Kamis, 11 September 2014

Pribadi Berkuaitas


Hari Biasa, (H)
1 Kor. 7:25-31
Mzm. 45:11-12,14-15,16-17
Luk. 6:12-19

1 Kor. 8:1a-7,11-13

8:1a" Pengetahuan yang demikian membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
8:2 Jika ada seorang menyangka, bahwa ia mempunyai sesuatu "pengetahuan", maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya.
8:3 Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah.
8:4 Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: "tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa."
8:5 Sebab sungguhpun ada apa yang disebut "allah", baik di sorga, maupun di bumi -- dan memang benar ada banyak "allah" dan banyak "tuhan" yang demikian --
8:6 namun bagi kita hanya ada satu Allah saja, yaitu Bapa, yang dari pada-Nya berasal segala sesuatu dan yang untuk Dia kita hidup, dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus, yang oleh-Nya segala sesuatu telah dijadikan dan yang karena Dia kita hidup.
8:7 Tetapi bukan semua orang yang mempunyai pengetahuan itu. Ada orang, yang karena masih terus terikat pada berhala-berhala, makan daging itu sebagai daging persembahan berhala. Dan oleh karena hati nurani mereka lemah, hati nurani mereka itu dinodai olehnya.
8:11 Dengan jalan demikian orang yang lemah, yaitu saudaramu, yang untuknya Kristus telah mati, menjadi binasa karena "pengetahuan"mu.
8:12 Jika engkau secara demikian berdosa terhadap saudara-saudaramu dan melukai hati nurani mereka yang lemah, engkau pada hakekatnya berdosa terhadap Kristus.
8:13 Karena itu apabila makanan menjadi batu sandungan bagi saudaraku, aku untuk selama-lamanya tidak akan mau makan daging lagi, supaya aku jangan menjadi batu sandungan bagi saudaraku


Luk.  6:27-38

6:27 "Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;
6:28 mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.
6:29 Barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu.
6:30 Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.
6:31 Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka.
6:32 Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosa pun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka.
6:33 Sebab jikalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun berbuat demikian.
6:34 Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.
6:35 Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
6:36 Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."
6:37 "Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni.
6:38 Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."

Pribadi Berkuaitas

Saudara terkasih, Tuhan menghendaki kita bukan sebagai yang biasa-biasa saja. Tuhan menghendaki kita memiliki kepribadian dan kualitas hidup yang lebih dari pada manusia biasa dan kebanyakan. Kualitas pribadi menjadi pokok tuntutan Tuhan atas diri kita. Bukan orang yang biasa-biasa saja, namun pribadi yang luar biasa. Orang berdosa pun bisa melakukan hal itu, kita sebagai umat pilihan yang dimeterai kekal dengan cinta kasihnya yang abadi perlu lebih dari pada mereka. Seluruh Injil hari ini mengungkapkan perbandingan antara semua yang bisa orang lakukan, dan apa yang seharusnya kita lakukan sebagai orang Katolik.
Pengalaman saya aktif di sosial media, menampakkan hal ini telah menjadi karakter sebagian besar orang Katolik, tidak menjelek-jelekkan, meskipun dijelek-jelekkan, bahkan mengenai Tuhan, agama, ataupun imannya. Melihat perbedaan sebagai hal yang wajar dan bersikap santun meskipun dikata-katai dengan sengit dan intimidatif. Tidak pernah ikut campur dengan mencari-cari kejelekan dan kelemahan pihak lain, untuk bahan candaan dan tertawaan. Sangat berbeda memang kualitas itu. Tuhan telah memberikan benih karakter kepada kita dan kita patut berbangga dengan itu.
Di dalam kehidupan sosio politik, kita juga memperoleh peran yang selalu menjadi kambing hitam. Persoalan apa, dengan siapa, Katolik menjadi sasaran tembak dan permusuhan terselubung. Saudara terkasih, ketika hal tersebut terjadi kita patut berbangga menjadi Katolik, karena kita ternyata telah menjadi murid Kristus yang sejati. Murid yang bukan biasa-biasa saja, namun pribadi luar biasa. Bahkan ada seorang tokoh agama cukup besar di Indonesia karena dia tidak tahu esensi namun berpikir harafiah menyatakan kalau dipukul pipi kiri berikan kanan, diteruskan dengan bonyok semua, semoga dia diampuni Kristus, karena dia sudah almarhum. Nyata punya telinga namun tidak mendengar, punya mata namun tidak melihat.

Namun, masih ada juga orang yang terpancing emosi ketika direndahkan, dilecehkan, dan dibully, Saudara terkasihh Paulus menyatakan bahwa itu adalah orang yang masih berkutat di dalam pengetahuan. Pengetahuan membuat orang sombong, namun kasih yang menjadikan kita mampu sebagaimana kehendak Tuhan Yesus melalui bacaan Injil tadi. BD.eLeSHa.

Rabu, 10 September 2014

Sabda Bahagia dan Peringatan

Rabu Biasa (H)
1 Kor. 7:25-31
Mzm. 45:11-12,14-15,16-17
Luk. 6:21-26


1 Kor. 7:25-31

7:25 Sekarang tentang para gadis. Untuk mereka aku tidak mendapat perintah dari Tuhan. Tetapi aku memberikan pendapatku sebagai seorang yang dapat dipercayai karena rahmat yang diterimanya dari Allah.
7:26 Aku berpendapat, bahwa, mengingat waktu darurat sekarang, adalah baik bagi manusia untuk tetap dalam keadaannya.
7:27 Adakah engkau terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mengusahakan perceraian! Adakah engkau tidak terikat pada seorang perempuan? Janganlah engkau mencari seorang!
7:28 Tetapi, kalau engkau kawin, engkau tidak berdosa. Dan kalau seorang gadis kawin, ia tidak berbuat dosa. Tetapi orang-orang yang demikian akan ditimpa kesusahan badani dan aku mau menghindarkan kamu dari kesusahan itu.
7:29 Saudara-saudara, inilah yang kumaksudkan, yaitu: waktu telah singkat! Karena itu dalam waktu yang masih sisa ini orang-orang yang beristeri harus berlaku seolah-olah mereka tidak beristeri;
7:30 dan orang-orang yang menangis seolah-olah tidak menangis; dan orang-orang yang bergembira seolah-olah tidak bergembira; dan orang-orang yang membeli seolah-olah tidak memiliki apa yang mereka beli;
7:31 pendeknya orang-orang yang mempergunakan barang-barang duniawi seolah-olah sama sekali tidak mempergunakannya. Sebab dunia seperti yang kita kenal sekarang akan berlalu


Luk. 6:21-26

6:21 Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa.
6:22 Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.
6:23 Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi.
6:24 Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu.
6:25 Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.
6:26 Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu."

Sabda Bahagia
dan Peringatan

Saudara terkasih, Tuhan kita Mahabaik, itu adalah penamaan yang kita berikan bukan klaim sepihak dari pihak Tuhan. Apa maknanya? Ialah Ia sungguh-sugguh baik dan kebaikannya itu kita akui dan kita apresiasi. Sayang paling tidak bisa mengerti ketika ada orang atau sekelompok orang yang mendua, mengatakan Tuhan Yang Mahabaik, namun serentak memahami dan mewartakan sebagai Sosok yang arogan, pemarah, pendendam, dan penghukum.
Saudara terkasih bacaan kita hari ini mengetengahkan apa yang menjadi pedoman hidup orang beriman. Keadaan hidup ini ada yang mengatur, yaitu DIA Yang Mahabaik itu. Kesedihan, kelaparan, dan apapun keadaan kita ini tidak ada yang lepas dari rencana dan kehendak-Nya. Nah apa yang menjadi pokok persoalan ialah bagaimana sikap kita menghadapi kesulitan hidup itu. Tuhan menghendaki kita untuk tetap taat, setia, dan percaya akan rencana dan kehendak-Nya akan indah pada waktunya. Pilihan yang ada bisa kita pilih, karena lapar kita bisa mencuri, pergi ke dukun untuk mendapatkan jalan pintas untuk mendapatkan kekayaan duniawi, korupsi, dan pilihan-pilihan yang menggiurkan serta instan lainnya yang begitu menarik. Namun sudahkah itu sesuai dengan kehendak cinta kasih-Nya?

Mengenai kecaman atau peringatan setelah ucapan bahagia di atas ialah bagi siapa saja yang mendapatkan apa yang mereka miliki, baik kekayaan, nama baik, suka cita namun bukan karena Allah. Tawaran indah dan menarik berseliweran setiap waktu, kemegahan diri baik yang semu ataupun nyata banyak jalan ditawarkan. Allah menghendaki kita memilikinya karena semata berkat dari DIA. Usaha manusia wajib dan baik, namun usaha yang melibatkan Tuhan dan tidak merugikan satu sama lain.BD.eLeSHa.

Selasa, 09 September 2014

Berdoa dan Berkarya

Selasa Biasa (H) Pfak S. Petrus Klaver, Im (P)
1 Kor. 6:1-11
Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b
Luk. 6:12-19


1 Kor. 6:1-11

6:1 Apakah ada seorang di antara kamu, yang jika berselisih dengan orang lain, berani mencari keadilan pada orang-orang yang tidak benar, dan bukan pada orang-orang kudus?
6:2 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang kudus akan menghakimi dunia? Dan jika penghakiman dunia berada dalam tangan kamu, tidakkah kamu sanggup untuk mengurus perkara-perkara yang tidak berarti?
6:3 Tidak tahukah kamu, bahwa kita akan menghakimi malaikat-malaikat? Jadi apalagi perkara-perkara biasa dalam hidup kita sehari-hari.
6:4 Sekalipun demikian, jika kamu harus mengurus perkara-perkara biasa, kamu menyerahkan urusan itu kepada mereka yang tidak berarti dalam jemaat?
6:5 Hal ini kukatakan untuk memalukan kamu. Tidak adakah seorang di antara kamu yang berhikmat, yang dapat mengurus perkara-perkara dari saudara-saudaranya?
6:6 Adakah saudara yang satu mencari keadilan terhadap saudara yang lain, dan justru pada orang-orang yang tidak percaya?
6:7 Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?
6:8 Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.
6:9 Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
6:10 pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
6:11 Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.


Luk. 6:12-19

6:12 Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah.
6:13 Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul:
6:14 Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus,
6:15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
6:17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.
6:18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.
6:19 Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

Berdoa dan Berkarya

Saudara terkasih, bacaan kita hari ini sungguh bermanfaat dan benar-benar konkret menjadi nasihat dan penguatan bagi keadaan kita. Bacaan Pertama oleh Paulus, hakim dan penghakiman adalah perosalan penting. Penggambaran mengenai mencari keadilan kepada orang yang tidak adil, lihat betapa banyaknya persoalan yang sama sedang kita hadapi. Hakim lalim yang membebaskan “pembunuh”, pemerkosa, pengedar obat terlarang karena ada uang, ada suap, dan kekuasaan yang menekan pihak pengadil. Pengadilan justru dipenuhi orang yang tidak benar. Tidak benar mengadilan ketidakbenaran, akan bisa disimpulkan akan mendukung ketidakbenaran pula. Bagaimana kebaikan dan kebenarana akan dihasilkan dari peradilan demikian ini?
Saudara terkasih, apa yang Tuhan Yesus lakukan ketika hendak melakukan karya, atau melakukan keputusan sesuatu? Berdoa. Semalam-malaman berdoa kemudian paginya memilih dan memanggil para murid. Apa yang dilakukan Tuhan Yesus memberikan contoh dan keteladanan yang luar biasa apa yang harus kita lakukan yaitu dengan berdoa. Sudahkah kita berdoa ketika kita menghadapi persoalan untuk memilih, berdoa mohon berkat Tuhan untuk melakukan suatu karya dan kerja? Melibatkan Tuhan di dalam seluruh dimensi hidup manusiawi kita. Ada unsur kepasrahan total, kerendahan hati, keterbukaan akan kehendak Tuhan, dan mengakui diri lemah di hadapan Tuhan sumber kekuatan kita.BD.eLeSHa.

Senin, 08 September 2014

Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel

Pesta Kelahiran SP Maria (P)
Mi. 5:1-4
atau Rm.8:28-30
Mzm. 13:6ab, 6cd
Mat. 1:18-23

Mi. 5:1-4


5:1 Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
5:2 Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.
5:3 Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,
5:4 dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia.


atau Rm 8:28-30

8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.
8:30 Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya


Mat.1:18-23

1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:
1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.

Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki,
dan mereka akan menamakan Dia Imanuel

Saudara terkasih, Gereja hari ini memperingati kelahiran SP Maria. Memang secara biblis atau laporan Kitab Suci kita tidak memliki bukti tentang kelahiran Ibu Maria. Bacaan pertama dari Mikha hendak menunjukkan silsilah kelahiran Yesus yang bermuara kepada dunia Perjanjian Lama pun telah menubuatkan, bahkan dikatakan sejak purbakala. Bacaan yang dimungkinkan untuk bacaan pertama hari ini ialah Roma, di sana diktakan bahwa siapa yang mengikuti kehendak dan panggilan Tuhan Allah untuk membawa kebaikan akan menjadi serupa dengan yang akan dihantarnya.
Saudara terkasih, satu Gereja bagi Dunia, sering menjadi sulit karena adanya pandangan yang berbeda mengenai Maria dan perannanya. Sering dikatakan orang Katolik itu menyembah Maria. Paham yang salah dilakukan oleh beberapa orang menjadikan salah paham bagi pihak lain. Ada sebuah anekdot yang mengisahkan kematian pendeta Kristen dan rama Katolik.  Santo Petrus bahagia menderima mereka berdua di gerbang surga, karena mereka telah menunaikan tugas kewajibannya di dunia dengan geling gemilang, iman umat bertumbuh dengan baik, dan damai sejahtera bisa mereka perjuangkan dengan maksimal. “Anakku mari aku hantar berjumpa dengan Anak Manusia,” kata Petrus dengan ramah. “ Guru aku hantar anak-Mu yang hebat ke hadapan-Mu, dan tugasku sudah usai.” “Bagus Petrus terimakasih, ayo Nak, Aku akan membawamu kepada seseorang yang special bagi-KU, dengan demikian juga bagimu kan?” “Pendeta itu menjawab oh Tuhan siapa dia itu, tentu aku bahagia.” “Kenalkan Nakk ini ibu-Ku yang telah mengandung dan melahirkan-Ku, kamu belum kenal kan?” Tamu Petrus kedua imam Katolik, langsung dia bawa kepada Bunda Maria, “Ibu aku hantar anakmu yang luar biasa ini, silakan Ibu lanjutkan.” “Oh Petrus kerjamu bagus banget, terimakasih, ayo Nak ikut aku, aku hendak mengenalkan mu kepada seseorang yang hebat, tentu kamu akrab seharusnya dengan-Nya.“ “Nak, kenalkan ini anakku, Yesus.”

Hanya humor dan memberikan gambaran mengenai keakraban dan kedekatan relasional yang terkadang menafikan yang lain. Maria tetaplah pengantara kepada Sang Putra sebagai satu-satunya jalan kepada Allah Bapa di surga. Maria bukan menggantikan Yesus. Namun kemuliaan Yesuslah yang telah menjadikan Maria juga mulia sejak semula. Orientasi dan awal permulaan kemuliaan adalah Yesus dan bukan sebaliknya. Maria bisa seperti itu karena Yesus.BD.eLeSHa.

Sabtu, 06 September 2014

Dua Tiga Orang Berkumpul atas Nama-Ku Aku Berada Di Tengah-Tengahmu

Hari Minggu Biasa XXIII (H)
Yeh. 33: 7-9
Mzm. 95:1-2,6-7,8-9
Rm. 13:8-10
Mat. 18:15-20


Yeh. 33: 7-9

33:7 Dan engkau anak manusia, Aku menetapkan engkau menjadi penjaga bagi kaum Israel. Bilamana engkau mendengar sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka demi nama-Ku.
33:8 Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Hai orang jahat, engkau pasti mati! -- dan engkau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu supaya bertobat dari hidupnya, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu.
33:9 Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu supaya ia bertobat dari hidupnya, tetapi ia tidak mau bertobat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu.

Rm. 13:8-10

13:8 Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapa pun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat.
13:9 Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain mana pun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!
13:10 Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Mat. 18:15-20

18:15 "Apabila saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia di bawah empat mata. Jika ia mendengarkan nasihatmu engkau telah mendapatnya kembali.
18:16 Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi, supaya atas keterangan dua atau tiga orang saksi, perkara itu tidak disangsikan.
18:17 Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat. Dan jika ia tidak mau juga mendengarkan jemaat, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau seorang pemungut cukai.
18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.
18:19 Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apa pun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga.
18:20 Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."

Dua Tiga Orang Berkumpul atas Nama-Ku Aku Berada Di Tengah-Tengahmu

Saudara terkasih, hari-hari ini, kita sedang dihangatkan oleh pemberitaan mengenai penggunaan media sosial yang disalahgunakan untuk menghujat, mencaci maki, merendahkan pihak lain, demi kepuasan sesaat. Peristiwa Yogja belum selesai sudah muncul soal Bandung. Penggunaan sosial media yang abai akan etiket dunia nyata dengan alasan dunia maya. Tuhan Yesus mengajak kita menjadi pribadi yang tahu untuk menasihati sesama yang smart, penuh kasih, dengan etiket yang baik. Menegor saudara yang bersalah adalah di bawah empat mata, berarti hanya berdua saja. Dapat kita bandingkan dengan apa yang orang zaman ini lakukan di media sosial, saling hujat, saling bully, saling memaki, bukan hanya satu dua orang, dapat ribuan bahkan jutaan pembaca yang akan tahu kesalahan dan kekeliruan saudara tersebut.
Saudara terkasih, apa yang perlu kita lakukan agar dunia dapat menjadi tempat yang menyenangkan, menenteramkan, membahagiakan, dan membuat kita tenang? Tuhan mengajarkan agar kita berkumpul di dalam DIA. Tuhan Allah menyatakan kalau dua tiga orang di dalam nama-Ku, Aku berada di tengah-tengahmu. Di mana Tuhan meraja dan ada di tengah-tengah kita, tidak akan mungkin ada kuasa jahat yang akan bisa hadir serempak. Tuhan Allah Yang Kuasa tidak akan mungkin serempak dengan roh jahat ada di  tengah-tengah kita.
Sikap emosi, marah, bersikap berlebihan dalam menyikapi keadaan, proporsi yang tidak sebanding antara aksi dan reaksi, merupakan ciri orang dan keadaan di mana bukan Tuhan yang meraja. Tanda bahwa kita dan kemanusian kitalah yang menjadi raja dan tujuan hidup. Manusia yang lemah perlu bersama-sama dengan saudara yang lain untuk membangun sikap batin yang lebih baik.

Bacaan pertama mengajarkan kepada kita perlunya pembelajaran dan peringatan kepada saudara yang bersalah dan berdosa. Kesalahan untuk diperbaiki dan dibetulkan bukan untuk dihukum, dirusak, dan dihancurkan.BD.eLeSHa.

Anak Manusia adalah Tuhan atas Hari Sabat

Sabtu Biasa (H)
1 Kor.4:6-15
Mzm.145:17-18,19-20,21
Luk.6:1-5

1 Kor.4:6-15
4:6 Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.
4:7 Sebab siapakah yang menganggap engkau begitu penting? Dan apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?
4:8 Kamu telah kenyang, kamu telah menjadi kaya, tanpa kami kamu telah menjadi raja. Ah, alangkah baiknya kalau benar demikian, bahwa kamu telah menjadi raja, sehingga kami pun turut menjadi raja dengan kamu.
4:9 Sebab, menurut pendapatku, Allah memberikan kepada kami, para rasul, tempat yang paling rendah, sama seperti orang-orang yang telah dijatuhi hukuman mati, sebab kami telah menjadi tontonan bagi dunia, bagi malaikat-malaikat dan bagi manusia.
4:10 Kami bodoh oleh karena Kristus, tetapi kamu arif dalam Kristus. Kami lemah, tetapi kamu kuat. Kamu mulia, tetapi kami hina.
4:11 Sampai pada saat ini kami lapar, haus, telanjang, dipukul dan hidup mengembara,
4:12 kami melakukan pekerjaan tangan yang berat. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar;
4:13 kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; kami telah menjadi sama dengan sampah dunia, sama dengan kotoran dari segala sesuatu, sampai pada saat ini.
4:14 Hal ini kutuliskan bukan untuk memalukan kamu, tetapi untuk menegor kamu sebagai anak-anakku yang kukasihi.
4:15 Sebab sekalipun kamu mempunyai beribu-ribu pendidik dalam Kristus, kamu tidak mempunyai banyak bapa. Karena akulah yang dalam Kristus Yesus telah menjadi bapamu oleh Injil yang kuberitakan kepadamu

Luk.6:1-5

6:1 Pada suatu hari Sabat, ketika Yesus berjalan di ladang gandum, murid-murid-Nya memetik bulir gandum dan memakannya, sementara mereka menggisarnya dengan tangannya.
6:2 Tetapi beberapa orang Farisi berkata: "Mengapa kamu berbuat sesuatu yang tidak diperbolehkan pada hari Sabat?"
6:3 Lalu Yesus menjawab mereka: "Tidakkah kamu baca apa yang dilakukan oleh Daud, ketika ia dan mereka yang mengikutinya lapar,
6:4 bagaimana ia masuk ke dalam Rumah Allah dan mengambil roti sajian, lalu memakannya dan memberikannya kepada pengikut-pengikutnya, padahal roti itu tidak boleh dimakan kecuali oleh imam-imam?"
6:5 Kata Yesus lagi kepada mereka: "Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."


Anak Manusia adalah Tuhan atas Hari Sabat

Saudara terkasih, bacaan-bacaan hari ini menampilkan konsekuensi orang Kristen, orang yang mengikuti jalan Yesus. Pertama bahwa Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat, kedua oleh Paulus dinyatakan untuk tidak bermegah atas apapun yang ada di dunia ini.
Tuhan atas hari Sabat mengindikasikan bahwa apapun yang ada di dunia ini dibaut untuk mengatur manusia, bukan manusia untuk hukum itu sendiri. Saudara, kalau sekarang para pejabat itu berbuat kejahatan, korupsi, melakukan hal yang menyimpang dari kaidah umum, dengan lantang akan menyebut sebagai sudah sesuai prosedur. Prosedur terpenuhi meskipun itu telahmenciderai keadilan masyarakat. Hukum dan prosedur telah diatur untuk menguntungkan pejabat tersebut dan tidak peduli ketika ada ketidakadilan. Hukum menjadi tameng atas kejahatan.
Hukum dibuat untuk mengatur agar kebebasan satu orang tidak menabrak kebebasan orang lain. Oleh karena itu bukan manusia untuk hukum namun hukum untuk manusia. Tuhan Yesus menyatakan diri sebagai Tuhan atas hari Sabat, ialah bahwa manusia demi kemanusiaannya tidak perlu tunduk kepada atauran yang dibuatnya sendiri. Demi kemanusiaan dalam hal ini ialah soal kehidupan, ketika hidup dan mati, hukum bisa dikesampingkan. Contoh sederhana dan simpel ditunjukkan adanya mobil ambulans yang boleh melewati lampu merah sekalipun. Berarti ini adalah hukum untuk manusia dan bukan sebaliknya.
Paulus menyatakan apa yang perlu dihidupi para pengikut Kristus, yaitu untuk mengakui apapun itu pemberian dari DIA. Paulus sebagai Rasul merupakan pribadi yang diawasi. Kesiasiaan atas klaim diri lebih daripada yang lain.BD.eLeSHa.

Jumat, 05 September 2014

Hal Berpuasa


Jumat Biasa (H)
1 Kor. 4:1-5
Mzm 37: 3-4, 5-6, 27-28,39-40
Luk. 5:33-39



1 Kor. 4:1-5

4:1 Demikianlah hendaknya orang memandang kami: sebagai hamba-hamba Kristus, yang kepadanya dipercayakan rahasia Allah.
4:2 Yang akhirnya dituntut dari pelayan-pelayan yang demikian ialah, bahwa mereka ternyata dapat dipercayai.
4:3 Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh suatu pengadilan manusia. Malahan diriku sendiri pun tidak kuhakimi.
4:4 Sebab memang aku tidak sadar akan sesuatu, tetapi bukan karena itulah aku dibenarkan. Dia, yang menghakimi aku, ialah Tuhan.
4:5 Karena itu, janganlah menghakimi sebelum waktunya, yaitu sebelum Tuhan datang. Ia akan menerangi, juga apa yang tersembunyi dalam kegelapan, dan Ia akan memperlihatkan apa yang direncanakan di dalam hati. Maka tiap-tiap orang akan menerima pujian dari Allah.


Luk. 5:33-39

5:33 Orang-orang Farisi itu berkata pula kepada Yesus: "Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum."
5:34 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka?
5:35 Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa."
5:36 Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka: "Tidak seorang pun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu.
5:37 Demikian juga tidak seorang pun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itu pun hancur.
5:38 Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.
5:39 Dan tidak seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik.


Hal Berpuasa

Saudara terkasih Tuhan Yesus mengajak kita untuk bertekun dengan jati diri sendiri, dari pada selalu bergantng kepada tradisi lain. Sering kita terpengaruh dengan pemahaman budaya dan arus kuat mayoritas. Hal demikian nyata di hadapai Tuhan dan para murid awali karena masih hidup dalam dunia lama, yaitu Yudaisme, sedang kekristenan masih orok yang belum dikenal dengan baik ajaran-ajarannya.
Saat ini, kita sering juga terpengaruh dengan arus kepercayaan budaya, kepercayaan, dan metode pihak lain, kepercayaan mayoritas, seperti puasa, persoalan aborsi, perceraian, dan masih banyak terjadi, ajaran kita sendiri tidak kita pahami dengan semestinya. Ajaran, model, dan pemahaman yang berbeda sering tidak kita mengerti, dan kita jalani seperti yang banyak orang lakukan. Tuhan mengkritik pola ini, kita memiliki ajaran dan metode sendiri dan itu jauh lebih bermakna.
Puasa oleh Yesus tidak diinyatakan buruk atau dilarang, bukan itu, namun memiliki pola dan prinsip yang tentunya berbeda. Kisah Para Rasul mengisahkan bahwa puasa merupakan bagian doa mohon bantuan Roh Kudus lebih dari pada wujud kesedihan sebagaimana pemahaman Kaum Farisi dan Yahudi masa itu. Makna baru dan arti baru yang perlu untuk dibiarkan berkembang bersama-sama sehingga bisa menemukan bentuknya sendiri.
Paulus di dalam bacaan pertama menyatakan bahwa Tuhan Allah yang mengerti apa yang ada di dalam hati. Motivasi dan kedalaman hati hanya diketahui oleh Tuhan sendiri, dan bahkan kita sendiri pun tidak sadar dengan hal itu. Hal itu  dinamai bawah sadar  dalam bahasa psikologi. Manusia tidak akan tahu apa yang ada di dalam hati, dan Tuhan Hakim Agung kita akan menimbang, menilai, dan menghakimi itu, kita sudah tidak akan mungkin  bisa berbuat apa-apa ketika itu terjadi. Maka kita juga tidak bisa sembarangan menilai orang karena pengetahuan kemanusiaan kita.BD.eLeSHa.


Kamis, 04 September 2014

Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia



Kamis Biasa (H)
1 Kor. 3:18-23
Mzm. 24:1-2, 3-4ab, 5-6
Luk. 5:1-11

1 Kor. 3:18-23

3:18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."
3:20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."
3:21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:
3:22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.
3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah


Luk. 5:1-11

5:1 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
5:2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
5:3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
5:4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."
5:5 Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga."
5:6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
5:7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.
5:8 Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata: "Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa."
5:9 Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap;
5:10 demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."
5:11 Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, mereka pun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia
Saudara terkasih, Tuhan memanggil para Rasul, sebagai murid-Nya yang pertama, atau awali dengan peristiwa hidup sehari-hari atau sederhana sekali. Bukan lewat kilat yang menyambar-nyambar, atau angin bergemuruh, atau penampakan hebat dalam mimpi yang luar biasa. DIA memanggil dengan cara manusia, cara yang sudah akrab dan dikenal orang tersebut. Hari ini hal tersebut nyata  dan sangat sederhana. Simon sebagai nelayan, semalaman tidak memperoleh hasil, kemudian diminta untuk mendengarkan pengajaran-Nya, dan menjala ikan. Nelayan dengan menjala ikan merupakan tindakan biasa sekali, mukjizatnya adalah bagian hidup orang tersebut. Pengenalan Simon dan teman-temannya pada Yesus melalui pekerjaannya sendiri. Kesederhanaan Tuhan Yesus tampak jelas dengan pewartaan-Nya yang menggunakan bagian keseharian kita sendiri.
Saudara terkasih, sering kita melihat Tuhan Yang Agung Mulia itu menurut kaca mata kita. Tuhan yang jauh, Tuhan yang bukan kita banget bahasa gaul dan ABG sekarang, sehingga ketika DIA datang, kita tidak mengenali siapa DIA. Tuhan Allah mengambil rupa seorang Manusia, menggunakan bahasa manusia untuk mengenalkan Diri-Nya. Pola pikir, pemahaman kita sangat terbatas, tidak akan mempu mengenal DIA, kalau bukan karena DIA yang datang dan mengenalkan Diri-Nya terlebih dahulu.
Kesederhanaan berikut diperlihatkan kepada kita melalui peristiwa Simon yang dipanggil untuk menjadi penjala manusia, bukan lagi penjala ikan. Bisa dibayangkan kalau Tuhan itu seperti kita yang biasa bermegah diri, akan mengatakan Simon engkau akan aku jadikan Paus, dapat dipastika Simon yang sederhana akan pingsan karena berpikir dikutuk Tuhan Yesus menjadi ikan paus karena konteks pembicaraan nelayan berkaitan dengan ikan. Tuhan memanggil kita di dalam kesederhanaan kita, keberadaan kita.

Paulus memberikan nasihat yang senada dengan hal ini. Bagaimana dia nyatakan manusia yang mengandalkan hikmatnya sendiri ialah kesia-siaan belaka. Tuhan Allah yang menganugerahkan itu semua. Semua hal adalah milik-Nya, layakkah kita bermegah atas apa yang DIA anugerahkan itu di hadapan-Nya? Dewasa ini, ketika beribadat-pun orang masih asyik dengan gatget, smartphone, kemewahan duniawinya, bahkan saking repotnya membawa tablet­-nya yang 10” seorang pemuda bingung ketika hendak menerima Tubuh Kristus. Lebih berharga tablet, dibanding Komuni Kudusnya. Ini gambaran-gambaran modern mengenai mengandalkan diri dan pemberian dibandingan Pemberinya.BD.eLeSHa.

Rabu, 03 September 2014

IA Melepaskan Diri dari Sahabat dan Musuh-Nya


Rabu, Pw. S. Gregorius Agusng, Paus Pujangga Gereja (P)
1 Kor. 3:1-9
Mzm. 33:12-13,14-15,20-21
Luk. 4:38-44

1 Kor. 3:1-9

3:1 Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat berbicara dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi, yang belum dewasa dalam Kristus.
3:2 Susulah yang kuberikan kepadamu, bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Dan sekarang pun kamu belum dapat menerimanya.
3:3 Karena kamu masih manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi dan bahwa kamu hidup secara manusiawi?
3:4 Karena jika yang seorang berkata: "Aku dari golongan Paulus," dan yang lain berkata: "Aku dari golongan Apolos," bukankah hal itu menunjukkan, bahwa kamu manusia duniawi yang bukan rohani?
3:5 Jadi, apakah Apolos? Apakah Paulus? Pelayan-pelayan Tuhan yang olehnya kamu menjadi percaya, masing-masing menurut jalan yang diberikan Tuhan kepadanya.
3:6 Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan.
3:7 Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan.
3:8 Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
3:9 Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.


Luk. 4:38-44

4:38 Kemudian Ia meninggalkan rumah ibadat itu dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia.
4:39 Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itu pun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka.
4:40 Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakitnya, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka.
4:41 Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak: "Engkau adalah Anak Allah." Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias.
4:42 Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka.
4:43 Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus."
4:44 Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea

IA Melepaskan Diri dari Sahabat dan Musuh-Nya

Saudara terkasih, Paulus menyatakan bahwa manusia yang masih diliputi oleh pertikaian, perselisihan mengenai golongan, iri hati satu dengan yang lain, sebagai kanak-kanak yang masih memakan berupa makanan bayi yaitu susu. Semua sama di hadapan Tuhan, yang memberikan pertumbuhan dan kehidupan. Kalau orang bertikai dan justru lupa dengan yang memberikan pertumbuhan, merupakan ciri kanak-kanak. Baik tumbuhan ataupun yang merawat tumbuhan sama, apalagi berhadapan dengan Pemilik tanaman sekaligus perawatnya.
Tuhan Yesus juga memperlihatkan kekanak-kanakan iman pengikut-Nya yang masih awali, ketika Yesus menyembuhkan banyak orang dan mereka merasakan bantuan yang mereka butuhkan, mereka hendak menahan Tuhan untuk mereka saja. Cara mengikat Tuhan untuk mereka saja.
Persoalan memiliki dan obsesif merupakan ciri kanak-kanak yang jauh dari kedewasaan. Membesar-besarkan perbedaan dan menyatakan diri dan kelompoknya sebagai bagian yang paling hebat dan menilai kelompok lain sebagai kecil, kerdil, lemah, belum tahu apa-apa, perlu disingkirkan, bukan sepadan, dan rasa superior bagi diri dan kelompoknya dan yang lain itu tidak memiliki nilai lebih sama sekali. Rasa iri, dengki, perselisihan yang masih menunjukkan sifat kanak-kanak.

Saudara terkasih, ketika kita mendapatkan bantuan, atau merasa cocok dengan sesuatu, kita memiliki kecenderungan manusiawi untuk memilikinya sebagai milik pribadi. Harus menjadi milikku apapun yang terjadi. Tuhan Yesus memberikan gambaran yang jelas bahwa Ia melepaskan Diri-Nya dari para sahabat-Nya seperti yang IA lakukan terhadap para musuh-Nya. IA tidak terikat dalam satu kelompok saja. Apa yang IA perbuatan merupakan gambaran bahwa keselamatan itu merupakan keselamatan bagi semua orang.BD.eLeSHa.

Selasa, 02 September 2014

Diam dan Keluarlah!

Selasa Biasa (H)
1 Kor. 2:10-16
Mzm. 145:8-9,10-11,12-13ab, 13cd-14



1 Kor. 2:10-16

2:10 Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.
2:11 Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah.
2:12 Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.
2:13 Dan karena kami menafsirkan hal-hal rohani kepada mereka yang mempunyai Roh, kami berkata-kata tentang karunia-karunia Allah dengan perkataan yang bukan diajarkan kepada kami oleh hikmat manusia, tetapi oleh Roh.
2:14 Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
2:15 Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
2:16 Sebab: "Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?" Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.

Luk. 4: 31-37

4:31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat.
4:32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa.
4:33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras:
4:34 "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah."
4:35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: "Diam, keluarlah dari padanya!" Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya.
4:36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar."
4:37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu

Diam dan Keluarlah!
Saudara terkasih, Yesus menunjukkan Siapa Diri-Nya, Pribadi yang penuh kuasa dan wibawa. Kuasa dan wibawa tersebut mampu menghardik kuasa jahat untuk diam dan tidak banyak bicara. Bahasa kaum muda sekarang diam dan jangan kepo. Mengapa Tuhan Yesus menghardik setan untuk diam, para ahli Kitab Suci menyatakan kemungkinan-kemungkinan yang ada. Kemungkinan pertama, bahwa Yesus menghentikan ke-kepo-an setan itu agar tidak nggember yang belum saatnya tiba. Kalau setan sempat nggember  dan membuka Jati Diri Tuhan sebelum saat-Nya, akan timbul persoalan dan Karya Tuhan terganggu. Yang kedua, Tuhan Yesus hendak menunjukkan kewibawaan dan kekuasaan-Nya bahkan terhadap kuasa jahat yang begitu besar pengaruhnya. Pengaruh besar saja bisa diperintah tanpa membantah.

Orang-orang yang mendengar itu menjadi heran dan takjub. Namun heran dan takjub saja tidak membawa iman dan mengenal Tuhan yang datang sebagai Juru Selamat. Kita sering melihat mukjizat, perbuatan ajaib Tuhan, namun bukan menjadi makin beriman malah menjadi sombong dan tinggi hati merasa lebih dibandingkan orang lain. Hal ini tepat sebagaimana dinyatakan Paulus dalam bacaan I, bahwa hikmat Tuhan yang menjadi bagian dan pedoman hidup manusia. Manusia yang mengandalkan hikmat dan pengetahuan diri sendiri, sering akan dimanfaatkan kuasa jahat untuk membelokkan apa yang kita yakini kebenarannya tersebut untuk menjauh dari DIA dan kuasa-Nya.BD.eLeSHa.

Senin, 01 September 2014

Jangan Bergantung pada Hikmat Manusia, tetapi pada Kekuatan Allah

Senin Biasa, (H)
1 Kor 2:1-5
Mzm 119:97,98,99,100,101,102
Luk 4:16-30

1 Kor 2:1-5
2:1 Demikianlah pula, ketika aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu.
2:2 Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.
2:3 Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar.
2:4 Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh,
2:5 supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah.

Luk. 4:16-30
4:16 Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab.
4:17 Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:
4:18 "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku
4:19 untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."
4:20 Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya.
4:21 Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya: "Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya."
4:22 Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka: "Bukankah Ia ini anak Yusuf?"
4:23 Maka berkatalah Ia kepada mereka: "Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!"
4:24 Dan kata-Nya lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.
4:25 Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri.
4:26 Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon.
4:27 Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorang pun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu."
4:28 Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu.
4:29 Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu.
4:30 Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

Jangan Bergantung pada Hikmat Manusia, Tetapi pada Kekuatan Allah

Saudara terkasih, bulan September oleh Gereja ditetapkan sebagai Bulan Kitab Suci Nasional. Bulan di mana kita umat beriman diharapkan bersama-sama semakin akrab dan merenungkan Sabda Tuhan. Perjalana sejarah Gereja yang telah mengakibatkan kita kurang akrab dengan Kitab Suci oleh Gereja telah dijembatani dengan Bulan Kitab Suci Nasional ini. Dengan kegiatan ini, diharapkan umat beriman semakin lapar dan haus untuk merenungkan Sabda Tuhan, baik bersama-sama ataupun pribadi.
Saudara terkasih, hari ini Tuhan Yesus mengajak kita untuk berbuat dan bergerak. Kitab Suci diaplikasikan di dalam hidup. Bagaimana hal tersebut dijalani? Pembebasan untuk para tahanan, penglihatan bagi yang buta, dan pembebasan bagi yang buta.
Pembebasan bagi tawanan perlu kita pahami konteks pembicaraan waktu itu, yaitu masa penindasan, di mana bahwa tawanan bukan hasil peradilan yang fair dan sebagaimana mestinya. Tawanan yang semena-mena, bukan konteks saat ini, di mana banyaknya tawanan merupakan tawanan karena tindak kriminal dan merugikan orang lain. Dalam lingkup yang kecil masih bisa yaitu ketika ada hukum yang tidak adil, hukum yang berpihak kepada penguasa dan pihak yang kuat, baik materi ataupun pengaruh.
Penglihatan bagi yang buta, Saudara terkasih, kita sekarang ini memang bukan buta mata, namun buta mata hati. Betapa butanya kita melihat ketidakadilan, ketidakjujuran, ketidakbenaran dalam berbagai hal. Ketika kita diam saja terhadap hal-hal yang tidak semestinya, kita hidup di dalam kebutaan. Buta mata hati, buta batin terhadap kejahatan di dalam masyarakat. Mata kita dibutakan, justru Tuhan menghendaki kita menjadi pioner untuk membuka kebutaan itu.
Pembebasan bagi yang tertindas, kita sering hanya mengeluh dan menghujat, namun belum berbuat apa-apa terhadap ketiadilan. Bahkan sering ketika kita hendak membela dan mengusahakan penindasan sering kita jatuh pada penindasan bentuk lain. Zaman modern ini, penindasan bisa berupa bully,  yang jauh lebih kejam dan berpengaruh dalam waktu jangka panjang.

Saudara terkasih, agar kita dapat melakukan kebaikan secara lebih obyektif dan tidak jatuh ke dalam tindak yang sama dalam model dan cara berbeda, kita mengandalkan Tuhan di dalam melakukannya. Andalkan Tuhan dan kekuatan-Nya, bukan pada kemampuan diri kita sendiri. Ketika kemampuan kita saja yang di kedepankan, akan bergesekan dengan kemampuan, kesempatan, dan kehendak orang lain. BD.eLeSHa.