Kamis, 19 Maret 2015

Tulus Hati

HARI RAYA SANTO YUSUF SUAMI SP MARIA (P)
2 Sam. 7:4-5a, 12-14a,16
Mzm. 89:2-3,4-5,27,29
Rm. 4:13,16-18,22
Mat. 1:16,18-21,24a



2 Sam. 7:4-5a, 12-14a,16

7:4 Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian:
7:5 "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN
7:12 Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya.
7:13 Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya.
7:14 Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku.
7:16 Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."


Rm. 4:13,16-18,22

4:13 Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman
4:16 Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, --
4:17 seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" -- di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.
4:18 Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
4:22 Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Mat. 1:16,18-21,24a

1:16 Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.
1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya



Tulus Hati

Saudara terkasih, Santo Yusuf merupakan pribadi yang tulus hati. Sosok inspirasional yang sangat pas dengan kondisi dunia terutama bangsa ini yang penuh dengan iri dan dengki. Ketulusan sedang menjauh dan menghindar dari bangsa yang kita cintai ini. Santo Yusuf menunjukkan ketulusan itu dengan tidak ingin membuat malu Maria. Apa yang terjadi di jagad perpolitikan kita terutama ialah berlomba-lomba mempermalukan siapa saja yang tidak disukai. Pihak yang tidak disukai ini bukan karena mereka jahat atau buruk, karena mereka ada pada pihak yang benar namun mengganggu kepentingan mereka, yang biasanya jahat dan rekayasa.
Saudara terkasih, ketika dunia lebih menguasai hati manusia, tidak heran orang berlomba-lomba mempermalukan diri sendiri dengan gagah perkasa. Bisa kita saksikan setiap hari, setiap saat orang tidak malu lagi mencuri atau merampok dengan bangga. Sudah ketangkap basah dan bukti-bukti jelas berkelit dan malah balik menuduh pihak lain sebagai pelaku ketidakadilan.

Pribadi santo Yusuf memang tidak banyak dibahas oleh Kitab Suci, namun perannya dalam mengasuh dan membina Yesus tidak kecil. Ilmu psikologi modern menyatakan anak yang akrab dengan bapak akan memiliki sikap yang berwibawa, kepemimpinan yang handal, dan jiwa melindungi yang baik. Itu semua tercermin dalam Diri Yesus. BD.eLeSHa.

Rabu, 18 Maret 2015

Penghakiman-Ku Adil, sebab Aku Tidak Menuruti Kehendak-Ku Sendiri

Rabu Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Yes. 49:8-15
Mzm 145:8-9,13cd,14,17-18
Yoh. 5:17-30


Yes. 49:8-15

49:8 Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi,
49:9 untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundul pun tersedia rumput bagi mereka.
49:10 Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air.
49:11 Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan.
49:12 Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim."
49:13 Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas.
49:14 Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."
49:15 Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Yoh. 5:17-30

5:17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga."
5:18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.
5:19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
5:20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.
5:21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya.
5:22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak,
5:23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.
5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
5:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup.
5:26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.
5:27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia.
5:28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya,
5:29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.
5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.



Penghakiman-Ku Adil, sebab Aku Tidak Menuruti Kehendak-Ku Sendiri

Saudara terkasih, Yesus sebagai Pribadi yang memberikan hidup dan hakim merupakan salah satu tema Injil Yohanes. Kehidupan telah sering dibahas bagaimana Dia membangkitkan atau menyembuhkan sbagai bagian kehidupan. Kali ini Gereja mengajak kita merenungkan pengkahiman yang DIA jalankan. Peradilan yang adil karena lepas kepentingan selain apa yang menjadi kehendak Bapa. Persoalan yang sangat kontekstual dan penting untuk negara kita hari-hari ini, bagaimana peradilan dan hakim yang penuh kepentingan diri sendiri dan berpusat pada materi dan keuntungan sendiri.
Cerminan yang luar biasa bagus untuk bangsa yang sedang menderita dan merosot dalam hal rohani dan spiritualitas. Gelar keagamaan termasuk baptis, aktivitas keagamaan penuh bahkan hari raya semua agama merupakan hari libur untuk bisa merayakan dengan sebagaimana mestinya, namun perilaku buruk juga meningkat dengan tidak kalah mencengangkan.

Saudara terkasih, hidup Yesus dan perutusan Yesus merupakan sepenuhnya kehendak Tuhan Allah, ketika kita melakukan apapun demi kehendak Tuhan Allah, semua tentu akan ringan, berjalan sebagaimana mestinya, dan penuh suka cita. Sering kita menjalankan tugas, kewajiban, kerja kita berorientasi pada materi, upah, dan hal yang berkaitan dengan dunia materi. Idealnya, dan sepantasnya kita menjalankan apapun bisa bermotifkan Tuhan Allah, sebagai pendorongnya.BD.eLeSHa.

Selasa, 17 Maret 2015

Bangunlah, Angkatlah Tilammu dan Berjalanlah!

Selasa Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Yeh.47:1-3a,5-16
Mzm. 46:2,4,5-6,11-12a,13b
Yoh. 5:1-3,5-16


Yeh.47:1-3a,5-16


47:1 Kemudian ia membawa aku kembali ke pintu Bait Suci, dan sungguh, ada air keluar dari bawah ambang pintu Bait Suci itu dan mengalir menuju ke timur; sebab Bait Suci juga menghadap ke timur; dan air itu mengalir dari bawah bagian samping kanan dari Bait Suci itu, sebelah selatan mezbah.
47:2 Lalu diiringnya aku ke luar melalui pintu gerbang utara dan dibawanya aku berkeliling dari luar menuju pintu gerbang luar yang menghadap ke timur, sungguh, air itu membual dari sebelah selatan.
47:3 Sedang orang itu pergi ke arah timur dan memegang tali pengukur di tangannya, ia mengukur seribu hasta dan menyuruh aku masuk dalam air itu, maka dalamnya sampai di pergelangan kaki.
47:4 Ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi dalam air itu, sekarang sudah sampai di lutut; kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku ketiga kalinya masuk ke dalam air itu, sekarang sudah sampai di pinggang.
47:5 Sekali lagi ia mengukur seribu hasta lagi, sekarang air itu sudah menjadi sungai, di mana aku tidak dapat berjalan lagi, sebab air itu sudah meninggi sehingga orang dapat berenang, suatu sungai yang tidak dapat diseberangi lagi.
47:6 Lalu ia berkata kepadaku: "Sudahkah engkau lihat, hai anak manusia?" Kemudian ia membawa aku kembali menyusur tepi sungai.
47:7 Dalam perjalanan pulang, sungguh, sepanjang tepi sungai itu ada amat banyak pohon, di sebelah sini dan di sebelah sana.
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
47:12 Pada kedua tepi sungai itu tumbuh bermacam-macam pohon buah-buahan, yang daunnya tidak layu dan buahnya tidak habis-habis; tiap bulan ada lagi buahnya yang baru, sebab pohon-pohon itu mendapat air dari tempat kudus itu. Buahnya menjadi makanan dan daunnya menjadi obat.


Yoh. 5:1-3,5-16

5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.
5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya
5:3 dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu.
5:5 Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
5:6 Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"
5:7 Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."
5:8 Kata Yesus kepadanya: "Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:9 Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.
5:10 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu."
5:11 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah."
5:12 Mereka bertanya kepadanya: "Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?"
5:13 Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu.
5:14 Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: "Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk."
5:15 Orang itu keluar, lalu menceriterakan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesuslah yang telah menyembuhkan dia.
5:16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.


Bangunlah, Angkatlah Tilammu dan Berjalanlah!

Saudara terkasih, cerita mengenai penyembuhan banyak dilaporkan Kitab Suci, kali ini sedikit berbeda ketika Yesus menawarkan kesembuhan bagi si sakit. Penawaran yang diberikan oleh Si Penyembuh Agung. Penyembuhan antara air kolam dan Penyembuh itu sendiri. Yesus mengajak orang untuk lebih mengenal Diri-Nya yang bisa memberikan kesembuhan, tidak perlu menunggu goncangan air.
Bangkit dan berjalan sebagai sebuah pembalikan keadaan, di mana dia lumpuh diperintahkan bangun. Tidak cukup itu saja, bahkan mengangkat tilam dan berjalan. Selain bangkit, dia mengangkat penopangnya, dan berjalan. Tiga tahap yang sama sekali tidak dipikirkan, selain kesembuhan dari air kolam itu.
Saudara terkasih, sering kita lupa akan kuasa Tuhan dan tidak sabar dengan baik akan rencana Tuhan. Kita bergegas dan tergesa dengan pola pikir kita. Bayangkan bertahun-tahun, tepatnya 38 tahun selalu menanti-nantikan goncangan air itu, dan selalu saja kalah cepat dan kekecewaan demi kekecewaan menghimpitnya. Yesus datang dan menawarkan kesembuhan dari kuasa-Nya. Permenungan untuk kita, agar sabar dalam menantikan kepenuhan rencana dan kehendak-Nya bagi hidup kita. Sering kita hendak memaksakan keinginan kita di atas rencana-Nya. Bagaimanakah sikap kita menantikan rencana-Nya, atau memaksakan kehendak kita sendiri? BD.eLeSHa.


Senin, 16 Maret 2015

Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya

Senin Biasa Pekan IV Prapaskah (U)
Yes. 65:17-21
Mzm. 30:2,4,5-6,11-12a,13b
Yoh. 4:43-54

Yes. 65:17-21

65:17 "Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati.
65:18 Tetapi bergiranglah dan bersorak-sorak untuk selama-lamanya atas apa yang Kuciptakan, sebab sesungguhnya, Aku menciptakan Yerusalem penuh sorak-sorak dan penduduknya penuh kegirangan.
65:19 Aku akan bersorak-sorak karena Yerusalem, dan bergirang karena umat-Ku; di dalamnya tidak akan kedengaran lagi bunyi tangisan dan bunyi erang pun tidak.
65:20 Di situ tidak akan ada lagi bayi yang hanya hidup beberapa hari atau orang tua yang tidak mencapai umur suntuk, sebab siapa yang mati pada umur seratus tahun masih akan dianggap muda, dan siapa yang tidak mencapai umur seratus tahun akan dianggap kena kutuk.
65:21 Mereka akan mendirikan rumah-rumah dan mendiaminya juga; mereka akan menanami kebun-kebun anggur dan memakan buahnya juga


Yoh. 4:43-54

4:43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea,
4:44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri.
4:45 Maka setelah Ia tiba di Galilea, orang-orang Galilea pun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiri pun turut ke pesta itu.
4:46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
4:47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
4:48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
4:49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
4:50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
4:51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
4:52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."
4:53 Maka teringatlah ayah itu, bahwa pada saat itulah Yesus berkata kepadanya: "Anakmu hidup." Lalu ia pun percaya, ia dan seluruh keluarganya.
4:54 Dan itulah tanda kedua yang dibuat Yesus ketika Ia pulang dari Yudea ke Galilea



Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya

Saudara terkasih, mukjizat sering menjadikan orang menjadi percaya. Persoalan timbul  ialah kepercayaan bukan kepada Pribadi Yesus yang membuat mukjizat, namun pada keajaiban yang terjadi. Peristiwa di Kana, Yesus membuat dua kali peristiwa besar. Pertama ketika mengubah air menjadi anggur Yesus berhasil  menjaring para murid-Nya. Para murid menjadi percaya. Kedua ketika pegawai istana yang anaknya sakit. Kepercayaannya sebatas bahwa Yesus mampu menyembuhkan anaknya. Yesus menuntut lebih jauh bahwa bukan hanya perbuatan besar itu kepercayaan dan iman kepada-Nya. Keeratan dan kepercayaan kepada Pribadi Yesus itu jauh lebih berarti dan bermakna. Pegawai yang memperoleh tuntunan dari Yesus sendiri ternyata meneladan Maria dalam perkembangan imannya. Dia tidak lagi memohon Yesus datang untuk menyembuhkan, namun dengan kata-kata-Nya saja, tetu Yesus mampu menyembuhkan anaknya.
Saudara terkasih, bimbingan Yesus akan iman pegawai istana, merupakan pelajaran untuk kita juga bagaimana pegawai itu diajak semakin mengenal dan berelasi dengan Yesus, dan imannya berkembang bukan semata keajaiban dan mukjizat yang dilakukan Yesus, pelajaran pertama. Peristiwa mukjizat merupakan pelajaran kedua, yang  sering menyesatkan orang. Dunia modern sering membuat perlakuan besar, nubuat-nubuat, tindakan spektakuler demi memperoleh uang bukan menunjukkan kuasa Tuhan. Ketika “mukjizat” itu tidak makin mendekatkan diri kepada Tuhan, tentu bukan Tuhan yang melakukan, namun setan yang hendak menyesatkan. Ketiga, bukan karena kita melihat perbuatan ajaib atau mukjizat dari Tuhan kita percaya, namun Pribadi Yesuslah yang menjadikan kita percaya dan beriman. Mukjizat tidak selalu harus besar dan luar biasa, namun sehari-hari Tuhan selalu memberikan kepada kita, suatu mukjizat, yaitu kehidupan luar biasa bagi manusia. BD.eLeSHa.

Minggu, 15 Maret 2015

Berjalan dalam Terang akan Memperoleh Hidup Kekal


Minggu Prapaskah IV (U)
2 Taw. 36:14-16,19-23
Mzm. 137:1-2,3,4-5,6
Ef. 2:4-10
Yoh. 3:14-21

2 Taw. 36:14-16,19-23

36:14 Juga semua pemimpin di antara para imam dan rakyat berkali-kali berubah setia dengan mengikuti segala kekejian bangsa-bangsa lain. Rumah yang dikuduskan TUHAN di Yerusalem itu dinajiskan mereka.
36:15 Namun TUHAN, Allah nenek moyang mereka, berulang-ulang mengirim pesan melalui utusan-utusan-Nya, karena Ia sayang kepada umat-Nya dan tempat kediaman-Nya.
36:16 Tetapi mereka mengolok-olok utusan-utusan Allah itu, menghina segala firman-Nya, dan mengejek nabi-nabi-Nya. Oleh sebab itu murka TUHAN bangkit terhadap umat-Nya, sehingga tidak mungkin lagi pemulihan.
36:19 Mereka membakar rumah Allah, merobohkan tembok Yerusalem dan membakar segala puri dalam kota itu dengan api, sehingga musnahlah segala perabotannya yang indah-indah.
36:20 Mereka yang masih tinggal dan yang luput dari pedang diangkutnya ke Babel dan mereka menjadi budaknya dan budak anak-anaknya sampai kerajaan Persia berkuasa.
36:21 Dengan demikian genaplah firman TUHAN yang diucapkan Yeremia, sampai tanah itu pulih dari akibat dilalaikannya tahun-tahun sabatnya, karena tanah itu tandus selama menjalani sabat, hingga genaplah tujuh puluh tahun.
36:22 Pada tahun pertama zaman Koresh, raja negeri Persia, TUHAN menggerakkan hati Koresh, raja Persia itu untuk menggenapkan firman yang diucapkan oleh Yeremia, sehingga disiarkan di seluruh kerajaan Koresh secara lisan dan tulisan pengumuman ini:
36:23 "Beginilah perintah Koresh, raja Persia: Segala kerajaan di bumi telah dikaruniakan kepadaku oleh TUHAN, Allah semesta langit. Ia menugaskan aku untuk mendirikan rumah bagi-Nya di Yerusalem, yang terletak di Yehuda. Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, TUHAN, Allahnya, menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!


Ef. 2:4-10

2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya


Yoh. 3:14-21

3:14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan,
3:15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.
3:16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
3:18 Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
3:19 Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
3:20 Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak;
3:21 tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.


Berjalan dalam Terang akan Memperoleh Hidup Kekal

Kepercayaan berkaitan dengan keselamatan, keselamatan ada pada orang yang berjalan pada terang. Terang dalam arti simbolis Tuhan, namun bisa juga berarti sesungguhnya. Bagaimana orang bisa menemukan jalan keluar dan jalan yang benar ketika melakukan tindakan dalam kegelapan, ketidakjelasan, atau bahkan memang memilih untuk tidak jelas?
Konkret, hari-hari ini, bangsa kita sedang banyak yang berusaha berjalan dalam terang, bukan berbicara menjadi pengikut Kristus, namun bernegara secara transparan, bisa diakses dengan mudah, dan tidak ada manipulasi. Kuasa gelap tetap tidak terima dan berrbuat dengan berbagai cara dan usaha untuk kembali ke jalan mereka. Usaha keras yang telah dijalin sekian lama sebenarnya sudah mulai tersaput terang. Usaha gigih digunakan untuk kembali kepada kegelapan.
Artinya apa? bahwa kegelapan tidak akan terima kalau ada yang lepas dari jalan yang telah mereka tunjukkan itu. Bagi yang hendak membebaskan diri akan mendapatkan pertentangan yang hebat dan luar biasa. Berbagai cara akan digunakan untuk mengagalkan rencana menemukan terang, baik halus, kasar, resmi ataupun tidak resmi.

Saudara terkasih, jalan terang sebagai satu-satunya memperoleh keselamatan, biarlah terang itu memenuhi hati dengan demikian kegelapan akan tersingkir, tidak mungkin kedua sikap yang bertolak belakang akan mampu hidup di tempat yang sama. BD.eLeSHa.

Sabtu, 14 Maret 2015

Perumpamaan Orang Farisi dan Pemungut Cukai

Sabtu Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Hos. 6:1-6
Mzm. 51:3-4,18-29,20-21ab
Luk. 18:9-14


Hos. 6:1-6

6:1 "Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita.
6:2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya.
6:3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi."
6:4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar.
6:5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang.
6:6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.


Luk. 18:9-14


18:9 Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini:
18:10 "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai.
18:11 Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini;
18:12 aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku.
18:13 Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
18:14 Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."


Perumpamaan Orang Farisi dan Pemungut Cukai

Saudara terkasih, apa yang Yesus nyatakan dalam perikopa di atas merupakan bahan permenungan kita di masa retret agung yang mulia ini, dengan mendalam dan terbuka di hadapan Allah. Bagaimana kita lebih sering merasa bahwa keselamatan dan berkat itu atas kerja keras kita. Anugerah termasuk di dalamnya adalah keselamatan, pertama-tama adalah dari Tuhan. Tuhan Maha Murah menganugerahkan karena kasih-Nya kepada kita. Kerja keras, usaha, dan doa kita adalah konsekuensi yang sudah layak dan wajar untuk kebaikan Tuhan yang begitu luar biasa dasyat.
Tidak jarang, kita berperilaku sebagaimana Para Farisi memandang orang lain sebagai lebih baik dan bersih daripada orang lain. Ibadat kita, misa kita, kegiatan lingkungan kita, dan ritual keagamaan kita lebih dari pada orang lain. Memandang sesama yang tidak serajin kita sebagai bukan bagian dari orang beriman. Saudara terkasih, penyakit Farisi ini masih ada hingga hari ini. Tidak jarang perpecahan umat atau perselisihan hanya karena merasa diri lebih daripada yang lain.
Sudah selayaknya, apalagi dalam masa pra paskah yang agung ini kita mampu untuk menebah dada bukan menepuk dada penuh kesombongan, namun merasa tidak layak dan merasa sangat kecil di hadapan Allah dan sesama.
Kesederhanaan dan kerendahan hati menyadari betapa baiknya Tuhan dalam memberikan segala sesuatu kepada kita. Pertama-tama bukan karena usaha kita, namun belas kasih-Nya yang begitu besar.
Bacaan Pertama mengajarkan kita untuk berani berbalik arah. Pertobatan berarti berbalik arah menuju kepada Kasih-Nya yang besar itu. Kembali melangkah kepada Allah setelah kita tersesat karena menuruti kesenangan kita terus.BD.eLeSHa.




Jumat, 13 Maret 2015

Hukum Manakah yang Paling Utama?

Jumat Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Hos. 14:2-10
Mzm. 81:6c-8a,8bc-9,10-11ab,14,17
Mrk. 12:28b-34


Hos. 14:2-10

14:2 Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
14:3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: "Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.
14:4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim."
14:5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
14:6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
14:7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
14:8 Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
14:9 Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.
14:10 Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.

Mrk. 12:28b-34

"Hukum manakah yang paling utama?"
12:29 Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.
12:31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini."
12:32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: "Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia.
12:33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
12:34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: "Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!" Dan seorang pun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.



"Hukum manakah yang paling utama?"

Saudara terkasih, budaya Yahudi mengenai antara hukum yang pertama dan kedua, antara yang lebih besar dan lebih kecil. Yesus dalam perikop di atas bukan menunjukkan mana yang lebih besar dan lebih kecil atau yang pokok dan kurang pokok namun memberikan penjelasan mengenai hukum dasar yaitu cinta kasih. Cinta kasih bukan berkaitan dengan perasaan atau afeksi semata, namun bagaimana orang berusaha makin menuruti kehendak Allah dan bersatu dengan-Nya dan mengasihi sesama sebagaimana dirinya sendiri.
Kasih bukan hanya perasaan namun tindak nyata. Sebuah ungkapan yang begitu indah, karena kita sering memahami kasih masih sebatas afaksi, rasa perasaan, belum diperlengkapi dengan perbuatan untuk bergantung sepenuhnya kepada ketetapan Ilahi. Apa artinya mengasihi Allah, ialah menjalankan apa yang menjadi rencana dan kehendak-Nya, bukan keinginan dan kerinduan pribadi. Tekun dalam melaksanakan sabda-sabda-Nya.
Hukum kedua untuk mengasihi sesama, sebagai jawaban Yesus yang tidak ditanyakan oleh ahli Taurat. Jawaban itu ternyata membawa ahli Taurat untuk memberikan kesimpulan atas apa yang telah mereka yakini dan jalani sekian lamanya, yaitu bahwa hukum itu melebihi korban bakaran dan sembelihan yang sering lebih mereka prioritaskan.
Saudara terkasih, apa yang Bunda Gereja ajak kita renungkan pada hari ini ialah, bahwa kita sering melakukan hal-hal yang ternyata jauh dari apa yang seharusnya kita lakukan. Bagaimana kesibukan kita baik itu berkaitan yang jasmani dan tidak jarang yang rohani sekalipun, namun sering abai dengan apa yang seharusnya kita perbuat bagi saudara yang menderita. Melakukan yang remeh justru melalaikan yang pokok. Bagaimanakah masa puasa kita, sudahkah melakukan kehendak-Nya terlebih dahulu? BD.eLeSHa.


Kamis, 12 Maret 2015

Yesus dan Beelzebul

Kamis Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Yer. 7:23-28
Mzm. 95:1-2,6-7, 8-9
Luk. 11:14-23


Yer. 7:23-28

7:23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia!
7:24 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.
7:25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus,
7:26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.
7:27 Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau.
7:28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka."

Luk. 11:14-23

11:14 Pada suatu kali Yesus mengusir dari seorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak.
11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."
11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
11:21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
11:22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."
11:24 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.

Yesus dan Beelzebul

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita untuk merenungkan Kuasa dan kekuatan Yesus. Ahli Taurat dan orang Farisi pada dasarnya tertegun melihat kuasa Yesus, untuk menutupi keheranan dan ketakjuban mereka, mereka juga iri, dengan demikian mereka menggunakan dalih bahwa Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Setan mengusir setan. Yesus yang tahu hati mereka penuh dengan kedengkian membalik pernyataan mereka yang justru menyudutkan mereka sendiri. Bagaimana setan mengusir setan? Kalau demikian tentu kerajaan mereka lemah. Tidak ada kerajaan yang dibangun untuk diruntuhkan sendiri tentunya.
Perumpamaan Yesus masih berlanjut dengan bagaimana orang yang bersama DIA justru akan aman sejahtera. Seumpama orang yang kuat menjaga rumahnya bersama dengan DIA maka akan aman semuanya. Berkebalikan yang berpisah dengan DIA akan tercerai berai. 

Saudara terkasih, apa yang Tuhan Allah kehendaki ialah kita bersatu dengan DIA dalam segala suasana sehingga memperoleh perlindungan yang tidak akan ada orang lain mampu lakukan. Perlindungan karena kasih-Nya tidak perlu membayar dan mengeluarkan apa-apa selain bahwa kita berserah kepada-Nya. Berserah dengan menjaga hati tetap bersih dan jernih dengan penuh kasih pada sesama.BD.eLeSHa.

Rabu, 11 Maret 2015

Aku Datang untuk Menggenapi Hukum Taurat

Rabu Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Ul. 4:1,5-9
Mzm. 147:12-13,15-16,19-20
Mat. 5:17-19

Ul. 4:1,5-9

4:1 "Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.
4:5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya.
4:6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi.
4:7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya?
4:8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
4:9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,

Mat. 5:17-19

5:17 "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya.
5:18 Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
5:19 Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga


Aku Datang untuk Menggenapi Hukum Taurat

Saudara terkasih, Yesus datang bukan untuk meniadakan Hukum Taurat, namun untuk menggenapinya. Mengapa Dia mengatakan demikian? Karena para pelaku Hukum Taurat yang belum sebagaimana mestinya. Justru hukum tersebut dipakai oleh ahli-ahli Taurat untuk mencari keuntungan sendiri, memupuk nama baik, menimbun harta atas nama persembahan pada Allah atau Bait Allah. Menindas umat beriman atas nama Allah sedangkan mereka sendiri tidak melakukan apapun. Yesus datang untuk melepaskan kemunafikan dan perilaku yang tidak adil antara pemuka dan umat. Pemuka memberikan banyak sekali beban bagi umat namun mereka sendiri tidak ikut menyangganya. Kemegahan diri sebagai tujuan mereka.
Saudara terkasih, hingga hari ini kita sering menggunakan Sabda Tuhan sebagai sarana untuk mencari kemegahan diri dan keuntungan diri. Perilaku yang paling Tuhan Allah kehendaki adalah satunya perkataan dan perbuatan. Bukan kata indah di bibir namun tidak ada perilaku baik yang diberikan sebagai bukti atas ucapan itu.
Tuhan  memberikan keteladanan dengan Diri-Nya sendiri melakukan seluruh hukum Taurat dengan setia. Yang membedakan dengan para imam ialah dalam perilaku dan tindakan nyata. Tindakan baik bukan hanya ucapan, melakukan sendiri dan dirasakan oleh banyak orang. Hukum untuk manusia bukan manusia untuk hukum. BD.eLeSHa.

Selasa, 10 Maret 2015

Pengampunan

Selasa Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Dan. 3:25,34-43
Mam. 25:4bc-5ab, 6-7bc, 8-9
Mat. 18:21-35


Dan. 3:25,34-43

3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
3:34 Janganlah kami Kautolak selamanya demi nama-Mu, dan janganlah Kaubatalkan perjanjian-Mu;
3:35 janganlah Kautarik kembali dari pada kami belas kasihan-Mu demi Abraham, kekasih-Mu, demi Ishak, hamba-Mu dan demi Israel, orang suci-Mu,
3:36 yang kepadanya telah Kaujanjikan untuk memperbanyak keturunan mereka laksana bintang-bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut.
3:37 Ya Tuhan, jumlah kami telah menjadi lebih kecil dari jumlah sekalian bangsa, dan sekarang kamipun dianggap rendah di seluruh bumi oleh karena segala dosa kami.
3:38 Dewasa inipun tidak ada pemuka, nabi atau penguasa, tiada korban bakaran atau korban sembelihan, korban sajian atau ukupan; tidak pula ada tempat untuk mempersembahkan buah bungaran kepada-Mu dan mendapat belas kasihan.
3:39 Tetapi semoga kami diterima baik, karena jiwa yang remuk redam dan roh yang rendah, seolah-olah kami datang membawa korban-korban bakaran domba dan lembu serta ribuan anak domba tambun.
3:40 Demikianlah hendaknya korban kami di hadapan-Mu pada hari ini berkenan seluruhnya kepada-Mu. Sebab tidak dikecewakanlah mereka yang percaya pada-Mu.
3:41 Kini kami mengikuti Engkau dengan segenap jiwa dan dengan takut kepada-Mu, dan wajah-Mu kami cari. Janganlah kami Kaupermalukan,
3:42 melainkan perlakukankanlah kami sesuai dengan kemurahan-Mu dan menurut besarnya belas kasihan-Mu.
3:43 Lepaskanlah kami sesuai dengan perbuatan-Mu yang ajaib, dan nyatakanlah kemuliaan nama-Mu, ya Tuhan


Mat. 18:21-35

18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?"
18:22 Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
18:23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
18:24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
18:25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
18:26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
18:27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
18:28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
18:29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
18:30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
18:31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
18:32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
18:33 Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
18:34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
18:35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."



Pengampunan

Saudara terkasih, pengampunan merupakan tindakan Ilahiah, yang manusiapun akan mampu kalau menyadari bahwa dirinya telah lebih dulu diampuni. Perikopa di atas memberikan gambaran Allah yang berbelas kasih telah mengampuni orang yang akan kehilangan kehidupannya beserta orang yang dicintainya untuk membayar hutangnya. Apa yang dilakukan orang yang telah memperoleh pengampunan malah berlaku sebaliknya. Bertindak kejam dan tidak mau memberikan pengampunan yang jauh lebih murah dan ringan dibandingkan apa yang telah dia peroleh.
Saudara terkasih, manusia memiliki kecenderungan dunia untuk membalas dalam arti negatif dan lupa akan kasih yang jauh lebih besar. Relasional kita dengan Tuhan akan memampukan kita semakin menjadi seperti DIA. Pengampun, mengampuni tanpa batas bahkan sangat tidak sebanding dengan dosa dan kejahatan yang telah manusia perbuat. Manusia memiliki kecenderungan untuk menuntut dan mambalas sebanding dengan apa yang diterima, Tuhan menghendaki yang jauh berbeda dan bertolak belakang yaitu dengan mengampuni mengampuni yang jauh nilainya, bahkan bisa dikatakan rugi kalau hitung-hitungan ekonomis, matematis, duniawi.
Itulah konsekuensi mengikuti Yesus. Pengampun dan memberikan pengampunan kepada sesama karena kita sendiri telah memperoleh pengampunan dari Tuhan Allah Yang Mahamurah. BD.eLeSHa.