Sabtu, 11 Oktober 2014

Berbahagia mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya!!

Sabtu Biasa (H)
Gal.3:22-29
Mzm. 105:2-3,4-5,6-7
Luk.11:27-28


Gal.3:22-29

3:22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.
3:23 Sebelum iman itu datang kita berada di bawah pengawalan hukum Taurat, dan dikurung sampai iman itu telah dinyatakan.
3:24 Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman.
3:25 Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun.
3:26 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.
3:28 Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus



Luk.11:27-28

11:27 Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya: "Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau."
11:28 Tetapi Ia berkata: "Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya."



Berbahagia mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya!!

Saudara terkasih, kebahagiaan merupakan dambaan setiap insan. Perempua yang datang menyambangi Yesus memiliki kriteria mengenai kebahagiaan, dan dia menyatakan betapa bahagianya Maria karena memiliki Putera sekaliber Yesus. Yesus sama sekali tidak menyalahkan kepercayaan ibu tadi. Tentu benarlah bahwa Ibu Maria berbahagia menjadi Bunda Penebus. Kebahagiaan dalam sudut pandang manusia. Tidak salah, namun Yesus menunjukkan kebahagiaan yang lebih esensial, yaitu kebahagiaan di dalam mendengarkan Sabda Allah.
Saudara terkasih, ketika kebahagiaan itu adalah hal yang berbau dunia, seperti anak misalnya, ketika kebanggan dan kebahagiaan itu mati atau membuat kecewa sedikit saja, pasti kebahagiaannya akan sirna. Atau kebahagiaannya itu uang dan materi. Lebih besar khawatirnya dari pada bahagiaannya, lupa menutup pintu atau jendela saat bepergian, pas pulang pasti panik, dikiranya ada pencuri. Kerampokan, kalau orientasinya uang, tentu akan stres dan bahkan bisa menjadi gila. Kebahagiaan sama dengan prestasi, ketika diungguli orang lain, atau gagal memperoleh prestasi terbaik sebagaimana dia inginkan, nantinya jatuh pada kesedihan berkepanjangan.

Mendengarkan Sabda Allah dan memeliharanya, tidak membawa kesedihan sama sekali. Sasbda Allah membawa kebahagiaan selalu. Marilah sediakan waktu secara rutin dan setia untuk mendengarkan Sabda Allah dan merenungkannya dengan hati dan budi dalam bimbingan  iman dan Roh Kudus yang selalu mendampingi kita.BD.eLeSHa.

Jumat, 10 Oktober 2014

Yesus dan Beelzebul

Jumat Biasa (H)
Gal. 3:7-14
Mzm. 111:1-2,3-4,5-6
Luk. 11 :27-28


Gal. 3:7-14

3:7 Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
3:8 Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati."
3:9 Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu.
3:10 Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat."
3:11 Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman."
3:12 Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya.
3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
3:14 Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.

Luk. 11 :27-28

11:15 Tetapi ada di antara mereka yang berkata: "Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan."
11:16 Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia.
11:17 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.
11:18 Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul.
11:19 Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu.
11:20 Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu.
11:21 Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya.
11:22 Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya.
11:23 Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan."
11:24 "Apabila roh jahat keluar dari manusia, ia pun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu.
11:25 Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur.
11:26 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula."


Yesus dan Beelzebul

Saudara terkasih, Yesus pada bacaan hari ini hendak menyatakan kuasa-Nya mampu mengusir setan. Kuasa-Nya yang berkaitan dengan hidup-Nya di dalam Allah. Tuduhan aneh dan lucu dari orang-orang Yahudi terbantahkan oleh jawaban Yesus yang menyatakan kalau kuasa Beelzebul di dalam Yesus untuk mengusir setan, mana ada setan mengusir anak buahnya sendiri. Perpecahan dan perselisihan di antara mereka, dan itu tidak akan mungkin terjadi.
Saudara terkasih, Yesus yang mampu mengusir setan dengan kuasa Allah hendak menyatakan kalau kerajaan Allah sudah datang. Kuasa Allah telah meraja di dunia ini. Keadaan aman hanya terjadi kalau ada penjaga yang kuat. Dalam hal ini orang kuat yang akan menjaga kita dari kuasa jahat adalah Yesus. Yesus menjaga kita demi selamat kita dari incaran setan yang mencari waktu dan tempat yang tepat. Namun, kita tidak boleh lupa bahwa kita juga harus membangun relasi dengan Allah yang selalu menawarkan Diri-Nya dengan cinta kasih-Nya yang begitu besar.
Saudara terkasih orang kuat dan kita juga turut kuat apabila kita selalu dalam kesatuan dengan-Nya dan menjadi manusia lemah jika jauh dari kesatuan dengan Allah.

Suadara terkasih, setan tidak pernah membiarkan kita lengah dan akan dengan segera diincar untuk diganggu dan digoda, Allah benteng kita akan mendampingi dan menguatkan kita agar tidak tergoda. Pilihan ada pada pihak kita, bagaimana kita mampu menghadapi semuanya di dalam Tuhan.BD.eLeSHa.

Kamis, 09 Oktober 2014

Berdoa dengan Setia

Kamis Biasa (H)
Gal.3:1-5
Luk.1:69-70,71-72,73-75
Luk.11:5-13


Gal.3:1-5

3:1 Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu?
3:2 Hanya ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
3:3 Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging?
3:4 Sia-siakah semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!
3:5 Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya kepada pemberitaan Injil?


Luk.11:5-13

11:5 Lalu kata-Nya kepada mereka: "Jika seorang di antara kamu pada tengah malam pergi ke rumah seorang sahabatnya dan berkata kepadanya: Saudara, pinjamkanlah kepadaku tiga roti,
11:6 sebab seorang sahabatku yang sedang berada dalam perjalanan singgah ke rumahku dan aku tidak mempunyai apa-apa untuk dihidangkan kepadanya;
11:7 masakan ia yang di dalam rumah itu akan menjawab: Jangan mengganggu aku, pintu sudah tertutup dan aku serta anak-anakku sudah tidur; aku tidak dapat bangun dan memberikannya kepada saudara.
11:8 Aku berkata kepadamu: Sekalipun ia tidak mau bangun dan memberikannya kepadanya karena orang itu adalah sahabatnya, namun karena sikapnya yang tidak malu itu, ia akan bangun juga dan memberikan kepadanya apa yang diperlukannya.
11:9 Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.
11:10 Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.
11:11 Bapa manakah di antara kamu, jika anaknya minta ikan dari padanya, akan memberikan ular kepada anaknya itu ganti ikan?
11:12 Atau, jika ia minta telur, akan memberikan kepadanya kalajengking?
11:13 Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan Roh Kudus kepada mereka yang meminta kepada-Nya.


Berdoa dengan Setia

Saudara terkasih, doa perlu dilakukan dengan bersungguh-sungguh dan terus menerus. Yesus memberikan ilustrasi bahwa manusia dalam hal ini tetangga saja, karena ada orang yang meminta bantuan, dengan terus menerus dan tidak kenal belas kasihan, mendapatkan pertolongan, itu saja manusia yang memiliki sifat jahat, apalagi Allah yang murah hati, tentu akan memberikan pertolongan sebagaimana kita kehendaki. Rahmat Allah dan kemurahan hati-Nya yang memberikan kepada kita, apa yang terbaik dari yang kita perlukan.
Saudara terkasih Yesus menyatakan jaminan kemurahhatian Allah melalui bacaan Injil hari ini. Kemurahhatan Allah yang Mahabaik dan Mahamurah selalu menyertai kehidupan kita. Bapa kita Bapa yang baik, Bapa yang penuh belas kasihan, menyediakan apa yang kita perlukan.BD.eLeSHa.


Rabu, 08 Oktober 2014

Hal Berdoa

Rabu Biasa (H)
Gal. 2:1-2,7-14
Mzm. 117:1,2
Luk.11:1-4


Gal. 2:1-2,7-14

2:1 Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Titus pun kubawa juga.
2:2 Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi -- dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang --, supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha.
2:7 Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat
2:8 -- karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat.
2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;
2:10 hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya.
2:11 Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah.
2:12 Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat.
2:13 Dan orang-orang Yahudi yang lain pun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka.
2:14 Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"

Luk.11:1-4

11:1 Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya."
11:2 Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.
11:3 Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya
11:4 dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."


Hal Berdoa

Saudara terkasih, tentu kita telah hafal luar kepala doa Bapa Kami, doa paling awali untuk dihafal oleh calon baptis dewasa, dan para katekis, guru agama, suster, pastor mengajarkan doa ini kepada muridnya baik di sekolah Minggu, ataupun sekolah formal. Termasuk doa dasar dan memang relatif mudah untuk dihafalkan. Doa yang paling sering terucap, dalam berbagai intensi, ataupun keperluan. Yesus mengajarkan doa sederhana, doa permohonan kepada Bapa. Namun sebenarnya doa permohonan yang sungguh-sungguh dalam karena Yesus mengajak kita bukan pertama-tama memohon keperluan dan kepentingan kita dipenuhi terlebih dahulu, Tuhan mengajar kita untuk menguduskan nama Allah, Bapa kita terlebih dahulu. Memohon kerajaan-Nya datang, dan baru memohon rezeki yang secukupnya. Permohonanan pula akan pengampunan dosa dan kebebasan dari pencobaan.
Saudara terkasih, doa Bapa Kami juga mengajarkan kepada kita, bagaimana Yesus menyebut Allah sebagai Bapa, bahkan Bapa kami, Bapa milik kita semua bukan hanya Bapa-Nya Yesus saja. Bapa yang memiliki makna dan keberadaan yang hormat dan dekat. Ketika kita berdoa dan menyebut, menyapa Bapa sebagai yang kita hormati, namun sekaligus kita juga dekat. Allah kita Allah yang dekat dan bukan Allah yang jauh, Allah yang ada di dalam hati kita, bukan Allah yang masih kita cari.
Saudara terkasih, Allah kita Allah yang menyapa, merangkul, menerima kita dengan hangat, bukan Allah penghukum, oleh karena itu sudah layak dan pantas kita menyebut DIA sebagai Bapa, tidak ada anak yang akan lari atau menghindar terhadap bapaknya tentunya, tidak ada anak yang melawan kepada bapanya pula, apalagi Bapa kita ini Bapa Yang Mahabaik, menyediakan semua, memberikan kepada kita kebebasan, Bapa Penuh Cinta,  tidak pernah marah sekalipun kita nakal, dan bahkan melawan, menista-Nya.BD.eLeSHa.


Selasa, 07 Oktober 2014

Maria dan Marta, suatu Pengabdian

Pw. SP. Maria Ratu Rosario (P)
Gal. 1:13-24
Mzm. 139:1-3,13-14ab, 14c-15
Luk.10-38-42


Gal. 1:13-24

1:13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.
1:14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.
1:15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya,
1:16 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;
1:17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.
1:18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.
1:19 Tetapi aku tidak melihat seorang pun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.
1:20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.
1:21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.
1:22 Tetapi rupaku tetap tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.
1:23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.
1:24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.

Luk.10-38-42

10:38 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."


Maria dan Marta

Saudara terkasih, Tuhan pada bacaan hari ini menggambarkan, apa yang perlu dilakukan seorang murid ketika Gurunya datang. Konteks budaya saat itu kadatangan guru untuk memberikan wejangan dan dalam hali ini Sabda Tuhan, para murid duduk di dekat kaki Gurunya. Pilihan Maria yang tepat dengan duduk dan mendengarkan apa yang dikatakan dan Sabda Tuhan, sebagai pilihan luar biasa cerdas dan benarnya.
Marta merupakan gambaran manusia yang selalu sibuk dengan aktivitasnya sendiri. Melayani dalam arti harafiah, menyediakan ini itu, namun itu lepas dari konsep kemuridan bersama Sang Guru. Marta lalai, bahwa Yesus datang bukan untuk dilayani namun melayani, dan Marta lupa itu dan malah terlalu sibuk untuk melakukan aktivitas yang melupakan kebersamaan bersama Yesus.
Saudara terkasih, pilihan Maria dan Marta ialah gambaran kita dalam hidup sehari-hari. Bagaimana kita terlalu sibuk dengan aktivitas kita, 24 jam penuh kita hilir mudik, ke sana ke mari, menjalankan segala kegiatan, melakukan apapun yang menghabiskan energi. Saat hendak beristirahat mengeluh kepada Tuhan, aduh Tuhan capek banget????!!?? Ini merupakan ungkapan nurani manusiawi kita yang hendak datang kepada Tuhan, namun kemanusiaan kita menghalangi dan memilih kepada kesenangan diri. Kesenangan yang melakukan apapun itu, mengerjakan semuanya, dan ketika ada jarak dengan Tuhan, melakukan apa yang tidak sesuai dengan rencana dan Jalan Tuhan, menjadikan kita capek, letih, dan bermuara kepada keluhan.BD.eLeSHa.


Senin, 06 Oktober 2014

Siapakah Sesamamu?

Senin Biasa (H)
Gal. 1:6-12
Mzm. 111:1-2,7-8,9-10c
Luk. 10:25-37


Gal. 1:6-12

1:6 Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain,
1:7 yang sebenarnya bukan Injil. Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.
1:8 Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.
1:9 Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.
1:10 Jadi bagaimana sekarang: adakah kucari kesukaan manusia atau kesukaan Allah? Adakah kucoba berkenan kepada manusia? Sekiranya aku masih mau mencoba berkenan kepada manusia, maka aku bukanlah hamba Kristus.
1:11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.
1:12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus


Luk. 10:25-37

10:25 Pada suatu kali berdirilah seorang ahli Taurat untuk mencobai Yesus, katanya: "Guru, apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?"
10:26 Jawab Yesus kepadanya: "Apa yang tertulis dalam hukum Taurat? Apa yang kaubaca di sana?"
10:27 Jawab orang itu: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."
10:28 Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup."
10:29 Tetapi untuk membenarkan dirinya orang itu berkata kepada Yesus: "Dan siapakah sesamaku manusia?"
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.
10:31 Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan.
10:32 Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan.
10:33 Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.
10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.
10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.
10:36 Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"
10:37 Jawab orang itu: "Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya." Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, dan perbuatlah demikian!"

Siapakah Sesamamu?

Saudara terkasih, berbicara mengenai saudara atau sesama, saat ini paling mudah dan akan dianggap sebagai saudara ialah yang mendukungku, temanku satu kelompok, orang yang seagamaku, seorang yang memiliki harta banyak, dan kaitannya dengan hal-hal yang remeh dan berciri duniawi. SARA dan diskriminasi-diskriminasi ciptaan manusia menguasai pola pikir dan keberadaan manusia. Yesus hari ini mengajak kita untuk menjadi pribadi baru, pribadi yang penuh belas kasih, belas kasih dan cinta kasih tanpa memandang bulu, kepada siapa saja manusia harus memberikan cintanya. Allah memberikan kepada kita teladan dan keteladanan yang sudah sewajarnya kita ikut.
Bagaimana digambarkan seorang imam yang seharusnya menampakkan belas kasih Tuhan bagi umat-Nya, malah lewat jalan lain, demikian juga dengan orang Lewi. Petinggi Yahudi yang “menghindar” dan tidak memberikan bantuan sama sekali kepada orang yang menderita. Pribadi ketiga yang justru menolong ialah orang Samaria, di mana orang Samaria pada konteks waktu itu, digambarkan sebagai orang yang tidak murni, bukan sebagai orang yang sebaik pembesar Yahudi. Namun dia justru mengukurkan tangan, materi, dan kasihnya yang nyata.
Saudara terkasih, empati, mengulurkan tangan, dan kasih secara nyata bagi saudara yang membutuhkan, siapapun dia, kemanusia berhadapan dengan manusia yang memiliki martabat yang sama. Bangsa ini masih berkutat dengan hal-hal yang remeh temah, dengan adanya wacana dan pemikiran, serta rancangan undang-undang tenaga kesehatan seagama dengan agama pasiennya. Pemikiran yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan ilustrasi ribuan tahun lalu yang disampaikan oleh Yesus.


Saudara terkasih, tugas kita ialah memperbesar harapan, memanjatkan doa, dan menyatakan hal-hal positif agar kemanusiaan semakin menjadi panglima di atas segalanya. Manusia semartabat dan kemanusia jauh lebih penting dibandingkan “asesoris” yang melekat di badan kita.BD.eLeSHa.

Minggu, 05 Oktober 2014

Aku menantikan buah anggur yang baik, mengapa hanya buah asam yang dihasilkan?

Minggu Biasa XXVII
Yes. 5:1-7
Mzm. 80:9,12,13-14,15-16,19-20
Fil. 4:6-9
Mat. 21:33-43


Yes. 5:1-7

5:1 Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku, nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur.
5:2 Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam.
5:3 Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu.
5:4 Apatah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam?
5:5 Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak;
5:6 Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya.
5:7 Sebab kebun anggur TUHAN semesta alam ialah kaum Israel, dan orang Yehuda ialah tanam-tanaman kegemaran-Nya; dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran tetapi hanya ada keonaran.


Fil. 4:6-9

4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
4:7 Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
4:8 Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
4:9 Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu


Mat. 21:33-43

21:33 "Dengarkanlah suatu perumpamaan yang lain. Adalah seorang tuan tanah membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga di dalam kebun itu. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain.
21:34 Ketika hampir tiba musim petik, ia menyuruh hamba-hambanya kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima hasil yang menjadi bagiannya.
21:35 Tetapi penggarap-penggarap itu menangkap hamba-hambanya itu: mereka memukul yang seorang, membunuh yang lain dan melempari yang lain pula dengan batu.
21:36 Kemudian tuan itu menyuruh pula hamba-hamba yang lain, lebih banyak dari pada yang semula, tetapi mereka pun diperlakukan sama seperti kawan-kawan mereka.
21:37 Akhirnya ia menyuruh anaknya kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani.
21:38 Tetapi ketika penggarap-penggarap itu melihat anaknya itu, mereka berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, supaya warisannya menjadi milik kita.
21:39 Mereka menangkapnya dan melemparkannya ke luar kebun anggur itu, lalu membunuhnya.
21:40 Maka apabila tuan kebun anggur itu datang, apakah yang akan dilakukannya dengan penggarap-penggarap itu?"
21:41 Kata mereka kepada-Nya: "Ia akan membinasakan orang-orang jahat itu dan kebun anggurnya akan disewakannya kepada penggarap-penggarap lain, yang akan menyerahkan hasilnya kepadanya pada waktunya."
21:42 Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.
21:43 Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu


Aku menantikan buah anggur yang baik, mengapa hanya buah asam yang dihasilkan?

Saudara terkasih, Yesus pada hari ini menyatakan perumpamaan mengenai kebun anggur sebagai gambaran kehidupan kita. Hamba pekerja adalah para nabi, dan para penggarap ialah orang Yahudi atau Israel yang memiliki status sebagai umat pilihan. Apa yang dilakukan oleh penggarap itu ialah membunuh para hamba, dan ketika Allah Bapa berinisiatif untuk mengirimkan Putera-Nya yang akan disegani, namun apa yang terjadi justru dibunuh di luar kebun anggur itu. Gambaran mengenai penyerahan kebun anggur kepada pihak lain, dalam hal ini Gereja, pembakaran dan penghancuran Yerusalem oleh Romawi, menjadi pusat Yesus kepada para penentangnya. Penentangnya paling kuat berasal dari Yerusalem dan dinyatakan mereka datang kepada Yesus. Datang berarti mereka memang siap untuk menentang ajaran Yesus secara terang-terangan dan sudah tidak memakai basa-basi lagi.
Saudara terkasih, ketika ladang anggur itu tidak dirawat, bahkan pekerjanya dianiaya, apa yang akan terjadi? Kebun itu akan dipenuhi semak, tidak menghasilkan sebagaimana seharusnya. Bangsa kita juga sedang menghadapi hal yang sama, apa yang baik, apa yang merupakan harapan perubahan dimusuhi, dihujat, dicaci maki, dihalang-halangi kebaikannya. Anggur baik tidak akan bisa diperoleh dari pohon yang tidak disiangi, anggur yang ada adalah anggur asam. Kita tidak perlu heran kalau apa bangsa ini hanya menghasilkan kekacauan, minim prestasi, dan berkutat dari satu persoalan ke masalah lainnya. Pekerjanya tidak bisa bekerja optimal karena selalu mendapat gangguan, rongrongan, dan ancaman yang berasal dari kuasa jahat.
Saudara terkasih, namun Tuhan Allah selalu hadir untuk membantu dan menguatkan kita umat beriman. Kita tidak perlu berkecil hati, namun memperbesar pengharapan bahwa kejahatan pasti akan dikalahkan.

Pengharapan tersebut telah nyata dalam surat Filipi, bagaimana Tuhan Allah menghendaki kita berdoa dan mengucap syukur kepada-Nya. Dia akan selalu mendengarkan dan berbuat bagi kita. Damai sejahtera Allah akan memberikan kepada kita anggur manis dan segar bukan anggur asam. Menjauhkan diri dari apa yang memisahkan kita dari kehadiran yang Ilahi, menjadi sarana memurnikan hidup kita. Kita baik akan memberikan kebaikan sekeliling kita, dan menjadi kebaikan semakin banyak orang. BD.eLeSHa.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Kuasa dan Pengenalan Allah Bapa

Pw. S. Fransiskus dr Assisi (P)
Ayb.42:1-3,5-6,12-16
Mzm. 119:66,71,75,91,125,130
Luk. 10:17-24


Ayb.42:1-3,5-6,12-16

42:1 Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
42:2 "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.
42:3 Firman-Mu: Siapakah dia yang menyelubungi keputusan tanpa pengetahuan? Itulah sebabnya, tanpa pengertian aku telah bercerita tentang hal-hal yang sangat ajaib bagiku dan yang tidak kuketahui.
42:5 Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.
42:6 Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku dan dengan menyesal aku duduk dalam debu dan abu.
42:12 TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu; ia mendapat empat belas ribu ekor kambing domba, dan enam ribu unta, seribu pasang lembu, dan seribu ekor keledai betina.
42:13 Ia juga mendapat tujuh orang anak laki-laki dan tiga orang anak perempuan;
42:14 dan anak perempuan yang pertama diberinya nama Yemima, yang kedua Kezia dan yang ketiga Kerenhapukh.
42:15 Di seluruh negeri tidak terdapat perempuan yang secantik anak-anak Ayub, dan mereka diberi ayahnya milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya laki-laki.
42:16 Sesudah itu Ayub masih hidup seratus empat puluh tahun lamanya; ia melihat anak-anaknya dan cucu-cucunya sampai keturunan yang keempat.

Luk. 10:17-24

10:17 Kemudian ketujuh puluh murid itu kembali dengan gembira dan berkata: "Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu."
10:18 Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit.
10:19 Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.
10:20 Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga."
10:21 Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.
10:22 Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorang pun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu."
10:23 Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata: "Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat.
10:24 Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya."


Kuasa dan Pengenalan Allah Bapa

Saudara terkasih, apa yang ditampilkan dalam bacaan hari ini, hendak memperlihatkan kuasa Allah yang begitu besar. Kemuliaan Allah, kekuasaan Allah yang agung itu dinyataka justru kepada para murid, seseorang dalam konteks waktu itu bukan siapa-siapa. Banyak cerdik pandai, ahli kitab, raja, dan pembesar-pembesar lain ingin menyaksikan apa yang mampu dilakukan para murid namun tidak bisa. Para murid orang yang sederhana, bahkan bukan siapa-siapa itu justru bukan hanya melihat, namun menjadi pelaku. Pelaku kebesaran dan kuasa Allah.
Saudara terkasih, tindakan para murid tersebut juga menjadi sarana pengenalan siapa Yesus,siapa Allah, dan siapa murid-murid-Nya tersebut. Kaitan Yesus dengan Allah, antara Yesus dan para murid. Kuasa Allah telah diserahkan sepenuhnya kepada Yesus, dan Yesus mengutus para murid-Nya dalam kesatuan perutusan-Nya sendiri. Hanya Bapa yang tahu dengan persis siapa Anak, hanya Anak dan kepada siapa yang Dia berkenan menyampaikannya siapakah Bapa itu.
Rasa syukur dan sukacita itu selalu diungkapkan Yesus. Sebelum bekarya, sesaat setelh bekarya, memberikan kepada kita keteladanan untuk selalu mohon rahmat Tuhan untuk membantu setiap aktivitas kita, dan mengucap syukur setelah kita selesai melaksakan tugas kita. Dengan demikian kita selalu melibatkan Tuhan dalam aktivitas kita. Kita di dunia ini melakukan tugas perutusan Yesus, maka kita tidak mungkin melepaskan diri dari kesatuan dengan Diri-Nya itu.
Bacaan Pertama memberikan kita keteladanan kesetiaan luar biasa dari Ayub. Bagaimana Ayub menjadi pribadi baru yang penuh berkat, bukan hanya materi, anak, dan umur panjang semata, namun berkat mengenal Allah dengan lebih baik. Masukan dan informasi yang dia terima dari rekan-rekannya ternyata, tidak seluruhnya tepat. Allah menyatakan diri melalui hati Ayub yang bersih dan setia, sehingga mengenal Allah dengan lebih baik, karena tidak tertutup “kabut” hati yang tidak bersih.
Saudara terkasih, pengenalan akan kuasa Allah sungguh berguna, namun sering kita salah mengerti, salah memahami kebaikan Tuhan itu. Kita orang beriman perlu berserah setia di dalam Dia sehingga mampu mengenal Siapa Dia dengan tepat.BD.eLeSHa.  


Jumat, 03 Oktober 2014

Tugas Perutusan Para Murid Berciri Partisipatif

Jumat Biasa (H)
Ayb. 38:1,12-21; 39:36-38
Mzm. 139: 1-3,7-8,9-10,13-14ab
Luk.10:13-16


Ayb. 38:1,12-21; 39:36-38

38:1 Maka dari dalam badai TUHAN menjawab Ayub:
38:12 Pernahkah dalam hidupmu engkau menyuruh datang dinihari atau fajar kautunjukkan tempatnya
38:13 untuk memegang ujung-ujung bumi, sehingga orang-orang fasik dikebaskan dari padanya?
38:14 Bumi itu berubah seperti tanah liat yang dimeteraikan, segala sesuatu berwarna seperti kain.
38:15 Orang-orang fasik dirampas terangnya, dan dipatahkan lengan yang diacungkan.
38:16 Engkaukah yang turun sampai ke sumber laut, atau berjalan-jalan melalui dasar samudera raya?
38:17 Apakah pintu gerbang maut tersingkap bagimu, atau pernahkah engkau melihat pintu gerbang kelam pekat?
38:18 Apakah engkau mengerti luasnya bumi? Nyatakanlah, kalau engkau tahu semuanya itu.
38:19 Di manakah jalan ke tempat kediaman terang, dan di manakah tempat tinggal kegelapan,
38:20 sehingga engkau dapat mengantarnya ke daerahnya, dan mengetahui jalan-jalan ke rumahnya?
38:21 Tentu engkau mengenalnya, karena ketika itu engkau telah lahir, dan jumlah hari-harimu telah banyak
39:36 Maka jawab Ayub kepada TUHAN:
39:37 "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan.
39:38 Satu kali aku berbicara, tetapi tidak akan kuulangi; bahkan dua kali, tetapi tidak akan kulanjutkan."


Luk.10:13-16

10:13 "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung.
10:14 Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu.
10:15 Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati!
10:16 Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku.


Tugas Perutusan Para Murid Berciri Partisipatif

Saudara terkasih, Tuhan Yesus mengecam beberapa kota yang tidak bisa menerima pewartaan-Nya. Menolak apa yang telah diajarkan-Nya, bahkan dengan menyaksikan mukjizat sekalipun mereka tidak menerima itu sebagai hal yang berasal dari Tuhan Allah. Yesus membandingan Betsaida dan Khorazim dengan kota zaman Perjanjian Lama yaitu Tirus dan Sidon, keempatnya sama, berbuat dosa dan menerima pewartaan serta mukjizat, namun kota di dunia Perjanjian Lama tersebut bertobat dari kedosaannya. Kapernaum, merupakan pusat pewartaan Yesus di Galilea, banyak mukjizat dilakukan Yesus, namun mereka tidak juga bisa menerima dengan mata hati, oleh karenanya, Yesus mengatakan Kapernaum akan mengalami pengalaman yang buruk, bukan ditinggikan dan mendapat kemuliaan, namun diturunkan ke dunia orang mati.
Yesus tentu menyadari penolakan akan membuat hati para murid ciut, nyali mengecil, dan itu tidak boleh terjadi. Yesus memberikan peneguhan apapun yang dilakukan orang kepada para murid itu juga berarti dilakukan kepada Yesus. Perutusan seorang murid, merupakan perutusan partisipatif. Perutusan yang mengambil peran dalam perutusan Yesus yang diutus Bapa-Nya.
Kisah Ayub merupakan contoh iman yang teguh dalam menghadapi gempuran dunia, bacaan kali ini menyajikan Yahwe atau Allah yang mengajak Ayub melihat apa yang telah Dia lakukan. Ayub diajak menyadari bahwa Allah telah memberikan keindahan penciptaan yang memperlihatkan kekuasaan dan kebijaksanaan Allah. Ayub diajak untuk mengalami misteri penciptaan sejak awal. Dan pada akhirnya Ayub menyadari bahwa dia hanyalah kecil di hadapan Allah, satupun yang telah dilakukan Allah tidak ada yang akan mampu ia lakukan.
Saudara terkasih, kita sering merasa hebat, merasa paling berjasa bahkan di hadapan Tuhan sekalipun. Merasa sudah hidup dengan baik dan beribadat dengan baik, namun berdoa tidak dikabulkan marah dan protes kepada Tuhan, namun pernahkah kita sadar membuat lidi yang kecil dan biasa saja kita tidak mampu? Kemajuan teknologi telah sering seoalh-olah menjadikan manusia lebih hebat dari Tuhan, namun pernahkah kita sadar, membuat warna merah lombok saja kita masih membutuhkan Tuhan untuk melakukannya?BD.eLeSHa.


Kamis, 02 Oktober 2014

Ada malaikat mereka di sorga

Pw. Para Malaikat Pelindung (P)
Kel.23:20-23
Mzm 91:1-2,3-4,5-6,10-11
Mat.18:1-5,10


23:20 "Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.
23:21 Jagalah dirimu di hadapannya dan dengarkanlah perkataannya, janganlah engkau mendurhaka kepadanya, sebab pelanggaranmu tidak akan diampuninya, sebab nama-Ku ada di dalam dia.
23:22 Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu.
23:23 Sebab malaikat-Ku akan berjalan di depanmu dan membawa engkau kepada orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Kanaan, orang Hewi dan orang Yebus, dan Aku akan melenyapkan mereka.
18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."
18:10 Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga


Ada malaikat mereka di sorga

Saudara terkasih, Malaikat dalam alkitab berarti pesuruh Allah. Kata yang berasal dari bahasa Ibrani mal’akh, dan bahasa Yunani angelos, secara etimologis dan pengertia berartipesuruh Allah, yang mengenal-Nya muka dengan muka, karena itu mempunyai kelebihan dibandingkan manusia. Malaikat tentu adalah makhluk yang diperlengkapi dengan kehendak bebas pula. Bacaan hari ini menunjukkan kepada kita bahwa Allah menganugerahkan kepada kita dengan Malaikat  Pelindung.
Saudara terkasih, tentu kita pernah mengalami peristiwa yang sangat luar biasa, sangat tidak bisa dinalar dengan rasio kita, namun terjadi. Siapa yang menggerakkan itu, kalau bukan Allah melalui malaikat-Nya?
Ilustrasi yang mungkin bisa membantu semakin mengenal Malaikat Pelindung, suatu hari, suami-istri sedang berdiskusi dengan penuh kebingungan dan kecemasan, karena anak lelakinya yang masih berusia 6 tahun harus menjalani operasi yang sangat mahal. Bagi mereka seolah tidak ada harapan. Sally anak sulungnya berusia 8 tahun mendengarkan apa yang menjadi bahan keprihatinan orang tuanya. Berurai air mata, ia menyelinap ke kamar dan mengoyang-goyangkan celengan babi-nya, dan keluarlah seluruh tabungannya selama ini. Tanpa tahu yang terjadi, dia tahunya obat ada di apotik. Diayunkanya kakinya yang mungil ke sana, dan apoteker sedang sibuk berbicara dengan orang lain. Sekian lama, masih saja perlakuan yang sama, ia kemudian menggesekkan sepatunya dengan agak keras ke lantai, dan tidak ada perhatian sama sekali.  Akhirnya, uang receh yang ada di genggamannya diketukkan ke etalase kaca, dan berhasil menggugah perhatian apoteker, “Nak ada apa, aku sedang berbicara dengan saudaraku.” “Adikku sakit keras dan perlu obat,” rengeknya sambil menangis.
“Sayang, kamu punya uang berapa?” tanya laki-laki berpakaian rapi. “Ini semua tabunganku,” sambil diserahkannya ke telapak tangan besar di hadapannya. “Okey uangmu pas untuk kesembuhan adikmu. Sekarang antar aku mengenal adikmu,” ajaknya penuh kasih. Pria berpakaian rapi itu ternyata dokter ahli bedah ahli yang berkompeten terhadap sakit adik Sally. Adik Sally setelah menjalani pengobatan yang panjang dan lama, operasi besar yang membutuhkan dana tidak sedikit tersebut pulang ke rumah dan sembuh. Uang di dalam celengan babi itu menyembuhkan sakit adik Sally yang harus mengeluarkan dana besar, yang sangat tidak sebanding dengan apa yang dimiliki Sally. Apa yang terjadi dalam peristiwa tadi ialah karya Allah , melalui malaikat-Nya. BD.eLeSHa.


Rabu, 01 Oktober 2014

Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?

Pesta S. Theresia dr Kanak-Kanak Yesus,PrwPujG, Pld-Misi
Yes. 66:10-14
Mzm. 131:1,2,3
Mat. 18:1-5


Yes. 66:10-14

66:10 Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya!
66:11 supaya kamu mengisap dan menjadi kenyang dari susu yang menyegarkan kamu, supaya kamu menghirup dan menikmati dari dadanya yang bernas.
66:12 Sebab beginilah firman TUHAN: Sesungguhnya, Aku mengalirkan kepadanya keselamatan seperti sungai, dan kekayaan bangsa-bangsa seperti batang air yang membanjir; kamu akan menyusu, akan digendong, akan dibelai-belai di pangkuan.
66:13 Seperti seseorang yang dihibur ibunya, demikianlah Aku ini akan menghibur kamu; kamu akan dihibur di Yerusalem.
66:14 Apabila kamu melihatnya, hatimu akan girang, dan kamu akan seperti rumput muda yang tumbuh dengan lebat; maka tangan TUHAN akan nyata kepada hamba-hamba-Nya, dan amarah-Nya kepada musuh-musuh-Nya.

Mat. 18:1-5

18:1 Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?"
18:2 Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka
18:3 lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
18:4 Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga.
18:5 Dan barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku."


Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?

Saudara terkasih, Bacaan Injil hari ini, benar-benar konkret dan aktual bagi kehidupan kita akhir-akhir ini. Bagaimana lebih banyak orang yang merasa paling hebat, paling baik, dan pada pihak lain orang lain pasti buruk, tidak layak di atasnya, dan memimpinnya. Karut marut pemilu dan perpolitikan saat ini, karena sikap seperti para murid yang berebut siapa yang paling besar. Syarat yang diberikan Tuhan Yesus untuk menjadi yang terbesar ialah berlaku seperti anak kecil.
Anak kecil  itu paham akan keberadaanya, tidak macam-macam, memiliki ketulusan luar biasa, memberikan diri untuk dunia kecilnya, dan yang pasti dia tergantung sepenuhnya pada otoritas dewasa yang ada di sekitarnya. Apakah kita sudah berani bergantung sepenuhnya kepada Tuhan Allah, dalam segala sesuatu? Ungkapan yang lugas dan jelas sebagai prasyarat dari Yesus bagi murid-murid-Nya.
Namun hal ini berkaitan pula dengan misi baru Yesus yang berbeda dengan apa yang diyakini dalam budaya Yahudi saat itu. Anak-anak dan perempuan tidak dianggap, dan tidak termasuk hitungan di dalam masyarakat Yahudi. Anak-anak juga menjadi medan perjuangan Tuhan untuk dikembalikan ke dalam karya keselamatan-Nya. Pemungut cukai, anak-anak, perempuan, pendosa, dan kelompok-kelompok terpinggirkan menjadi sasaran utama Tuhan Yesus untuk dirangkul dan dikembalikan ke dalam kesatuan keselamatan bersama Allah di dalam Kerajaan Surga.
Keadaan yang menganggap anak-anak itu sebagai bagian yang tidak berarti, ketika ada orang dewasa yang mau menerima anak-anak sebagai manusia utuh, di tengah laki-laki dewasa, pengajaran dominan dihadiri laki-laki, tentulah pribadi tersebut sudah mengerti apa yang menjadi tujuan karya keselamatan Yesus yang sama sekali berbeda dengan misi keselamatan Yahudi.BD.eLeSHa.