Senin, 09 Maret 2015

Hendaklah Kamu Murah Hati, seperti Bapamu Murah Hati

Senin Biasa Pekan III Prapaskah (U)
Dan. 9:4-10
Mzm. 79:8,9,11,13
Luk. 9:36-38


Dan. 9:4-10

9:4 Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!
9:5 Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu,
9:6 dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri.
9:7 Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.
9:8 Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau.
9:9 Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia,
9:10 dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.

Luk. 9:36-38

6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
6:37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."


Hendaklah Kamu Murah Hati, seperti Bapamu Murah Hati

Saudara terkasih, apa yang Yesus minta dari kita ialah yang telah Tuhan Allah dan Yesus lakukan terlebih dahulu. Tidak ada alasan bagi kita untuk menyatakan tidak bisa dilakukan, karena toh Yesus telah melakukannya terlebih dahulu. Mudah? Tentu tidak, karena kita ada di dunia, namun perlu diingat juga bahwa semua itu bisa terjadi karena Yesus telah menjanjikan kita akan diberikan Roh Kudus yang akan menguatkan kita, meneguhkan kita di dalam melawan rencana dunia yang sering menghambat perbuatan baik.
Mengampuni, lihat betapa sulitnya kita melakukan hal ini, dunia dipenuhi pembalasan demi pembalasan, Yesus telah melakukan dan kita layak untuk mencontoh-Nya mengampuni. Bagaimana sikap kita lebih banyak memberi atau menerima, ataukah meminta terus dan lupa berbagi apalagi bersyukur? Tuhan tidak pernah muluk-muluk untuk menuntut kita yang tidak mampu kita lakukan. Apa yang DIA kehendaki atas kita, semua telah dengan tepat DIA perhitungkan dengan kemampuan dan kekuatan kita. Mengapa demikian? Karena Tuhan akan memakai apa yang menjadi perbuatan kita sebagai takaran yang akan kita terima pula. Bagi yang banyak berbagi tentu akan banyak pula menerima. Tidak mungkinlah bagi yang tidak berbuat akan memperoleh.
Bacaan pertama dari Nubuat Daniel dinyatakan betapa malunya Daniel beserta seluruh bangsa termasuk raja, dan pejabat negeri karena berdosa dan melawan Tuhan. Saudara terkasih, konkret dan sangat tepat kita lambungkan ungkapan hati Nabi Daniel kali ini berkaitan dengan apa yang telah bangsa terutama pejabat lakukan. Tidak punya malu ketika perilaku buruk tentu melanggar ketetapan Tuhan justru dibela mati-matian, tidak merasa bersalah malah menuduh pihak lain sebagai jahat. Kejahatan demi kejahatan tumpang tindih dan saling membela dan membelenggu, kebaikan tersingkir dan tersisih. Belum ada yang mengatakan malu justru berteriak lantang sebagai paling bersih. Akankah kita menebalkan muka dan hati demi kejahatan kita? Atau malu dan berbalik arah menuju kepada kebaikan?BD.eLeSHa.

Minggu, 08 Maret 2015

Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku

Hari Minggu Prapaskah III (U)
Kel. 20:1-17
Mzm. 19:8,9,10,11
1 Kor. 1:22-25
Yoh. 2:13-15


Kel. 20:1-17

20:1 Lalu Allah mengucapkan segala firman ini:
20:2 "Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan.
20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,
20:6 tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku.
20:7 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.
20:8 Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu,
20:10 tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu.
20:11 Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.
20:12 Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.
20:13 Jangan membunuh.
20:14 Jangan berzinah.
20:15 Jangan mencuri.
20:16 Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu.
20:17 Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu."


1 Kor. 1:22-25

1:22 Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat,
1:23 tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
1:24 tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
1:25 Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia.

Yoh. 2:13-15

2:13 Ketika hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat, Yesus berangkat ke Yerusalem.
2:14 Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ.
2:15 Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci dengan semua kambing domba dan lembu mereka; uang penukar-penukar dihamburkan-Nya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkan-Nya.
2:16 Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: "Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah Bapa-Ku menjadi tempat berjualan."
2:17 Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."
2:18 Orang-orang Yahudi menantang Yesus, katanya: "Tanda apakah dapat Engkau tunjukkan kepada kami, bahwa Engkau berhak bertindak demikian?"
2:19 Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali."
2:20 Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?"
2:21 Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri.
2:22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan mereka pun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus.
2:23 Dan sementara Ia di Yerusalem selama hari raya Paskah, banyak orang percaya dalam nama-Nya, karena mereka telah melihat tanda-tanda yang diadakan-Nya.
2:24 Tetapi Yesus sendiri tidak mempercayakan diri-Nya kepada mereka, karena Ia mengenal mereka semua,
2:25 dan karena tidak perlu seorang pun memberi kesaksian kepada-Nya tentang manusia, sebab Ia tahu apa yang ada di dalam hati manusia.


Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku

Saudraa terkasih, apa yang dilakukan Yesus di Bait Allah, sedang hari raya, penuh orang, dan tidak ada satupun yang berpikir ada yang salah, semua orang telah melihat itu semua, kegiatan, aneka perdagangan di Bait Allah sebagai hal yang lumrah dan wajar. Seolah semua sudah pada keadaannya yang demikian. Yesus melakukan yang sangat diluar nalar saat DIA bongkar dan jungkir balikkan semua dagangan yang ada. Tentu saja semua orang marah. Kemarahan yang dipicu karena kepentingannya terganggu. Orang-orang yang menggantungkan hidupnya dari berdagang di Bait Allah tentu saja marah karena semua kemudahan itu hilang.
Apa yang dilakukan Yesus adalah demi kebenaran dan kepantasan. Bagaimana Bait Allah digunakan sebagai pasar, dan tentu akan juga pencarian keuntungan yang snagat mencekik. Bayangkan orang-orang yang dari jauh tentu tidak mau repot-repot membawa korban, mudah, praktis, dan efesien membeli di sana, meskipun harganya tentu saja tidak wajar. Kegiatan yang sangat manusiawi, namun di tempat yang tidak semestinya. Kesalahan yang diterima demi memuaskan keenakan dan kenyamanan orang dianggap benar.
Fenomena yang sangat aktual terjadi diIndonesia. Di mana kesalahan demi kesalahan ditutupi karena menguntungkan pihak-pihak tertentu. Ketika ada yang mengungkap apa yang terjadi? Saling membalas, penggalangan opini, merasa lawanlah yang mesti salah, dan pola-pola mempertahankan diri yang sangat kekenak-kanakan.

Saudara terkasih, beranikah kita bersikap seperti Yesus yang menyatakan kebenaran apapun risikonya?BD.eLeSHa.

Sabtu, 07 Maret 2015

Bapa Baik Hati



Sabtu Biasa Pekan II Prapaskah (U)
Mi. 7:14-15,18-20
Mzm. 103:1-2,3-4,9-10,11-12
Luk. 15:1-3,11-32

Mi. 7:14-15,18-20

7:14 Gembalakanlah umat-Mu dengan tongkat-Mu, kambing domba milik-Mu sendiri, yang terpencil mendiami rimba di tengah-tengah kebun buah-buahan. Biarlah mereka makan rumput di Basan dan di Gilead seperti pada zaman dahulu kala.
7:15 Seperti pada waktu Engkau keluar dari Mesir, perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban!
7:18 Siapakah Allah seperti Engkau yang mengampuni dosa, dan yang memaafkan pelanggaran dari sisa-sisa milik-Nya sendiri; yang tidak bertahan dalam murka-Nya untuk seterusnya, melainkan berkenan kepada kasih setia?
7:19 Biarlah Ia kembali menyayangi kita, menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut.
7:20 Kiranya Engkau menunjukkan setia-Mu kepada Yakub dan kasih-Mu kepada Abraham seperti yang telah Kaujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang kami sejak zaman purbakala!


Luk. 15:1-3,11-32

15:1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.
15:2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka."
15:3 Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka:
15:11 Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
15:12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.
15:14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat.
15:15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya.
15:16 Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikannya kepadanya.
15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan.
15:18 Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa,
15:19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.
15:20 Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia.
15:21 Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap sorga dan terhadap bapa, aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa.
15:22 Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa ke mari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.
15:23 Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita.
15:24 Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria.
15:25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.
15:26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.
15:27 Jawab hamba itu: Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.
15:28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.
15:29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.
15:30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.
15:31 Kata ayahnya kepadanya: Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.
15:32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali."


Bapa Baik Hati

Saudara terkasih, hari ini Bunda Gereja mengajak kita merenungkan kebaikan Hati Bapa. Bagaimana Bapa yang telah disakiti masih menerima dengan pelukan, pakaian terindah, dan pesta. Bapa dan anak yang lemah dan penuh dengan ciri dunia.
Anak bungsu, merupakan gambaran bahwa manusia mudah tergoda oleh tawaran dunia yang enak, berpesta atau membuang-buang waktu untuk berdosa, ceroboh, boros, dan tidak berpikir panjang untuk masa depan. Saat ini dan yang penting seneng, lainnya ngapai dipikir. Demikian juga si sulung, dalam kebaikan dan ketaatannya terkandung pamrih, iri hati, dengki, dan tidak menerima, masih diperparah dengan dendam dan menuntut.
Bagaimana ilustrasi tersebut, apalagi dibuka dengan para pendosa mendengarkan Yesus. Kita sebagai pendosa patut bersyukur memiliki Bapa yang begitu baik dan murah hati. Bukannya marah malah memeluk kepada si bungsu, bukan marah karena kedegilan anak sulung malah menyatakan semua adalah miliknya.
Hati kita yang dipenuhi angkara murka, marah, dan iri sering melepaskan berkat yang ada di depan mata. Berkat itu sering datang dengan tidak terduga dan malah kita abai dengan kesibukan hati kita sendiri yang justru banyak merugikan. 
Saat kita sadar dna menyesali apa yang ada dalam hati kita, bergegas dan bersegera hadir di hadiran Tuhan. Datang tanpa takut karena Bapa kita Bapa Baik Hati.BD.eLeSHa.


Jumat, 06 Maret 2015

Perumpamaan Penggarap Kebun Anggur


Jumat Biasa Pekan II Prapaskah (U)
Kej. 37:3-4, 12-13a, 17b-28
Mzm. 105:16-17,18-19,20-21
Mat.21:33-43,45-46


Kej. 37:3-4, 12-13a, 17b-28

37:3 Israel lebih mengasihi Yusuf dari semua anaknya yang lain, sebab Yusuf itulah anaknya yang lahir pada masa tuanya; dan ia menyuruh membuat jubah yang maha indah bagi dia.
37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
37:12 Pada suatu kali pergilah saudara-saudaranya menggembalakan kambing domba ayahnya dekat Sikhem.
37:13 Lalu Israel berkata kepada Yusuf: "Bukankah saudara-saudaramu menggembalakan kambing domba dekat Sikhem
37:17b: Marilah kita pergi ke Dotan." Maka Yusuf menyusul saudara-saudaranya itu dan didapatinyalah mereka di Dotan.
37:18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.
37:19 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Lihat, tukang mimpi kita itu datang!
37:20 Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!"
37:21 Ketika Ruben mendengar hal ini, ia ingin melepaskan Yusuf dari tangan mereka, sebab itu katanya: "Janganlah kita bunuh dia!"
37:22 Lagi kata Ruben kepada mereka: "Janganlah tumpahkan darah, lemparkanlah dia ke dalam sumur yang ada di padang gurun ini, tetapi janganlah apa-apakan dia" -- maksudnya hendak melepaskan Yusuf dari tangan mereka dan membawanya kembali kepada ayahnya.
37:23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, mereka pun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu.
37:24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.
37:25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir.
37:26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya?
37:27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu.
37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

Mat.21:33-43,45-46

21:33 "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
21:34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
21:35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
21:36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
21:37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
21:38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
21:39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
21:40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
21:41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
21:42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu.
21:45 Ketika imam-imam kepala dan orang-orang Farisi mendengar perumpamaan-perumpamaan Yesus, mereka mengerti, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya.
21:46 Dan mereka berusaha untuk menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada orang banyak, karena orang banyak itu menganggap Dia nabi.



Perumpamaan Penggarap Kebun Anggur

 Saudara terkasih, Gereja hari ini, mengajak kita untuk merenungkan bagaimana Tuhan Allah selalu memberikan kasih-Nya, anak-anak yang menyeleweng dari kehendak dan kasih-Nya, IA sapa kembali dengan mengutus para Nabi, oleh Yesus diumpamakan dengan penggarap kebun anggur, kalau kita penggarap sawah. Bagaimana orang suruhan atau utusan untuk memberikan pencerahan ini malah dibunuh, dianiaya, disiksa, dan ditolak.
Kasih Allah tidak berhenti, maka diutuslah Anak-Nya, dalam kasih Allah, orang akan sungkan dan tidak berani, namun apa yang terjadi? Justru jauh lebih kejam dan sadis terhadap Putera yang diutus Allah ini. Pola pikir keserakahan dan ketamakan diungkapkan, bagaimana orang memikirkan warisan dunia, bukan nanti di surga.
Saudara terkasih, konteks saat itu, fisik penolakan orang dengan menolak Nabi termasuk Yesus, kali ini, hari-hari ini, Tuhan Allah masih mengulurkan tangan-Nya untuk membawa kembali kita di mana sering lebih memilih jalan menyamping dari jalan kasih-Nya, namun DIA selalu hadir dan menyapa kita untuk kembali merasakan kesatuan dengan kasih-Nya itu. Berbagai bentuk penolakan dapat kita temukan. Lebih memilih asyik dengan diri sendiri dari pada kegiatan sosial keagamaan. Menggunakan kemampuan untuk menipu, mengumpulkan uang dengan cara yang tidak baik, dan aneka kegiatan buruk lainnya.
Saudara terkasih, apakah hari ini kita memilih kasih-Nya atau tawaran dunia yang jauh dari rencana-Nya?BD.eLeSHa.

Kamis, 05 Maret 2015

Lazarus dan Peringatan akan Harta

Kamis Biasa Pekan II Prapaskah (U)
Yer. 17:5-10
Mzm. 1:1-2,3-4,6
Luk. 16:19-31


Yer.17:5-10

17:5 Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
17:6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
17:7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
17:8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
17:9 Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya?
17:10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."
Luk. 16:19-31

16:19 "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
16:20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
16:21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
16:23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
16:24 Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
16:25 Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk. Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
16:26 Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
16:27 Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau menyuruh dia ke rumah ayahku,
16:28 sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat penderitaan ini.
16:29 Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
16:30 Jawab orang itu: Tidak, Bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
16:31 Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh seorang yang bangkit dari antara orang mati."



Lazarus dan Peringatan akan Harta

Saaudara terkasih Gereja hari ini mengajak kita untuk merenungkan kisah Lazarus dan orang kaya. Bacaan yang merupakan jawaban atas pertanyaan kaum Farisi dan orang Yahudi pada ayat-ayat sebelumnya. Yesus menghendaki para muri untuk tidak mengumpulkan harta duniawi yang bisa musnah. Murid lebih baik mengumpulkan harta surgawi sebagai bekal dalam menghadapi kehidupan yang akan datang.
Pengajaran yang dianggap menyindir para pemuka Yahudi, karena memang kebiasaan mereka menyindir dan menimbun harta, maka mereka bertanya dan minta penjelasan akan hal tersebut.Yesus menceritakan kisah Lazarus yang miskin, menderita, dan kelaparan. Apa yang Yesus sampaikan ialah Lazarus yang menderita itu bersanding dengan kemewahan orang kaya yang tidak peduli akan kekurangan sesama. Ketidakpedulian itu dibuktikan dengan ada orang yang mencari rempah-rempah seperti maaf anjing saja tidak peduli, malah anjingnya menjilati luka si miskin atau Lazarus tersebut.
Penutup cerita tersebut hendak menggambarkan bahwa kebangkitan Yesus pun akan ditolak, karena kedegilan hati orang, kesaksian para nabi juga tidak diterima. Bahkan orang yang dari kubur, hendak menyatakan Yesus nanti yang bangkit saja tidak diterima atau dipercayai, apalagi kalau ada yang bangkit sebelum DIA.
Saudara terkasih, sekali lagi bahwa hal ini bukan harta yang menghambat kebahagiaan kekal, namun sikap terhadap harta itu yang perlu diperbaiki. Kekayaan yang membutakan terhadap derita orang lain, mengumpulkan dengan berbagai cara termasuk jalan curang, korupsi, suap, menggelembungkan anggaran, berdagang dengan curang, dan aneka bentuk mengabdi uang dengan berlebihan. Harta boleh, asal masih ingat sesama yang menderita dan memperoleh dengan cara yang layak. Bukan pula kemiskinan yang menyebabkan Lazarus berbahagia. Jangan keliru kemudian menjadikan kita tidak berusaha dengan gigih dalam kehidupan ini. Kesetiaan Lazarus dalam menjalankan rencana Tuhan dalam hidupnya. Orang yang mengeluh, iri, menggerutu, dan menyebarkan berita-beria buruk kalau ada orang lain yang kaya dan sukses tentu tidak akan memperoleh kebahagiaan sebagaimana Lazarus.BD.eLeSHa.




Rabu, 04 Maret 2015

Siapa yang Terbesar ialah Pelayanmu

Rabu Biasa Pekan II Prapaskah (U)
Yer. 18:18-20
Mzm. 31:5-6,14,15-16
Mat. 20:17-28



Yer. 18:18-20

18:18 Berkatalah mereka: "Marilah kita mengadakan persepakatan terhadap Yeremia, sebab imam tidak akan kehabisan pengajaran, orang bijaksana tidak akan kehabisan nasihat dan nabi tidak akan kehabisan firman. Marilah kita memukul dia dengan bahasanya sendiri dan jangan memperhatikan setiap perkataannya!"
18:19 Perhatikanlah aku, ya TUHAN, dan dengarkanlah suara pengaduanku!
18:20 Akan dibalaskah kebaikan dengan kejahatan? Namun mereka telah menggali pelubang untuk aku! Ingatlah bahwa aku telah berdiri di hadapan


Mat. 20:17-28

20:17 Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan:
20:18 "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati.
20:19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan."
20:20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
20:21 Kata Yesus: "Apa yang kaukehendaki?" Jawabnya: "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu."
20:22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: "Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?" Kata mereka kepada-Nya: "Kami dapat."
20:23 Yesus berkata kepada mereka: "Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya."
20:24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
20:25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka.
20:26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu,
20:27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu;
20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."


Siapa yang Terbesar ialah Pelayanmu

Saudara terkasih, persoalan yang konkrit ita butuhkan digemakan Gereja hari ini untuk kita renungkan. Pelayanan dan sikap melayani. Menjadi barang mahal hari-hari ini lebih banyak orang yang sering dan bahkan memaksa untuk dilayani. Melayani merupakan perbuatan hina dan memalukan sehingga sering membuat perselisihan ketika tidak memperoleh pelayanan yang terbaik.
Yesus memang datang dengan jiwa baru, semangat baru, dan cara yang baru. Datang untuk melayani, dunia saat itu padahal guru apalagi imam itu jabatan prestiius yang dihormati dan selalu dilayani oleh para pengikutnya. Tidak heran ketika seorang ibu dari antara para murid menghendaki puteranya menempati jabatan elit di lingkungan Yesus. Namun ternyata bukan itu yang Yesus bawa. Yesus membawa yang berbeda. Siapa yang terbesar ialah siapa yang bisa melayani dan memberikan dirinya kepada yang lain.
Bukan hal mudah menghadapi hal demikian. Sesuatu yang keluar dari diri bukan mengumpulkan untuk diri sendiri. Manusia memiliki  kecenderungan untuk mengumpulkan dan menimbun bukan membagikan. Sikap melayani berarti membagikan dan memberikan dirinya. Yesus meminta kita bisa dan mampu untuk memberikan diri kepada orang lain. Saat mengumpulkan dan cinta diri sudah lewat, saatnya untuk peduli dan memberikan diri. 
Murid Yesus bukan  menjadi orang yang akan menempati jabatan tinggi untuk dihormati namun perlu lebih dulu menghormati serta mengerti apa yang terjadi pada umat dan para pengikut yang lain. Dinamika untuk memikirkan kedudukan lebih dulu jamak terjadi. saling sikut dan jegal memang umum dan itu oleh Yesus menjadi medan perjuangan kenabian-Nya. Dunia perlu disikapi dengan bijaksana dan tidak membawa arus dalam karya rohani.BD.eLeSHa.


Selasa, 03 Maret 2015

Barangsiapa Merendahkan Diri, Ia akan Ditinggikan

Selasa Biasa Pekan II Prapaskah (U)
Yes. 1:10,16-20
Mzm. 50:8-9,16bc-17,21,23
Mat. 23:1-12


Yes. 11:10,16-20


1:10 Dengarlah firman TUHAN, hai pemimpin-pemimpin, manusia Sodom! Perhatikanlah pengajaran Allah kita, hai rakyat, manusia Gomora!
1:16 Basuhlah, bersihkanlah dirimu, jauhkanlah perbuatan-perbuatanmu yang jahat dari depan mata-Ku. Berhentilah berbuat jahat,
1:17 belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam; belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!
1:18 Marilah, baiklah kita beperkara! -- firman TUHAN -- Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
1:19 Jika kamu menurut dan mau mendengar, maka kamu akan memakan hasil baik dari negeri itu.
1:20 Tetapi jika kamu melawan dan memberontak, maka kamu akan dimakan oleh pedang." Sungguh, TUHAN yang mengucapkannya.

 Mat. 23:1-12

23:1 Maka berkatalah Yesus kepada orang banyak dan kepada murid-murid-Nya, kata-Nya:
23:2 "Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
23:3 Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya.
23:4 Mereka mengikat beban-beban berat, lalu meletakkannya di atas bahu orang, tetapi mereka sendiri tidak mau menyentuhnya.
23:5 Semua pekerjaan yang mereka lakukan hanya dimaksud supaya dilihat orang; mereka memakai tali sembahyang yang lebar dan jumbai yang panjang;
23:6 mereka suka duduk di tempat terhormat dalam perjamuan dan di tempat terdepan di rumah ibadat;
23:7 mereka suka menerima penghormatan di pasar dan suka dipanggil Rabi.
23:8 Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara.
23:9 Dan janganlah kamu menyebut siapa pun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga.
23:10 Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias.
23:11 Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu.
23:12 Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.


Barangsiapa Merendahkan Diri, Ia akan Ditinggikan

Saudara terkasih bacaan hari ini sungguh konkret bagi kehidupan kita berbangsa. Bagaimana orang selalu ingi menjadi yang terbesar, terbaik, ter...ter...lainnya. Yesus melarang para murid –Nya untuk mengikuti pengajaran yang selama ini telah mereka terima sebagai anak bangsa Yahudi dari tetua Yahudi dan para Farisi. Bukan kejelekan materi pengajaran namun karena guru atau rabi mereka sebelum menjadi murid Yesus sama sekali tidak melakukannya di dalam kehidupan sehari-hari selain menuntut umat atau muridnya saja. Mereka sama sekali tidak pernah melakukan.
Pembesar dan para elit kita pun berlaku sama menggebu-gebu memberantas korupsi dan hidup sederhana dalam banyak kesempatan, namun dalam hidup mereka bermewah-mewah, korupsi dengan berbgaai cara. Selalu menyatakan tegakan hukum apapun dan kepada siapapun, namun masih saja hukum berpihak kepada kekuasaan dan kekayaan yang bisa mengubah pasal demi keuntungan pribadi dan golongan.

Kerendahan hati sebagai syarat mutlak menjadi  murid Yesus. Kita saksikan bersama arogansi demi arogansi, intimidasi demi intimidasi, balas dendam lebih menggejala daripada pengampunan sebagai bentuk tinggi hati dan tidak mau memeriksa diri dan mengevaluasi diri. Semua ingin dilayani dan orang lain harus mengalah dan menyingkir. Bagaimana kehidupan jalan raya mempertontonkan kehidupan kita berbangsa  yang tinggi hati dan meminta dilayani. Semua minta didahulukan, budaya antre masih perlu waktu dan banyak doa. Mengalah akan selalu diinjak-injak dan itu ada dalam seluruh level kehidupan. Terpelajar dan orang yang berkedudukan pun sama saja dengan orang yang kurang terpelajar.BD.eLeSHa.

Senin, 02 Maret 2015

Murah Hati

Senin Biasa Pekan II Prapaskah (U)
Dan. 9:4b-10
Mzm. 79:8,9,11,13
Luk. 6:36-38


Dan. 9:4b-10

9:4b"Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!
9:5 Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu,
9:6 dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri.
9:7 Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.
9:8 Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau.
9:9 Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia,
9:10 dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.

Luk. 6:36-38

6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
6:37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."


Murah Hati

Saudara terkasih, Tuhan menghendaki kita untuk mampu bersikap dengan murah hati. Murah hati sebagaimana telah Tuhan Allah lakukan kepada kita dengan sikap yang sama, maka layak ketika Yesus menghendaki kita juga melakukan hal yang sama. Apa yang Tuhan Allah lakukan bukan berhenti untuk kita dan kita tidak melakukan bagi sesama.  Ayat berikut semakin menjelaskan kepada kita, lebih sering menghakimi apa yang terjadi kepada pihak lain. Menuding dengan tangan teracung dan menekan orang lain dengan berbagai cara lebih mudah kita temui daripada murah hati. Murah hati bisa berupa maaf, pengampunan, penerimaan, dan banyak sikap baik lainnya. Yesus hari ini memberikan sabda-Nya berupa konsekuensi logis alami dan tidak menuntut yang muluk-muluk, namun suatu bentuk hukum sebab akibat dalma kehidupan ini.
Bagaimana ukuran kita itulah yang akan kita kenakan. Bukan ukurang orang lain karena kalau demikian tidak akan tepat, bisa kekecilan atau kebesaran. Tuhan Allah tidak pernah salah dan dengan demikian akan memberikan kepastian kepada kita apa yang kita terima dan kenakan adalah hasil perbuatan kita dan bukan karena sikap atau perbuatan orang lain.

Saudara terkasih, kalau Tuhan sebagai teladan kita melakukan yang terbaik untuk kita, tentu kita layak melakukan yang sama. Dunia memang berbeda dalam bersikap dan dengan demikian iman dan Roh Kudus berperan agar kita mampu memilih yang Ilahiah daripada tawaran duniawi. BD.eLeSHa.

Minggu, 01 Maret 2015

Transfigurasi

HARI MINGGU PRAPASKAH II (U)
Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18
Mzm. 116:10,15,16-17,18-19
Rm. 8:31b-34
Mrk. 9:2-10

Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18

22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana
22:9 Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya
22:10 Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
22:11 Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
22:12 Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
22:13 Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
22:18 Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku."
22:19 Kemudian kembalilah Abraham kepada kedua bujangnya, dan mereka bersama-sama berangkat ke Bersyeba; dan Abraham tinggal di Bersyeba.


Rm. 8:31b-34

8.31bJika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita?
8:32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?
8:33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka?
8:34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita?

Mrk. 9:2-10

9:2 Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendirian saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka,
9:3 dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.
9:4 Maka nampaklah kepada mereka Elia bersama dengan Musa, keduanya sedang berbicara dengan Yesus.
9:5 Kata Petrus kepada Yesus: "Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia."
9:6 Ia berkata demikian, sebab tidak tahu apa yang harus dikatakannya, karena mereka sangat ketakutan.
9:7 Maka datanglah awan menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia."
9:8 Dan sekonyong-konyong waktu mereka memandang sekeliling mereka, mereka tidak melihat seorang pun lagi bersama mereka, kecuali Yesus seorang diri.
9:9 Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati.
9:10 Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."


Transfigurasi


Saudara terkasih, peristiwa Yesus naik bersama ketiga murid mengajarkan kepada kita beberapa hal. Pertama, bagaiamana sukacita kita hidup dalam kemuliaan Yesus itu menyenangkan, membahagiaakan, kalau mungkin terus dan menjadi milik sebagaimana ungkapan para murid istimewa Petrus yang menyatakan hendak membuatkan tenda dalam artian tidak pindah lagi, nikmati terus. Kedua, hidup perlu turun gunung juga, denga demikian realitas dunia adalah medan perjuangan yang memang menjadi tugas kita. Itu tidak enak, tidak nyaman, penuh perjuangan dan usaha keras. Ketiga, Petrus sebagai gambaran kita yang salah dan jatuh bangun untuk mengenal rencana-Nya, bahkan Pribadi-Nya.
Kalau kita masih salah, egois, dan hanya ingin semua berkat itu sangat wajar dan manusiawi, namun bukan dengan demikian kita bangga dan turut saja untuk ikuti kelemahan itu. Tuhan menghendaki kita mengatasi sehingga makin mengenal Dia dan mengerti rencana dan kehendak-Nya dengan makin baik dari waktu ke waktu.
Perjuangan dalam hidup memang tugas dan kewajiban kita. Usaha bagian kita dan hasil akhir adalah dalam naungan Tuhan Allah untuk memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Pribadi yang bisa berserah mengenai hasil itu bagian Tuhan karena mengenal rencana dan kehendak-Nya, tidak salah maksud rencana Tuhan, dan tidak menguasai berkat hanya untuk diri sendiri. BD.eLeSHa.