: "Mengapa engkau menanyakan namaku?" Lalu diberkatinyalah Yakub di situ.
32:30 Yakub menamai tempat itu Pniel, sebab katanya: "Aku telah melihat Allah berhadapan muka, tetapi nyawaku tertolong!"
32:31 Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.
32:32 Itulah sebabnya sampai sekarang orang Israel tidak memakan daging yang menutupi sendi pangkal paha, karena Dia telah memukul sendi pangkal paha Yakub, pada otot pangkal pahanya.

Mat. 9:32-38

9:32 Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan.
9:33 Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel."
9:34 Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."
9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."



Pro dan Kontra Selalu Ada

Saudara terkasih, kali ini Yesus mengadaka mukjizat tanpa adanya dialog antara Yesus dan yang disembuhkan. Para pendukung Yesus menyatakan betapa besar perbuatan Yesus itu, belum pernah ada di Israel, sangat besar dan berarti bagi mereka. Sangat menarik dan memang benar-benar kuasa Orang Besar di dalam pandangan mereka.
Farisi kembali menyatakan kesinisannya yang menilai itu sebagai kuasa dari setan. Menutupi rasa malu dan iri mengeluarkan pernyataan yang sangat tidak berdasar dan sebetulnya memalukan.
Berkaitan dengan menarik dan menjanjikan-Nya karya-Nya, para pengikut mulai berbondong-bondong, tentu murid-murid menjadi kewalahan juga dalam melayani. Maka Yesus meminta kepada murid-murid-Nya berdoa agar dikirim para pemanen yang akan menuai apa yang telah IA hasilkan.

Saudara terkasih, pro dan kontra akan selalu ada. Kebaikan pun bagi sebagian orang masih bisa didebat dan dibantah yang kemudian menghasilkan pihak yang tidak setuju, demikian pula kebenaran. Itulah ciri dunia, dan kita hidup di tengah dunia. Tuhan bukan mengirim ke dunia yang bersih dan tidak ada masalah, namun mengirim kita ke dunia yang penuh dengan persoalan, itulah tempat kita hidup. Namun Dia mengutus pula Roh Kudus sehingga kita mampu memilih mana yang perbuatan atas Kuasa-Nya atau kuasa jahat yang hadir. Sering kuasa gelap itu menyaru seolah-olah adalah kuasa-Nya dan membina hati yang jernih dan jiwa yang tenang akan sangat membantu bagaimana kita merasakan mana yang dari Allah dan mana yang dari setan. Pro dan kontra yang ada dapat kita pilih dengan baik dan tepat sepanjang kita hidup di dalam Tuhan.BD.eLeSHa.

Senin, 06 Juli 2015

Pengampunan

Senin Biasa Pekan XIV (H)
Kej. 28:10-22a
Mzm. 91:1-2,3-4,14-15ab
Mat. 9:18-26



Kej. 28:10-22a

28:10 Maka Yakub berangkat dari Bersyeba dan pergi ke Haran.
28:11 Ia sampai di suatu tempat, dan bermalam di situ, karena matahari telah terbenam. Ia mengambil sebuah batu yang terletak di tempat itu dan dipakainya sebagai alas kepala, lalu membaringkan dirinya di tempat itu.
28:12 Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu.
28:13 Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.
28:14 Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.
28:15 Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke mana pun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."
28:16 Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."
28:17 Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."
28:18 Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.
28:19 Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus.
28:20 Lalu bernazarlah Yakub: "Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai,
28:21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku.
28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah.


Mat. 9:18-26

18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.


Pengampunan

Saudara terkasih, perikop ini mengajak kita untuk merenungkan bahwa kita sebagai jemaat berhak untuk menyatakan orang sebagai orang yang tidak mengenal Allah dalam arti pendosa, namun juga berkewajiban untuk menerima mereka kembali ketika mereka menyadari kesalahan dan menghendaki untuk kembali.
Sikap yang sama yaitu, mengampuni saudara kita hingga 70 kali tujuh kali, sama juga dengan tidak ada batasan. Sebagai islustrasi, raja yang memberikan pembebasan bagi hamba yang berhutang 10.000 talenta, sama juga tidak terhitung banyaknya. Apa yang akan terjadi kalau hamba itu harus membayar, ialah dengan hidupnya denga istri dan anak-anaknya. Kehilangan hidup dan kemerdekaannya, namun pengampunan dari raja tersebut memberikan kesempatan hambanya.
Bagaimana raja yang mau memberikan kesempatan, apalagi Tuhan Allah. Dia selalu mengampuni umat-Nya, anak-anak-Nya yang mau kembali ke hadiran Tuhan. Kesempatan yang selalu DIA tawarkan, merupakan teladan dan contoh bagi kita dalam hidup bersama. Mau dan memberikan pengampunan yang sama, sebagaimana kita juga telah diampuni. Tidak ada seorang pun yang tidak bersalah. Demikian juga kita perlu mau dan berani mengampuni diri sendiri. Ini sering di antara kita terlalu “kejam” dengan diri sendiri. Menghukum diri sendiri, menuntut terus menerus, dan menghakimi diri dengan keras dan bahkan “kejam”.

Mengampuni diri sendiri dan orang lain merupakan cara kita memperoleh kualitas Ilahiah. Mengampuni saudara dan diri sendiri terus menerus, membuat hati kita seluas samudera. Pengamunan dengan penuh kesadaran dan menjadi gaya hidup membantu hidup kita makin bermakna.BD.eLeSHa.

Minggu, 05 Juli 2015

Kenabian Salah Satu Tugas Perutusan Kita

Hari Minggu Biasa Pekan XIV (H)
Yeh.2:2-5
Mzm. 123:1-2a,2bcd,3-4
2 Kor. 12:7-10
Mrk. 6:1-6


Yeh.2:2-5

2:2 Sementara Ia berbicara dengan aku, kembalilah rohku ke dalam aku dan ditegakkannyalah aku. Kemudian aku mendengar Dia yang berbicara dengan aku.
2:3 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga.
2:4 Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH.
2:5 Dan baik mereka mendengarkan atau tidak -- sebab mereka adalah kaum pemberontak -- mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka


2 Kor. 12:7-10

12:7 Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri.
12:8 Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku.
12:9 Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.
12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat


Mrk. 6:1-6

6:1 Kemudian Yesus berangkat dari situ dan tiba di tempat asal-Nya, sedang murid-murid-Nya mengikuti Dia.
6:2 Pada hari Sabat Ia mulai mengajar di rumah ibadat dan jemaat yang besar takjub ketika mendengar Dia dan mereka berkata: "Dari mana diperoleh-Nya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepada-Nya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tangan-Nya?
6:3 Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon? Dan bukankah saudara-saudara-Nya yang perempuan ada bersama kita?" Lalu mereka kecewa dan menolak Dia.
6:4 Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana kecuali di tempat asalnya sendiri, di antara kaum keluarganya dan di rumahnya."
6:5 Ia tidak dapat mengadakan satu mujizat pun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.
6:6a Ia merasa heran atas ketidakpercayaan mereka.
6:6b Lalu Yesus berjalan keliling dari desa ke desa sambil mengajar.


Kenabian Salah Satu Tugas Perutusan Kita

Saudara terkasih, kenabian merupakan tugas perutusan kita. Bagaimana tugas itu akan menimbulkan pertentangan dan penolakan. Sikap merendahkan akan dipertontonkan oleh pihak yang tidak suka. Kita bisa merenungkan apa yang dialami Yesus juga dialami oleh para nabi yang lain. Mendapatkan sambutan meriah di mana-mana, namun ditolak da diusir di tanah asalnya sendiri. Kenabian merupakan perutusan kita sebagai konsekuensi atas baptis yang kita terima. Tugas nabi ialah mengajar, mengajarkan dan menyerukan kebenaran di manapun kita berada. Sangat konkret dan pas bagi kita di Indonesia, di mana kebenaran dan keadilan masih sebatas wacana dan di mulut, hujat cela akan kita terima berani menyatakan kebenaran dan bahkan penjara pun bisa menanti. Risiko kenabian harus kita tanggung.
Ragu, khawatir, dan takut wajar terjadi dalam menyuarakan kebenaran, namun menjadi mudah dan bukan persoalan kalau kita mengembalikan apapun itu kepada-Nya. Jangan salah sangka mengembalikan sebagai menolak, namun menyadari bahwa kita hanyalah alat-Nya, sedangkan DIA sendiri yang melakukan. Kita menjadi sarana bagi karya-Nya bagi umat manusia. Menyadari bahwa cuma alat, kita mampu menjalankan dengan terbuka, rendah hati, dan penuh semangat tentunya. Apapun akan selesai karena DIA yang melakukan. Berkaitan dengan bacaan kedua, di mana Rasul Paulus menyatakan bangga dan bermegah atas kelemahan itu, karena dengan demikian Tuhan Yang Mahakuasa hadir dan menguatkan kita.

Saudara terkasih, kita diberi Tuhan talenta masing-masing, jalani tugas perutusan itu sesuai dengan tanggung jawab kita, tidak perlu memaksa diri menjadi ini itu, namun percaya bahwa menjadi alat-Nya apapun itu bagi-Nya sangat penting. Bagi kita yang memang Tuhan beri karunia berbicara, kita suara kenabian dengan mulut dan bicara kita, banyak media yang bisa kita gunakan untuk itu, Youtube, media sosial dengan rekaman bicara kita. Kemampuan kita menulis, kita tuangkan dalam tulisan dengan menggunakan beragam media yang ada, baik yang komersial, sosial, baik cetak ataupun elektronik. Dan masih banyak lagi talenta yang Tuhan berikan kepada kita secara spesial. Kita ini alat-Nya, menjalankan perutusan di dalam DIA.BD.eLeSHa.

Sabtu, 04 Juli 2015

Hal Berpuasa

Sabtu Biasa Pekan XIII (H)
Kej. 27:1-5,15-29
Mzm. 135:1-2,3-4,5-6
Mat. 9:14-17


Kej. 27:1-5,15-29

27:1 Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya: "Anakku." Sahut Esau: "Ya, bapa."
27:2 Berkatalah Ishak: "Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku.
27:3 Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang;
27:4 olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati."
27:5 Tetapi Ribka mendengarkannya, ketika Ishak berkata kepada Esau, anaknya. Setelah Esau pergi ke padang memburu seekor binatang untuk dibawanya kepada ayahnya,
27:15 Kemudian Ribka mengambil pakaian yang indah kepunyaan Esau, anak sulungnya, pakaian yang disimpannya di rumah, lalu disuruhnyalah dikenakan oleh Yakub, anak bungsunya.
27:16 Dan kulit anak kambing itu dipalutkannya pada kedua tangan Yakub dan pada lehernya yang licin itu.
27:17 Lalu ia memberikan makanan yang enak dan roti yang telah diolahnya itu kepada Yakub, anaknya.
27:18 Demikianlah Yakub masuk ke tempat ayahnya serta berkata: "Bapa!" Sahut ayahnya: "Ya, anakku; siapakah engkau?"
27:19 Kata Yakub kepada ayahnya: "Akulah Esau, anak sulungmu. Telah kulakukan, seperti yang bapa katakan kepadaku. Bangunlah, duduklah dan makanlah daging buruan masakanku ini, agar bapa memberkati aku."
27:20 Lalu Ishak berkata kepada anaknya itu: "Lekas juga engkau mendapatnya, anakku!" Jawabnya: "Karena TUHAN, Allahmu, membuat aku mencapai tujuanku."
27:21 Lalu kata Ishak kepada Yakub: "Datanglah mendekat, anakku, supaya aku meraba engkau, apakah engkau ini anakku Esau atau bukan."
27:22 Maka Yakub mendekati Ishak, ayahnya, dan ayahnya itu merabanya serta berkata: "Kalau suara, suara Yakub; kalau tangan, tangan Esau."
27:23 Jadi Ishak tidak mengenal dia, karena tangannya berbulu seperti tangan Esau, kakaknya. Ishak hendak memberkati dia,
27:24 tetapi ia masih bertanya: "Benarkah engkau ini anakku Esau?" Jawabnya: "Ya!"
27:25 Lalu berkatalah Ishak: "Dekatkanlah makanan itu kepadaku, supaya kumakan daging buruan masakan anakku, agar aku memberkati engkau." Jadi didekatkannyalah makanan itu kepada ayahnya, lalu ia makan, dibawanya juga anggur kepadanya, lalu ia minum.
27:26 Berkatalah Ishak, ayahnya, kepadanya: "Datanglah dekat-dekat dan ciumlah aku, anakku."
27:27 Lalu datanglah Yakub dekat-dekat dan diciumnyalah ayahnya. Ketika Ishak mencium bau pakaian Yakub, diberkatinyalah dia, katanya: "Sesungguhnya bau anakku adalah sebagai bau padang yang diberkati TUHAN.
27:28 Allah akan memberikan kepadamu embun yang dari langit dan tanah-tanah gemuk di bumi dan gandum serta anggur berlimpah-limpah.
27:29 Bangsa-bangsa akan takluk kepadamu, dan suku-suku bangsa akan sujud kepadamu; jadilah tuan atas saudara-saudaramu, dan anak-anak ibumu akan sujud kepadamu. Siapa yang mengutuk engkau, terkutuklah ia, dan siapa yang memberkati engkau, diberkatilah ia."

Mat. 9:14-17

9:14 Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: "Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?"
9:15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.
9:16 Tidak seorang pun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabik baju itu, lalu makin besarlah koyaknya.
9:17 Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya."



Hal Berpuasa

 Saudara terkasih, puasa dalam hal ini ialah puasa dalam bentuk atau wujud kesalehan bukan puasa agung dalam Hari Penebusan atau puasa wajib sebagaimana lazimnya budaya dan agama Yahudi. Namun nampaknya Yesus juga tidak meminta atau menyuruh para murid-Nya untuk berpuasa. Hal ini berkaitan dengan keberadaan Yesus di sisi mereka. Simbol atau perumpamaan mengenai mempelai laki-laki ada di antara mereka tentu sahabat-sahabat mempelai tidak mungkin berpuasa, justru berpesta. Sukacita pernikahan menjadi gambaran suka cita dan kegembiraan para murid yang ada di sisi Yesus. Keprihatinan yang ditunjukkan melalui puasa tentunya ketika Ia sudah tidak ada lagi bersama mereka.
Perikop ini juga memberikan gambaran cara hidup bersama secara baru bagi para murid. Cara lama an cara yang baru tidak akan bisa menyatu atau justru akan sama-sama rusak dan tidak ada gunanya. Mereka perlu mengubah cara pandang dan cara hidup mereka agar selaras dengan sistem dan rencana Yesus yang jauh berbeda dengan cara hidup lama. Penanya, juga para murid masih berpedoman dalam budaya dan kepercayaan lama mereka, padahal Yesus membawa kebaruan dan mereka belum paham sepenuhnya. Cara Yesus yang harus mereka ikuti bukan milik bangsanya yang telah lama dan perlu adanya perubahan agar lebih baik.
Saudara terkasih, kita sering membawa manusia lama kita, namun ingin hidup baru juga merasakannya. Dua dunia yang kita bawa membuat semuanya saling meniadakan, bukan untuk memperkokoh. Keberanian menuju ke yang  baru dengan meninggalkan yang lama akan tumbuh dan berkembang menjadi pribadi baru dan hidup yang baru pula.BD.eLeSHa.


Jumat, 03 Juli 2015

Berbahagialah Mereka yang Tidak Melihat namun Percaya


Pesta S. Tomas, Ras. (M)
Ef. 2:19-22
Mzm. 117:1,2
Yoh. 20:24-29


Ef. 2:19-22

2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.


Yoh. 20:24-29

20:24 Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ.
20:25 Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: "Kami telah melihat Tuhan!" Tetapi Tomas berkata kepada mereka: "Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya."
20:26 Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
20:27 Kemudian Ia berkata kepada Tomas: "Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah."
20:28 Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
20:29 Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."


Berbahagialah Mereka yang Tidak Melihat namun Percaya

Saudara terkasih, iman Tomas senyatanya ialah iman kebanyakan dari kita. Bagaimana orang menjadi percaya dan berduyun-duyun karena melihat apa yang telah disaksikan oleh mata dan pikiran kita mengiyakannya. Tomas yang tidak bersama-sama dengan para rasul yang lain pada peristiwa penampakan pertama menginginkan adanya kontak fisik, mencucukan tangan ke lambung dan tangan Yesus, pandangan manusiawi yang mengandalkan pikirannya sendiri.
Yesus datang dan menawarkan kepada Tomas secara langsung dan itu membuat Tomas justru memiliki rumusan iman yang mendalam, Ya Tuhanku dan Allahku. Yesus menjawab Tomas dengan pernyataan yang tidak kalah menariknya, dengan “....berbahagialah yang tidak melihat namun percaya.

Pengalaman iman kita, bukan pengalaman fisik karena telah terentang ribuan tahun sejak Yesus naik ke surga. Bagaimana kalau kita menuntut seperti Tomas? Kita tentunya menjadi umat yang memaksa Tuhan untuk memenuhi keinginan kita, umat yang merepotkan Tuhan dengan hal-hal yang sering remeh. Namun kitapun masih berbuat yang sama, bagaimana kita memaksa Tuhan berbuat ini itu, sedang kita tidak melakukannya sama sekali. Tidak bekerja namun memohon rezeki berlimpah, tidak belajar namun memohon nilai baik, dan banyak lagi perbuatan kita yang identik denga perbuatan Tomas. Paling tidak kita telah memilih Yesus sebagai Tuhan dan Allahku bukan karena perbuatan fisik Yesus yang kita saksikan dengan mata kepala, mukjizat yang Dia buat dan kita rasakan secara pribadi telah membimbing kita menemukan-Nya. Sapaan lembut dan halus di dalam hati kita membuat suka cita dan kita tahu bahwa DIA memilih kita.BD.eLeSHa.

Kamis, 02 Juli 2015

“Percayalah Anak-Ku, Dosamu Telah Diampuni!”

Kamis Biasa Pekan XIII (H)
Kej. 22:1-19
Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9
Mat. 9:1-8


Kej. 22:1-19

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
22:3 Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.
22:4 Ketika pada hari ketiga Abraham melayangkan pandangnya, kelihatanlah kepadanya tempat itu dari jauh.
22:5 Kata Abraham kepada kedua bujangnya itu: "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu."
22:6 Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak, anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:7 Lalu berkatalah Ishak kepada Abraham, ayahnya: "Bapa." Sahut Abraham: "Ya, anakku." Bertanyalah ia: "Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?"
22:8 Sahut Abraham: "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama.
22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
22:14 Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."
22:15 Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham,
22:16 kata-Nya: "Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri -- demikianlah firman TUHAN --: Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku,
22:17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya.
22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.


Mat. 9:1-8

9:1 Sesudah itu naiklah Yesus ke dalam perahu lalu menyeberang. Kemudian sampailah Ia ke kota-Nya sendiri.
9:2 Maka dibawa oranglah kepada-Nya seorang lumpuh yang terbaring di tempat tidurnya. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: "Percayalah, hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni."
9:3 Maka berkatalah beberapa orang ahli Taurat dalam hatinya: "Ia menghujat Allah."
9:4 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata: "Mengapa kamu memikirkan hal-hal yang jahat di dalam hatimu?
9:5 Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah dan berjalanlah?
9:6 Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa" -- lalu berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --: "Bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!"
9:7 Dan orang itu pun bangun lalu pulang.
9:8 Maka orang banyak yang melihat hal itu takut lalu memuliakan Allah yang telah memberikan kuasa sedemikian itu kepada manusia.




“Percayalah Anak-Ku, Dosamu Telah Diampuni!”

Saudara terkasih, apa yang ditampillkan dalam kisah hari ini ialah, kuasa Yesus untuk mengampuni dosa. Apa yang dikatakan Yesus merupakan bahan yang kontroversial saat itu, bagaimana kelompok-kelompok yang mulai berseberangan dengan Yesus mulai tampil dalam Injil Mateus, meskipun dalam hato, namun Yesus melihat dan tahu akan hal itu. Ia nyatakan denga bukti ketika Dia sembuhkan orang sakit.
Sabda dan karya-Nya menarik orang untuk datang dan mendengarkan pengajaran-Nya, namun pada sisi lain, bagaimana kelompok-kelompok yang berseberangan juga mulai hadir dan mempertunjukkannya, apalagi Yesus itu bukan siapa-siapa bagi mereka.
Kuasa Yesus untuk mengusir setan, menyembuhkan, dan mengampuni dosa, tentu berbeda dengan para rabbi Yahudi dan pemimpin jemaat Yahudi lainnya. Kuasa Yesus yang mengampuni dosa identik atau milik Allah sendiri tentunya.
Bacaan Pertama memberikan kepada kita pelajaran yang besar mengenai pengorbanan dan kesetiaan Abraham. Anak satu-satunya yang sekian lama, bahkan hingga usia sangat lanjut, oleh Sang Pemberi diminta kembali untuk dikorbankan. Sikap terbuka dan siap melaksanakan kehendak Allah dalam pengorbanan diri membuat Allah berkenan untuk memberikan keturunan yang berlimpah dan menjadi bangsa yang besar di seluruh dunia. Ujian memang diberikan, dan bagaimana kita menghadapi dan menyikapi ujian itu. Tuhan bukan mencobai manusia, namun memberikan kebebasan sepenuhnya bagaimana kita dalam menghadapinya. Berkaitan dengan Bacaan Injil, ialah kepercayaan. Percaya akan kehendak Allah jauh lebih bernilai dan bermakna bagi hidup manusia, dari pada harta benda, anak, ataupun ilmu pengetahuan. Percaya yang membawa selamat. Iman yang dilihat oleh Yesus dan Allah membawa keselamatan abadi. Iman si lumpuh dan teman-temannya, dan iman Abraham telah memberinya hidup kekal karena belas kasih Allah, yang tidak pernah berhenti mengalir. BD.eLeSHa.




Rabu, 01 Juli 2015

Setan dan Yesus

Rabu Biasa Pekan XIII (H)
Kej. 21:5,8-20
Mzm. 34:7-8,10-11,12-13
Mat. 8:28-34


Kej. 21:5,8-20

21:5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya
21:8 Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu.
21:9 Pada waktu itu Sara melihat, bahwa anak yang dilahirkan Hagar, perempuan Mesir itu bagi Abraham, sedang main dengan Ishak, anaknya sendiri.
21:10 Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak."
21:11 Hal ini sangat menyebalkan Abraham oleh karena anaknya itu.
21:12 Tetapi Allah berfirman kepada Abraham: "Janganlah sebal hatimu karena hal anak dan budakmu itu; dalam segala yang dikatakan Sara kepadamu, haruslah engkau mendengarkannya, sebab yang akan disebut keturunanmu ialah yang berasal dari Ishak.
21:13 Tetapi keturunan dari hambamu itu juga akan Kubuat menjadi suatu bangsa, karena ia pun anakmu."
21:14 Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
21:15 Ketika air yang dikirbat itu habis, dibuangnyalah anak itu ke bawah semak-semak,
21:16 dan ia duduk agak jauh, kira-kira sepemanah jauhnya, sebab katanya: "Tidak tahan aku melihat anak itu mati." Sedang ia duduk di situ, menangislah ia dengan suara nyaring.
21:17 Allah mendengar suara anak itu, lalu Malaikat Allah berseru dari langit kepada Hagar, kata-Nya kepadanya: "Apakah yang engkau susahkan, Hagar? Janganlah takut, sebab Allah telah mendengar suara anak itu dari tempat ia terbaring.
21:18 Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar."
21:19 Lalu Allah membuka mata Hagar, sehingga ia melihat sebuah sumur; ia pergi mengisi kirbatnya dengan air, kemudian diberinya anak itu minum.
21:20 Allah menyertai anak itu, sehingga ia bertambah besar; ia menetap di padang gurun dan menjadi seorang pemanah.

Mat. 8:28-34

8:28 Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui jalan itu.
8:29 Dan mereka itu pun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
8:30 Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.
8:31 Maka setan-setan itu meminta kepada-Nya, katanya: "Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu."
8:32 Yesus berkata kepada mereka: "Pergilah!" Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
8:33 Maka larilah penjaga-penjaga babi itu dan setibanya di kota, diceriterakannyalah segala sesuatu, juga tentang orang-orang yang kerasukan setan itu.
8:34 Maka keluarlah seluruh kota mendapatkan Yesus dan setelah mereka berjumpa dengan Dia, mereka pun mendesak, supaya Ia meninggalkan daerah mereka.


Setan dan Yesus

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita untuk merenungkan kuasa Yesus berhadapan dengan setan simbol dari kuasa gelap. Penggambaran Yesus memasuki kawasan lain dan perjumpaan dengan orang yang kerasukan dan sangat berbahaya. Menarik ialah bahwa setan sejak awal mula mengenal siapa Yesus, identitas Yesus telah mereka kenali, sejak peristiwa puasa mereka jauh lebih mengerti dari pada para murid.
Yesus jauh lebih berkuasa daripada setan, hal ini ditunjukkan oleh permintaan mereka yang menginginkan pindah ke babi, dan menannyakan memangnya Yesus akan menyiksa mereka sebelum waktunya.
Penyembuhan atas kerasukan ini sebagai kisah utama, namun justru setan yang menonjol bagi kita. Kedua orang itu tidak lagi diceritakan, namun babi yang kerasukan itu masuk ke danau dan mati. Cerita bergese ke kuasa Yesus atas setan dan Yesus mengalahkan mereka.

Saudara terkasih, kita tidak erlu takut apapun karena ada Yesus yang akan mendampingi kita, menguatkan kita, dan mengasihi kita tanpa batas. Setan saja takut kepada-Nya, apalagi yang perlu kita takuti. Setan dan kuasa kejahatan datang karena kita izinkan dan beri tempat, maka mereka datang dan mengikuti kita. Siapkan hati bagi Tuhan maka tidak ada tempat bagi setan untuk menggoda kita dan menguasai kita. Ketakutan merupakan bagian dari upaya kuasa jahat menguasai hati kita. Biarkan Allah mengisi hati dan diri kita dengan kuasa-Nya. Terang datang kegelapanpun sirna, tidak ada dua kekuatan di tempat yang sama sekaligus, dan biarlah terang itu yang menguasai kita. BD.eLeSHa.