Rabu, 22 Oktober 2014

Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut

Rabu Biasa (H)
Ef. 3:2-12
Yes. 12:2-3,4bcd,5-6
Luk. 12:39-48


Ef. 3:2-12

3:2 -- memang kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu,
3:3 yaitu bagaimana rahasianya dinyatakan kepadaku dengan wahyu, seperti yang telah kutulis di atas dengan singkat.
3:4 Apabila kamu membacanya, kamu dapat mengetahui dari padanya pengertianku akan rahasia Kristus,
3:5 yang pada zaman angkatan-angkatan dahulu tidak diberitakan kepada anak-anak manusia, tetapi yang sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus,
3:6 yaitu bahwa orang-orang bukan Yahudi, karena Berita Injil, turut menjadi ahli-ahli waris dan anggota-anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.
3:7 Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.
3:8 Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu,
3:9 dan untuk menyatakan apa isinya tugas penyelenggaraan rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah, yang menciptakan segala sesuatu,
3:10 supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga,
3:11 sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
3:12 Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan oleh iman kita kepada-Nya


Luk. 12:39-48

12:39 Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pukul berapa pencuri akan datang, ia tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar.
12:40 Hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu sangkakan."
12:41 Kata Petrus: "Tuhan, kamikah yang Engkau maksudkan dengan perumpamaan itu atau juga semua orang?"
12:42 Jawab Tuhan: "Jadi, siapakah pengurus rumah yang setia dan bijaksana yang akan diangkat oleh tuannya menjadi kepala atas semua hambanya untuk memberikan makanan kepada mereka pada waktunya?
12:43 Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.
12:44 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya.
12:45 Akan tetapi, jikalau hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba laki-laki dan hamba-hamba perempuan, dan makan minum dan mabuk,
12:46 maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia.
12:47 Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan.
12:48 Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut."


Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut

Saudara trekasih, bacaan hari ini memberikan gambaran sikap yang perlu bagi kita saat menantikan kedatangan Anak Manusia. Pilihan bebas bisa kita pilih dengan merdeka, bisa saja kita diam saja dan seolah tidak ada yang akan terjadi, semua berjalan apa adanya, tanpa persiapan khusus. Ada yang memilih untuk bergantung kepada orang lain dan merasionalisasi tindakannya sebagai penantian panjang yang harus penuh dengan kehidupan rohani, namun lalai kehidupan sehari-hari bersama dengan yang lain. Orang lain lagi memilih untuk tetap pada kehidupan lamanya yang memilih bahwa kedatangan Anak Manusia masih lama, nanti kalau sudah dekat saja bertobatnya, berbuat kejahatan, berbuat curang masih saja dilakukan.

Yesus mengajarkan apa yang akan menimpa orang-orang baik yang beriman, tahu dengan baik ajaran iman, atau orang yang sama sekali tidak tahu apa-apa. Iman Katolik sungguh membuat kita patut berbangga memiliki Tuhan yang arif dan bijaksana, bukan Tuhan yang pemarah dan penghukum. Hukuman bagi yang tidak mengenal DIA berbeda dengan siapa yang mengenal sekilas saja dan apalagi yang bergaul akrab dan mengerti Kitab Suci dan Sabda-Nya dengan baik. Iman yang logis, apakah layak kalau memang orang tersebut tidak tahu dan berbuat salah memperoleh hukuman yang sama dengan orang yang tahu dengan baik dan benar? Tentunya akan mendapatkan hukuman yang lebih bagi yang tahu apa kehendak Tuhan namun tidak menjalankan dengan berbagai alasan-alasan untuk membenarkan perbuatannya.BD.eLeSHa.

Selasa, 21 Oktober 2014

Kewaspadaan (Berbuat terbaik selama masih bisa berbuat baik, daripada menyesal yang tiada guna)

Selasa Biasa (H)
Ef. 2:12-22
Mzm. 85:9ab-10, 11-12, 13-14
Luk. 12:35-38


Ef. 2:12-22

2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.
2:13 Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.
2:14 Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan,
2:15 sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
2:16 dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.
2:17 Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang "jauh" dan damai sejahtera kepada mereka yang "dekat",
2:18 karena oleh Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.
2:19 Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah,
2:20 yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru.
2:21 Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan.
2:22 Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh


Luk. 12:35-38

12:35 "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.
12:36 Dan hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan, supaya jika ia datang dan mengetok pintu, segera dibuka pintu baginya.
12:37 Berbahagialah hamba-hamba yang didapati tuannya berjaga-jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.
12:38 Dan apabila ia datang pada tengah malam atau pada dinihari dan mendapati mereka berlaku demikian, maka berbahagialah mereka


Kewaspadaan
Berbuat terbaik selama masih bisa berbuat baik, daripada menyesal yang tiada guna

Saudara terkasih, sering kita dengar ungkapan, santai bro, atau santai saja Belanda masih jauh....ungkapan yang menunjukkan kita perlu santai untuk tidak tergesa-gesa. Permintaan yang wajar saat ada saudara atau rekan yang tidak sabaran dan selalu tergesa-gesa, namun perlu perhatian agar hal tersebut bukan sebagai kebiasaan di mana orang menjadi seenaknya dan tidak waspada.
Semua pribadi perlu mengembangkan sikap waspada. Sikap untuk berjaga-jaga saat itu tiba. Hari Tuhan tidak ada yang tahu. Hal tersebut membuat kita waspada bukan sebaliknya berlaku seenaknya. Kewaspadaaan membuat kita menjadi pribadi yang siap sedia dalam segala suasana. Kalau menghadapi banjir, melihat gempa berulang-ulang dari sebuah gunung berapi, kita tahu adanya bahaya dan bencana, kita tentu telah siap-siap memilih bagaimana dan jalan mana untuk jalur evakuasi dan mengungsi.
Saudara terkasih, waktu dan hari Tuhan datang tiba-tiba dan tidak ada satupun orang yang tahu, hanya Bapa yang tahu. Kesiapsediaan terus menerus bukan sebagaimana bencana banjir dan gunung meletus yang hanya sekali-kali. Kesiapan memenuhi janji kepada Tuhan dengan penuh keterbukaan budi. Bukan memberikan sisa-sisa hari dan waktu untuk menjalin relasi dan komunikasi dengan Tuhan.
Saudara-saudara di Tepi Barat dan Jalur Gaza menghayati benar Sabda ini, mereka memberikan yang terbaik di dalam kehidupan mereka, mereka menganggap hari ini adalah hari terakhir. Orang yang santai dan tidak siap sedia ialah berfikir akan waktu yang akan datang. Keadaan yang selalu tidak jelas penuh dengan konflik, peperangan, dan bom di mana-mana menjadikan mereka saat ini ialah saat terakhir. Berbuat terbaik selama masih bisa berbuat baik, daripada menyesal yang tiada guna.BD.eLeSHa.


Senin, 20 Oktober 2014

Kaya di hadapan Allah

Senin Biasa (H)
Ef. 2:1-10
 Mzm. 100:2,3,4,5
Luk. 12:13-21


Ef. 2:1-10

2:1 Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
2:2 Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka.
2:3 Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
2:4 Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
2:5 telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita -- oleh kasih karunia kamu diselamatkan --
2:6 dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga,
2:7 supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.
2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.


Luk. 12:13-21

12:13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: "Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku."
12:14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?"
12:15 Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."
12:16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: "Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
12:17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku.
12:18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
12:19 Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah!
12:20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.


Kaya di hadapan Allah

Saudara terkasih, Yesus menyatakan kekayaan itu bermakna sepanjang memperkembangkan hidup di dalam kebersamaan dan relasi pribadi  tersebut kepada Allah. Manusia tidak perlu takut akan apapun terutama terhadapan harta benda dan kehidupannya, takut hanya kepada Allah. Allah telah menjamin dan memelihara kehidupan kita.
Ketamakan dan kerakusan semakin menjadi punggawa dan panglima, terutama bangsa kita. Semua berorientasi kepada kekayaan pribadi. Yesus tidak membenci kekayaan, namun kekayaan yang membuat Yesus mengkritik pemiliknya, ialah orang kaya yang penuh ketamakan dan selalu merasa kurang, khawatir akan kekayaannya tersebut. Bagaimana korupsi merajalela, ini menunjukkan sebuah tindak kerakusan, ketamakan, dan selalu merasa kurang akan harta dan materi. Orang atau pribadi yang tamak akan menggunakan segala cara, tipu-tipu, suap, mark up, menyelewengkan, menggerogoti anggaran, dan banyak mekanisme lain demi kekayaan pribadinya.
Saudara terkasih, namun apakah benda, materi, kekayaan, banyaknya dolar tersebut mampu memberikan kehidupan kekal? Sama sekali tidak. Yesus menghendaki kita kaya di hadapan Allah. Kaya di muka Allah akan mampu bagi orang yang setia akan salib, rendah hati, penuh empati, kebenaran, dan penuh kasih. Pribadi yang berorientasi akan materi dan melupakan etika di dalam mengumpulkannya, itulah orang yang menjadi sasaran kritik Tuhan.BD.eLeSHa.

Sabtu, 18 Oktober 2014

100 % Katolik 100% Indonesia

Hari Minggu Biasa XXIX (H)
Yes. 45:1.4-6
Mzm. 96:1.3, 4-5, 7-8, 9-10ac
1 Tes. 1:1-5b
Mat. 22:15-21



Yes. 45:1.4-6

45:1 Beginilah firman TUHAN: "Inilah firman-Ku kepada orang yang Kuurapi, kepada Koresh yang tangan kanannya Kupegang supaya Aku menundukkan bangsa-bangsa di depannya dan melucuti raja-raja, supaya Aku membuka pintu-pintu di depannya dan supaya pintu-pintu gerbang tidak tinggal tertutup:
45:4 Oleh karena hamba-Ku Yakub dan Israel, pilihan-Ku, maka Aku memanggil engkau dengan namamu, menggelari engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku.
45:5 Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah. Aku telah mempersenjatai engkau, sekalipun engkau tidak mengenal Aku,
45:6 supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain


1 Tes. 1:1-5b

1:1 Dari Paulus, Silwanus dan Timotius kepada jemaat orang-orang Tesalonika yang di dalam Allah Bapa dan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu.
1:2 Kami selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu semua dan menyebut kamu dalam doa kami.
1:3 Sebab kami selalu mengingat pekerjaan imanmu, usaha kasihmu dan ketekunan pengharapanmu kepada Tuhan kita Yesus Kristus di hadapan Allah dan Bapa kita.
1:4 Dan kami tahu, hai saudara-saudara yang dikasihi Allah, bahwa Ia telah memilih kamu.
1:5 Sebab Injil yang kami beritakan bukan disampaikan kepada kamu dengan kata-kata saja, tetapi juga dengan kekuatan oleh Roh Kudus dan dengan suatu kepastian yang kokoh. Memang kamu tahu, bagaimana kami bekerja di antara kamu oleh karena kamu.


Mat. 22:15-21

22:15 Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan.
22:16 Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.
22:17 Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
22:18 Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
22:19 Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya.
22:20 Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?"
22:21 Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.


100 % Katolik 100% Indonesia

Saudara terkasih, berbahagialah kita menjadi orang Katolik Indonesia, memiliki seorang tokoh besar Gereja dan tokoh perjuangan bangsa, Mgr. Soegijo, beliau menyatakan menjadi umat Gereja Katolik di Indonesia harus 100% Katolik dan 100% Indonesia. Apa artinya? Artinya adalah menjadi orang Katolik di Indonesia harus sepenuhnya menjadi warga negara Indonesia. Tidak bisa dipisahkan antara sebagai warga Gereja dan warga negara. Pernyataan Mgr. Soegijo ini merupakan kontekstualisasi dari sabda Tuhan yang menyatakan berikanlah apa yang menjadi hal kaisar dan berikanlah kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.
Saudara terkasih, perintah yang sangat tepat bagi bangsa yang sedang membangun, dan menghadapi banyak persoalan seperti bangsa kita. Orang Katolik harus menjadi terang dan garam dunia. Terang dan garam berarti berani menyatakan tidak, akan kejahatan dan iya di dalam kebaikan. Kejahatan yang merajalela perlu ketegasan untuk menolaknya. Hati-hati, karena kuasa jahat saat ini berkamuflase dengan indahnya, sehingga manusia terlena dan tidak sadar akan godaan karya mereka. Mereka menggoda manusia dengan sangat halus, bahkan kebaikan kalau manusia terlena bisa dimanfaatkan untuk berbuat keburukan.
Kepura-puraan, kemunafikan, dan kesombongan membuat orang terlena dan jatuh pada kekuasaan rroh jahat. Manusia sekarang bukan lagi digoda oleh setan, namun manusia justru yang mencari setan untuk bekerjasama. Kerjasama dalam kejahatan dan konspirasi jahat telah menjadi gaya hidup bagi banyak orang. Sikap tidak peduli akan sesama, pemerasan, mengedepankan kekuasaan atas pihak yang lemah merupakan fenomena yang sangat biasa.BD.eLeSHa.


Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit (Kebaikan dicurigai dan kejahatan dihargai)

Pesta S. Lukas, PenInj. (M)
2 Tim. 4:10-17
Mzm. 145:10-11,12-131b, 17-18
Luk. 10:1-9


2 Tim. 4:10-17

4:10 karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia.
4:11 Hanya Lukas yang tinggal dengan aku. Jemputlah Markus dan bawalah ia ke mari, karena pelayanannya penting bagiku.
4:12 Tikhikus telah kukirim ke Efesus.
4:13 Jika engkau ke mari bawa juga jubah yang kutinggalkan di Troas di rumah Karpus dan juga kitab-kitabku, terutama perkamen itu.
4:14 Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadap aku. Tuhan akan membalasnya menurut perbuatannya.
4:15 Hendaklah engkau juga waspada terhadap dia, karena dia sangat menentang ajaran kita.
4:16 Pada waktu pembelaanku yang pertama tidak seorang pun yang membantu aku, semuanya meninggalkan aku -- kiranya hal itu jangan ditanggungkan atas mereka --,
4:17 tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa.

Luk. 10:1-9

10:1 Kemudian dari pada itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya.
10:2 Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.
10:3 Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala.
10:4 Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan.
10:5 Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini.
10:6 Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu.
10:7 Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah.
10:8 Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,
10:9 dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu.


Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit
(Kebaikan dicurigai dan kejahatan dihargai)

Saudara terkasih, Yesus melihat bahwa keduabelas murid pertama sudah tidak cukup untuk melayani jemaat yang mulai datang dan meminta Yesus melayani mereka. Ketujuh puluh murid ini diutus untuk mewartakan Kerajaan Allah. Ilustrasi yang digambarkan ialah banyaknya dan melimpahnya panenan, dan membutuhkna pemetik dan penuai. Oleh karena itu Ia meminta mereka agar meminta kepada Tuan yang memiliki tuaian agar mengirimkan penuai. Yesus bukan hanya menganjurkan mereka meminta saja, namun juga mengutus. Perutusan Yesus bermakna bahwa Dia yang mengutus dan yang kedua bahwa mereka di utus sebagaimana domba ke tengah serigala.
Perutusan Yesus bukan perutusan tanpa risiko. Gambaran jelas dan gamblang akan mereka hadapi. Bagaimana domba yang dikirim ke tengah-tengah serigala, satu serigala saja bisa membuat kocar-kacir domba, apalagi ini kebalikannya, satu dua domba ke tengah kawanan serigala.
Apakah itu harus membuat mereka ciut? Yesus mengutus mereka bahkan bukan dengan senjata dan perelengkapan yang komplit, bahkan mereka dilarang membawa apapun. Tanda kasih dan cinta yang mendasar telah ditunjukkan. Mereka harus membawa damai sejahtera. Yesus mengutus para murid yang lain ini melakukan perutusan-Nya, yaitu menyembuhkan yang sakit dan mengabarkan Kerajaan Allah sudah dekat.

Saudara terkasih, perutusan para murid juga perutusan kita, perutusan yang  masih sama yaitu menbawa damai sejahtera di tengah godaan dunia yang makin ramai dengan pertentangan. Menyembuhkan yang sakit, sakit zaman modern makin beraneka ragam. Sakit fisik, sakif psikis, sakit secara ekonomi, secara sosial, dan medan karya kita menjadi beragam dan luas. Pemberitaan Kerajaan Allah sudah dekat juga semakin mendesak. Apa yang terjadi di tengah dunia ini, konkret kita alami hari ini. Bagaimana kebaikan dicurigai dan kejahatan dihargai. Sikap kita apapun selalu saja menimbulkan perbantahan. Yesus memerintahkan kita untuk membawa damai sejahtera. Apapu penerimaan dunia kepada kita, itu adalah bagian dari rencana Tuhan bagi kehidupan dan karya kita. BD.eLeSHa.

Jumat, 17 Oktober 2014

Bersaksi dengan Berani

Pw. S. Ignasius dr Antiokhia, UskMrt (M)
Ef. 1:11-14
Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9
Luk. 12:1-7


Ef. 1:11-14

1:11 Aku katakan "di dalam Kristus", karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan -- kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya --
1:12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya.
1:13 Di dalam Dia kamu juga -- karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu -- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
1:14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

Luk. 12:1-7

12:1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
12:2 Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
12:3 Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.
12:4 Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
12:5 Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
12:6 Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah,
12:7 bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.


Bersaksi dengan Berani

Saudara terkasih, Injil hari ini menyatakan mengenai perintah Yesus untuk memberikan pewartaan dengan berani. Keberanian yang tidak boleh dipengaruhi apapun, baik itu jabatan, kemampuan, nama baik, atau apapun itu. Yesus memberikan perhatian besar agar para murid (di sini kita pula hingga hari ini), untuk berhati-hati kepada gaya hidup Farisi (ragi). Beberapa hari kemarin kita telah mendengarkan apa yang dikecam Yesus dari gaya hidup mereka ini.
Apa yang tertutup tidak terbuka dan apa yang tersembunyi akan diwartakan, sekali lagi Yesus menyatakan bahwa kehidupan kemunafikan harus jauh-jauh dari kehidupan  umat beriman. Ketulusan dan keterbukaan sebagai sarana dalam mewujudkan cinta kasih yang terus menerus.
Saudara terkasih, kita sebagai pengikut Kritus sering khawatir, takut, dan menyembunyikan identitas kita. Nama baptis saja disembunyikan, kalau-kalau bisa dikamuflasekan. Serangan, intimidasi, dan tekanan dari mana-mana membuat kita tidak berani menunjukkan identitas kita. Banyak paham teologi kita yang berbeda dan bahkan bertolak belakang dengan paham umum dan kita diam saja. Ketakutan-ketakutan akan dunia membuat kita lalai dengan apa yang harus kita takuti yaitu DIA yang memberi hidup dan mengambilnya kembali, bahkan mampu memberikan penghakiman dan hadiah atas kehidupan kita. Sering orang khawatir dengan represi dan tekanan akan iman kita, justru inilah kesempatan kita untuk menunjukkan kualitas kita. Saatnya kita memeperlihatkan kemartiran kita di zaman modern ini. Kemartiran bukan semata menumpahkan darah, namun dengan setia menjalankan kehidupan iman kita di tengah-tengah serigala dunia. Konteks zaman bisa mengubah keadaan, bagiamana kesetiaan kita mampu memberikan keteladanan untuk sesama dan dunia. Kekerasan dan permusuhan menjadi gaya hidup, kita memberikan cermin belas kasih, pengampunan, dan hidup di dalam keberagaman, tanpa memperbesar perbedaan yang bisa memicu permusuhan.BD.eLeSHa.


Kamis, 16 Oktober 2014

Di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa

Kamis Biasa (H)
Ef. 1:1-10
Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4, 5-6
Luk. 11:47-54

Ef. 1:1-10

1:1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus.
1:2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
1:3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.
1:4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya,
1:6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya.
1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya,
1:8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian.
1:9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus
1:10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.


Luk. 11:47-54

11:47 Celakalah kamu, sebab kamu membangun makam nabi-nabi, tetapi nenek moyangmu telah membunuh mereka.
11:48 Dengan demikian kamu mengaku, bahwa kamu membenarkan perbuatan-perbuatan nenek moyangmu, sebab mereka telah membunuh nabi-nabi itu dan kamu membangun makamnya.
11:49 Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
11:50 supaya dari angkatan ini dituntut darah semua nabi yang telah tertumpah sejak dunia dijadikan,
11:51 mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan, Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.
11:52 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu halang-halangi."
11:53 Dan setelah Yesus berangkat dari tempat itu, ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi terus-menerus mengintai dan membanjiri-Nya dengan rupa-rupa soal.
11:54 Untuk itu mereka berusaha memancing-Nya, supaya mereka dapat menangkap-Nya berdasarkan sesuatu yang diucapkan-Nya.


Di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa

Saudara terkasih, pada masa Yesus bekarya, Yahudi dengan segala pengikutnya, merongrong, mencurigai, menghambat, berusaha untuk mencari celah agar dapat menjatuhkan Yesus. Lihat dalam ayat 53 bacaan Injilhati ini, mereka terus mengintai dan membanjiri soal, dan muaranya pada ayat 54 agar dapat menangkap-Nya. Yesus saja menerima dan mendapatkan perlakuan yang sedemikian.
Saudara terkasih, bagi kita yang hidup di Indonesia saat ini, namun telah berumur lebih dari 40 tahun akan merasakan perbedaan yang amat sangat. Bagaimana keberadaan kita, sebagai pengikut Yesus mendapatkan perlakuan  yang jauh berbeda. Sekarang ini memang masih bisa beribadat, Misa dan banyak aktivitas kerohanian kita dengan relatif aman, namun jauh berbeda dengan paling tidak 10 atau 2 tahun yang lalu. Waktu itu sama sekali tidak ada pengusikan, pengeroyokan, dan pengrusakan.

Saudara kegentaran, kekhawatiran, dan perasaan gamang itu boleh saja. Di dalam kondisi seperti ini menjadi was-was adalah alamiah, namun semua itu tidak boleh diikuti. Perasaan itu hinggap dan datang biarkan saja namun jangan memperoleh izin untuk menguasai kita. Biarkan Allah dengan Roh-Nya bekarya di dalam diri kita dan membuat kita makin kuat. Pihak-pihak tertentu memojokkan, menyingkirkan kita biarkan saja, masih ada Tuhan yang membela kita. Kita patut berbangga sebagaimana kata Paulus pada ayat 7 dalam bacaan pertama, di mana kita di dalam DIA memperoleh penebusan.BD.eLeSHa.

Rabu, 15 Oktober 2014

Kemunafikan

Pw. S. Teresia Avila, PrwPujG (P)
Gal. 5:18-25
Mzm.1:1-2,3,4,6
Luk.11:42-46



Gal. 5:18-25

5:18 Akan tetapi jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh, maka kamu tidak hidup di bawah hukum Taurat.
5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
5:22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
5:23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.
5:24 Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
5:25 Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,

Luk.11:42-46

11:42 Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
11:43 Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.
11:44 Celakalah kamu, sebab kamu sama seperti kubur yang tidak memakai tanda; orang-orang yang berjalan di atasnya, tidak mengetahuinya."
11:45 Seorang dari antara ahli-ahli Taurat itu menjawab dan berkata kepada-Nya: "Guru, dengan berkata demikian, Engkau menghina kami juga."
11:46 Tetapi Ia menjawab: "Celakalah kamu juga, hai ahli-ahli Taurat, sebab kamu meletakkan beban-beban yang tak terpikul pada orang, tetapi kamu sendiri tidak menyentuh beban itu dengan satu jari pun.


Kemunafikan

Saudara terkasih, hari ini Gereja masih memperlihatkan apa yang Tuhan Yesus lakukan terhadap Kaum Farisi. Yesus menyinggung bahwa demi mengejar kesucian, Farisi lebih menitikberatkan kepada ritual-ritual lahiriah dan melupakan kemurinian batin. Akibatnya ialah kesombongan dan kemunafikan. Keadilan dan kasih Allah mereka abaikan demi ritual dan bentuk-bentuk kesucian luaran.Kesombongan mereka sebagai pemimpin justru tidak membawa umat yang harus mereka bawa ke dalam keselamatan, malah membebani dan menjauhkan mereka dari Tuhan. Merasa diri penting dan lebih dibandingkan orang kebanyakan, merupakan tindakan yang menghambat keselamatan.
Saudara terkasih, kecaman itu ternyata juga menyinggung Ahli-Ahli Taurat. Oleh Yesus mereka mendapatkan “pencerahan” ketika ahli-ahli hukum ini meletakkan beban kepada umat namun mereka berjalan dengan santai-santai saja tanpa menanggung beban. Mereka mengambil kunci namun tidak masuk, dan menghalangi orang yang hendak memasukinya. Kaum ini pula yang membangun  makam nabi-nabi, sedang kematian mereka akibat perbuatan nenek moyang mereka.

Saudara terkasih, sering kita berperilaku yang senada dengan Farisi ataupun ahli Taurat ketika kita menunjuk orang dengan kejam tanpa kita melihat ke dalam diri kita terlebih dahulu. Kita menghardik orang dengan penuh amarah, padahal perilaku kita jauh lebih buruk dari mereka. Hari-hari ini bangsa kita “terbelah” oleh politik dalam dua kubu. Para pengikut terutama di dalam dunia maya, begitu hebohnya saling menghujat, saling menjelekkan, namun tahukah kita, bahwa dengan demikian kita juga menghujat diri sendiri? Tuhan mengajarkan kepada kita untuk banyak melihat ke dalam diri kita terlebih dahulu baru kemudian memperbaiki keadaan. Relasional kepada sesama dan Tuhan secara seimbang dan tidak berat sebelah, dengan merugikan satu di antaranya.BD.eLeSHa.

Selasa, 14 Oktober 2014

Kritikan dan Kecaman kepada Kaum Farisi (Kita Juga)

Selasa Biasa(H)
Gal. 4:31-5:6
Mzm. 119:41,43, 44, 45, 47, 48
Luk. 11:47-41


Gal. 4:31-5:6

4:31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.
5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.
5:2 Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu.
5:3 Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.
5:4 Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.
5:5 Sebab oleh Roh, dan karena iman, kita menantikan kebenaran yang kita harapkan.
5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.



Luk. 11:47-41

11:37 Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.
11:38 Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
11:39 Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.
11:40 Hai orang-orang bodoh, bukankah Dia yang menjadikan bagian luar, Dia juga yang menjadikan bagian dalam?
11:41 Akan tetapi, berikanlah isinya sebagai sedekah dan sesungguhnya semuanya akan menjadi bersih bagimu.


Kritikan dan Kecaman kepada Kaum Farisi (Kita Juga)

Saudara terkasih, Yesus mengecam apa yang dilakukan oleh Farisi dan Pemuka-Pemuka Jemaat, kali ini yang menjadi kritikan ialah tradisi yang diada-adakan dan cara hidup keagamaan mereka. Ketika Yesus diundang makan, dan tidak mencuci tangannya, mereka berkasak-kusuk, memang tidak ada pernyataan verbal, namun rupanya Yesus tahu dan menyatakan dengan keras dan langsung. Cuci tangan bukan tradisi dari Hukum Taurat, namun tradisi nenek moyang, terutama Farisi.
Kehidupan beragama yang menuntut bagian lahiriah, namun melupakan hal yang bersifat hakiki dan mendalam dalam kehidupan beragama mereka. Persoalan persepuluhan yang getol dalam pembicaraan, namun sering berlaku tidak adil, Yesus memberikan gambaran tindakan demikian sama juga dengan kuburan, di mana bagian luarnya indah dan bersih, di dalamnya pastilah berisi jenazah, dan maaf bangkai.
Saudara terkasih, hari-hari ini kita disuguhi kuburan-kuburan yang sedang bangkit. Bagaimana pejabat kita yang jelas-jelas korup, merugikan keuangan negara yang itu adalah hak rakyat, masih saja berteriak-teriak sebagai pembela rakyat. Jelas-jelas tidak pernah hadir saat sidang, atau sidang sambil tidur, namun saat wawancara dengan televisi kita saksikan berapi-api mengatakan demi rakyat. Kita sering pula menggunakan nama Tuhan dan ayat-ayat Kitab Suci, Sabda Tuhan, namun menggunakannya untuk kesenangan diri, kepuasan diri sendiri dan kelompok. Kecaman Yesus pada bacaan hari ini berlaku juga bagi kita hingga detik ini, apa yang kita lakukan apakah sudah sesuai antara perbuatan dan perkataan, antara hati dan perilaku? BD.eLeSHa.



Senin, 13 Oktober 2014

Tanda Yunus

Senin Biasa (H)
Gal: 22-24,26-27,31-5:1
Mzm.113:1-2,3-4,5a,6-7
Luk. 11:29-32


Gal: 22-24,26-27,31-5:1

4:22 Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?
4:23 Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.
4:24 Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar -
4:26 Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.
4:27 Karena ada tertulis: "Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan! Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah  menderita sakit bersalin! Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang bersuami."
4:31 Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-anak perempuan merdeka.
5:1 Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.


Luk. 11:29-32

11:29 Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus.
11:30 Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini.
11:31 Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!
11:32 Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

Tanda Yunus

Saudara terkasih, orang datang kepada Yesus dengan berbagai motivasi, ada yang menyatakan kekaguman, ada yang datang untuk mencobainya, mencari kesembuhan, atau meminta tanda sebagaimana bacaan hari ini. Meminta tanda bukti dasar suatu kepercayaan. Biasanya tanda yang diminta oleh orang-orang adalah tanda-tanda besar. Musa, Elia, dan nabi-nabi lain juga melakukan tindakan besar.
Saudara terkasih, namun Yesus bukan memberi tanda berupa tindakan namun kiasan. Pengalaman Yunus yang disampaikan kembali. Bagaimana Ratu Selatan mendengarkan hikmat Salomo dan mau mendengarkan, dan juga Yunus yang mengalami di dalam perut selama tiga hari, sebagai bagian pewartaan Yesus mengenai Diri-Nya. Bahwa hal ini menjadi tidak mudah, karena orang menghendaki tindak nyata dan besar, Yesus menyajikan peristiwa yang terjadi dan dihubungkan dengan Diri-Nya dan kekinian keadaan masyarakat setempat.

Saudara terkasih, kita sering menantang Tuhan memberikan sesuatu yang sangat mustahil, bukan demi iman dan kepercayaan kepada kita, namun memenuhi nafsu egois kita. Bagaimana jelas-jelas hujan deras dan menyatakan Tuhan akan mengirim malaikat-Nya menghentikan hujan, namun tindakan kita tidak mencerminkan iman itu baik dalam tutur kata, perbuatan, dan sikap kita satu sama lain. Meminta Tuhan membuat tindakan besar bagi kita, namun kita ongkang-ongkang ngopi dan berdiam diri saja.BD.eLeSHa.

Sabtu, 11 Oktober 2014

Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih

Minggu Biasa XXVIII
Yes. 25:6-10a
Mzm. 23:1-3a, 3b-4, 5, 6
Fil. 4:12-14,19-20
Mat. 22:1-14


Yes. 25:6-10a

25:6 TUHAN semesta alam akan menyediakan di gunung Sion ini bagi segala bangsa-bangsa suatu perjamuan dengan masakan yang bergemuk, suatu perjamuan dengan anggur yang tua benar, masakan yang bergemuk dan bersumsum, anggur yang tua yang disaring endapannya.
25:7 Dan di atas gunung ini TUHAN akan mengoyakkan kain perkabungan yang diselubungkan kepada segala suku bangsa dan tudung yang ditudungkan kepada segala bangsa-bangsa.
25:8 Ia akan meniadakan maut untuk seterusnya; dan Tuhan ALLAH akan menghapuskan air mata dari pada segala muka; dan aib umat-Nya akan dijauhkan-Nya dari seluruh bumi, sebab TUHAN telah mengatakannya.
25:9 Pada waktu itu orang akan berkata: "Sesungguhnya, inilah Allah kita, yang kita nanti-nantikan, supaya kita diselamatkan. Inilah TUHAN yang kita nanti-nantikan; marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita oleh karena keselamatan yang diadakan-Nya!"
25:10 Sebab tangan TUHAN akan melindungi gunung ini, tetapi Moab akan diinjak-injak di tempatnya sendiri, sebagai jerami diinjak-injak dalam lobang kotoran


Fil. 4:12-14,19-20

4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.
4:13 Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
4:14 Namun baik juga perbuatanmu, bahwa kamu telah mengambil bagian dalam kesusahanku
4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
4:20 Dimuliakanlah Allah dan Bapa kita selama-lamanya! Amin


Mat. 22:1-14

22:1 Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka:
22:2 "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya.
22:3 Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang.
22:4 Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini.
22:5 Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya,
22:6 dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.
22:7 Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka.
22:8 Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu.
22:9 Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu.
22:10 Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.
22:11 Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta.
22:12 Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja.
22:13 Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi.
22:14 Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."


Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih

Saudara terkasih, Yesus dalam Injil hari ini, menyatakan bahwa undangan untuk masuk dan berpesta dalam Kerajaan Allah, perlu kepantasan diri. Pantas dalam hal kepribadian dan pakaian. Secara rohani dan jasmani. Rohani berarti bahwa kita telah melaksanakan apa yang perlu kita jalani sebagai umat beriman. Secara jasmani ada kepantasan pula di dalam beribadat.
Saudara terkasih, sudah layakkah kita di dalam beribadat, atau hanya sekadar saja? Fenomena yang menggejala saat ini ialah, datang terlambat pun tidak merasa bersalah dan dengan penuh percaya diri, mencari-cari tempat yang disukai. Kalau Anda pelaku demikian, pernahkah Anda berpikir ketika Anda menyaksikan orang berlaku demikian, apa yang Anda rasakan? Duduk digeser atau bahkan tergganggu karena mau tidak mau lebih sempit, tergoda karena doanya terpotong oleh hilir mudik orang atau harus beringsut duduknya. Beribadat hanya mampir, hendak berwisata, atau hendak ke mall, dan mampir dulu untuk beribadat. paling parah dan makin banyak Gereja dipenuhi manusia dengan hati ke mana-mana. Fisik di Gereja tapi hati dan pikirannya di HP, gatget, dan pertemanan di mana-mana. Saya  pribadi terganggu banyaknya aktivitas main-main hp di Gereja. Aktivitas yang sangat jauh dari ideal beribadat. Lebih lagi sudah dewasa namun makan permen, minum, atau makan kue di tengah-tengah misa.
Saudara terkasih, Tuhan memang menilik hati, namun jangan salah pula Tuhan menilik pakaian yang dikenakan oleh tamu-Nya. Gereja Katolik memang lebih longgar dalam banyak hal, kedewasaan umat dikedepankan, namun sering disalahgunakan. Contoh paling jelas cara berpakaian. Muda-mudi dengan pakaian seksi dan mini berkeliaran. Memilih duduk-duduk di luar sambil momong, main pesawat-pesawatan, atau tetap asyik dengan smartphone-nya.
Tuhan kita, Tuhan Yang Mahabaik, tidak akan marah, tidak akan murka dengan sikap dan perilaku kita yang buruk. Kita harus tahu diri, bagaimana baik-Nya Dia, maka sudah layak dan sepantasnya kalau kita berperilaku baik dan pantas di depan DIA.
Semua di antara kita banyak yang dipanggil. Panggilan itu perlu ditanggapi dengan baik pula. Baik dalam hal jasmani ataupun rohani. Panggilan dan tawaran kasih Allah, sangat sayang kalau kita sia-siakan dengan seenaknya sendiri.BD.eLeSHa.