Senin, 11 Mei 2015

Supaya Apabila Datang Saatnya Kamu Ingat

Senin Biasa Pekan VI Paskah (P)
Kis. 16:11-15
Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b
Yoh. 15:26-16:4a


Kis. 16:11-15

16:11 Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis;
16:12 dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari.
16:13 Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ.
16:14 Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus.
16:15 Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.


Yoh. 15:26-16:4a

15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.
16:1 "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
16:2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.
16:3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.
16:4a Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."



Supaya Apabila Datang Saatnya Kamu Ingat

Saudara terkasih, apa yang Yesus katakan merupakan ungkapan dan kekuatan apa yang akan kita hadapi atau sedang, atau bahkan telah sering kita hadapi. Bagaimana membunuh orang atas nama agama malah bangga dan menyatakan sebagai membela Allah. Tidak aneh dan lucu memang kalau salah satu cerita bijak mengatakan bahwa manusia dengan agama justru memerbesar perselisihan, bukannya damai.
Agama pada hakikatnya sebenarnya berkaitan dengan ketuhanan yang menjiwai kita dengan damai, sejahtera, penuh kasih, meperbesar persamaan bukan perbedaan, menemuka kesesuaian dan kecocokan.
Apa yang kita alami, misalnya adanya permusuhan, penolakan, pembatasan-pembatasan, dan sikap curiga dan permusuhan, sebenarnya sama dengan yang Yesus katakan. Dengan demikian kita akan tenang, tidak perlu membalas, mencari-cari alasan untuk melawan atau ganti menjatuhkan. Sikap kita adalah menerima itu sebagai bagian tak terpisahkan dengan panggilan kita untuk mengikuti-Nya.
Saudara terkasih, Tuhan selalu memberikan kekuatan bagi kita dalam menghadapi banyak hal. Bahkan apa yang belum terjadipun, DIA sudah menyatakan-Nya agar kita siap-siap dan tidak heran dan kaget sekiranya kejadian itu terjadi betulan. Apalagi saat kejadian tersebut, tentu DIA hadir dan ada untuk kita. BD.eLeSHa.


Minggu, 10 Mei 2015

Kasihilah Seorang akan yang Lain!

HARI MINGGU PASKAH VI (P)
Kis. 10:25-26,34-35,44-48
Mzm. 98:1,2-3ab, 3cd-4,
1 Yoh. 4:7-10
Yoh. 15:9-17



Kis. 10:25-26,34-35,44-48


10:25 Ketika Petrus masuk, datanglah Kornelius menyambutnya, dan sambil tersungkur di depan kakinya, ia menyembah Petrus.
10:26 Tetapi Petrus menegakkan dia, katanya: "Bangunlah, aku hanya manusia saja.
10:34 Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang.
10:35 Setiap orang dari bangsa mana pun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya
10:44 Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
10:45 Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus, tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan ke atas bangsa-bangsa lain juga,
10:46 sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
10:47 "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air, sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?"
10:48 Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama dengan mereka


1 Yoh. 4:7-10

4:7 Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah; dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah.
4:8 Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih.
4:9 Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
4:10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Yoh. 15:9-17

15:9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.




Kasihilah Seorang akan yang Lain!

Saudara terkasih, apa yang Tuhan minta dari kita, sebuah perintah atau permintaan yang sangat sederhana, yaitu hidup saling mengasihi. Sebuah cerita humor rohani yang dituliskan kembali oleh Pater Antoni de Mello, ada kisah semua orang yang beribadat mengemukakan permintaannya untuk memiiki hati yang baik sehingga tidak pernah menyakiti sesama. Tuhan Allah mengeluarkan sisi humornya dan terbahak sambil mengatakan, lha kalau semua baik hati, Aku tidak perlu lagi mengampuni. Ungkapan bercanda bahwa manusia akan selalu ada yang terpengaruh oleh kuasa jahat.
Kita dipilih untuk saling mengasihi karena DIA lah yang memilih bukan kita memilih-Nya, namun Dia yang lebih dahulu memilih kita. Apa artinya? Bahwa kita sebagai pribadi yang terpilih akan selalu mendapatkan kedudukan istimewa, yaitu sebagai sahabat-Nya. Sahabat tahu akan rahasia yang ddimiliki Sahabatnya. Sahabat bukan lagi Hamba.
Permintaan untuk saling mengasihi, telah Tuhan ajarkan dengan keteladanan dari Diri-Nya sendiri terlebih dahulu. Permintaan yang didahului dengan contoh dan keteladanan, bukan hanya permintaan tanpa bukti. Tuhan menghendaki kita melakukan kasih, bukan hanya mengerti atau meminta itu, memberikan, kasih itu perbuatan bukan berhenti pada sifat.
Tindakan kita untuk mengasihi sesama, bukan berfikir bagaimana caranya untuk mengasihi atau mengapa mengasihi, namun melakukan kasih itu.BD.eLeSHa.


Sabtu, 09 Mei 2015

Bukan dari Dunia, maka Dunia Membenci Kamu

Hari Biasa Pekan V Paskah (P)
Kis. 16:1-10
Mzm. 100:1-2,3,5
Yoh. 15:18-21


Kis. 16:1-10

16:1 Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani.
16:2 Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium,
16:3 dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani.
16:4 Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya.
16:5 Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya.
16:6 Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia.
16:7 Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka.
16:8 Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.
16:9 Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!"
16:10 Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.


Yoh. 15:18-21

15:18 "Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu.
15:19 Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.
15:20 Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu.
15:21 Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.


Bukan dari Dunia, maka Dunia Membenci Kamu

Saudara terkasih, sering saya mendapatkan sharing dari rekan yang menyatakan bahwa mendapat perlakuan yang tidak enak, dipengaruhi bahwa iman terhadap Kristus itu salah, atau ungkapan-ungkaoan lain yang senada. Saya singkat mengatakan ini soal yang patut kita syukuri, saat kemartiran, bukan soal darah atau kematian, bukan, kemartiran saat ini adalah kuat dalam mempertahankan iman dan itu adalah bentuk kesaksian iman kita. Belenggu, ketidakadilan, perlakuan buruk lainnya, dan juga kesempatan yang sangat terbatas, bukan untuk mengkhianati DIA, justru memberikan kesaksian dalam perbuatan, dengan mengampuni, mendoakan, dan menjalankan setiap peristwa dengan hati riang gembira.
Yesus menyatakan, bahwa kalau kamu dianiaya, bisa fisik, bisa psikis, atau pembatasan-pembatasan, sesuai zaman tentunya, ini bukan karena apa-apa, karena DIA pun mengalaminya. Dunia tentu mengasihi dunia, karena Yesus bukan dari dunia, DIA mengalami penolakan. Kita yang mengikuti-Nya memang berasal dari dunia, namun DIA pilih, maka sudah bukan lagi warga dunia sepenuhnya. Pihak lain tidak suka karena kedudukan kita ini.
Apa yang terjadi pada kita, ialah kita mengalami penganiayaan karena DIA, jangan sombong dan merasa diri hebat, kita hanya mengalami demikian karena mereka tidak mengenal DIA. Ketidakkenalan akan DIA membuat orang merasakan kebencian, yang pada dasarnya tidak beralasan. Lucu tidak mengenal namun bisa membenci.

Saudara terkasih, kita tidak perlu untuk membalas atau menuntut untuk memperoleh perlakuan yang lebih baik, namun apa yang perlu kita lakukan adalah tetap endengarkan sabda-Nya dan tekun dalam pengharapan, dan hidup di dalam DIA. Bersama dengan DIA akan terbaik dalam kehidupan kita.BD.eLeSHa.

Jumat, 08 Mei 2015

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

Jumat Biasa Pekan V Paskah (P)
Kis. 15:22-27
Mzm. 57:8-9,10-12
Yoh. 15:12-17

Kis. 15:22-27

15:22 Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu.
15:23 Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain.
15:24 Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka.
15:25 Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi,
15:26 yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus.
15:27 Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu.
15:28 Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini:
15:29 kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."
15:30 Setelah berpamitan, Yudas dan Silas berangkat ke Antiokhia. Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul, lalu menyerahkan surat itu kepada mereka.
15:31 Setelah membaca surat itu, jemaat bersukacita karena isinya yang menghiburkan.


Yoh. 15:12-17

15:12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.
15:13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
15:14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.
15:15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.
15:16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.
15:17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.



 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

Saudara terkasih, Gereja hari ini mengajak kita untuk merenungkan panggilan kita. Panggilan untuk mengikuti-Nya. Panggilan karena kasih-Nya, bukan karena kehendak dan pemikiran kita, namun karena kasih-Nya yang besar bagi kita. Sering kita tidak tahu dan merasa berbuat apa-apa, itu Allah yang bekarya dan kita menerima hasilnya.
Yesus menyebut kita bukan lagi hamba namun sahabat. Makna hamba adalah ada jarak dan rahasia di antara keduanya. Sahabat tidak ada jarak dan semua diketahui, tanpa ada rahasia apapun yang tidak saling diketahui. Syarat untuk menjadi  sahabat-Nya adalah sederhana, ketika kita melakukan apa yang DIA minta. Sahabat sebesar Yesus yang telah mengorbankan diri untuk kita, bukankah itu luar biasa, dan layakkah kalau kita menolak. Sama sekali tidak ada alasan untuk menolak itu semua.
Hidup di dalam Dia akan mendapakan apapun yang kita butuhkan, perlukan, dan inginkan. Apa yang perlu kita buat agar mendapatkan apapun yang kita minta? Satu yaitu saling mengasihi.

Saudara terkasih, ketika Kasih itu mengehendaki kita saling mengasihi, DIA sendiri telah membereikan teladan dan mendahului kita melakukannya dan memberikan bekal, kekuatan, dan kemampuan agar kita bisa melakukan itu semua, karena kita telah dipilih, dan diselamatkan dengan pemberian nyawa-Nya sendiri bagi kita. BD.eLeSHa.

Kamis, 07 Mei 2015

Kasih adalah Segalanya

Kamis Biasa Pekan V Paskah (P)
Kis. 15:;7-21
Mzm96:1-2a, 2b-3, 10
Yoh. 15:9-11


Kis. 15:;7-21

15:7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya.
15:8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita,
15:9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
15:10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
15:11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."
15:12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.
15:13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku:
15:14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
15:15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:
15:16 Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
15:17 supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
15:18 yang telah diketahui dari sejak semula.
15:19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah,
15:20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.
15:21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."

Yoh. 15:9-11

15:9 "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu.
15:10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
15:11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.


Kasih adalah Segalanya

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk saling mengasihi. Kasih yang telah Yesus ajarkan dengan melakukan. Kasih yang Dia bawa dan berikan merupakan kasih dari Allah Bapa. Perbuatan yang akan memberikan sukacita.
Apakah ada kasih yang tidak memberikan sukacita? Ada, yaitu kasih yang bukan dari Allah, kasih yang egois, demi kepentingan diri sendiri, yang berpamrih. Itu belum kasih yang sejati. Kasih bukan egois, namun akan berpikir bagi pihak lain untuk memperoleh kebahagiaan dan sukacita. Hati-hati pula bahwa orientasi pada pihak lain bukan berarti bahwa layak untuk mengorbankan diri demi menyenangkan pihak lain yang tidak semestinya. Pengorbanan diri baik asal tidak salah memahami dan salah mengartikan pengorbanan itu. Seorang ibu yang memanjakan anaknya, tidak makan asal anaknya makan dengan cukup, karena memang sangat terbatas kepemilikan mereka bisa dipahami. Berbeda ibu yang berhutang terus menerus demi memberikan keinginan anaknya yang tidak ada habisnya. Ini bukan kasih, namun memanjakan yang tidak membawa sukacita. Ibu yang lapar tapi pasti memiliki sukacita karena bisa berkorban. Ibu yang berhutang ini pasti tertekan dan malu ketika mencari hutangan, saat waktunya menggembirakan mestinya ibu tersebut sangat bingung. Suka cita hanya ada pada anaknya.

Saudara terkasih, apakah kasih yang kita hidupi telah sesuai dengan kehendak Tuhan yaitu yang memberikan sukacita? BD.eLeSHa.

Rabu, 06 Mei 2015

Mintalah Apa Saja yang Kamu Kehendaki, dan Kamu akan Menerimanya.

Rabu Biasa Pekan V Paskah (P)
Kis. 15:1-6
Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5
Yoh. 15:1-8


Kis. 15:1-6

15:1 Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan."
15:2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.
15:3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ.
15:4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka.
15:5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."
15:6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.


Yoh. 15:1-8

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."


Mintalah Apa Saja yang Kamu Kehendaki, dan Kamu akan Menerimanya.

Saudara terkasih, apa yang akan kita peroleh, bukan karena apa prestasi kita atau apa bakti kita sehingga memperoleh segalanya. Tuhan dan berkat-Nya yang melipmahi kita dengan seluruh keperluan kita. Ingatkah kita pernah meminta kehidupan ini? Sama sekali tidak kan? Tuhan memberikannya dengan cuma-cuma dan memberikan kelimpahan bahkan sampai yang sekecil-kecilnya Tuhan siapkan bagi kita.
Kelimpahan itu ada di dalam pribadi yang mengikatkan diri kepada –Nya. Hidup dalam terang Sabda dan menghidupinya dalam seluruh hidup, pemikiran, serta perilaku kita. Apa yang kita lakukan sebagai Citra-Nya membuat Dia juga dikenal.
Ketika kita berbuah melimpah dan menunjukkan kualitas kita sebagai bagian hidup yang baik tentu akan mempertontonkan kualitas dan gambaran Tuhan di dunia ini. Tidak heran salah satu tokoh besar India, Mahatma Gandi menyatakan, tunjukkan satu saja perilaku orang Kristen seperti Yesus, saya langsung akan menjadi Kristen. Perilaku kita sangat penting bagi gambaran Tuhan di dunia, meskipun kebaikan kita tidak mengubah Tuhan sama sekali. BD.eLeSHa.


Selasa, 05 Mei 2015

Melakukan apa yang diperintahkan Bapa kepada-Ku

Selasa Biasa Pekan V Paskah (P)
Kis. 14:19-28
Mzm. 145:10-11,12-13ab,21
Yoh. 14:27-31


Kis. 14:19-28

14:19 Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati.
14:20 Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe.
14:21 Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia.
14:22 Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.
14:23 Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka.
14:24 Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia.
14:25 Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai.
14:26 Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan.
14:27 Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman.
14:28 Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.



Yoh. 14:27-31

14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
14:28 Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.
14:29 Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.
14:30 Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku.
14:31 Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."


Melakukan apa yang diperintahkan Bapa kepada-Ku

Saudara terkasih, Yesus emngajarkan kepada para murid-Nya secara langsung juga kepada kita, untuk memberikan bekal. Lihat Dia memberitahukan apa yang belum terjadi agar ada persiapan batin. Tuhan Allah kita, Tuhan Yang Mahabaik, maka Dia selalu hadir untuk memberikan kekuatan dan bekal yang sangat berguna bagi kita. Tidak salah ungkapan, Tuhan akan memberikan sebatas kemampuan kita, atau dalam falsafah Jawa, Gusti ora sare, Tuhan tidak pernah tidur.
Yesus juga mengajarkan kepada kita mengenai perutusan dan karya-Nya. Bagaimana Ia menjalani apa yang Tuhan Allah kehendaki, bukan karena ide dan gagasan-Nya sendiri. Sering kita salah mengerti dan memahami apa yang dilakukan Tuhan, bahkan juga para murid. Menjalankan apa yang diperintahkan Bapa sebagai bukti, bakti, cinta, dan kesetiaan Yesus kepada Bapa-Nya, yang begitu besar kasih-Nya itu.
Kehendak dunia sering tidak selaras dengan rencana dan kehendak Tuhan dalam hidup dan rencana keselamatan manusia. Apalagi kehendak yang telah diwarnai oleh kehendak kuasa jahat yang memang bertujuan memisahkan kita dari DIA, kasih sejati itu. Ciri kehendak-Nya yang kita pilih adalah, damai, tenang, menjadikan orang lain nyaman, tidak menimbulkan perselisihan, iri, dengki, dan jauh dari kemunafikan.

Saudara terkasih, ajaran luhur ini, apakah sudah kita jalani dan lakukan, atau masih bersikukuh dengan pilihan, rasio, dan kehendak kita sendiri yang sering karena memang enak, mudah, dan tidak perlu kerja keras? BD.eLeSHa.

Senin, 04 Mei 2015

Orang yang Mengasihi Aku, Menuruti Firman-Ku

Senin Pekan Biasa V Paskah (P)
Kis. 14:5-18
Mzm. 115:1-2,3-4,15-16
Yoh. 14:21-26


Kis. 14:5-18

14:5 Maka mulailah orang-orang yang tidak mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari kedua rasul itu dengan batu.
14:6 Setelah rasul-rasul itu mengetahuinya, menyingkirlah mereka ke kota-kota di Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya.
14:7 Di situ mereka memberitakan Injil.
14:8 Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya dan lumpuh sejak ia dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan.
14:9 Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Dan Paulus menatap dia dan melihat, bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan.
14:10 Lalu kata Paulus dengan suara nyaring: "Berdirilah tegak di atas kakimu!" Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian ke mari.
14:11 Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia: "Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia."
14:12 Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena ia yang berbicara.
14:13 Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu.
14:14 Mendengar itu Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru:
14:15 "Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu. Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya.
14:16 Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing,
14:17 namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan."
14:18 Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan korban kepada mereka


Yoh. 14:21-26

14:21 Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya."
14:22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?"
14:23 Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
14:24 Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.
14:25 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu;
14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.


Orang yang Mengasihi Aku, Menuruti Firman-Ku

Saudara terkasih, bagaimana Yesus menyatakan kasih itu memegang peran yang sangat penting. Siapa yang mengasihi-Nya akan mengikuti-Nya dan menuruti firman-Nya. Suatu pernyataan yang biasa, sederhana, dan apa adanya. Banyak orang akan menuruti kemauan anaknya karena apa? karena mereka menyayanginya dengan sungguh. Pasangan akan memberikan yang terbaik demi pasangannya, karena rasa kasihnya yang besar. Sejarah membuktikan hal tersebut, baik kisah nyata ataupun leegnda. Bagaimana Bandung Bondowoso menyanggupi membuat candi sejumlah seribu dalam semalam demi membuktikan kasihnya kepada Roro Jonggrang. Taj Mahal dibangun sebagai ungkapan kasih yang besar bagi pasangannya.
Apa yang Yesus sampaikan sangat-sangat sederhana, bukan permintaan yang sulit tentunya, ketika kita melakukan bagi orang yang kita sayangi saja begitu besar, apalagi bagi Tuhan yang begitu Baik bahkan Mahabaik itu?
Penghibur, sejak awal Yesus telah menyediakan itu. Saat kebersamaan itu terbatas, dan untuk mendampingi orang yang dikasihi-Nya, DIA menyediakan yang paling besar dalam Roh Penghibur, yaitu Roh Kudus. Kasih-Nya tidak pernah berkesudahan.BD.eLeSHa.



Minggu, 03 Mei 2015

Akulah Pokok Anggur, dan kamu adalah ranting-rantingnya

HARI MINGGU PASKAH V (P)
Kis. 9:26-31
Mzm. 22:26b-27,28,30,31-32
1 Yoh. 3:18-24
Yoh. 15:1-8


Kis. 9:26-31

9:26 Setibanya di Yerusalem Saulus mencoba menggabungkan diri kepada murid-murid, tetapi semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak dapat percaya, bahwa ia juga seorang murid.
9:27 Tetapi Barnabas menerima dia dan membawanya kepada rasul-rasul dan menceriterakan kepada mereka, bagaimana Saulus melihat Tuhan di tengah jalan dan bahwa Tuhan berbicara dengan dia dan bagaimana keberaniannya mengajar di Damsyik dalam nama Yesus.
9:28 Dan Saulus tetap bersama-sama dengan mereka di Yerusalem, dan dengan keberanian mengajar dalam nama Tuhan.
9:29 Ia juga berbicara dan bersoal jawab dengan orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani, tetapi mereka itu berusaha membunuh dia.
9:30 Akan tetapi setelah hal itu diketahui oleh saudara-saudara anggota jemaat, mereka membawa dia ke Kaisarea dan dari situ membantu dia ke Tarsus.
9:31 Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus


1 Yoh. 3:18-24

3:18 Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
3:19 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah,
3:20 sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu.
3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
3:22 dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.
3:23 Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.
3:24 Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. Dan demikianlah kita ketahui, bahwa Allah ada di dalam kita, yaitu Roh yang telah Ia karuniakan kepada kita


Yoh. 15:1-8

15:1 "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya.
15:2 Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.
15:3 Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.
15:4 Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.
15:5 Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
15:6 Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar.
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.
15:8 Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."

                                                                                                   

Akulah Pokok Anggur, dan kamu adalah ranting-rantingnya

Saudara terkasih, Minggu Paskah V ini, Gereja mengajak kita untuk merenungkan kehendak-Nya, apakah renca-Nya itu? Kita menghasilkan buah. Buah anggur menghasilkan pada carang-carangnya, selesai berbuah, carang itu dipotong agar menghasilkan tunas baru dan saat ranting itu mulai kuat, akan mengasilkan bunga dan buah. Pemotongan wajib dilakukan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Yesus menjadikan ilustrasi pohon aggur dalam sabda-Nya. Buah akan dihasilkan dari ranting yang telah dibersihkan, ranting telah memperoleh jaminan kebersihannya karena sabda Tuhan. Bersih saja tidak cukup, yaitu dengan bersatu atau di dalam DIA. Tanpa ada kesatuan dengan pokok, ranting itu tidak ada artinya.
Ranting yang terpisah dari pokok anggur tentunya akan kering dan tidak hidup, apalagi buah. Kesatuan dengan-Nya menjadi sangat penting. Buah melimpah hanya ada pada DIA. Kita di dalam dunia mengambil peran dalam perutusan-Nya bukan kehendak dan rencana kita saja. Biar berbuah Tuhan juga melakukan proses dalam hidup kita. Bagaimana agar kita layak bisa menghasilkan buah. Kesetiaan menjalankan proses, dan kemauan untuk dibersihka atau diproses oleh Tuhan itu menjadi penting.
Sering kita malas, merasa capek, lelah, dan bertanya apa rencanaa-Nya dengan jalan yang berliku, tidak mudah, dan seolah gelap ini. Yakinlah bahwa Tuhan selalu ada dan mendampingi, dan sering pula mengangkat kita ketika kita sudah tidak lagi mampu melangkah. Dia menawarkan, Dia membantu, dan Dia pula yang menyelesaikan. Siapkah kita dibentuk dan diproses oleh-Nya? BD.eLeSHa.


Sabtu, 02 Mei 2015

Tunjukkanlah Bapa kepada Kami!

Pw. S. Atanasius, UskPujG (P)
Kis. 13:44-52
Mzm. 98:1,2-3ab, 3cd-4
Yoh. 14:7-14

Kis. 13:44-52

13:44 Pada hari Sabat berikutnya datanglah hampir seluruh kota itu berkumpul untuk mendengar firman Allah.
13:45 Akan tetapi, ketika orang Yahudi melihat orang banyak itu, penuhlah mereka dengan iri hati dan sambil menghujat, mereka membantah apa yang dikatakan oleh Paulus.
13:46 Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami berpaling kepada bangsa-bangsa lain.
13:47 Sebab inilah yang diperintahkan kepada kami: Aku telah menentukan engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya engkau membawa keselamatan sampai ke ujung bumi."
13:48 Mendengar itu bergembiralah semua orang yang tidak mengenal Allah dan mereka memuliakan firman Tuhan; dan semua orang yang ditentukan Allah untuk hidup yang kekal, menjadi percaya.
13:49 Lalu firman Tuhan disiarkan di seluruh daerah itu.
13:50 Orang-orang Yahudi menghasut perempuan-perempuan terkemuka yang takut akan Allah, dan pembesar-pembesar di kota itu, dan mereka menimbulkan penganiayaan atas Paulus dan Barnabas dan mengusir mereka dari daerah itu.
13:51 Akan tetapi Paulus dan Barnabas mengebaskan debu kaki mereka sebagai peringatan bagi orang-orang itu, lalu pergi ke Ikonium.
13:52 Dan murid-murid di Antiokhia penuh dengan sukacita dan dengan Roh Kudus.

Yoh. 14:7-14

14:7 Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia."
14:8 Kata Filipus kepada-Nya: "Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami."
14:9 Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
14:10 Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya.
14:11 Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku; atau setidak-tidaknya, percayalah karena pekerjaan-pekerjaan itu sendiri.
14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;
14:13 dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
14:14 Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."


Tunjukkanlah Bapa kepada Kami!

Saudara terkasih, apa yang dinyatakan Filipus merupakan gambaran kita pula. Bagaimana kita sering tidak mengerti kehendak Tuhan dan mendikte Tuhan untuk melakukan apa yang kita inginkan dan harapkan. Jelas-jelas Tuhan memberikan begitu berkat yang melimpah, masih saja kita mengeluhkan dan meminta semua hal yang kita inginkan bukan butuhkan. Tuhan selalu menyertai kita, namun kita khawatir bahwa akan bahaya yang tidak ada. Tahu bahwa Tuhan mengampuni kita, masih saja kita cemas akan masa depan di dunia sana. Apa bedanya kita dengan Filipus tersebut?

Saudara terkasih, kita sering tidak mengenal diri sendiri dan juga siapa yang ada di sekitar kita. Dunia yang banyak misteri ini masih banyak perlu kita gali untuk mampu melihat rencana dan kehendak-Nya. Di dalam dan bersama dengan DIA-lah kita mampu menerjemahkan kehendak-Nya dan apa yang ada di dunia ini. Ketika kita mampu menerjemahkan kehendak-Nya kita tentu mengenai DIA dan Bapa yang telah mengutus-Nya. Pengenalan akan Dia membuat kita tenang dan yakin, tidak perlu khawatir dan takut dengan banyak hal. BD.eLeSHa.

Jumat, 01 Mei 2015

Janganlah Gelisah, Percayalah kepada Allah!

Jumat Biasa Pekan IV Paskah (P)
Kis. 13:26-33
Mzm. 2:6-7,8-9,10-11
Yoh. 14:1-6


Kis. 13:26-33

13:26 Hai saudara-saudaraku, baik yang termasuk keturunan Abraham, maupun yang takut akan Allah, kabar keselamatan itu sudah disampaikan kepada kita.
13:27 Sebab penduduk Yerusalem dan pemimpin-pemimpinnya tidak mengakui Yesus. Dengan menjatuhkan hukuman mati atas Dia, mereka menggenapi perkataan nabi-nabi yang dibacakan setiap hari Sabat.
13:28 Dan meskipun mereka tidak menemukan sesuatu yang dapat menjadi alasan untuk hukuman mati itu, namun mereka telah meminta kepada Pilatus supaya Ia dibunuh.
13:29 Dan setelah mereka menggenapi segala sesuatu yang ada tertulis tentang Dia, mereka menurunkan Dia dari kayu salib, lalu membaringkan-Nya di dalam kubur.
13:30 Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.
13:31 Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah yang sekarang menjadi saksi-Nya bagi umat ini.
13:32 Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita,
13:33 telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus, seperti yang ada tertulis dalam mazmur kedua: Anak-Ku Engkau! Aku telah memperanakkan Engkau pada hari ini


Yoh. 14:1-6

14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.
14:2 Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu.
14:3 Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada.
14:4 Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ."
14:5 Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?"
14:6 Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.


Janganlah Gelisah, Percayalah kepada Allah!

Saudara terkasih, sering kita meras gelisah, kalau bahasa gaul ABG itu galau. Galau karea kekasih, karena uang, karena materi, masa depan yang tidak jelas, dan banyak lagi. Hari ini Yesus menyatakan, janganlah gelisah, percayalah. Kegelisahan, kegalauan, kecemasan itu karena kita kurang percaya. Saya yakin kita semua tentu memiliki kepercayaan hanya saja tarafnya berbeda-beda, kalau tidak memiliki sama sekali saya yakin tidak ada satupun yang demikian. Ketidakercayaan akan masa depan, akan pasangan atau relasi kepada sesama, kepada anak, dan rekan atau atasan kerja membuat kita gelisah. Jangan-jangan ada yang mencuri, jangan-jangan ada pengkhianatan, anakku jangan-jangan berperilaku yang tidak semestinya. Hidup kita diwarnai dan dipenuhi dengan jangan-jangan dan kegelisahan.

Yesus mengatakan percayalah, janganlah gelisah hatimu! Ajakan, perintah, dan sapaan untuk memiliki hati yang sumeleh. Percaya dalam penyelenggaraan Ilahi. Yesus menyatakan bahwa Ia adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Jalan yang akan membawa kepada jaminan hari depan. Di mana, hari depan kekal itu semua telah tersedia. Tidak akan kekurangan suatu apapun. Di rumah Bapa banyak tempat tinggal. Berbahagialah kita yang memiliki Tuhan sebagai Bapa yang menyediakan banyak tempat untuk kita. Janganlah gelisah dan percayalah!BD.eLeSHa.