Jumat, 12 Desember 2014

Kebenaran itu Satu

Jumat Pekan II Adven  (U)
Yes. 48:17-19
Mzm. 1:1-2,3,4,6
Mat. 11:16-19


Yes. 48:17-19

48:17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: "Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh.
48:18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,
48:19 maka keturunanmu akan seperti pasir dan anak cucumu seperti kersik banyaknya; nama mereka tidak akan dilenyapkan atau ditiadakan dari hadapan-Ku


Mat. 11:16-19

11:16 Dengan apakah akan Kuumpamakan angkatan ini? Mereka itu seumpama anak-anak yang duduk di pasar dan berseru kepada teman-temannya:
11:17 Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak berkabung.
11:18 Karena Yohanes datang, ia tidak makan, dan tidak minum, dan mereka berkata: Ia kerasukan setan.
11:19 Kemudian Anak Manusia datang, Ia makan dan minum, dan mereka berkata: Lihatlah, Ia seorang pelahap dan peminum, sahabat pemungut cukai dan orang berdosa. Tetapi hikmat Allah dibenarkan oleh perbuatannya.


Kebenaran itu Satu

Saudara terkasih, suatu hari saya ditanya seorang mahasiswa mengenai pendapat saya mengenai kebenaran, dia beranggapan karena kebenaran itu sangat subyektif dan penuh dengan kepentingan. Saya katakan saya paham karena kehidupan saat ini, terutama keadaan bangsa kita mempertotonkan kepada generasi muda bahwa uang bisa membuat “kebenaran“, kekuasaan mampu mengubah pendapat yang harus salah menjadi seolah-olah benar dan sebaliknya. Ahli hukum dan politisi yang kurang menjunjung etika dan mengedepankan sisi kemenangan apapun cara dan modelnya. Menggunakan media untuk membentuk opini publik  bagaimanapun caranya, bahkan fitnah dan memutarbalikkan fakta menjadi hal yang biasa saja, dan bukan menjadi pertimbangan. Melupakan etika dan moral demi kepentingan, kekuasaan, dan materi.
Yesus mengkritik kondisi yang sama, bagaimana mereka para ahli-ahli taurat mempersoalkan model Yesus , namun juga mempermasalahkan cara Yohanes Pembaptis, berkaitan dengan hal yang sama yaitu cara makan. Tidak makan dengan berpuasa dikatakan kerasukan setan dan Yesus memiliki cara pewartaan dengan makan dan minum masih juga dicela sebagai pelahap dan peminum dan sahabat pemungut cukai. Tidak ada orang yang bisa menyenangkan semua pihak, benar, namun menjadi persoalan ketika apa yang sama memperoleh penilaian yang berseberangan.

Saudara terkasih, Yesus mengajarkan kepada kita agar taat kepada kehendak Tuhan Allah agar selalu setia  untuk mengerti rancangan-Nya bukan kata nda penilaian orang. Baik di hadapan Tuhan ialah ketika apa yang kita lakukan dengan motivasi yang baik, cara yang baik, dan memperoleh hasil sebagai kebaikan pula.BD.eLeSHa.

Rabu, 10 Desember 2014

Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar

Kamis Pekan II Adven (U)
Yes. 41:13-20
Mzm. 145:1,9,10-11,12-13ab
Mat. 11:11-15


Yes. 41:13-20

41:13 Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: "Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau."
41:14 Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel.
41:15 Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukit pun akan kaubuat seperti sekam.
41:16 Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau ini akan bersorak-sorak di dalam TUHAN dan bermegah di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel.
41:17 Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka.
41:18 Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering.
41:19 Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya,
41:20 supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.

Mat. 11:11-15

11:11 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.
11:12 Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya.
11:13 Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes
11:14 dan -- jika kamu mau menerimanya -- ialah Elia yang akan datang itu.
11:15 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!


Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar

Saudara terkasih, bacaan hari ini hendak menyatakan kegenapan nubuat Maleakhi, di mana Yohanes Pembaptis sebagai Elia yang akan datang. Kegenapan nubuat merupakan tanda dan bukti hari kedatangan Tuhan makin dekat. Siapa yang melawan pewarta kerajaan merupakan penyerang terhadap kerajaan tersebut. Siapa bertelingan hendaklah mendengar hendak menyatakan kebenaran sebagai hal yang harus diikuti. Sering persoalan dan godaan dunia mengacaukan dan membuat bingung. Maka telinga di sini dimaksudkan menggunakan hati untuk melihat karya Allah dan penebusan-Nya yang makin mendekat.

Allah sebagai Penolong sebagaimana dinyatakan Nabi Yesaya, hendak meyakinkan kita, bahwa DIA akan datang dan melakukan apapun yang perlu bagi kehidupan kita. Kita hanya perlu menggunakan iman dan kepercayaan kita agar mampu melihat Karya Allah bagi kehidupan kita termasuk di dalamnya karya keselamatan bagi kehidupan kekal kita. Allah segalanya bagi kita. Dia melakukan pekerjaan kita, menyiapkan semuanya, dan membekali kita dengan apapun yang kita butuhkan. Kuatir dan cemas tidak kita perlukan lagi. BD.eLeSHa.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Rabu Biasa Pekan II Adven (U)
Yes. 40:25-31
Mzm. 103:1-2,3-4,8,10
Mat. 11:28-31


Yes. 40:25-31

40:25 Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.
40:26 Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satu pun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.
40:27 Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?"
40:28 Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.
40:29 Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
40:30 Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
40:31 tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.


Mat. 11:28-31

11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.
11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.
11:30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan."


Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat,
 Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Saudara terkasih, lelah dan letih merupakan konsekuensi atas kehidupan kita. Istirahat sudah Tuhan anugerahkan, bahkan contohkan sendiri, dengan beristirahat setelah menciptakan, ingat Kisah Penciptaan, atau Yesus yang berangkat ke tempat sunyi untuk berdoa dan beristirahat setelah seharian mengajar. Lelah yang masih belum hilang sesaat kita lelah beraktivitas, masih ada yang kurang karena kita belum melibatkan Tuhan dalam aktivitas kita, termasuk beristirahat. Lihat Yesus berdoa dan beristirahat. Allah Pencipta dalam Penciptaan juga mengadakan evaluasi atas kinerja-Nya, dengan hasil baik adanya.
Beberapa hal yang membuat kita tidak bisa melibatkan Tuhan dalam aktivitas kita, pertama  memisahkan dengan tegas antara yang profan atau duniawi dan yang spiritual atau rohani. Padahal Tuhan memberkati, mendampingi, dan berperan dalam seluruh aktivitas itu, baik rohani ataupun duniawi. Kedua, manusia cenderung merasa mampu dan kuat menopang seuanya sendirian. Ciri yang tidak tepat ketika berhadapan dengan Tuhan Allah. Ada bagian-bagian yang memang Tuhan rencanakan bagi hidup kita, sehingga kita ditarik untuk hadir dan datang kepada-Nya. Bentuk ungkapan keterbukaan dan kerendahan hati sebagai manusia. Allah dengan demikian menyatakan kasih-Nya secara nyata. Bukan karena Allah gila hormat, sebagaimana manusia yang membuat-buat kesulitan agar manusia lain bergantung kepadanya.
Saudara terkasih, sering orang lebih percaya kepada sesamanya, namun tidak jarang menimbulkan persoalan ketika saudara kita ternyata membocorkan rahasia atau beban kita. Bukan meringankan malah memberatkan. Datang kepada Tuhan itu gampang, ringan, dan jelas terjamin rahasianya. Kasih-Nya itu luar biasa dan selalu siap menerima kita apa adanya. Beban seberat apapun DIA tanggung dengan kasih-Nya yang tidak berkesudahan.BD.eLeSHa.



Selasa, 09 Desember 2014

Perumpamaan Mengenai Domba yang Hilang


Selasa Pekan II Adven (U)
Yes. 40:1-11
Mzm. 96:1-2,3,10ac,11-12,13
Mat. 18:12-14


Yes. 40:1-11

40:1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
40:2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
40:6 Ada suara yang berkata: "Berserulah!" Jawabku: "Apakah yang harus kuserukan?" "Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang.
40:7 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
40:8 Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
40:9 Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"
40:10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
40:11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.


Mat. 18:12-14

18:12 "Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu?
18:13 Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat.
18:14 Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.


Perumpamaan Mengenai Domba yang Hilang

Saudara terkasih, hari ini Gereja mengajak kita untuk merenungkan kebaikan Tuhan. Yesus memberikan gambaran melalui kebaikan gembala yang berjuang menemukan satu domba yang tersesat dan mencari satu dombanya yang lepas dari kawanan. Gambaran yang hendak menyatakan kepada kita, bahwa Allah Bapa tidak menghendaki satupun di antara kita tidak selamatan. Keselamatan menurut rencana Allah adalah bagi semua orang yang telah DIA ciptakan, tanpa adanya perbedaan dan pengecualian. Keselamatan untuk seluruh bangsa, seluruh manusia tanpa kecuali baik hitam putih, kriting lurus, sipit ataupun bundar, baik Afrika ataupun Eropa, semuanya diselamatkan.

Dunia memberikan kotak-kotak bagi kelompoknya sendiri dan kepentingannya sendiri. Saudara terkasih keselamatan bukan tergantung keberadaan kita, namun termasuk dalam rencana Allah yang penuh kasih. Kasih-Nya menyatukan dan bukan memisahkan. Dunia dan kuasa jahat yang bertentangan dengan kehendak-Nya sering mempengaruhi untuk terpisah-pisah dan terserak, namun DIA datang dan mengulurkan tangan untuk menyatukan kembali. Sejarah membuktikan bahwa Allah selalu membawa kesatuan cinta kasih-Nya bagi kesatuan manusia. Seburuk-buruknya dunia pasti ada kebaikan, orang baik, pihak yang memiliki kehendak yang baik untuk menjalin kesatuan. Cinta-Nya menginspirasi dan menggerakkan pribadi di dunia untuk datang, menyapa, memberikan perhatian, dan mewujudkan perdamaian dunia, sebagaimana rencana-Nya.BD.eLeSHa.

Senin, 08 Desember 2014

Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu

HARI RAYA SP. MARIA DIKANDUNG TANPA NODA (P)
Kej. 3:9-15, 20
Mzm. 98:1,2-3ab,3bc-4
Ef.1:3-6,11-12
Luk. 1:26-38


Kej. 3:9-15, 20

3:9 Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?"
3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."
3:11 Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?"
3:12 Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
3:13 Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan."
3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.
3:15 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan t
3:20 Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
umitnya.


Ef.1:3-6,11-12

1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya
1:11 Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya --
1:12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya


Luk. 1:26-38

1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.
1:31 Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.
1:32 Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,
1:33 dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."
1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
1:35 Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
1:36 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, ia pun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.
1:37 Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
1:38 Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia


Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu

Saudara terkasih, Perawan Maria memegang peran penting bagi kehidupan umat beriman, bagaimana seandainya dia menolak dan mengikuti kata hati manusiawinya yang selalu khawatir kata orang, galau dengan hukum masyarakat, dan takut nama baik di lingkungan sekitar. Maria menyatakan Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu,  di dalam menjalankan tugas perutusan yang sangat tidak ringan. Mengemban misi ibu Seorang Mesias, bahkan pedang yang akan menembusnya, karena harus menyaksikan Anaknya harus berjuang bahan sampai Darah-Nya tercurah. Hati ibu tentu pedih ketika melihat Puteranya menderita, ditolak, disiksa, dan dibunuh dengan keji.
Maria  memberikan jaminan keselamatan melalui kelahiran Anak yang dilahirkannya, memulihkan keterpisahan kita karena kedosaan Hawa yang pertama. Kejadian 3, mengisahkan betapa manusia mudah digoda untuk jatuh oleh ular, dan dinyatakan bahwa seorang perempuan pula yang akan membawa pemulihan dengan kesiapannya mengandung Sang Mesias.
Maria menjadi suci karena dia akan membawa misi suci, bukan karena Maria suci, maka Yesus juga suci, namun Yesus yang suci membuat ibunda-Nyapun suci. Kesucian Maria jelas sejak menyatakan menerima kehendak Tuhan Allah untuk mengandung Bayi Yesus, hingga setia di bawah kaki Salib yang memedihkan hati seorang ibu. Semua dijalaninya dengan tabah dan setia.
Mengapa ia mampu melakukan itu semua? Maria menjalankan tugas perutusan dengan hati terbuka menjalankan kehendak Tuhan, bukan melakukan keinginan dan kerinduannya sendiri. Bagaimana Maria yang menghantarkan Yesus tidak pernah “hidup” enak, namun penuh dengan derita dan kesakitan itu mampu menjalani, merupakan teladan bagi hidup kita. Kita bertekun dalam suka dan duka kita sebagai bagian dari rencana Tuhan atas hidup kita. Bersyukur dan berterima kasih atas kasih karunia yang telah Tuhan anugerahkan kepada kita. BD.eLeSHa.


Minggu, 07 Desember 2014

Luruskanlah Jalan bagi Tuhan

Hari Minggu Adven II (U)
Yes. 40:1-5,9-11
Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14
2 Pet. 3:8-14
Mrk. 1:1-8


Yes. 40:1-5, 9-11

40:1 Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu,
40:2 tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya.
40:3 Ada suara yang berseru-seru: "Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!
40:4 Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran;
40:5 maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
40:9 Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"
40:10 Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
40:11 Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati


2 Pet. 3:8-14

3:8 Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari.
3:9 Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.
3:10 Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
3:11 Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup
3:12 yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya.
3:13 Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.
3:14 Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia


Mrk. 1:1-8

1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
1:2 Seperti ada tertulis dalam kitab nabi Yesaya: "Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu;
1:3 ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya",
1:4 demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu."
1:5 Lalu datanglah kepadanya orang-orang dari seluruh daerah Yudea dan semua penduduk Yerusalem, dan sambil mengaku dosanya mereka dibaptis di sungai Yordan.
1:6 Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
1:7 Inilah yang diberitakannya: "Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa dari padaku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.
1:8 Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus."



Luruskanlah Jalan bagi Tuhan

Saudara terkasih, bacaan Minggu kedua ini menampilkan tokoh yang luar biasa rendah hati, tulus, dan sangat setia akan perutusannya. Dia menjalani dengan suka cita dan ringan hati. Membuka jalan bagi pihak lain yang akan memperoleh hasil yang lebih gemilang, bisa membuat orang iri hati dan dengki, namun apa yang dijalankan oleh Yohanes pembaptis sungguh berbeda. Keteladanan yang luar biasa.
Adven masa di mana kesempatan untuk mempersiapkan hati menunggu kedatangan bayi Yesus, layaklah kalau kita merenungkan kesederhanaan budi, kerendahan hati, ketulusan Yohanes Pembaptis. Acap kita saksikan ada orang yang akan diganti itu malah membuat banyak kesulitan bagi penggantinya, ada pastor kalau dipindah membuat kas paroki kosong, banyak hal yang bisa dilakukan, perpisahan yang mewah, membangun sesuatu yang tidak mendesak, dan itu berulang, bukan hanya sekali, kalau hanya sekali itu kebetulan. Sikap yang tentu berbeda dengan perilaku Yohanes Pembaptis. Dia meratakan jalan yang bergelombang, agar karya Yesus berjalan dengan lebih mudah.

Iri, dengki, dan merasa tidak adil merupakan sikap jiwa yang kerdil, dan itu sama sekali tidak ada dalam benak dan hati Yohanes Pembaptis. Sikap yang dimiliki karena relasinya yang akrab dan dekat dengan Tuhan Allah Sang Pencipta. Berkat Allah yang berbeda diberikan kepada Yesus dan bukan kepadanya, bukan membuat dia dengki, namun tetap menerima sebagai berkat Tuhan yang harus dia jalankan. Dunia dan isinya memliki keragaman untuk saling melengkapi bukan justru saling meniadakan. Meniadakan satu sama lain hanya karena orang telah digelapkan oleh nafsu dan keinginan daging dunia yang melingkupinya. BD.eLeSHa.

Sabtu, 06 Desember 2014

Belas kasih Tuhan bagi Manusia, Manusia Hidup Tanpa Pamrih

Sabtu Biasa Pekan I Adven (U)
Yes. 30:19-21, 23-26
Mzm. 147:1-2,3-4,5-6
Mat. 9:35-10:1,6-8


Yes. 30:19-21, 23-26

30:19 Sungguh, hai bangsa di Sion yang diam di Yerusalem, engkau tidak akan terus menangis. Tentulah Tuhan akan mengasihani engkau, apabila engkau berseru-seru; pada saat Ia mendengar teriakmu, Ia akan menjawab.
30:20 Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia,
30:21 dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: "Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya," entah kamu menganan atau mengiri
30:23 Lalu TUHAN akan memberi hujan bagi benih yang baru kamu taburkan di ladangmu, dan dari hasil tanah itu kamu akan makan roti yang lezat dan berlimpah-limpah. Pada waktu itu ternakmu akan makan rumput di padang rumput yang luas;
30:24 sapi-sapi dan keledai-keledai yang mengerjakan tanah akan memakan makanan campuran yang sedap, yang sudah ditampi dan diayak.
30:25 Dari setiap gunung yang tinggi dan dari setiap bukit yang menjulang akan memancar sungai-sungai pada hari pembunuhan yang besar, apabila menara-menara runtuh.
30:26 Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umat-Nya dan menyembuhkan bekas pukulan


Mat. 9:35-10:1,6-8

9:35 Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan.
9:36 Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
9:37 Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit.
9:38 Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
10:1 Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
10:7 Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
10:8 Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-Cuma


Belas kasih Tuhan bagi Manusia, Manusia Hidup Tanpa Pamrih

Saudara terkasih, Yesus hari ini bersabda mengenai karya dan panggilan manusia di dunia. Panenan melimpah, dan pekerja sedikit. Apa yang perlu dilakukan kita umat Allah adalah untuk melakukan karya sebagaimana Dia  bekarya. Belas kasih-Nya menggerakkan Dia unt mengusir roh jahat, menyembuhkan penyakit, mentahirkan penderita kusta, mengatasi kelemahan, dan itu dilakukan dengan cuma-uma, karena kita mendapatkannya juga dengan gratis. Pernahkah kita memohonkan ini itu dari Allah? Sama sekali tidak bukan? Berkat dan talenta semua karena kemurahan dan belas kasih Tuhan kepada anak-anak-Nya.
Segala penyakit dan obat memang telah ada profesional yang melakukan dengan lebih baik dan kompeten, kita memelihara kesehatan dan sebisa mungkin mengajak orang untuk hidup dengan lebih baik dan sehat secara fisik ataupun spiritual. Mengatasi kelemahan dan keberadaan manusia modern sangat kompleks persoalannya, bagaimana perutusan kita mmapu menjadi teman, rekan, saudara untuk mendengarkan keluh kesah mereka, sehingga orang tidak lagi kesepian dan jatuh ke dalam kehidupan yang semakin buruk. Penelitian terbaru yang dilakukan ahli kejiwaan dari Australia menyatakan bahwa pelawak semakin lucu dan tinggi kelasnya, mengalami kematian dini. Di balik candaannya yang menghibur ternyata ada jiwanya yang kosong dan itu menekan batin dan jiwanya. Umat Allah perlu erempati kepada pribadi-pribadi yang ada di samping kanan-kiri kita, mengulurkan tangan bukan untuk meminta namun memberikan sesuatu. Pemberian tidak harus berupa materi, namun perhatian sungguh bermakna.

Saudara terkasih, hambatan untuk berbuat itu dari dalam diri kita sendiri, kita sering takut, khawatir, dan cemas akan penerimaan orang lain. Padahal bukan itu yang mendasar. Paling utama adalah kesediaan kita berbagi dan membantu siapa saja yang sedang membutuhkan. Tuhan yang akan menilai dan memberikan penghargaan bukan siapa yang kita beri bantuan dan pertolongan. BD.eLeSHa.

Jumat, 05 Desember 2014

Jadilah kepadamu menurut imanmu

Jumat Biasa Pekan I Adven (U)
Yes. 29:17-24
Mzm. 27:1,4,13-14
Mat. 9:27-31


Yes. 29:17-24

29:17 Bukankah hanya sedikit waktu lagi, Libanon akan berubah menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan?
29:18 Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat.
29:19 Orang-orang yang sengsara akan tambah bersukaria di dalam TUHAN, dan orang-orang miskin di antara manusia akan bersorak-sorak di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel!
29:20 Sebab orang yang gagah sombong akan berakhir dan orang pencemooh akan habis, dan semua orang yang berniat jahat akan dilenyapkan,
29:21 yaitu mereka yang begitu saja menyatakan seseorang berdosa di dalam suatu perkara, dan yang memasang jerat terhadap orang yang menegor mereka di pintu gerbang, dan yang mendesak orang benar dengan alasan yang tidak-tidak.
29:22 Sebab itu beginilah firman TUHAN, Allah kaum keturunan Yakub, Dia yang telah membebaskan Abraham: "Mulai sekarang Yakub tidak lagi mendapat malu, dan mukanya tidak lagi pucat.
29:23 Sebab pada waktu mereka, keturunan Yakub itu, melihat apa yang dibuat tangan-Ku di tengah-tengahnya, mereka akan menguduskan nama-Ku; mereka akan menguduskan Yang Kudus, Allah Yakub, dan mereka akan gentar kepada Allah Israel;
29:24 orang-orang yang sesat pikiran akan mendapat pengertian, dan orang-orang yang bersungut-sungut akan menerima pengajaran.


Mat. 9:27-31

9:27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud."
9:28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."
9:29 Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."
9:30 Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini."
9:31 Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.


Jadilah kepadamu menurut imanmu

Saudara terkasih, hari ini, Gereja mengajak untuk merenungkan sabda Tuhan mengenai sikap iman yang membawa penyembuhan dan secara lebih jauh penyelamatan. Kedua mengenai sikap syukur atas berkat Tuhan. Pertama mengenai iman, berkat memang berasal dari Tuhan, dan kita tidak bisa mempengaruhi apapun, namun iman diperlukan sebagai bukti tanggapan kita akan tawaran kasih Allah yang demikian murah itu. Iman sebagai jawaban atas tawaran Allah yang hendak menyapa manusia, menunjukkan keterbukaan, kerendahan hati, dan sikap bergantung sepenuhnya kepada DIA Sang Maha. Pribadi yang beriman sanggup menyatakan, ya Tuhan kami percaya, akan apa yang dikehendaki Tuhan. Hanya menyatakan kami percaya saja, orang buta dapat sembuh. Kedua, mengenai rasa syukur, rasa syukur itu bukan karena Tuhan telah berbuat baik, maka kita bersyukur. Namun kewajiban kita untuk bersyukur atas berkat yang melimpah itu. Syukur bukan karena diminta, bahkan Tuhan melarang untuk menyatakannya, rasa syukur penderita itu yang mendorongnya untuk menyatakan dan mewartakan perbuatan kasih Tuhan.

Saudara terkasih, iman dan syukur merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan bagi kehidupan umat Allah. Kehidupan pribadi yang penuh kepercayaan kepada penyelenggaraan Ilahi yang memberikan keselamatan, kalau dalam dunia adalah kesembuhan fisik. Berkat Allah perlu adanya tanggapan melalui sikap iman kita. BD.eLeSHa.

Kamis, 04 Desember 2014

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga

Kamis Biasa Pekan I Adven (U)
Yes. 26:1-6
Mzm. 118:1,8-9,19-21,25-27a
Mat. 7:21,24-27


Yes. 26:1-6

26:1 Pada waktu itu nyanyian ini akan dinyanyikan di tanah Yehuda: "Pada kita ada kota yang kuat, untuk keselamatan kita TUHAN telah memasang tembok dan benteng.
26:2 Bukalah pintu-pintu gerbang, supaya masuk bangsa yang benar dan yang tetap setia!
26:3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.
26:4 Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.
26:5 Sebab Ia sudah menundukkan penduduk tempat tinggi; kota yang berbenteng telah direndahkan-Nya, direndahkan-Nya sampai ke tanah dan dicampakkan-Nya sampai ke debu.
26:6 Kaki orang-orang sengsara, telapak kaki orang-orang lemah akan menginjak-injaknya."


Mat. 7:21,24-27

7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
7:26 Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir.
7:27 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.



Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga

Saudara terkasih, sering kita merasa sudah begitu dalam dan serius dalam berdoa dan melakukan apapun kewajiban rohani kita, namun serasa Tuhan seperti tidak peduli, Tuhan diam saja terhadap keluh kita. Namun benarkah kita telah berdoa sebagaimana Dia ajarkan? Ataukah kita melaporkan jasa-jasa kita di depan-Nya? Yesus menyatakan bukan siapa yang berseru-seru Tuhan yang akan masuk Kerajaan Surga, namun yang melaksanakan kehendak-Nya lah yang berbahagai kekal bersama Dia.

Saudara terkasih, namun bukan kemudian dibalik, ngapain aku capek-capek berdoa kalau begitu. Tuhan sudah memberikan kepada kita dengan begitu banyaknya, anugerah kasih sepanjang masa yang tidak mengenal diskriminasi, dan berhenti sejenak saja, sudah menjadi kewajiban kita untuk bersyukur atas itu semua. Berdoa menjadi dasar bagi orang yang melakukan kehendak-Nya, sebagaimana Sabda-Nya. Orang yang mendirikan rumah di atas batu, ialah yang mendengar dan melaksanakan kehendak-Nya. Kita hidup di tengah dunia, yang dilambangkan dengan pasir dalam sabda hari ini. Bagaimana kehidupan kita yang mudah goyah karena adanya tawaran jabatan, pekerjaan, atau materi, dan meninggalkan iman dan kepercayaan kita kepada Tuhan yang telah mengasihi kita dengan begitu banyaknya. Kesulitan hidup, hambatan-hambatan dunia menggoyahkan kepercayaan kita, tekanan-tekanan untuk meninggalkan Tuhan makin banyak dan beragam bentuknya, bagaimana kita menyikapi ialah dengan alas batu yang kokoh, dengan mohon kekuatan Tuhan agar memberikan kekuatan kepada kita menjalankan kehendak-Nya. Kesulitan bukan untuk dihindari namun mohon Tuhan mendampingi agar kita mampu menopangnya dengan setia. BD.eLeSHa.

Rabu, 03 Desember 2014

Pergilah Ke Seluruh Dunia, Beritakanlah Injil

Pesta S. Fransiskus Xaverius, Im (P), Pld Misi
I Kor. 9:16-19, 22-23
Mzm. 117:1,2
Mrk. 16:15-20


1 Kor. 9:16-19, 22-23

9:16 Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
9:17 Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
9:18 Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
9:19 Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang
9:22 Bagi orang-orang yang lemah aku menjadi seperti orang yang lemah, supaya aku dapat menyelamatkan mereka yang lemah. Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.
9:23 Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya


Mrk. 16:15-20

16:15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
16:16 Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum.
16:17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,
16:18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."
16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.
16:20 Mereka pun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.


Pergilah Ke Seluruh Dunia, Beritakanlah Injil

Saudara terkasih, hari ini kita merayakan Pesta s. Fransiskus Xaverius.  Santo yang mengenalkan kita akan kekristenan, beliau pernah berlayar hingga Pulau Ambon. Kekristenan lebih karena jasa Xaverius dibandingkan oleh Belanda sebagai penjajah kita. Kalau banyak pernyataan yang hendak menyudutkan kita dengan kekristenan sebagai hasil penjajah, karena mereka tidak tahu sejarah misi yang dilakukan oleh Xaverius. Kesederhanaan Xaverius, bahkan tidka tahu bahasa yang didatangi, namun dia gigih belajar dan mengajarkan Injil pelan-pelan dengan bahasa yang sangat terbatas.
India, Indonesia, Jepang, dan ketika hendak masuk ke Tiongkok, beliau meninggal. Tidak heran kalau beliau mendapatkan gelar seorang pelindung misi. Beliau menjalankan apa yang menjadi perintah kepada kita untuk pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil.
Saudara terkasih, apakah misi kita masih sama seperti misi yang dijalani, dihayati, dan dilakukan dengan semangat sebagaimana Xaverius? Tugas kita zaman ini bukan dengan membaptis secara fisik, dengan pewartaan yang sering menimbulkan konflik, namun memberikan warna, menjadi garam, dan terang di tengah-tengah masyarakat yang sedang masuk dalam krisis berkepanjangan. Bagaimana dunia lebih diwarnai dengan hedonis, konsumeris, dan materialis, dan kita sebagai umat beriman berperilaku dengan penuh kerendahan hati, terbuka, sederhana, dan penuh kasih sayang tanpa pandang bulu. Kesaksian hidup dan penuh kasih yang membedakan umat Allah dengan dunia ini, tentu akan memberikan warna yang berbeda. Terang sebagai pembeda secara positif dan menebarkan kasih dan kebaikan. BD.eLeSHa.

Selasa, 02 Desember 2014

Yesus Sang Pewahyu


Selasa Biasa Pekan Adven I (H)
Yes. 11:1-10
Mzm. 72:2,7-8,12-13,17
Luk. 10:21-24


Yes. 11:1-10

11:1 Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2 Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN;
11:3 ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang.
11:4 Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik.
11:5 Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.
11:6 Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya.
11:7 Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu.
11:8 Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak.
11:9 Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya.
11:10 Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.


Luk. 10:21-24

10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
10:23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
10:24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

                                                                            
                                                                             Yesus Sang Pewahyu

Saudara terkasih, bacaaan kali ini memberikan kepada kita makna kegembiraan Yesus, yang ditunjukkan secara langsung dengan kata bergembiralah, ketika bergembira Yesus langsung berdoa dan bersyukur. Dia menyebut Bapa kepada Allah, sebagai sapaan personal. Syukur atas berkat Bapa bagi orang-orang kecil yang boleh melihat dan memahami apa yang sedang terjadi di tengah dunia. Kejadian yang membedakan baik dan jahat secara nyata bukan hanya kegiata dangkal yang tiada akhir. Para nabi dan raj ingin melihat dan menjadi saksi namun justru terluput dari mereka, namun mampu dilihat oleh orang yang sederhana. Pewahyuan dari keberadaan berada dalam kuasa Allah, yang tidak bisa dibeli dengan kuasa dan hikmat sedalam apapun, kalau memang Allah tidak berkenan.
Saudara terkasih, ketika kita hidup dalam kerendahan hati dan kesederhanaan, menjadikan kita semakin dekat dan akrab dengan Allah, Allah memberikan kepada kita untuk lebih mengenal-Nya, termasuk mengenal Siapa Dia yang menjadi Utusan-Nya. Seberapa keras orang mencari, seberapa gita orang menutupinya, ketika Allah berkehendak semua akan terlaksana. Sering orang menjadi khawatir melihat keadaan dunia yang sangat sadis dan menyingkirkan keberadaan orang Kristiani dengan keras, namun itulah berkat dari Allah yang perlu kita syukuri dan jalani dengan sukacita.
Yesus yang memegang peran untuk mengenalkan Allah kepada dunia. Pewahyuanan melalui Yesus menjadi jembatan antara Allah dan manusia.
Saudara terkasih, waktu Tuhan saat semua hidup dalam damai satu sama lain, bagaimana singa dengan dan lembu makan jerami, anak bayi bermain di dekat liang ular. Keadaan damai dan penuh kasih, tidak ada saling meniadakan, namun hidup berdampingan dengan suka cita dalam kebersamaan. Semua itu akan terjadi ketika orang mampu melepaskan diri dari kepentingan dan kesenangan diri. Menjalankan perintah Allah dengan hati yang terbuka dan rendah hati. BD.eLeSHa.