Rabu, 10 Juni 2015

Yesus dan Hukum



Rabu Biasa Pekan X (H)
2 Kor. 3:4-11
Mzm. 99:5,6,7,8,9
Mat. 5:17-19


2 Kor. 3:4-11

3:4 Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah oleh Kristus.
3:5 Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggup untuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah.
3:6 Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan.
3:7 Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun demikian kemuliaan Allah menyertainya waktu ia diberikan. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan kemuliaan yang demikian
3:8 betapa lebih besarnya lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!
3:9 Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran.
3:10 Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti.
3:11 Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan.

Mat. 5:17-19

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.


Yesus dan Hukum

Saudara terkasih, bacaan singkat dari Injil hari ini merupakan pandangan Yesus mengenai hukum. Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat ataupun hukum para Nabi yang lainnya, para pendahulu-Nya,  namun menggenapinya. Kegenapan dengan sikap dan perilaku adil atas hukum itu. Dia juga menyatakan barang siapa yang meniadakan satu saja bagian kecil hukum tersebut sebagai hal yang fatal, apalagi kalau sampai mengajarkannya.
Apa yang menjadi pokok pembicaraan Yesus ialah sikap dalam menghadapi hukum. Sebagai contoh nyata dan konkret tentu ialah ahli Taurat dan para Farisi. Hidup mereka jelas sekali berdasar pada Hukum Taurat. Kebanggaan mereka adalah setia dan taat hukum itu melebihi siapapun. Larangan dan perintah mereka jalankan dengan ketat dan keras. Hal tersebut mendapatkan apresiasi oleh Yesus namun jauh lebih lagi ialah pelaksanaannya yang lebih radikal dan mendalam sebagaimana akan kita renungkan esok hari dengan lebih lanjut mengenai hukum dan bagaimana kita sebagai murid-Nya harus memandang dan melakukan hukum itu.

Saudara terkasih, Yesus melihat hukum, baik hukum Taurat atau hukum para Nabi ialah baik adanya, namun dalam pelaksaan perlu adanya sikap khas pengikut-Nya yang tidak setengah-setengah dan merugikan pihak lain. Hal yang sangat penting bagi kehidupan berbangsa kita hari-hari ini. Hukum kita bagus dan menyeluruh, hanya sikap mental dan kebiasaan buruk beberapa orang justru elit lah yang merusak tatanan dan hukum itu. Sebagai pengikut-Nya, layakkah kita juga main-main dengan hukum tersebut? BD.eLeSHa.

Selasa, 09 Juni 2015

Garam dan Terang Dunia

Selasa Biasa Pekan X (H)
2 Kor. 1:18-22
Mzm. 119:129,130,131,132,133,135
Mat. 5:13-16


2 Kor. 1:18-22

1:18 Demi Allah yang setia, janji kami kepada kamu bukanlah serentak "ya" dan "tidak".
1:19 Karena Yesus Kristus, Anak Allah, yang telah kami beritakan di tengah-tengah kamu, yaitu olehku dan oleh Silwanus dan Timotius, bukanlah "ya" dan "tidak", tetapi sebaliknya di dalam Dia hanya ada "ya".
1:20 Sebab Kristus adalah "ya" bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan "Amin" untuk memuliakan Allah.
1:21 Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi,
1:22 memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita.



Mat. 5:13-16

5:13 "Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.
5:14 Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.
5:15 Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.
5:16 Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."



Garam dan Terang Dunia

Saudara terkasih, garam dan terang merupakan hal yang mutlak di dunia, maka tidak heran Yesus menghendaki kita untuk menjadi garam dan terang. Bagaimana kontribusi garam dan terang itu, sedikit namun berkualitas, bernilai, dan tentu sangat menentukan kualitas. Garam yang tidak asin dalam masakan tentu tidak berguna selain hanya menjadi keluhan. Terang satu ruang paling satu saja namun cukup bagi ruang tersebut.
Apa maksudnya dengan demikian? Kita tidak memikirkan banyaknya, jumlahnya, dan keberadaan kita berkaitan dengan kualitas. Keberadaan kita itu dirindukan, dibutuhkan, dan menentukan keberadaan dunia ini.

Sungguh berat kehendak Tuhan sekiranya kita berdiri sendiri. Tuhan Allah hadir dalam diri kita sehingga kita mampu menjalankan perutusan untuk menjadi garam dan terang itu. Terang hadir mengenyahkan kegelapan dan kejahatan. Garam datang memberikan rasa yang pas bagi hiduo manusia. Itu pula yang perlu bagi hidup orang Katolik, kehadirannya menjadi pembeda dan memberikan rasa positif, mengenyahkan kegelapan dan kejahatan, bukan malah ikut terlibat di sana. Tempat lampu atau terang itu ada di posisi yang strategis dalam arti tempat kita bisa menjadi rujukan dan sumber bagi yang lain. Siap sedia membantu dengan rela dan terbuka, penuh suka cita dan tidak pernah mengharapkan balasan ataupun upah sebagaimana perbuatan budak.BD.eLeSHa.

Senin, 08 Juni 2015

Sabda Bahagia

Senin Biasa Pekan X (H)
2 Kor. 1:1-7
Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9
Mat. 5:1-12


2 Kor. 1:1-7

1:1 Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Timotius saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus dengan semua orang kudus di seluruh Akhaya.
1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
1:3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan,
1:4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
1:5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah.
1:6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.
1:7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.


Mat. 5:1-12

5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.
5:2 Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya:
5:3 "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:4 Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.
5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.
5:7 Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.
5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.
5:9 Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.
5:10 Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.
5:11 Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
5:12 Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."


Sabda  Bahagia

Saudara terkasih, apa yang disampaikan Mateus bukan semata miskin dalam arti materi, namun miskin di hadapan Allah. Berani bergantung sepenuhnya kepada Allah dan melepaskan apa yang menjadi “miliknya.”  Dengan demikian, orang kaya raya sekalipun, namun tidak bergantung pada hartanya dan dia sepenuhnya berserah pada Tuhan, dia juga akan berbahagia.
Pengampunan dan memberikan kesempatan kembali bersatu atau rekonsiliasi dengan sesama. Panggilan untuk memperoleh kesucian hati dengan setia secara total kepada Allah. Pemelihara perdamaian, ialah mereka yang tidak terjerumus ke dalam rangkaian kekerasan, mereka yang menolak dan menjauhi pedang, bahkan mengasihi musuh. Barangsiapa dianiaya karena kebenaran juga akan memperoleh berkat karena mereka bertahan dan setia serta taat kepada Allah.

Saudara terkasih, Tuhan mengajak kita untuk selalu rendah hati, membawa damai, miskin dalam arti bergantung sepenuhnya pada Allah, tidak mengandalkan diri dan kemampuan manusiawi, dan tentu saja tetap tenang dan sabar ketika memperoleh fitnahan yang jahat. Apa yang terjadi dengan fitnah oleh Yesus dipersamakan dengan apa yang diterima para nabi. Yesus mengajak kita bukan membalas namun mengampuni bahkan mengasihi musuh sekalipun. Kita sering menyatakan pengampunan atau memaafkan, namun sebatas mulut dan ucapan lisan, sedangkan hati tetap menggerutu dan bahkan mengutuk. Tuhan tidak menghendaki kita yang memiliki kasih yang demikian. Kasih-Nya mengajarkan kepada kita hingga akhir dan mengasihi yang memusuhi kita.BD.eLeSHa.

Minggu, 07 Juni 2015

Tubuh dan Darah Kristus

HARI RAYA TUBUH DAN DARAH KRISTUS (P)
Kel. 24:3-8
Mzm. 116:12-13,15-16bc,17-18
Ibr. 9:11-15
Mrk. 14:12-16,22-26


Kel. 24:3-8

24:3 Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak: "Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan."
24:4 Lalu Musa menuliskan segala firman TUHAN itu. Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel.
24:5 Kemudian disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel, maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan menyembelih lembu-lembu jantan sebagai korban keselamatan kepada TUHAN.
24:6 Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu, lalu ditaruhnya ke dalam pasu, sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu.
24:7 Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan."
24:8 Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini.

Ibr. 9:11-15

9:11 Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, -- artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, --
9:12 dan Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.
9:13 Sebab, jika darah domba jantan dan darah lembu jantan dan percikan abu lembu muda menguduskan mereka yang najis, sehingga mereka disucikan secara lahiriah,
9:14 betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.
9:15 Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama


Mrk. 14:12-16,22-26

14:12 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid Yesus berkata kepada-Nya: "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?"
14:13 Lalu Ia menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: "Pergilah ke kota; di sana kamu akan bertemu dengan seorang yang membawa kendi berisi air. Ikutilah dia
14:14 dan katakanlah kepada pemilik rumah yang dimasukinya: Pesan Guru: di manakah ruangan yang disediakan bagi-Ku untuk makan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku?
14:15 Lalu orang itu akan menunjukkan kamu sebuah ruangan atas yang besar, yang sudah lengkap dan tersedia. Di situlah kamu harus mempersiapkan perjamuan Paskah untuk kita!"
14:16 Maka berangkatlah kedua murid itu dan setibanya di kota, didapati mereka semua seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka. Lalu mereka mempersiapkan Paskah
14:22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-Ku."
14:23 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu.
14:24 Dan Ia berkata kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.
14:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah.


Tubuh dan Darah Kristus

Saudara terkaish, Tubuh dan Darah Kristus kita terima setiap merayakan Ekaristi, bisa setiap hari atau minimal setiap Minngu, parah-parahnya NaPas, natal dan Paskah, keprihatinan saat ini ialah, karena saking biasanya, umat beriman menjadi “biasa” juga menyambut Tubuh Seagung itu. Roti yang kita terima, dalam iman kepercayaan Katolik itu adalah Tubuh-Nya sendiri. Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Roti Hidup, yang makan Tubuh-Nya tidak akan lapar lagi dan akan hidup.
Menerima Roti Hidup tentu dengan kepantasan dan kelayakan yang sangat. Bandingkan ketika kita akan menerima kunjungan atau kedatangan orang yang kita hormati dan kasihi apa yang kita lakukan? Persiapan yang terbaik, rumah dibersihkan, dirapikan, dan tentu juga kita mengenakan pakaian terbaik dan rapi. Demikian juga ketika kita hendak menerima tubuh dan darah Kristus, kita mempersiapkan diri dengan pantas. Berpuasa minimal satu jam sebelum menerima Tubuh dan Darah Kristus. Pedoman paling mudah ialah ketika lilin di altar dinyalakan, itu satu jam sebelum Komuni, tentu sangat ringan, dengan catatan bagi yang sehat. Sikap ketika menerimapun dengan layak dan pantas. Kelihatannya perlu lagi adanya katekese mengenai hal ini, karena banyak kaum muda yang masih asyik dengan kesibukan dengan gadgetnya dari pada Komuni, atau keluarga muda yang terkonsentrasi pada anak, sehingga melalaikan penghormatan sepantasnya pada Komuni.
Penerimaan Tubuh Kristus merupakan puncak ketika kita merayakan Ekaristi. Menuju kepada puncak, berarti kita juga perlu persiapan sehingga pada saat puncak itu bisa memperoleh yang terbaik dan hati kita layak untuk menerima itu dan menyiapkan hati agar layak pula untuk bersemayam. Maka, Konsili Vatikan II menyatakan agar kita dalam merayakan Ekaristi agar ikut secara sadar dan aktif. Sadar berarti mengerti dengan baik apa yang sedang dilakukan, aktif berarti terlibat sesuai dengan bagian dan tugas sepanjang mungkin dan  menjadi tugasnya. Keterlibatan yang bisa diikuti seperti lektor, prodiakon/asisten imam, koor, pemazmur, diirijen, dan lain-lain.BD.eLeSHa.

Sabtu, 06 Juni 2015

Persembahan Janda Miskin dan Sikap Ahli Taurat

Sabtu Biasa Pekan IX (H)
Tb. 12:1,5-15,20
To. 13:2,6,7,8
Mrk. 12:38-44


Tb. 12:1,5-15,20

12:1 Setelah perayaan nikah itu selesai maka Tobit memanggil anaknya Tobia. Berkatalah ia kepadanya: "Nak, ingatlah memberikan upahnya kepada orang yang telah menyertai engkau. Dan ingatlah menambah upahnya juga."
12:5 Maka ia dipanggil dan Tobit berkata kepadanya: "Ambillah sebagai upahmu separuh dari segala sesuatunya yang kaubawa waktu datang, lalu engkau boleh pergi dengan selamat."
12:6 Tetapi Rafael memanggil kedua orang itu sendiri-sendiri lalu berkata kepada mereka: "Pujilah Allah dan muliakanlah Dia di depan mata semua orang yang hidup karena segala anugerah yang telah diberikan-Nya kepada kamu. Pujilah nama-Nya dan bernyanyi-nyanyilah kepada-Nya. Wartakanlah kepada segala manusia perbuatan-perbuatan Allah sebagaimana layaknya. Jangan berayal memuliakan Dia.
12:7 Memang baiklah rahasia raja disembunyikan, tetapi pantaslah perbuatan Allah disingkapkan dan dimuliakan. Lakukanlah yang baik, niscaya malapetaka tidak akan menimpa kamu.
12:8 Lebih baiklah doa benar dan sedekah jujur daripada kekayaan yang lalim.
12:9 Memang sedekah melepaskan dari maut dan menghapus setiap dosa. Orang yang melakukan sedekah akan menjadi puas dengan umurnya.
12:10 Sebaliknya, orang yang berbuat dosa dan lalim menjadi seteru hidupnya sendiri.
12:11 Segenap kebenaran hendak kuwartakan kepada kamu dan tidak kusembunyikan apa-apa terhadap kamu. Sudah kutandaskan kepadamu: Baiklah rahasia raja disembunyikan, tetapi pantaslah perbuatan Allah disingkapkan.
12:12 Makanya, ketika engkau dan Sara berdoa maka ingatan akan doamu itu kusampaikan ke hadapan kemuliaan Tuhan. Dan demikianpun waktu engkau menguburkan orang-orang mati.
12:13 Ketika engkau tidak ayal-ayalan dan bangkit serta meninggalkan makananmu untuk pergi mengapani mayat itu, maka aku diutus untuk mencobai engkau.
12:14 Lagipula aku diutus oleh Allah untuk menyembuhkan baik engkau sendiri maupun Sara, menantumu.
12:15 Aku ini Rafael, satu dari ketujuh malaikat yang melayani di hadapan Tuhan yang mulia."
12:20 Oleh sebab itu, pujilah Tuhan di atas bumi dan muliakanlah Allah! Camkanlah! Aku naik kepada Dia yang telah mengutus aku. Tuliskanlah semuanya yang telah terjadi pada kamu." Maka iapun naik juga.


Mrk. 12:38-44

12:38 Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar,
12:39 yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan,
12:40 yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."
12:41 Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.
12:42 Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit.
12:43 Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan.
12:44 Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya."


Persembahan Janda Miskin dan Sikap Ahli Taurat

Saudara terkasih bacaan hari ini menggabungkan dua peristiwa untuk pengajaran kepada para murid. Pertama soal ahli Taurat dan yang kedua soal persembahan janda miskin. Namun demikian keduanya memiliki tautan yang amat erat. Pertama soal sikap ahli Taurat, ciri fisik mereka itu berjubah putih panjang, kalau berdoa panjang-panjang, disebut rabi, bapa, atau tuan di tengah masyarakat. duduk di tempat terhormat atau depan, baik ketika di Bait Allah atau di dalam perjamuan-perjamuan sehari-hari.
Hidup mereka digunakan untuk mempelajari Taurat dan kembali diajarkan kepada umat Yahudi. Kritik Yesus berkaitan dengan sikap mereka yang “menikmati” keramahan dan derma dari janda, dalam hal ini ialah kelompok yang sangat lemah. Mereka memang dilarang menerima bayaran dalam pengajarannya, namun hidupnya ditopang oleh sumbangan dari murid-muridnya. Apa yang Yesus soroti ialah mereka menggunakan itu sebagai sarana mencari untung sendiri. Sikap dan pilihan demi kemuliaan, kejayaan, dan kebanggaan menjadi catatan Yesus. Pemuridan dan Mesias yang Yesus ajarkan keballikan dari itu semua, yaitu sederhana, rendah hati, dan peduli pada sesama terutama yang menderita dan lemah.

Kedua, persembahan janda miskin, persembahan ini berkaitan dengan komitmennya bersama Allah. Bagaimana dan seberapa besar komitmen kita pada Allah. Saudara terkasih, dua peser dari janda ini, berarti hidupnya, ia berikan kepada Allah, kita sering memberikan sumbangan, atau persembahan dari kelebihan dan kelimpahan kita. Janda tersebut memberikan segalanya, yang bisa saja untuk menyambung hidupnya hari itu, namun ia kembalikan kepada Allah.BD. eLeSHa.

Jumat, 05 Juni 2015

Mesias Anak Daud

Pw. S. Bonifasius UskMrt(M)
Tb.11:5-17
Mzm. 146:2abc,7,8-9a,9bc-10
Mrk. 12:35-37


Tb.11:5-17

11:5 Dalam pada itu duduklah Hana mengamati jalan yang harus ditempuh anaknya.
11:6 Iapun telah mendapat firasat bahwa anaknya tengah datang. Berkatalah Hana kepada ayah Tobia: "Sungguh anakmu tengah datang dan juga orang yang menyertainya."
11:7 Sebelum Tobia mendekati ayahnya berkatalah Rafael kepadanya: "Aku yakin bahwa mata ayahmu akan dibuka.
11:8 Sapukanlah empedu ikan itu kepada matanya. Obat itu akan memakan dahulu, lalu mengelupaskan bintik-bintik putih itu dari matanya. Maka ayahmu akan melihat lagi dan memandang cahaya."
11:9 Adapun Hana bergegas-gegas mendekap anaknya, lalu berkatalah ia kepadanya: "Setelah engkau kulihat, anakku, maka mulai sekarang aku dapat mati." Maka ia menangis.
11:10 Tobitpun berdiri dan meskipun kakinya tersandung namun ia keluar dari pintu pelataran rumah.
11:11 Tobia menghampirinya dengan empedu ikan itu di tangan lalu ditiupinya mata Tobit, ditopangnya ayahnya dan kemudian berkatalah ia kepadanya: "Tetapkan hati, pak!" Selanjutnya obat itu dikenakannya padanya dan dibiarkannya sebentar.
11:12 Lalu dengan kedua tangannya dikelupaskannya sesuatu dari ujung-ujung matanya.
11:13 Maka Tobit mendekap Tobia sambil menangis. Katanya: "Aku melihat engkau, anakku, cahaya mataku!"
11:14 Ia menyambung pula: "Terpujilah Allah, terpujilah nama-Nya yang besar, terpujilah para malaikat-Nya yang kudus. Hendaklah nama Tuhan yang besar ada di atas kita dan terpujilah hendaknya segala malaikat untuk selama-lamanya. Sungguh aku telah disiksa oleh Tuhan, tetapi kulihat anakku Tobia!"
11:15 Kemudian masuklah Tobia ke rumah dengan sukacita sambil memuji Allah dengan segenap hatinya. Diceritakannya kepada ayahnya bahwa perjalanannya berhasil baik; bahwa ia telah membawa uang itu dan sudah mengambil Sara anak perempuan Raguel menjadi isterinya dan bahwa isterinya masih dalam perjalanan dan sudah dekat pada pintu gerbang kota Niniwe.
11:16 Maka keluarlah Tobit menjemput anak menantunya pada pintu gerbang kota Niniwe dengan sukacita seraya memuji Allah. Melihat Tobit berjalan dan maju dengan kekuatannya seperti dahulu tanpa diantar oleh siapapun maka tercengang-cenganglah penduduk kota Niniwe. Tobitpun lalu memaklumkan di hadapan mereka bahwa ia telah dikasihani oleh Allah yang telah mencelikkan matanya.
11:17 Akhirnya Tobit mendekati Sara, isteri anaknya Tobia, lalu diberkatinya dengan berkata: "Selamat datang, anakku. Terpujilah Allahmu yang mengantar engkau kepada kami, hai anakku! Tuhan memberkati ayahmu, memberkati anakku Tobia dan memberkati engkau sendiri, hai anakku. Masuklah ke rumahmu dengan selamat, dengan berkat dan gembira! Masuklah, hai anakku!


Mrk. 12:35-37

12:35 Pada suatu kali ketika Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berkata: "Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?
12:36 Daud sendiri oleh pimpinan Roh Kudus berkata: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
12:37 Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?" Orang banyak yang besar jumlahnya mendengarkan Dia dengan penuh minat.


Mesias Anak Daud

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan Siapakah Yesus itu bagi kita. Dalam Bacaan Injil, Yesus melontarkan pernyataan dan pertanyaan sekaligus bagaimana orang Yahudi menyebut Mesias sebagai anak Daud, sedang Daud sendiri menyebuat Mesias sebagai tuannya? Apa yang Yesus katakan ini tidak ada jawaban baik dari Yesus selaku penanya ataunpun dari umat yang ada di sana. Pendengar-Nya selain murid tentu para ahli Taurat, imam, dan para Saduki, ataupun Farisi dan semua diam tidak ada yang memberikan satu pun jawaban.
Saudara terkasih, siapakah Mesias itu terjawab gamblang ketika ada di peristiwa salib dan kebangkitan. Menarik ialah  bahwa mereka meskipun belum tahu siapakah Mesias itu namun memberikan perhatian penuh minat.

Saudara terkasih, kata penutup yang indah dari Yesus, bagaimana keterbatasan kita dalam mengenali apapun, itu suatu hal yang pasti, namun Allah memberikan kepada kita kemampuna untuk lebih mengenal, sehingga kita diberikan hati yang jernih untuk memberikan perhatian yang membantu untuk mengenali, salah satunyya ialah Siapakah DIA bagi kita. Yesus Sang Mesias yang menebus kita, meskipun kita tidak melihat-Nya namun merasakan sentuhan dan karya-Nya dalam hidup ini dengan penuh syukur dan iman yang teguh, Dia Sang Mesias. BD.eLeSHa.

Kamis, 04 Juni 2015

Hukum yang Terutama


Kamis Biasa Pekan IX (H)
Tb. 6:10-11; 7:1,6,8-13; 8:1,5-9
Mzm. 25:2-4a,4b-5ab, 6-7bc, 8-9
Mrk. 12:28b-34


Tb. 6:10-11; 7:1,6,8-13; 8:1,5-9

6:10 Mereka memasuki negeri Media dan sudah sampai di dekat kota Ekbatana.
6:11 Lalu berkatalah Rafael kepada pemuda Tobia: "Hai saudara Tobia!" Sahutnya: "Ada apa?" Rafael menyambung pula: "Malam ini kita harus bermalam pada Raguel. Dia itu seorang kerabatmu dan mempunyai seorang anak perempuan yang bernama Sara.
7:1 Ketika mereka tiba di kota Ekbatana berkatalah Tobia kepada temannya: "Saudara Azarya, antarkanlah aku langsung ke rumah Raguel saudara kami." Iapun lalu mengantarkannya ke rumah Raguel. Raguel didapati mereka duduk pada pintu pelataran rumahnya. Mereka memberikan salam
7:6 Maka melonjaklah Raguel. Ia memeluk Tobia sambil menangis lalu berkata: "Tuhan memberkati engkau, nak! Engkau adalah anak orang yang mulia dan baik! Alangkah celakanya orang yang benar dan penderma itu menjadi buta!" Iapun mendekap Tobia, saudaranya, sambil menangis.
7:8 Kemudian Raguel menyembelih seekor domba betina dari kawanannya dan disambutnyalah mereka dengan ramah.
7:9 Setelah mereka mencuci dan membasuh diri dan sudah duduk makan maka berkatalah Tobia kepada Rafael: "Saudara Azarya, katakanlah kepada Raguel, supaya saudariku Sara diberikannya kepadaku."
8:1 Selesai makan minum mereka mau pergi tidur semua. Pemuda itu diantar ke luar untuk masuk ke kamar tersebut.
8:5 Maka bangunlah Sara dan mereka berdua mulai berdoa dan mohon, supaya mereka mendapat perlindungan. Mereka angkat doa sebagai berikut: "Terpujilah Engkau, ya Allah nenek moyang kami, dan terpujilah nama-Mu sepanjang sekalian abad. Hendaknya sekalian langit memuji Engkau dan juga segenap ciptaan-Mu untuk selama-lamanya.
8:6 Engkaulah yang telah menjadikan Adam dan baginya telah Kaubuat Hawa isterinya sebagai pembantu serta penopang; dari mereka berdua lahirlah umat manusia seluruhnya. Engkaupun bersabda pula: Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja, mari Kita menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.
8:7 Bukan karena nafsu berahi sekarang kuambil saudariku ini, melainkan dengan hati benar. Sudilah kiranya mengasihani aku ini dan dia dan membuat kami menjadi tua bersama."
8:8 Serentak berkatalah mereka: "Amin! Amin!"
8:9 Kemudian mereka tidur semalam-malaman


Mrk. 12:28b-34

12:28b "Hukum manakah yang paling utama?"
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.


Hukum yang Terutama

Saudara terkasih, kali ini, ahli Taurat datang bukan hendak menjebak Yesus, ada yang baru, nuansa perubahan bahwa karena jawab Yesus yang tepat menggerakkannya untuk bertanya sesuai dengan budaya mereka. Bagaimana Yahudi sering membuat gradasi hukum yang utama dan yang di bawahnya. Itu yang ahli tersebut tanyakan.
Hukum kasih, hukum yang utama ialah untuk mengasihi Tuhan Allah dengan seganap hati, akal budi, dan kekuatan manusia. Tuhan itu Esa. Kasih, bukan hanya sebatas perasaan, emosi, atau afeksi semata. Kasih itu usaha untuk membangun hidup selara dengan kehendak Tuhan Allah, mendengarkan Sabda-Nya dan berpaut pada-Nya.
Hukum utama berikutnya ialah mengasihi sesama seperti diri sendiri. Yesus memberikan ungkapan bukan atas pertanyaan. Ahli Taurat hanya bertanya mengenai hukum yang utama. Yesus memberinya bonus yang membawa pemahaman jauh lebih baru dari penanyanya yang menjawab bahwa itu semua lebih mendasar dari pada korban bakaran dan korban sembelihan.

Saudara terkasih, hukum kasih mengajak kita untuk mengasihi Tuhan dengan seluruh daya upaya kita, bergantung kepada-Nya namun tidak melupakan saudara atau sesama sebagai rekan seperjalanan menuju kepada-Nya. Tuhan itu Esa merupakan iman kepercayaan yang tidak boleh kita lupakan, dan itu penting berhadapan dengan “penanya” seperti ahli Taurat lainnya. BD.eLeSHa.

Rabu, 03 Juni 2015

Tentang Kebangkitan

Pw. S. Karolus Lwanga dkkMrt (M)
Tb. 3:1-11a,16-17a
Mzr. 25:2-4a,4b-5ab,6-7bc, 8-9
Mrk. 12:18-27


Tb. 3:1-11a,16-17a

3:1 Maka aku sedih hati, mengeluh dan menangis. Dengan keluh kesah aku angkat doa begini:
3:2 "Engkaulah adil, ya Tuhan, semua perbuatanMupun adil pula; semua tindakan-Mu belas kasihan dan kebenaran, dan dunia semesta diadili oleh-Mu.
3:3 Oleh sebab itu, ya Tuhan, ingatlah kepadaku, pandangilah aku! Jangan aku Kauhukum sekedar segala dosaku dan setimpal dengan kekhilafanku kepadaMu, atau sekedar dosa yang diperbuat nenek moyangku!
3:4 Aku telah tidak taat kepada segala perintah-Mu, maka kami Kauserahkan untuk dirampasi, dan untuk ditawan dan dibunuh, dan untuk menjadi sindiran, tertawaan dan orang ternista di tengah sekalian bangsa di mana kami Kaucerai-beraikan.
3:5 Segala hukuman-Mu memang benar, apabila kini aku Kauperlakukan sekedar segala dosaku. Karena kami tidak memenuhi perintah-perintah-Mu, dan tidak berjalan benar di hadapan-Mu.
3:6 Kini berbuatlah kepadaku menurut apa yang berkenan kepada-Mu, dan sudilah mencabut nyawaku, sehingga lenyaplah aku dari muka bumi dan kembali menjadi debu. Sebab mati lebih berguna bagiku dari hidup, karena aku mesti mendengar nista dan fitnah dan sangat sedih rasa hatiku. Ya Tuhan, suruhlah supaya aku lepas dari susah ini, biarlah aku lenyap menuju tempat abadi; janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku, ya Tuhan. Sebab lebih bergunalah mati saja dari pada melihat banyak susah dalam hidupku. Nista tidak dapat kudengar lagi!"
3:7 Pada hari yang sama terjadilah bahwa Sara anak perempuan Raguel di kota Ekbatana di negeri Media mendengar nista dari pihak seorang pelayan perempuan ayahnya.
3:8 Adapun Sara itu sudah diperisterikan kepada tujuh laki-laki. Tetapi mereka semua sudah dibunuh oleh Asmodeus, setan jahat itu, sebelum Sara bersetubuh dengan mereka, sebagaimana pantasnya bagi para isteri. Kata pelayan itu kepada Sara: "Engkau sendirilah yang membunuh para suamimu! Engkau sudah diperisterikan kepada tujuh orang, tetapi tidak ada seorangpun yang engkau nikmati juga!
3:9 Masakan kami kaucambuki karena mereka mati! Baiklah engkau menyusul mereka saja, supaya seorang anak laki-laki atau perempuan dari engkau jangan pernah kami lihat!"
3:10 Maka pada hari itu juga Sara sangat sedih hati, lalu menangis tersedu-sedu. Kemudian ia naik ke bilik atas kepunyaan ayahnya dengan maksud menggantung diri. Tetapi berpikir dan berkatalah ia dalam hati: "Kiranya ayahku nanti dinistakan karena hal itu dan orang akan berkata kepadanya: Bapak hanya punya satu anak perempuan yang kekasih. Celakalah, ia telah menggantung diri! Niscaya karena sedihnya, maka uban ayahku kubawa ke dunia orang mati. Lebih baiklah aku tidak menggantung diri, melainkan berdoa kepada Tuhan, supaya aku mati saja sehingga tidak usah mendengar lagi nista selama hidupku."
3:11 Segera tangan dikedangkannya ke arah jendela, lalu berdoa. Katanya: "Terpujilah Engkau, ya Allah penyayang!
3:16 Pada saat itu juga kedua orang itu, yakni Tobit dan Sara, dikabulkan permohonannya di hadapan kemuliaan Allah.
3:17 Diutuslah Rafael untuk menyembuhkan kedua-duanya, yaitu dengan menghapus bintik-bintik putih dari mata Tobit sehingga ia dapat melihat cahaya Allah dengan matanya sendiri, dan dengan memberikan Sara anak perempuan Raguel kepada Tobia bin Tobit sebagai isteri dan dengan melepaskannya dari Asmodeus, setan jahat itu.


Mrk. 12:18-27

12:18 Datanglah kepada Yesus beberapa orang Saduki, yang berpendapat, bahwa tidak ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya:
12:19 "Guru, Musa menuliskan perintah ini untuk kita: Jika seorang, yang mempunyai saudara laki-laki, mati dengan meninggalkan seorang isteri tetapi tidak meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
12:20 Adalah tujuh orang bersaudara. Yang pertama kawin dengan seorang perempuan dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan.
12:21 Lalu yang kedua juga mengawini dia dan mati dengan tidak meninggalkan keturunan. Demikian juga dengan yang ketiga.
12:22 Dan begitulah seterusnya, ketujuhnya tidak meninggalkan keturunan. Dan akhirnya, sesudah mereka semua, perempuan itu pun mati.
12:23 Pada hari kebangkitan, bilamana mereka bangkit, siapakah yang menjadi suami perempuan itu? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia."
12:24 Jawab Yesus kepada mereka: "Kamu sesat, justru karena kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah.
12:25 Sebab apabila orang bangkit dari antara orang mati, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan melainkan hidup seperti malaikat di sorga.
12:26 Dan juga tentang bangkitnya orang-orang mati, tidakkah kamu baca dalam kitab Musa, dalam ceritera tentang semak duri, bagaimana bunyi firman Allah kepadanya: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub?
12:27 Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Kamu benar-benar sesat!"


Tentang Kebangkitan

Saudara terkasih, kali ini orang Saduki yag berkesempatan untuk “menjatuhkan” Yesus dengan pertanyaan mengenai kebangkitan. Pertanyaan yang hendak mengolok-olok ajaran Yesus soal kebangkitan orang mati. Orang saduki dan Yahudi memahami bahwa kebangkitan tersebut masih membawa ikatan budaya kehidupan di dunia ini ke kehidupan kekal, seperti halnya perkawinan ini. Hal tersebut dianggap sesat oleh Yesus, karena kehidupan setelah kematian ialah kehidupan layaknya malaikat, tidak ada lagi ikatan duniawi yang terbawa ke sana.
Soal kuasa Allah, orang Saduki menjadi terdiam, karena pernyataan Yesus yang menyatakan bahwa Allah menyebut diri sebagai Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Kuasa Allah atas mereka berlangsung hingga kini, kalau Allah hanya berkuasa atas orang hidup, Allah kalah kuasa dengan kematian. Ini semua ada dalam Perjanjian Lama, mereka tentu tidak bisa lagi berkutik berhadapan dengan jawaban yang diambil dari iman kepercayaan mereka. Kuasa Allah atas orang hidup dan orang setelah mati, dan tidak kalah dengan kuasa maut.

Saudara terkasih, persoalan kehidupan setelah kematian, sering dipahami dengan bahasa sehari-hari manusia, karena keterbatasan kemampuan dan olah pikir manusia, sepanjang itu dimengerti sepanjang pengetahuannya saja. Hal yang berada di luarnya sering luput untuk dipahami. Demikian juga dengan kehidupan setelah kematian digambarkan sebagaimana hidup di dunia ini. Yesus mengajarkan yang baru kepada kita,, bagaimana kasih itu memberikan hidup kekal, sehingga kita hidup bagai kehidupan malaikat. BD.eLeSHa.

Selasa, 02 Juni 2015

Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah

Selasa Biasa Pekan VIII (H)
Tb. 2:9-14
Mzm. 112:1-2, 7bc-8,9
Mrk. 12: 13-17


Tb. 2:9-14

2:9 Pada malam itu juga aku membasuh diriku, lalu pergi ke pelataran rumah dan tidur di dekat pagar temboknya. Mukaku tidak tertudung karena panas.
2:10 Aku tidak tahu bahwa ada burung pipit di tembok tepat di atas diriku. Maka jatuhlah tahi hangat ke dalam mataku. Muncullah bintik-bintik putih. Akupun lalu pergi kepada tabib untuk berobat. Tetapi semakin aku diolesnya dengan obat, semakin buta mataku karena bintik-bintik putih itu, sampai buta sama sekali. Empat tahun lamanya aku tidak dapat melihat. Semua saudaraku merasa sedih karena aku. Dua tahun lamanya aku dipelihara oleh Ahikar sampai ia pindah ke kota Elumais.
2:11 Di masa itu isteriku Hana mulai memborong pekerjaan perempuan.
2:12 Pekerjaan itu diantarkannya kepada para pemesan dan ia diberi upahnya. Pada suatu hari, yaitu tanggal tujuh bulan Dustrus, diselesaikannya sepotong kain, lalu diantarkannya kepada pemesan. Seluruh upahnya dibayar kepadanya dan ditambah juga seekor anak kambing jantan untuk dimakan.
2:13 Tetapi setibanya di rumahku maka anak kambing itu mengembik. Lalu isteriku kupanggil dan berkata: "Dari mana anak kambing itu? Apa itu bukan curian? Kembalikanlah kepada pemiliknya! Sebab kita tidak diperbolehkan makan barang curian!"
2:14 Sahut isteriku: "Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upahku." Tetapi aku tidak percaya kepadanya. Maka kusuruh kembalikan kepada pemiliknya -- Karena perkara itu aku merah padam karena dia! -- Tetapi isteriku membantah, katanya: "Di mana gerangan kebajikanmu? Di mana amalmu itu? Betul, sudah ketahuan juga gunanya bagimu!


Mrk. 12: 13-17

12:13 Kemudian disuruh beberapa orang Farisi dan Herodian kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan.
12:14 Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?"
12:15 Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!"
12:16 Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar."
12:17 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!" Mereka sangat heran mendengar Dia.


Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah

Saudara terkasih, jebakan yang diungkapkan para pengkritik Yesus justru menjebak mereka dan mengakui dengan terpaksa apa yang disampaikan Yesus itu tepat. Mgr. Soegijopranata, sebagai uskup pribumi pertama Indonesia dalam masa perjuangan memberikan hal yang mirip, 100% Katolik dan 100% Indonesia. Mgr. Soegijo memberikan dukungan untuk negera dan Gereja sama besar dan itu tidak setengah-setengah, utuh bagi Gereja dan negara
Gereja bagian tak terpisahkan dari negara, sehingga tidak bisa demi Gereja melalaikan negara atau sebaliknya, berjuang bagi negara melepaskan dogma-dogma iman kepercayaan. Apa yang Yesus sabdakan dan Mgr Soegijo katakan tepat bagi pembangunan karakter manusia Gereja Katolik yang ada di Indonesia, sehingga berkontribusi bagi negara dan juga Gereja. Tidak bisa saling meniadakan ataupun melampaui satu sama lain.

Demikian juga dalam perpolitikan, warga Gereja patut untuk terlibat aktif sehingga bisa memberikan kontribusi positif bukan menambah keburukan tentunya. Medan juang dan medan perutusan di tengah dunia namun tidak boleh terikut arus dunia, itu menjadi bagian penting agar umat beriman tetap memiliki iman yang tangguh, namun memilki sikap nasionalisme yang kuat pula. BD.eLeSHa.

Senin, 01 Juni 2015

Penggarapan Kebun Anggur

Pw. S. Yustinus (M)
Tb. 1:1,2,3;2:1b-8
Mzm. 112:1-2,3-4,5-6
Mrk. 12:1-12


Tb. 1:1,2,3;2:1b-8

1:1 Kitab kisah Tobit bin Tobiel bin Ananiel bin Aduel bin Gabael bin Rafael bin Raguel dari keturunan Asiel dari suku Naftali.
1:2 Di zaman Salmaneser, raja orang-orang Asyur, Tobit diangkut tertawan dari Tisbe yang terletak di sebelah selatan Kudios-Naftali di Galilea atas di atas Hazor, yakni di sebelah barat, dan di sebelah utara Fogor.
1:3 Aku, Tobit menempuh jalan kebenaran dan kesalehan seumur hidupku dan banyak melakukan kebajikan kepada para saudara dan segenap bangsaku yang bersama dengan daku telah berangkat ke pembuangan, ke negeri Asyur ke kota Niniwe.
2:1b Juga isteriku Hana dan anakku Tobia diserahkan kembali kepadaku. Sekali peristiwa pada hari raya Pentakosta, yaitu hari raya Tujuh Minggu, disajikanlah kepadaku suatu jamuan makan yang baik. Akupun telah duduk untuk makan.
2:2 Sebuah meja ditempatkan di hadapanku dan kepadaku disajikan banyak hidangan. Tetapi berkatalah aku kepada anakku Tobia: "Nak, pergilah dan jika kaujumpai seorang miskin dari saudara-saudara kita yang diangkut tertawan ke Niniwe dan yang dengan segenap hati ingat kepada Tuhan, bawalah ke mari, supaya ikut makan. Aku hendak menunggu, anakku, hingga engkau kembali."
2:3 Maka keluarlah Tobia untuk mencari seorang saudara kita yang miskin. Sepulangnya berkatalah ia: "Pak!" Sahutku: "Ada apa, nak?" Jawabnya: "Salah seorang dari bangsa kita sudah dibunuh. Ia dicekik dan dibuang di pasar. Masih ada di situ juga!"
2:4 Aku melonjak berdiri dan jamuan itu kutinggalkan sebelum kukecap. Mayat itu kuangkat dari lapangan dan kutaruh di dalam salah satu rumah hingga matahari terbenam, untuk kukuburkan nanti.
2:5 Kemudian aku pulang, membasuh diriku, lalu makan dengan sedih hati.
2:6 Maka teringatlah aku kepada firman yang diucapkan nabi Amos mengenai kota Betel ini: "Hari-hari rayamu akan berubah menjadi hari sedih dan segala nyanyianmu akan menjadi ratap!" Lalu menangislah aku.
2:7 Setelah matahari terbenam aku pergi menggali liang lalu mayat itu kukuburkan.
2:8 Para tetangga menertawakan aku, katanya: "Ia belum juga takut! Sudah pernah ia dicari untuk dibunuh karena perkara yang sama. Dahulu ia melarikan diri dan sekarang ia menguburkan mayat lagi!"

Mrk. 12:1-12

12:1 Lalu Yesus mulai berbicara kepada mereka dalam perumpamaan: "Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
12:2 Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka.
12:3 Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa.
12:4 Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan.
12:5 Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh.
12:6 Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
12:7 Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita.
12:8 Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu.
12:9 Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain.
12:10 Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru:
12:11 hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita."
12:12 Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.



Penggarapan Kebun Anggur

Saudara terkasih, ilustrasi dari bacaan tersebut ialah, pemilik tanah yang menyewakan kebunnya untuk menanam anggur. Biasa yang terjadi saat itu di sana ialah, pemilik tanah akan mendapatkan bagian dari para pekerja di bawah orang kepercayaan. Namun orang kepercayaan bahkan putera pemilik kebun anggur ini dibunuh atau dicelakai, karena tentu saja ingin menguasai tanah itu agar sepenuhnya hasil kebun anggur menjadi milik mereka saja.
Yesus menggunakan pula perumpaan mengenai batu penjuru, namun pemuka-pemuka jemaat tahu dengan tepat apa yang siapa yang dimaksudkan itu, mereka marah dan geram tentunya, dan akan menangkap Yesus namun tidak berani karena banyaknya umat yang mendengarkan dan percaya kepada-Nya.
Saudara terkasih, pemuka jemaat tahu namun tidak mau berubah. Ini penyakit kita semua. Susah untuk mengakui apa yang telah kita yakini, jalankan, dan pilih selama ini salah. Apalagi minta maaf dan mengubah perilaku salah tersebut. Pilihannya biasanya membungkam siapa yang menyatakan kebenaran tersebut. Ungkapan atau reaksi atas kesadaran kita yang tergugah, namun terbelenggu oleh kesemobongan dan keangkuhan bahwa kita pasti benar membuat itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Nasihat, teguran, dan saran menjadi mentah karena kita telah menutup hati kita dengan tinggi hati. BD.eLeSHa.